Fabulously Castle part 20

FC

Judul         : Fabulously Castle 20

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

 

“aku bertahan, tak cukupkah itu menjelaskan semuanya?”

“ya, aku mencintamu”

Hyuk jae menggeram. Hatinya bergetar hebat ketika pertanyaan yang ia pikir akan membuat ji yeon terdiam nyatanya justru membuat hyuk jae tak dapat berkutik. Bayang-bayang kesungguhan dalam setiap ucapan yeoja itu membuatnya lumpuh. Mati rasa hingga yang dapat ia dengar hanya detak jantungnya yang semakin keliru.

Hyuk jae jatuh cinta, dan ia terlalu bodoh untuk menyadarinya.

Namja itu tersadar, jemari ji yeon menyentuhnya lembut “oppa ingin kemana?”

Mereka masih berada diambang pintu apartemen hyuk jae. semalam cukup menjadi tembok besar yang nyatanya mampu dilalui ji yeon. Hyuk jae tak menjawab hubungan apa yang ia miliki bersama bom, ji yeon hanya tau jawaban dari pertanyaannya sore itu bukanlah ‘ya’.

Ji yeon kembali datang, dan hyuk jae meminta ji yeon untuk menemaninya menikmati udara segar. Kepala namja itu hampir pecah memikirkan kebodohannya sendiri. Terkadang, hyuk jae baru menyadari jika ia jauh lebih bodoh dari anak idiot sekalipun.

“terserah. Kau lebih tau tempat-tempat yang menenangkan” jawabnya asal.

Ji yeon tersenyum “baiklah, itu berarti bukan sebuah club atau pub, bukan?”

Hyuk jae tersenyum. Lift berdentang lalu ji yeon mendorong kursi roda miliknya menuju mobil. Kendaraan itu bergerak sebelum ji yeon mengatakan apapun. Hyuk jae hanya terdiam, menikmati udara yang perlahan mulai terasa segar hingga ia tak sadarkan diri dalam alam bawah sadarnya.

Hyuk jae tak tau banyak mengenai tempat yang ji yeon tuju. Ia hanya terbangun ketika deru mesin mobil telah berhenti. Bagasi belakang terlihat terbuka lalu sayup-sayup suara manusia yang terdengar sibuk. Hyukjae berniat untuk keluar, namun tiba-tiba ji yeon sudah ada diujung pintu dengan kursi roda ditangannya. Yeoja itu tersenyum, menulari hyuk jae dengan binar cerah yang menenangkan.

Hyuk jae tak tau persis kemana ji yeon membawanya, disana hanya ada jejeran pepohonan cheryblossom yang cantik. Daun mapple yang berguguran dan pohon ek yang tinggi menjulang.

Hyuk jae tersenyum. Ia pikir ji yeon akan salah arti dengan kata ‘menenangkan’ miliknya, nyatanya tempat itu memang menenangkan. Hyuk jae dapat merasakan hembusan angin yang mengusap pipinya lembut.

Ia baru menyadari jika keadaan semacam ini telah terlalu lama tak ia alami. Sekelebat bayangan serta sayup-sayup suara mendatanginya. Membawa hyuk jae pada masa lalu yang ingin ia lupakan.

 

‘appa! Appa! Cepat!!’

‘sabar, jagoan. Kau sudah memakai jaket hangatmu?’

Hyuk jae kecil mengangguk mantap. Bibirnya mulai memerah ketika rona bahagian itu mendatanginya.

‘jangan berlari!’

Hyukjae kecil tertawa ‘appa sudah terlalu lama pergi, jadi kita bisa memancing seharian, eoh?’

‘baiklah, apapun untukmu, jagoan’

 

Mata hyuk jae terbuka. Maniknya tergenang air kristal yang mulai membangkang. Bibirnya bergetar halus. Matanya menjadi lebih kosong saat sebuah kelopak cheryblossom jatuh tepat diatas tangannya yang tertadah.

 

‘haha, lihat! Bahkan chery ini menyukaimu’

Hyuk jae kecil memberengut manja ‘appa lebih tinggi!’ tangannya menggapai-gapai benang yang terulur panjang hingga dahan pohon ‘tidak bisa, lebih tinggi lagi!’

Hyuk jae kecil memberengut ketika akhirnya ia diturunkan paksa ‘sudah kukatakan berhati-hati. Jika sudah begini kau justru tak ingin melakukan apapun sebelum kailmu ditemukan’

Seseorang tampak membersihkan rambutnya yang dipenuhi kelopak cherry. Hyukjae masih memberengut. Bibirnya mengerucut menatap dahan pohon yang masih disangkuti benang transparan.

‘sudah, kita pakai kail yang lain’

‘tapi aku ingin yang itu!’

‘bocah nakal, appa akan belikan yang baru untukmu’

Hyuk jae kecil memberengut semakin kesal ‘tidak! Itu kail pertamaku, hadiah dari appa. Aku tidak mau yang lain!!’

 

Tubuh hyuk jae bergetar hebat. Jemarinya terus bergerak dan terkepal dalam getaran hebat. Kelopak cherry miliknya kusut dalam genggaman tangan. Kristal pertamanya jatuh, dan hyuk jae tertunduk lemah.

Ji yeon menyeka air matanya, tubuhnya maju memeluk hyuk jae yang masih bergetar dalam diam. Namja itu tak mengeluarkan apapun. Hanya tubuhnya yang berbicara betapa ia masih serapuh dulu, serapuh apapun yang tak diketahui ji yeon.

“k kau sudah tau?”

Tanyanya parau. Suaranya menjadi lebih serak dan terbata. Ji yeon tau jika ia menangis. Dalam getaran hebat itu hyuk jae masih bersuara kecil.

Ji yeon mengangguk. Dagunya ia sandarkan pada bahu hyukjae “sora eonni yang memberitauku”

 

‘appa cepatlah!’

