Fabulously Castle part 22

FC

Judul         : Fabulously Castle 22

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

Kedua mata kyu hyun mengerjap penuh amarah. Ada bayang-bayang suara yang kini mendengungkan sesuatu dalam gendang telinganya. Tidak. kyu hyun belum begitu tuli untuk menyadari perkataan lelaki tua itu. Tapi mendapati dirinya yang diserang tiba-tiba membuat kyu hyun merasa sangat amat emosi.

“apa?”

Jemari kyu hyun mengepal erat. Menahan emosi yang kapanpun bisa menyeretnya dalam pusara bahaya. Kyu hyun menatap pria paruh baya itu lekat-lekat. Menajamkan aura otoriter yang diturunkan lelaki itu padanya.

“aku rasa kau sudah mendengarnya, nak. Jangan bermain-main lagi. Ini sudah terlalu lama aku membiarkanmu bebas”

Kyu hyun menajamkan pendengarannya. Bebas? Kebebasan seperti apa yang lelaki ini berikan padanya? Mengindahkan rasa hormat yang sebelum ini menggelayutinya, kedua mata kyu hyun menjadi lebih fokus. Menatap lelaki itu nyalang.

“maaf, aku tidak mengerti yang appa bicarakan. Dan tolong berhenti mengatur hidupku. Aku sudah cukup sabar terus berada dibawah perintahmu, appa”

Lalu lelaki itu tertawa dengan segores rasa jijik. “kau terlalu pintar untuk tidak mengerti pembicaraan ini. Cepat atau lambat, kau harus segera terikat. Dan berhenti membuat hidupmu seolah selalu berada dibawah kukunganku karena memang akan lebih baik jika kau mau menurut”

“APPA!!”

“jangan berteriak didepanku!!”

Suasana hening berlalu dalam sunyi yang mencekam. Kyu hyun menyiarkan kobaran bara api sementara lelaki tua itu segera berdiri, menghentak meja dengan keras. Urat biru kemarahan menggelepar mengikuti jalur nadi di setiap jengkal ruas tangannya.

“kau pikir ini lelucon? Kau jatuh hati padanya sementara jessica yang memiliki banyak hal itu tengah mengejarmu! Kau pikir hidup itu semudah kau yang selalu berkumpul bersama sahabat kekanakanmu itu dan menghabiskan uang bersama, hah?!” nafasnya memburu kaku. Lelaki itu penuh dengan bara emosi yang lebih besar. “tinggalkan dia dan—“

BRAK!!

Kyu hyun maju, ikut menggebrak meja dengan keras lalu menatap pria itu lekat-lekat. “jangan pernah membawa mereka masuk dalam masalahku. Orang-orang yang menurutmu kekanakan itu, bahkan menemani hidupku lebih baik dari yang kau lakukan! Dan berhentilah menilai jessica begitu sempurna. Karena apapun yang je young miliki, jauh lebih berharga dari apa yang appa bayangkan!”

Kyu hyun menghentikan semua disana. Mencoba meredam emosi yang tengah menggelayut manja diulu hatinya. Ia tak boleh lepas kendali. Tidak jika ia tengah bersama appa.

Kyu hyun dengan cepat berbalik. Berjalan menuju satu-satunya akses yang bisa ia gunakan untuk lepas dari jerat emosi. Lepas dari belenggu rasa menyesakkan yang kembali terjadi diantara mereka.

“kau ingin bermain?”

Lalu tiba-tiba ia terhenti ketika suara sarat akan emosi itu menegurnya. Membuat kyu hyun awas dengan sikap tenang yang lelaki itu tunjukkan. “baik, appa akan ikuti permainanmu” ia berhenti. Suaranya merendah lalu hening terjadi dalam beberapa saat. “tapi kau tau betul siapa yang tengah kau hadapi, cho kyu hyun”

Dan malam itu berakhir begitu saja.

 

__

Siwon berdiri didepan etalase persegi panjang. Ruangan luas dengan aksen wanita yang super lengkap itu menghalangi gerak langkahnya. Kedua mata siwon tak sanggup untuk melihat banyak hal. Ia kini hanya tertuju pada beberapa benda yang berkemungkinan besar pantas  untuk ia jadikan pernik dalam pernikahannya.

“siwon-ah!!”

Siwon tersadar dan segera berbalik. Manik hitamnya menemukan senyum cemerlang hye yo. Wanita tinggi menjulang itu terlihat begitu antusias. Entah hanya perasaan siwon saja atau itu memang benar. Tapi hye yo terlihat jauh lebih berperan dalam semua persiapan pernikahan mereka dibandingkan dirinya sendiri.

Siwon tersenyum tulus. Terserah. Apapun itu, selama masih bisa membahagiakan hye yo maka itu sudah lebih dari cukup. Siwon tau betul wanita yang lahir hanya tujuh bulan setelahnya itu sudah begitu lama menantikan ini.

Momen disaan siwon harus betul-betul siap melepaskan masa lajangnya.

Momen yang terkadang hye yo sendiri tak sanggup untuk membayangkannya. Mengingat jika siwon begitu terobsesi dengan semua pekerjaan serta ketiga sahabatnya yang masih berstatus lajang. Hye yo pikir mungkin ia memag harus bersiap-siap untuk menikah diusianya yang ketigapuluh nanti.

Tapi ternyata tidak.

Siwon tidak sekejam itu untuk menyiksanya.

“ya, sayang? Kau menemukan sesuatu?”

Hye yo buru-buru berlari menuju siwon. Entahlah, sikap kekanakannya benar-benar sedang kambuh beberapa hari belakangan. Entah karena ia yang terlalu senang atau.. hye yo juga tak begitu paham.

Hanya hye yo akan buru-buru tersenyum ketika ia mengingat jika tak lama lagi momen sakral itu akan menjemputnya.

Hye yo mengangguk. “eum! Apa kau menemukan sesuatu? Aku pikir ada beberapa barang cantik yang harus kau lihat. Aku tidak bisa memutuskannya sendiri”

Hye yo mengaitkan jemarinya pada lengan siwon. Menuntun pria yang kepalang tanggung bahagia itu menuju etalase lainnya. “itu! Disana!” tunjuknya cepat.

