Fabulously Castle part 16

FC

Judul         : Fabulously Castle 16

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

Je young berusaha membungkam diri semenjak ia sadar jika kyu hyun benar-benar gila. Tepat pukul tujuh mereka tiba di villa, kyu hyun segera meminta je young untuk membereskan segala bawaannya.

‘kau fikir aku membawa apa?’

Ingin rasanya je young berteriak. Namun pada akhirnya ia urungkan setelah bibi han datang membawa koper kecil untuk seluruh barang yang ia beli di jeju.

Kyu hyun tak berbicara apa-apa. hanya setelahnya mobil melaju menuju bandara dan dua tiket penerbangan menuju incheon tau-tau sudah ia genggam. Bibi han terlihat cukup cemas, menambah rasa penasaran je young akan apa yang sebenarnya terjadi.

Kyu hyun belum berbicara. Benar-benar belum.

Dan hingga pukul sepuluh malam ini, mereka masih duduk didalam porce merah yang melaju menuju apartemen ji yeon. Mobil itu berhenti, lalu bagasi dibuka dan seorang supir pribadi kyu hyun membantu je young membawa kopernya hingga berada dipinggiran mobil.

Je young menghembuskan nafasnya gusar. Oke, begini saja? Kyu hyun masih berdiam diri dan menatap jendela mobil tanpa berniat menjelaskan sesuatu?

Akhirnya je young menyerah. Setelah hembusan nafas kerasnya, je young membuka pintu mobil cukup keras dan menutupnya dengan tenaga yang sama. Siapa perduli? Toh ia akan terus berganti mobil sesukanya.

Je young menyeret koper bawaannya menuju lobby apartemen. Ya tuhan, lelah sekali malam ini. apartemen ji yeon ia jadikan tempat tujuan karena biasanya, pada jam malam seperti ini eomma sudah akan tidur.

Je young tentu tak ingin mengusiknya. Berbeda dengan ji yeon yang biasanya akan terbangun hinggan pukul duabelas malam. Yeoja yang satu itu memiliki kebiasaan tidur yang buruk. Ia terlalu sering mengalami insomnia.

“ji?!”

Je young menekan beberapa tombol kombinasi lalu pintu terbuka lebar. Aneh, tumben sekali apartemen ji yeon sudah gelap gulita pada saat seperti ini. biasanya dia masih akan mengetik beberapa lembar ‘proposal’ atau entah tugas apa yang mungkin masih sanggup ia kerjakan.

“ji? Kau dimana?”

Je young menghentikan langkahnya, mengganti sepatu miliknya dengan sendal rumahan dan meletakkan asal koper kecil miliknya tepat ditengah-tengah ruang tamu.

“ji? Apa kau dirumah?!”

Je young memperbesar volume suara miliknya. Dan sepersekian detik berlalu, nyatanya ji yeon memang tak menyahut. Ia tak berada dikamarnya, tidak juga didapur ataupun di kamar mandi.

“kemana dia?”

Je young bergumam ketika ia menghempaskan diri pada kasur king size peach di kamar ji yeon. Lalu tak lama ponselnya bergetar. Nomor tak dikenal. Je young mencoba menyentuh layar ponsel dan detik berikutnya ia cukup terkejut.

‘besok, datang lebih pagi. Aku memerlukanmu!”

Oh, sial! Dia fikir dia siapa? Bukannya meminta maaf dan menjelaskan keanehan ini, ia justru datang dengan pesan berisikan perintah. Yang benar saja.

“mimpi saja kau!” maki je young pada ponselnya. Ia membanting ponselnya kesamping lalu perlahan mulai menutup mata.

 

__

Hyuk jae membuka pintu dengan cepat setelah bel apartemen berbunyi sebanyak tiga kali. Aneh, siapa yang berani bertamu pada jam seperti ini?

Namja itu melirik sebentar jam dinding. Hampir pukul sepuluh malam. Oh, jika bukan donghae mungkin kyu hyun. hanya mereka dua manusia tak normal yang akan datang kapanpun mereka mau.

Tapi ini berbeda. Dan hyuk jae benar-benar perlu terbelalak tak percaya. Mungkinkah analisa otaknya mulai menurun? Atau memang..

“park ji yeon?” panggilnya ragu.

Gadis itu mendongak gugup. Oke, ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya hyuk jae menemukan yeoja itu tengah berdiri didepan pintu apartemennya.

Tapi bukan itu yang menjadi masalah. Yeoja itu, entah sudah kehilangan akal atau bagaimana, berdiri dengan sebuah minidress pasbody. Lalu, benarkan ia park ji yeon?

“ada perlu apa?” hyuk jae bertanya dengan nada angkuh miliknya. Membuat ji yeon harus menggit bibirnya takut-takut sembari meremas pelan ujung dress pendeknya.

Bukannya tergoda, hyuk jae justru merasa terhina hebat.

Gila. Park ji yeon yang ia kenal terlalu sopan tiba-tiba datang dengan dress mini merah muda yang terlalu membentuk tubuhnya, ia juga menggunakan heels tinggi yang mengekspos betis jenjang putih miliknya.

Rambutnya yang mulai terlihat kecoklatan, ia biarkan tergerai bebas. Goresan blosh on yang tipis dan juga.. lipstick merah menyala.

Ia cantik. Jelas itu hal yang lazim untuk diakui.

