Fabulously Castle part 23

FC

Judul         : Fabulously Castle 23

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

Je young berdiam diri didalam restoran itu untuk waktu yang cukup lama. Masih terasa jelas perbincangan bar-bar antara dirinya dan lelaki yang ia kenal sebagai appa dari namja yang akhir-akhir ini terasa begitu mengusik kehidupannya.

Sejujurnya, je young tak merasa pantas untuk gelisah atas keputusannya yang terlalu gegabah, tadi. Seharusnya ia tak apa-apa. Bukankah kyu hyun dan ia sendiri memang hanya menjalin sebuah perjanjian? Mereka hanya partner kerja. Tak lebih.

Namun kemudian je young harus berdiam diri sejenak. Ia juga tak mengerti mengapa kini perasaannya yang semula sudah kacau kini bertambah kacau balau. Je young tak ingat kapan terakhir ia merasa begitu gelisah seperti ini. Yang jelas, perasaan baru ini benar-benar mengusiknya.

Je young mendesah berat. Kini sebuah beban seperti tengah bertengger nyaman dipundaknya. Mengoloknya yang terlalu gegabah mengambil keputusan. Ada sedikit rasa,, tak rela. Ia tak seikhlas itu melepas kyu hyun untuk jessica.

Entah karena beberapa alasan yang terlalu konyol atau  je young sendiri masih merasa kyu hyun adalah tanggung jawabnya mengingat bahwa ia bertugas untuk menjauhkan kyu hyun dari jessica dalam perjanjian mereka.

“hh~ sialan!”

Je young merutuk. Menghempaskan genggaman tangannya pada meja lalu dengan cepat berdiri. Tas sandang yang tersampir dibahunya dengan asal dan raut wajah frustasi je young mewarnai ruang privat yang kini hanya menyisakan ia sendiri.

Je young tak lagi tertarik dengan aroma terdasyat yang pernah ia kenal itu. Ia tak lagi berselera untuk makan dan ini ia semakin tak berselera untuk melakukan apapun. Jadi, dengan banyak pertimbangan je young memutuskan untuk pulang.

Benar-benar pulang dan mengunci apartemen serta mematikan seluruh alat komunikasinya segera.

“n-nona..”

Je young menoleh ketika pintu terbuka dan disana berdiri dua orang pelayan restoran yang membungkuk padanya. Membuat batin je young terasa semakin kesal entah karena apa.

“aku sudah selesai” je young menerka ketus. Pelayan itu berdiri disana pasti hanya untuk menungguinya selesai makan. Tapi sayang sekali, je young tak menyentuh apapun. Ia hanya tinggal lebih lama untuk berpikir. Hanya itu saja.

Ia berjalan meninggalkan ruangan dengan cepat. Membiarkan kisi lift terbuka dan menuju lantai bawah untuk keluar dari restoran kebanggan keluarga cho ini.

“chogio..”

Je young merasa aneh. Seseorang seperti tengah memanggilnya, tapi je young tak memiliki teman yang ia rasa pantas untuk sekedar makan di restoran ini. Je young menggelengkan kepalanya pelan, mengusir banyak tanda tanya yang kini berkeliaran dikepalanya.

“chogio.. nona, chamkamman!!”

Lalu je young berhenti. Dan panggilan itu seketika ikut berhenti. Je young membulatkan kedua bola matanya terkejut. Waw, siapa lagi yang akan ia temui hari ini? Dengan perlahan je young berusaha berbalik. Tanpa memasang wajah ramah yang hari ini sudah hilang entah kemana.

“chogio,, ah, benar. Kau,, wanita yang bersama kyu hyun waktu itu, kan?”

 

 

__

Ji yeon tengah mengerjakan laporan terakhirnya bulan ini. Pekerjaan yang ia kerjakan dengan cepat agar selesaikan sebelum detline yang sudah ditentukan. Bom sudah menghubunginya pagi ini. Bom bilang ia akan menyelesaikan tahap editing terakhir sebelum salah satu iklan perusahaan selesai.

Bulan ini, semua seperti berjalan dengan semestinya. Ji yeon merasa begitu bersemangat hanya untuk menyelesaikan beberapa detail kecil. Dan entah mengapa, ia begitu menyukai pekerjaannya belakangan ini.

Ia dan bom baik-baik saja. Fakta yang belakangan ini baru ji yeon sadari begitu membantunya. Sejujurnya, ia juga tak pernah ingin memiliki aura canggung bersama bom. Karena selain menjadi partner kerja yang sangat mengagumkan, bom juga sudah merangkak menjadi salah satu teman baiknya.

Bom sudah menjelaskan semuanya. Semua yang sebelumnya juga hyuk jae jelaskan pada ji yeon. Dan, meski ji yeon tak mengerti mengapa bom harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menjelaskan hal itu padanya, ji yeon tetap merasa senang.

Setidaknya, bom menghargainya. Menghargai perasaan ji yeon terhadap sahabatnya, hyukjae.

“ya, nona super sibuk. Kau terbiasa melewatkan makan siangmu, ya? bisa kutau berapa berat badanmu?”

Ji yeon terkesiap diakhir penyimpanan file yang sudah ia selesaikan. Ketika mendongak, wajah hyuk jae sudah menghiasi atasan bilik milik ji yeon. Membuat ji yeon tersenyum karena meski hyuk jae tak banyak berekspresi, lelaki itu tetap terlihat ribuan kali lebih tampan.

“hmm,, aku pikir bertanya berat badan pada seorang wanita bukanlah hal yang sopan, oppa” Ji yeon melipat kedua tangannya diatas meja lalu tersenyum lucu.

“ahh,, benarkah?” ji yeon mengangguk saat hyuk jae menaikkan salah satu alisnya tinggi-tinggi. Aha! Hyukjae bukannya tidak tau. Tapi ekspresi ji yeon yang selalu sok tau membuatnya benar-benar penasaran. “aku pikir akulah yang paling mengerti wanita” tukasnya kemudian.

Dan gelak tawa geli ji yeon terdengar menggema.

“mungkin, ya. Tapi hanya diantara para pria. Aku pikir aku lebih tau banyak tentang diriku, oppa”

Hyuk jae tak lagi menjawab. Ia hanya berdiam lalu meletakkan salah satu lengannya pada saku dan tersenyum. Kali ini, hyuk jae mengeluarkan sebuah senyuman mempesona yang luar biasa mempesona. Membuatnya jauh lebih tampan –maksudku, benar-benar tampan!- dari lelaki manapun didunia ini.

Bibir simetris dengan garis-garis diujung mata dan tatapan teduhnya itu benar-benar racun. Dan, demi tuhan! Ji yoen bahkan masih belum kebal meski sudah melihat hal seperti itu dalam kurun waktu hampir satu tahun ini

“kalau begitu ayo makan siang. Aku harus bisa membuatmu setidaknya terlihat lebih berisi kali ini”

Ji yeon memberengut tiba-tiba. “maksudnya, aku terlalu kurus, begitu?”

“aku tidak berkata seperti itu” hyuk jae kembali berekspresi mempesona meski kali ini sepertinya tak mampu meluruhkan ji yeon. “maksudku—“ ia menunduk dengan kedua mata yang semakin teduh “aku tidak ingin kau jatuh sakit karena terlalu memaksakan diri untuk bekerja. Lihat, kau menjadi lebih kurus setelah mengenalku. Apa mengejarku membuatmu lelah?”

Hyuk jae pikir itu sebuah candaan. Tapi kerutan dahi dan bibir ji yeon yang mengerucut itu tak kunjung hilang. Membuat hyuk jae keheranan setengah mati karena jujur saja ia tak pernah ingin memperkarakan berat badan ji eon dalam artian yang buruk.

