My Kind Of Perfection

BwSfq_GCUAARa2Q

Hyukjae berjalan dilorong gedung KBS ketika member lain sibuk dengan staff mereka masing-masing. Salah satu tangannya terangkat meneliti layar iphone putih yang didalamnya tertulis sederetan kalimat yang entah mengapa membuat senyumannya muncul begitu saja.

“oppa, kau tampan sekali!! Sudah selesai?”

Ia mencermati dengan teliti entah apa kalimat yang salah didalam sana. Park ji yeon, tumben sekali ia mau repot-repot memuji. Meski hyuk jae tau betul wanita itu sangat tergila-gila padanya tapi ji yeon bukan tipe wanita yang mau repot-repot memuji.

Ia hanya akan beralasan kecil seperti ‘ya, oppa memang punya kharisma itu’ jika hyuk jae ingin tau pendapatnya lalu percakapan mereka terhenti begitu saja. Tidak seperti hari ini. Tampan? Hah, konyol sekali. Ji yeon pasti sedang terbentur sesuatu karena pujian ini akan membuat dirinya malu—didepan hyukjae nantinya.

“tampan? Tumben sekali. Masih ada satu lagu lagi, sayang. Kau dimana?”

Lalu ia kembali tersenyum melihat barisan kalimat yang tercipta dari hasil tarian jemarinya. Ji yeon pasti sedang bersiap-siap menatap laptop kesayangannya. Dengan segelas susu vanilla dalam cangkir besar dan baju kasual yang sangat kebesaran pada tubuhnya.

Membayangkannya saja membuat hyuk jae hampir gila. Wanita itu seringkali bertingkah aneh belakangan ini. Ia jadi begitu menyukai lagu-lagu grupnya. Entah itu lagu lama ataupun yang baru.

Terakhir hyuk jae tau, ji yeon sedang berendam dengan lagu ‘marry you’ hingga tertidur didalam bathup kamar mandi mereka. dan  meski tidak keberatan karena harus menggendong setelah memandikannya sebentar, hyuk jae tetap merasa risih jika setiap berendam ia akan terus tertidur dalam genangan air bathup.

Tapi wanita itu bilang ia tidak apa-apa dan hyuk jae hanya bisa menghela nafas ringan karena ji yeon memang terlalu suka merajuk hingga ia tak bisa menolaknya. Bahkan, tiga hari yang lalu ia merajuk besar-besaran untuk meminta hasil rekaman album terbaru grup mereka hanya sesaat setelah melihat teasernya saja.

Hyuk jae tak habis pikir. Apa yang menarik dari mendengar lagu yang dinyanyikan oleh suamimu? Ia bahkan bisa mendengarkannya eksklusf dari bibir hyukjae. Tapi konyolnya, ji yeon justru tak berselera dengan yang itu.

Demi tuhan! Kemana park ji yeon yang dulu selalu berkata jika bariton hyuk jae adalah yang paling disukainya?! Hell.

“aku dirumah. Apa oppa akan pulang larut?”

Hyukjae tak bisa menahan diri. Gezz! Park ji yeon apa yang wanita ini inginkan sebenarnya?

“apa kau menyiapkan sesuatu, dirumah?”

“hyukjae-ah! Apa yang kau lakukan disana? Waktu kita dua puluh menit lagi!!”

Hyukjae mendongak dan menatap leeteuk yang berdiri diujung pintu ruangan mereka. ia baru teringat jika setelah ini masih ada yang harus ia rubah dari menampilannya. “ah, mian hyung. Aku segera kesana!”

“tidak. apa oppa akan makan malam dirumah? Aku bisa menyiapkannya sekarang.”

Hyuk je tersenyum, mengetikkan kalimat terakhir sebelum kembali berjalan cepat menuju kamar ganti mereka. ia diburu waktu.

“leeteuk hyung dan heechul hyung ingin merayakan comeback mereka, sayang. Jangan lewatkan makan malammu. Oppa usahakan pulang secepatnya, arra?”