Hyuk jae kecil menuruni bukit dengan cepat, meninggalkan sosok lelaki tua yang masih mengejarnya dalam tawa kecil yang menggema.

‘appa cepat!’

‘iya, bersabarlah tuan muda’

Hyuk jae terus berlari, tubuhnya berhenti ketika lengan besar itu menangkapnya dan mengangkatnya tinggi.

‘kena kau! anak nakal!’

Hyuk jae kecil terus berteriak dalam senyum bahagia. Sore itu pancingan mereka tak berisi hingga ia memiliki banyak alasan untuk tinggal lebih lama.

‘sudah malam, sebaiknya kita pulang’

‘tapi appa, kau berjanji untuk menemaniku seharian!’

‘iya, appa berjanji. Tapi tidak jika hingga selarut ini’

Hyuk jae memberengut kesal. Bibirnya mengerucut saat joran pancingan miliknya mulai dikemasi seorang pekerja.

‘tapi aku masih ingin bersama appa. Besok kau pasti akan pergi lagi’

Rambut hyukjae teracak sempurna. Lalu pipinya berbekas sebuah kecupan sayang yang lembut.

‘appa pergi untuk mencukupi kebutuhanmu. Hanya dua hari, setelah itu appa berjanji untuk tinggal’

‘satu hari penuh?’

‘satu minggu penuh hanya untukmu’

Pria itu menggandeng jemari hyukjae kecil. Bibirnya terus tersenyum saat cherry blossom yang indah terus berjatuhan mengiringi perjalanan mereka.

‘haruskah kita ke saipan?’

‘tidak. Bagaimana kalau hokaido?’

 

Tubuhnya semakin bergetar. Isakan pertama hyuk jae akhirnya keluar. Ia ingat, ingat betul masa itu. ketika ia menjadi begitu bahagia disamping lelaki tua yang malam itu meninggalkannya dalam duka yang tak pernah sembuh.

Hyuk jae terus menangis. Bibirnya basah, pun pipinya. Air matanya tumpah ruah tanpa mampu ia tahan. Hyuk jae rapuh, ia hanya namja rapuh yang terus berusaha menguatkan diri.

 

‘cepatlah hubungi pak lee, appa’

‘pak lee masih dijalan, kailmu tak akan hilang’

‘siapa yang bisa memastikannya?!’

Pria itu tertawa ‘appa. Appa akan memastikan jika kail pertamamu akan sebaik sebelum kau kehilangannya’

Hyukjae menghela nafasnya berat. Mencoba percaya pada pria tua itu sebelum akhirnya mobil mereka berjalan.

__

Saat itu aku masih 9 tahun. bibirku tak pernah berhenti tersenyum saat otakku mulai dapat menganalisa betapa aku adalah anak yang beruntung dilahirkan dalam keluarga besar Lee.

Appa seorang yang tampan, ia pintar dan berwibawa. Aku memiliki seorang eomma yang cantik. Ia lembut dan sangat pintar memasak. Serta seorang kakak yang tak pernah berhenti merecokiku tentang mainan bonekanya yang masih terus ia rasa kurang.

Appa memiliki banyak perusahaan. Seluruhnya bukanlah perusahaan yang kecil, dan appa berkata jika suatu saat nanti aku akan menjadi orang nomor satu yang akan mengendalikan semuanya. Aku percaya, karena itu aku ingin tumbuh menjadi anak yang ‘pantas’ untuk menjalankan keinginan appa.

Aku berbaur dengan mereka, kaum sosialita yang tak perduli apapun selain uang. Aku berkali-kali menikmati cara appa membubuhkan tanda tangannya pada materai mengkilap. Lalu appa akan berkata ‘nah, satu lagi yang akan aku wariskan padamu, nanti’

Aku mencintainya. Appa selalu memiliki waktu yang ia sisihkan untuk bercengkrama dengan keluarga. Dan memiliki waktu untuk berbicara berdua hanya denganku. Appa sering berkata ‘jadilah anak yang bisa appa banggakan!’ dan aku terus menancapkan itu dalam motivasi hidupku.

Membahagiakan appa.

Appa terlalu menyayangiku. Seperti aku yang kadang tak terlalu perduli pada eomma dan noona ketika appa membawaku mengelilingi proyek pembangunan perusahaannya. Ketika appa membawaku untuk menikmati lahan golf berdua dan memancing dibukit cherry milik keluarga.

Eomma dan noona tak pernah tau, karena appa akan menjawab ‘ini urusan antara para lelaki’ ketika mereka bertanya mengenai apa yang kami lakukan.

Aku mencintainya.

Dan berbalik membencinya dalam waktu yang relatif singat.

Pria tua itu ternyata tak lebih dari manusia bodoh. dia dengan cepat menggendongku dan meletakkanku tepat dibawah jok mobil saat truk besar itu menghantam mobil kami. Aku menangis, memeluk lehernya. Tepat berhadapan dengannya yang perlahan mengucurkan darah dari ujung bibir.

Matanya membulat besar lalu menatapku sendu saat kalimat yang ia lontarkan mulai tersendat nafas yang hilang. Aku terus menangis kencang, memekikkan namanya yang selama ini terus kubanggakan. Dan ia hanya tersenyum, membelai pipiku yang juga mulai berlumuran cairan amis lalu berkata.

‘ jadilah anakku yang sempurna. Appa bangga memilikimu, appa mencintaimu’

Tubuhnya melemas. Aku masih ingat cairan itu terus menetes deras dari belakang kepalanya. Baju biru muda miliknya telah berubah warna menjadi lautan kemerahan. Tangannya mejadi lebih dingin, membiru dan perlahan maniknya tertutup.

Aku benci saat ia melepaskan genggaman tanganku yang justru terus mengerat. Aku benci saat ia terus menghela nafas panjang seolah hanya itulah persediaan nafas terakhirnya. Dan aku benci kenyataan jika semenjak saat itu ia tak lagi membuka mata.