“ji—“

“apa oppa akan menjauhiku jika aku kurus? Aku tau aku tidak seseksi yang oppa mau. Tapi, aku—“

Ji yeon berhenti. Tak tau lagi harus berkata apa. Pada kenyataannya, ia memang kurus. Tubuh mungilnya yang ringkih seperti hanya terbalut kulit dan ji yeon merasa jika semua kenyataan itu tengah memojokkannya.

“tapi kau memang kurus” sambung hyuk jae datar. “ya!” ia maju dan mengacak rambut ji yeon lembut. “jika aku memperkarakan tubuhmu, maka seharusnya aku tidak perlu repot-repot seperti ini. Aku bisa langsung membencimu jika aku hanya memandang tubuhmu karena jelas-jelas kau tak pantas dikatakan sebagai wanita dewasa”

“yaa!! Oppa!!”

“kau itu anak sekolah dasar. Lihat tubuhmu!” hyuk jae menunjuk dengan membesarkan bola matanya. “mana ada wanita dewasa sepertimu”

Ji yeon berdiri cepat. Menatap hyuk jae semakin merengut. “oppaa!!”

“tapi,, setidaknya sampai saat ini aku disini. Apa menurutmu itu tidak cukup? Aku rela orang-orang menatapku seperti ahjussi mesum yang mendekati anak dibawah umur. Lagipula  aku juga tak terlalu perduli” hyuk jae berjalan melewati bilik lalu berdiri tepat didepan ji yeon. Meletakkan telapak tangannya diujung kepala ji yeon lalu menatap wajahnya sayang. “tapi aku hanya ingin kau terlihat lebih berisi. Bukan untuk menilai lekuk tubuhmu. Hanya untuk mencegah kau terbaring dengan infus yang menusuk nadi.” Lalu telapak tangannya turun. Mengusap bawah mata ji yeon yang sedikit menggembung.

“lihat. Menggunakan make up setebal apapun tak membuat kantung matamu hilang. Kau berusaha terlalu keras. Kau pasti seorang monster jika tidak menggunakan make up”

Hyuk jae tersenyum saat ji yeon akhirnya terkekeh geli. Membiarkan hyuk jae terus berbicara dan hanya menatap matanya dalam.

“jadi berhentilah membual dan membangkang. Kau ingin aku menghukummu dengan cara apa lagi? Apa mengejarku selama ini tak membuat tenagamu habis? Berhenti bersikap berlebihan dan dengarkan aku mulai saat ini. Mengerti?”

Ji yeon merasa ada ribuan kupu-kupu beterbangan didalam perutnya. Menggelitik perasaannya dengan lembut. Membuat ji yeon tiba-tiba merasa begitu ringan hingga bahkan ingin terbang.

Hyuk jae tak pernah selembut itu sebelumnya. Tidak pernah. Bahkan saat mereka sudah menjalin hubungan baik sebelum ini, hyuk jae tak selembut ini padanya. Hyuk jae terlihat mulai berbeda.

Dan itu,, menyenangkan.

Ji yeon menyukainya.

Ji yeon mengangguk saat hyuk jae mengakhiri perkataannya dengan menarik pipi ji yeon yang memang sudah tak lagi berisi. Lalu menggenggam jemarinya, membawanya pergi untuk mengisi perut siang itu.

 

 

__

Kyu hyun menunggu je young hingga jam makan siang datang. Tapi yeoja itu tak kunjung datang. Ketika ia berusaha untuk menghubunginya, ponsel gadis menyeramkan itu justru tidah aktif. Entah apa yang ia pikirkan ketika kyu hyun sudah dengan penekanan yang superlembut untuk memintanya datang dan ia tetap membangkang?!

Benar-benar shin je young!

Kyu hyun berlari kecil menuju lift lalu kembali meletakkan ponselnya ditelinga. Kedua bola matanya menyipit lau bibirnya mendesis saat operator kembali menjawab panggilannya untuk je young.

Ternyata, je young benar-benar mau cari mati. Kyu hyun akan berteriak hingga je young tuli karena masalah ini tidak sederhana dan je young tak membantu sedikitpun. Sialan!

Tiba-tiba lift berhenti. Kening kyu hyun berkerut dengan cepat. Ini lift khusus direksi. Jika kisi lift terbuka dan sekumpulan karyawan tengah berdiri didepannya, mereka pastilah tengah bermain-main dengan emosi kyu hyun yang hampir meledak.

Ini lantai karyawan. Tidak ada direksi yang bekerja dilantai bawah perusahaan. Kecuali jika mereka tengah melakukan inspeksi mendadak. Tapi kyu hyun pikir ia tak memerintahkan apapun pada siapapun sebelumnya.

Ia menyipitkan mata, mencoba untuk mengintimidasi lalu menyarungkan salah satu tangannya didalam saku. Detik berikutnya, kedua bola mata kyu hyun justru terlihat sedikit terkejut.

“oh, kau?”

Mereka terlihat seperti tengah bercermin karena hyuk jae menunjukkan ekspresi serupa. Kedua bola matanya terkejut lalu dengan cepat beringsut kesamping.

“lee hyuk jae, apa yang kau lakukan disini?” kyu hyun tersenyum tipis, mengerikan. Bola matanya menatap sosok park ji yeon yang menunduk dalam dibelakang hyuk jae. “kau datang dan tidak menemuiku?” sambungnya.

“apa aku harus datang hanya untuk menemuimu?”

Ada nada sinis disana. Dan kyu hyun tengah menahan diri untuk tak terpingkal. Lihat, hyuk jae bahkan sudah punya alasan lain untuk mendatangi kantornya. Kyu hyun pikir ji yeon tak akan berhasil. Tapi, hyuk jae benar-benar terlihat berbeda sekarang.

Kyu hyun tersenyum mencibir lalu kedua maniknya menatap salah satu tangan hyuk jae yang tersampir kebelakang. Astaga!

“apa kalian sedang bergandengan tangan?”

Kyu hyun melihat ekspresi kesal hyuk jae dan helaan nafas terkejut ji yeon. Mereka ini,, benar-benar lucu. Pasangan paling menggemaskan yang pernah kyu hyun temui. Atau mungkin karena hyuk jae terlihat lebih jinak?

Kyu hyun tak pernah tau jika hyuk jae bisa menyembunyikan genggaman tangannya pada seorang gadis. Sebelum ini, ia bahkan bisa terang-terangan berciuman didepan kyu hyun. Apa yang hyuk jae pikirkan sebenarnya?

Ji yeon terlihat menarik tangannya cepat, tapi hyuk jae sudah terlalu kesal. Ditahannya jemari ji yeon lalu mendesah keras didepan kyu hyun. “aku sedang tidak ingin berdebat, cho. Tidak ada peraturan yang melarangku untuk melakukannya” hyuk jae hampir ingin menumbuk wajah menjengkelkan kyu hyun. “dan berhenti membuatnya takut. Sialan!” umpat hyuk jae mengakhiri perkatannya.

“aku tidak berpikir seperti itu. Aku hanya cukup terkejut. Tapi, abaikan saja. Kau mau menggunakan lift? Ayo berbagi denganku”

Kyu hyun mundur selangkah dengan mimik yang tak berubah. Ia tau hyuk jae pasti tengah kesal setengah mati ingin menghajarnya. Tapi menyenangkan melihat lelaki itu tak bisa melakukan apapun didepan ji yeon.

Benar-benar jinak.