Tapi dia,, bukan park ji yeon. Setidaknya bukan lagi seorang gadis lugu yang pernah hyuk jae kenal. Kedatangan ji yeon dengan tegas mengatakan jika ia ingin terlihat ‘jalang’, seperti wanita yang selama ini memang selalu berkeliaran disekitar hyuk jae.

Hyuk jae tak masalah jika memang pesonanya mampu membuat setiap wanita berubah. Tapi tidak dengan ji yeon. Jelas, jika ji yeon adalah gadis itu, maka hyuk jae lebih memilih untuk kehilangan pesonanya.

Lalu saat ini, apa dimata ji yeon hanya gadis dengan dandanan seperti wanita jalang-kah yang patut hyuk jae cintai? Jika ji yeon memilih untuk merubah diri dan percaya bahwa dandanan seperti ini akan menarik perhatiannya, maka sungguh, hyuk jae benar-benar telah dihina habis-habisan.

“aku…” yeoja itu menatap hyuk jae seolah tengah mengajukan pertanyaan. Namun sialnya, tatapan seperti itu justru membuat hyuk jae menggila.

Bisakah gadis itu tak memancing naluri buas miliknya? Hyuk jae juga laki-laki normal!

“oppa, aku__”

Hyuk jae menggeram, lalu menarik ji yeon cepat sebelum menutup pintu dengan keras.

 

__

Ji yeon tersadar ketika derit pintu terdengar. Pandangannya menjadi lebih fokus, dan saat hyuk jae yang terlihat casula itu mulai berjalan mendekatinya, ji yeon meremas kuat ujung selimut miliknya.

Hyuk je terus mendekat, matanya tak sekalipun terlihat ingin melepaskan bayangan ji yeon yang tertunduk di pinggiran ranjang. Lalu deritan ranjang terdengar.

Hyuk jae memilih mendudukkan diri tepat disamping ji yeon, lalu jemarinya bergerak memutar dagu ji yeon agar menatapnya. Hyuk jae mendengus tak percaya, salah satu tangannya yang berisi handuk hangat dengan cepat mengusap pipi je yeon dengan lembut.

“bodoh” rutuknya. Ji yeon tertunduk semakin takut. “kau fikir apa yang kau lakukan?” tanyanya datar.

Ji yeon menggigit bibir bawahnya “menarik.. perhatianmu..?”

Hyuk jae tersenyum samar “lalu, apa yang akan terjadi?” ji yeon menggeleng “kau berharap kita akan bercinta?’

Ji yeon mendongak kaget “b bukan seperti itu..” jawabnya semakin takut.

Hyuk jae menatapnya tak percaya “lalu apa maksudmu ingin menarik perhatianku dengan menggunakan dress dan lipstick terang seperti ini?” hyuk jae mengusap bibir ji yeon lembut. Sementara ji yeon semakin menunduk dalam.

“wanita dengan dandanan seperti ini hanya menginginkan menyatu diatas ranjang bersamaku. Jadi, apa keinginanmu juga seperti itu?”

Ji yeon menggeleng kencang. Tiba-tiba saja air matanya menggenang. Menyeruak keluar ketika ia sadar jika ia telah menjadi manusia bodoh. apa yang baru saja ia lakukan? Menyerahkan dirinya kepada hyuk jae, begitu?

“park ji yeon…” ji yeon memberanikan diri untuk mendongak ketika hyuk jae memanggilnya lembut namun tegas “kau salah satu wanita yang aku hormati sejauh ini. jangan sia-siakan dirimu dengan berusaha menjadi wanita jalang. Aku bangga dengan seorang park ji yeon yang lugu, itu saja”

Ji yeon merasa sesuatu tengah menggelitiki perutnya kencang. Setidaknya, hyuk jae pernah bangga terhadapnya, meski jelas, bukan ia yang seperti ini yang hyuk jae maksud. Ia tersenyum samar.

“jadi kau tak perlu menggunakan ini” hyuk jae menatap dress merah ji yeon tak suka “dan tak perlu berusaha keras untuk mencintaiku”

Lalu ji yeon tertohok. Senyumannya memudar dengan cepat.

“aku bukan pria yang akan melamarmu dan memimpikan keluarga kecil yang bahagia. Seperti yang kau tau” tuturnya dalam sekali helaan nafas “aku benci pernikahan, dan sejauh ini, belum percaya akan cinta” sambungnya.

Ji yeon kembali tersakiti. Namun berbeda, meski beberapa hari yang lalu menyaksikan hyuk jae tengah menciumi wanita lain adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah ia lihat, yang satu ini adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah ia dengar.

Ji yeon hampir terisak. Berhari-hari melupakan kejadian itu begitu saja bukanlah hal yang mudah. Tapi ia berusaha mengabaikan fakta jika hyuk jae memang menginginkan ia menjauh dengan terus berpikiran positif.

Nyatanya, ji yeon memang hampir gila. Gadis yang bahkan tak sekalipun pernah melirik baju-baju yang kekuarangan bahan itu menyerah untuk diam ditempat. Baginya, jika hyuk jae memang menginginkan wanita yang seperti ini, maka ji yeon mungkin akan dengan berat hati berubah.

Demi lee hyukjae. Apapun itu.

Hyuk jae berdiam sebentar. Wajahnya terlihat serius namun penuh kehampaan. Bibir tipis ji yeon yang tak lagi berlapis gincu tebal menyala itu menjadi fokusnya. Jemari hyuk jae bergerak menyentuhnya lembut dan tiba-tiba.