Mobil kami terus terbentur sesuatu. Kaca mobil pecah, tuan park tertunduk pada kemudi mobil dengan lumuran darah yang tak kalah banyak. Mobil kami ringsek, hampir menyentuh kepala appa dan menghimpit kami semua.

Lalu benturan terakhir memecah kesadaranku. Aku terpaku, dalam diam masih menggenggam erat tangannya yang menjadi sedingin es. Bibirnya biru. Dan hal pertama yang kutemukan ketika terjaga adalah bayang putih dinding rumah sakit.

Jemariku kosong, tak ada lagi menggenggam tangannya. Ia pergi, terdiam tak sadarkan diri dibalik tumpukan tanah yang perlahan menimbunnya. Dalam kepahitan fakta yang menggerogoti logikaku, aku belajar untuk tak lagi pernah mencintainya.

__

 

“saat itu appa pergi, karena melindungiku”

Ji yeon memeluk hyuk jae semakin erat. Bibirnya bergetar menghadapi hyukjae yang tak berhenti menjadi rapuh. Tubuh namja itu masih bergetar, bibirnya terus meraung mengisakkan kisah pahitnya di masa lalu. air matanya tumpah tanpa tau jika siapapun bisa saja melihatnya.

Hyukjae bergetar, dalam pelukan ji yeon yang perlahan menenangkannya.

“lalu mengapa oppa terus menghindarinya? Menghindari hari kematiannya?”

Hyuk jae meremas rambutnya gusar “aku tak ingin bertemu dengannya. Ia mati karena pilihannya, meskipun saat itu aku lebih memilih untuk ikut bersamanya, ia tak akan membiarkanku. Ia tak benar-benar menyayangiku. Dia membiarkanku hidup dalam tekanan akan penyebab kematiannya yang terus ditanyakan semua orang padaku. Aku benci karena masih hidup! Aku ingin mati saat itu!! tapi apa?! dia justru pergi sendiri, meninggalkanku dengan permohonan agar aku menjadi sempurna. Apa dia pernah berfikir beban seperti apa yang aku pikul?!”

Ji yeon memeluknya semakin erat. Hyuk jae goyah, kerapuhannya terus terkikis waktu. Dan beban berat itu akhirnya ia katakan setelah betahun-tahun terpendam.

“tidakkah kau sadari jika dia begitu menyayangimu? Menyelamatkanmu dan meninggalkanmu tidak sendiri. Oppa masih memiliki eomma dan sora eonni. Mereka juga menyayangimu”

Hyukjae menutup erat kedua bola matanya “dia menyelamatkanmu karena ia percaya jika kau masih memiliki banyak kesempatan untuk bahagia. Kesempurnaan yang ia inginkan bukanlah tentang perusahaan dan harta. Tapi dia ingin oppa menjadi lelaki, anak lelaki satu satunya yang bahagia, hidup tanpa beban dan melanjutkan keceriaan yang dulu pernah kau miliki”

Ji yeon menyentuh lembut pipinya, mengusapnya sayang dengan pandangan yang sayu, penuh keprihatinan “tidakkah pengorbanannya terlalu sia-sia jika upayanya mengganti nyawa demi keselamatan oppa hanya akan terbayar dengan hidup tak berarti dan penuh penyesalan milikmu?”

Ji yeon menggenggam lengan hyuk jae erat “bukan kau pelakunya. Kau tak membunuh siapapun!” maniknya menatap hyuk jae yang terdiam, linangan air mata namja itu perlahan surut “jika memang kau yang membunuhnya, ia tak akan berkata betapa ia bangga padamu dan betapa ia mencintaimu. Seharusnya ia mengumpat karena kau telah mencelakainya. Nyatanya, semua justru membuatnya tersenyum”

Ji yeon menghela nafasnya dalam. Ia ingin terus menguatkan hyuk jae. ia ingin namja itu tak lagi berada dalam kukungan masa lalu yang terus membuatnya tertekan. Ji yeon ingin ia ada disamping hyuk jae selama namja itu terus membutuhkannya. Selama hyuk jae menginginkannya, ji yeon ingin terus disana.

“tidakkah kau sadar jika menyelamatkanmu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya? Dia menyelamatkanmu, anak lelaki kebanggannya. Seorang bocah kecil yang ia harap akan terus hidup dan tumbuh dalam kebahagiaan”

Hyuk jae kembali bergetar “kau salah. Oppa salah karena menyalahkan dirimu sendiri. Bukan hal seperti ini yang seharusnya terjadi. Dia mencintaimu. Karena tak ada satupun orang tua yang tak mencintai anaknya”

 

 

__

Hyuk jae terpekur. Bibirnya masih bungkam. Air mata itu telah lama surut, ia dan ji yeon masih disana, hyuk jae terus menggenggam jemarinya. Sementara ji yeon sendiri tak tau harus bersikap bagaimana.

Mereka diam, ji yeon tak berusaha membahas masalah lain karena masih merasa jika hyuk jae tengah memikirkan sesuatu lainnya. mata namja itu menatap lurus, sebuah pulau ditengah danau.

Disana ada banyak nisan, dan nisan merah yang berukuran paling besar, dibalik kelopak cherryblossom yang perlahan gugur, terukir nama lelaki tua-nya.

Hyuk jae tak berhenti memandanginya. Ia baru tau jika makam appanya dapat dilihat dari sudut ini. ia belum berfikir sejauh itu. yang hyukjae tau tempat ini adalah tempat dimana ia terus menghabiskan akhir pekan dengan memancing bersama appanya, dulu.

Dan ia berhenti mengunjunginya entah semenjak berapa tahun lalu.

“sora eonni bilang kau tak pernah ingin pulang jika tak mendapatkan seekor ikanpun”

Hyuk jae tersenyum tipis. Ia baru menyadari jika noona yang selama ini tak pernah mencampuri urusan pribadinya nyatanya memilih untuk mempercayai ji yeon. Menceritakan hal-hal aneh yang dulu hyuk jae kecil lakukan.

