Fabulously Castle part 15 [Special KyuJe moment]

FC

Judul         : Fabulously Castle 15

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

Je young terbangun ketika matahari mulai meninggi. Melirik jam dinding dan menghempaskan kembali kepalanya menuju bantalan putih.

Hampir enam jam. Tidur selama itu pun tak membuatnya nyaman. Ia tak mengenali tempat ini. bersama seseorang yang dipanggil kyu hyun dengan sebutan bibi han itu juga tak membuatnya nyaman meski ia tau wanita paruh baya itu baik.

Kyu hyun pergi dan belum juga kembali. sementara ketika pukul dua siang itu, je young merasakan perutnya kembali meronta hebat.

Ia memutuskan untuk turun, menemukan ayam garlic di atas meja dan beberapa masakan lainnya. je young kembali melangkah. Sekali melirik kolam renang yang terlihat memantulkan terik cahaya matahari meskipun tak membuat hawa menjadi panas.

“oh, kau sudah bangun?”

Je young menoleh pada bibi han dan menemukan wanita itu tengah sibuk meletakkan sup jagung yang sepertinya baru saja ia selesaikan.

“aku membuatmu kembali menunggu?” je young berjalan dan mendekatinya.

“tentu saja tidak. Aku baru saja menyelesaikan makan siang kita. Dan aku perlu bersyukur karena kau bangun tepat waktu. Ingin makan sekarang?”

Je young mengangguk. Hampir lima belas menit kemudian beberapa porselen terlihat mulai kosong. je young menyelesaikan diri ketika akhirnya merasa tak sanggup untuk menampung beberapa makanan yang tersisa.

Bibi han tersenyum ramah “kau kenyang?”

“sangat. Jika saja kemampuan memasakku sepertimu” je young mendelik sebelum mereka berdua tergelak besar.

“kau tidak bisa memasak?”

“bisa. sedikit”

“jadi,, ingin belajar memasak?”

Je young tersenyum lembut. “lain kali saja” tolaknya halus. Angin berhembus lembut. Menyebabkan dress mini miliknya terbang dengan ringan. Je young sempat kewalahan hingga bibi han menutup sebagian pintu kaca menuju paviliun.

“sudah?” tanyanya.

Je young hanya tersenyum kecut. Sudah ia katakan jika ia tak pernah terbiasa dengan dress seperti ini. tidak pernah. Tidak sekalipun terfikir olehnya untuk menggunakan kain tipis terbuka itu selama ini.

Je young akhirnya menatap bibi han pelan. Wanita tua itu seperti mengerti saja jika je young akan menyanyakan sesuatu. Lalu ia menaikkan kedua alisnya seolah mempersilahkan je young untuk bertanya.

“eum.. kyu hyun bilang aku bisa minta peta kota padamu” ujarnya ragu.

Bibi han tersenyum “ada dibilik dekat pantri. Kau ingin pergi sendiri?” ia berjalan menuju pantri. Membawa beberapa porselen lagi menuju wastafel. Meletakkannya, lalu menarik laci besar didepan pantri.

“sebenarnya,, aku tidak bisa menyetir. Jadi, mungkin naik bus saja”

Bibi han mengkerutkan keningnya tak setuju “tidak. Tidak dengan bus” tegasnya. Ia berjalan menuju telepon rumah lalu menekan sebuah tombol dan bergumam halus. “kyu hyun menyediakanmu seorang supir pribadi” je young memperhatikan bibi han yang tersenyum sedikit malu “suamiku” lanjutnya.

Keadaan jeju memang tak seburuk sebelumnya. Banyak bangunan kokoh yang berkembang pesat dan menjadikan suatu daerah menjadi pusat kerajinan tertentu.

Je young mendatangi beberapa butik. Langkah awalnya untuk benar-benar menggunakan kartu kredit milik kyu hyun ia realisasikan dengan beberapa helai tshirt berbagai bentuk.