Sontak ji yeon memundurkan diri. aura ketakutan terpancar jelas dari dalam gerakannya. Lalu hyuk jae tersenyum samar. Ji yeon jelas bukan gadis yang tepat.

“aku bukan pria yang baik untukmu”

Namja itu berdiri, berjalan menuju lemari lalu menarik selembar kemeja putih kebesaran dan memberikannya pada ji yeon. “ganti bajumu. Setelah itu aku antarkan pulang”

Ji yeon terperangah. Inikah lee hyuk jae yang selama ini ia kenal? Lee hyuk jae yang tampan dan brengsek? Lee hyuk jae yang seorang bajingan itu?

Hyuk jae terhenti ketika ji yeon menahan pergelangan tangannya. Lalu ketika ia berbalik, untuk pertama kalinya, malam itu, mata mereka beradu lewat kelembutan jiwa.

Hyuk jae menatap ji yeon lembut. Matanya penuh siratan pertanyaan akan mengapa gadis itu menahannya untuk pergi. Bukankah seharusnya ia senang? Gadis baik-baik tak pernah ingin berada dalam satu kamar bersama pria yang bukan hak-nya.

“boleh… aku menginap?”

Tapi ji yeon merasa perlu memastikan sesuatu.

 

 

__

BRAK!

Kyu hyun menoleh cepat lalu sebuah senyuman tercetak dari bibirnya. Ia tekekeh pelan, lihat lihat! Apa yang sedang berjalan menuju mejanya itu benar-benar wanita?

“cho kyu hyun, jadi kau memintaku untuk datang sepagi ini hanya demi sebuah kopi?!!”

Kyu hyun merasa gendang telinganya akan pecah. Sungguh, ia perlu berkali-kali mempertanyakan kemana lenyapnya sisi keperempuanan yeoja itu.

“memangnya untuk apa lagi?” Kyu hyun mengedikkan bahunya acuh, kembali menatap map diatas meja dan berpura-pura tidak perduli. Kyu hyun jelas mendengar dengan baik bagaimana je young menggeram kesal. Lalu tau-tau secangkir kopi sudah siap dengan kepulan asap.

“kopimu!” Je young berbalik setelah office boy juga tak lagi terlihat.

“apa ini?” Je young berbalik. Apa? apa dia idiot? “ini kopi. Seperti perintahmu, tuan.” Jawab je yeong malas.

“aku tidak mau!”

Je young membesarkan bola matanya tak percaya. Sial! Namja ini benar-benar menguji kesabarannya. Bukankah ia berkata jika ia menginginkan secangkir kopi? Lalu apa lagi?

“ini kopimu, cho kyu hyun. lalu apa lagi?”

Kyu hyun memutar kursi kerjanya hingga berhadapan langsung dengan je young. Matanya kemudian menatap je young mengintimidasi dan penuh ketidak sukaan.

“kekasihku,,” je young membeku seketika. Ada yang mengalir deras dalam darahnya ketika kyu hyun bersuara dengan lembut dan menatapnya. Aneh, namja itu tak menatapnya dengan tatapan memuja, tapi je young entah mengapa menjadi lebih menyukai ekspressi manja kyu hyun yang dipaksakan menjadi garang.

Entahlah, je young hanya menyukai jika namja itu mulai berperilaku seperti manusia normal disekitarnya.

“aku meminta kopi buatanmu!” sambungnya.

Je young mengerjap beberapa kali.

“m memang apa bedanya?” tanyanya ragu. Je young gugup. Jelas, ini terlihat sedikit tidak normal. Oh sejak kapan mereka bertindak seperti benar-benar menjadi sepasang kekasih?

“tentu saja berbeda, aku ingin buatan kekasihku!”

Je young memutar bola matanya malas, “ck, diamlah. Aku sibuk!” ujarnya tak perduli. Je young lupa, kyu hyun tentu tau betul cara-cara mendapatkan ‘itu’. dan je young berharap jika ekspressi yang ia sukai itu bukan salah satu dari umpannya.

“shin..”

Je young berhenti, lalu berbalik “jangan panggil margaku dengan asal!” pekiknya lucu.

Kyu hyun hampir terpingkal. Shin je young bertindak seperti manusia normal, kali ini saja. Tapi bukan masalah, kyu hyun suka. Dan mungkin akan lebih menyenangkan jika yeoja itu memerah karena marah.

“Maaf, sayang”

“Cho Kyu Hyun!!”

Kyu hyun menatap je young yang mulai kembali berjalan menuju mejanya. Yeoja itu mengumpat beberapa kali dengan bibir yang mengerucut lucu. Kyu hyun tersenyum “shin je young, apa kau tau tanggal berapa kita menjadi sepasang kekasih?”

Je young terperanjat, dalam langkah kakinya yang terlalu cepat, ia mencoba untuk memperlambat meski terkadang tak semua rencana berjalan mulus. Je young tersandung salah satu kakinya sendiri.

Tiba-tiba suasana menjadi lebih hening. Je young tampak sangat terkejut, tak berbeda jauh dengan kyu hyun. mereka diam, saling menatap manik almond dan hazel yang beradu dalam coklat yang hampir senada.

Kyu hyun baru sadar, ia terlalu menikmati aroma lavender je young beberapa hari ini. lalu, apa benar-benar itu yang ia rindukan hingga ia perlu berbuat konyol dan memerintah je young untuk datang lebih pagi?

Kyu hyun mendekat. Satu-satunya hal waras yang tak dilakukan je young adalah menghindar. Kedua jemarinya bersandar pada bahu bidang kyu hyun. mengepal lembut namun cukup memberikan jarak diantara mereka.