Hyuk jae mengangguk, tanpa menolehkan pandangannya.

“kail itu,, apa masih ada?”

Hyuk jae kembali menerawang jauh. Setelah ia terbangun ia masih ingat jika pak lee segera datang dan menyerahkan kail itu padanya. Sayang, hyuk jae membuangnya dalam emosi yang berkecamuk.

Ia ingat sora noona terus menjaga kail itu. mungkin masih ada hingga saat ini jika noonanya tak lupa menaruh benda itu dimana.

Hyuk jae kembali mengangguk tanpa menoleh.

Saat ini fikirannya jauh lebih bebas. Ada ribuan ton batu yang akhirnya pecah dan melegakan. Hyuk jae merasa jauh lebih baik. Lalu nama park ji yeon terus membayangi kebahagiannya.

“apa oppa—“

Hyuk jae mengeratkan genggaman tangannya. Sontak membuat ji yeon berhenti berbicara dan terkejut bukan main. Namja itu mulanya diam, menatap lurus pusara ayahnya yang terlihat jauh.

“ingin tau satu rahasia?”

Ji yeon menelan ludahnya gugup. Hyuk jae tak memandangnya, hanya suara serak hyuk jae yang terdengar serius membuatnya bergetar hebat. Rahasia? Ji yeon mengengguk terbata. Dari sudut sini, ji yeon dapat melihat jika hyuk jae tersenyum tipis.

Senyum pertamanya setelah perbicanangan panjang mereka yang penuh air mata.

“aku tak pernah menceritakan mengenai kematian appa pada siapapun. Tidak dengan donghae, kyu hyun, siwon ataupun keluargaku”

Ji yeon menegang dalam diam. Hyuk jae dapat merasakan balasan cengkraman ji yeon yang menguat pada jemarinya. Hyuk jae kembali tersenyum.

“kau pernah bertanya hubungan antara aku dan bom?”

Ji yeon menoleh, mendapatkan keberanian yang besar untuk menatap bola mata hyuk jae kali ini saja. Mata mereka bertemu, ji yeon baru sadar jika namja itu juga telah memalingkan wajahnya hingga saat ini mereka berada dalam jarak yang terlalu minim.

Ji yeon tak menjawab, tak pula bergerak. Hanya matanya penuh dengan tanda tanya yang besar.

“lama setelah kematian appa,.” Hyuk jae diam sejenak “aku pernah kembali jatuh cinta. Pada seorang wanita”

Ji yeon tersentak. Luar  biasa menyakitkan ketika hyuk jae tersenyum saat mengingat betapa ia jatuh cinta pada wanita yang tengah ia ceritakan.

“namanya, jung eun ji”

Ji yeon diam. Tak sanggup lagi merespon apapun.

“saat itu aku masih 14 tahun, aku menemukannya tengah mencari sebuah liontin perak yang ia jatuhkan ketika pelajaran olahraga berlangsung. Ketika aku menemukannya, ia memelukku erat dan jantung ini..” hyuk jae menyentuh dadanya pelan “tak pernah lagi bekerja normal jika aku berada disekitarnya. Dia,, sahabat park bom.”

Ji yeon menatap hyukjae dalam “lalu?” tanyanya terbata.

Hyukjae tersenyum “kami menjalin hubungan serius. Hanya dia wanita yang aku cintai setelah eomma dan sora noona” hyuk jae kembali menerawang “hingga suatu hari akhirnya dia pergi tanpa meninggalkan pesan apapun. Aku kehilangannya, kehilangan kembali kebahagiaanku hingga semua ini terjadi. Aku jadi benar-benar membenci cinta. Dan mempermainkannya sejahat yang aku bisa.”

Ji yeon mencoba menelaah setiap perkataan yang hyuk jae tuturkan padanya “jadi, oppa terus mempermainkan wanita karena,, dia?”

Hyukjae mengangguk, tanpa sengaja membuat ujung hidung mereka bersentuhan. Ini terjadi sehari yang lalu, ketika akhirnya tujuan hyuk jae yang ingin mencium ji yeon berbalik dengan pertanyaan konyolnya.

“hanya dia dan bom yang mengetahui rahasia ini, dan hanya bom yang selalu menenangkanku selama aku harus melalui hari kematian appa. Aku tak bisa tanpanya, saat itu”

Ji yeon meremas jemarinya yang masih berada dalam genggaman hyuk jae. “oppa,, tau saat ini dia berada dimana?”

Hyukjae tersenyum dan mengangguk. Mengoyak rasa percaya diri ji yeon akan cintanya pada hyuk jae. “Amerika” hyukjae menutup matanya lembut “dia menikah dengan lelaki yang ia anggap lebih baik dariku. Pilihan kedua orang tuanya”

Ji yeon terbelalak tak percaya. “m menikah?”

Dan hyuk jae kembali mengangguk. Ia membuka mata dan menatap ji yeon dalam “dia cinta pertamaku. Dan aku menutup semua ini dari dunia”

Hyuk jae menghela nafasnya dalam “dia,, wanita pertama yang mampu membuatku tersenyum” ji yeon menutup matanya erat, hyukjae terlalu jahat menceritakan ini padanya. Ia benci mengetahui banyak fakta jika bukan ialah gadis itu.

Ji yeon hampir menarik jemarinya dari genggaman hyukjae jika namja itu tak menahannya. Hyuk jae memajukan diri, hidung mereka bersentuhan semakin dalam, deru nafas namja itu merasuki ji yeon dalam kepahitan yang menyakitkan.

“tapi,,itu dulu. Sudah lama berlalu.” ji yeon terdiam.

