Mission Impossible part 3

1-3

Judul              : Mission Impossible  Part 3

Author             : DraKyuBubble

Main cast         : Cho KyuHyun, Kim EunJi (OC)

Other cast        : Lee HyukJae,Choi Siwon, Yesung, Park Haneul (OC),etc

Genre              : Romance, Action

Length             : Chapter

Rating             : PG17

 

Happy reading~

 

Kyuhyun PoV

 

“Kau saja yang menjemput si brengsek ini hyung.”

Setelah berhasil melumpuhkan namja tadi, segera kukeluarkan ponselku dan menghubungi Siwon. Aku tidak yakin bisa membawa namja itu dalam kondisi seperti ini, mobilku terparkir jauh dari sini, ditambah lagi si brengsek itu sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Itu akan sangat merepotkanku nantinya .

Dan ini…Akkhh! Sial!

Saat kucoba menggerakkan lengan kananku, rasa sakit yang luar biasa langsung terasa menjalar dari ujung jari hingga bahu kananku. Ini semua karena yeoja itu. Jika tadi dia tidak mencoba  untuk menghalangi jalanku, aku pasti bisa dengan mudahnya membawa  namja itu tanpa harus terluka seperti ini.

Kudengar derap langkah kaki seseorang yang berlari-lari mulai mendekat. Itu pasti dia. Kutolehkan kepalaku kesamping untuk melihatnya, dan benar saja. Dia sedang berdiri kaku disana sambil memegang jas hitamku di tangannya dengan tampang bodoh, memandang ngeri pada namja yang sudah kutembak tadi. Sesaat setelah itu, kedua matanya beralih menatapku ragu, sepertinya dia  takut setelah ku ancam tadi siang. Dasar yeoja bodoh .  Kim Eun Ji, neo jinjja pabboya.

 

Tunggu .

 

Menatap lama wajah yeoja itu membuatku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal. Tiba-tiba pikiranku kembali melayang pada percakapan antara aku dan Yesung hyung kemarin malam.

 

 

Flashback

“Mereka banyak berkeliaran di Inha akhir-akhir ini, Kyu.”

“Siapa?” tanyaku pada namja berambut hitam yang kini tengah duduk dihadapanku.

“Para anggota Black Pearl.” ujarnya dengan memajukan sedikit tubuhnya kedepan dan menopang dagu dengan kedua tangannya diatas meja.

“Lalu, apa hubungannya denganku?” entah kenapa hatiku terasa sakit ketika mendengar nama organisasi itu .

“Setelah membunuh salah satu anggotanya tadi malam, kurasa kau akan lebih mudah melaksanakan misi kali ini. ”  katanya serius.

Ya, benar sekali. Salah satu anggota mereka yang merupakan pemilik hotel Star One yang terkenal mewah di wilayah Incheon itu sepertinya baru saja bergabung sebagai anggota baru, buktinya dia tidak memiliki keahlian sama sekali dalam hal melarikan diri.

Jadi itu lebih memudahkanku untuk mengejarnya.  Sayangnya si badan besar itu malah melawan saat kudekati, membuatku dengan senang hati melancarkan beberapa pukulan dan tembakanku padanya. Aku memergokinya saat sedang melakukan transaksi jual beli narkoba di pub malam itu.

“Aku tidak mau. Jangan sangkut pautkan aku lagi dengan masalah yang berkaitan dengan mereka.”

Yang benar saja. Sudah lima tahun lebih mereka menjadi buronan dan selama itu pula aku berupaya mencari tahu siapa pemimpin mereka tapi tidak pernah berhasil, dan sekarang si kepala besar ini malah  menyuruhku untuk kembali melakukan tugas yang sama.

“Apa kau takut Kyu?”

“Apa yang membuatmu berpikir begitu?” aku memandang heran wajahnya yang datar dengan mata sipitnya yang menatapku lekat tanpa emosi.

“Jangan berpura-pura lupa, aku tahu kau masih ingat kejadian itu.”

Bagus. Dia membahas ini lagi, untuk yang kesekian kalinya dalam minggu ini , sejak Black Pearl kembali gencar melakukan aksi mereka yang meresahkan masyarakat. Mencuri dan menyelundupkan narkoba secara illegal ke Seoul.