Dan tak benar-benar je young sadari jika kyu hyun bergerak terlalu halus. Tau tau je young merasakan mint yang dulu pernah membuatnya bergetar. Dan hari ini,, getaran itu kembali. dan aliran darahnya sontak meningkat.

Je young menikmatinya. Jarak mereka terlihat semakin mendekat, membuat yeoja itu dengan sendirinya merasa harus menutup mata. Sedikit lagi..

Hingga,

“kyu, ini ak__”

Kyu hyun tersentak, pun dengan je young yang kemudian tersadar. Kedua mata mereka kembali beradu. Bedanya, kali ini dengan ribuan tanda tanya yang mendesak. Mengapa mereka melakukan ini?!

Mata je young berkali-kali berganti arah. Menatap mata kyu hyun yang sialnya hanya terfokus padanya. Membuatnya merasa mulai risih dan jelas, ini tidak benar.

Kyu hyun sendiri menyadari, ini tidaklah benar. Namun ia merasa tak perduli. Ada hal lain yang perlu ia buktikan. Selain mungkin rasa ketertarikannya pada wangi lavender je young, apakah getaran itu juga akan menghampirinya ketika..

Je young terkesiap. Kepalan tangannya menjadi lebih keras untuk mendorong kyu hyun. je young berusaja akan beranjak ketika pergelangan tangannya ditahan. Dan sesuatu mengikat pinggulnya kuat.

Kyu hyun merangkulnya posesif.

Je young hampir berteriak, namun urung. Ia memilih menatap kyu hyun tak percaya.

Jangan sek__

Kyu hyun menutup kedua matanya lalu menyatukan bibir mereka yang tak terpisah jauh.

 

 

__

Ji yeon mengerjap. Cahaya matahari seperti tak lagi ingin berkompromi dengannya. Menggelitik korneanya dengan pias cahaya terang yang menyilaukan.

Ji yeon mendudukkan diri, lalu selimut tebal itu jatuh bebas hingga mempertontonkan tubuhnya yang terlapis kemeja putih kebesaran.

Ji yeon mengusap matanya. Kebiasaan pagi yang selalu ia lakukan. Setelahnya ia meraih segelas air putih yang terletak pada nakas, meneguknya hingga habis dan mulai melonggarkan persendian.

“sudah bangun?”

Ji yeon menoleh dan mendapati hyuk jae yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Rambutnya masih basah, dan namja itu hanya menggunakan celana kain panjang yang biasa ia gunakan untuk kekantor.

Ji yeon menatapnya tak percaya. Ooh oke, ia baru sadar jika ia tengah ‘menginap’. Dan hyuk jae memang selalu merasa sah-sah saja jika ia ingin melakukan apapun dirumahnya. Dulu, saat pertama kali ji yeon memasuki apartemen itupun begitu.

“wae? Berubah pikiran?”

Ji yeon mendongak menatap hyuk jae. seringai namja itu sungguh menggoda. Baru ji yeon sadari jika hyuk jae punya senyum nakal yang sempurna. Bahkan setelah namja itu berpaling dan kembali mengusap rambut basahnya saja, ji yeon bersumpah ingin berteriak jika hyuk jae terlalu seksi.

Lihat! Cara namja itu membasahi bibirnya adalah yang paling ji yeon sukai. Dan ia benci berkata jika ia ingin sekali agar terus dapat menatap jakun hyuk jae yang tegas. Kentara sekali jika ia benar-benar lelaki.

Ia memiliki lengan yang kekar, bahu yang bidang dan kotak-kotak pada perutnya.. ck, sial! Mengapa ji yeon harus memikirkan ini?! Ji yeon tersadar ketika hyuk jae mengacak rambutnya pelan, lalu namja itu berjalan menuju pintu “kau akan terpuruk jika terlalu mencintaiku” ledeknya ringan.

 

 

__

“aku pulang!!” Ji yeon menukar sendal rumah miliknya ketika gebrakan langkahnya terdengar memekakkan. Matanya kemudian menatap heels je young yang ia tinggalkan dengan sembarangan.

“dasar, bertamu dengan tidak sopan” rutuknya.

“bertamu apa?”

Ji yeon menoleh pada yeoja yang saat ini tengah berdiri didepannya dengan tatapan polos “apa?” tanyanya cepat.Je young memutar bola mata. Sungguh! Bisakah ji yeon sekali saja menggunakan otak pintarnya ketika bersamaje young?

“apa?” tanya ji yeon kembali.

“ck, tidak penting. Dari mana saja kau?”

Je young tak melanjutkan perbincangan mereka, ia berjalan menuju sofa ruang tamu dan memilih untuk duduk bersandar diikuti ji yeon.

“dari kantor”

“aku dikantor dan kau tidak ada”

Ji yeon terdiam sejenak. Ia harus berfikir jika tidak ingin mengatakan hal konyol seperti ‘aku baru saja menginap dirumah hyuk jae oppa’ mungkin?

“aku di kantor bersama bom!” sahutnya.

Ji yeon hampir mengucurkan keringat dinginnya saat je young terlihat tak percaya. Namun pada akhirnya yeoja itu mengalah. Ia mengagguk pelan dan kembali menyandarkan diri lalu memijat pelipisnya.

“ada masalah?”

Ji yeon menggenggam salah satu jemari je young seperti bocah, membuat je young tersenyum kecil lalu memukuli rambut yeoja itu pelan. “bukan apa-apa. pergilah mandi” sambungnya dengan suara parau.