Je young berpindah, mencari baju lainnya yang bisa ia gunakan selama berada di pulau jeju. Well, mungkin jika ia meminta untuk berlibur satu atau dua hari kyu hyun tak akan menolak. Jadi, je young putuskan untuk membeli baju terusan tipis untuk mengunjungi pantai.

Baju itu ringan dengan dua tali yang harus diikat didelakang leher agar tak terlepas jatuh. Je young kembali berjalan. Ia tak suka bra berenda. Jadi ia putuskan untuk membeli beberapa lainnya ditoko pakaian dalam wanita. Hanya bra. Dan, oh! Mungkin ia perlu sebuah bikini.

Bukan berarti pantai tak menarik perhatiannya. Je young bahkan sempat berencana akan mengambil cuti jika saja kyu hyun tak ingin ikut tinggal bersamanya selama beberapa hari saja.

Je young kemudian kembali berjalan. Pusat perbelanjaan itu begitu besar hingga rasanya je young ingin membeli semua yang berada didalam etalase toko. Mungkin akan ada beberapa untuk ji yeon dan eommanya.

Nah, setelah mengingat dengan jelas, je young memutuskan untuk membeli sebuah ponsel sederhana. Hanya untuk menghubungi eomma yang tak sempat ia kabari sebelumnya.

Je young terengah ketika beberapa tas belanja miliknya mulai terasa berat. Ia melirik sebuah coffe shop dan berjalan menuju bar depan. Ia meletakkan keseluruhan tas miliknya lalu melirik arloji yang juga baru saja ia beli.

Tiga jam. Lumayan. Untuk ukuran kartu kredit yang tak akan pernah terbatas. Je young menatap belanjaannya puas. Ini balasan yang setimpal untuk kyu hyun yang telah menyeretnya dengan paksa.

Yang jelas, ia puas. Mungkin tak seberapa. Tak juga akan menguras harta namja itu.

Je young berjalan menuju bar dan memesan segelas french cappucino. Ia menghubungi tuan han untuk menjemputnya ditempat biasa. Hanya sekitar sepuluh menit berjalan dari coffe shop.

Lima menit setelahnya, french cappucino miliknya datang. Je young menyodorkan sebuah kartu sebelum kembali membawa barang miliknya keluar coffe shop.

Kyu hyun tetap memandangi yeoja itu. ia masuk dengan dress menggantung berwarna peach. Rambut digerai bebas dan menggunakan hells rendah namun membuatnya terlihat proporsional.

Kyu hyun tak bergeming. Terus memandanginya yang tersenyum puas ketika seluruh belanjaan itu terserak bebas dihadapannya. Lima menit setelahnya yeoja itu keluar, dan kyu hyun segera menyudahi acara berbincangnya dengan seorang teman lama dan menyusul je young di tepian trotoar.

Je young terkesiap ketika belanjaan yang setumpuk besar itu direnggut dengan tiba-tiba. Awalnya, ia hanya ingin berteriak dan memukulinya dengan beberapa belanjaan lain yang masih tersisa.

Namun je young terkejut saat kyu hyun menggulung salah satu lengan kemejanya. Sebuah jas tersampir pada lekukan sikunya. Dan setelah ia selesai, ia merebut belanjaan lainnya yang tersisa ditangan je young.

Je young hanya diam. Memperhatikan namja itu menata belanjaan dikanan dan kiri tangannya. Lalu namja itu berdiri tegap dan menatap je young datar “dimana han ahjussi?” tanyanya.

Je young menunjuk satu arah, lalu kyu hyun berjalan cepat. ia mengikutinya dengan sedikti berlari kecil namun ketika lampu hijau menyala, namja itu berada di sebelah kanan je young untuk melindunginya.

Je young memperhatikan namja itu kesulitan sekali. Hingga akhirnya ia berinisiatif untuk merebut jas yang tersampir pada siku kyu hyun dan menggulung lengan kemejanya lebih tinggi.