“Aku tahu kau sebenarnya masih menyimpan dendam kan? Melihat bagaimana caramu membantai habis lima anggota mereka yang sedang berkumpul di distrik Yang Pyung malam itu, membuatku sadar bahwa kau masih belum bisa menerima kematian kedua orang tuamu.”

Aku membuang muka ke luar jendela dan berpura-pura fokus menikmati pemandangan pusat kota  dimalam hari dengan kendaraan-kendaraan yang masih berlalu lalang. Aku tidak mau mengingat kejadian itu lagi, sungguh. Aku benar-benar benci diriku yang tidak bisa melindungi orang-orang yang kuanggap penting dalam hidupku.

“Kau sebenarnya masih ingin melanjutkan misi itu kan?”

“…”

“Kau pasti ingin kasus pembunuhan orangtuamu terungkap dan menangkap siapa dalang dibalik semuanya?”

“…”

“Dengan menangkap ketua organisasi mereka maka kasus pembunuhan orangtuamu juga akan terpecahkan. Bukankah dia juga ada bersama anggotanya yang malam itu menerobos masuk ke Mansion Cho’s Family? Kau bisa memulai penyelidikan ini dari awal lagi.”

“…”

“Ya! Berhenti mengacuhkanku Cho Kyuhyun! Aku sedang berusaha membantumu!” teriaknya kesal karena aku terus saja membiarkannya berbicara tanpa menanggapinya sama sekali.

“Lalu kau ingin aku melakukan apa?” aku menoleh dan menatapnya malas.

Aku bosan , aku lelah melakukan hal yang tidak menghasilkan apapun sama sekali. Pencarian yang kulakukan selama ini tidak pernah menemukan titik terang, membuatku merasa bahwa selama ini aku hanya mengejar kabut tebal yang tak bisa digenggam.

Yang kudapat selama ini hanyalah anak buahnya, bukan dia. Dia benar-benar sangat licin dan sulit  ditemukan, seakan-akan tempat bersarangnya tidak hanya satu, mungkin tersebar diseluruh wilayah Seoul.

“Katakan ‘iya’ dan segera pergi dari sini. Temui agen Choi dan agen Lee diruangan mereka, aku sudah menugaskan mereka untuk ikut serta membantumu dalam misi ini besok. ”

“Tidak mau. “tolakku padanya. Tampak jelas olehku kedua matanya itu mulai melebar, selebar yang bisa dilakukan mata sipitnya.

“Kenapa bukan mereka saja yang melakukannya, dan kau bisa memberiku tugas yang lain untuk dikerjakan.”

“Aish…Ya! Jangan mengira hanya karena aku sudah menganggapmu sebagai adik sendiri lalu kau bisa seenaknya membantah perintahku, bagaimanapun juga aku ini atasanmu dan kau bekerja dibawah komando ku. Kau tidak mungkin bisa menjadi secret agent seperti sekarang ini jika bukan karenaku . Lalu–“

“Arra arra, aku pergi.” belum selesai dia bicara aku segera bangkit dari dudukku dan berjalan menuju pintu keluar. Jika membiarkannya mengomel seperti itu terus akan menghabiskan waktu dua jam, dan kalian harus tahu , aku paling tidak suka mendengarkan celotehan orang lebih dari lima detik.

“Tunggu.” tahannya.

“Apa lagi? Kau ingin menyuruhku mampir dulu ke apartemenmu, lalu memandikan dan memberi makan peliharaan bercangkang milikmu itu?”

“Ani, kalau itu aku sudah menyuruh seseorang untuk melakukannya tadi. Aku hanya ingin memberikan ini padamu dan kurasa ini bisa jadi petunjuk.” dia merogoh saku celananya nya dan mengeluarkan selembar foto lalu menaruhnya di atas meja.

“Kau akan menyamar sebagai mahasiswa besok di Inha University untuk mengintai anggota-anggota mereka yang juga sedang menyamar disana, cari tahu apa yang mereka lakukan. Sekalian kau cari dia , aku yakin dia ada hubungannya dengan kasus pembunuhan keluargamu.”

Ku ambil foto itu dan kutatap lekat gambar yang terpampang disana lalu kembali menatap namja itu  bingung. Dia hanya mengangguk menanggapi ekspresiku.

