Fabulously Castle part 21

FC

Judul         : Fabulously Castle 21

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

 

Kyu hyun menekan tombol lantai teratas berkali-kali. Sial. Kisi kisi lift terasa begitu lambat untuk tertutup sementara ia sendiri kini tengah diburu waktu untuk mengejar keterlambatannya. Je young sedang bersama appanya, pria tua diktator yang kyu hyun kenal sebagai anti sosial.

Kyu hyun kalut. Ia tak ingin mencemaskan apapun selain keadaan je young. Pria tua itu,, kyu hyun tak tau apa yang tengah ia pikirkan. Yang jelas, kyu hyun begitu kawatir jika tuan cho yang terhormat itu kini tengah mengancam atau bahkan yang lebih buruknya lagi berusaha menghilangkan je young dari rotasi kehidupannya.

“sabar sedikit, cho. Kau bisa merusaknya!”

Kyu hyun berbalik dengan kerutan dikening, wajahnya tampak sangat cemas namun donghae siwon dan hyuk jae kini justru terlihat ingin tertawa. Terpingkal karena cho kyu hyun yang memiliki harga diri tinggi itu kini nyatanya juga berubah menjadi idiot.

“sabar apanya?! Kau tau, kan, pria tua itu seperti apa?!”

Ting!

Lift berbunyi, kisi kisinya terbuka lalu belum sempat menunggu, kyu hyun buru-buru melangkah meninggalkan tiga orang lainnya yang kini saling berpandangan geli.

Kyu hyun berjalan cepat, belokan disana akan membawanya para satu ruangan luas. Satu ruangan yang selalu menjadi ruang kerja yang kini tengah digunakan appanya untuk mengadakan pertemuan mendadak secara empat mata dengan je young.

Kyu hyun mendengus sekali ketika pintu ruangannya terlihat. Dengan cepat ia bergerak, membuka pintu ruangannya dengan begitu keras lalu segera berjalan menuju je young. Kedua mata kyu hyun terus menatap lurus appanya.

“apa yang appa lakukan di kantor?”

Kyu hyun merasa sedikit terintimidasi ketika tuan cho berdiri dan tersenyum licik padanya. “tidak.. aku hanya ingin tau..” lalu ia melirik je young sebentar “wanita seperti apa yang telah merebut hati anakku” lanjutnya.

Kyu hyun tak bisa berkata apapun. Begitupu je young yang terlihat begitu terkejut. Entahlah, mungkin ini kali pertama ia bertemu appanya yang terkenal memiliki aura mengintimidasi yang begitu besar.

“kalau begitu kau sudah melihatnya, appa”

Kyu hyun berusaha untuk bersuara agar tak menimbulkan  keheningan yang mencekam. Dan itu berhasil. Tuan cho tak perlu banyak kata-kata untuk membaca isi kepala anaknya. Watak mereka hampir sembilan puluh persen sama. Jadi, hanya melalui gerakan kecilnya saja, tuan cho menegerti jika kyu hyun begitu ingin ia segera pergi.

Lelaki itu mengalah, ia segera berjalan maju tanpa berkata apapun. Lalu tepat diujung pintu ia berhenti. Melirik sebentar kebelakang lalu kembali tersenyum. “appa tunggu kau diperpustakaan malam ini”

Kyu hyun hanya mendengar. Lalu ia segera berbalik menatap je young usai lelaki itu menghilang. Kyu hyun segera berlutut, menatap kedua bola mata je young yang terlihat kosong.

“apa kau baik-baik saja?”

Hening. Je young tak menyahut sekalipun dalam detik detik yang lama. Lalu sebentar lalu kepalanya segera menoleh dengan kedua bola mata yang membesar.

“itu,, appamu?!”

Suara je young benar-benar kecil. Nyaris tak terdengar. Tapi ia berusaha untuk kuat, seperti je young yang sebelum-sebelumnya.

“apa yang dia katakan padamu? Dia mengancammu? Dia akan melakukan sesuatu??”

Je young mengerjap sekali. “haah? Dia mengira kita benar-benar sepasang kekasih.” Kedua mata je young menyala menyadari sesuatu. “astaga! Dia mengira kau benar-benar menyukaiku!!”

Je young segera berdiri. “hentikan dia! Dia harus tau perjanjian kita. Cepat, hentikan dia, cho kyu hyun!!”

Sementara je young terus bersikap panik, kini kyu hyun justru dirundung rasa sakit. Perjanjian? Je young masih berpikir bahwa ini semua adalah perjanjian lama mereka? ‘ia pikir aku benar-benar kekasihmu?’ jadi sekarang je young bukan benar-benar kekasihnya?

Kyu hyun menggeram marah. Ia tak lagi takut dengan apapun kecuali dengan status hubungannya yang belum samasekali terasa jelas.  Kyu hyun menarik lengan je young dan membawanya cepat.

 

 

__

Je young melangkah dengan cepat. Langkah kakinya sedikit mengalami kendala karena seperti yang je young tau kakinya tak sepanjang milik kyu hyun.

“kau bisa pelan-pelan sedikit, kan?”

Je young memekik, namun tak benar-benar kyu hyun perdulikan. Namja itu justru kini membuka pintu mobil dan menghempaskan je young untuk masuk. Usai itu, kyu hyun masuk dari arah berlawanan dan segera menyalakan mesin mobilnya.

“ya! Kita mau kemana? Ini masih jam kantor!”

Mata je young membesar memperhatikan kyu hyun yang kini mulai memasukkan perseneling dan ban mobil berdecit. “cho kyu hyun!” pekik je young ulang.

Kyu hyun merasa jika ia hampir tuli. Tapi tak apa, ia dan je young perlu waktu untuk berdua meski untuk membawanya memang memerlukan usaha yang luar biasa. Kyu hyun menginjak pedal gas, melajukan mobilnya membelah jalanan kota pada pukul sembilan pagi.

Jam rawan kesunyian karena semua orang sudah akan berada didalam kantor mereka masing-masing.

“kau bisa menjelaskan sesuatu padaku selagi menyetir. Kau pikir ini lucu? Cho kyu hyun aku harus bertemu in young!”

Je young terhuyung kekiri saat mobil menghindari mobil lainnya. Kyu hyun memutar stir mobil dalam-dalam. Membuat je young terkejut bukan main.

