Fabulously Castle part 19

FC

 

Judul         : Fabulously Castle 19

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

 

Donghae datang bersama eun na. Langkahnya berjalan dengan cepat dan besar. Membiarkan eun na yang sedikit terlihat sulit untuk menyelaraskan diri. pintu lift terbuka, donghae buru-buru masuk lalu menekan tombol apartemen hyuk jae.

Eun na memperhatikannya cemas, donghae tak pernah terlihat sekalut ini. meskipun berkali-kali donghae telah memperingatinya untuk tak perlu cemas, eun na tetap saja merasa jika ini bukanlah hal biasa.

Lagipula, eun na sendiri yang memaksa ikut ketika donghae memintanya untuk tinggal. Eun na baru sadar  jika yang donghae maksud dengan akan ‘menyulitkanmu’ itu adalah benar-benar menyulitkannya.

Eun na sempat pucat pasi ketika donghae melajukan sport miliknya dengan kecepatan tinggi. Dan eun na benar-benar perlu berbangga karena pada akhirnya donghae menurunkan kecepatannya ketika gelagat eun na mulai tak mengenakkan.

Pintu lift terbuka, donghae dengan cepat menggandeng eun na melewati koridor dan sampai di pintu ujung. Namja itu menekan beberapa nomor kombinasi hingga akhirnya pintu terbuka.

Usai melepaskan alas kakinya, eun na baru sadar jika ia menemukan kyu hyun disana. Ada je young, kekasih kyu hyun dan han hye hyo, kekasih siwon yang tengah memeluk seorang gadis lainnya yang eun na lihat bersama hyuk jae tempo hari.

Eun na jadi bertanya-tanya apakah hyuk jae memiliki kekasih? Donghae pernah berkata jika hyuk jae adalah seorang yang anti dengan keterikatan. Jadi, gadis itu siapa?

 

 

__

Ji yeon menggenggam jemarinya kuat. usai kyu hyun mendapatkan telfon tiba-tiba, namja itu berubah menjadi lebih panik. Tanpa perlu menunda waktu ia berkata dengan lantang jika hyuk jae baru saja mengalami kecelakaan.

Je young sesekali nampak harus menyumpal mulut besar namja itu mengingat setelah ia berkata, je young dengan jelas menangkap bias pucat pasi dari wajah sahabatnya. Ji yeon memaksa ikut, dan kyu hyun terpaksa membawa mereka berdua hingga saat ini, apartemen hyuk jae penuh dengan mereka-mereka.

Ji yeon terus meremas gelisah jemarinya. Entah apa yang ia rasakan, yang jelas ia tak ingin hyuk jae terluka. Ji yeon mencintai namja itu, dan berita seperti ini tentu saja terasa seperti tombak besar yang menikam jantungnya tepat ditengah.

“apa yang terjadi?”

Ji yeon mendengar suara lain yang baru datang. Kepalanya menoleh dan menemukan donghae bersama tunangannya dengan raut wajah penuh ketakutan.

Ji yeon dapat merasakannya. Betapa ketiga namja itu begitu mengkhawatirkan keadaan hyuk jae didalam sana.

“dia belum sadarkan diri”

Donghae melangkah maju setelah kyu hyun memberitau. Namun tangan besar kyu hyun segera mencegahnya.

“tenanglah, mereka masih memeriksanya”

Donghae kembali memundurkan langkah. Tangannya mengusap wajahnya cepat pertanda jika ia tak lagi bisa tenang. Kyu hyun masih berada disampingnya saat akhirnya donghae menggeram kesal.

“sudah kukatakan seharusnya kita pergi!!”

Donghae mencengram kerah kyu hyun kesal. Matanya memerah menahan emosi. Sementara kyu hyun tampak lebih tenang. Matanya jauh lebih teduh meski guratan cemas itu tetap terlihat secara jelas.

“tidak. Kita tidak akan pernah lagi menghindarinya”

“tapi kau lihat sendiri akibatnya, bukan?!” donghae belum ingin surut dari emosinya. Aura mereka berbeda meski masih berada dalam perdebatan sengit. Mereka cemas, namun melampiaskannya dalam emosi.

Semua mata memperhatikan tanpa ada jeda.

“kita tak akan merubah apapun dengan menghindar”

“tapi setidaknya tak akan seperti ini jadinya!” sela donghae sengit.

Kyu hyun memejamkan matanya erat. Ia juga cemas! Tapi tak harus memperdebatkan segalanya dengan emosi seperti ini, bukan? Jemarinya bergerak menepuk pundak donghae lalu matanya berubah menjadi lebih serius dan meyakinkan.

“percayalah, dia harus melewati ini agar terbiasa”

Donghae menghempas tangan kyu hyun cepat “terbiasa mendekati maut maksudmu?!”

“LEE DONG HAE!!”

Ruangan menjadi lebih hening. Kyu hyun menatap donghae yang kalut dan penuh emosi lalu memeluknya seketika. Bahu donghae melemas, kepalanya tertunduk kemudian tangannya dengan cepat mengepal disamping tubuh.

Demi tuhan, adegan semacam ini belum pernah mereka pertontonkan pada siapapun. Bahkan pada hyeyo yang telah mengenal mereka lama.

“dia tak akan mati. Kau terlalu berlebihan. Kita sama-sama tau jika dia anak yang kuat”

Kyu hyun menepuk bahu donghae menguatkan. Meski pada akhirnya donghae tak menitikkan air mata, kyu hyun tetap tau perasaan macam apa yang donghae miliki. ia juga merasakannya. Sama, mereka semua merasakannya.

“brengsek! Seharusnya aku selalu bersamanya seharian ini” keluh donghae.

Kyu hyun kembali menepuk bahunya menguatkan “bukan salahmu. Hal-hal seperti ini tak patut lagi kita hindari. Kita terlalu sering melewatinya begitu saja tanpa sadar jika hal seperti itu hanya akan menambah rasa ketakutannya”

Kyu hyun merasa jika bahunya ditepuk. Ia berpaling dan menemukan siwon disana. Orang pertama yang tau mengenai hyuk jae.

Donghae menjadi lebih tenang. Tak jauh berbeda dengan mereka, siwon pun terlihat tak biasa. Tatapannya memancarkan aura kekhawatiran yang tak bisa ia sembunyikan. Membuat beberapa orang yang tak mengerti cukup bertanya-tanya akan apa yang terjadi sebenarnya.

“aku sudah menghubunginya” ujar siwon lugas.

Kyu hyun dan donghae menatapnya mengerti lalu tiba-tiba pintu kamar terbuka dan setiap mata tertuju pada seorang berpakaian putih yang baru saja keluar.