 

End of flashback

 

Yeoja ini…tidak salah lagi. Pasti dia , orang yang berada didalam foto waktu itu sangat mirip dengannya. Kenapa baru sekarang aku ingat?

“Kyu, kau masih disitu? Jadi kami yang harus menjemputnya?” suara Siwon diseberang sana membuatku tersentak dan kembali menyadarkanku.

“Ne hyung ,aku masih ada urusan disini.” ucapku dan langsung mengakhiri panggilan jarak jauh itu.

Kulangkahkan kedua kakiku menuju yeoja itu dan menatapnya tajam, wajahnya yang terpampang jelas pada foto yang ditunjukkan Yesung hyung kemarin malam membuatku semakin penasaran. Apa benar  dia yeoja yang terlibat kasus pembunuhan keluargaku?

Cih! Dilihat dari penampilannya saja sungguh mustahil jika yeoja pendek dan tampak lemah seperti ini bisa melakukan hal-hal yang berbau kriminal seperti itu.

“I…ini punyamu.”

Dia langsung menyodorkan tangannya yang memegang jas hitamku saat langkahku hampir mencapainya. Kulirik jasku sekilas lalu kembali menatapnya tajam.

 

GREB

 

“Apa yang kau—emmmphh!”

Dalam sekali sentakan cepat yeoja itu berhasil kutarik mendekat ke tubuhku , ku bekap mulutnya dan mengunci seluruh ruang geraknya. Tubuhnya yang pendek itu membuatku lebih mudah memeluknya dengan erat sehingga dia benar-benar tidak bisa berkutik.

 

###

 

Author PoV

 

“Apa kau sengaja membuntutiku?” Kyuhyun menurunkan masker hitamnya kebawah saat berbicara, sehingga deru hangat nafasnya menyentuh telinga EunJi, membuat yeoja itu sedikit merinding karenanya.

EunJi menggeleng kuat dalam dekapan Kyuhyun pertanda apa yang dituduhkan namja itu padanya tidak benar.

“Lalu kenapa kau bisa ada disini? Ini pemukiman sepi, dan yang ada disekitar sini hanya Club Ecstasy . Seorang yeoja baik-baik tidak mungkin mau berjalan malam-malam ditempat seperti ini.” EunJi langsung mendelik kesal pada namja yang sedang mendekap tubuhnya erat dari belakang itu , kalimat yang dilontarkan Kyuhyun tadi padanya membuat dia merasa menjadi yeoja paling buruk didunia.

Sebenarnya EunJi pun tidak akan mau berkeliaran malam-malam melewati jalan itu. Tapi karena pekerjaan yang menuntutnya, maka dia harus melakukannya jika dia masih ingin bertahan hidup.

“Apa yang kau lakukan disini? Mencoba menawarkan diri dengan wajah jelek dan tubuhmu yang tidak berbentuk sama sekali itu, hm?”

Cukup . Habis sudah kesabaran EunJi menghadapi namja yang  ternyata berlidah tajam itu.

Dengan emosi yang tak terkendali, EunJi yang merasa terhina memutar cepat tubuhnya serta tubuh Kyuhyun sehingga posisi Kyuhyun sekarang jadi membelakangi dinding. Ditekannya tubuhnya dengan kuat yang otomatis membuat Kyuhyun ikut terdorong kebelakang dan membentur dinding.

Saat Kyuhyun lengah dan pelukan namja itu terasa melonggar ditubuhnya, EunJi gunakan kesempatan itu untuk meraih sebelah tangan Kyuhyun dan melempar tubuh namja itu ke bawah.

 

“Aaakkhh!” Kyuhyun meringis kesakitan sambil memegang punggung dan lengannya secara bergantian. Sepertinya namja itu melupakan keadaan salah satu lengannya yang tadi sempat terkena tembakan.

“Rasakan itu. Kau kira aku ini yeoja macam apa huh? Jaga mulutmu kalau bicara.” EunJi menyilangkan kedua tangannya didepan dada sambil menikmati adegan Kyuhyun yang kesakitan.

Namun lama kelamaan raut wajah emosi yeoja itu berubah menjadi cemas saat dilihatnya Kyuhyun tidak juga bergeming setelah dilemparnya tadi.

“Ya Kyuhyun-sshi, gwenchana? ” Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu masih bertahan dengan posisi jatuhnya.