“astaga, kau ingin aku mati?!” pekiknya kembali.

Je young menatap kyu hyun sengit. Pria sialan itu bahkan tak mendengarkannya usai menculiknya dari kantor pagi ini. Je young masih memiliki banyak pekerjaan, dan ia bisa terlambat mengumpulkan berkasnya jika kyu hyun terus seperti ini.

“Cho kyu hyun, jangan bercanda! Ini tidak lucu!!”

Ban mobil kembali berdecit. Je young terdiam, tiba-tiba wajah kyu hyun sudah begitu dekat dengannya, membuat darah je young mendidih secara spontan.

“kau pikir ini lelucon? Kau yang seharusnya mendengarkan itu dariku. Ini tidak lucu, shin je young!” pekik kyu hyun membuka pembicaraan pagi itu.

Je young mengernyit tak mengerti. “kau pikir aku tengah melakukan apa? Aku tak menyuguhkan guyonan lucu, jika kau tau”

“hoh, ini lebih tidak lucu lagi, shin je young!”

Kyu hyun segera keluar, membuka pintu dan tak lama pintu je young terbuka. Tangan kyu hyun segera menggenggam pergelangan tangannya. Menariknya menuju toko yang kini berjejeran dipinggiran jalan.

“ya! Kau mau apa?”

Kyu hyun terus menariknya. Yang je young tau kini ia tengah memasuki sebuah pintu kaca yang besar. Lalu didalamnya terdapat puluhan intan yang berkilauan. Je young mengernyit tak paham.

“lepaskan, kyu! Apa yang kau lakukan?!”

Kyu hyun berhenti tepat didepan seorang penjaga toko. Wajahnya segera berpaling menghadap je young lalu mengunci matanya dengan sekali helaan nafas.

“kau mau menikah? Ayo kita menikah saja! Tolong berikan kami cincin pernikahan”

Je young membulatkan kedua bola matanya. Tubuhnya kaku. Dan kini ia tak lagi paham apa yang tengah berkeliaran disekitarnya.

 

 

__

Eunna menggeliat kesamping. Perutnya terasa begitu meresahkan. Sesuatu seperti tengah berputar-putar disana. Mengaduk-aduk seluruh lambung dan usunya yang bahkan belum diisi makanan pagi itu.

“na-ya! Ireona!!”

Eun na menutup matanya rapat-rapat.

“sayang, ini sudah pukul sembilan. Mau jadi istri seperti apa kau jika terus seperti ini?!!”

Eun na menutup wajahnya dengan onggokan bantar. Sial! Semalam ia baru tidur pukul tiga pagi, belum mengisi perutnya dan semua itu karena tayangan drama yang baru-baru ini ia sukai.

Aneh, eun na bahkan tak ingat ia suka cerita drama sebelum ini.

“ya tuhan,, bagaimana mungkin aku memiliki anak gadis sepertimu”

‘aku tidak gadis lagi, eomma!’ batin eunna cepat. Tiba-tiba bantalan yang ia gunakan untuk menutup wajahnya tertarik. Lalu matahari pagi segera menyapa eun na dengan kejam. Ia mengerutkan kelopak matanya demi mengadaptasikan cahaya matahari yang terlalu menusuk.

Disana, eunna menemukan eommanya yang sudah rapi dan tengah melipat kedua tangannya didepan dada. Ekspresi eommanya begitu mengesalkan. Seandainya eommaya tau jika ia baru saja tidur sekitar enam jam mungkin wanita paruh baya itu tak akan membangunkannya seperti ini.

“cepat bangun!”

Tangan eun na ditarik cepat. “ahh eomma, aku masih mengantuk!”

“aish, kau pikir kau masih anak remaja, huh? Kau bahkan akan menikah beberapa bulan lagi!”

Eun na duduk dan membuka matanya sedikit. Hanya sedikit saja mengingat ia belum benar-benar bangun. “aku dan donghae bahkan belum pernah berencana untuk menikah beberapa bulan mendatang. Bagaimana eomma bisa tau kapan aku akan menikah?!”

Wanita parubaya itu mendesis geram “entah kapanpun itu, kau tetap akan menikah. Jadi biasakan saja bangun pagi!”

“aku, kan sudah terbiasa bangun pagi, eomma. Tapi untuk hari ini saja, aku ingin bangun lebih siang”

Eun na memohon, tapi tak cukup ampuh untuk melunakkan hati eommanya. Wanita itu menarik eunna memasuki kamar mandi, mencipratkan air didepan wajahnya lalu menatapnya garang.

“eomma akan berangkat ke busan bersama appamu selama dua hari. Sarapan pagimu sudah ada diatas meja. Sekarang, mandi dan beraktifitaslah seperti seorang wanita. Eomma pergi”

Wanita itu mengecup ujung kepala eun na lalu menghilang dibalik pintu. Eun na hanya terdiam. Matanya masih setengah terbuka saat ia mendengar pintu kamarnya tertutup.

 

 

__

Eun na keluar dengan jubah mandi yang masih menutupi tubuhnya. Rambutnya masih basah dengan ujung yang masih menitikkan air. Eunna menggunakan handuk untuk mengeringkannya.

Sebelum berjalan, ia sempat melirik ponselnya sebentar. Ada beberapa pesan dari donghae. Tapi mungkin ia bisa membalasnya nanti. Karena setelah mengaduk-aduk perutnya, eun na kini merasa jika ia sangat-amat-lapar.

Eun na berjalan gontai menuju meja makan. Oh, hanya akan ada dia sendiri mulai saat ini hingga mungkin dua hari kedepan.

Eun na melirik segelas susu vanilla, dengan cepat menyeruputnya lalu duduk pada bangku meja makan. Tangannya meletakkan ponsel lalu membuka tutup piringan yang berkemungkinan besar berisikan makanan untuknya.

Namun detik berikutnya, eun na justru berjengit jijik. Ia segera berjalan mundur lalu berlari menuju kamar mandi.

 

 

__

“ya sayang, aku sampai dalam lima belas menit lagi”

Siwon menjauhkan layar ponselnya lalu mendesah gusar, “iya, tunggu sebentar. Aku akan datang” tukasnya kembali.

Hyuk jae yang kini berada disamping siwon tersenyum geli, begitupun dengan donghae yang anehnya justru sudah tertawa lebih dulu. Tak lama, siwon menutup hubungan ponselnya dan kembali mendesah.