Siwon hanya tersenyum. Benar-benar tidak tau harus melakukan apa untuk meluapkan semua ini. Ia dan hye yo memang sudah terlalu lama bersama tanpa ikatan yang pasti. Meski dua tahun lalu ia dengan berani meminta wanita itu menjadi tunangannya, satu-satunya gadis yang siwon perbolehkan untuk terus berputar disekelilingnya, siwon tetap merasa jika hye yo bukan miliknya.

Ia sudah terlalu lama berkompromi dengan batinnya sendiri. Mengenai hyuk jae yang tak pasti entah akan menikah atau tidak. atau mengenai donghae dan kyu hyun yang sepertinya berencana untuk menikah diusia lanjut. Pikirannya terlalu banyak menyimak. Bahkan terkadang siwon sadar jika pemahaman hyuk jae cukup banyak membelenggunya untuk maju.

Tapi semua seakan sudah lenyap. Perlahan waktu berlalu, membawa keyakinan itu padanya. Hye yo sudah terlalu bersabar menunggu kesiapannya. Sementara yeoja yang benar-benar selektif itu sendiri sudah begitu dewasa untuk memilih.

Dan dengan ajaibnya, ditengah-tengah posisi siwon yang memiliki sahabat brengsek dan tunangan yang begitu menghargai norma, hye yo tetap bertahan untuknya.

Itu semua sudah cukup. Siwon ingin memiliki hye yo. Bukan sebagai tunangan yang kapanpun bisa ia tunjukkan pada semua orang. Tapi benar-benar sebagai hak milik. Sebagai seseorang yang siwon yakin mampu melengkapinya hingga nanti.

“bagaimana?”

Hye yo menepuk lengan siwon, membuyarkan fantasinya dengan cepat. Lalu tanpa benar-benar menoleh siwon menatap hye yo dalam-dalam. “terserahmu saja. Aku setuju, apapun yang kau inginkan untuk pernikahan kita nanti”

 

 

__

Je young bangun sedikit lebih cepat. Matahari bahkan sudah tak malu-malu lagi untuk menyapanya yang pagi itu terlihat begitu kusut. Semenjak perdebatan konyolnya bersama kyu hyun semalam, je young merasa benar-benar berada dalam suasana hati yang tak menentu.

Kyu hyun dan ia tak lagi berbicara setelahnya. Namja itu hanya mengantarkannya pulang lalu semua berlalu secepat itu saja. Je young bahkan lupa untuk mengucapkan terimakasih. Sekedar rasa sungkan karena seharian ia telah cukup merepotkan.

“shin je young, banguunn!!”

Je young mengerjapkan bola matanya malas. Park ji yeon sialan! Tidak perlu berteriak. Je young sudah bangun. Hanya ia belum ingin bergerak. Je yeoung merasa jika tubuhnya begitu lelah. Entah apa yang tengah atau mungkin akan terjadi hari ini. Tiba-tiba firasatnya jadi tak tentu arah.

“JE—“

“iya, iya aku sudah bangun! Tak perlu berteriak seperti itu!!”

Je young memutar bola matanya malas. Merebut segelas air putih yang sengaja ji yeon sediakan untuknya lalu meneguknya hingga tandas.

Ia memutuskan untuk menginap. Berada dalam suasana hati yang buruk bukan pilihan. Tapi jika je young tetap tinggal di apartemen bersama eomma tentu itu pilihan yang buruk. Ia butuh ketenangan, dan ji yeon sedikit banyak akan mengerti.

“bagus! Cepat mandi. Memangnya kau tidak ingin bekerja? Sarapanmu sudah kusediakan diatas meja”

Je young buru-buru membelalakkan kedua bola matanya. Dengan cepat ia menyingkap selimut lalu berlari menuju pintu. Je young duduk pada salah satu kursi diruang makan, menatap ji yeon sekilas.

“aku malas bekerja”

Ji yeon terdiam sesaat. “eyy, jangan gila. Kau tau perusahaan sedang sibuk-sibuknya belakangan ini. Kau sakit?”

Dan je young menggeleng pelan. “aku sedang tidak ingin bergerak. Kau tau,, semacam perasaan buruk akan menimpamu jika kau memutuskan untuk keluar rumah hari ini. Lagipula aku sudah sangat amat terlambat. Sekali-kali bolos juga sepertinya tidak buruk.” Mengabaikan fakta jika ia belum samasekali membersihkan diri, je young menyeruput susu vanilla miliknya.

Ji yeon menatapnya sekali lalu. Je young berantakan sekali. Semenjak pulang dan memutuskan untuk menginap je young memang lebih pendiam. Semalam ia bahkan tak bercerita sedikitpun. Padahal sebelumnya jika je young memutuskan untuk menginap, ji yeon harus bersiap-siap untuk kehilangan jam tidurnya karena je young akan punya banyak sekali cerita untuk dibagi ditengah waktu pertemuan mereka yang semakin menipis.

“kau seperti sedang berada dalam masalah besar. Dan kau tak ingin berbagi.” Ji yeon mengedikkan bahunya sekali lalu menyeruput susu vanilla miliknya hingga habis. “yah, walau bagaimanapun itu pilihanmu. Jangan siksa aku jika nanti pekerjaanmu menggunung. Aku harus pergi”

Lalu senyum lembut ji yeon terpancar. Menguarkan putih sinat mentari bersamanya. Ji yeon meraih tas jinijng miliknya lalu dengan sedikit langkah besar berjalan menuju pintu. Membiarkan je young sendiri dalam keheningan pagi.

 

 

__

Kyu hyun tiba lebih pagi hari itu. Entah apa yang membawanya menuju kantor saat jam kerja bahkan belum terlalu padat. Ia hanya menemukan fakta baru jika ternyata, perang dingin antara ia dan appanya benar-benar akan meledak hebat.

Sialan. Pria tua itu benar-benar berniat untuk mengatur seluruh hidupnya. Tidakkah ia tau jika perlahan kyu hyun mulai merasa muak?

Kyu hyun melangkah cepat menuju ruangannya lalu mendudukkan diri. Menyesap latte hangat yang baru saja tergeletak manis dengan aroma kafein yang menggoda.