“sekarang, aku merasa tak lagi membutuhkannya untuk tertawa” matanya terbuka, lalu bertumbuk pada manik hyukjae yang lembut. Namja itu tersenyum lalu bergumam “terimakasih. Kau membuat semua terlihat berbeda. Aku benci berkata jika,, mungkin, aku tak lagi pendendam pada cinta”

Dan bibir mereka beradu dibawah cherry yang menggugur dengan cantik. Menghembuskan aroma manis yang memerahkan hati, menghantarkan angin semilir paling lembut yang pernah ji yeon kecap seumur hidupnya.

Hyuk jae tak melakukan apapun selain menempelkan bibir mereka cukup lama. Namja itu tak bergerak banyak. Bibirnya tersenyum saat menatap mata ji yeon yang masih tertutup rapat. Ketika ji yeon membuka mata, hyuk jae mengusap pipinya pelan. Sungguh, ia bukan lagi seorang remaja yang pendendam pada cinta.

 

 

-Two weeks later-

“APA?! MENIKAH?!”

Ji yeon, je young dan eun na menatap hye yo tak percaya. Yeoja itu mengangguk malu lalu tersenyum cerah. Samar-samar para wanita juga mendengar bagaimana para lelaki dari balik bilik sana juga berteriak tak percaya.

 

“ini sudah hampir dua tahun. aku sudah terlalu menginginkannya”

Donghae melemparkan sebuah remote control tepat didepan wajah siwon “sudah kukatakan tiduri saja dia!”

“memang seperti itu yang akan terjadi jika aku menikah!”

Siwon tertawa bersama donghae, sementara kyu hyun dan hyuk jae bertatapan dingin. “jadi, kau akan lebih memfokuskan diri pada hye yo?”

Siwon mengangguk. Senyum merekahnya yang semula terpatri tiba-tiba meluntur perlahan. Ia berdiri dari posisi bersandarnya lalu menatap kyu hyun dan hyuk jae bergantian “aku bersumpah tak akan pernah melupakan kalian”

“bersiaplah untuk mati jika kau melakukannya!” geram hyukjae.

Siwon terkekeh. “aku hanya.. ya,, aku merasa jika pada usia seperti ini aku sudah harus memilikinya. Aku mapan, aku mencintainya dan aku siap. Aku tak ingin berlama-lama seperti ini. hye yo sudah cukup bersabar menungguku”

Mereka hanya berdiam diri. siwon tentulah benar dengan presepsi hidupnya sendiri.

“ayolah, bukan berarti dengan aku menikah kita akan berpisah. meski mungkin aku memang akan lebih terfokus pada keluarga kecilku”

Mereka menatap siwon dalam “kita sudah sama-sama dewasa. Kalian mengerti betul maksudku. Jangan terus terpuruk dalam pemikiran anak-anak seperti ini.”

Hyuk jae mendesah “mengapa harus secepat ini? kau bahkan masih 25tahun, choi. Tidakkah berlebihan jika menikah disaat seperti ini?”

Siwon meneguk minumannya lalu tersenyum “justru pola pikir primitifmu yang harus diperbaiki. Kau masih tak ingin menikah?”

Hyuk jae mengedikkan bahunya acuh, membuat siwon menggeleng tak percaya “sudahlah. Yang jelas, pria seperti kita membutuhkan hal semacam ini. pernikahan, keterikatan dan keluarga kecil bersama seorang wanita”

“kapan kau akan menikah?”

Hyuk jae melirik kyu hyun yang terdengar mulai setuju. Lalu kyu hyun menatapnya malas, membalas tatapan hyuk jae yang terlihat mengulitinya. “terkadang kau perlu membenarkan pendapatnya, Lee. Bukan karena kau anti pernikahan hingga tak ada satupun dari kita yang boleh menikah”

Siwon tersenyum menatap mereka yang terus berdebat. “aku baru akan melamarnya lusa. Kuharap kalian setuju”

Donghae menepuk bahu siwon, memberikannya sebuah minuman dan bersulang. Kyu hyun hanya mengangguk paham dan hyuk jae masih bertahan dengan pendiriannya sendiri.

 

 

__

“jadi, mereka benar-benar akan menikah?”

Kyu hyun menatap je young yang berada disampingnya sengit “lalu, kau ingin menghancurkan pernikahan mereka dengan cara apapun, begitu?”

Je young terperanjat kaget. “mana mungkin! Kau fikir aku wanita yang melakukan apapun untuk mendapatkan seseorang?!” balasnya sengit.

Kyu hyun tersenyum “mengingat mengapa kau ada diperusahaanku, ya, kau memang wanita seperti itu”

Je young terdiam. bola matanya menatap keatas kanan pertanda jika ia tengah mengingat sesuatu. Lalu tak lama mereka tertawa bersama. Kedua pipi je young bersemu merah mengetahui bagaimana dulu ia dan kyu hyun tak seperti saat ini.

“tapi jika bukan karena sifatmu itu, mungkin tak akan jadi seperti ini”

Je young berhenti berjalan. Menatap kyu hyun yang kali ini terlihat tersenyum ceria “seperti apa?” tanyanya polos.

Kyu hyun yang semula berjalan ringan kemudian berhenti. Ia berbalik dengan raut wajah yang tak mengerti lalu menatap je young bingung. “seperti ini” jawabnya meyakinkan. Kyu hyun melangkah maju ketika je young tak menunjukkan tanda-tanda jika ia mengerti “kau benar-benar tak mengerti?” tanyanya.

Je young menggeleng cepat. membuat kyu hyun menggeram kesal. “sudah, lupakan saja!” rutuknya.

Kyu hyun berjalan mendahului je young, meninggalkannya pada ruangan besar tempat para empat sekawan itu sering berkumpul. Je young menatapnya tak mengerti, kyu hyun berjalan menghentakkan kakinya seperti orang yang tengah marah besar.

Je young menyusulnya, lalu ketika menemukan kyu hyun, namja itu telah bersiap memasuki mobil membanting pintu dengan keras. Je young menatapnya dari belakang, berfikir apa yang mungkin terjadi pada namja diktator itu. Lalu tiba-tiba klakson mobil berbunyi.