“sialan, sepertinya hye yo mulai terkena prawedding syndrom

Setelahnya, donghae dan hyuk jae lebih tak bisa lagi untuk menaha tawanya. “prawedding syndrom? Apa semenyeramkan itu?” tanya donghae mengolok.

Siwon melemparkan tatapan super tajam miliknya pada donghae. “jika kau berencana untuk menikah dalam waktu dekat, tolong kabari aku” ia menjatuhkan kepalan tangannya pada lengan donghae dan mengumpat kesal.

“sudah kukatakan kau tidak perlu menikah”

Kini siwon balik menatap hyuk jae “berhentilah berkelakar jika pernikahan seburuk itu lee hyuk jae”

Hyuk jae hanya menanggapinya dengan tertawa kecil. “kau tak akan segusar ini jika pernikahan memang benar-benar indah”

“ini hanya ujian sebelum aku benar-benar bahagia”

Donghae menatap hyuk jae ragu. Sialan. Siwon ternyata sudah benar-benar siap untuk menikah. Jauh sekali dari donghae ataupun hyuk jae yang hingga saat ini bahkan belum memikirkannya samasekali.

“aku harus pergi. Hye yo bisa menghancurkan seluruh isi butik jika aku tidak sampai dalam lima belas menit”

Siwon membersihkan seluruh bawaannya –ponsel, tab dan dompet. Menaruhnya pada saku celana lalu segera berdiri. Ia menatap hyuk jae dan dong hae bergantian.

“jadi, ada yang ingin ikut denganku atau kita berpisah disini?”

Hyuk jae segera mengedikkan bahunya sekali. “aku harus menemui ji yeon siang ini. Sampaikan salamku pada hye yo”

Siwon mengangguk paham. “dan kau?” kemudian melirik donghae.

“aku ada—“

Drrt.. Drrt..

Donghae berhenti berbicara, ponselnya bergetar lalu bibir tipisnya melengkungkan sebuah senyuman. Dengan cepat siwon dan hyuk jae tau apa yang tengah terjadi. “nah, kan. Aku baru akan menghubunginya”

Donghae mengangkat ponsel miliknya. Menunjukkan nama eun na pada incoming call. Ia beranjak  berdiri lalu tersenyum manis. “aku akan kerumah eun na. Kita berpisah disini saja”

Donghae berjalan lebih dulu, meninggalkan hyuk jae dan siwon. Tak lama siwon menyusul dan meninggalkan hyuk jae yang masih menyendiri diujung kafe.

 

 

__

Kyu hyun memutar kotak kecil merah dari kain beludru dalam genggamannya. Salah satu tangannya menggenggam satu cup kopi yang sebelumnya ia putuskan untuk dinikmati. Kyu hyun menatapnya lekat-lekat. Dan baru saja tersentak pada kenyataan jika ia sudah benar-benar bertindak seperti orang bodoh.

“menikah apanya..”

Kyu hyun tertegun mendengar gumaman je young yang duduk tepat disampingnya. Ia segera melenguh dan menghirup nafasnya dalam-dalam.

Je young memang terkejut bukan main. Bahkan yeoja itu tak sempat bersuara hingga cincin yang kyu hyun pilih sendiri itu terbayar lunas. Yeoja itu justru memakinya tepat disisi mobil yang terparkir dipinggiran jalan.

Membuat kyu hyun kaget bukan main.

“memangnya apa yang salah dengan menikah”

Kini kyu hyun balas menggumam. Seperti anak kecil yang tak berani berbicara langsung, seperti itulah sosoknya kini. Kyu hyun justru menatap kotak cincin yang terlanjur ia beli itu dalam-dalam.

“tentu saja salah. Kita bahkan baru saling mengenal beberapa bulan yang lalu” tutur je young semakin kesal “dan dengan tambahan jika kita saling berdebat tanpa ujung”

“memangnya menikah butuh waktu berapa lama?!”

“tidak lama. Saling menyesuaikan diri yang membutuhkan waktu lama”

Kyu hyun terus mengoceh, dan je young terus menjawabnya. Mereka duduk, tapi sekarang justru terlihat saling membelakangi. Benar-benar seperti anak kecil.

“kita bisa melakukannya usai menikah” Kini, je young memejamkan bola matanya dalam-dalam.

Menikah. Menikah. Menikah.

Sialan. Memangnya mereka tidak memilik topik lain untuk dibicarakan? Ia dan kyu hyun bahkan baru bersama selama kurang dari enam atau tujuh bulan. Atau mungkin memang sudah lebih dari itu. Atau,, entahlah.

Yang jelas, dalam waktu sesingkat itu akan sangat-amat tidak mungkin untuk je young percaya jika kyu hyun kini tengah melamarnya. Mengajaknya untuk menikah.

Konyol sekali. Mereka bahkan tak memiliki hubungan apapun. Hanya satu benang semu karena perjanjian konyol yang nyatanya tidak menguntungkan pihak manapun.

Jessica tetap berusaha mengejar kyu hyun –meski dengan intensitas yang jauh berkurang-. Tapi keinginan je young untuk menjauhkan ji yeon dari hyuk jae nyatanya tak berbuah apapun.

Hyuk jae justru kini terlihat lebih dekat dan anehnya benar-benar tak lagi dapat dipisahkan dari ji yeon. Meski memang, namja itu tak lagi berkeliaran disekitaran wanita. Tak menyakiti ji yeon. Tapi tetap saja, dalam hal ini, je young tak sedikitpun diuntungkan.

Mereka juga tak sekalipun pernah mengucapkan kalimat-kalimat konyol semacam ‘aku mencintaimu’ atau kalimat menggelikan lainnya. Jadi, mengapa sekarang harus menikah?

“kau konyol sekali”

Kyu hyun tersentak. Kini, suara je young tak lagi terdengar menggumam. Ia memang tengah berbicara pada kyu hyun. Setelah keterdiaman panjang mereka.

Kyu hyun mencoba berbalik, dan,, seriuss! Ini sungguh menjijikkan sekali. Mengapa pada kesempatan ini kyu hyun terlihat seperti bocah yang baru saja jatuh cinta? Sejak kapan ia menggunakan metode saling tanya jawab dengan bergumam untuk berkomunikasi?