 

 

__

Ji yeon memasuki apartemen dengan ringan. Oh, meskipun ini bukan apartemennya, je young dan eommanya seperti sudah menganggap ia bagian dari keluarga ini. jadi,, ya, ia bebas untuk masuk kapanpun ia mau.

Kakinya melangkah cepat menuju kamar dan mendapati je young tengah menghubungi seseorang disana. Setelahnya ia berbalik dan melemparkan ponsel miliknya keatas kasur.

“ya ya! Kau pikir ponsel itu murah?”

Ji yeon menghempaskan dirinya pada ranjang, melepas cardigannya dengan sedikit kesulitan lalu meraih ponsel je young.

“sial. Pesananku belum datang” rutuk je young kesal.

“eng? Apa? kado untuk eomma?”

Je young mengangguk “mereka bilang baru akan datang besok pagi”

“mwo?! Ya! Ulang tahun eomma kan hari ini!” ji yeon memekik kencang.

“iya aku tau!” balas je young lebih kencang.

Ji yeon kembali merebahkan diri. ia lupa jika dalam keadaan seperti ini berteriak hanya akan memancing emosi je young. “jadi bagaimana?” tanyanya jauh lebih pelan.

“entahlah. Aku memang membelikan eomma beberapa barang saat di jeju. Tapi yang satu ini berbeda”

“apanya yang berbeda?”

Je young duduk dipinggiran ranjang “ini hadiah pertama dari hasilku bekerja sendiri, ji”

Ji yeon mengerjap, berfikir sejenak “lalu, barang yang kau beli di jeju…”

“hanya beberapa helai baju dan__”

“ckck, jadi kyu hyun oppa benar-benar menanggung segalanya disana?”

“tentu saja! Dia membiarkanku pergi tanpa selembar uang pun. Kau fikir siapa lagi yang harus bertanggung jawab?”

Ji yeon terus menggerakkan layar ponselnya. Entah melakukan apa pada ponsel milik je young. Yang jelas, ia tak terlalu perduli dan hanya bergumam kecil pada penjelasan menggebu milik sahabatnya.

“benar juga. Dia kan kekasihmu” je young melotot sempurna. Sedikit tak percaya pada pembicaraan ji yeon yang sedikit blak-blakan. “oh ya, sudah jam berapa? Kenapa eomma belum pulang?”

Je young tersadar dan melirik jam. Benar, seharusnya eomma sudah pulang sekitar dua jam yang lalu. florist mereka memang tidak akan dibuka hingga malam. Eomma pernah berkata jika ia tidak nyaman dengan suasana malam hari.

Jadi, mengapa eomma belum pulang hingga selarut ini?

“benar. Mengapa eomma belum pulang?”

Je young mengulang pertanyaan ji yeon, berjalan menuju balkon untuk memperhatikan jalan dibawahnya. Mungkin saja eomma sedang berjalan menuju apartemen? Atau sedang membeli beberapa porsi jjangmyong dikedai depan.

Namun jalanan terlihat lebih sepi. Entah karena malam ini terasa jauh lebih dingin atau memang setiap orang sedang tidak ingin keluar rumah. Yang jelas, perasaan je young mulai resah. Apa yang terjadi pada eommanya?

Je young melirik parkiran apartemen. Matanya menyipit ketika sebuah  mobil mewah berwarna merah terparkir disana. Aneh, sejak kapan penghuni apartemen sederhana seperti ini memiliki mobil seperti itu?

Je young mengkerutkan dahinya, berfikir sejenak.

“ji, apa kau kenal mobil itu?”

Ji yeon menoleh dan segera turun dari ranjang. Keduanya memperhatikan mobil merah menyala itu dengan teliti. “tidak. Tapi aku seperti pernah melihatnya..”

“hmm. Aku juga berfikir seperti itu”

Keduanya kemudian terdiam cukup lama.

Je young tersadar lebih dahulu ketika pintu apartemen berbunyi. “itu pasti eomma!” ujarnya cepat. je young segera berjalan meninggalkan sahabatnya ketika ji yeon baru saja menyadari satu hal. Mobil itu milik…

 

 

__

“k kau??” Je young menatap seorang didepan pintu dengan tatapan terkejut. “untuk apa kau disini?”.

Kyu hyun bergerak, mengeluarkan salah satu tangannya dari salam saku coat lalu telunjuknya bergerak meminta seseorang mendekat.

Je young hanya terus memperhatikan beberapa namja yang datang  meletakkan tiga box berwarna merah didekat pintu masuk apartemen lalu pergi.

“apa ini?”

Kyu hyun berdehem sekali, memasukkan kembali tangannya dan menghembuskan uap dingin dari dalam mulutnya “gunakan gaun itu. ayo kita__”

“je!! Itu mobil kyu hyun op__”

Kyu hyun menatap ji yeon bingung. Berbeda dengan je young yang menatapnya kesal. Sial! Mengapa ji yeon baru menyadarinya sekarang? Batinnya.

“oh, oppa?!” gadis itu menunduk memberikan hormat lalu menatap je young sebentar. “oke, aku akan pergi” ujarnya sebelum kembali memasuki kamar.

Je young menatap kyu hyun ragu usai mereka tinggal berdua saja. “untuk apa ini?” tanyanya kembali.

“aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”

Je young terperanjat kaget. “untuk apa?”

“melihat sesuatu. Cepatlah, ini penting!”