“kesadarannya belum terlalu pulih. Dia mengalami benturan ringan disekitar kepala dan kami sudah menanganinya. Kami akan melihat perkembangannya dalam waktu 24 jam. Jika terjadi sesuatu kita akan melakukan pengecekan lebih lanjut”

Siwon mengangguk paham. “apa kami boleh menemuinya?”

Dokter itu menatap sekeliling ruangan lalu berdehem sekali “sebaiknya dua orang sudah cukup. Selain itu kalian bisa menunggu dari luar ruangan saja. Dia butuh waktu untuk beristirahat”

 

 

__

Ji yeon tak pernah berhenti untuk memperhatikan hyuk jae yang terbaring didalam ruangan. Meski merasa tak berhak, ji yeon perlu tetap melihat namja itu walau hanya dari luar pintu.

Pintu kamar memang tak pernah ditutup. Melewati tengah malam, donghae masih betah duduk dipinggiran ranjang, menemani hyuk jae yang terbaring lemah.

Ji yeon merasa jika air matanya hampir saja terjatuh jika ia tak berkuat diri untuk menahan. Hyuk jae disana, terbaring lemah dengan kemeja putih lusuh yang memiliki beberapa bercak darah. Kepalanya diikat perban dan selang oksigen itu masih menempel pada hidungnya.

Ji yeon terus memperhatikannya. Eun na terlihat sibuk didapur menyiapkan beberapa minuman hangat sementara je young tengah berbicang serius bersama kyu hyun diberanda apartemen.

Ji yeon menghela nafasnya berat. Memang, kekawatiran itu tak sebesar sebelumnya, namun ji yeon tetap merasa jika ia hampir saja mati ketika matanya kembali menatap hyuk jae.

“kau tidak lelah?”

Ji yeon tersentak ketika jemari hangat hyeyo menyentuh pundaknya. Aneh, ia baru saja membiarkan hye yo tau segalanya beberapa hari yang lalu dan sekarang takdir justru memaksanya untuk mempertajam insting wanita tinggi itu agar semakin percaya bahwa ji yeon benar-benar mencintai hyuk jae.

Ji yeon menggeleng lemah “gwenchana” ji yeon kembali mengalikan tatapannya pada hyuk jae. kepalanya bersandar pada daun pintu dan tatapannya kembali kosong.

Hye yo memperhatikannya dengan serius. Park ji yeon, seperti itukah perasaanmu pada hyuk jae? batinnya.

“ji, ayo minum sebentar”

Mulanya ji yeon menolak, namun hye yo memaksanya untuk pergi. ji yeon menemukan dirinya tengah berada didalam pantir. Eun na menyisakan dua gelas coklat hangat untuk mereka sebelum pergi.

Ji yeon meneguk minumannya lalu tersadar jika coklat itu masih terlalu panas. sungguh, hye yo bersumpah akan merestui hyuk jae jika namja itu mencintai ji yeon. Ia harus tau seberapa cemasnya yeoja itu ketika mendengar kabar mengenai kecelakaannya.

“pelan-pelan saja” ujar hye yo memperingati.

Ji yeon mengangguk, membiarkan coklatnya mendingin sementara hye yo tak ingin mengganggunya. Pandangan ji yeon kembali kosong, setiap orang tentu menyadari hal macam apa saja yang berkutat dalam pikiran yeoja itu saat ini.

“eonni, aku boleh bertanya sesuatu?”

Hye yo menatap ji yeon dalam “tanyakanlah. Apapun, aku akan berusaha menjawab” tuturnya lembut.

Hye yo merasa akan ikut menangis ketika pandangan buram ji yeon tertangkap jelas oleh matanya. Yeoja itu mengusap lembut bahu ji yeon lalu memeluknya cepat.

“tak apa, dia akan baik-baik saja” tuturnya menenangkan.

Ji yeon mengangguk. Ia sedikit terisak meski pada akhirnya kembali diam. Ji yeon menikmati pelukan hye yo, baginya, semenjak hari itu ia selalu menganggap hye yo sebagai kakak yang baru saja ia temukan.

Hye yo mengerti jalan fikirannya dan menegurnya dengan lembut. Dan ji yeon menyukai cara wanita itu menyambutnya dengan ramah.

Ji yeon memikirkan banyak hal. Sebenarnya apa yang tengah keempat namja itu hindari? Mengapa perdebatan sengit kyu hyun dan donghae harus terjadi?

“eonni..” hye yo bergumam menanggapinya “apa yang sebenarnya terjadi?”

Suasana menjadi hening. Hye yo tak langsung menjawab pertanyaan ji yeon. Ia mencoba mengambil nafas beratnya kemudian menjauhkan diri. hye yo meminta ji yeon untuk duduk bersamanya lalu menatap ji yeon dengan lembut.

“satu minggu lagi, hari peringatan kematian ayah hyuk jae”

Ji yeon tersentak kuat. jadi lelaki yang ia kagumi itu telah kehilangan sosok seorang ayah? Hye yo mengerti betul reaksi yang dikeluarkan ji yeon. Baginya, setiap orang akan bereaksi sama. Karena hyuk jae tak sedikitpun terlihat seperti anak yang rapuh. Ia kuat, dan itu menepis anggapan setiap orang jika nyatanya kehidupannya jauh dari kata sempurna.

“dulu, saat ia berumur sembilan tahun, hyuk jae dan ayahnya mengalami kecelakaan besar. Aku juga tak begitu mengenalnya, siwon menceritakan ini padaku. Mereka pergi berdua, karena saat itu hyuk jae adalah anak bungsu dan satu-satunya lelaki dalam deretan pewaris tahta. aku dengar ia begitu dimanja.”

Hye yo menghela nafasnya berat “saat itu sayup-sayup berita kecelakaan keluarga lee mereda, mereka menutupi berita besar itu dengan cepat. yang aku dengar, sebuah truk besar menabrak mobil mereka, hingga supir dan ayah hyuk jae tak terselamatkan sementara hyuk jae sendiri sempat kehilangan kesadarannya hingga dua minggu. Ayahnya, tewas pada awal tahun baru. Meninggalkan hyuk jae sendiri malam itu ditepi jalan. Banyak orang berkata jika kecelakaan itu disengaja, kwang go group menginginkan kematian ayahnya hingga semuanya harus terjadi. tapi mereka luput ketika akhirnya hyuk jae dapat diselamatkan oleh paramedis”

Ji yeon menahan nafsnya dalam diam “setelah hari itu hyuk jae menjadi lebih pendiam. Dia tak pernah menceritakan apapun mengenai kejadian itu. polisi tak dapat mengejar pelaku karena hyuk jae bungkam bertahun-tahun lamanya, hingga saat ini. hanya dia yang benar-benar tau kejadiannya.”