 

 

__

Kedua bola mata ji yeon melebar besar-besar memperhatikan layar laptopnya. Ruangan itu hening, tanpa suara. Hanya ada dering kecil dari lagu terbaru super junior yang beberapa jam lalu telah selesai menampilkan comeback stage pertama mereka.

Ji yeon berdecak kesal saat pada bagian pertama layar laptopnya penuh dengan dua namja berambut ungu pucat dan biru tua. Entah melakukan apa, yang jelas, ji yeon tak bisa berhenti menggigiti kuku panjangnya ketika namja itu meletakkan kedua tangannya pada kerah baju putihnya lalu kembali duduk.

“aish jinjja!!” tubuhnya maju, medekat lalu mempelototi wajah hyukjae yang tersenyum pada layar kaca. Entah karena ia memang seseksi itu atau hanya perasaan ji yeon saja, tapi hyuk jae bisa menaikkan api keatas ubun-ubun ji yeon hanya karena ia tersenyum ditengah gerakan dance-nya.

“kenapa kau seperti ini?!” geramnya “kya!! Apa-apaan itu!!” lalu ia memekik ketika mereka berbaris lalu saling memukuli bokong satu sama lainnya. Wajah ji yeon kemudian suram tertekuk meski bias merah itu memenuhi kedua pipinya.

Hyukjae sialan! Kenapa harus seperti ini?!

“belum puas juga?”

“astaga!” ji yeon merendahkan layar laptopnya, berbalik dan menemukan hyuk jae tengah berdiri—bersandar pada pintu masuk kamar mereka.

“oh, oppa. Sejak kapan?!” ji yeon berdiri, menyatukan jemarinya gagap menatap hyukjaee disana.

“sejak istriku sibuk berteriak menatap layar laptopnya. Tidak perduli sudah berapa kali suaminya menekan bel dan tidak sadar ketika pintu kamar mereka berdecit. Luar biasa sekali, kan?”

Ji yeon buru-buru menunduk. Menahan malu dan malu dan malu yang bergumul mengalirkan darahnya menuju kedua pipi. “oppa tidak bilang akan pulang secepat ini”

Hyuk jae menegakkan tubuhnya—awas dari posisi bersandarnya ketika ji yeon berjalan mendekat lalu merebut tas tangan yang ia bawa. “kau bahkan lupa mengecek ponselmu” lalu ia meletakkan telapak tangannya pada pipi ji yeon dan mengecupnya sebentar.

Pipi ji yeon merona merah sejenak. Setelah kesadarannya terkumpul, ia segera berjalan membelakangi hyuk jae. Meletakkan tas ransel yang berisikan sehelai baju dan beberapa peralatan make up sederhana hyuk jae pada tempatnya.

“oppa sudah makan?”

“hmm, sudah” lelaki itu berjalan mendekat, melepaskan sweater rajut hitam pekat yang melekat pada tubuhnya lalu duduk dipinggiran ranjang dengan tenang.

“kalau begitu mandi, ya?! Aku siapkan air hangatnya”

Selang beberapa menit hyuk jae merasa ini menggelikan. Dasar wanita. Tanpa melihat dengan jelas saja, ia tau jika kerlap-kerlip lampu dari laptop ji yeon yang masih tertekuk kebawah itu adalah penampilan mereka beberapa jam yang lalu.

Seperti tidak pernah puas, hyuk jae bahkan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana wanita itu menghentikan, mengulang dan terus mengulang sembari berdecak dan terkadang berteriak histeris didepan layar laptopnya.

Tidak mengejutkan, sebenarnya. Mengingat sebelum ini pun ji yeon memang selalu bertindak seperti fans abadi baginya. Ia akan bersikap seperti fans-fans wanita hyuk jae dengan berteriak dan mengagumi aksi panggung grupnya.

Terlebih wanita itu memang tidak pernah tau rahasia dibalik comeback stagenya kali ini. Hyuk jae sengaja melarangnya mendatangi gedung latihan hanya untuk mendapatkan bocoran dance mereka.

Konyol. Istrinya itu memang benar-benar fans sejati.