Dan.. astaga,, apa yang kyu hyun lakukan dengan kekesalan kecilnya? Ia terlihat seperti adik kecil yang tengah meminta permen. Saling memunggungi karena bermusuhan dan saling terdiam tanpa suara.

Kyu hyun berbalik dan menatap je young yang kini justru tengah memandangi lurus danau yang terletak disalah satu taman kota yang ia pilih. Kedua matanya terlalu fokus. Dan kyu hyun yakin jika semenjak saat itu ia hanya perlu serius dalam mendengarkan perkataan je young.

“kau memintaku untuk menjadi kekasihmu, aku setuju. Perjanjian kita yang tanpa sentuhan dan kau melanggarnya, aku tak marah. Lalu sekarang, kau memintaku untuk menikah. Menurutmu aku harus seperti apa?”

Kyu hyun mengerjap. Menghela nafasnya gusar. Ia juga tau ini terlalu cepat. Tapi gagasan menikah memang secepat itu saja menghujami otaknya beberapa waktu yang lalu.

Kyu hyun juga baru menyadari perkataanya terlalu berlebihan. Tapi, menikah juga bukan hal yang buruk, menurutnya.

“kenapa tidak kau terima saja?”

Dan detik berikutnya kyu hyun dihadiahi sebuah delikan tajam. Khusus dari je young. “kau pikir menikah itu mudah?!” pekiknya lucu.

Dan pada akhirnya kyu hyun mencoba untuk tertawa. Baru kali ini ia merasa jika je young benar-benar mencemaskan hubungan mereka. “kau bahkan belum menikah. Darimana kau bisa tau jika menikah itu tidak mudah?”

“aku tidak tau. Tapi menikah dalam pikiran kusutmu tentu berbeda dengan yang ada didalam pikiranku”

Kyu hyun kini menatapnya lekat-lekat. Berbeda, ya? Dimana letak bedanya? Hanya mengucapkan janji suci lalu berumahtangga, bukan?

Tapi kyu hyun menolak untuk mengutarakannya. Ia takut kembali membuat je young kesal. Padahal, kyu hyun sendiri tau jika tak ada satupun tindakannya yang tak membuat je young kesal.

Dan, oh! Kyu hyun lupa. Entah sejak kapan, ia seperti kehilangan analisa kuatnya. Kyu hyun seperti kehilangan insting. Susah sekali menebak jalan pikiran je young sementara sebelum ini, dengan sebuah tatapan mata saja ia bisa membaca seluruh isi kepala seorang wanita.

“mengapa kau berpikir akan menikah?”

Kyu hyun kini tertarik menuju dunia nyata. Ia menatp je young sekali lagi begitu lekat. Otaknya juga berpikir, mengapa ia bertanya ‘kau mau menikah?’ pada je young? Yeoja itu bahkan tak pernah membahas apapun tentang pernikahan sebelum ini dengannya.

“entahlah,, aku juga tidak tau”

Je young terkekeh geli. “kau bodoh” tuturnya mengejek. Dan kyu hyun mengangguk. Lalu secepat kilat menggeleng dan melebarkan bola matanya. ‘apa?? Bodoh?’

“sejak kapan kau berani mengataiku?”

Je young melunturkan bahunya sejenak. “kurasa sejak awal kita memang saling mengatai satu sama lain”

Je young tersenyum. Dan kyu hyun tak bisa menahan diri untuk ikut tersenyum. Benar, mereka memang dipertemukan dari segala macam perdebatan. Semuanya. Mulai dari hal sepele, hingga hal krusial lainnya.

Kyu hyun tiba-tiba tersentak. Kedua bola matanya kini memancarkan sinar yang sedikit awas.

“je..” panggilnya pelan. Je young menoleh, dengan tatapan yang luar biasa membuat jantung kyu hyun bergedebum kencang. Kyu hyun memilih menjauhkan pandangannya dari je young, menatap lurus danau didepan. “apa yang dikatakan appa padamu?”

 

 

__

“sayang?!”

Donghae melangkahkan kakinya memasuki rumah eun na. Baru saja ia akan memencet tombol ketika tiba-tiba eommanya eunna meminta donghae untuk mengawasi yeoja itu. Jadi, dengan cepat ia masuk tanpa memperdulikan bel rumah.

Disana tidak ada pembantu. Hanya beberapa pengurus rumah yang akan pergi menjelang siang dan kembali lagi disore hari untuk membersihkan rumah.

Donghae memelangkah menuju ruang tengah. Disana ada televisi yang dibiarkan menyala tanpa ada yang menontonnya. Donghae mengedik, kembali melanjutkan langkahnya hingga kini ia berada didepan pintu kamar eun na.

“sayang??” panggilnya pelan.

Donghae perlahan menyentuh handle pintu, membukanya dengan sangat amat pelan hingga pada akhirnya menemukan kamar yang masih berantakan. Donghae mengerutkan keningnya frustasi. Kamar yang penuh corak pink –yang anehnya mulai ia sukai- itu jarang sekali terlihat berantakan. Eun na merupakan tipikal gadis yang rajin dalam membersihkan ruangannya.

Jadi, pada akhirnya, donghae berjalan. Memunguti bedcover yang hampir menyentuh lantai dan menaikkannya menuju ranjang. Donghae juga memungut beberapa buku yang berserakan diatas ranjang dan menaruhnya menuju meja yang terletak disudut ruangan.

“kau sudah datang?”

Donghae berbalik, dan menemukan eun na disana. Mulanya, ia ingin tersenyum. Namun tiba-tiba bibir donghae menjadi datar. Kedua alisnya menyatu dengan kening yang berkerut.

Donghae berjalan menuju eun na. Yeoja yang masih dengan jubah mandinya itu segera melangkah mundur ketika jemari donghae mengusap pipinya dengan cepat. “kau sakit?” tanya donghae dengan binar mata penuh kecemasan.

Eun na menggeleng.

“lalu? Wajahmu pucat sekali” gumamnya makin kawatir.

Eun na menatap donghae dalam-dalam. Ia belum berbicara –selain pertanyaannya pada donghae- semenjak pagi. Dan donghae merasa jika yeoja itu tengah berbeda.

“kau kenapa?” tanyanya lagi dan kali ini dengan nada yang super rendah.