Hye yo menatap ji yeon dalam, mencoba menyalurkan kesan betapa hyuk jae dan segala beban dalam hidupnya adalah pesakitan tiada tara. Ji yeon sadar, hyuk jae hanya mencoba menguatkan diri dengan betindak semaunya, sementara ia baru saja melihat langsung bagaimana hyuk jae menjadi lebih rapuh dari yang ia bayangkan.

“biasanya, setiap tahun mereka akan bepergian. Kemanapun, asalkan bisa menghindari tuntutan keras dari eomma dan sora eonni untuk mengunjugi makam ayahnya. Hyuk jae tak pernah memberikan alasan apapun pada mereka. siwon, kyu hyun dan donghae hanya saling memahami hingga sampai detik ini, hyuk jae tak pernah sekalipun mengunjungi ayahnya”

Ji yeon terdiam. jadi beginikah kehidupan hyuk jae? seperti inikah kepahitan yang ia coba sembunyikan dari muka umum? Ji yeon tak pernah menyangka jika akan semenyakitkan ini mendengar setiap cerita miris hye yo mengenai lelaki itu.

Ji yeon benci berkata jika anggapanya selama ini salah. Mereka tak pernah sempurna.

Hye yo menyentuh pundak ji yeon lembut “kau sadar bukan, tak ada yang sempurna? Kehidupan mereka yang terlalu liar hanya kamuflase agar tak ada orang yang berpaling untuk menatap sisi gelap kehidupan mereka. hyukjae, kyu hyun, siwon ataupun donghae tetaplah manusia biasa. Mereka memiliki banyak kekurangan, dengan porsi yang berbeda-beda”

Ji yeon mengangguk menanggapi hye yo. Bibirnya kelu. Kenyataan jika hyuk jae dan ketiga sahabatnya tak sesempurna bayangan ji yeon tiba tiba mengusiknya untuk lebih tau.

Ji yeon berpaling ketika suara donghae menggema.

“choi siwon, apa masih lama? Dia mulai sadarkan diri!!”

Ji yeon refleks berlari, mengikuti instingnya yang tak jauh berbeda dengan beberapa orang lain. Ji yeon menatap hyuk jae dari batasan pintu. Namja itu mulai menggeliat tak nyaman, keningnya meringis kasar, membuat ji yeon ingin segera berlari dan memeluknya hangat. Bibir hyuk jae terus meracau, dan ji yeon baru sadar jika ia mengucapkan sebuah nama.

“ji…”

“ji..”

Ji yeon diam. ‘ji’? apakah namja itu memanggilnya?

Kerutan kening hyuk jae semakin kasar, ji yeon meremas jemarinya semakin kuat lalu ketika ia baru akan melangkah,, siwon datang, bersama seorang lainnya. Ji yeon terpaku. Tatapannya hanya terfokus pada mereka, dan gadis yang saat ini menggenggam jemari hyuk jae kuat.

Ji yeon terkejut bukan main. Bukankah itu..

“Bom?” lirihnya.

Bahu ji yeon kembali disentuh hangat. Lalu hye yo memberitaunya fakta lain “dia yang selalu menenangkan hyukjae, sejauh ini”

 

 

__

Nafas ji yeon menjadi lebih berat. Sifat profesionalitas menuntutnya untuk tetap bekerja walau hampir empat hari ini ia tau kabar baru jika hyuk jae telah berangsur membaik. Meski hyuk jae belum benar-benar sembuh.

Ji yeon hanya mampu tersenyum menanggapinya. Bom juga tak menghubunginya beberapa hari ini. mungkin ia terlalu sibuk menemani hyuk jae hingga melupakan kontrak iklan mereka untuk bulan depan.

Ji yeon tersenyum, baru menyadari jika kecurigaannya terhadap bom selama ini tidaklah salah. Sejak awal bertemu, ji yeon sadar banyak hal yang berbeda dari bom. Yeoja itu dan hyuk jae semacam memiliki satu hal yang dapat dikatikan satu sama lainnya.

Ji yeon baru tau jika bom adalah wanita ‘itu’. wanita yang tak pernah disebutkan hyuk jae dalam kesempatan apapun. Yang ji yeon tau pasti, hyuk jae tak pernah memandang bom dengan tatapan sama yang ia tujukan untuk banyak wanita.

Namja itu lebih menghargai bom sebagai seorang wanita dan hyuk jae ataupun bom tak pernah terlihat saling menggoda. Tatapan mereka selalu biasa, seperti telah lama saling mengenal dan tak ada hal baru yang menarik lagi untuk membuat mata mereka berbinar.

Ji yeon melepaskan nafasnya berat. Ya tuhan, mengapa hal semacam ini mendatanginya dengan cepat? ji yeon baru akan berniat berjuang lebih keras demi namja itu, namun sekarang ia merasa jika ia harus mundur.

Kenyataan jika bom dapat menenangkan hyuk jae selama ini membuatnya terpukul hebat. Ji yeon merasa begitu kecil dan tak ada apa-apanya.

“belum pulang?”

Ji yeon menoleh dan menemukan je young disana. Wanita itu tersenyum cerah dengan binar mata yang jernih. Entah apa yang ji yeon lupakan hingga setelah mereka pulang dari apartemen hyuk jae, ji yeon dan kyu hyun menjadi lebih dekat.

Maksudnya, mereka memang sepasang kekasih. Tapi mereka tak pernah bersikap seolah harus bermesraan setiap saat dimuka umum. Ji yeon masih ingat bagaimana malam itu kyu hyun mencium sahabatnya.

Sial! Je young yang dahulu selalu melarangnya untuk terjebak bahkan terlah jauh melangkah. Seharusnya ji yeon sadar dan tak perlu melepaskan diri. tapi sungguh bukan masalah besar baginya. Karena ji yeon tau perubahan semacam apa yang terjadi pada kyu hyun setelah je young bersamanya.

Ji yeon menggeleng pelan. “kau duluan saja, aku akan keapartemen nanti malam”

Ji yeon tersenyum. Setelah je young mengangguk, tiba-tiba kyu hyun datang dan menatapnya sengit. Ji yeon menatapnya tak mengerti. Apa ada yang salah dengannya hingga kyu hyun yang selama ini tak pernah berekspresi tiba-tiba menjadi jauh lebih konyol?

“kau berusaha menjadi seorang workaholic beberapa hari ini” selidiknya.

Je young terkekeh lemas “pekerjaanku belum selesai. Sajan__”

“kyu hyun. panggil aku kyu hyun”

Ji yeon semakin tak mengerti perubahan macam apa lagi yang je young paksakan pada atasannya itu. tapi ji yeon tak mau ambil pusing. Ia hanya mengangguk dan kemudian mereka berpamitan untuk pulang.