“oppa, sudah siap”

Seperti ditarik dari alam lain, hyuk jae tersentak menatap ji yeon sebentar. Ia berdiri lalu membawa sweater hitam pekat yang ia gunakan diatas panggung hari ini—dan sengaja ia bawa pulang kehadapan ji yeon lalu menyampirkannya pada bahu ji yeon.

“arra. Selamat karna sudah menjadi lucky fans, sayang”

Lalu hyuk jae benar-benar memasuki kamar mandi ketika ji yeon kemudian berteriak histeris dari luar sana.

 

 

__

Hyukjae menghabiskan hampir tigapuluh menit untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Hari ini begitu melelahkan meski ada perasaan bahagia tak terkira usai menyentuh panggung kembali bersama member lain setelah dua tahun berlalu.

Ada kesan menggelitik yang tak bisa ia jelaskan melihat para fans yang masih ingin bergerombol masuk melihat mereka dan ada letupan-letupan tersendiri ketika melihat para member tertawa bahagia.

“ji, sudah—“

“sudah!!”

Hyuk jae berhenti menggosokkan handuk pada rambut setengah kering miliknya ketika wanita itu menyahut bahkan sebelum ia menuntuaskan pertanyaannya. Hyuk jae melihat ji yeon datang dengan segelas susu strawberri hangat dalam mug biru couple milik mereka lalu meletakkannya diatas lamp table dengan hati-hati.

Wanita itu kemudian berbalik dan melepaskan senyuman paling lebar miliknya yang pernah hyukjae lihat hari ini.

“astaga, pakaianmu.”

Lalu hyuk jae buru-buru mengalihkan pandangannya pada meja rias. Menggosokkan kembali handuk kecil pada rambutnya sebelum menyampirkannya pada sandaran kursi rias dan duduk menghentak.

Selain menghindari degupan jantungnya yang meliar karena senyuman ji yeon. Ia juga terlihat sedikit memanas. Astaga, seharusnya hyukjae tak perlu memberikan sweater itu padanya.

Sweater panjang yang menutupi hyuk jae hingga pinggul itu kini membalut tubuh ji yeon hingga setelah paha mulusnya. Menyisakan sedikit tempat hotpants mini wanita itu untuk mengintip malu.

Dan.itu.sungguh.sialan.sekali.

“ada apa? Memangnya pakaianku seperti apa?”

Ji yeon tak menghiraukan hyukjae. Ia justru merangkak lucu keatas ranjang lalu duduk dengan kaki bersila disana. Menatap hyuk jae yang masih sibuk dengan beberapa krim malam miliknya tanpa mau repot-repot berjalan mendekat.

“kau bisa menggunakan celana yang lebih panjang, ji. Kalau seperti itu kau justru terlihat tak menggunakan apapun dan itu—ya tuhan, aku bisa gila. Dan jangan menatapku seperti itu.”

Hyuk jae menggeram ketika ji yeon menatapnya bingung. Lalu ji yeon tersenyum ketika mengerti maksud hyuk jae mengumpat diseberang sana. Ji yeon terkekeh geli. Astaga, hyuk jae, tergoda? Itukah maksud perkataannya?

“kenapa? Aku menggunakan apapun atau tidak sama saja. Didalam kamar ini, aku bisa melakukannya semauku, oppa”

“tapi tidak jika sedang bersamaku”

Ji yeon kembali meloloskan kekehan gelinya. Ia suka sweater hitam ini. Baunya seperti bau hyukjae. Dan ia mati-matian meminta lelaki itu membawakannya sesuatu dari—apapun yang melekat pada tubuhnya ketika ia sedang berada diatas panggung.

Hyuk jae bilang itu atribut sponsor. Tapi, jika demi ji yeon, ia memang suka sekali membangkang.

“oppa tidak suka, ya? Kalau begitu aku tidak akan menggunakannya lagi” ji yeon melirik hyuk jae sebentar. “omong omong, apa sweater ini oppa beli dari mereka?”

“bukan begitu, sayang. Maksud—“

“oppa, sini!!”

Hyuk jae menghela nafasnya gusar. Ia berbalik, berniat menjelaskan pada ji yeon jika ia tak bermaksud seperti itu. Tapi tubuhnya justru terasa kaku ketika wanita itu memintanya mendekat dengan tangan yang mengibas lentik dan binar mata yang sungguh luar biasa.