“t-tidak usah..” langkah hyuk jae terhenti sejenak. “oppa,, aku bisa akan naik lift yang lain”

Ji yeon terlihat mundur, tapi hyuk jae tetap menahannya. “tidak perlu. Aku tidak terbiasa berada satu lift dengan karyawan lain”

“k-kalau begitu aku saja. Kita bisa bertemu dibawah” ji yeon mengulang maksudnya. Lalu cepat-cepat terdiam saat hyuk jae berpaling dan menatapnya tegas.

“tidak. aku membawamu dan kau akan terus bersamaku.” Ia kemudian melangkah masuk, membawa ji yeon yang mau tak mau harus menunduk hormat pada kyu hyun. Ia tak terbiasa seperti ini. Ji yeon merasa tak cukup pantas karena memang bukan disini tempatnya.

“apa kalian akan pergi makan siang?”

Ji yeon mengangguk terbata. Benar-benar keadaan yang mencekam. Ji yeon pernah berada diantara mereka berempat. Tapi aura yang menyelimuti mereka kali ini berbeda. Ini masih jam kantor. Kyu hyun masih atasan ji yeon sementara hyuk jae bukan siapa-siapa selain sahabat atasannya dan kini ia terjebak didalam sebuah lift bersama mereka yang sama-sama berdiam diri.

“ji yeon-ssi..”

“ah, ye sajangnim?”

Kyu hyun terkekeh kecil lalu menatap ji yeon sekilas saat pintu lift terbuka. “kau bisa mulai  membiasakan diri untuk menggunakan lift ini” ia tersenyum tipis lalu menyikut lengan hyuk jae sebelum berjalan pergi.

 

 

__

Donghae melipat selimut tebal dan meletakkannya diatas ranjang lalu menyusul eunna yang tengah berdiri didepan balkon kamarnya.

Usai bermalas-malasan seharian penuh, siang ini eunna merasa malas sekali untuk terus tergeletak ditempat tidur. Jadi, berbekal memohon dan sedikit bermanja pada donghae, lelaki itu mengabulkan permintaannya untuk berkunjung kekedai hakau siang ini.

Eunna terkekeh kecil. Ia baru sadar kemarin lalu, dan sekarang ia seperti sudah memulai masa-masa mengidamnya dengan cepat. Eunna bahkan tak begitu sadar ketika ia menginginkan hakau siang ini. Padahal, ia tak sebegitu menyukai hakau sebelumnya.

“jadi, kau tak ingin mandi sebelum pergi?”

Eun na berbalik, menemukan donghae tengah bersandar dipintu jendela dan memasukkan tangannya didalam saku. Benar-benar terlihat tampan dan menggemaskan.

“kau sudah selesai?”

Eun na melirik sekitar donghae dan menyadari jika lelaki itu sudah siap dengan acara meneleponnya. Seseorang menghubungi donghae sebelum ini, jadi eunna memilih untuk menjauh sebentar. Menghargai privasi lelaki itu.

Donghae tersenyum dan mengangguk. “kau tidak mau mandi?” tanyanya kembali.

“aku akan membersihkan kamar terlebih dahulu. Kau tidak mandi?”

Donghae melangkah maju lalu melingkari tubuh eunna dengan lengannya dan mengecup pelipis wanita itu lembut. “aku akan membersihkan kamar. Kau tidak boleh melakukan pekerjaan yang terlalu melelahkan. Sekarang, kau boleh mandi. Aku akan menyusul setelah kau siap”

Eunna balas melingkarkan lengannya pada donghae. “tapi kau tidak punya baju ganti” ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang donghae dan tersenyum tipis.

“aku sudah meminta pakaian gantiku semalam. Pasti sudah ada dibawah. Aku akan mengambilnya segera. Sekarang kau boleh mandi.”

Eunna mendongak dan menatap donghae ragu. “mengapa kau terlihat bersemangat sekali? Kedai hakau itu akan buka duapuluhempat jam, hae. Tidak perlu terburu-buru”

Donghae terkekeh kecil mendengar menuturan eunna yang lucu. “aku akan membawamu. Ada satu tempat yang ingin kukunjungi bersamamu setelah makan siang ini. Jadi, sebaiknya kita bergegas sebelum terlalu sore”

 

 

__

“memangnya kita mau kemana?”

Eunna memeluk dua kotak bungkusan hakau dalam pangkuannya. Salah satu kotak itu sudah terbuka dan eunna tengah asik menikmati hakau miliknya sendiri sembari memperhatikan jalan.

“kau akan tau nant—“

“kau akan tau nanti! Hh~ aku bosan mendengarnya. Kau selalu mengatakan itu semenjak kita pertamakali berkencan”

Donghae tertawa mendengar dengusan kesal eunna. Tapi mau bagaimana lagi, ia memang harus merahasiakan tujuan kepergian mereka siang ini.

“kau akan terlatih untuk sedikit bersabar, sayang.”

Donghae hanya menjawab protes eunna singkat. Tanpa terbantahkan lagi. Ia tak ingin berdebat. Belakangan ini memang ia sedang tidak ingin berdebat mengenai hal apapun dengan eunna. Donghae hanya ingin menghabiskan waktunya dengan tenang dan menggembirakan.

“aku sudah lama bersabar. Ini jalanan keluar kota, bukan? Kau mau apa?”

Donghae hanya tersenyum dan tetap menatap jalanan dengan tenang. “aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang. Kau harus berkenalan dengannya. Dia salah satu orang terpenting dalam hidupku”

Eunna hanya mendengar perkataan donghae dalam diam. Lelaki itu sempat menoleh dan mengacak rambutnya sekilas lalu kembali terfokus untuk mengemudi. Salah satu orang terpenting, ya? Tiba-tiba eunna merasa begitu penasaran dengan siapa ia akan bertemu.

“terpenting, ya? Apa dia tinggal diluar kota?”

Donghae menggeleng sekilas. “dia tinggal dipinggiran kota. Sudah dekat”

Eunna hanya bisa mengangguk paham lalu kembali merabai hakau yang mulai mendingin didalam kotak bekalnya. Donghae memang terlalu perhatian hingga membelikannya dua bungkus hakau untuk menemani perjalanan yang cukup panjang itu.

Tapi donghae agaknya tidak terlalu tau jika selera eunna terhadap hakau sudah hilang. Ia kini penuh dengan rasa penasarannya sendiri. dimana mobil ini akan berhenti dan siapa yang harus ia temui nanti.

“hae..”

Donghae menoleh sekilas lalu menjawab dengan bergumam kecil.

“ini, makan—“

Donghae terkejut ketika eunna sudah menodongnya dengan hakau yang mau tak mau harus segera ia makan karena tangan eunna mengganggu penglihatannya.

“mengapa memberikannya padaku?”

Donghae mengunyah perlahan membiarkan dirinya terus terfokus sebelum tangan eunna kembali menggantung didepannya. “ini, makan lagi—“

“t-tapi—“

“ayo makan, hae..”

Donghae menerima tanpa bertanya lagi. Lalu menit-menit sesudahnya eunna justru menyodorkan hakau terus menerus hingga mulutnya terasa penuh sekali. Donghae memperlambat laju mobilnya lalu menatap eunna ragu.

“sayang, mengapa kau memberikan semuanya padaku?”

Donghae mengunyah dengan cepat. Menelannya perlahan-lahan hingga tenggorokannya terasa begitu penuh dan kini ia merasa haus.

“aku ingin kau makan” Eunna menjawabnya dengan polos. Tanpa dosa.

“tapi aku sudah makan, tadi. Aku membelikannya untukmu”

Donghae meraih sebotol air yang eunna berikan lalu meneguknya seperti orang yang hampir sekarat karena dehidrasi.

“tapi aku ingin kau yang memakannya!”

Kemudian donghae berhenti didepan sebuah minimarket. Memutar tubuhnya menatap eunna bingung. “kenapa? Kau tidak lapar lagi?”