“aku pulang”

Ji yeon tersenyum. Melambaikan tangannya dan menatap je young hingga hampir menghilang dibalik koridor. Namun kyu hyun masih disana, masih berdiri didepannya dengan tatapan intimidasi yang kuat.

“w wae, oppa?”

Kyu hyun terkekeh lucu, jemarinya mengacak rambut ji yeon lembut lalu berbalik. “lee hyuk jae menanyaimu sejak beberapa hari yang lalu”

 

 

__

“kau berencana untuk pergi?”

“tidak”

“bagus. Dokter akan segera datang”

“ck. Bawa aku pergi sekarang!”

Bom tertawa pelan. Jemarinya terus bergerak membereskan beberapa pernik hyuk jae yang berantakan diruang tamu. Kecelakaan yang menimpanya membuat setiap kolega harus beramah tamah mengunjunginya dan menghancurkan ruang tamunya.

Hyuk jae tak suka, ia tak suka harus terus tersenyum seolah ‘aku baik-baik saja’ ketika tubuhnya terus meminta untuk beristirahat panjang. Dan orang-orang itu semacam tak mengerti mengapa dokter terus datang ketika mereka tak kunjung pulang.

“hari ini tidak akan ada lagi yang datang, jadi kau bebas untuk beristirahat”

Hyuk jae menoleh, matanya seolah berkobar meneriaki rasa syukur atas terjawabnya doa panjang yang terus ia bacakan sebelum tidur.

Namja itu menghempaskan kepalanya pada punggung sofa dan mendesah berat.

Park ji yeon,,, apa yeoja itu tak tau mengenai berita kecelakaannya?

Hanya itu yang benar-benar hyuk jae fikirkan. Meski kehadiran bom memang sedikit banyak membantu, namun hyuk jae merasa jika kali ini ia tak terlalu harus memiliki teman. Atau mungkin, bom.

Perasaannya berkata jika ia akan baik-baik saja. Dan meski kali ini pun bom datang, hyuk jae tetap merasa jika ia tak akan lebih baik hingga kapanpun.

“masih memikirkannya?”

Hyuk jae tersadar dan menoleh “siapa?”

Bom ingin sekali melemparkan pc yang ia genggam tepat didepan mata hyuk jae. namja brengsek yang satu ini benar-benar bodoh dalam berpura-pura untuk menjadi bodoh. ia payah, dan matanya terus saja menguarkan kebenaran.

Bom mengangkat bahunya tanda tak lagi mau perduli. Tangannya kembali membereskan beberapa barang sebelum akhirnya menyelesaikan ruang tamu.

“jangan pergi kemanapun! Dokter bilang kakimu masih belum kuat”

“aku hanya terkilir”

Bom berbalik, menatapnya sengit “oh, dan itu berarti kau boleh bertindak semaumu?”

Hyuk jae memutar bola matanya malas. Ia sedang tak ingin berdebat dengan bom. Tenaganya masih harus ia simpan untuk banyak hal selain ini. hyuk jae menghempaskan diri pada sofa, mencoba mengisyaratkan kebosanan yang melandanya setelah hampir empat hari terkurung didalam apartemen.

“mungkin hari ini aku tak bisa menjagamu”

“kau fikir aku bocah ingusan?!”

Bom tak memperdulikannya “aku harus pergi. menjagamu hampir membuatku melupakan kontrak iklan bulan depan”

Hyuk jae menutup matanya pelan “kalau begitu kerjakan saja. Tak ada yang memintamu untuk datang”

Bom mendesah malas. Terkadang hyuk jae perlu diberi kursus cara mengungkapkan perasaan dengan benar. Seharusnya ia berterimakasih! Walaupun bom tau cara namja itu bersikap mengisyaratkan jika ia sedang membebas tugaskan bom dari kegiatan merawatnya.

“kau tau apartemen ji yeon?!”

Bom hampir terpingkal menahan tawa melihat reaksi hyuk jae yang berlebihan. Namja itu membuka mata dengan cepat kemudian menatap bom dengan mata membesar. Bom tau betul ekspresi macam apa itu.

“t tidak”

Bom terkekeh pelan “tak perlu berekspresi seperti itu” titahnya sesaat.

Yeoja itu melangkah mengambil tas sandang miliknya. Meraih scraft biru tuanya lalu berjalan menjauh.

“hubungi aku jika kau perlu sesuatu!”

Bom menutup pintu kamar lalu meneguk segelas air yang ia ambil dari pantri. Siang ini ia harus menemui ji yeon. Kontrak iklan mereka belum bergerak sedikitpun.

Bom merapikan scraft pada lehernya, yeoja itu mengganti sendal rumahannya menjadi sebuah wedgest hitam yang tinggi lalu menekan gagang pintu.

Bom tersentak saat kemudian matanya terpaku. Bertumbuk pada sebuah mata yang juga menatapnya ragu. Entahlah, setelah hari saat ia menenangkan hyuk jae, bom merasa jika ji yeon menatapnya dengan tatapan berbeda. Bom tak terlalu mengerti mengapa.

“a annyeong,, bom”

 

 

__

Je young terdiam. benar-benar tak berfikir sejauh ini sebelunya. Bibirnya tiba-tiba menjadi kelu, padahal ia masih berdiri tepat didepan pintu masuk florist.

“je! Apa yang kau lakukan disana?!”

Je young kembali mengerjap. Kedua maniknya tertuju pada wanita paruh baya yang kali ini terlihat begitu asik mengajarkan seseorang untuk menanam mawar putih.

Je young tau, namja itu tak mungkin tak menyadari kehadirannya. Ia adalah hal yang paling jelas jika diperhatikan dari arah manapun. Dan je young bersumpah akan menyeretnya keluar jika sedetik lagi saja ia masih berpura-pura tak tau.

Benar saja. Detik setelah je young bergumam dalam hati namja itu meliriknya sekilas. Je young terheran sesaat, apa ia dan kyu hyun memiliki semacam telepati? Mengapa setiap ia bergumam maka kyu hyun seolah dapat mendengarnya.

Je young menatapnya heran. Kyu hyun terlihat terkejut bukan main. Meski hanya untuk sesaat lalu kembali dapat menguasai keadaan. Je young jadi berfikir, benarkah kyu hyun tak menyadari kedatangannya?

Tubuh je young tiba-tiba saja menjadi lemas saat namja itu berdiri. Ia membuka sarung tangannya yang telah dikotori oleh tanah kemudian mengusap tengkuknya dengan senyum kekanakan yang lucu.

Sumpah! Itu pertama kalinya je young melihat kyu hyun seperti anak kecil. Dan tolonglah, jangan bertingkah hingga ia harus benar-benar pingsan! Je young sadar betul jika sendi pada lututnya telah meleleh dengan cepat.

“kau datang?”