“Apa tadi aku melemparmu terlalu keras? Kau…masih hidup kan? ” EunJi mendekat dan berjongkok disamping Kyuhyun sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah namja itu.  Walau bagaimanpun yeoja itu tidak akan mau dituduh telah membunuh orang .

“Ck! Diam kau. Kau tidak lihat aku sedang tidak baik-baik saja. Tadi kau sudah membuatku tertembak dan sekarang kau malah membuat punggung dan lenganku mati rasa. Makhluk macam apa kau ini huh?!” Kyuhyun bergerak dan mencoba untuk bangkit.

“Ah jeongmal? Maafkan aku , kalau begitu biar kubantu.”  EunJi meraih sebelah tangan Kyuhyun dan mengalungkan lengan namja itu dilehernya.

“Aa..akkhh… lepaskan! Kau membuatku semakin menderita. Biar aku sendiri.” Kyuhyun menarik kembali lengannya yang terluka dari EunJi dan menyeret paksa kedua kakinya berjalan menuju mobil. EunJi hanya menatap namja itu dari belakang dengan perasaan bersalah.

Lama yeoja itu terdiam , dahinya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu. Perasaan itu masih hinggap membebani dadanya. Bagaimana jika tiba-tiba namja itu kehabisan darah dan pingsan, atau bisa saja tiba-tiba mati lalu keluarganya datang untuk meminta pertanggung jawaban.

EunJi tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya jika hal itu benar-benar terjadi. Beberapa saat setelah itu akhirnya yeoja itu memutuskan untuk berjalan dan mengikuti Kyuhyun dari  belakang.

“Jangan mengikutiku.” ucap namja itu tanpa menoleh kebelakang.

EunJi menghentikan langkahnya karena melihat Kyuhyun yang juga berhenti berjalan.

“Aku tidak mengikutimu. Aku hanya mengawasimu.”

“Kau tidak perlu mengawasiku, aku bukan anak kecil.”

“Tapi kau sedang terluka dan perlu diobati. Biarkan aku membawamu ke Seoul Hospital, lukamu akan infeksi dan semakin parah jika tidak segera ditangani. Kau pasti tidak bisa mengobatinya sendiri kan?”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap datar yeoja itu . “Aku tidak butuh rumah sakit, hal kecil seperti ini sudah sangat sering kurasakan, jadi kau tidak perlu khawatir, sekarang lebih baik kau pulang.” ucap Kyuhyun lalu kembali melanjutkan jalannya, tidak mempedulikan EunJi yang masih berdiri disana menatapnya cemas.

 

“Ck!”

 

Kyuhyun mendecak kesal dan berusaha mempercepat langkahnya saat dirasakannya pandangannya mulai mengabur, lengan kanannya yang terluka semakin berdenyut-denyut ria dan bertambah perih, darahnya tidak berhenti mengalir hingga membuat jejak-jejak tetesan disepanjang jalan yang dilaluinya.

Sebenarnya bukan masalah besar bagi Kyuhyun jika hanya terkena satu tembakan dilengan. Namun staminanya sedang menurun saat ini dikarenakan namja itu tidak beristirahat sedikitpun dalam dua hari terakhir , dia disibukkan oleh misi barunya dan membuat kondisi namja itu semakin melemah karena kurang tidur.

Kyuhyun berhenti dan memutar malas kedua bola matanya saat tiba disamping Ferrari hitam miliknya. Bayangan yeoja yang sedang berdiri tepat dibelakang punggungnya terpantul jelas pada kaca jendela mobil karena terkena bias cahaya lampu jalan yang meneranginya.

“Bukankah sudah kukatakan—“

“Aku tahu. Setidaknya biarkan aku yang melakukannya.” Kyuhyun memutar tubuhnya dan menyipitkan kedua matanya menatap yeoja itu heran.

Tadi siang yeoja itu terlihat begitu takut ketika berhadapan dengannya, beberapa saat yang lalu dia marah-marah, dan sekarang dia malah berbaik hati ingin membantu.

“Apa kau bilang?”

“Kau menolak untuk dibawa ke rumah sakit, maka dari itu aku menawarkan bantuanku.”