Dan disana, baru je young sadari jika tulang hasta kyu hyun sungguh indah. Ada beberapa urat disana, menonjol berusaha mengatakan jika kyu hyun adalah namja kuat yang perkasa. Sungguh je young tak dapat mengatakan apapun ketika lengan namja itu mempesonanya dengan bentuk tubuh bidang yang tegap.

Je young terpesona!

“kau ingin terus mengagumiku?”

Je young tersentak lalu membenahi diri. tertangkap basah memandangi dada bidang seorang pria bukanlah hal yang baik. Ia menunduk mengutarakan penyesalannya dalam diam. Namun beberapa saat kemudian kyu hyun merangkul bahunya lalu mendorongnya menuju pintu.

Kyu hyun masuk melaui pintu seberang. Mendudukkan diri dengan tenang lalu mengusap tengkuknya lemas. “kau berniat menghabiskan seluruh uangku?”

je young tak perduli “baju-baju pilihanmu itu sungguh mengerikan! Aku tak pernah berfikir untuk menggunakannya” jawab je young malas.

“semua pilihanku barang bermerek”

“tapi percuma jika tidak membuatku nyaman”

Keduanya kemudian larut dalam keheningan. Kyu hyun berkali-kali mengeluh mengenai banyaknya barang belanjaan je young hingga membuat lengannya sakit. Namun je young kembali tak perduli.

Dasar, bos besar yang selalu hidup senang. Je young hampir terkekeh geli saat kyu hyun terus mengurut lengannya. Ck, apa namja itu tak pernah bekerja sebelum ini? Apa kehidupannya benar-benar berputar disekitaran wanita jalang saja?

Je young hanya duduk dan memandangi jendela. Kali ini ia berminat. Ternyata pemandangan menuju villa sangat indah. Melewati tepian garis pantai dan hutan pinus yang rimbun.

Je young terkesiap saat bahunya memberat. Dan kali ini, kyu hyun berganti meminjamnya untuk tidur.

__

“kemana saja kau?!!” ji yeon bersumpah akan membunuh je young jika ia berkata jika ini hanya permainan kecil mereka. wanita paruh baya itu menghawatirkan anaknya hingga terisak pada bahu ji yeon beberapa saat yang lalu.

“aish, pelankan suaramu!” pekik je young diseberang.

“argh! Aku bertanya kau dimana?”

“jeju”

Ji yeon terdiam sejenak. Ia melepaskan ponsel miliknya. Disana tertera nomer baru yang katanya milik je young. Awalnya ji yeon tak percaya, namun suara dan cara berbicara yeoja itu memang sama. Dan lagi, ia tau semua rahasia ji yeon. Bagaimana bisa ia ragu?

Ji yeon mengurut pelipisnya bingung “dengar je, oke, sebentar lagi memang hari ulang tahunku. Tapi bisakah kita tak memainkan permainan konyol seperti ini?”

“siapa yang bermain?! Aku benar-benar di jeju!”

“SHIN JE YOUNG!” pekiknya gusar.

“ya! Kenapa kau menjadi begitu emosinal? Aku bahkan belum menjelaskan apapun”

Ji yeon kemudian menyandarkan diri pada punggung sofa. Oke, ia terlalu emosional. Meskipun jujur saja, ia lelah. Ingin segera beristirahat setelah je young mengatakan kejelasan semua ini.

“maaf. Jelaskan padaku” ujarnya lemah.

“kau kenapa? Terjadi masalah?”

“jelaskan saja je, aku benar-benar lelah dan ingin beristirahat” pintanya lemah.

Je young akhirnya berdehem sekali “baiklah. Begini, aku benar-benar berada di pulau jeju. Semalam, boss gilamu ini menculikku pukul tiga pagi untuk penerbangan awal. ada beberapa masalah winter chlotes yang perlu kuselesaikan” je young bernafas panjang, terdengar celotehan kecil khas kyu hyun lalu kembali hening.