Je young mengerjap sekali . kini kyu hyun berdiri tepat didepannya. Menampilkan wajah malu-malu yang terlihat samar. Je young ingin sekali menguliti wajah namja ini hingga ia tak lagi perlu melihat ekspresi kekanakan yang melumpuhkan kinerja otaknya.

“untuk apa kau disini?!”

Bukannya menjawab, je young justru ingin sekali bertanya alasan kyu hyun berada di floristnya, bersama eommanya, pagi itu. semua terasa begitu aneh ketika ia menemukan namja congak yang biasanya terlalu menyukai mendiktator orang lain itu justru tengah belajar menanam mawar.

“membantu eommamu. Minggu ini pasti akan banyak pengunjung”

Je young terdiam. “membantu?” ulangnya.

Dan kyu hyun mengangguk cepat. je young sadar betul ada yang berubah dari kyu hyun. semenjak malam itu,, em,, je young juga tak mengerti. Meski ucapan kyu hyun tak sejelas yang ia dengar. Je young tentu tau betul maksudnya.

Kyu hyun mengangguk. Bibirnya mengulum senyum kecil malu-malu. berbeda sekali dengan sosok congak yang selalu je young temui selama ini.

“aku hanya berfikir jika membantu eommamu mungkin akan menyenangkan. Lagipula,, ini hari minggu”

Je young mengernyit “lalu?” tanyanya sengit “bukankah kau bisa pergi bersenang-senang menghamburkan uang bersama teman-temanmu? Seperti yang biasa kau lakukan”

Je young bersumpah akan mencabik mulutnya jika ia bisa. wajah kyu hyun sontak terkejut sesaat sebelum kembali dapat ia kendalikan. Je young fikir, kyu hyun akan mendebatnya dengan hal-hal lain yang bisa ia katakan. Tapi tidak. Namja itu justru tertunduk mengusap lehernya sesaat sebelum kembali menatap je young.

“sekali-kali tidak menghambur-hamburkan uang sepertinya juga menyenangkan”

 

 

__

“a aku ingin..”

Hyuk jae menatap yeoja itu tanpa berkedip. Kakinya ingin sekali melangkah dan berteriak didepan ji yeon tentang mengapa ia baru saja datang setelah hampir empat hari berlalu. Namun urung karena dokter masih melarangnya untuk berjalan terlalu lama.

Hyuk jae terus memperhatikannya tanpa berkedip. Matanya terasa panas. dua hari yang lalu, ia menemukan yeoja ini tengah berada didalam mobil seorang pria. Ia hampir menghancurkan kamarnya jika bom tidak berkata jika pria itu adalah seung ho, salah satu teman kerja ji yeon.

Bukan berarti hyuk jae cemburu. Ia bisa melakukan apapun yang ia suka, sebenarnya. Hanya saja, melihat ji yeon berdekatan dengan pria lain membuatnya merasa mual. Gadis itu hanya berada disisinya selama ini, dan akan terus seperti itu.

Hyuk jae menginginkan hal semacam itu. ji yeon yang selalu berada disisinya.

“apa devisi periklanan cho. Corp begitu sibuk?”

Ji yeon menatap hyuk jae dengan mata sayu miliknya. Seketika saja namja itu merasa bersalah. Semacam rasa jika ia telah menyakiti yeoja itu dan ia tak lagi ingin melakukannya.

“lupakan. Kenapa kau datang?”

Ji yeon kembali menatap hyuk jae dengan tatapan serupa. Sontak namja itu merasa jika mata park ji yeon bukanlah hal yang bagus untuk terus ia pandangi.

Hyuk jae tersentak. Tiba-tiba ia merasa begitu bodoh. sejak kapan ia berbasa basi seperti ini? ia tak pernah melakukan hal konyol semacam bertanya mengenai pertanyaan tak penting pada siapapun.

Hyuk jae tersenyum. Dalam hati meneriaki nama ji yeon dengan geram.

“kufikir kau tak akan datang” tukasnya langsung.

Ji yeon tersentak, begitupun dengan hyuk jae sendiri. Ji yeon beribu kali meyakinkan jika pendengarannya tak pernah salah. Jika hyuk jae berkata seperti itu, ji yeon jelas tau jika namja itu menginginkan kehadirannya.

Secara tak langsung, hyuk jae menunggunya. Menunggu kedatangannya. Menunggu satu hal yang selalu ji yeon tolak untuk difikirkan.

Hyuk jae pun tak jauh berbeda, ia tak kalah terkejut ketika kembali menerka kalimat macam apa yang ia keluarkan ketika emosinya hampir mencapai puncak. Ia ingin tau alasan ji yeon datang, dan kebungkaman yeoja itu benar-benar menyiksanya.

Entah mengapa, ji yeon merasa jika hatinya begitu lapang. Tak ada ruang yang mungkin bisa ia tempati, tapi setidaknya, mendapati kenyataan jika hyuk jae menunggu kedatangannya memberikan ji yeon angin segar setelah hampir seminggu belakangan terus merasa tertekan.

“a aku fikir kedatanganku tidak penting” ji yeon menunduk dalam.

Sayup sayup ia mendengar hyuk jae bergumam. “konyol!” ji yeon mendongak, menatap hyuk jae yang berbalik menatapnya sengit. Ia tak mengerti aura macam apa yang saat ini mengelilingi mereka, yang jelas, ji yeon tau jika tatapan bengis itu jelas bukan berarti kebencian.

“o oppa,, menungguku?”

Hyuk jae segera berpaling. Oh god! Batinnya menggaungkan kutukan karena berkali-kali menatap mata ji yeon dalam keseriusan. Hyuk jae bisa gila jika yeoja itu terus bersikap konyol dan bertindak seperti orang bodoh.

“bukankah sudah ada bom?”

Lalu hyuk jae merasa berjuta kupu kupu beterbangan didalam perutnya.

 

 

__

“yang ini?”

Wanita itu mengangguk. “tolong yang kuning juga. Dibagi dua saja dan rangkaikan yang indah”

Kyu hyun mengernyit bingung. Dahinya berkerut memperhatikan pilihan bunga yang telah berada ditelapak tangannya.

“kenapa?”

Kyu hyun mendongak “ani,, hanya saja,,” ia berdehem sekali “aku fikir mawar kuning dan merah muda sedikit tidak cocok, jika ahjumma mau kita bisa mencari warna putih atau kuning dan merah darah sepertinya lebih terlihat hidup”

Wanita itu menatap dengan mata bingung. Jemarinya sibuk mengusap jemari lainnya ketika bibirnya terus bergerak berusaha mencocokkan warna yang ia inginkan.

Kyu hyun kembali berdehem untuk mendapatkan perhatiannya “jika boleh saya tau, rangkaian ini akan ahjumma berikan pada siapa?”