“kau mau pulang atau tidak?!”

Je young tersadar ketika kyu hyun meneriakinya dari jendela mobil. Ia kemudian berjalan kesal dan membanting pintu dengan keras.

Suasana hening tercipta. Je young tak ingin sekalipun menatap kyu hyun sementara namja itu terus mengemudikan mobil pada kecepatan tinggi. Setengah jam kemudian apartemen je young terlihat mulai dekat.

Je young bersiap-siap akan turun ketika kyu hyun menahannya kuat. ia berbalik dan menemukan tatapan sendu kyu hyun untuknya. Je young bergenyit kaget.

“w wae?”

Pergelangan tangan je young berada didekat dada kyu hyun, digenggam erat dan tak sekalipun dapat membuat je young bergerak. Kyu hyun menatapnya dalam. Setelah beberapa minggu lalu melakukan hal semacam ini, ia bersumaph tak akan lagi melakukannya meski pada akhirnya ia langgar.

“kau benar-benar tak mengerti seperti apa hubungan kita?”

Kerongkongan je young tercekat. Keadaan mereka yang dekat dan kyu hyun yang membahas mengenai ‘hubungan’ diantara mereka tak membuat je young dapat bernafas dengan semestinya.

“h hubungan apa?” tanyanya terbata.

Kyu hyun menutup matanya ketika menghela nafas dalam “bukan apa-apa” ujarnya perih. Ia memajukan diri lalu mengecup dahi je young lama. Seperti menyalurkan betapa ia menyayangi yeoja itu meski tak sempat ia utarakan.

“sudah malam, pulanglah. Eommau pasti sudah menunggu”

 

 

__

Paginya, kyu hyun berada dalam mood yang tak baik. Hyuk jae dan donghae menemaninya menikmati secangkir kopi di kafetaria kantor. Kyu hyun tampak tak bersemangat, sesekali meneguk latte miliknya yang perlahan mendingin.

“aku tak tau shin je young juga merubah seleramu menjadi lebih buruk”

Kyu hyun melirik donghae yang tertawa ditimpali hyuk jae. “sejak kapan kau begitu menikmati kopi dingin?”

Kyu hyun tak menjawabnya. Ia kembali meneguk latte dan menolehkan pandangannya pada luaran kantor.

“mengapa para wanita ini merepotkan sekali” rutuk kyu hyun kesal.

“apa? apa kau tengah berkata bagaimana cara mengungkapkan perasaanmu pada je young?”

Kyu hyun menatap donghae dengan sangat-amat tajam. Kedua matanya menyiratkan ketidaksukaan yang kentara jika donghae terus menyebut nama je young. Ia memutar bola matanya malas.

“jika memang benar, apa itu mengganggumu?”

Donghae dan hyuk jae kembali tertawa konyol “tidak. Hanya jika kau memohon agar aku membantumu, aku akan melakukannya”

Kyu hyun berdecak kesal “percuma. Aku sudah melakukannya”

“jadi,  kau ditolak shin je young?!”

Hyuk jae tersenyum menanggapi tingkah bodoh donghae dalam mengolok kyu hyun. lalu menatap kyu hyun sekilas. “kau pasti belum mengatakannya” tebaknya langsung.

“sudah!”

“jika memang sudah, dia tak akan membiarkanmu seperti ini”

Kyu hyun menatap hyuk jae antusias “seperti apa?” tanyanya cepat.

Hyuk jae kembali tersenyum “dengar, shin je young itu bukan wanita normal. Ia bukan wanita yang akan peka dengan sebuah senyuman, rangkulan atau ciuman”

Kyu hyun mendelik pada donghae. Pasti namja itu yang menceritakan kejadian ‘ciuman’ antara ia dan je young pada hyukjae. Kyu hyun mendengus. Memang, yang hyuk jae katakan memang terlihat benar.

“tapi aku sudah mengatakannya malam itu.. meski, ya, terpotong”

Donghae menatapnya heran “mengapa bisa terpotong?!”

“karena malam itu dia hampir bunuh diri” jawab kyu hyun menunjuk hyuk jae sengit sementara hyuk jae hanya terlihat acuh.

“bukan salahku. Seharusnya kau meneruskannya sebentar”

Kyu hyun menjatuhkan kepalan tangannya pada kepala hyuk jae “brengsek jika aku tak mencemaskanmu mungkin aku sudah berhasil!!” rutuknya.

Donghae tertawa renyah. Suasana kantor yang masih sepi membuat mereka sedikit leluasa bercerita meski tak dalam ruangan pribadi.

“Cho Kyu Hyun!!” Mereka menoleh kaget pada seseorang yang datang. Raut wajah kyu hyun seketika berubah saat siwon berlarian dengan cepat menuju meja mereka.

“ada urusan apa tuan cho harus datang hari ini?”

Kyu hyun mengerutkan keningnya heran “aku tidak memintanya untuk datang” jawabnya.

“apa ruangan je young berada dilantai lima?”

Kyu hyun mengangguk. Lalu siwon  menghela nafasnya gusar. “sial!” umpatnya. Namja itu segera merentangkan sebuah majalah diatas meja. Sontak membuat kyu hyun, hyuk jae dan donghae terbelalak tak percaya.

“kurasa ayahmu akan menemuinya. Kyu, kau butuh banyak ide untuk menyelesaikan masalah ini.”

 

 

__

Je young duduk tepat didepan sofa besar yang berada diruangan kyu hyun. Pagi ini tiba-tiba seseorang menemuinya dan memintanya untuk berbicara disana.

Je young yakin, seseorang yang kini berada didepannya, menatapnya dengan pandangan menyelidik dan senyum separo itu tentu adalah salah satu kerabat kyu hyun. lihat! Senyum mereka terlihat persis sekali.

Je young berdehem. “maaf, bisa kita mulai? Anda ingin membicarakan apa?”