Eun na mengerjap beberapa kali. Haruskah ia berbicara? Gadis itu melirik kedua mata donghae intens dan memilah perkataan seperti apa yang harus ia ucapkan saat ini.

“hae-ya..” panggilnya pelan.

Donghae membimbing eun na menuju ranjang. Mendudukkannya lalu segera berjongkok. Menatap eun na dalam sebuah senyuman tipis lalu kembali mengusap pipinya lembut. “ya, sayang?” jawabnya.

“b bagaimana jika aku hamil?”

 

 

__

“kurasa belum waktunya makan siang. Mengapa nyonya super sibuk masih duduk santai dan menelepon seseorang?”

Ji yeon terkesiap, memperbaiki posisi duduknya dengan cepat dan menghela nafasnya berat usai menemukan hyuk jae disana. Ia tersenyum tipis.

“nanti aku hubungi lagi” tukasnya pada ponsel lalu menutupnya dan memutar kursi kerjanya menghadap hyuk jae. “oppa datang?” tanyanya girang.

Hyuk jae terkekeh. “mengapa ditutup? Kau takut kekasihmu tau jika aku yang datang?”

Ji yeon buru-buru mengerucutkan bibirnya lucu. “aku tidak punya siapa-siapa” tukasnya cepat. Dan hyuk jae segera membalasnya dengan mengacak rambut ji yeon. Membuatnya sedikit berantakan.

“kau punya aku”

Ji yeon menjulurkan lidahnya cepat.

Kejadian itu memang sudah berlalu beberapa minggu silam. Tak ada yang benar-benar terjadi diantara mereka kecuali hyuk jae yang kini berusaha untuk menjadi lebih ramah pada ji yeon. Dan,  tak ada yang saling memiliki. Bahkan setelah hyuk jae berani mencuri ciuman pertamanya.

Hyuk jae bukannya tak ingin mengakui ini sebagai sebuah hubungan. Hanya menurutnya terlalu cepat jika ia menyimpulkan bahwa ia sendiri tengah mencintai jiyeon. Hyuk jae tau, ia merasakan kenyamanan yang berbeda jika ji yeon berada disisinya. Tapi rasa semacam itu saja tidaklah cukup untuk membuatnya yakin pada sebuah hubungan.

Hyuk jae pernah gagal. Ia juga pernah ditinggalkan cinta terbesarnya –appa-. Ia juga tumbuh dari keluarga yang terlalu miskin kasih sayang hingga saat ini mempercayai cinta sungguh terasa sulit untuknya.

Bahkan hyuk jae sudah hampir lupa bagaimana rasanya jatuh cinta.

Ji yeon justru adalah gadis pertama yang mampu bertahan disisinya dengan tingkah polos yang anehnya membuat hyuk jae tak mampu berkutik. Ia kehabisan ruang gerak hingga tak mampu melakukan apapun selain bertahan menemani jiyeon.

‘boleh aku bertanya sesuatu?’

‘hmm, tentu’

‘mengapa kau memilih mencintaiku?’

‘aku tidak tau’

‘kau harus tau. Segala hal harus memiliki alasan’

‘apa cinta juga membutuhkan alasan? Aku tidak tau mengapa aku bisa begitu mengagumi oppa. Yang jelas, meski terkadang aku menangis, kesedihan seperti itu akan hilang jika oppa kembali bersikap baik padaku’

‘bodoh’

‘ya, je young juga pernah mengatakannya. Tapi bukan masalah besar, sebenarnya. Jika dengan menjadi bodoh aku bisa bersama oppa. Maka aku tak apa-apa’

Hyuk jae menatap ji yeon. Sore itu, ditengah binar oranye yang turun dari langit. Ia tak pernah menyangka jika pada akhirnya ada yang mengatakan itu padanya. Hyuk jae pikir, hanya kaum pria saja yang pantas mengeluarkan kata-kata mutiara. Tapi meski yang satu ini tidak terhitung sebagai gombalan, ji yeon tetap terasa pantas saat mengucapkannya. Entahalah, mungkin karena ia tulus, dan,, binar matanya membuat hyuk jae ingin berteriak mengapa ia tak dipertemukan dari awal saja dengan ji yeon.

‘tunggulah aku’

‘hmm?’

‘aku pernah tau bagaimana rasanya jatuh cinta. Tapi itu sudah lama berlalu. Jadi, mungkin akan semakin sulit untukku menyadari perasaan ini.’

Ji yeon menoleh, menatap hyuk jae terkejut. Dan hyuk jae berbalik, membalas setiap tatapan ji yeon dengan tulus.

‘aku tidak tau ini cinta atau bukan. Yang jelas entah sejak kapan aku terbiasa dengan kehadiranmu. Jadi, bersabarlah. Aku akan belajar secara perlahan. Mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Apa kau bisa bertahan?’

Kedua belah mata ji yeon mulai tampak buram. Ia ingin menangis. Tak pernah merasa sebahagia itu sebelumnya. Pada akhirnya, ji yeon mengangguk, dengan bibir yang ia kerucutkan lucu untuk menahan isak tangis dan air matanya.

‘aku bisa. Bukankah selama ini aku selalu menunggu? Ini akan mudah. Dan aku akan berusaha membantu oppa’

 

“sudah ada janji makan siang?”

Ji yeon melirik hyuk jae, meletakkan ponselnya diatas paha lalu menggeleng. “belum” tukasnya.

Hyuk jae kemudian tersenyum lucu. Usai berada dikafetaria kantor kyu hyun pagi itu, pada akhirnya ia memutuskan untuk menemui ji yeon. Satu-satunya yeoja yang untuk pertama kalinya hyuk jae biarkan terus berada disekitarnya –lagi-. Satu satunya yeoja yang boleh masuk kapanpun kedalam wilayah pribadinya. Satu-satunya yeoja yang entah mengapa terus mengusik dan meghancurkan isi kepalanya.

Entah hal semacam ini disebut apa. Yang jelas hyuk jae tengah merasa benar-benar nyaman. Mungkin memang akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyadari semua perasaannya. Tapi ji yeon pernah berjanji untuk menungguinya. Jadi, hyuk jae tak punya banyak alasan untuk menghindar.

Selama ia merasa perlu, maka ia akan terus berusaha agar mengerti perasaan yang bagaimana yang kini tengah menggerogoti hatinya.