Wanita itu tersenyum bangga. “anakku baru saja lulus dalam interview pekerjaannya” tutur wanita itu ceria. “aku benar-benar tidak tau harus memberikannya apa. yang jelas, tidak ada yang dapat menjelaskan betapa bangganya aku padanya. Aku juga tidak terlalu bisa menentukan warna semacam ini”

Wanita itu berhenti sejenak untuk menghela nafas “kalau begitu aku serahkan padamu saja, yang jelas ini pekerjaan pertamanya jadi kumohon berikan karangan yang paling bagus”

Kyu hyun tertegun sesaat. Ia jadi berfikir, seperti apa perasaan orang tuanya ketika ia hanya berganti tampuk untuk mengusai seluruh pekerjaan appanya. Ia tak pernah menjalani tahap interview. Tidak juga pernah merasakan bagaimana bahagianya mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan.

Dan kyu hyun lupa jika ia tak pernah berfikir untuk menyukai pekerjaan manapun semenjak kecil. Dari awal, ia tau jika pada akhirnya ia akan bekerja pada perusahaan appanya. Jadi, mungkin cita-cita tak lagi ia perlukan saat itu.

Kyu hyun tersadar dari lamunannya. Bibirnya melengkung tipis lalu mengangguk paham.

Je young memperhatikannya dalam diam. Meski belum mengenal namja itu sepenuhnya, je yeong tetap mengerti perasaan macam apa yang kyu hyun miliki saat ini. bibirnya mengulum senyuman tipis.

Kyu hyun tak berhenti untuk bergerak semenjak pagi. Menjelang pukul satu siang ini, eommanya bahkan telah berkali-kali meminta namja itu untuk berisitirahat. Dan seperti yang banyak orang tau, tak akan kyu hyun lakukan.

Je young hanya berfikir entah bagaimana yang eommanya fikirkan saat ini. ia dan kyu hyun tak memiliki hubungan apapun, dan eomma tak tau itu. yang wanita tua itu tau, kyu hyun dan anaknya memiliki sesuatu yang special.

Je young ingin membantahnya. Meski belakangan ini baru ia sadari jika ia dan kyu hyun memang memiliki hubungan yang semacam itu.

“je! Makan siang sudah ada diapartemen. Pulanglah dulu”

Je young menoleh. Wanita tua itu kini tengah berjalan kearahnya. Sepertinya eomma telah selesai dengan pekerjaan rumah hingga memutuskan untuk kembali. je young buru-buru menyelesaikan rangkaian bunga miliknya.

“Sebentar eomma, sebentar lagi!”

Wanita paruh baya itu dengan cepat mendatangi je young, mengambil alih pekerjaannya lalu bergumam kecil meski je young masih bisa mendengarnya dengan jelas.

Je young mendesah gusar. Tatapannya menjadi sayu lalu memelas manja pada eommanya meski tak berhasil. Yeoja itu akhirnya memutuskan untuk sepakat.

Je young melepas aproan kotornya lalu berjalan mendekati kyuhyun. “eomma sudah memasakkan makan siang untukmu” ujarnya.

“hanya untukku?”

Je young hampir memukul kepala kyu hyun jika namja itu tak menghindar “untukku juga. Sudah, biarkan saja eomma yang akan menyelesaikannya.”

Je young berjalan menuju pintu. “mana bisa seperti itu. kau ingin menyerahkan pekerjaan ini begitu saja?”

Yeoja itu mendengus lelah “tidak. Rangkaian itu bukannya akan diambil dalam waktu satu jam lagi, bukan? Apartemen kami hanya sepuluh menit dari sini, kita bisa kembali secepat yang kau mau”

Kyu hyun akhirnya menyerah. Ia membuka aproan miliknya lalu merogoh saku celana. Je young dengan cepat mencegahnya. Menarik kembali tangan kyu hyun lalu dengan tegas berkata “jalan kaki saja!”

 

 

__

Hyuk jae tak berhenti memperhatikan wajah ji yeon. Dari atas sini ia dengan jelas dapat melihat betapa yeoja itu benar-benar lugu. Bersih dan belum tersentuh. Ji yeon terus bergerak tanpa memperdulikan hyuk jae. bibirnya terkadang bergerak entah mengucapkan apa.

“a aww!!”

Hyuk jae menari kakinya cepat. sementara ji yeon tak perduli dan kembali menarik kaki hyuk jae untuk terus berendam dalam air panas yang ia sediakan.

“eomma pernah berkata jika air panas akan menyembuhkan pembengkakan dengan cepat”

Hyuk jae menatapnya dingin “kakiku hanya terkilir”

Hyuk jae dengan jelas mendengar ji yeon terkekeh geli “bukankah kaki yang terkilir disebabkan oleh pembengkakan otot? Oppa bukannya tidak tau, kan?”

Hyuk jae memalingkan wajahnya acuh. Ekspresi itu masih sama meski hyuk jae menghujat diri dalam ketidak tauannya pada hal kecil semacam itu.

“aku bukan dokter. Dan management bisnis tidak memperlajari hal semacam itu” kilahnya cepat.

Hyuk jae kembali memutar leher, matanya bertemu dengan milik ji yeon yang masih tersenyum kecil dibawah sana. Hyukjae jadi berfikir hal semacam apa yang membuatnya terus membiarkan ji yeon menerobos masuk kedalam kehidupannya.

Bahkan hyuk jae melupakan fakta jika ji yeon memiliki posisi yang hampir setara dengan bom. Mereka bisa masuk kapanpun kedalam apartemennya tanpa perduli prinsip hyuk jae dalam memandang wanita.

Ji yeon akhirnya mendongak, sama sama terkejut ketika tatapan mereka bertemu dalam satu titik lurus. Ji yeon merasa jika ia tak akan pernah mengalami hal semacam ini. menatap hyuk jae yang balik menatapnya dengan mata yang penuh tanda tanya.

Jantungnya bergetar. Ji yeon merasa jika ia baru saja terjun dari lantai seratus demi jantungnya yang hampir hilang.

Ji yeon mengerjap. Tiba-tiba saja hyuk jae mendekat. Semakin dekat dengan deru nafas yang tak akan pernah ji yeon lupakan. Mereka belum pernah sedekat ini. ji yeon masih menatapnya. Hyuk jae telah terlihat memejamkan mata hingga ujung hidung mereka bersentuhan lembut. Lalu Hyuk jae berhenti. Begitupun ji yeon. Kedua mata mereka tertutup rapat dan deru nafas menghiasi bilik kosong diantara mereka.

Hyuk jae bersumpah jika ia tak pernah sesungkan ini dalam menyatukan bibirnya dengan wanita lain. Hatinya bergetar. Ia pernah melakukan hal paling gila hingga bercinta. Tapi menghirup deru nafas ji yeon membuatnya menjadi jauh lebih bahagia.