Tsk! Dia terlambat. Pria tua itu benar-benar terlalu cepat dalam melangkah. Perdebatan mereka bahkan belum seputaran dua puluh empat jam. Tapi satu gencaran sudah buru-buru ia terbitkan.

Pencitraan kyu hyun dalam krisis besar. Dan yang lebih berbahayanya lagi, je young benar-benar ada dalam masalah.

“ya sajangnim?” intercom telepon terdengar nyari. Kyu hyun tak punya cara lain. Ia harus melakukan ini, atau semua akan berjalan salah.

“panggilkan direktur hong untuk menghadap padaku. Segera!”

 

 

__

Je young memutar channel yang sama berulang kali. Ini mungkin sudah yang keseribu, tapi semua tontonan itu tak pernah menarik perhatiannya. Pikiran je young kosong. Ia tak benar-benar tau apa yang harusnya ia pikirkan kali ini. Hanya saja, je young tau ada yang salah. Entah itu apa.

Je young menoleh ketika ponselnya bergetar halus. Ini sudah pukul sembilan. Dan je young masih terkepung dalam kemelut batinnya sendiri.

“ne, yeobseo?” je young menggosok pelan salah satu matanya.

“yeobseo?? Apa kau tak punya kata lain untuk menjelaskan ketidakhadiranmu pagi ini, nona shin?”

Je young buru-buru melirik ponselnya geram. Cho kyu hyun sialan. Memangnya semua yang je young lakukan harus selalu diketahui olehnya? Je young mendelik kesal.

“wae wae?! Aku tidak enak badan. Tenang saja, aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku!”

Ada nada kesal, kecewa dan amarah didalamnya. Tapi je young tak benar-benar sadar. Entah apa yang sudah membuatnya kecewa atau bahkan kesal. Je young tak mengerti. Tapi mendengarkan suara kyu hyun memang sukses sekali membangkitkan emosinya.

Je young mendelik sekali lagi. Dan kyu hyun belum bersuara. Entah apa yang ia lakukan diseberang sana mengingat kini bukan waktu yang tepat untuk berdiam diri. Je young sudah kepalang kesal, dan kyu hyun tak bisa lepas tangan begitu saja.

Je young mendecak sekali. Dasar, aneh! “Sudah? Akan aku tutup”

“ya, neo!!” je young terkesiap sesaat. “aku kan hanya bertanya, mengapa jawabanmu seperti itu?!”

“jinjja, aku sedang tidak enak badan jadi wajar saja jika emosiku tidak stabil. Aku benar-benar sedang malas berbicara denganmu. Jadi bisakah selesaikan ini secepatnya, cho kyu hyun?”

Je young diam. Menunggu balasan dari kyu hyun. Tapi yang terjadi justru hanya keheningan. Sunyi menerpa mereka dalam detik-detik yang berlalu panjang. Terkadang membuat je young sedikit banyak berpikir apakah ia sudah terlalu kasar dan menyakiti kyu hyun? Tapi—.

“datang keruanganku hari ini. Walau bagaimanapun kau harus hadir. Aku tunggu!”

Kedua bola mata je young terbelalak sempurna. “ya! Mana bisa seperti itu,, ya!! Cho kyu hyun!!”

 

 

__

Donghae menoleh sebentar kekanan lalu tersenyum. Jika hidup memang penuh pilihan, maka tetap berbaring bersama eunna bukanlah pilihan yang buruk. Meski sehaarusnya donghae lebih profesional untuk mendatangi kantor dan berdebaat dengan setumpuk pekerjaannya.

Tapi ia kepalang bahagia. Dan memadati hari dengan bekerja tidak temasuk dalam agendanya hari ini.

Semalam, benar-benar luar biasa. Donghae tak tau harus mengungkapkannya seperti apa karena usai perdebatan kecil itu ia memang benar-benar menyeret eun na menuju dokter. Dan, berita gembira itu tertiup angin yang menyejukkan.

Eun na hamil.

Dan donghae akan menjadi seorang ayah.

Ini bahkan belum genap satu tahun mereka bertemu. Tapi kebahagiaan yang eun na berikan benar-benar kepalang tanggung, berlipat-lipat!

Donghae belum, bahkan tak pernah berpikir untuk menjadi ayah secepat ini. Dulu ia bahkan tak berencana untuk menikah. Hanya sekedar mengadopsi seorang anak jika itu memang terlalu dibutuhkan untuk kelangsungan marganya.

Tapi donghae tak pernah tau jika menikah dan memiliki satu nyawa yang tercipta karena benihnya adalah hal luar biasa lain yang lolos dari pencecapannya.

Dulu ia pikir bercinta hanya hal krusial sebagai wujud keperkasaannya saja. Dan donghae membuktikannya dengan baik. bertahun-tahun ia hidup dalam belenggu nafsu. Dan donghae meng’iya’kannya dalam keadaan sadar.

Dulu, hal seintim dan sekhusus itu hanya sebagai label. Merk kecil bahwa donghae memang benar-benar lelaki sejati dengan orientasi seksual yang patut diacungi jempol. Tapi kini berbeda. Membayangkan jika ia dan eunna sudah sejauh ini membuat donghae begitu terikat. Dan ia tak sekalipun menyesal.

Terikat bersama eunna adalah hal paling membahagiakan untuknya. Karena hanya wanita itu yang benar-benar mampu menyadarkan donghae jika tak semua hal mampu dipandang rendah.

Terkadang, ada hal-hal kecil yang biasa namun menyimpan sesuatu yang berbeda.

Seperti eunna.

Dia cantik dalam kesederhanaannya.

Dan donghae mencintainya.

“eomma bilang akan pulang besok”

Donghae menyusupkan ujung hidungnya pada leher terbuka eun na. Menghirup aroma halus yang menyejukkan dari tubuh wanita itu. Kedua bola matanya tertutup. Selain malas, saat-saat seperti ini terlalu sayang jika berlalu dengan cepat.

“hmm? Benarkah?”

Eunna mengangguk akan pertanyaan sederhana donghae. Tubuhnya semakin bergelung seperti janin dalam kandungan. Hari ini ia merasa malas sekali, dan memang eun na yang memaksa donghae menemaninya seharian.