Suara donghae melembut beroktaf-oktaf. Kedua bola matanya yang teduh menghantam eunna seketika. Lelaki itu begitu perhatian. Eunna merasa malu karena melimpahkan rasa bosannya pada donghae.

“aku lapar” eunna memegang perutnya cepat. “tapi aku tidak ingin hakau lagi. Aku tidak mau” eunna meletakkan kotak hakau pada dasboard mobil dengan cepat. “aku mau makan sayuran saja” lalu ia menatap donghae dengan mata kucingnya yang menggemaskan.

“sayuran? Baiklah, kau ingin apa? Kimchi?”

“aniya..” eunna menggeleng cepat. “tapi,, itu juga boleh. Aku ingin samgyupsal. Ah! Kita bisa piknik. Ayo kita piknik!!”

Donghae cukup terkejut dengan usul eunna yang terlalu spontan. “piknik? Tapi kita sedang dalam perjalanan, sayang” donghae tak ingin membantah keinginan eunna. Tapi ia juga tak bisa mengabulkannya saat ini. Terlalu mustahil. Mereka sudah cukup jauh dari kota dan hampir sampai ketempat tujuan.

“tapi aku ingin piknik,, dengan samgyupsal..”

Donghae melemaskan bahunya cepat. Apa yang harus ia lakukan?! Donghae buru-buru mengeluarkan ponselnya lalu mengetik sesuatu sebelum akhirnya kembali menatap eunna.

“akan aku usahakan. Tapi kita harus berkunjung sebentar, oke?”

“oke!”

 

 

__

Kyu hyun melangkahkan kakinya cepat menuju satu-satunya apartemen yang ia kenal. Lalu menekan bel berkali-kali sebelum seseorang memekik kencang dari dalam rumah.

“aku kan sudah bilang tunggu sebentar!!” pekiknya emosi.

Kyu hyun hanya menatapnya datar, membuat je young cukup terkejut hingga ia baru ingat akan janjinya untuk bertemu kyu hyun pagi ini dikantor. Astaga! Ia terlalu emosi dan berpikiran pendek tadi.

Kyu hyun pasti marah besar!

“tunggu sebentar apanya?! Aku menunggumu dari pagi buta! Minggir. Aku mau masuk!”

Kyu hyun menghalau je young, membuka alas kakinya cepat lalu melonggarkan dasi yang bertengger dilehernya kasar. Ia kesal sekali. Kyu hyun sudah mencari je young ke apartemennya dan ternyata apartemen itu kosong. Ia kemudian menemui eommanya di florist dan wanita paruh baya itu berkata jika anak gadisnya tengah menginap diapartemen jiyeon.

“ya! Cho kyu hyun kau tidak bisa masuk!! Ini apartemen ji yeon. Dia bisa marah jika tau—“

“kalau begitu mengapa kau tidak datang kekantor pagi ini?!”

Kyu hyun mendengus dan menghempaskan tubuhnya kasar di sofa duduk ruang tengah. “aku menunggumu seperti orang bodoh dimejaku sementara aku sudah meminta seluruh pekerjaanku dialihkan hari ini. Kau pikir tidak membosankan menunggu tanpa melakukan apapun, hah?”

Suara gemuruh langkah kaki je young menghiasi apartemen kecil yang kini terasa begitu panas. Kyu hyun tau je young pasti kesal. Tapi walau bagaimanapun, ia jauh lebih kesal. Ia tidak suka menunggu dan je young membuatnya melakukan hal konyol itu.

“aku kan sudah bilang aku tidak enak badan!” je young datang dan buru-buru menarik bahu kyu hyun agar tak bersandar pada sofa. Tapi tubuh lelaki itu terlalu berat. “aku tidak memintamu untuk menunggu. Kau yang bodoh mau melakukannya sendiri.” je young terhuyung kedepan ketika tenaganya habis lalu menepuk bahu kiri kyu hyun kuat-kuat “akh! Kenapa kau berat sekali cho kyu hyun! Yaa!!!”

Teriakan itu begitu nyaring. Tapi tak cukup ampuh untuk membuat kyu hyun bangun. Kepalanya bersandar pada sofa, mendongak menghadap langit dengan kedua bola mata tertutup.

Sejenak hening menyelimuti mereka. kyu hyun menghela nafasnya tenang sementara je young terlihat kesulitan mengatur nafasnya disamping lelaki itu. Kyu hyun mati-matian menahan tawa gelinya. Shin je young, si wanita perkasa itu tidak sekuat kelihatannya.

“shin je young..” kyu hyun bergeser mendekat. Membiarkan kedua matanya tetap tertutup lalu mendesah dalam-dalam. “aku haus.” sambungnya sederhana.

“apa? Ya! Kau pikir ini kafe? Cepat berdiri dan pergi dari sini!!”

Je young membesarkan bola matanya. Memukul-mukul bahu kyu hyun sekeras mungkin. Tapi lelaki itu tetap bertahan tanpa membuka mata atau melawannya.

“buatkan aku minuman, shin je young..” ulang kyu hyun dengan suara rendah seolah ia tengah mengantuk berat.

“tidak!!” je young memekik. “tidak! tidak! tidak! kau dengar itu??”

Sontak je young mundur ketika kyu hyun menghela nafasnya jengah. Ia hapal betul gestur kyu hyun untuk mengintimidasi seseorang. Mengendus kencang dan menatapnya tajam. Tapi je young sudah terlalu sering ia perlakukan seperti itu.  Itu sudah terlalu mainstream dan je young tidak setakut dulu padanya.

Pada akhirnya kyu hyun bangun. Melipat kedua tangannya lalu membuka mata dan menatap je young kesal. “ya! Aku menunggumu dari pagi, mencarimu diapartemen dan kau tidak ada lalu kembali menuju florist menemui eommamu dan baru menemukanmu disini. Lalu, apa menurutmu itu tidak melelahkan, shin je young?!” kyu hyun memajukan tubuhnya cepat. “cepat-buatkan-aku-minum! Atau aku akan tidur disini dan membiarkan ji yeon mengulitimu karena membawa seorang laki-laki masuk kedalam apartemennya.”

“apa kau sedang mengancamku?!”

“ah,, apa menurutmu begitu?!”

Kyu hyun menatap kedua bola mata je young yang belum berhenti membulat besar. Lalu mendengus dan cepat-cepat menghempaskan kembali tubuhnya. Sementara je young sendiri belum berhenti barang sedeetikpun hingga menit-menit ketiga mareka berdiam diri.

Pada akhirnya, dengan bara api yang meletup-letup diatas ubun-ubunnya, je young menghela nafasnya dalam. Mencoba menetralkan nafasnya yang berantakan lalu berdiri kesal.

“kau harus keluar setelah ini! Kau dengar itu cho kyu hyun?!”

Kyu hyun menggumam asal. Membiarkan je young kembali terbakar amarah sebelum ia berlalu dan tanpa rasa kemanusiaan menendang tulang kering kyu hyun dengan keras.

“AKH, SAKIT JE!!”

Je young berhenti dan berbalik alakadarnya, “ya? Kau mengatakan sesuatu, tuan?” lalu kembali melanjutkan perjalanannya tanpa mau perduli sekeras apapun kyu hyun menggeram dibelakangnya.

“wanita sialan!!”

 

 

__

Mereka tiba pukul empat. Ketika donghae pada akhirnya melepaskan seatbelt miliknya setelah memarkirkan mobilnya tepat didepan sebuah rumah sederhana berlantai dua itu.

Mereka tiba usai dua jam perjalanan karena keadaan eunna yang membuat lelaki dengan senyum angelic itu harus memperlambat kecepatan mobilnya jauh dibawah standar yang selalu ia gunakan selama  ini.