“mungkin aku akan disini sekitar empat atau lima hari. Jadi katakan saja pada eomma jika aku sedang ada tugas luar yang sangat mendadak. Tolong katakan pada eomma aku minta maaf, aku benar-benar tak bermaksud meninggalkannya tanpa berita. Tapi seluruh kartu identitas dan ponselku memang tertinggal. Simpan saja nomor ini hingga aku kembali. oke, aku mencintaimu”

Dan sambungan terputus.

Ji yeon mengurut pelipisnya semakin keras. Dunia terasa berputar hebat ketika pada akhirnya ia memutuskan untuk berbaring dan memasuki alam mimpi diatas sofa saja.

Sementara ditempat lain, je young kembali fokus pada beberapa map miliknya. Kyu hyun memberikannya beberapa bahan untuk ia perbincangkan dengan distributor winter chlotes.

Ada beberapa segi yang berbeda. Dan lagi, karena proyek ini bukan miliknya, je young benar-benar tak tau apapun hingga harus memperlajari beberapa hal penting mengenai peluncuran winter chlotes tahun ini.

Malam itu berlalu begitu saja. Je young duduk membaca setiap detail winterchlotes diatas sebuah ayunan besi yang besar. Yeoja itu terkesiap saat kyu hyun datang dan menemaninya. Menghabiskan malam hingga pukul sepuluh untuk mengajarkan yeoja itu detail-detail kecil.

Lalu diakhiri dengan beberapa cerita konyol yang manis. Malam itu, dibawah sinar terang bulan purnama, tepat di balkon lantai dua, je young dan kyu hyu untuk pertama kalinya merasa begitu dekat.

__

Hyuk jae menggenggam ponselnya erat dan tak lama terdengar suara keras yang menggema. Ponsel itu hancur tak bersisa. Kemarahan bukan sekedar membuat namja itu brutal, namun ia menjadi lebih sensitif.

Menguarkan sikap emosionalnya pada setiap manusia hingga saat ini, tak ada satu orangpun yang mampu mendekatinya.

Hyuk jae labil. Jemari kanannya berbalut perban bekas pertengkarannya bersama tembok, kemarin siang. Dan hampir dua puluh empat jam berlalu setelahnya, hyuk jae justru tak sedikitpun mampu –lagi- memejamkan mata.

Jungmo datang lalu mendesah putus asa “ya tuhan, mau berapa banyak lagi barang yang akan kau hancurkan?” ujarnya datar.

“katakan pada tanoshi jika aku tak ingin menjual loggo sport!” geram hyuk jae dalam.

“iya, iya. Aku akan__”

“dan tolong jangan menghubungiku lagi. aku benci nada putus asa miliknya”

Hyuk jae berdiri, memundurkan kursi dibelakangnya kasar lalu berjalan melewati jungmo. Namja itu tengah emosi, dan jungmo tak dapat melakukan apapun saat ini. ia hanya ikut berbalik tanpa melangkah. Lalu hyuk jae kemudian berhenti.

“berhenti membelikanku ponsel baru. Aku butuh waktu untuk sendiri” ujarnya sebelum membanting pintu dengan keras.

Hingga sore itu, hyuk jae tak kembali menuju kantor.

Donghae dan siwon menatapnya tak percaya. Hyuk jae menghabiskan hampir tujuh gelas vodka malam ini. padahal sebelumnya, seberapapun akrabnya kehidupan liarnya dengan vodka, hyuk jae memiliki batas yang untuk pertama kalinya ia langgar.

Hyuk jae adalah namja paling logis setelah siwon. Jika siwon memilih untuk tidak sama sekali menenggak vodka, maka hyuk jae memiliki batasan tertentu. Tidak seperti donghae atau kyu hyun yang acap kali kelewat batas menenggak racun itu.

Tapi malam ini hyuk jae berbeda. Ia yang bertahun-tahun lalu sempat menghilang kini hadir kembali. hyuk jae yang kelam dan tersakiti, kini mengapung dalam lubang hitam manik matanya.

Hyuk jae tersiksa. Meski siwon dan donghae tak tau tentang apa.