Eun na tak menyangka jika namja yang dulu terlalu banyak tak perduli itu ternyata begitu bahagia mendengar berita kehamilannya. Eunna pikir donghae yang terlalu egois, kekanakan dan tak ingin terikat itu akan mencampakkannya.

Seperti kebiasaan donghae dulu.

Meski terkadang sikap namja itu benar-benar menunjukkan pada eunna jika ia tak akan lagi berpaling. Tapi kekawatiran kecil itu tetap mengendap dalam benaknya.

Dan demi tuhan, eun na benar-benar salah terka.

Donghae bahkan jauh lebih gembira dibandingkan dirinya sendiri. Namja itu memaksa untuk menginap dengan alasan eun na hanya sendiri dirumah. Lalu ia berencana untuk meminta eun na agar tinggal bersamanya menjelang hari pernikahan mereka.

Konyol. Tapi eunna menyukainya.

Ada desiran hangat yang mengalir hingga kebawah kulit dan tulang-tulang eunna karena perlakuan doonghae sungguh luar biasa. Eun na tak tau lagi harus menjelaskannya seperti apa. Tapi donghae benar-benar sudah membuktikan jika ia bisa menerima eunna bagaimanapun kendisinya.

“apa kau akan menginap lagi malam ini?”

Donghae tersenyum. Nafas hangatnya menyembur leher eunna yang seputih salju dengan lembut. Donghae mengecupnya sekilas, sekedar memberikan eun na alasan mengapa donghae bisa menjadi segila ini karenanya.

“jika kau menginginkanku,aku akan tinggal” jawabnya sederhana. Namun menimbulkan banyak tanda tanya.

“jawabanmu sangat ambigu. Jika aku tidak menginginkanmu apa kau akan meninggalkanku sendiri?”

Dan donghae menggeleng pelan. Menggesekkan ujung hidungnya dileher eun na dengan lembut. Menimbulkan keintiman yang entah sejak kapan begitu donghae sukai.

“tidak”

“lalu?”

Donghae menegakkan tubuhnya,  membiarkan eunna lepas dari pelukan hangatnya yang posesif lalu mengecup pelipis eunna dengan lembut. Astaga, donghae benar-benar mencintai wanita ini hingga ketulang rusuknya! Terasa begitu mudah mencari kebahagiaan ditengah gerakan kecil mereka.

“jika kau tidak menginginkanku lagi, maka akulah yang menginginkamu. Menginap diapartemenku satu malam juga bukan pilihan yang buruk, kan?”

Eunna hanya terkekeh kecil. Seperti prediksinya yang sudah-sudah, donghae memang terlalu cerdik dalam mencari alasan. Ia akan mengeluarkan berbagai kata yang entah mengapa sejauh ini selalu sukses membuat eunna tesipu.

Pada akhirnya eunna berbalik. Menyentuh pipinya pelan. “lalu apa yang harus kita katakan pada eomma?”

Donghae sempat terdiam untuk sejenak. Lalu menghembuskan nafasnya kecil sebelum tersenyum menenangkan. “kita bisa katakan pada mereka, pada kedua orang tua kita, jika kau sedang mengandung calon cucu mereka..” lalu dengan cepat menggenggam jemari eunna yang bergerak untuk melepaskan diri “atau.. kau bisa beralasan jika aku begitu memaksamu. Walau bagaimanapun, aku memang menginginkanmu secepatnya. Tapi,  suatu saat semua orang akan tau. Maksudku, kita tidak bisa terus menyembunyikan kehamilanmu begitu saja. Jadi, mungkin kau bisa mempersiapkan banyak jawaban sebelum saat-saat seperti itu datang”

 

 

__

Je young menggulung tas tangannya untuk kembali tersampir diatas bahu. Bibir tebalnya yang berwarna peach tengah sibuk menggumam memaki dan jika bisa berteriak keras. Je young memasang tampang tertekuk yang mengerikan. Jalannya menghentak tanah dengan keras. Membuat pijakan bumi seakan-akan bisa goyah karenanya.

“presdir sialan. Dia benar-benar bukan manusia. Dia ingin aku mati? Bukankah sudah kukatakan aku tidak enak badan? Cho kyu hyun sialan!!”

Je young terus mengumpat. Sepanjang jalan. Semampunya. Membiarkan orang-orang yang berada disekitarnya menatapnya ngeri bercampur tatapan aneh. Tapi je young sudah kepalang malu. Jadi, ya, biarkan sajalah.

Je young meniti jejak menuju halte bus terdekat. Merasa malas sekali untuk mendatangi kantor entah karena alasan apa. Karena jujur saja, je young baik-baik saja. Ia bukannya benar-benar tengah sakit. Tapi menapak kaki keluar apartemen ji yeon membuat perasaannya kalut. Ini seperti,, keputusan yang salah. Batinnya.

“nona shin..”

Je young terkesiap ditengah perjalanan singkatnya. Halte bus sudah terlihat diujung mata. Je young hanya perlu berjalan santai sekitar lima menit dan menunggu bus datang. Tapi kini pandangannya terhalang sesuatu. Sesuatu yang tinggi dan besar serta berpakaian serba hitam. Membuat tubuh je young sontak tekejut kaku dan mundur satu langkah.

“apa anda nona shin je young?”

Pria itu bertanya dengan ekspresi tegas, tidak mengancam, tapi menakutkan. Je young berpikir sejenak. Menatap sekeliling untuk membaca situasi sekitar. Siapa tau ia akan diculik jadi je young bisa berteriak sebelum itu terjadi.

Ragu-ragu, je young mengangguk halus. Hampir tak terlihat. “y-ya, saya sendiri” je young melangkahkan kakinya mundur satu langkah lagi. Padahal laki-laki itu tidak samasekali bergerak maju. “ada perlu apa?”

Lelaki tinggi itu menghela nafasnya kecil lalu membuka kacamata hitam miliknya dan menatap je young lekat-lekat. “maaf nona, tuan kami ingin bertemu denganmu” lalu lelaki itu menyingkir satu langkah kesamping. Membiarkan manik mata je young menangkap siluet mobil mewah berwarna hitam yang terparkir didepannya.