Tapi bukan masalah besar karena donghae bisa melakukan apapun jika itu demi eunna. Usai berbenah, lelaki itu segera mendekat dan menatap lekat-lekat wajah eunna yang tertidur pulas disampingnya.

Donghae menyentuhkan jemarinya tepat disalah satu pipi eunna yang menggembung lucu karena wajahnya yang tengah tertekuk. Dengan cepat ia membenarkan letak rambut-rambut halus yang meliar disepanjang kening wanita itu lalu mengusap pipinya lembut.

Eunna terbangun tak lama setelahnya, wanita itu segera duduk tegap lalu mengusap kedua bola matanya lucu. “sudah sampai?” tanya eunna dengan suara serak yang terlalu kentara.

“sudah..” donghae meraih sebotol air mineral yang terletak pada jok belakang mobilnya dan menyerahkannya pada eunna. “kau pasti lelah, ayo turun” lalu ia meraih beberapa lembar tisu dan mengeringkan bulir kecil keringat yang membasahi tepian kening eunna ketika wanita itu meneguk minumannya, merapikan rambutnya sebentar lalu tersenyum manis.

“kau duluan saja. Aku masih—“

“kau sudah sangat cantik. Tidak perlu berbenah. Kita turun sekarang, oke?!”

Donghae keluar tanpa mendengar jawaban pasti dari eunna. Tak lama pintu terbuka dan eunna mau tak mau harus keluar dengan penampilan apa adanya. “aku hanya ingin berbenah sebentar..”

Bibir tipis wanita itu mengerucut manja namun tetap mengikuti donghae yang sudah menjalin tangannya kuat-kuat. Mereka melangkah melewati tangga rumah yang hanya berjumlah tujuh buah lalu tanpa perlu mengetuk donghae segera memegang handle pintu.

“hae—“ lalu langkah mereka tertahan, “i-ini rumah siapa?” tanya eunna ragu. Tubuh mereka tertahan didepan pintu yang belum terbuka.

Donghae tak menjawab pasti. Hanya tersenyum tipis menanggapi eunna yang tampaknya sedikit ragu dan tentu saja terkejut karena jujur saja ini terkesan begitu lancang. Tapi donghae punya banyak alasan dan ia akan menjelaskannya nanti.

“ini rumahku. Tempat aku selalu pulang ketika sesuatu tengah meresahkan perasaanku” donghae membuka handle pintu lalu masuk tanpa eunna sadari. “ini satu-satunya tempat aku bisa merasa nyaman selain diapartemen pribadiku” lalu melangkah maju melewati ruang tamu.

Ada sebuah sofa berwarna coklat tua disana, lalu sebuah dinding membatasi pandangan eunna hingga kini ia bertemu sebuah pintu putih pertama didalam rumah minimalis namun terkesan nyaman itu.

“itu kamar utama..” donghae berbisik menjelaskan. Kemudian ia tersenyum ketika eunna menatapnya seolah berkata ‘ohh, begitu’. “dan yang itu kamar tamu” jelasnya menunjuk salah satu pintu putih kedua disana.

Eunna kembali mengangguk paham. Lalu tak lama mereka bertemu dengan ujung anak tangga menuju lantai dua lalu berhenti sejenak. “nah, yang diatas itu kamarku”

Donghae tak berpaling ketika eunna menatapnya dengan ragu setelahnya. “kamarmu?? Lalu.. kamar utama itu??”

Tanpa menjawab, donghae mendongakkan kepalanya menatap lantai atas. “yak!! Shin nari!!” pekiknya kuat-kuat. Eunna tak mengerti saat setelahnya suara langkah yang gaduh menghiasi lantai atas hingga sebuah kepala muncul begitu saja disana.

“shijashiga, neo!!” wanita itu menunjuk donghae murka lalu menghilang, “sayang!! Anak kurang ajar itu datang!!!”

Donghae terkekeh kecil. Ia berbalik dan menemukan eunna yang menatapnya dengan kerutan kening membingungkan. “ini rumah hyung..” lalu kemudian mengusap lengan nara sayang “satu-satunya saudara yang aku punya” lanjutnya.

 

 

__

Saat itu masih cukup banyak waktu yang tersisa usai makan siang, ji yeon pikir ia masih harus membereskan beberapa berkas sore ini menjelang iklan baru yang menjadi bagian dari proposalnya. Tapi, mungkin hyuk jae punya rencana lain.

“oppa..” ji yeon menggenggam seatbelt yang melingkari bagian perutnya lalu menatap bingung pada jalanan yang mereka lalui. “ini bukan  jalan menuju kantor” ucapnya jujur.

Ji yeon buru-buru menatap hyuk jae khawatir karena ia bisa terkena sanksi karena terlambat kembali menuju kantor. Tapi sepertinya hyuk jae belum ingin menanggapi pernyataan singat ji yeon. Membuat wanita itu mulai merasa resah lalu menatap hyuk jae meminta penjelasan.

“oppa belum lupa jalan, kan?” tanyanya konyol.

Hyuk jae mendapati dirinya tertawa geli saat pertanyaan itu terlontar. Gezz! Ji yeon bahkan tidak sedang membual atau mengatakan hal yang harus membuat perutnya berputar. Tapi hyuk jae merasa itu lucu. Entah dari sisi yang mana.

“aku belum terlalu tua untuk jadi pikun, park ji yeon” jawabnya sederhana.

“t-tapi ini bukan jalan menuju kantor”

“iya, aku tau”

Hyuk jae memutar stir mobil beberapa kali setelah melirik spion dan melajukannya menuju salah satu jalan besar dipinggiran mall yang hanya berisikan kedai makanan.

“oppa, aku bisa terlambat dan direktur akan menghukumku jika itu—“

“aku lapar”

Ji yeon mendesah gusar lalu meremas seatbeltnya geram. “kita sudah makan, oppa. Kau benar-benar sudah pikun atau bagaimana?”

Dan lelaki itu kembali terkekeh usai ia memberhentikan mobilnya tepat didepan kedai masakan jepang yang cukup terkenal disana.

“entah dengan cara menanggung hukumanmu, atau apapun itu. Aku, diharuskan untuk tidak perduli apapun dan membawamu kesini.”

Ji yeon memundurkan tubuhnya ketika hyuk jae menjelaskan hal singkat itu dengan mata penuh kebencian dan rasa kesal bercampur jengkel disana. Dari situ saja, ji yeon sudah menerka-nerka seburuk apa orang yang bisa memaksa hyuk jae hingga sampai seperti ini?

“kau tau? Aku bisa mati jika menolaknya”

Ji yeon terpaku setelah lelaki itu keluar dan membiarkannya tinggal didalam mobil. Maka tanpa pertimbangan penuh ji yeon segera membuka pintu dan berlari mengikuti hyuk jae yang berjalan tegap didepannya.

Tanpa ji yeon sadar betul, hyuk jae tak benar-benar serius. Meski apa yang ia ucapkan bukanlah sebuah kebohongan besar. Mereka tiba pa pintu paling ujung. Menandakan jika pertemuan kali ini akan diadakan secara pribadi dalam ruang yang menjaga privasi penuh.

Ketika pelayan itu meninggalkan mereka, hyuk jae tak dapat berhenti tersenyum melihat ji yeon tengah menjalin jemarinya gugup. Entah karena alasan hyuk jae yang terlalu mengerikan atau ji yeon masih terlalu polos untuk menyadarinya.

“astaga, aku hanya bercanda. Ini tidak semengerikan itu”

Lelaki itu mengusap puncak kepala ji yeon lalu menariknya untuk berdiri didepan pintu. Didepan seorang lee hyuk jae dengan aroma maskulin yang terlalu membuai. Ji yeon terkesiap karena banyak hal.