Siapa yang tau jika kelemahan hyuk jae adalah ekspresi menggemaskan milik istrinya itu?

“aku akan menyelesaikan ini dulu—“

“tidak. cepat kesini!”

Ji yeon memaksa. Satu dari banyak hal yang sulit sekali hyuk jae tolak. Ia tersenyum mengolok dirinya sendiri yang tak bisa mengendalikan diri didepan ji yeon. Pada akhirnya ia berdiri lalu berjalan menuju ranjang.

“kau tau, aku selalu bertanya-tanya apa yang kau punya. Kau bisa mendapatkan apapun maumu dariku, apa yang telah kau lakukan?”

Ji yeon membalasnya dengan kekehan lucu. Ketika ranjang berderit lalu tiba-tiba kepala besar hyuk jae sudah tergeletak pada pangkuannya.

“seingatku, tidak ada” ia mulai menyentuh titik-titik yang sebelumnya terdapat krim wajah lalu memutar mutar jemarinya pada wajah hyuk jae. Membiarkan lelaki itu menutup mata dan merasakan lemubut jemari ji yeon pada wajahnya.

“benar. Tidak ada. Hanya aku saja yang terlalu lemah”

Lelaki itu tak pernah berhenti menyukai kekehan ji yeon. Meski secara tak kasat mata, kekehan itu mengalahkannya. Ji yeon membenarkan setiap perkataannya. Setiap fakta jika hyukjae memang tak bisa menolak perkataannya. Fakta jika lelaki itu memang selalu mengalah dan fakta jika ia memang terlalu lemah dihadapan ji yeon.

Tapi bukan masalah besar. Kekehan ji yeon sudah seperti udara baginya. Hyuk jae suka sekali ketika wanita itu bertingkah kekanakan lalu bermanja-manja padanya. Ia memang menyukai ji yeon yang seperti itu.

Ji yeon-nya yang lucu.

“oppa, lelah?”

Hyuk jae mengangguk. Masih merasakan jemari ji yeon yang menari-nari pada kulitnya. “kau lelah?” balasnya.

“ani” wanita itu mengeleng sekali. “oppa sangat tampan hari ini”

Hyuk jae terkekeh menanggapinya. “benarkah? Apa yang membuatmu ingin mengatakannya?”

“tidak ada. Hanya mungkin karena terlalu muak ketika melihat teaser album kalian dan oppa terlihat mengerikan. Kenapa mau diperlakukan seperti itu?”

Hyuk jae kebingungan lalu membuka matanya menatap ji yeon ragu. “diperlakukan seperti itu bagaimana?”

“isch! Rambutmu jelek sekali. Seharusnya, kan bisa lebih tampan!”

Hyuk jae ingat ketika ji yeon berteriak histeris melihat rambut panjangnya dalam teaser. Tiba-tiba ia ingin tertawa. “astaga, itu kan hanya untuk pemotretan, sayang. Jangan terlalu diambil pusing.”

“tapi, pemotretan itu penting! Semua wanita akan melihat oppa dengan rambut panjang dan topi cowboy yang—ugh, aku saja tidak bisa melihatnya!”

Lelaki itu terkekeh besar-besar. Dasar park ji yeon. Benar-benar tidak bisa berbohong jika sudah tidak menyukai sesuatu. Hyukjae merebut salah satu pergelangan tangan ji yeon lalu mengecup buku jarinya lembut. Membuat ji yeon terkesiap sejenak menatapnya.

“aku tidak perlu pendapat wanita lain. Yang paling penting aku tetap tampan ketika berada disekitarmu dan kau saja yang harus tau”

Ji yeon buru-buru menarik tangannya menjauh. Tidak bisa dibiarkan, ia tidak bisa terus berada dalam degupan jantung yang meronta-ronta. Lelaki ini,, benar-benar sialan sekali.

“isch, kenapa seperti ini lagi?! Dasar, dasar, dasar!!”