“a-aku?” je young menunjuk dirinya sendiri, mencoba untuk meyakinkan pendengarannya yang akhir-akhir ini sering dihantam kata-kata mengejutkan. Lalu menelan ludah ketika lelaki itu mengangguk singkat.

“silahkan..” lalu salah satu lengannya tergantung diudara mempersilahkan je young untuk berjalan terlebih dahulu. Jika ia boleh jujur, maka kini je young merasa jika lelaki itu tidak menyeramkan. Ia tidak terlihat memiliki niat buruk untuknya. Jadi, memutuskan dengan ragu, je young akhirnya berjalan. Membiarkan mata bulatnya bertemu sapa dengan seseorang didalam sana.

 

 

__

“kau terlihat sibuk belakangan ini. Kebetulan sekali perusahaan memang tengah gencar-gencarnya memperluas kekuasaan. Dan kau ada diantara banyak orang yang ditunjuk putraku untuk membantunya” pria itu menggosok telapak tangannya sebentar sebelum kembali menyandarkan diri pada kursi nyaman dibelakangnya. “terimakasih untuk waktu yang mau kau bagi” sambungnya ringan lalu tersenyum. Sebuah senyuman yang je young kenal sekali belakangan ini.

Seringaian yang begitu serupa milik kyu hyun. Dan dulu, ketika ia masih sering berdebat dengan kyu hyun, ia mengerti betul maksud tersembunyi dari senyuman iblis semacam itu.

Je young menggulung jemarinya dibawah meja. Mencoba untuk tak terintimidasi meski sekarang ia terlihat mulai gelisah. Je young tersenyum tipis dan manis.

“ah,, berada disini bersama anda merupakan sebuah kehormatan untuk saya. Duduk berseberangan pemimpin besar cho corp yang terkenal begitu sulit untuk ditemui” je young menghela nafasnya, membiarkan tenggorokan dan paru-parunya terasa lapang. Lalu mengumpulkan kepercayaan dirinya sebanyak mungkin.

“aku?” lelaki itu kemudian memajukan diri. Membuat kedua matanya seolah terkejut dengan perkataan je young. Lebih terkesan mengintimidasi seolah mengatakan jika je young terlalu sok tau mengenai dirinya. Tapi je young sudah kebal dengan tatapan seperti itu. Ia masih belum lupa jika kyu hyun memperlakukannya sama diawal pertemuan mereka. “tidak,, aku tidak seperti itu. Media terlalu menganak sungaikan berita dan itu membuatnya terdengar berlebihan”

Je young bisa menebak seetiap jawaban singkat atau panjang yang lelaki itu keluarkan. Ia juga bisa menebak apa yang tersembunyi dari setiap ekspresi yang lelaki itu tunjukkan. Tapi satu hal yang benar-benar tak dapat je young baca adalah, apa tujuan dari pertemuan ini.

Je young tak merasa sebegitu penting hingga ayah dari namja otoriter dan ber-ego besar serta menjabat sebagai ketua tertinggi diperusahaannya itu harus mendatanginya secara langsung. Je young juga tak tau apa yang harus mereka bicarakan dan ia tak mengerti untuk apa harus berada dalam sebuah ruangan privat restoran terkenal itu, kini.

“algeuseumnida, sajangnim” je young meletakkan kedua tangannya diperut lalu menunduk untuk menjunjung tinggi rasa hormatnya. “ini tetap suatu kehormatan untukku” sambungnya.

Je young tersenyum tipis membalas wajah datar yang terselimut senyuman ramah dari lelaki diseberang. Dari tatapannya saja, je young bisa membaca betapa lelaki itu membenci dan juga menyukainya.

Ehh? Apa?!

Je young terkejut bukan main. Tapi kemudian menyembunyikan keterkejutannya ketika pesanan mewah mereka datang. Menyebarkan bau makanan terdasyat yang pernah je young hirup seumur hidupnya.

“kau pasti menyukainya. Ini restoran terbaik yang kumiliki, shin je young. Kami mendatangkan koki tebaik sepanjang masa. Ayo cicipi..”

Je young mengangguk sopan lalu meraih garpu dan pisau dengan elegan. Membiarkan pikirannya berkelana jauh. Kyu hyun tak pernah berkata jika restoran terkenal ini miliknya. Maksudnya, bukan berarti ia harus selalu tau aset kekayaan kyu hyun. Tapi,, tapi,, ah, tapi seharusnya je young memang tak perduli.

Ia menggelengkan kepalanya pelan. Membuyarkan setiap fantasi liarnya yang belakangan terlalu sering muncul secara tiba-tiba. Bukan masalah besar, sebenarnya. Tapi jika itu  bukan tentang kyu hyun.

“apa kyu hyun pernah membawamu ketempat ini?”

Je young menghentikan pergerakannya. Sialan. Ia baru saja akan melupakan nama itu. Mengapa semua orang senang sekali melihat je young frustasi? Ia benci mengingat kyu hyun dan segala yang berhubungan dengannya. Entahlah, mood-nya seperti sering berubah-ubah karena nama itu.

“tidak pernah” je young menggeleng lalu kembali memotong apapun yang bisa ia makan didalam piringnya.

“ah,, tidak pernah, ya? Mungkin ia akan membawamu suatu saat nanti”

“akp—uhuk.. uhuk.. aku.. tid—“

Je young menerima uluran gelas berisi air itu dengan cepat lalu meneguknya secara bar-bar. Tenggorokannya benar-benar sudah perih. Jadi je young memilih untuk mengabaikan kesan elegan demi kelangsungan hidupnya.

“maaf. Apa pernyataanku mengganggumu?”

Je young buru-buru mengibaskan tangannya menolak. Menyatakan tidak atas pertanyaan retoris lelaki itu. Ia menepuk-nepuk dadanya lalu menelan air yang tersisan digelas beningnya. Hell! Je young saja tak mengerti mengapa ia merasa begitu terkejut.