Je young memundurkan diri. mengapa kyu hyun terlihat begitu memaksanya untuk pergi? firasat je young kemudian berubah menjadi tidak baik. Atau jangan-jangan kyu hyun sudah mulai melancarkan aksinya untuk mendapatkan ‘itu’?

Sial! Apa ciuman semalam tak cukup baginya?

Je young terus membatin.  Hingga tanpa sadar pergelangan tangannya telah ditarik menuju ruang tamu. Pintu tertutup dengan cukup keras. Lalu mereka berhenti tepat didepan televisi.

Je young memundurkan diri “tidak bisa. aku tidak bisa” jawabnya refleks.

Kyu hyun mengerutkan dahinya tipis “wae?”

“aku.. emm..” mata yeoja itu bergerak liar menatap apapun. Apapun! Asalkan bukan mata kyu hyun. ia bisa jatuh lemas jika tatapan tajam namja itu menghunus matanya. “aku.. hari ini ulang tahun eomma!”

Kyu hyun terlihat bingung “karena itu kau harus ikut bersamaku” tuturnya.

“tidak bisa. aku akan merayakannya__”

“ganti bajumu sekarang atau kau ingin aku yang menggantikannya untukmu?”

Je young meremang. Tubuhnya bergetar halus ketika kyu hyun melangkah maju. Benar kan?! Ia mulai beraksi untuk mendapatkan ‘itu’. seharusnya je young sadar ketika namja itu mulai menyeretnya masuk.

“b baiklah!!” je young memajukan kedua tangannya. Menahan pergerakan kyu hyun dengan menempelkan telapaknya pada dada namja itu. kyu hyun memang berhenti. Lalu secepat kilat mundur dan menjadi lebih kaku.

“k kalau begitu cepatlah!”

Je young mengernyit ketika namja itu mulai terdengar menaikkan nada dan berbicara dengan kaku.

“iya iya! Tidak perlu membentakku!” pekiknya membantah. Je young bergumam, menggerutu memeluk sekotak box merah menuju kamar. Namun menjelang pintu kamar ia berhenti sejenak. Je young berbalik dan menatap kyu hyun yakin.

“Tapi,, aku akan menurutimu hanya jika ji yeon boleh ikut!”

 

 

__

‘dia memang harus ikut!’

Je young terus mengulang perkataan kyu hyun dalam benaknya. Sebelum ini, firasatnya terasa sangat amat buruk mengingat namja itu dengan tiba-tiba saja datang dan memintanya untuk menggunakan gaun.

Je young tentu belum terlalu bodoh untuk menyadari jika acara ini, atau setidaknya, sesuatu yang akan ditunjukkan oleh kyu hyun padanya tentu bukanlah hal biasa.

Mungkin semacam,, acara makan malam?

Nah, disaat itulah je young berfikir lebih keras lagi. makan malam? Jika mereka memang sepasang kekasih, mungkin hal yang terdengar wajar-wajar saja. Tapi mereka bukan. Mereka jelas bukan sepasang kekasih.

Hal lainnya yang semakin membuatnya harus berfikir keras adalah kehadiran ji yeon yang tiba-tiba saja ‘harus’ ikut. Kenyataan jika kyu hyun akan melakukan suatu hal yang buruk perlahan memudar dari benaknya.

Kyu hyun tak mungkin membiarkannya membawa ji yeon ikut jika ia memiliki maksud tertentu.

Kendaraan mereka berhenti didepan sebuah gedung pencakar langit. Je young tau gedung itu, the swalzt. Restoran mewah yang sering digunakan para chaebol untuk berkumpul bersama.

“oh, bukankah ini.. the swalzt?!” ji yeon memekik setelah memperhatikan luaran kaca dengan seksama.

Je young tak meyahut. Ia yakin, ji yeon tentu tau jawabannya. Yeoja itu bergerak membuka seatbelt dan merapikan gaun satin dibawah lutut miliknya. Pintu mobil terbuka, je young menangkap siluet senyum tipis kyu hyun untuknya, dan tiba-tiba saja ia merasa jika paku tengah menancapkan kakinya pada bumi.

Je young baru tersadar ketika seseorang lainnya datang dengan gaya angkuh dan membuka pintu belakang mobil. Sepasang manik almond je young mengerjap tak percaya.

Lee hyuk jae!

Ia menatap kyu hyun meminta perjelasan. Sementara namja itu hanya mengedikkan bahunya tak perduli lalu menggenggam jemari je young, menyeretnya menuju bangunan tinggu itu.

Mereka hanya berdiam diri. berada berempat didalam sebuah lift mungkin bukanlah hal yang buruk. Tapi tidak jika dua namja seperti hyuk jae dan kyu hyun adalah orang lain diantara mereka.

Je young tak sempat meminta penjelasan. Yang ia tau, didalam kebungkamannya, ji yeon dengan ekspresi yang ‘baik-baik saja’ justru berbincang malu-malu pada hyuk jae yang juga.. oh!! Menggenggam jemarinya.

Sial! Sejak kapan namja itu mulai menyentuh ji yeon?! Batinnya.

Je young baru akan membuka suaranya ketika bunyi lift menggema. Kyu hyun kembali menyeretnya menuju pintu dan seketika udara segar menyambutnya malam itu.

Ini lantai teratas.

“buka matamu. Kau ingin jatuh hingga tak berbentuk, huh?”