Namun kedua bola matanya melebar lebih besar ketika pintu itu terbuka. Menunjukkan dengan jelas, siapa yang mengharuskannya untuk datang siang ini.

“eoh, ji yeon-ah!!”

 

 

__

“kau bercanda?”

Buk!

Sebuah bantal persegi menimpa wajah kyu hyun dengan keras. “apa menurutmu begitu, hah?”

Je young mengeratkan cengkramannya pada mug yang berisikan jus jeruk buatannya beberapa menit yang lalu. Ia baru saja akan menjelaskan alasan kuatnya untuk tidak mendatangi kantor siang ini dan lelaki itu sudah berteriak hanya usai kalimat pertama ia berbicara. Benar-benar menjengkelkan.

“bukan begitu. Maksudku—“

“iya! Apapun maksudmu, yang penting aku bertemu appamu siang ini” je young melotot lalu menatap kyu hyun kesal. “dan bisakah kau berhenti berbicara?! Aku bahkan belum memulai ceritaku!!”

Kyu hyun mengusap tengkuknya. Merasa antara kesal, canggung dan malu pada dirinya sendiri. je young benar. Ia bahkan baru berbicara singkat saat tiba-tiba kyu hyun memekik kencang, tadi. Tapi kabar yang keluar dari sebuah kalimat singkat itu benar-benar luar biasa mengejutkan.

Bagaimana bisa?

Je young bertemu appanya?!

“baiklah, maaf. Ayo lanjutkan” ia memilih untuk bersandar lalu menyeruput minumannya sejenak.

“tadinya aku sudah dijalan menuju halte bus. Tapi ditengah jalan tiba-tiba seseorang yang tinggi dan berbaju serba hitam berdiri tepat didepanku”

“mwo?!” je young terkejut ketika lelaki itu kembali memekik kencang. “apa mereka menyakitimu?”

Je young menggelengkan kepalanya ragu ketika tiba-tiba ia berpikir, “kenapa kau harus bertanya seperti itu? Memangnya mereka akan membunuhku?!”

Kyu hyun merasa lebih kesal ketika nada kesal dari lantunan suara je young kembali terdengar. “aku hanya bertanya, bodoh. mereka itu bodyguard appa dan akan melakukan apapun yang pria tua itu pinta.”

Je young mengerutkan keningnya cepat. “lalu? Kau bermaksud menjelaskan jika appa-mu lah yang ingin membunuhku?”

“tidak!”

“lalu kenapa harus—“

“lanjutkan saja ceritamu! Aku hanya bertanya.”

Je young mendengus dengan suara nafas yang super besar. Sialan, lelaki itu. Apa seseorang bertanya dengan nada memekik yang mengejutkan? Apa dia pikir je young terlalu bodoh untuk tau dia sedang bertanya atau terkejut?

Je young menyeruput jus jeruknya kasar. Tadi, perjanjian mereka adalah kyu hyun akan pergi setelah ia mendapatkan minumannya. Dan kini, apa yang terjadi hingga je young harus bercerita seperti ini padanya? Benar-benar tidak masuk akal.

Je young semakin menyadari jika akal bulus cho kyu hyun memang patut diacungi puluhan jempol. Lelaki itu hanya bernegoisasi sebentar saja, dan dengan seketika je young bisa patuh padanya. Benar-benar luar biasa.

“jadi..” je young menghirup udara banyak-banyak. Tak benar-benar percaya jika ternyata ia akan melanjutkan ceritanya. “jadi, dia mengatakan jika seseorang ingin bertemu denganku dan aku baru menyadari jika itu appamu”

Je young menghela nafasnya kembali. Entah apa yang kini menjadi sekat dalam paru-parunya. Ada seseuatu yang menghambat dan memperpendek nafasnya. “dia mengajakku untuk makan siang disalah satu restoran mewah. Dan, ya,, setelah itu aku lupa pergi kekantor”

Kyu hyun mendelik. Je young menghabiskan ceritanya dengan ‘dan,,ya’? tidak masuk diakal sekali. Itu tidak terdengar seperti akhir cerita. Dan kyu hyun benar-benar merasa ada yang je young sembunyikan darinya.

“benar? Begitu saja? Kau tidak melewatkan apapun?”

“eum!”

Jangan bodoh. shin je young,, apa dia belum mengerti juga bagaimana kyu hyun bisa membaca perasaan wanita itu hanya lewat kedua mata beningnya? Mengapa ia terus berusaha berbohong seperti ini?

“kalau begitu kau tidak keberatan, kan, menceritakan perbincangan kalian.” Lalu bahu je young menegang secara tak kasat mata. Dan aneh, kyu hyun menyadari itu dengan cepat. “appa tidak mungkin menemuimu secara langsung jika itu tidak penting. Jadi, apa saja yang kalian bicarakan?”

 

 

__

“oh,, kau cantik sekali..”

Wanita pendek yang memiliki senyuman manis itu segera mendekat. Mengabaikan donghae yang berdiri didepan eunna, ia justru menatap eunna cerah lalu memeluknya tanpa mengatakan apapun lagi.

Eunna merasa begitu terkejut. Ia tidak pernah melakukan kontak fisik apapun pada orang-orang baru yang tak begitu ia kenali. Tapi wanita itu memeluknya hangat seolah mulai detik itu hingga waktu nanti mereka tak akan terpisahkan.

“aigo,, kau terlalu cantik dan sempurna untuk bocah ini”

Wanita itu memukul lengan donghae tanpa perduli lagi protesan darinya. Ia hanya menggenggam lengan eunna lembut lalu membiarkan eunna melihat betapa donghae memeluk lelaki yang baru saja turun dan ikut bergabung bersama mereka itu kuat-kuat.

Eunna bahkan tak habis pikir jika masih ada orang yang bisa mengacak rambut donghae seperti seorang bocah kecil didunia ini. Ia pikir donghae adalah lelaki dewasa yang memang sudah terlalu dewasa. Ia tak pernah membayangkan jika dua lelaki yang berwajah hampir serupa itu benar-benar… benar-benar tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

“jadi, kau kang eunna?” lelaki itu kemudian maju dan berdiri didepan eunna usai sang wanita menyingkir. Senyuman mereka sama. Sama-sama ramah dan begitu hangat. Lalu lelaki itu tanpa aba-aba juga memeluk eunna dan kali ini justru membuatnya hampir memekik.

Eunna menahan nafasnya lalu menutup mulutnya cepat. Membuat donghae yang kini berhadapan dengannya menahan tawa ringan lalu membiarkan adegan itu tetap berlangsung cukup lama.

“kalau kau secantik ini, aku rasa memang seharusnya donghae berubah” ia kemudian mengacak rambut eunna persis seperti yang ia lakukan pada donghae lalu berbalik, menatap donghae dan berbicara padanya.

Ada banyak hal yang baru eunna sadari dari rumah itu. Rumah yang selalu donghae jadikan tempat pulang, rumah yang membuatnya nyaman. Ternyata memang seperti itu rasanya. Eunna bahkan bisa merasakan itu hanya dalam sekejap mata.

Merasakan bagaimana rasanya punya seorang kakak laki-laki yang begitu baik dan seorang eonni yang terlalu ramah. Eunna melihat pancaran itu dari kedua bola mata donghae. Lalu tiba-tiba ia berpikir, seperti inikah donghae yang selama ini terlalu brengsek itu?

Eunna terkesiap ketika seseorang merangkul tangannya lembut. “kenapa kau terus berdiri? Kau pasti lelah..”