__

“apa mereka tidak membiasakan diri untuk memeriksa barang sebelum mengirimkannya?” je young bersandar kesal. Menggerutu dalam keheningan mobil yang berbelok menuju galerry hall.

“bukan tugas mereka”

Je young menatap kyu hyun malas “setidaknya mereka membiasakan diri untuk melakukannya. Bukankah konsumen menyukai sesuatu yang sempurna?”

“pada dasarnya, semua yang mereka lakukan berjalan lurus dengan yang mereka dapatkan”

“jadi ini yang kau katakan kualitas nomor satu?”

Kyu hyun menoleh dalam gerakan lambat “biasanya begitu. Seperti yang kukatakan, semua aspek bergerak lurus dalam satu arah” ia kembali menatap jalan.

“aku tidak mengerti”

“mereka bukan tim terbaik. Kau tidak lihat pengeluaran perusahaan berkurang cukup signifikan? Hyuk jae sudah mewanti-wanti hal ini akan terjadi sebelumnya”

Je young menatap namja itu kesal “lalu mengapa kau tetap menggunakan jasa ini?” yeoja itu menyipitkan mata dan menaikkan intonasi nada menjadi lebih tinggi.

Kyu hyun bergerak cepat membungkam mulut je young. Membiarkan yeoja itu bereaksi cepat untuk melepaskan telapak tangan kyu hyun dari wajahnya “cerewet sekali. Kecilkan suaramu!” titahnya.

Je young bernafas lebih panjang setelahnya, ia menatap jendela kesal dan mencoba merasakan angin malam pulau jeju. Namun rasa penasaran itu sungguh menghantuinya, hingga je young putuskan untuk berbalik dan menatap kyu hyun dengan mata lebih bersahabat.

“aku serius. Untuk apa kau masih menggunakan jasa mereka?” tanyanya.

Kyu hyn nampak tersenyum puas “aku percaya padanya –hyuk jae-. Karena segala aspek selalu berjalan searah, maka aku memutuskan untuk mencoba” je young mengerutkan kening tak mengerti “tahun depan, jasa mereka tanpa biaya. Khusus karena kerugian tahun ini”

Je young terdiam. oh, jadi maksudnya tahun berikut akan menjadi tolak balas atas ketidak-profesionalitas-an perusahaan hyuk jae?

Je young terus berfikir hingga mobil berhenti di sebuah parkir besar. Ada banyak mobil disana, namun yang paling mencolok adalah yang ia naiki. Je young menatap pintu ketika benda itu terbuka dan kyu hyun ada disana.

“mau kemana?” je young tak memilih untuk menurut. Hanya duduk dan memperhatikan kyu hyun dari dalam mobil.

“makan. Aku lapar” kyu hyun berjalan mundur “jika kau tidak ingin kau bisa tunggu didalam mobil” sahutnya lalu berbalik. Berjalan menuju pintu masuk.

Je young mendesah malas. Ia melirik sebentar arloji miliknya dan mendapati jingga di ufuk barat. Jam enam sore. Terlalu dini untuk makan malam. Bisakah mereka menyebutnya makan siang saja? Karena perbincangan bersama distributor winter chlotes memang menguras waktunya tanpa henti.

Akhirnya, je young memutuskan untuk mengalah. Oke, mungkin ini memang harus ia lakukan. Lagipula, ini menyenangkan. Dimana lagi ia menemukan makanan italy dengan gratis?

Je young menghembuskan nafasnya kuat lalu bergerak keluar. Menutup pintu lalu merapikan diri. memperhatikan blazzer cream dan rok senada yang ia gunakan. Ia merapikan rambut yang ia biarkan terlepas dan berjalan menyusul kyu hyun.

Je young tersenyum saat dua orang pelayan membukakan pintu untuknya. Tersenyum dan berkata ‘selamat datang’ lalu menunjuk beberapa bangku kosong. je young menjelajahi matanya untuk menemukan kyu hyun, namun namja itu tak terlihat ada.