“Apa kau baru saja mengkhawatirkan orang yang pernah mengancam ingin membunuhmu? Dasar bodoh. Tidak usah, aku tidak butuh bantuanmu.” ujar Kyuhyun sarkastis.

“Ini bukan hanya sekedar bantuan, tapi juga rasa tanggung jawab. Aku yang membuatmu jadi seperti itu, anggap saja ini sebagai balas budi karena kau sudah melindungi nyawaku tadi.” Kyuhyun memandang yeoja itu tidak percaya. Eun Ji adalah yeoja teraneh yang pernah ditemuinya.

“Aku tidak melindungimu, itu hanya gerakan refleks.”

“Aku tidak peduli itu refleks atau tidak, yang penting sekarang aku masih baik-baik saja karenamu. Sekarang biar aku yang mengantarmu pulang, aku juga akan segera mengobati lenganmu itu.”

“Aku sudah bilang tidak usah, kau ini benar-benar keras kepala. Berikan itu padaku.“ geram Kyuhyun lalu merebut paksa jas hitamnya yang masih dipegang EunJi. Dia membuka pintu mobilnya  dan duduk di kursi kemudi setelah melempar jas hitamnya ke jok belakang.

Namun setelah selesai menyalakan mobil, namja itu baru menyadari jika sebelah lengannya terluka, bagaimana bisa dia mengemudi tanpa bantuan lengan kanannya.

“Arrgghh! Tidak berguna!”

Kyuhyun memukul setir kemudinya lalu merebahkan kepalanya yang mulai terasa berat. Keringat mengalir perlahan menuruni pelipis dan dahi putihnya, membasahi kerah kemeja berlengan panjang yang sedang dikenakannya. Kemudian namja itu mencoba memejamkan kedua matanya sejenak , berharap rasa sakit yang sedang menyerangnya saat ini bisa teredamkan walau hanya sedikit saja.

 

TUK TUK TUK

 

Kyuhyun membuka paksa kedua matanya untuk melihat keluar saat mendengar ada yang mengetuk kaca jendela mobilnya. Betapa kagetnya namja itu karena  menemukan EunJi yang masih bertahan berdiri di luar sana, tepat disebelah pintu mobilnya.

Kyuhyun membuka pintu mobil tersebut untuk melihat yeoja itu lebih jelas.

 

“Sekarang siapa yang keras kepala?” ucap EunJi sinis , yang membuat Kyuhyun menghela nafas pasrah.

 

Akhirnya disuruhnya yeoja itu masuk dan duduk dikursi kemudi, setidaknya hanya untuk kali ini saja dia membiarkan EunJi membantunya, jika tidak dia pasti akan segera membuat perhitungan dengan yeoja itu, mengingat apa tujuan awalnya mencari EunJi.

“Pembunuh macam apa kau ini huh? Lemah sekali. Mana ada pembunuh yang ditolong oleh korbannya sendiri.” gerutu EunJi sambil menyetir, sesekali manik matanya melirik sekilas pada namja yang sedang duduk bersandar disampingnya.

“Aku tidak pernah meminta pertolonganmu, jadi diamlah.”   sungut Kyuhyun , namja itu terlihat berusaha mengambil jas hitamnya kemudian memakainya kembali, menutupi lengan kemeja putihnya yang sudah berubah warna menjadi merah.

“Aku tidak mungkin bisa diam jika kau belum memberitahuku dimana tempat tinggalmu.”

“Seoungsu Apartement.”

EunJi membulatkan kedua matanya seketika dengan mulut sedikit terbuka karena takjub. Seoungsu Apartement adalah apartemen termahal dan termewah yang ada di Seoul, dan namja itu tinggal disana?

“Ya! Kejahatan apa saja yang sudah kau lakukan selama ini hingga kau bisa tinggal ditempat elit seperti itu huh? Merampok bank? ”

“Bisakah kau diam.” ulang Kyuhyun sekali lagi. Seluruh tubuhnya terasa semakin sakit jika mendengar celotehan yeoja itu. EunJi langsung membungkam mulutnya kemudian beralih fokus menatap jalan.

 

###

 

“Ini foto terakhir yang berhasil  saya dapatkan ,tuan.”

“Apa ini?” tanya seorang namja yang tengah duduk dibalik meja kerjanya.

“Dia adalah agen yang membunuh Park Seoung Ho malam itu.”