Wanita itu menyeret eunna yang bahkan belum berbicara apapun menuju pantri yang terletak tak jauh dari anak tangga. Disusul donghae dan lelaki yang kemudian membantu wanita itu menyiapkan minuman, donghae berdiri disampingnya lalu merangkul eunna lembut.

“kau wanita pertama yang mereka kenal. Bersikap baiklah hari ini” bisiknya menggoda.

Dan meski tak cukup tergoda, eunna merasa mulai penasaran apakah benar ia wanita pertama yang mereka kenal? Dari donghae? Yang benar saja.

Dua gelas susu tergeletak diatas meja. Lalu mereka duduk dan donghae menyambutnya dengan tawa sederhana yang bahagia. Sejujurnya, sebelum benar-benar mengenal lelaki itu, eunna tak pernah melihat tawa bahagia seperti ini dimata donghae.

“sayang, ini donghwa hyung” lalu eunna tersentak dan buru-buru menunduk hormat pada lelaki yang tetap tersenyum padanya itu. “kau bisa memanggilnya oppa. Dan dia,, wanita cerewet itu, kakak iparku yang pintar memasak. Namanya shin nari, kau bisa bersamanya seharian ini jika kau mau”

Nari hampir memukul donghae meski tak benar-benar ia lakukan. Wanita itu kemudian tersenyum lalu menggenggam jemari eunna yang berada diatas meja pantri. “kami benar-benar terkejut saat bocah itu berkata akan membawamu kemari. Meskipun kalian sudah bertunangan dan mungkin saja akan menikah, tapi membayangkan dia membawa wanita kehadapan kami adalah hal yang terlalu muluk sebelumnya”

Donghwa tertawa lepas usai itu. Sementara donghae tak dapat menyembunyikan kekesalan yang muncul ditengah rasa bahagianya. Meski terlalu sering beradu argumen, nari tetaplah kakak ipar yang menyenangkan. Donghae tau betul jika nari akan menjelaskan yang satu itu pada eunna. Tapi tak apa, hanya sekedar donghae sadar jika nari tengah berusaha meyakinkan eunna jika ternyata donghae memang seserius itu padanya.

“apa,, donghae tidak pernah membawa wanita lain,, eonni?”

Nari membesarkan bola matanya lucu. “kau bercanda? Kami bahkan tak pernah tau siapa nama kekasihnya. Kau tau, kan, bocah ini terlalu banyak bermain..”

Nari menekan telunjuknya pada lengan donghae lalu kembali menatap eunna antusias. “karena itu—“

“karena itu sebaiknya kita segera bersiap.” Donghwa memotong ocehan panjang nari lalu merangkul pinggulnya lembut. “kau belum lupa acara kita sore ini, kan, sayang? Sebaiknya cepat sebelum gelap datang”

Nari seperti teringat sesuatu lalu segera berdiri dari kursinya cepat. “ah benar. Aku kebelakang, cepatlah menyusul.” Ia menepuk lengan donghae kuat-kuat lalu segera berlari menuju belokan diujung rumah.

“mereka memang selalu seperti itu” donghwa turun lalu menatap eunna tersenyum. “seperti anjing dan kucing. Sama-sama bertingkah kekanakan” sambungnya ramah. Ia melirik donghae lalu kembali tersenyum merendahakan. “dan tunanganmu ini tetap diam karena ia harus menjaga imejnya. Kau tau, adik ipar? Ia bahkan bisa mengejar istriku hanya untuk membalaskan satu pukulan itu jika tidak ada kau disini”

Meninggalkan donghae, lelaki itu menuntun eunna menuju pintu belakang lalu disana terdapat taman yang tak terlalu besar. Ada panggangan barbeque dibawah sebuah pohon rindang dan banyak sekali bungan disana.

“donghae bilang kau ingin piknik. Jadi, kami menyediakannya untukmu. Tidak terlalu sempurna tapi, kita tetap bisa menikmatinya bersama. Kau tidak keberatan, bukan?”

Eunna menggeleng dengan sebuah senyuman tercetak jelas dibibirnya. Demi apapun, ia tak pernah merasa diterima secepat dan seistimewa ini disebuah tempat. Ia tak merasa melakukan apapun. Eunna hanya jatuh cinta pada donghae dan kemudian semua seperti berjalan dengan begitu mulus.

Mereka bersama, seluruh sahabat donghae bersikap baik padanya, mereka bahkan akan menjadi orang tua hanya kurang dari satu tahun mendatang, pernikahan mereka yang semakin dekat lalu kini donghae memperkenalkannya pada lelaki itu, orang yang donghae bilang begitu berharga dalam hidupnya.

Dan kenyataan jika ia diterima sedemikian rupa membuat eunna bertanya-tanya, seperti apa donghae yang dulu? Yang bersikap tanpa pengaruhnya? Lebih kekanakan dari hari inikah atau,, atau mungkin eunna belum benar-benar sadar jika ternyata donghae memang berubah begitu banyak?

Hanya untuknya.

 

 

-TBC-

Nah, kan. Aku diteror mulu sama kak feb dan kak nova demi apaaa-__- hahha, yoweslah sebelum terlalu lupa, aku post part 23nya. Jangan kesel kalau harus nunggu lagi ya, ini masih masa bego-begonya kyu-je, tunggu di part depan aja gimana mereka bisa berjuang buat mempertahankan cinta mereka.

Btw, aku sedikit blank waktu bikin adegannya hyuk-ji. Eh, ini kok jadi krik-krik banget hallahh soalnya si unyuk belum nyatain perasaannya sih jadi canggung bangett T^T nah momennya won-hye juga aku jadi blank banet T^T

Terus aku juga mau ngenalin eunna sama sisi lain dari donghae. Sisi yang gak pernah ada cewe lain yang tau. Sisi kekanakan dan baiknya dia. Cuma mau penggemar hae-na tau kalau donghae gak sejahat itu. Dia Cuma belum nemu sosok yang pantas buat dia bawa kedepan satu-satunya orang yang masih dia percaya didunia ini –yeah, kita taulah gimana hubungan semua cowok ini sama bapaknya. Freak semua ceritanya-

Terus, siapa yang ketemu sama je young di restoran dan siapa yang ketemu sama ji yeon di restoran juga, bakalan aku bahas di part berikutnya. BTW, aku udah mulai ngarahin mereka dalam tahap serius. Walau bagaimanapun, aku udah ngebet mau bikin married life mereka –yaaelah-.

Yaudah, terlalu panjang cuap-cuapnya. Terimakasih sudah membaca..

 

With love, Park ji yeon.

29 thoughts on “Fabulously Castle part 23

  1. rhaaa18 says:

    Errrr geregetan aku sama couple Kyu-Je >_<
    Ahh Hyuk-ie suka sekalee sama sikap perhatianmu ituuuu, iri bangeeett😀

    Eun Na-Dong Hae emang catchy lahh ;)) well ditunggu bangeet next part nyaaaaa ;)) keep writing

  2. huwaaaaa..
    part ini bener2 jd favorit akuuuuu..
    haena bener2 maniss..
    ya ampuuun, aku jerit2 sendri bacanya..
    full momen mereka kali ini..
    kpkir hae ngajakin eunna kmna, trnyataaaa..
    aku brsa jadi eunna deh, kk iparnya baik2..
    ngheheheheheheeeee..

    aaah, kyu je..??
    sama2 keras kepala, sm2 saling suka..
    tpi lucu loh mereka..
    momen mereka buat ngakak..

    hyuk ji..??
    flat tp ttep manis..

    won hyo..??
    mereka sibuk sprtinya ngurusin pernikahan..
    ahahahahahahaaa.