Ia kembali mencoba, namun berakhir sama. Akhirnya je young memutuskan untuk kembali saja dan meminta bibi han memasakkan ayam papperoni. Ia makan di rumah saja. Batinnya.

“ck. Dia ingin makan atau melarikan diri? dasar__”

PRANG

Je young terhuyung dan terjatuh dengan keras bersamaan dengan bunyi keras yang ia dengar. Bajunya menghangat dan ketika ia membuka mata, ada sepiring spagetti sauce bolongue yang menyirami hampir seluruh bagian perutnya.

Je young duduk dengan cepat. memperhatikan seorang pelayan yang menunduk padanya. Lalu seorang lainnya datang dan memukul kepalanya dengan keras.

Je young menatap tak percaya. Ia berdiri dan berjalan menuju pria gendut yang terlihat terlalu tua itu.

“maaf tuan, anda tak seharusnya melakukan itu!” protesnya. Namun pria tua itu kemudian membungkuk dan meminta permohonan maaf atas kesalahan pelayannya.

“maaf nona. Ini kesalahan kami”

“bukan, ini kesalahanku” jawab je young.

Pria tua itu bersikeras “tidak. Tidak nona, ini kesalahan pelayan kami. Saya berjanji akan segera memecatnya”

Je young terbelalak tak percaya “ini salahku! Sudah kukatakan sebelumnya. Maaf, tapi seharusnya anda meminta maaf karena telah memukulinya. Bukan memberikan keputusan sepihak seperti ini!”

“maaf nona?” pria itu bertanya tak percaya. Suasana menjadi begitu hening. Berpasang mata memperhatikan mereka dari segala arah.

“bukankah dia yang seharusnya meminta maaf? Dia merugikan perusahaan. Seharusnya nona tau karena__”

“aku tidak tau. aku bukan orang yang dengan segala kuasaku dapat menindas manusia lainnya. tapi setidaknya meskipun kau pemimpin mereka disini, tunjukkanlah rasa hormatmu terhadap kemanusiaan”

“apa? oke, maaf. Ini sudah keterlaluan. Silahkan anda keluar” pria tua itu lalu berbalik menyerang je young dalam raut penuh ketiakpuasan.

“tidak! Sebelum kau meminta maaf!”

“ini tidak ada dalam daftar peraturan. Tapi terimakasih untuk mengajariku hal tidak penting. Sekarang, kau boleh keluar dan biarkan aku kembali bekerja”

Je young tak bergeming. Ia bertolak pinggang merasa benar. Gila! Bagaimana mungkin ia berkata jika meminta maaf adalah hal yang tidak penting? Namun memperhatikan sekitar membuatnya berfikir untuk tidak perlu melawan keras.

Akhirnya je young menurunkan tangannya dari pinggang. Terlihat senyuman puas dari wajah pria tua itu. je young mencibirnya jijik lalu sebelum berbalik, ia bergumam pelan.

“hanya kadal yang mampu hidup dari hasil ketidak-baikan yang kotor”

Pria itu merubah mimik dengan cepat “apa katamu?!” pekiknya. Ia berjalan menghampiri je young dengan garang. Wajahnya penuh emosi dengan ubun-ubun yang menguap. Lalu seperempat perjalanan sampai, ia mengangkat tinggi-tinggi tangan kanannya lalu sepersekian detik setelahnya, suasana menjadi jauh lebih hening.

Kesenyapan meliputi keseluruhan gedung. Meski je young tak dapat melihat karena menutup matany erat, ia tau, seluruh mata benar-benar tengah memperhatikannya saat ini.

Lalu tiba-tiba je young terkesiap. Ia membuka mata, dan menemukan kyu hyun berdiri didepannya. Menggenggam pergelangan pria tua itu erat. Aura dingin menguar dari pancaran sinar miliknya. Walaupun je young tak dapat memastikan ekspresi seperti apa yang tengah kyu hyun gunakan saat ini.

“jangan pernah kau menyentuhnya” ujar kyu hyun dingin. ia tak melakukan apapun. Hanya menghempaskan tangan lelaki itu keras lalu berbalik menatap je young.