Ia menekan-nekan pipi tirus hyukjae yang putih dan terus menggumam kesal. Lelaki itu memang pintar sekali merayu. Ji yeon bahkan seringkali tak bisa berkata apa-apa jika ia sudah berkelakar.

Tapi keahlian hyuk jae memang seperti itu. Lagipula, ji yeon menyukainya meski tak benar-benar pernah mengatakannya langsung. Ia hanya tak ingin mati dengan wajah memerah padam karena gombalan dasyat dari hyuk jae.

Jemarinya kemudian membukan headband hyukjae lalu merapikan rambut ungu pucat lelaki itu. Membiarkan listrik-listrik kecil mengaliri ujung jemarinya ketika menatap kedua bola mata hyuk jae yang tertutup rapat.

“oppa..”

“hm?”

Ji yeon diam sejenak. “kenapa oppa bisa semakin tampan?”

Hyuk jae membuka kedua matanya cepat. Ini bukan main-main lagi. Ji yeon seperti tengah mengatakan sesuatu yang benar-benar terjadi dan itu membuatnya sedikit curiga.

Hyuk jae dengan cepat duduk lalu berbalik, membiarkan ji yeon terkejut lalu terjatuh dan mengukungnya dengan kedua lengan. “ya, kau sedang berniat menggoda suamimu atau apa, park ji yeon?”

Ji yeon terkekeh lalu menggeleng. Menatap wajah hyuk jae yang semakin bersinar lalu menjatuhkan jemarinya pada hidung macung lelaki itu. “aku serius” tuturnya lembut.

Hyuk jae ikut terkekeh, menyempatkan diri mengecup bibir ji yeon lembut lalu kembali menatap kedua bola mata coklatnya. “astaga, tiba-tiba aku tidak begitu lelah” hyuk jae menyatukan ujung hidung mereka dan terkejut ketika ji yeon buru-buru melingkarkan lengannya pada leher hyuk jae. “wae? Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”

Ji yeon menggeleng.

“jangan bohong. Kau jelas tidak pandai melakukannya”

Ji yeon kembali menggeleng. Sepuluh buku jarinya sudah terselip dibalik rambut halus hyuk jae yang mulai kering.

Hyuk jae menghela nafasnya berat. “tour dijepang itu,, hanya beberapa hari saja. Oppa akan pulang secepatnya, sayang” hyuk jae kembali mengecup bibir ji yeon lembut dan sedikit lebih lama. Tiba-tiba ia tau betul jalan pikiran wanitanya.

“oppa bisa tidak pergi, kan? Sayang sekali jika oppa harus pergi disaat seperti ini”

“disaat seperti apa?”

Ji yeon menggeleng dan tertawa pelan. “disaat oppa terlihat begitu tampan dan menjengkelkan” tuturnya kecil.

Hyukjae mengacak rambutnya lembut. “yaahh, jadi kau sedang tidak ingin berpisah karena oppa terlihat lebih tampan, itu saja?”

“tidak juga. Hanya tidak usah pergi saja, oppa bisa membiarkan yang lain pergi. Kenapa harus oppa?”

Dan kemudian hyuk jae menatapnya lebih lembut. “tidak bisa, ji. Manager bilang, D&E harus mewakili promosi album di jepang. Lagipula member lain memiliki jadwal mereka masing-masing untuk mempromosikan album ini.” Lelaki itu berguling kesamping lalu menjadikan lengannya sebagai bantalan untuk ji yeon. “tunggu setelah oppa pulang, kita masih punya waktu menjelang super show. Kau ingin apa?”

“ingin seperti ini saja”

Hyuk jae tersenyum lalu mendekap ji yeon lebih erat. Membiarkan ji yeon tau suara detak jantungnya lalu mamtikan lampu kamar sebelum jatuh dalam dunia mimpi. Tak perlu menjawab, karena seluruh dunia tau jika hyukjae akan mengabulkannya.

 

 

__

“tidak. iya, aku bisa. Aku sampai satu jam lagi. Tidak hyung, tidak. katakan pada donghae untuk segera berangkat, dia akan terlambat jika tidak diperingatkan. Hmm, arraseo.”