  3. dan aku pending lanjut ngitung data gegara nova eon kirim chat yang kasih info tentang publishnya part ini wkwk😀

    aaaaaammmmmmmmmmaaaaaaaaaaa……
    sumpah demi apa kyu-je ngegemesin banget..iya, bego2nya mereka tuh lucu..dan apakah keluarga hyuk yg nunggu ji di resto?
    bersambung….

  4. sapphire says:

    Hohoho donghae emang gk bisa jauh dari kata kekanakan””””” masih bener2 penasaran sama kisah kyuje & hyukji gimana hubungan mreka nanti””” dan kemana kamu siwon ssi””””;;;

  5. marly says:

    Iya nihh…kapan hyukjae bilang cinta ke ji yeon?? Lama bgt…yang sabar yah ji…:)🙂
    Owalaaahhh kyu-je makin ribet aja nih…wkwwkk…
    OMAIGAT…. si ikan dongdong maniisss bageeettttttt…hahahaahahh…

  6. LEVHA NURY says:

    Jeyoung nyantai amat (belaga nyantai xixixi). Erghhh bgt gitu… harta derajat martabat. Galau bgt

    Becandaannya seru

  7. Quiny says:

    Aku juga ngebet mau baca married life mereka hahahaha saengi semangatttt lanjutinnya xD

  8. setia says:

    woah bakal ad cerita pernikahan mereka. pasti pasangan kyuje yg paling berisik.🙂

  9. puput says:

    Thanks udah ngpost part ni y saeng..
    Dan jujur aq ngrasa dsini part hyuk tlalu manis…
    Next chap bykin soal kyu y..coz skrg tinggal kyu yg blom jlas ujungna..😛

  10. Ayunie CLOUDsweetJEWEL says:

    Benar juga ya kalau part ini tuh masa oonnya pasangan Kyu-Je. Kyu Hyun nggak ngomong cinta, sedang Je Young lemot dan nggak peka juga. Hae-Na juga makin manis, Dong Hae benar-benar bahagia bakalan punya bayi sebentar lagi. Hyuk-Ji bikin gregetan, belum pacaran tapi Hyuk memperlakukan Jiyeon seperti pacar. Mereka udah kayak HTS-an. Kekeke…

  11. Lia mela says:

    Mudah mudahan kagak ada hambatan sampai EunHae menikah aminn.. *do’a dipojokan -,-

    kyu-young kasian, hambatannya orangtua berkuasa:/

    next part jgn lama” eonni..

  12. Gummy eunhyuk says:

    Tetep ya di ff ini couple kyu-je favorit ku haha mereka tuh kalo bertengkar aja sweet banget

  13. minrakyu says:

    ah suka sama part ini,,
    cz dipart ini keluarlah oon nya Kyu-Je..kkkk…
    g cuma itu, scene Hae suka banget,,
    aigooooooo… bener2 perhatian dia ya,,calon suami n calon appa yg baik..

    btw,, ntu yg nungguin hyuk ama jiyeon sp???

  14. ai-sparkyu says:

    Penasaran nih sma yg ditemuin Je di restoran. Jessica kah?
    Semoga aja Je mau cerita ke Kyuhyun ttg hal yg dia perbincangkan sma Appa Kyuhyun, setidaknya biar Kyuhyun tau apa alasan Je klo tiba” aja Je mau nurutin kemauan Appa Kyuhyun buat jaga jarak dgn Kyuhyun..
    Itu Hyuk-Ji momentnya sweet bgt.. Gk nyangka Hyuk bisa berubah jadi semanis itu. Apalagi pas digodain Kyuhyun di lift. Hahaha…

  15. tata says:

    apaaan coba kyu je ini?! dong2 gini jadinya -,- perlu les “kepekaan perasaan” sepertinya mereka ini

    ouwh… hyukie… manis sekali #cifokbazah :*
    tapi apa iya ji kurus bgt?? buat gemukan dikit napa dian. kan ji jadi g sexeeeh

    wooo uda dibawa ke rumah donghwa hyung rupanya. kira2 apa aja ya yg mereka lakuin pas piknik nanti?!

    hmm… yg ketemu je diresto itu eommanya kyu bukan?!
    trus yg ketemu ji diresto apa eonninya hyukie?!

  16. chodee'an says:

    Ichhh So Sweet…..Hufftthh Kpn Yach Je ama Kyu bisa Akur aja dikit saat bertemu…?/benar2 anjing dan kucing,,,
    Hyuk jae ma Ji yeong makin So Sweet aja….
    Donghae Ma Eunna jg..Asyikk ya jd eunna,bisa cpt di terima hyungx hae…
    Hahahah

    mkin penasaran Ma crta next nya…

  17. Iyha Buchu says:

    Ichhh So Sweet…..Hufftthh Kpn Yach Je ama Kyu bisa Akur aja dikit saat bertemu…?/benar2 anjing dan kucing,,,
    Hyuk jae ma Ji yeong makin So Sweet aja….
    Donghae Ma Eunna jg..Asyikk ya jd eunna,bisa cpt di terima hyungx hae…
    Hahahah

    mkin penasaran Ma crta next nya…

  18. tiwi says:

    So sweet banget donghae sama eunhyuk ne dengan pasangannya.
    Dan diantara hubungan mereka berempat, hubungan kyuhyun je young yang paling ribet, sama2 keras kepala lagi. Ckck

  19. nadia1 says:

    kya jiyeon ketmu siapa tuh,,,hyukjae perhatian bbgt sm jiyiiii yei sk deh

  20. Park hyunra says:

    Anneyong… Slm kenal… Aku reader br…
    Nunggu bgt kelanjutan ceritanya…

  21. Park hyunra says:

    Anneyong… Slm kenal… Aku reader br…
    Nunggu bgt kelanjutannya…

  22. risaisicha88 says:

    Woahhhh hae eunna couple yg bikin geregetan sendiri pas baca 😍 awwww thor lanjutannya segera yah😀

  23. risaisicha88 says:

    Aduhhhh sumpahhh momen hae eunna paling ngegemesin di part ini 😍😍😍 cepet2 part selanjutnya yah thor hehe
    Aku reader baru, sampe2 dari kemaren begadangin buat selesein fc ini huaaaaa kerennnnn👍

  24. risaisicha88 says:

    Keren fanfic ini thor kkkk~~~

  25. hanncheonsa says:

    Greget bacanya kak..
    Itu si kyuhyun susah amet blg cinta cba ? Tapi kayaknya bakalan seru sih kak ngeliat perjuangan kyuhyun ama je young buat perjuangin perasaan mereka di hadapan bapaknya kyuhyun..
    Huaaa, ga sabar nunggu chap selanjutnya kak..
    Semangat yah buat ngelanjutinnyaa kak..
    Fighting ! Fighting !! Fighting !!!

  26. dewi says:

    Ga bisa komen banyak pokoknya keren

  27. iyin88 says:

    Iya dian, aq pnsaran cekalee siapa yg ktmu ama ji dan je. Dan tp emang 4 namja brengsek ni sebnarnya mereka tu romantis bngt dan klo udh knl sm cinta nya msng2 jd agak begok gtu hehehe…
    Melayang dngan rayuannya hae, tersipu dng prhtiannya hyuk, over protek dngn tngkhnya kyu, dan sneng bnget dng skap gentlenya siwon. Ada gak ya yg bsa mewujudkan itu…

  28. Iyha Buchu says:

    astga ,,,,
    thor,kapan di lanjutin crtanya,….kok nggk update lg,,
    kangen sma fabulously castle nich…

  29. Iyha Buchu says:

    Eonn….
    Fabulously Castle part next nya kpn di lanjutin….
    Udah kangen nich ma lanjutan crta nya…..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s