Hyuk jae menarik pipi ji yeon lembut. “nanti siang aku jemput. Aku pergi”

 

 

__

Donghae diam. Kedua matanya sontak membesar tak percaya. “a apa? Coba ulangi?”

Jemarinya meremas buku tangan eun na cukup keras. Pertanyaan itu,, sungguh hampir membuat jantungnya lepas dan mengkerut. Nafas donghae tidak beraturan. Dan seluruh tubuhnya seperti dilumuri lem. Kaku.

“s sepertinya aku hamil”

Eun na menunduk dalam-dalam. Satu satunya yang mengalir dalam pikirannya adalah bagaimana reaksi donghae saat mendengar ini. Ia kalut. Eun na tentu tak mau ditinggalkan hanya karena donghae tak mau bertanggung jawab. Tapi..

“kau serius?”

Tapi kemudian kepala eun na mendongak cepat. Dari nada yang donghae sampaikan, ia tau jika lelaki itu bukannya tidak terima. Dan benar saja, saat eun na menatap manik matanya, kedua bulatan indah itu justru tengah berbinar,, bahagia?

Eun na menggeleng, masih dengan mengerucutkan bibirnya takut. “tidak tau. Tapi perutku terasa aneh. Lalu tiba-tiba aku benci bau ikan dan,, tamu bulananku belum datang. Seharusnya itu dua minggu yang lalu”

Kepala eun na menunduk kembali. Ia ingin menangis. Bodoh. Bagaimana bisa ia lupa jika ia bisa saja hamil saat melakukan ‘itu’ bersama donghae. Tapi eun na memang bodoh. Ia bahkan lupa segala hal jika donghae sudah berada didekatnya.

Eun na terkesiap ketika donghae mengangkat dagunya pelan. Namja itu terkejut bukan main saat kedua bola mata eun na mengeluarkan kristal bening secara perlahan.

“hei,, mengapa menangis?” jemarinya menghapus air mata eun na dengan cepat. “kau tidak suka dia hadir diantara kita?”

Eun na mendongak dan menggeleng keras. “bukan begitu. Kita belum menikah. Aku takut kau—“

“tidak bertanggung jawab?”

Eun na kembali menurunkan wajahnya. Ia takut sekali mengatakan ini, tapi memang itulah yang selalu eun na takutkan. Donghae terkenal akan kemampuannya mencampakkan wanita. Meski eun na cukup percaya jika donghae sudah berubah. Tapi tetap saja momok seperti itu akan membayanginya terus menerus.

Donghae tersenyum tipis. Jemarinya mengusap pipi eunna sekilas lalu mengecup dahinya lama. Eun na tau, perasaan donghae bahkan bisa mengalir hanya melalui kecupan singkatnya. Dan entah mengapa ia bisa menjadi lebih tenang.

“ayo menikah. Secepat mungkin”

Eun na maju lalu menenggelamkan tubuhnya pada dada bidang donghae. Ia belum siap menikah. Bukankah itu alasannya untuk mengulur tanggal pernikahan mereka? Tapi jika sudah seperti ini eun na justru merasa jika ia harus segera dinikahi oleh donghae atau semua akan berakhir berbeda.

“tapi—“

“bulan depan. Setelah siwon menikah. Aku yang akan mengurusnya”

Donghae melepaskan pelukan eun na. Menatapnya penuh senyuman lalu kembali mencium keningnya cepat. “kau sidah memeriksakannya?” donghae mengusap pelan perut eunna. Membuat yeoja itu meleleh bukan main.

Eun na menggeleng.

“kalau begitu ayo. Aku ingin tau apa aku benar-benar akan menjadi seorang appa”

 

 

__
kyu hyun melangkah masuk ketika senja menjemput. Usai pertemua dan sikap konyolnya pagi ini, kyu hyun tak lagi mendatangi kantor. Ia tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri hingga berada didalam kantor hanya akan memperkeruh suasana hatinya.

Kaki jenjang kyu hyun berjalan menuju ruang tengah lalu hampir menapaki anak tangga sebelum salah seorang asisten rumah tangga itu datang dan membungkuk padanya.

“ada apa?” kyu hyun menatapnya datar.

“maaf tuan, tapi ayah anda sedang menunggu diperpustakaan”

Kyu hyun menghela nafasnya gusar. Ternyata appa tidak main-main untuk berbicara dengannya. Sial. Sejauh ini, kemungkinan lelaki tua itu menerima je young memang kecil sekali. Seperti yang semua orang tau, appa tentu sudah mencanangkan perjodohannya dengan entah anak gadis siapa yang menurutnya akan menguntungkan perusahaan.

Tapi kyu hyun belum berpikir akan berperang empat mata dengan appa hanya karena ia berdekatan dengan je young. Oh hell!

Kyu hyun berdiri cukup lama didepan pintu perpustakaan rumah mereka yang besar. Jemarinya sudah tergantung, ingin mengetuk pintu namun terlihat ragu.

Kyu hyun berpikiir sejenak. Seyakin apa ia menaruh hati pada je young hingga harus berdebat dengan appa? Tapi ia juga merasa harus melakukannya. Entah karena alasan apa.

“masuk”

Kyu hyun membuka handle pintu usai mengetuknya keras. Pria tua itu tengah duduk di salah satu meja baca dengan sebuah buku tebal yang tengah ia amati. “kau sudah satang?” tanyanya tanpa menoleh.

Dan kyu hyun membungkuk kecil sebagai bentuk rasa hormatnya. “ya. Ada yang perlu kita bicarakan, appa?” tanyanya sopan namun terlilhat tegar.

Tuan cho segera membuka kacamata baca miliknya lalu duduk dengan tegap. Meletakkan buku tebal itu perlahan lalu menatap kyu hyun dengan sebuah senyuman ramah.

“ahh, tidak. aku hanya ingin memberitaumu jika kau secepat mungkin harus meninggalkannya” lelaki tua itu meraih cangkir teh mint miliknya lalu menyeruputnya sedikit. “dan aku dengar jessica sudah pulang. Bukankah itu bagus? Ayo kita langsungkan pertunangan kalian minggu ini”

 

-TBC-

 Special present buat eonni yang lagi ngidam. hihi, maaf ngadat mulu ceritanya. aku hampir writterblock  kemarin-__-

 

 

With love, Park ji yeon.