Je young meremang ketika seringai itu menikamnya tajam. Tiba-tiba perasaannya menjadi buruk saat pria tua itu berdehem dan menatapnya sengit. Ia hanya berubah posisi, seperti mengulur waktu untuk duduk berdua lebih lama.

Dan benar saja, beberapa menit berdiam diri tiba-tiba je young dikagetkan dengan hantaman pintu yang keras. Je young berbalik dan menemukan kyu hyun dengan nafas terengah miliknya diambang pintu.

Namja itu segera berjalan mendekat dan berdiri tepat dibelakangnya. Menatap sengit lelaki tua itu lalu menghela nafasnya panjang.

“apa yang kau lakukan dikantor?” suara kyu hyun terdengar begitu rendah.

Je young berbalik dan menemukan pria tua itu tersenyum angkuh. Ia berdiri menghadap kyu hyun. tatapan mereka beradu sengit lalu tiba-tiba pria tua itu bergumam.

“tidak.. aku hanya ingin tau..” ia diam, mengalihkan tatapannya pada je young. “wanita seperti apa yang telah merebut hati anakku”

 

-TBC-

maaf ini lama banget. ini murni kesalahanku dan modem sialan yang gak mau connect -yakali paketnya habis-. selamat membaca aja ya.

 

 

with love, park ji yeon.

 

 

29 thoughts on “Fabulously Castle part 20

  1. marly says:

    Oh yah ampuuuunnnn…… muncul juga part ini…hahahhahhaa
    Shin Jeyoung kuatkan hatimuuu…semangat!! Tenang ajaa ada kyuhyun yg pasti ngelindungin ^^

    Berharap kelanjutannya ga lama2…hehehe…

  2. naina says:

    ya ampun saeng long time no see….
    idih ini cerita kok makin seru ajah yah, keknya udah mepet mepet ama ending ckckck…
    akhirnya hyukji bersatu, aduhhh emg yah je itu wanita yg gag peka… sabar banget deh jdi kyu, wkwkwk syok terapi banget tuh tibatiba di dtengin camer….
    di tunggu postingan berikutnya saeng….

  3. setia says:

    tbc ny pas banget. pas buat penasaran.
    tp hyukjae sm jiyeon ud jadian kn itu?🙂

  4. Quiny says:

    Welcome!! Hohoho sempet lupa cerita akhir part sebelumnya xD jadi reread xD tapi engga apa apa ceritanya bagus haha next part masih di tunggu saengiiii semangat :*

  5. lia aprilia says:

    akhirnya di posting juga~~
    alhamdulilah

    Finally hyukjae ku sudah tidak menbenci cinta lagi, sekarang udah tau kenapa hyuk jadi playboy begitu dan ternyata cinta yang mengkhianatinya T_T

    Wow je young ketemu calon mertua nih, tapi kok kayanya kyu sama bokapnya ga akur gitu ya sama nyokapa juga yg waktu ketemu di jeju itu sebenarnya ada apa dengan keluarga cho???
    apakah appanya kyu bakal menetang hub kyuje???

    next part semoga bisa cepet ya, semogaaaa

  6. mira_MM says:

    mateng deh je young..
    duh..ktm camer..hahhaha
    tp kykny bpkny kyu..bakal susah ngerestuinny ni.
    je..masa km ga nangkep perasaan kyu si.dh nunjukin dgn jelas it dia..

    hyukjae..sedih ak denger kisah hidupnya.
    ak suka kata2 yg km pake dian..
    penjabarannya..jelas n menyentuh hati.

    btw..ni part lama bgt munculny..
    d tgg part selanjutny..secepatnya ya Di
    sbntr lg lebaran..
    Minal aidin wal faidzin ya dian n tmn2 yg laen..

  7. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Akhirnya terjawab sudah teka-teki kehidupan masa lalu Hyuk Jae yang membuat dirinya menjadi lelaki brengsek. Waktu baca flasback moment Hyuk ma appanya itu, aku hampir nangis, mata udah berkaca-kaca😥 tapi sekarang Hyuk udah tobat, kan? Dari ciuman itu, artinya dia sudah menerima Ji Yeon, dong. Chukkae buat Siwon yang udah mau nikah ma Hye Yo, sekarang nunggu kesadaran 3 pria lainnya, terutama Dong Hae. Jangan sampai kebablasan loh ma Eun Na. Kekeke… Ah baru ingat, kehadiran Tuan Cho bikin deg-degan. Dia bakal membuat masalah untuk hubungan Kyu-Je, apa sebaliknya?

  8. tata says:

    akhiiiiiiirnyaaaaaaaa #hugdian

    ouwh… untung penuh derai air mata kisah bang hyuk kali ini. hiks hiks hiks g nyangka segitu tragisnya. untung neng ji ada disampingnya. itu… mereka kissing!!! hope kedepannya lancar hubungan mereka. amiiin

    akhirnya bang siwon menuju pelaminan ma neng hyo. bakalan nyalip bang hae ma neng eunna nih ceritanya??

    ya ampun… ini emeng atu ini dong2 bgt ya… masih aje g ngerti ma perasaan bang kyu. kan kasihan bang kyu digantung gitu perasaannya. n itu, OMG appa bamg kyu lagi sidak ke calon menantu gitu ceritanya?!

    g sabar nunggu lanjutan ceritanya. o i ya… dian jgn lama2 post ffnya ya… unnie lagi ngidam baca FC ini. hehehe #modus
    tapi beneran dech… unnie lamaaaaaaaa bgt nunggu FC dipost

  9. ai-sparkyu says:

    Akhirnya Hyuk Jae dan Ji Yeon ada kemajuan yg berarti. Hehehe…
    Bahkan Hyuk Jae bisa bersikap terbuka sama Ji Yeon melebihi sma sahabatnya yg lain…
    Gk sia” perjuangan Ji Yeon selama ini yg selalu sabar dan berusaha utk bisa ngambil hati Hyuk Jae..
    Aaa.. Siwon mau nikah??! Yaa, semoga aja yg tiga lainnya juga cepetan nyusul. Hihihi..
    Endingnya bikin penasaran! Itu Appa-nya Kyuhyun kan? Bakal ngerestuin hubungan Kyu sama Je Young atau malah sebaliknya???