Hyuk jae meraih ponsel yang ia apit ketat dilehernya kemudian kembali memasang tshirt putih panjang yang masih menggantung diatas kepalanya.

“astaga, jangan terburu-buru. Oppa bisa merusak bajunya”

Ji yeon datang lalu membantunya meluruskan gulungan yang tersendat disekitar dada. Wanita itu melingkarkan tangannya menjangkau punggung hyukjae lalu meluruskan tshirt itu dengan benar.

“oppa bisa sampai dalam waktu setengah jam. Masih ada tigapuluh menit lagi. Kenapa harus buru-buru?”

Hyuk jae memamerkan gusi menggemaskan miliknya lalu menciumi pelipis ji yeon kilat. “oppa takut terlambat” tukasnya.

“aku juga terlambat. Aku bahkan harus meminta cuti karena tidak bisa masuk lagi”

Ji yeon menatap hyuk jae yang tersenyum menggoda. “maaf, semalam benar-benar diluar prediksiku.” Lalu lelaki itu mengusap ibu jarinya pada pipi tembam ji yeon “kau selalu sulit untuk dilewatkan” bisiknya geram.

Hyuk jae berbalik dan meraih koper kecilnya. Mengecek tas kecil bawaannya lalu berbalik, mendekati ji yeon yang sudah siap dengan kemeja hitam ditangannya. Hyuk je segera mendekat dan membiarkan wanita itu memasangkannya pakaian.

Diam-diam memperhatikan wajah menggemaskan ji yeon yang begitu telaten dalam mengurusi kebutuhannya.

“hanya ada empat baju ganti. Manager bilang perlengkapan panggung sudah ditanggung sponsor. Aku meletakkan beberapa krim yang oppa butuhkan saja”

“susu strawberry?”

“sudah. Iphone dan maskermu ada didalam handbag. Jangan lupa minum vitamin dan berhenti tidur terlalu larut.”

Hyuk jae mengangguk patuh ketika ji yeon berhenti berbicara. Wanita itu memang suka cerewet jika hyukjae akan bepergian jauh, tapi disanalah kelebihan ji yeon. Memperhatikannya lebih membuat hyuk jae merasa begitu hangat.

“bagaimana ini? Aku sudah merindukanmu sekarang” ia merajuk kemudian melingkarkan jemarinya pada pinggul ji yeon.

“jangan bercanda!” lalu ji yeon menyentakkan ujung kerah hyuk jae dan mengancingkannya cepat. “oppa berjanji akan pulang secepatnya. Aku tidak terima perjalanan satu minggu lebih. Dan berhenti bertindak macam-macam. Kau sudah terlalu tampan untuk terus dilirik banyak yeoja, arra?!”

Hyuk jae terkekeh geli. “nan arra. Aku harus pergi. Berikan satu.”

“apa?”

“bibirmu, sayang”

Lalu ji yeon tersenyum tipis dan mengecupnya cepat.  Membiarkan hyuk jae menggeram kesal lalu kembali mencondongkan tubuhnya cepat.

“cah, kau harus pergi” tandas ji yeon menahannya.

“tapi itu terlalu singkat. Kau sendiri yang bilang aku masih punya tiga puluh menit lagi”

“sudah pukul sembilan. Bisa saja masih banyak kendaraan yang menghalangimu.” Ia berbalik lalu mendorong hyuk jae menuju pintu. Membiarkan namja itu penasaran dan mengejarnya kembali secepat mungkin.

Hyukjae memaksakan diri mengecupnya sekali lagi lalu menyeret koper kecilnya cepat. “sial, aku akan kembali secepatnya. Aku mencintaimu”

 

END

Bukan buat apa-apa. Datar, tanpa konflik, flat. Iya, soalnya ficlet ini Cuma bertujuan buat ngasih tau kalian semua kalau,, Hyukjae ganteng bangett!!

Sialan banget!