29 thoughts on “Fabulously Castle part 21

  1. indri says:

    akhirny stelah nungguin satu bln…
    eonni ini mng bikin deg2an….
    appa ny kyu kya ny tegas bnget bikin klut anak ny gtu….bs d buktiin dr kalut ny kyu klw dia cnta sm jeyoung…aduh eun hyuk mnta d tungguin tuh m jiyeon ih seneng ny couple ini….
    yg mau nikah siapa yg ? yg hamil spa?
    gini x ny ksah player insaf….lucu eon…mrk ngebet pd pngen nikah. .itu c kyu jg kirain kmn eh beli cincin …wkwkwkwkwwkwk…
    dlnjut next chap ny eon….

  2. Ayunie CLOUDsweetJEWEL says:

    Wow, KEJUTAN. Sepertinya dugaanku bakalan terjadi deCh. Hae-Na kebablasan. Wkwkwkwkwk… Kayaknya sich Eun Na hamil tuh. Dong Hae sich ganas banget ;D tapi sempat was-was, kirain Hae bakal nolak, eh ternyata. Terus JiHyuk, aku kira mereka udah jadian. Belum ternyata. Aish, Hyuk sama aja kayak HTS-an ma Jiyeon. Menyebalkan. Ada lagi Tuan Cho, enteng banget tuh kalimatnya nyuruh Kyu ninggalin Je Young, nyantai banget ngomongnya. Dan terakhir, SiHyo cepat2 nikah aja dech. Kkk…

  3. Tata says:

    eon aku baru nemu blogmu,,…
    tapi belum sempet liat2, hehe
    numpang-numpang aja dulu, besok kalo ada waktu banyak aku bakalan mantengin blog ini.. hehe

    eon kok nggak ada library??
    adain dong please pake beud….

  4. tata says:

    aaaaaa mian. jeongmal mianhae. kemaren pemgen baca tapi habis isya’ unnie uda tepar. *-*V
    n gomawo uda nurutin maunya si dedek bayi. hihihi😀

    ya ampuuun.. itu kyuje masih aja berkutat dengan sikap konyol mereka. tinggal jujur sama perasaan masing2 kok susah amat. dasar sama2 keras kepala kek anak kecil.
    noh, sampai appanya datang n minta kyu tunangan ma jess. bener2 rintangan berat ini kalo si appa g setuju sama hubungan mereka

    ya emang nikah itu ribet bang wonnie. aku dulu juga gitu. makanya kalo neng hyo gitu maklumin aja. lagian ntar juga happy akhirnya.

    haelaaaah… bang hyuk kok g bisa ambil keputusan gitu sih. kasihan kan neng ji disuruh nunggu datangnya cinta. padahal tinggal mantepin keyakinan aja kalo itu cinta -,- ckckck

    eciyeee… yang mau jadi appa. pasti girang g ketulungan itu bang hae. secara uda bisa bikin eunna hamil. seperti harapannya pas ngambil perawannya eunna dulu. aku doain bang, biar lancar sampai lahir😀 #efek ibu hamil😛

    n buat imo… jangan lama2 y lanjutannya😀

    • aku udah duga FF ini buat eon,, hahahahha..
      diaaannn.. tanggung jawab.. di part ini aku malah ngeskip cerita kyuhyun, siwon , hyuk demi catch moment hae eunna.. ah so sweet tengah malam aku senyum2 geje tauk wkwkwk.. manis banget ih hae disini, pengen nyipok…

      dan untuk siwon, aku masih belum dapet gregetnya dia di FF ini,, atau karbna aku focus sama eunna yg lagi hamil yah? emm aku gak kaget sih klo donghae ternyata malah happy sama calon babynya, aku amalah penasaran sm hyuk, perasaan baru saja mereka ngejekin siwon yg mau nikah eh tiba2 aja hae juga malah mau nikah sebulan kemudian.. hyuk pasti asdfghjhkkj banget lah hahah hahah oke..
      maaf baru kometn, aku baru make laptop lg soalnya,,, kalo di hp susah komentnya dek🙂

      eh ehehe keren lah.. kangen baca still you juga sih🙂

  5. setia says:

    aduh kyuhyun jeyoung ni kpn si jadian bnrannya. kyny jeyoung bnr2 gak peka dan kyuhyun jg, susah amat y menjelaskan yg sbnrnya.

  6. rhaaa18 says:

    Eun Na hamil Donghae nyaa seneng banget, berubah bner2 nih Donghae.. Cie sebentar lagi jadi Appa nihh …
    Errrr Hyuk sama Ji Yeon manis banget merekaa .. Tuhh kan bner Tuan Cho itu gasuka Jeyoung, malah ada Jessica lagi.. Siapa sihh diaaaa errrrrrrrr
    Scene Siwon nyaa dikit banget chingu.. Hha banyak komen nihh aku.. Pkonyaa ditunggu banget part selanjutnyaaaaaa, ahh gasabar nunggu pkonyaaa. Keep writing chingu ;))

  7. nadia1 says:

    jiyi kau hrs berthn menunggu hyukjae,,,tpi sampai kapan……….

    Yg penting kunciny sbr okkkk

  8. marly says:

    Ciyehh donghae bakal jd appa bentar lg..hohohoho..
    nah loh,skrg giliran kyuhyun yg dapat masalah..ayo dong kyu usaha lebih keras lg buat dapetin jeyoung…ohh gmana klo kyu ikutin jejak donghae wkt dapetin eun na #yadong hahahahaa….
    jiyeon ama hyuk makin deket ajeeee.. kapan nih jadian trus nikaah nya? Tinggal nunggu hyukjae sadar perasaannya… hwuiiii..