  10. Arina says:

    Masa lalu hyukjae suram bgt,kasian yg pas ma appany…nah sekarang jeyoung yg mau di introgasi ma appany kyuhyun.dtungg part selanjutny

  11. astagaaaaaaaaaaa…
    aku telat ngebacanyaaaa..TT___TT

    deq..
    modemnya paketnya habis..??
    perlu diisien ga nih..??
    kkkkkk…
    lucu nih part akhirnya..
    hahahahaha, udah tegang2 ajj ngira kl cho senior mw ngapa2in si je young, eeeh, TBC hadir ajj noh seenaknya..
    astagaaaaa…

  12. maria says:

    makin seru

  13. indri says:

    eonni tbc ny itu ………..gemes bngt…he he he..eonni eunyuk ny aduh jatuh cinta lgi……seneng ny ksh trblzkan jiyeon……deng ….ikutan bhgia m psangan ini……akhirny yg wras dulu yg nikah he he he.
    siwon mau nikah nih……
    smoga yg ber3ny cpt nyusul……
    itu bpk ny c kyu mau ngapain yah ?
    penasaran bngt….
    dlnjut chap 21 ny eonni…..
    SEMANGAT

  14. indri says:

    eonni tbc ny itu ………..gemes bngt…he he he..eonni hyukjae udah jatuh cinta lgi……seneng ny ksh trblzkan jiyeon……deng ….ikutan bhgia m psangan ini……akhirny yg wras dulu yg nikah he he he.
    siwon mau nikah nih……
    smoga yg ber3ny cpt nyusul……
    itu bpk ny c kyu mau ngapain yah ?
    penasaran bngt….
    dlnjut chap 21 ny eonni…..
    SEMANGAT

  15. Gummy eunhyuk says:

    Nah kan bener pria tua itu ayahnya kyu punya masalah apa meraka ya dan masalah hyuk jae waaw sedih banget ;-(

  16. liitle devil' says:

    Akhir.a update jg nih… kox donghae-eunna gx absen kli in? Ihhh asik tu empat psang ngumpul breng.. d tunggu deh wedding.a bang siwon… hyukjae jiyeon so sweey deh…. ehmmm kira2 ayah.a bang cho mau ngapain je young nih?? Jngn lama2 lagji ya next part.a… see ya

  17. sapphire says:

    Jiyeon sama hyukjae akhirnya jadian ,;;;;; itu kyuje belum resmi z,,,, disini banyak moment romatis nya

  18. oNeL says:

    Next partnya ga pake lama. ..
    Please.

  19. adelcho says:

    Apa appa kyuhyun jahat???

  20. puput says:

    Akhirna update jg saeng..kangen ma crita ini..
    Nah lho..siwon mw nikah..hae ud tunangan..hyuk ud brani ngaku cinta..tinggal kyu yg hubunganna msh abstrak..
    Knape pula itu bapakna kyu dtg??krn ad yg ngambil foto kyu lg nyium je y??😀

  21. Shannon Shin says:

    Akhirnyaaaa Hyuk-Ji bisa bersama jugaaaaaaa. Tinggal Kyu-Je nih yang belum pasti. Jadi yang keelakaan itu Hyukjae sengaja mau bunuh diri gitu? Astaga aku baru tau. Kirain murni kecelakaan. Btw, aku akira yang pertama kali bakal ngumumin pernikahan itu Hae-Na. Ternyata Won-Hye toh hihihi. Selamat!

  22. nadia1 says:

    Yeii hyukjae jiyeon berstu,,,tpiii apa hyukjae mau nikah sm jiyi uhhhhh kasihan domg klo cmn pcran eh slh ttm doamg y kn hyuk g blmg ayo jd pcrq ke jiyi

  23. woah…. ayah kuuhyun muncul
    bgmn jdnya author?
    next part author >_<

  24. rhaaa18 says:

    Errrrr,, Ji Yeon udah bisa bersatu sama Hyuk Jae meskipun Hyuk nya masih kek gitu, sekarang Je Young arghhhh masa Kyu-Young harus di pisahin gegara Appa Kyu .. Omegat jangannnnn!!!!!
    Dikira yg bakalan nikah duluan Donge ckck😀
    Ahh udah terlalu banyak ngomong nihh orang ^-^ btw ditunggu bangeeeeettttt kelanjutannyaaaaaaaaaaa chingu ;))

  25. citra says:

    apa kyuhun dapat restu kah…
    tbcnya pas banget..
    bikin penasaran…

  26. elftic says:

    yah..tbc lnjut dong …😦

  27. @uliezgaem says:

    aigoo, tbc nya pas bngt lg seru2nya…

    tp seneng sih krna hyukjae udh jujur sm perasaannya.. yeayyy bang wonnie mo merid dluan, pnya dede bayinya dluan deh…kkkkkkk *loh apa coba😀

    o.o masalah besar nih buat pasang kyu-je…

    makin penasaran nihhh,,oh iya donghae eunna nya ceritain lg dong.. ditunggu next partnya…

  28. dewi says:

    Apa appa kyuhyun akan memisahkan kyuhyun dengan je young secara paksa ditunggu chapte selanjutnya ya

  29. iyin88 says:

    Jengjengjeng… Appa kyu tlh muncl. Appanya stju apa gak ya sm hubgn nya kyuje???
    Akhrny hyuk bsa mnrima ji. Dian aq ska bngt krakter hyuk dsni, pants ji gk bsa mnyrah mncntai hyuk.
    Ahh lnjt bc dlu ya dian, pnsran ni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s