“Dia… ternyata dia. Masih hidup kau rupanya, Cho Kyuhyun bajingan! “ teriaknya, membuat namja yang sedang berdiri dihadapannya berjengit kaget.

“Lalu siapa yeoja yang ada didekatnya itu? Yeojachingunya?”

“Dari informasi yang saya dapatkan ,selama ini dia memang selalu terlihat dekat dengan banyak yeoja, tapi  tidak pernah memiliki yeojachingu. “

 

“Cari tahu tentang hubungan mereka berdua dan beritahu yang lain untuk tetap lanjutkan pencarian kita terhadap kunci itu. Aku tidak mau jika si Cho brengsek itu yang menemukannya duluan, bisa tamat riwayatku.” ucap namja itu seraya meremas foto yang ada digenggamannya.

 

###

 

“Berhenti disini.” Kyuhyun membuka pintu mobilnya lalu menutupnya dengan kasar.

EunJi memanyunkan bibirnya dan menatap Kyuhyun kesal dari dalam karena namja itu tiba-tiba saja menyuruhnya berhenti didepan gedung apartemen dan meninggalkannya sendirian didalam mobil.

EunJi berjalan sambil berusaha mengikuti langkah lebar Kyuhyun dari belakang, setelah sebelumnya memarkirkan kendaraan beroda empat tersebut ditempat yang seharusnya.

Yeoja itu mempercepat langkahnya saat melihat Kyuhyun yang sudah masuk kedalam lift, kemudian berlari kecil ketika melihat pintu lift yang hampir menutup dan berdiri tepat disamping Kyuhyun.

 

Sekarang mereka berdua berada didalam lift, hanya berdua. EunJi merasa ada sesuatu yang aneh dengan Kyuhyun karena namja yang sedang berdiri disebelahnya itu hanya diam dan memandang lurus kedepan, sesekali dia terlihat bergerak-gerak gelisah kemudian melirik EunJi dengan ekor matanya , namun kembali lagi menatap kedepan saat EunJi menoleh padanya.

“Lenganmu…masih sakit? “ tanya yeoja itu pada akhirnya. Perasaan cemas dan bersalah kembali menderanya ketika mengingat kembali bahwa dirinyalah yang membuat namja itu terluka.

Terdengar Kyuhyun mendengus kesal. “Bisakah kau tidak berdiri terlalu dekat denganku? Bau tubuhmu itu telah merusak indra penciumanku.”

“Mworago?! “ teriak EunJi .

 

TING

 

Pintu lift terbuka dan Kyuhyun langsung melesat keluar tanpa menunggu EunJi terlebih dahulu. EunJi mengepalkan kedua tangannya erat dan mengarahkannya pada Kyuhyun dari belakang, seakan-akan seperti ingin memukul kepala namja itu karena kesal.

Kyuhyun berhenti didepan sebuah pintu kemudian menekan beberapa tombol kombinasi pin hingga pintu terbuka.

“Dia bahkan tidak mempersilahkanku untuk masuk, tidak sopan.” gumamnya setelah melihat namja itu masuk begitu saja kedalam apartemannya dan langsung menghilang.

EunJi melangkahkan kakinya memasuki apartemen Kyuhyun dan meletakkan kunci mobil namja itu di atas sebuah meja . Kedua matanya memandang  keseluruh sudut ruangan dan berdecak kagum melihat interior ruangan yang dimasukinya.

“Astaga…aku tidak pernah menyangka, ternyata dia termasuk kategori namja yang bersih dan rapi juga.” ujarnya pelan sambil terus berjalan melihat-lihat bagian-bagian apartemen Kyuhyun.

 

“Heh, aku tidak menyuruhmu untuk menilai apartemenku. “

EunJi menoleh dan menemukan Kyuhyun sedang berdiri sambil berkacak pinggang didepan pintu kamarnya, kemeja putihnya dikeluarkan dengan tiga kancing bagian atasnya yang sudah terbuka.

“Cepat ambil kotak P3K nya, kutunggu kau didalam.” sesaat setelah itu terdengar suara dentuman pintu ditutup keras.

“Kasar sekali.” cibir EunJi. Yeoja itu berjalan ke dapur untuk mencari apa yang diperintahkan Kyuhyun  tadi padanya, kemudian mengambil baskom berisi air hangat serta handuk kecil.