  9. Chokyulate says:

    appa Kyuhyun bilang apa? bertunangan sma Jessica? oh hell.. gimana nanti sama perasaannya jeyoung?? ga tega liatnya. walaupun blm ada kata cinta dari Kyuhyun ke Jeyoung tpi aku yakin keduanya sma2 suka.
    Syukur deh Hyukjae udah mulai buka hatinya sama Jiyeon.
    Kirain Donghae bakal shock trus ga mau terima klo seandainya Eunna bener2 hamil. ternyata dia bner2 brubah jdi lbih baik.
    yg lagi kena prawedding syndrom.. selamat menikmati. hahaha Siwon Hyeyo😀

  10. puput says:

    Saeng..thanks for update..oh please kasihani kyu disini..jgn amp dy hrs tunangan ma jessica and khilangan je..
    Donghae keren deh mw tanggungjawab..tp tetep lebih keren siwon yg bs ‘btahan’ ngejaga hye amp mreka married..
    Hyuk apa kabar ini??knapa msh ga jelas jg hub dy ma ji??
    Next update soon y saeng

  11. Quiny says:

    Yeheeee. Muncul lagi.
    Donghai manis banget yaaaa :3
    Kyuuu!! Aaaa engga sabar mau tau apa yang bakal kyu lakuin sama appa nya dan je young😮
    Next part masih ditunggu saeng ({})

  12. setelah sekian lama ku menunggu..
    *nyanyi….
    ini akhirnya di post juga..

    ngeheheheee..
    itu kyu ud ketar ketir si tuan cho dtngen je..
    trnyata dugaanya bener..
    knapa tuan cho gitu bgt siii..??
    maksa bgt..
    eniwey, eunna bnran hamil..??
    haaah, kebablasan kn..
    ga pada hati2 sih, tp utgnya yg dtkutin ga kjdian..
    donghae tanggung jawab..
    trooss jiyeon sm hyuk smkin ksnu smkn ad pningktan sprtinya..
    waaaaah yg kena prewed syndrom..

    aku menantikan part selanjutnya..
    *kisshug♥♥♥

  13. vieyoungie says:

    kyu oppa lucu,, kayak anak kecil yang ngambek dehh

  14. elftic says:

    haena bkl nyusul nih??😀
    kyu pejuangin jeyoung !!!

  15. lia aprilia says:

    Oppa ikan ku sweet banget sih, terharu 😂😂
    ciee ada yg mau jadi appa chukkaeo~ 😘

    Engkyuuuuuuu cobaan apa lagi ini, wow bakal makin seru nih kisah cinta KyuJe tapi penasaran juga apa yg di omongin appa nya kyu sama je ga mungkin emang kalo cuma mau liat je doang
    dan penasaran sama reaksinya je kalo dia tau kyu bakal tunangan sama sica, apakah nantinya dia akan menyadari kalo dia udah jatuh cinta sama kyu ^^ semogaaaa

    myeolchi ku ya ampunnnnnnn 😚😚😚😚😚😚 ,
    si casanova sudah sembuh gomawo ji kau sudah merubah hyuk ku bersabar ya kau pasti mendapatkan cinta hyukjae pada akhirnya hihih

    semoga semuanya happy ending ❤❤

  16. uwaaa eun na ama donghae mau pny anak…

    apaan coba mksd ayahnya kyuhyun…

  17. citra says:

    akhirnya keluar juga..
    apa yg dipikirkan kejadian juga..
    gimana selanjutnya ya….

  18. tiwi says:

    Duh, kalau kyuhyun sampai tunangan dengan jessica, gmn dengan jeyoung?
    Next chingu.🙂

  19. mira_MM says:

    Alhamdulillah di post juga pas ultah ku lg..jd kyk d ksh kado ni sm Dian
    >///< hehehe

    Ciee..Je di lamar..suit suit..
    tp kyu jg tlalu tergesah gesah ngelamar si mnrtku,
    mending saling jujur dl deh kali2an berdua..akui perasaan masing2 dululah.gregetan sndr ak sm pasangan satu ini.
    Kyu! gmn ni, appa mu..wah tambah runyam aj mslh..hedehhh
    nah hae..untung km mau bertanggung jwb, klo sampe lari awas aj tu org kulempar k laut ancol..hahahha

    d tgg part slnjtny diaannn ^^

  20. Sapphire says:

    Akhirnya comeback;,,, eh itu kyu-je belum punya status kah????… Hyuk juga…. Donghae eunna manis bgt,,,,

  21. ai-sparkyu says:

    Waaahhh, banyak bgt kejutan di part ini..
    Kyu yg tiba” ngajak Je nikah, Eun Na hamil, Hyuk Jae yg bersikap manis bgt ke Ji..
    Bener” gk nyangka Kyu bakal ngelakuin hal itu, tiba” bawa Je ke toko perhiasan dan ngelamar secara langsung disana.
    Dan ngeliat sikap Donghae waktu tau Eun Na kemungkinan hamil, seseorang yg dulunya anti pernikahan sekarang malah pengen cepat” nikah karena tau dia akan jadi seorang appa..
    Part ini sweet bgt, tapi jadi berubah nyesek di akhir waktu appa Kyu nyuruh Kyu tunangan sma Jessica..
    Aduh, semoga Kyu bisa mempertahankan Je ya..

  22. Lia mela says:

    Eunna hamil?!
    Omigot dongdonglee kau hebat, sir! ^^
    ahaha aku suka banget sangat sama couple EunHae ini.
    Sweet!😀

    next partnya lebih cepat lebih baik. Ahehe😀

  23. terkejut banget
    aaaaaaaa apa apaan itu appa kyuhyun waah makin rumit makin rame yaaaah.
    cieeeee eunna hamilllll

    next part pasti lebih gereget deh

  24. vita says:

    Waduhh makin complicated aplg buat kyuje yaaa,udh je nya yg msh nyangkal n pura2 bego he he trus apa nya kyu yg ikut campur lagiiii. Penasaran gmn sikap kyu niii. Buat ji hyuk moga cepet jadiannn,ska ama hub mrk skrng hyuk yg jatuh juga ke ji. Next dian tetep semangat yaaa berkarya n kuliah nyaaa

  25. ninachoi says:

    Loh, kyuhyun terhalang restu ortu.
    Kasihan kyuhyun.

  26. BebyPanda says:

    , lma gk mampir.. hohoho cerita’x. makin top.. wach akhr’y mrka pda mau nikah jga.. hahaha
    gmna nasib hub Kyuhyun ama jeyoung? next

  27. dewi says:

    Ternyata benar dugaanku kyuhyun disuruh menikah dengan jessica
    lanjut ya

  28. iyin88 says:

    Campur aduh, 3 pria brengsek skrng tlh brubah dngan mmikirkan prnikahan tnggl 1 lg yg msh gantung. Aq kra donghae bkl nolak klo eun na hamil trnyta dia mlh snng. Dan kyu mau nikh kok maksa sih hahaha… Jessica ttp jd pngganggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s