Je young membuka matanya kesal. Tidak bisakah ia merasakan tarikan nafas damainya dari tempat yang baru pertama kali ini ia kunjungi? Belum tentu ia dapat mencapai lantai tertinggi the swalzt suatu saat nanti, bukan?

Je young berjalan mengikuti kyu hyun, sesekali melirik ji yeon yang masih bersama hyuk jae dibelakang mereka. je young tak sadar, tiba-tiba saja suasana menjadi lebih terang. Ada beberapa lampion besar yang menuntun mereka menuju sebuah rumah kaca yang penuh bunga.

“je..”

Lalu je young tersentak. Kepalanya masih menoleh pada ji yeon meski tubuhnya terasa lebih kaku. Suara itu… ia mengenalnya! Je young berbalik, dan setelahnya melotot sempurna “eomma?!”

 

-TBC-

 

 

 

32 thoughts on “Fabulously Castle part 16

  1. Mrs.Hirano says:

    hahaha aku ya komen pertama

  2. Mrs.Hirano says:

    hahaha aku yang komen pertama

  3. Mrs.Hirano says:

    hahaha aku yang pertama😄

  4. Gummy eunhyuk says:

    Kejutan ulang tahun eomma je young dari kyu kah?
    Atau jangan2 kyu sekalian mau ngelamar je young jga

  5. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Perayaan ulang tahun ibunya Je Young dari Kyu Hyun? Tumben. Setelah ciuman itu, apa Kyu dan Je Young udah benar-benar pacaran? Terus, Hyuk dan Jiyeon?? Pke pegangan tangan segala. Udah jadian kah? Penasaran >_<

  6. tiwi says:

    Apa ini kejutan ultahnya eomma je young dari kyuhyun?
    Mmm, kyuhyun baik banget.
    Penasaran jg ne sama hubungan ji yeon dengan hyukjae, apa udh jadian ne?
    Next saeng..🙂

    • WHAT??KYUHYUN BAIK???#pungutjantung..

      jangan ketipu ma serigala macam dia, dia yg punya jam terbang tinggi pasti tau dgan persis cara menggaet cewe,dan ultah nyokap Je yeon adalah salahsatu tak- tik nya..jangan mudah percaya sama cowok apalagi dengan track record separah kyuhyun, .. semua itu cuma setingan krn dia berpengalaman.. Je young gak boleh terlalu mudah terbuai,kalaupun akhirnya dia takhluk ma kyuhyun, g boleh semudah itu #berapi-api.

  7. naaaahh loo..
    ini part penuh sm je and ji..
    it ji knpa malah msuk kandang harimau..??
    aaahhh, ji pikir ulg lagi..
    je..?? mulai berpikir kau jatuh cinta sm kyu..??
    mwehehehe, seru nih seru..
    eciyeee kyu, ud berani yaa bawa2 oemmanya je..??
    TBCnya bikin gregetan.. >.<

  8. maria says:

    jadi panasaran kejutan apa yang kyuhyun bikin

  9. tata says:

    kyu tetep aja ya usil banget. bikin je makin kesal aja +kissing itu… bukannya diperjanjian ga boleh ada kiss ya?!

    astaga ji… aku pikir hyuk narik ji masuk kekamar n ji narik selimut itu… mereka udah… #plak otak yadong

    ohohohoho… kyu lagi cari muka sama camer ceritanya… pake dinner mahal segala. btw, itu kenapa hyuk ikut dinner juga?!

  10. vita says:

    Aaahh suka kyu-young are in love, tpi ji hyuk knpa hyujae masih takut aja sih jatuh cinta, masih menyangkal rasa yga ada. Sakit bgt jdi ji tpi jgn menyerah hwiting

  11. cerita cinta kyu jeyoung emang lucuu yaaa.
    lucu bgt merekaaaa.
    cieee kyuhyun ngasih kejutan ulang taun mamanya jeyoung

  12. lia aprilia says:

    Cieee kyuje makin swett aja >3<
    ji apa-apaan sih kenapa dia harus kaya gitu coba, hyukieee ku makin ngeselin kenapa sih masih aja gengsi buat nunjukin sikap yg sebenarnya dan sikapnya hyuk tuh sebenerny menunjukan sebuah harapan loh buat ji, mana ada ceweyg suka di gituiin ~
    kyu maksutnya apa bikin pesta kejutan buat ngerayain ultahnnya eommanya je, mau minta restu sama ibu mertua gitu hahahaha~~

    next partnya jangan lama2 ya, karna menungguitu adalah hal yg paling membosankan

  13. marly says:

    Hubungan Hyuk dan Jiyeon itu gmanaaa??? Aku binguuunnggg… Huhuu..
    Trus kemana donghae dan Eun na?? *tiba2 jd kangen sama mereka…🙂🙂
    Jrenngjreenngg..kyu uda mulai nunjukin tanda2 keseriusan nih yeee… Ayo Je young siapkan dirimu di lamar Cho Kyuhyun.. Akakakakak

  14. ai-sparkyu says:

    Kyuhyun buat acara utk ultah eomma Je??
    Woaahh, mau pendekatan sama calon mertua??
    Hehehe…
    Ji udah berani sekarang yah?
    Dan luar biasa karena Hyuk Jae ternyata benar” bisa menghormati Ji..