“tidak. seharusnya aku yang meminta maaf. Ini tidak sopan. Maafkan aku” je young menarik nafasnya seberat mungkin. Sial. Ia benar-benar sudah masuk perangkap. Tiba-tiba je young merasa diintimidasi sekeras-kerasnya. Sulit sekali untuk je young keluar dari aura mengerikan ini, sekarang.

“aku hanya  menerka-nerka. Karena putraku yang terlalu pembangkang itu pasti akan membanggakan seluruh kekayaannya pada setiap wanita yang ia inginkan.” Lelaki itu tersenyum sebelum menyesap sekumpulan cairan berwarna merah dalam gelas kecil dengan perlahan. “boleh kutau kemana saja ia membawamu?”

Je young merasa dunia hampir runtuh saat itu juga. Terus membatin agar setidaknya perkiraannya benar. Lelaki ini tak benar-benar percaya akan hubungan semu-nya bersama kyu hyun.

“a-aku..” je young mengedarkan kedua bola matanya menyapu sekeliloing restoran. “kami tidak pernah berkencan” lalu ia membesarkan kedua bola matanya lalu menutup mulutnya dengan cepat. “maksudku,, aku dan kyu hyun,, emm, kami tidak—“

“kalian tidak berkencan? Atau putraku melewatkan setiap waktunya diapartemenmu? Bagaimana bisa?”

What the hell! Apartemen? Apa lelaki ini berusaha mengatakan jika je young termasuk dalam jalang-jalang yang dulu sering mengelilingi kyu hyun? Maksudnya,, yaa!! Ia tidak serendah itu!!

Je young menegaskan kedua bola matanya lalu menatap lelaki itu cepat. “tidak, tuan. Maksudku, kami memang tidak berkencan karena kami tidak sedang berada dalam hubungan apapun. Aku dan kyu hyun tidak menjalin hubungan seperti itu. Kami hanya dekat..” je young memutar bola matanya berpikir. “maksudku,, ya,, dekat. Memang hanya sebatas teman kerja karena kami terlibat proyek lapangan dan kyu hyun harus ikut serta untuk memantau”

Je young kehabisan nafasnya menjelaskan ‘entah apa’ itu. Ia tak mengerti tengah melakukan apa. Yang jelas ia hanya ingin lelaki itu tau jika je young bukan wanita ‘habis pakai’ kyu hyun. Dia masih suci! Ya tuhan, demi apa lelaki ini!

“proyek lapangan?? Memantau?” lelaki itu menaikkan salah satu alisnya lalu kemudian tersenyum miris. “astaga, sejak kapan ia melakukan hal seperti itu?”

“ha?! A-aku tidak tau. Aku baru bergabung diperusahaan selama kurang lebih satu tahun. Aku tak benar-benar tau mengapa semua terdengar salah kini olehmu”

Je young menatap lelaki itu tak habis pikir. Memangnya je young harus tau semua tentang kyu hyun? Yang benar saja! Mereka hanya terikat perjanjian –perjanjian yang jelas-jelas tidak jelas- hingga saat ini. Hanya itu saja.

Lelaki itu terkekeh. Terkekeh kecil namun menyeramkan. Membuat je young merasa seluruh pori-porinya membesar seketika.

“shin je young,,” ia menumpukan kedua tangannya diatas meja lalu menatap je young dengan aura hitam yang kentara.”putraku tidak pernah terlibat proyek lapangan apapun. Dia benci bekerja dilapangan. Dan kenyataan jika kau bisa menjadi kepercayaannya hanya dalam kurun waktu yang singkat –sangat amat singkat- membuatku bertanya-tanya apa yang kini tengah terjadi diantara kalian”

Je young terkesiap ngeri. “t-tapi aku—“

“kau membuatnya menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Dikantor. Kau membuatnya berhenti menjajali nafsunya bersama wanita yang sebelumnya bisa ia dapatkan dengan mudah. Dia menyibukkan dirinya demi mendapatkan waktu untuk bersamamu. Dan yang paling mengejutkan,, ia berharap kau mampu menggantikan posisi cinta pertamanya. Tidakkah itu sudah luar biasa sekali?”

Kedua bola mata je young bergerak liar. Ia gugup. Jujur saja, ia tak pernah merasa spesial dengan kenyataan yang baru ia tau terdengar aneh itu. Je young tak merasa spesial dengan diangkatnya ia menjadi salah satu kaki tangan kyu hyun dalam waktu sesingkat itu.

Benar! Mengapa ia baru menyadarinya? Apa yang sebenarnya kyu hyun inginkan? Mengapa ia baru menyadari semuanya? Baru menyadari betapa kini hubungannya bersama kyu hyun terlihat aneh?

“dengar, shin je young. Aku menyukaimu” je young terkejut bukan main. “kau tipe wanita tegar yang tak mau kalah jika kau merasa benar. Luar biasa sekali karena kau tak tertarik dengan kekayaan putaraku hingga kalian bisa sedekat ini.” Lelaki itu berhenti sejenak dengan tatapan mata yang tak pernah berubah. “tapi itu saja tak cukup. Aku tak ingin menyingkirkanmu dengan keji karena keberadaanmu sesungguhnya sangat membantu perusahaan. Kau cekatan dan kami membutuhkanmu. Jadi, bisakah aku memintamu dengan rasa hormat yang kupendam agar kau,, menjauh darinya?”

Seketika, sesuatu menampar pipi kanan je young kuat-kuat. Kedua pendengarannya berdengung nyeri. Hampir meledakkan selaput pendengarannya.

Je young terdiam untuk waktu yang lama. Sesuatu menyayat tipis-tipis bagian hatinya. Je young merasa sesak. Udara seolah hilang, lenyap tanpa bekas dengan paru-paru yang mengecil seketika.

“a-apa?” tuturnya terbata.

“aku tidak mengerti apa yang kini kau sembunyikan dari dunia. Yang jelas, putraku dan kau harus dijauhkan sedini mungkin. Karena bukan tidak mungkin kau akan menyimpan rasa padanya nanti.” Kedua bola mata lelaki itu menyipit cepat. “dan kau tidak sedang menyukainya, bukan?”