“Ya Kyuhyun-sshi, bantu aku membuka pintunya.”

“Apa kau tidak punya tangan?” ucap namja itu dari dalam.

“Bagaimana bisa aku membuka pintu jika kedua tanganku dipenuhi dengan benda-benda ini ?”

Beberapa saat kemudian terdengar derap langkah kaki mendekati pintu dan pintu itu pun terbuka, menampakkan sosok Kyuhyun yang berdiri tegap dibaliknya. EunJi  terperangah dan terdiam kaku ditempat saat melihat namja itu. Bukan karena Kyuhyun terlihat menakutkan ataupun menatapnya tajam, tapi karena kini namja itu berdiri dalam jarak yang sangat dekat dihadapannya dalam keadaan topless.

“Kenapa diam saja? Cepat masuk.” Ujar Kyuhyun dingin dan berlalu meninggalkan EunJi yang masih bertahan berdiri dengan pose diamnya didepan pintu.

Yeoja itu merasa wajahnya memanas seketika dan mungkin kedua pipinya sudah memerah saat ini, itu  adalah yang pertama kalinya bagi EunJi melihat namja dari dekat tanpa mengenakan atasan sedikitpun. Dan parahnya lagi, namja itu adalah Kyuhyun, orang yang mungkin akan segera membunuhnya setelah yeoja itu membantu mengobati lukanya.

EunJi menghirup nafas dalam-dalam dan membuang semua pikiran negatif nya tentang Kyuhyun lalu  berjalan masuk. Dilihatnya Kyuhyun yang sudah menunggunya ditepi ranjang ukuran king size miliknya, namja itu duduk disana sambil memperhatikan lengannya yang terluka.

“Mungkin ini akan sedikit sakit, jadi kau harus kuat menahannya karena aku tidak menggunakan obat bius.” Ujar yeoja itu sambil meletakkan semua benda yang dibawanya di atas nakas disebelah ranjang  Kyuhyun lalu menarik sebuah kursi kosong sebagai tempat duduknya.

“Kalau kau bukan ahlinya dalam bidang ini, jangan lakukan. Kau hanya akan menyiksa lenganku.” Ucap Kyuhyun menatap yeoja itu tajam.

“Aku sudah mempelajarinya dan sering mempraktek kannya di kampus, jadi kurasa ini tidak akan berakhir buruk, asalkan kau tetap diam dan tidak bergerak, itu tidak akan mengganggu konsentrasiku.” jawab yeoja itu tenang, kemudian mengambil handuk kecil yang sudah direndam kedalam air hangat dan membersihkan luka Kyuhyun.

Kyuhyun pun terlihat tidak menolak saat EunJi menarik sebelah lengannya untuk memulai kegiatan operasi kecilnya. Namja itu hanya diam dan memperhatikan raut wajah serius EunJi dengan seksama.

Dengan cekatan yeoja itu mengeluarkan peluru yang bersarang dilengan Kyuhyun, kembali membersihkan darah yang mengalir, menjahitnya dengan rapi , kemudian menutupinya dengan perban yang dililit berulang kali.

“Cha~ selesai.  Aku tidak yakin dengan apa yang telah kulakukan, tapi kusarankan sebaiknya kau membawa lenganmu itu ke rumah sakit untuk segera diperiksa. Namun untuk sekarang, sebaiknya kau jangan terlalu banyak bergerak, jahitannya bisa saja terlepas lagi.”

“Hei.” tegur Kyuhyun.

“Ne?” jawab EunJi namun yeoja itu tidak menoleh dan malah sibuk membereskan peralatannya.

“Lihat aku.” paksa Kyuhyun lalu memegang sebelah tangan yeoja itu untuk menatap kedua matanya.

“M…mm…mwo?!” tanya EunJi gugup karena tatapan Kyuhyun yang terlalu mengintimidasinya. Kyuhyun menatap yeoja itu lekat dan intens, seperti berusaha mencari sesuatu.

 

“Ya! Kyuhyun-ah! Apa kau didalam?!” terdengar suara seseorang berteriak dari luar. Raut wajah Kyuhyun langsung berubah seketika dengan kedua mata melebar.