Hyuk jae jadi berfikir perasaan macam apa ini. yang jelas, ia telah mengubur rasa semacam ini bertahun-tahun lalu. berjanji tak akan lagi membuka dan meraskannya hingga kapanpun. Sampai akhirnya hyuk jae sadar jika ia terlalu lengah. Kunci itu bergerak, meloloskan rasa itu untuk kembali ia cecap.

“apa oppa dan bom sepasang kekasih?”

Hyuk jae membeku. Tubuhnya menegang sempurna ketika kedua bola matanya terbuka lebar. Perlahan manik ji yeon juga tampak, lalu menatapnya dengan tutur kesedihan tiada tara. Yeoja itu menatap kedua bola mata hyuk jae bergantian, memancarkan tanda tanya dan permohonan agar hyuk jae menjawab meski akan menyakitinya.

Hyuk jae terdiam. matanya juga bergerak bergantian menatap manik sehitam arang milik ji yeon. Hatinya bergetar, meski ia sadar jika rasa semacam ini telah lama ia sadari. Ia mengerjap dan matanya mulai terfokus ketika akhirnya, dalam jarak sedekat itu hyuk jae menatap ji yeon dalam kepastian.

“park ji yeon, apa kau,, mencintaiku?”

 

 

__

“bagaimana perkembangannya?”

Seorang pria paruh baya menenggak segelas wine merah pekat, ia berbalik dan menempatkan diri pada kursi besar didepannya. Seorang yang berpakaian serba hitam terlihat serius, kepalanya seperti penuh dengan ribuan informasi penting yang akan ia sampaikan.

“perusahaan mengalami peningkatan setelah masalah winter chlotes terselesaikan, tuan”

Pria itu kembali meneguk minumannya setelah menangguk.

“perusahaan juga memenangkan beberapa tender besar yang sebelumnya terasa mustahil untuk dicapai. Kenaikan jabatan tuan muda yang masih menginjak masa tiga tahun cukup mengejutkan publik karena berhasil menggambil alih senghwaa grup dari jepang”

“senghwa grup?”

“ya, tuan. Mereka menyetujui kontrak kerja yang diajukan perusahaan. Dan beberapa iklan yang kita produksi mendapatkan respon yang baik. Peluncuran baju musim semi juga telah rampung hingga 90%. Dengan kata lain, perusahaan mengalami peningkatan pesat khusus untuk satu tahun belakangan”

Mereka diam. Ruangan besar dengan dominasi warna coklat elegan itu menjadi lebih hening dan senyap. Pria itu akhirnya membiarkan minumannya dalam ketidak pastian ketika ia memjukan diri untuk lebih tau.

“berita lainnya?”

“tuan muda terlihat lebih dewasa. Dia menjadi lebih tenang dan perlahan menjauhi kehidupan liarnya, tuan”

“dan para wanita itu?”

Pria berbaju hitam berjalan mendekat, menyerahkan sebuah map coklat yang masih terbungkus rapat.

“tuan muda terlihat sering bersamanya hampir lima bulan terakhir”

Pria itu membuka map. Meneliti satu persatu setiap foto yang cukup membuatnya manahan nafas. Bibirnya membeku seketika.

“siapa dia?”

“shin je young, 22 tahun. ia bekerja diperusahaan hampir satu tahun belakangan, tuan”

 

 

-TBC-

Maaf ya ini lama banget. Laptop aku rusak dan kemarin aku harus revisi ulang. Lagian belakangan ini aku sibuk ngurusin kuliahan jadi mungkin agak jarang ngepost juga. Tapi aku usahain kok. Buat ‘Sill You’ sama ‘Ignorant Feeling’ juga bakal aku lanjutin segera. sabar ya..

Terus maaf yo kalau part ini banyak kekurangannya.Ya, aku juga masih dalam tahap belajar. Mohon dimaklumin aja. Part 20 secepatnya aku post.

With love, Park ji yeon.

 

28 thoughts on “Fabulously Castle part 19

  1. little devil says:

    akhir.a update juga,, ap pria yg d panggil ‘tuan’ itu ayah kyuhyun?? tmbah gregget+pnasaran
    Moga aj hyukjae cpet sdar klo dia juga jatuh cinta am jiyeon trus jadian deh…
    Buat dian,a semangat ! D tunggu part selanjut.a

  2. aaahhh..
    semakin kesini, semakin banyak rahasia yg terkuak yaa..
    astagaaaa, nungguin yg ini lamaa, dan kejawab sudah maksud junsu yg waktu itu..

  3. vita says:

    Wahhh jdi yg pertama niii. Setelah sekian lama akhir nya fc 19 muncul jga dgn segala kejutan nya dri mslh kehidupan pribadi namja2 itu sampe ke perasaan mereka masing2. Hyuk yg akhir nya menemu kn rasa dgn ji, kyu yg semakin dalam ama je. N di akhir cerita ada yg lebih mengejut kn lagi, apa je akan terhalang restu ortu kyu ahhh ska dian ama ff nya konflik percintaan masing2 pasangan di banyakin dong aplg jihyuk yg msh galau gtu hub nya. Semangat terus berkarya

  4. tata says:

    oooooh akhirnyaaaaaa #ciumbasahdian
    XDDD

    sebulan sudah nunggunya. untung g sampai 3 bulan, bisa2 unnie gugat cerai itu si kyu???? loh?? #abaikan

    tragis ternyata kisah hyuk. itu pasti hyuk trauma bgt sama kematian appanya.
    but, hanya terkilir doang?! aigoooo unnie pikir bakal masuk ICU trus koma trus ji nangis kek orang stres.

    itu hyo kok bilang pake ngerestuin segala?! apa sebelumna hyuk ma hyo ada hbungan ya?!

    n bang hae… g di real life ato ff tetep aja dramatis kalo nyangkut hubungannya ma hyuk. dasar couple satu ini

    hahaha akhirnya hyuk n ji sama2 uda mulai merasa saling membutuhkan ya… g sabar nunggu jadiannya

    bang kyu unyu banget ya… g tega unnie bayangin pas dia lagi senyum konyol kek bocah
    n, itu appanya kyu y?! apa yg akan terjadi selanjutnya y… penasaran

    n buat dian, semangat buat kuliahnya… n unnie doain lappynya g rusak lagi.

  5. nadia1 says:

    yeee buat jiyi jdian sn hyuk

  6. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Akhirnya, makin lama makin terkuak juga beberapa rahasia. Aku gak nyangka kalau Hyuk dekat ma Bom. Dan orang yang dipanggil tuan pada scene terakhir itu, ayah Kyu Hyun kah? Kehidupan keempat namja tampan itu memang misterius.