Je young tersentak lalu garis rahangnya mengeras. “tidak. aku tidak menyukainya dan kami tidak sedang menjalin hubungan apapun. Maaf tuan, tapi kau bisa lakukan apapun yang kau mau tanpa pertemuan konyol ini. Tidak ada yang perlu kau ragukan atas aku dan putramu”

Je young merasa jemarinya tengah meremas kuat paru-parunya sendiri. usai berusaha terlihat kuat dan tegar, ia kemudian merasa tengah terjatuh dalam jurang penyesalan.

“ah,, baguslah kalau begitu” lelaki itu tersenyum. Meletakkan alat makan yang bahkan belum menyentuh setengah isi piringnya lalu meneguk red wine dengan tenang. “aku pasti bisa mengandalkanmu” tuturnya semau jadi.

Je young mengangguk terbata. Merasa terlalu kalut dan ragu. Benarkah keputusannya ini? Benarkah ia merasa semudah itu saja mengaku didepan lelaki yang baru saja ia kenal satu jam yang lalu? Benarkah?

Lelaki itu tersenyum tipis dan menatap je young dengan mata berbinar. “oh, ya. Aku lupa. Pantas saja kyu hyun belum membawamu, restoran ini baru saja aku beli dua minggu lalu.” Ia meletakkan gelas kosongnya dengan elegan lalu kembali tersenyum. “kemewahannya pasti membuat pesta pertunangan kyu hyun semakin terkesan luar biasa”

Lalu sesuatu menancap dipermukaan hati je young dengan cepat.

“aku mengundangmu secara khusus. Aku harap kau mau datang. Kyu hyun pasti akan senang bisa kembali bertemu dengan jessica”

 

-TBC-

Lah ini kok tambah kacau!! Wkss, aku hampir writterblock nih. Bakal aku selesaian secepat yang aku bisa. Dan secepat yang aku bisa itu bener-bener gak kongkrit. Aku mau minta maaf banget. FF ini gak selesai-selesai padahal aku janji bakal nyelesaiannya secepat mungkin. Gosh!!

Jangan bosen main disini, ya. Aku tetep berusaha semampuku biar imajinasi liarku gak habis. Tolong, sekali lagi maaf karena ini molor banget-__-

Minggu ini aku baru selesai ospek. Dan bakal mulai kuliah senin, dan karena ini masih awal semester, aku gakbisa mastiin punya banyak waktu atau enggak buat ngelanjutinnya. Nah, kebetulan aku udah punya part selanjutnya. Tolong ingatkan aku buat ngepost itu secepatnya. Udah, itu aja. Makasih ya!!

 

With love, Park ji yeon.

24 thoughts on “Fabulously Castle part 22

  1. yg jd fokus aku dsni partnya kyu sm je..
    astagaa, tuan cho senior itu.. smpe sgtunya..
    bener2 mengintimidasi bgt..
    aku nungguin langkah yg diambil sm kyu nih.. penasaran..!!
    aku sempet ketawa dq, sm tingkahnya si je young wktu keselek itu..
    kata yg km pake ngegambarin jeyoung yg minum bar2 aku bayangin loh..
    haahahaha, anggunnya dia hilang..

    eeehh, ad yg sdg persiapan sm yg seneng bgt jd appa..
    kkkkk..
    eniwey, ji sm hyukjae ga nongol dipart ini yaaahh..??
    padahaaal, aku nungguien kelanjutan hbngan mereka..

    ditunggu part 23nya..
    aaaaahh, selamat datang di dunia perkuliahaaaan..
    senoga semangat terussss..

  2. rhaaa18 says:

    Yeahh akhirnyaa dilanjut jugaa chingu part ini Gilaaa bner2 gilaa,, tuan Cho jahadd bangeet.. Gitu2 Je Young juga menyukai KyuHyun tapi dia masi ragu sama perasaannyaa… Errrr disini Scenenyaa menyebalkan banget nihh Tuan Cho. Gregetan >_< … Siwon oppa aku suka kamu arghhhh kamu memang lelaki yang sangat pengertian😀
    Oke aku pasti ingetin koq buat kamu publih next partnya hhe..

  3. vita says:

    Ha ha ha dian tbc nya gantung banget tpi anyway thanks udh sempetin ngelanjutin ff nya di sela2 kesibukan kamu sebagai mahasiswi baruuu. Tetap semangat yaaaa. Makin penasaran ama ni ff apalagi part nya kyu-je berliku-liku bener hub mrk ni

  4. puput says:

    Diaan…
    Kl part slanjutna ud ad,cpt dipost y..
    Itu bpkna kyu minta diracun ma je trus dibantai ma kyu yak??
    Jgn pisahin kyuje y..sumpah beneran aq suka bgt ma couple yg ini.. *scara aq sparkyu..
    So please..kl lg ga sibuk,update soon y..

  5. elftic says:

    nyebelin bget tuh tuan cho… d tggu klnjutannya😦

  6. diaannn, nakal ni anak😛.. moment hae-eunna itu loh bikin melted.. wkwkwk mana semalam aku mimpi di tembak Kyuhyun lagi, gosh! eh waktu cerita keteman2 kosan malah di ketawain, gak tau aja dia sensasinya gimana pas di tembak Kyuhyun meski hanya di mimpi hahahha😀

    part ini super keren. interaksi siwon dan tunangannya menjelang pernikahan benar-benar apik. belum lagi pertemuan appanya Kyu ma jeyoung, itu lucu. bagaimana kamu mendeskripsikan perasaan familiar Jeyoung ketika ketemu appa kyu karna kyu dan appanya yg begitu mirip dan gimana cara Appa Kyu memanas-manasi jiyeon dgan pancingan pertanyaan yang sebenarnya berkonotasi ganda “boleh kutau kemana saja ia membawamu?” buat aku menebak-nebak sendiri tentang peran kemunculan ayah kyuhyun di part ini.

    tapi aku yakin, itu hanya cara dia buat menguji hubungan Kyu dan jeyoung. its okay, aku masih bisa ngerti., malah mungkin dia snegaja ngobarin api supaya mereka berdua, kyu dan je, bisa secepatnya ngaku. jadi kondisinya harus dibuat terdesak supaya bisa kondusif dengan adanya dorongan lebih buat jadian..

    analisa aku sih gitu dan semoga emang gitu🙂

  7. Ayunie CLOUDsweetJEWEL says:

    Aduh, selamat aja dech buat Hye-Won couple, bahagia banget mau nikah. Juga buat couple Hae-Na yang makin mesra aja, udah mau punya baby. Dong Hae, cepetan susul Siwon, nikah secepatnya sebelum perut Eun Na buncit! Kekeke… Aaa, Tuan Cho tega bener dech. Masa Kyu mau ditunangkan sich? Wah, nggak bener nich. Tapi mungkin nggak sich kalau ini cuma pancingan buat Kyu Hyun supaya mengungkapkan perasaan secepatnya pada Je Young?