Je young cukup terkejut. Ekspresi namja itu tak pernah ada sebelumnya. Ada rasa marah, kecewa dan emosi yang besar. Namun je young tak sempat berfikir saat kemudian tangannya ditarik kasar menuju pintu gedung.

Oh hell! Kyu hyun pasti marah besar.

Je young terhuyung, cukup merasa sulit dengan langkah kaki kyu hyun yang besar sementara ia menggunakan rok yang membatasi langkahnya.

“kyu, pelan-pelan”

Je young berusaha memperingatkan namja itu. setiap kali belokan, tungkai kakinya terasa berputar penuh. Je young perlu istirahat. Atau setidaknya tak perlu secepat itu untuk menuju mobil mereka.

“kyu!!”

“apa kau perlu melawannya?!” kyu hyun berbalik dan berteriak emosi. Menatap je young dengan kobaran api yang menyala, namun tak berisi kebencian atau amarah. Ada… rasa cemas disana.

“dia memperlakukan seseorang secara tidak manusiawi! Perlu aku hanya terdiam disaat seperti itu?!”

“tapi itu tugasnya!”

“apa? memukuli pelayan?” Je young menatap kyu hyun jengah. Ternyata namja itu sama saja. Lebih mementingkan harga diri mereka dibandingkan apapun.

“itu bukan urusanmu!”

“itu urusanku!!” je young meninggi. Emosinya meraup puncak dengan seketika “aku  manusia. Dan aku perduli terhadap apapun. Aku tau, kalian, orang-orang kaya yang menguasai banyak hal tak akan pernah mengerti. Aku tau!”

Je young bernafas dengan singkat. Dadanya naik turun memompa udara untuk mengisi ruang yang mulai terasa kosong “aku tau. tak masalah jika kalian memperlakukan siapaun dengan cara apapun. Tapi tolong jangan didepanku” ia menunduk “karena itu hanya akan menambah kebencianku terhadap orang-orang kaya” ucapnya lirih.

Kyu hyun tersentak. Bola matanya meredup seketika lalu sesuatu memintanya untuk melangkah maju. “apa orang kaya selalu seperti itu? berbuat sesuka mereka tanpa memikirkan dampak buruknya bagi orang seperti kami?”

Dan kyu hyun berhenti bergerak. Ia menghembuskan nafasnya kuat lalu beranjak maju. Memeluk je young yang perlahan bergetar. Mengeluarkan kristal cair itu dari pelupuk matanya.

Kyu hyun memeluknya erat. Untuk pertama kalinya ia tak mampu melakukan apapun ketika sudut pandang orang-orang yang bukan seperti dirinya menguar ke udara. Benar. Ia tak pernah memikirkan apapun selama ini. dan tak ada seorangpun yang memperingatinya.

Atau lebih tepat lagi, tak ada satupun nasihat yang mampu meruntuhkannya sebelum ini.

Kyu hyun memeluk je young semakin erat. bahunya menjadi begitu lembab dan beberapa saat setelahnya, je young berhenti terisak. Ia hanya mencoba mengatur nafas hingga akhinya kyu hyun sadari jika ia bergemuruh entah sejak kapan.

“maaf. Aku tak bermaksud seperti itu”

Kyu hyun mengusap lembut punggungnya. Membuat je young mengangguk dengan cepat. sesuatu terjadi diantara mereka. dan hingga baru mereka sadari, ini bukanlah tindakan yang tepat.

Kyu hyun menyudahinya lebih awal. melepaskan rangkulannya dan menarik pelan pergelangan tangan je young. Menuntunnya menuju mobil yang telah terlihat dari kejauhan.

“aku tida__ aww”

Kyu hyun tertarik ketika je young merosot jatuh. Tangan mereka masih terkait. Dan je young tersungkur dengan posisi yang jauh lebih menyakitkan.

“gwenchana?” kyu hyun berjongkok cepat. memutar posisi hingga dengan jelas melihat darah disana. Namja itu mengacak rambutnya gusar dan kembali meminta maaf.