  7. Gummy eunhyuk says:

    Itu yg di akhir cowo misterius appa ya kyu kah? Ah penasaran banget

  8. elfexotic says:

    lebih penasaran sama hubungan Kyu-Je drpd kisah 3 orang lainnya..

  9. indri says:

    akhirny eonni…
    ad jg part ini..hyukjae aduh udh buka hati nih cie2 jiyeon cinta trblz nih ?
    happy bt couple ini..
    dblik khidupan 4cwo ini ad kisah masing2 &itu kern..mrk sling nguatin satu sm lain…deabak bt pesahabatan ny…

  10. mira_MM says:

    hahhahhaha….akhrnya d post jg hore!!
    Hore..dian dh mulai kuliah? kuliah d mn di?

    ak mau tny ni…hyujae it d rawatny d apartmentnya y? ga d RS?
    bingung ak baca obrolan kyu n hae..penuh dgn kta2 misteri
    tp jelas jg stlh hye yo crita. memang trauma it susah pulihny,hidup penuh ketakutan..hmm
    btw..bntk hubungan kyu n je skrg gmn? tmnan si pasti ngga ya..jgn2 TTM hehehehe
    yg d panggil tuan curiga bpkny kyu.tp knp mesti kaget wkt ngeliat foto Je young??
    d part bny bagian ji n hyukjae y

    D tgg part selanjutny dian..^^

  11. adelcho says:

    Hyukjae cinta sama jiyeon.. Susahny ngungkapin

  12. khajokyu says:

    Say thank to author before read.wah akhirnya diposting juga,ff FC.Dah lama bolak- balik ke wp eoni.

  13. Sapphire says:

    Dian akhirnya Update juga,, disini yg belom jadian cuma si ji-hyuk,, kyuhyun sama jeyoung udah gk malu malu lg,,,

  14. ninggalin jejak dulu, akhirnyaa update juga sekian lama bulak balik buka blog eonni

  15. marly marly says:

    Woaaaaahhhhhh setelah hampir jamuran nungguin ni ff akhirnya di post jugaaa🙂
    hmm itu si kyuhyun belum jg blg klo dia itu ud cinta ama jeyoung? Ayo dong kyu..yg lalu kan sempat ga jd… trus siapa pria misterius itu? Ayah ny kyuhyun kahhhh???

    Di saat jiyeon ud berpikir mulai nyerah hyukjae akhirnya ud mulai membuka hati kyk nya…nah loh?!! Tp kemungkinan mereka ga lama lg bakal jadian deh…. semoga aja yahh…^^

  16. oNeL says:

    Next partnya amat sangat dinanti sekali!!!
    Sabar. . .sabar. ..nunggu bulan depan,

  17. Quiny says:

    Aaaaakhirnya :3 hahahaha selamat laptop nya sudah sembuh :))) seperti biasa, ceritanya makin bagus makin bikin penasaran :3 ditunggu segera cerita selanjutnya
    ~

  18. puput says:

    Akhirnya..akhirnya..udah lama banget nunggu update-anmu lil sis..
    So far so good kah dgn perkuliahan??
    Good luck y..

  19. @uliezgaem says:

    wahhh hyukjae ternyata ckup mengejutkan dgn sgala macam masalahnya… akuilah perasaanmu hyukjae..

    kyuhyun berarti batal nyatain perasaannya dung…

    makin seru, jd penasaran buat next selanjutnya…

  20. ai-sparkyu says:

    Gak nyangka klo hyuk jae punya masa lalu yg sesedih itu..
    Dan masih penasaran dgn kejadian sebenarnya yg sampai skrg masih ditutupinya..
    Btw, itu si kyu hyun kenapa bisa berubah sedrastis itu?
    Bantuin eomma je young ngerangkai bunga lagi. Hahaha…
    Pengen dianggap jadi calon menantu idaman?
    Sebenarnya apa sih yg dibicarakan je young dan kyu hyun waktu di apartemen hyuk jae?

  21. BebyPanda says:

    , apa Eunhyuk akn mengizinkan Jiyi msuk kedalam khidupn’y?? Brjuang jiyi kmu pasti bza dptkan eunhyuk..
    siapa pria itu?

  22. tiwi says:

    Waa, akhirnya muncul juga.
    Kyuhyun dan je young aku suka pasangan ini.
    Utk eunhyuk san ji yeon buru2 jadian deh. Hee

  23. lia Aprilia says:

    Mian saya baru meninggalkan jejak sekarang ~~
    Sebenernya udah baca ini dari pertama dipost tapi lupa ninggalin jejak saking keasikan bacanya dan sekarang lagi kangen hyukji jadi baca ulang lagi deh ^^ mana ini part20 nya katanya ga lama2 mau dipostnya udah kangennnnn 😘
    Hyukjae sudah mudah mulai membuk hatinya kembali tuh semoga kali ini serius ya kasian ji soalnya ga perlu di buktiin lagi kalo ji itu emang bener2 cinta sama si anchovy yg satu itu
    Kyuje juga makin sweet deh tapi sepertinya bakal terjadi sesuatu dia antara merek soalnya bokapnya kyu sepertinya sudah mulai mencari tau siap wanita yg bisa merubah kyuhyun sekarang ini tapi bakal dapet masalah ga ya je sama bokapnya kyu??
    Next partnya ayo dong publis kangen nih dan penasaran juga sih hahaha 😁😁😁😁

  24. SHAwol noNAME says:

    ini makin seru ceritanya, kyu ma hyuk udah tahu masa lalu nya,
    kalo siwon aman“ aja kayaknya nah donghae kn sama“ ehm, brengsek blum tahu masa lalunya ato jangan“ terlewat ada d part protect
    wah pengen baca lanjutannya, gak sabar
    author-nim kalo next part ato part-part selanjutnya ada yg d protect bener bisa minta pw lewat e-mail ya
    gomawo buat ceritanya🙂

  25. Shannon Shin says:

    baru sempet buk lagi dan akhirnya nemu postingan baru. nunggu banget FF ini. Aku kira kecelakaan Hyukjae parah. Ternyata gak seberapa juga. Oooh, jadi itu yang bikin Hyukjae akhir-akhir ini galau gak jelas. Karna mendekati kematian appanya. Aku kira ada hubungannya sama Ji yeon. Macem Donghae gitu.

    Ayahnya Kyuhyun itu? Wah bakalan ada apa ini? Semoga gak menghalangi hubungan Kyu-Je.

  26. uwaaa hubungan mereka makin berkembang….

  27. dewi says:

    Apa orang yang meminum wine itu appanya kyuhyun
    Lanjut ya thor

  28. iyin88 says:

    Aq kepoin ff dian yg ini dlu ya, klo udh slsai bru kepoin yg lainnya.
    Itu appanya kyu ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s