 

“Omo!” pekik EunJi tertahan karena tiba-tiba saja Kyuhyun meraih pinggangnya , mengangkat tubuh yeoja itu dan membaringkannya di atas ranjang lalu menindihnya dari atas.

“Ya! Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?!” teriak EunJi panik sambil memukul-mukul dada bidang namja itu.

“Ssstttt.” bisik Kyuhyun  , namja itu segera menarik selimut putih yang berada dibawah kakinya dan menutupi kedua tubuh mereka hingga mencapai kepala.

 

CKLEK

 

“Astaga, kau tidur disaat aku datang? Benar-benar tidak menghargai tamu.” ucap orang itu setelah berhasil memasuki kamar Kyuhyun.

Kyuhyun membuka sedikit selimutnya dan menampakkan kepalanya.

“Kau sudah pulang?”

 

 

TBC

Yey!! imback!!

Mhihi kangen banget sama WP usang ini, dan kebetulan karena UN baru aja selesai, jadi, dalam beberapa minggu kedepan mungkin FF yang sebelum ini selalu tersendat pembuatannya akan diusahain buat dirampungkan. Nah, FF ini salah satunya.

Maaf karena ini sudah terlalu lama. Tapi meskipun begitu beberapa dari kalian pasti gak akan nemuin FF ini lagi di FWF. Jadi, aku sengaja post sekalian mau bujukin Drakyububble untuk terus ngelanjutin Actionnya ini. Btw, ceritanya bagus loh, kalian gak mau koment gitu? Biar author kita yang satu ini tambah semangat:) Appreciate-nya ya readers:)

With love, Park ji yeon.

 

8 thoughts on “Mission Impossible part 3

  1. tata says:

    ahahaha
    selamat selamat
    unnie pikir bakal hiatus sampai weekend
    ^_^
    btw, unnie pernah baca ff yg part ini… lanjutannya mana?!

    penasaran soalnya gimanna lanjutannya….
    tolong segera puaskan rasa dahaga akan ff dwp ini y saeng… #jiaah basanya

  2. al says:

    Kya…..aku kangen sma ff ini,,mudah2an cpt di lanjut lg,suka karakter kiyu di sini,,,bakal jd favorite couple setelah jihyuk couple
    Ah ya uri saeng dian gimana ujiannya??? Mudah2an hasilnya memuaskan
    Amin….!!!
    Thanks^^

  3. nia says:

    akhirnya ffnya publish jugaaa, udah nungguin ff ini lamaaa banget sampe jamuran, bener” suka sama alur ceritanya, cuman di blog ini doang yg masih publish ff ini, kalo di blog sebelah udah ga dipublish lagi-___- jadi bener” cuman ngarepin ff ini terus dilanjutin lagi disini:’) ayoo semangat ya author ngelanjutin ffnya🙂
    ohh yaa author abis selesai ujian yaaa semoga nilainya memuaskan yaa doain saya juga bentar lagi mau ujian semoga nilainya sama” memuaskan…aminnnn🙂

  4. mira_MM says:

    haalooo salam kenal..
    sebenernya ak dh baca ff ini sampe part 7 d FWF.
    tp seru jg klo baca lg dr awl..hehehe
    sip d tgg part2 slnjtnya…^^

  5. mira_MM says:

    haalooo salam kenal..
    sebenernya ak dh baca ff ini sampe part 7 d FWF.
    tp seru jg klo baca lg dr awl..hehehe
    sip d tgg part2 slnjtnya.moga2 ga lama…^^

  6. tsaniaayunda says:

    min kapan dilanjutin lagi mission impossiblenyaaa udah ga sabaran baca kelanjutannya nihhh..semangat min

  7. Miss kim says:

    ff ini udh ampe part 10 tp blognyaa gnt jd ff ini kg publish lg….
    pgn tau accun authornyaa donk .

  8. amber says:

    Wahh ff ini ada di sini di blog tetangga hampir setahun yang lalu uda nyampe part 7. Di sini baru part 3 hmmmm kemungkinan bakal gak lanjut lagi nih speri di blog sebelah kmrn2 . . . Hufffff uda lama bngt ya ff ini bkn penasaran spertinya memnga gak akan ada ending nya kale ya cm buat bkn penasaran aja. . But buat oenulis terimakasih uda share idenya walauoun gak sampai selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s