  15. oke..tepuk kepalaku berulang2 karna aku agak tiiitttt sama part ini mengingat diantara keempat cewe yg jadi pairing utama di FF ini, Je younglah yang paling benci lingkaran namja2 ganteng itu,dan aku agak gak rela kalau dia jadian begitu aja ma kyuhyun tanpa buat namja itu terluka lebih dahulu,,,hahaha..lagian kan di cerita lalu sempat tersenggol tentang kisah teman ji-je yg bunuh diri krn ulah kyuhyun,sejak saat itu aku berapi2 banget kalo kyuhyun pantas terluka,klo perlu dia disini gak jadian ma je young..hahah

    Dian muncul : “kalo gtu lu aja yg jadi authornya eon”, hahaha

    gak,maksud aku..ya..maksud aku ya..maksudnya ya gtu #pelintir2 jari kyu..wkwkwk

    dan entah mengapa aku malah makin penasaran ma hubungan siwon dan cewenya yg di part2 belakangan ini super minim bahkan nyaris gak pernah dibahas .. overall ini makin dekat ma ending dan tetep makin menarik, aku tunggu part selanjutnya ya Dian.. maaf baru bisa baca dan ninggalin jejak lagi😀

  16. @uliezgaem says:

    O.o kyu udh mulai nih nunjukin rasa sm jeyoung… sampe nyuruh dtg pagi buat bikin kopi, je young pke kesandung pula. udah deh kyu ngambil kesempatan dlm kesempitan… kkkkkkkkk… tp moga2 ja abis nyium je young kyu sadar ama perasaannya…. trs so sweet bgt smpe bikin kejutan ultah eomm jeyoung, tp ini sih tepatnya kejutan buat jeyoung bukn eommanya… hehehe

    tp ada typo waktu saeng “Sial! Apa ciuman semalam tak cukup baginya?” … buknnya mereka ciumannya dikantor itu pagi ya…

    omegott jiyeon apa yg kmu lakukan,, klo hyukjae khilaf gmn… ayo dong hyukjae oppa hilangin prinsipnya dan mulai lah membuka hatimu….

    hhhuuuuaaaa saeng ff makin best, ditunggu nextnya deh🙂

  17. Dwi_h@E says:

    2 kali ji mempermalukan diri sendiri dg datang ke apartemen hyukie dan 2 kali pulang hyukie menolak ji
    Hyukie jadi pria baik2 tiap kali berhadapan dg ji *keren*

    Ga nyangka kyu ngada’in pesta buat ultah nya eomma je, bener2 cowok manis

  18. kricika says:

    hai dian~ apa kabar pasca UN?
    IDaku ganti ini ya, yg dulu itu syrfaa heheh
    Otw re read FC dari part awal nih😀
    semoga lbih bisa sering update ya, ditunggu cerita2 romantis nya hyukjae,, fighting!!!

  19. Rasty Resty says:

    Setelah first kiss mreka trus mreka udh gtu aja? Kyu jg sm sx ga ngerasa kaku atau cuma pura” ga terpengaruh sm hasil ciuman itu.. Hahaha perjanjiannya kan ga sampe ciuman,, mreka ga sadar udh lewat batas dr kesepakatan…

    Trus Hyuk sm Ji ngapain pegang” tangan gtu? Apa akhirnya Hyuk nyerah buat nolak Ji. . Aq udh bs nebak klo Ji itu keras kepala,, bukannya mundur setelah liat Hyuk nyium cewek,,, ye ini malah nyerahin diri..

    Donghaenya mana kq ga pernah keliatan?

  20. Sapphire says:

    ,,Wahh,, jiyeon bener bener gk nyerah” buat dapetin hyuk hahaha,, padahal udah disakiti, trus kyuhun sama jeyoung ciuman itu kan melangar kontrak,,,,,,, trus kemana donghae eunna siwon hankyo jd gk prnah keliatan

  21. nadia1 says:

    jiyii keren blk3an bgttttt sm hyuk

    smngt deh

    wauuyuyyy mereka ad dmn? ngerayain uktah eimmany?

  22. Shannon Shin says:

    Jiyeooooooooon kenapa sampe harus berubah gitu? Astaga sumpah. Hyukjae juga sih. Dianya kayak ngasih harapan palsu. iya iya tapi enggak. Itu Kyuhyun mau bikin surprise buat siapa? Kan yang ulang taun eommanya Jeyoung. Kenapa yang dibikin terkejutnya Jeyoung yak? hahaha

  23. SHAwol noNAME says:

    hyukkie apa susahnya berubah buat jiyeon, bukannya udah ada rasa sesuatu
    kyuje nya, aku makin suka
    haena mana,
    siwon ma tunangannya juga?

  24. uwaaa double date hyukjae-jiyeon ama kyuhyun-jeyoung…. jgn2….
    daebak author….

  25. elftic says:

    cie..kyu bkin psta buat camer??😀

    apa yg terjadi ketika jiyeon ‘menginap’? O.O

  26. iyha buchu says:

    icchhh…so sweet..
    kyaknya kyu buat kejutan utk ultahnya emma je young…

  27. minrakyu says:

    itu siapa yg dateng dan hampir ganggu Kyu-Je kissing??
    jess kah???

    btw,,jiyeon bener2 WOW..
    ampe rela berubah buat dapet perhatiannya enyuk,,

  28. hanncheonsa says:

    Eomma ? Wahh, ngerayain ulang tahun eommanya he young dong berarti..
    Kyuhyun pingin belajar jadi calon mantu yg baik mungkin..
    Hahhaha

  29. iyin88 says:

    Apakah kyu yg jth cinta duluan???
    Dian knpa rumit bnget sih hubngnnya hyuji???

  30. dewi says:

    binggung mau komen apa.
    lanjut aja ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s