Udah pada nonton comeback stage mereka, belum? Asdfghjkl demi apa lagu ‘shirt’ sekalian dance sekalian tampang mereka itu,,,, amazing! Demi apa itu hyukjae ganteng banget T^T haaa  ganteeenngg T-T pake senyum-senyum sok kece terus banyak goyang-goyang pantatnya *apa aku aja yang sadar?* suka banget sama hyukjaenya haaaa eomma D’:

-abaikan-

Aku usahakan ngepost FC secepatnya. Haha, maaf ya, ini udah ngalay *tapi serius hyukjae itu,, asdfghjkl gantengnya perfection bangetT^T*

 

With love, Park ji yeon.

 

 

 

12 thoughts on “My Kind Of Perfection

  1. aku setuju sm km dq..
    sumpah demi apa di mv mereka hyukjae cakepnya ngalah2in siwon..
    ya ampuuuuunnn..
    aku jerit2 ngeliatnyaaa..
    ampuuunn..
    ini sweet yaa.. no konflik, tp bkin yg baca senyum2 sendri..
    aaahhh, aku ga sbr nungguin FC dq..

  2. Shi Viviana says:

    ninggalin jejak dlu dh entar ru baca,,,takutnya ntar ga bsa koment coz on nya lwat hp….

  3. sapphire says:

    Setuju bgt hyukjae pas comeback nya nyanyi shirt itu bener ganteng aku bahkan muter 2 comeback stage nya berkali 2 demi apa coba dancenya keren bgt

  4. ahahahha edan! iseng buka blog dian dapat yang beginian. hahahha.. aku belum liat MVnya. lagi nahan diri soalnya mau fokus ke TA. dan sialan! gara2 ini aku jadi penasaran 200%. anak kuliahan, belajar aja gih, g usah update yg macam2.. kamu meracuni otak ku😀

  5. lia aprilia says:

    DIA MEMANG MEMATIKAN SIH
    AKHHHHHHH RASANYA MAU NYEBUR AJA KE RAWA2 NGELIAT DIA KAYA BEGITU SETIAP HARI 😍😍😍😍😍😍😍
    MAKIN CINTA YG PASTI HAHAHA

  6. ai-sparkyu says:

    SHIRT!!!
    Emang di comeback stage mereka kali ini luaarr biasaaa!!!
    Nonton berkali-kali juga gk bosen”..
    Ini ceritanya sweet bgt!
    Duh, ngebayangin hyuk jae yg sekarang makin terlihat ganteng dan seksi bersikap seromantis itu sma ji yeon bikin ngiri bgt!!!

  7. tata says:

    unnie blum lihat MVnya. jadi pas baca ini agak penasaran. mau comment ragu. jadi unnie putuskan buat nonton dulu. n yaaaa holly f**k itu ahjussi2!!! tambah tua tambah edaaaaan ganteng n kharismanya ><
    hadeeeeh ini emak2 masih aje jiwa fansgirl nya muncul kalo liat yg bening2 ;D
    tapi iya loh… goyangan mereka manteeeepp bgt
    lagunya juga manis bgt. itu comeback dikrmss manis n centil banget. mereka g sadar umur. asal fans bahagia aoapun dilakuin

  8. minrakyu says:

    ahhhh,,,manisnya pasangan ini///
    suka deh,,,

    btw,, emang comeback kali ini bener2 WAW..
    g cuma enyuk ajah yg tampannya luar biasa,,Kyuhyun juga parah banget tampannya…
    uwaaaaaaaa….
    apalagi di MV MAMACITA…

  9. Nathalie park says:

    Udh lama g maen k’sni…woah..hyukjae sm jiyeon udh nikah????slmat y…b’untung bgt skrng dy ada yg ngurusin..kekekekeke..dan emnk bnr bgt smua member d’comeback mamacita ini ganteng” bgt…smkin tua smkin b’sinar…kekekekek

  10. keiobi says:

    Duhhh …
    Eonni games sma couple ini…

    Gag nyngka feel ny dpt bgt..

    Waahhhh..
    Q jdi shipper baru ni couple..

    Keep fighting eonnii…

  11. KIM YEMI says:

    setuju >< i like it !! thor jgn lupa FC part 24 ya keren banget tu ff^^

  12. diah.dimin says:

    ahh dasar hyuk2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s