  8. gummy eunhyuk says:

    makin seru sama kisahnya kyuhyun tapi di part ini hyuk jae ya ga muncul kemana kah dia?

  9. ai-sparkyu says:

    Hubungan kyu sama je kayaknya bakal kacau nih..
    Klo sampe kyu beneran jadi tunangan sma jessica, entah gimana perasaan je nantinya..
    Di part ini donghae manis bgt..
    Buruan nikah deh sma eun na..

  10. ninachoi says:

    Klo sudah melibatkan restu ortu susah deh, kyu-je. Figthing!!! Berjuang lah demi cinta kalian. ♡♡♡

  11. marly says:

    Aku yakin kyuhyun ga bakal ninggalin je young… benarkan kyuuuu??!!!…hahahaa
    ayahnya kyu itu bener2 deh…nusuk bgt perkataannya sama je young…. aku jdi pengen lempar sesuatu ke wajah org itu…-__-

  12. DraKyuBubble says:

    apa apaan itu? kenapa jessica mesti muncul lagi? ganggu aja -_-
    jeyoung fighting, kyuhyun selalu tau apa yang harus dia lakukan …

  13. BebyPanda says:

    , ya ampun Jeyoung knpa kmu blng bgtu ama tuan Cho.. trus gmna hub kyuhyun ama jeyoung? wach wach wach Si abng hae udh makin dewasa, mau brtnggung jwb..
    next

  14. tata says:

    astaganaga… unnie yg selalu minta dipost cepet2 malah selalu telat tahu postnya -,- #payah
    gini nih, efek punya baby🙂

    omg… itu kyu n appanya lagi fight. kereen. like father like son.
    bang wonie jangan lupa undanganya ya… aye tunggu loh bang.
    woooah… kyu appa horor ye!! segitunya sama je. sampai2 diperingatkan langsung biar g deket2 ma kyu.
    ouwh… bang hae lagi berbunga2 nih ceritanya. selamat ya yg jadi calon appa😉
    tumben hyuk n ji g nongol?! lagi persiapan combek buat jadian kah?!😀
    ditunggu lanjutannya imo

  15. Quiny says:

    Yeyeye hehehe Kyuuuu engga kelar kelar ish urusan hahahaha jeyoung engga sadar sadar, hey cmon wakeup girl! Kyu nya kesemsem gitu lahhh gemes nih sama Je

  16. minrakyu says:

    ah hubungan Siwon sama Donghae bener2 kemajuan pesat..
    trus ntu bapaknya Kyu seriusan mau jodohin Kyu ama Jess si janda???
    ish,,,bener2 yah,.,,

    btw,, g enyuk g muncul nie???

  17. sapphire says:

    Yah telat baca nii “”” itu kenapa kyu~je jadi ribrt amat ya hubungannya “”” wah donghae beneran mau jadi seorang ayah””

  18. mira_MM says:

    Je! kau ya..ah!! kenapa pake acara ga jujur aj si k ayahny kyu
    kn ud jelas2 km cinta sm kyu tp pake acara ga ngaku *geleng2 kepala*
    berjuanglah Je..sainganmu dpt dukungan dr calon camer tu..

    wah dian,,semangat tuk kuliahnya. semoga bs cepet menyesuaikan diri dgn lingkungan kampus serta pelajarannya..amin
    nah mumpung msh inget tuk ngepost..jgn lama2 ngepost part 23-nya..ayo ayo mumpung inget mlm ini aja d postnya…jiahahahha

    makasih ya

  19. LEVHA NURY says:

    Bnr2 tipe pebisnis yg ehmmmm…. pemilihan kata yg menjebak. Mau blg jauhi anakku, pake betingkah bgt

  20. tiwi says:

    Cih, licik sekalo appanya kyuhyun ne. Berkata selembut2nya pada jeyoung tapi ujung2nya nyuruh jeyoung ninggalim kyuhyun juga.
    Dan jeyoung ne kenapa sih gk nyadar2 juga apa yg kyuhyu lakukan buatnya. Ckck
    Donghae akan jadi ayah. Hahaha benar2 gk nyangka.
    Siwon yang akan memulai kehidupan barunya sebentar lagi.
    Apa eunhyuk juga akan nyusul siwon dan merubah prinsipnya yang tidak mau ada ikatan pernikahan? Penasaran.
    Next dongsaeng.🙂

  21. Iyha buchu says:

    Akhirnya di post part ini…
    lma nunggungya,,,
    Ichhh…Nyebelin banget tuan cho itu,ska ngatu2 hidupnya kyu…
    Lagian knpa sich di jodohkan dgn Jessica,udah tau2 jessica itu udah ninggalin kyu…hadwwww
    Next….

  22. zie-hun says:

    ayahnya kyuhyun itu sbenarnya baik tpi knpa bisa gitu sih??

  23. hanncheonsa says:

    Astagaaa
    Apa yah reaksi je young pas denger kyuhyun mau tunangan ama jessica ?
    Hayoo dah, pasti abis ini dia sadar kalo dia suka ama kyuhyun.. dan harus melewati banyak tantangan buat mereka bisa bersatu pastinya..
    Tapi mudah2an engga terlalu menyulitkan mereka berdua yahh
    Over all, aku suka ama cerintanya kakk..
    Sangat suka !!

  24. iyin88 says:

    Appa kyu sprt racun, pln2 tp mematikan hahaha…
    Kyuje hrus brthan…
    Aq ska bnget liat kbhgian nya eunhae, cie yg mau pnya anak. Gmn yg klo ortu mrk tau eun udh hml dluan??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s