“bukan salahmu” jawab je young “aku tak membeli sepatu yang benar. Sepertinya lecet” je young mencoba untuk berdiri dan berjalan dengan langkah yang pincang.

Semuanya berjalan dalam kesakitan hingga akhirnya tubuhnya menjadi begitu ringan di udara. Kyu hyun membopongnya cepat. berjalan dalam ketergesaan yang tak menegangkan lalu menurunkan je young setelah membuka pintu mobil.

__

“pelan pelaann!!” je young berteriak, melengkingkan suara merdu miliknya ketika kyu hyun mencoba mengolesi lutunya dengan alkohol berkadar tinggi.

Memang menyakitkan. Tapi jika tidak seperti itu bisa saja terjadi infeksi dan kyu hyun, tak mau hal seperti itu terjadi. Bibi han baru saja pergi bersama suaminya. Membeli beberapa bahan makanan untuk ia masak karena malam ini, je young meminta ayam papperoni.

“ya tuhan, pelan, kyu!!”

“iya. Iya”

Mereka berdua sama-sama mengeras. Je young menggenggam salah satu lengan kyu hyun dengan erat. Membuatnya harus bekerja dengan satu tangan dan memecah konsentarsinya untuk berbuat lembut.

“PELAN!!” pekik je young.

“IYA INI SUDAH SELESAI!” balas kyu hyun berteriak.

Kyu hyun kemudian berbalik menatap kotak P3K dibelakangnya dengan jari telunjuk yang mengusap lubang pendengarannya. Ia berharap tak akan tuli sebelum tua nanti. Tapi seperti mustahil saja jika berharap saat ini.

Je young kembali menidurkan tubuhnya setelah sebelum ini melengkung menahan sakit. Ia mendesah lega. Menutup matanya lelah karena terlalu banyak tenaga yang ia gunakan untuk beraktivitas sepanjang hari ini.

Je young mengurung diri dalam kelelahannya. Sebelah tangan ia angkat hingga menutupi mata lalu perlahan ia merasa tungkainya menjadi lebih dingin.

Kyu hyun mengoleskan krim luka disana. Menghembuskan hafas hangatnya untuk membuat krim lebih cepat mengeras. Namja itu terus bekerja karena luka milik je young tidak dapat dikatakan sedikit.

Kyu hyun menutup botol krim ketika luka terakhir telah terbalut krim dingin. dan ketika ia mendongak, ia hanya menemukan dengkuran halus milik je young disana.

Kyu hyun tertawa geli “gadis macam apa kau!” ujarnya.

Namja itu membereskan kotak obat dan meletakkannya kembali pada laci nakas. Ia berjalan menuju pantri, mengambil segelas air untuk ia minum lalu berbalik menuju sofa.

Angin malam menerpa cardigan tipis miliknya. Kyu hyun bergidik. Ia berjalan menuju paviliun. Berhenti untuk menatap bintang lalu berakhir dengan menutup pintu paviliun.

Ini masih jam delapan malam. Namun suasana hening didalam villa membuatnya tak mampu melakukan apapun. Kyu hyun berencana untuk kembali ke kamar dan mengerjakan beberapa tugas yang baru saja diantarkan nona jung sore ini.

Sekertarisnya yang satu itu benar-benar. Bisa-bisanya ia hanya mengantarkan tumpukan map dan jadwal tambahan mereka di pulau jeju. Kyu hyun sempat mengurut kening tak percaya. Ia perlu mengunjungi sudut pulau jeju untuk melihat lahan incarannya.

Dan sekertaris cantiknya berkata jika ia harus mengerti potensi apa yang akan perusahaan peroleh jika menempatkan akses bangunan mereka disana.

Kyu hyun berbalik dari paviliun. Lalu tatapannya bertumbuk pada je young yang nampak masih terlelap. Ia berjalan mendekat lalu menghembuskan nafas frustasi miliknya.

“kuharap kau masih waras untuk mempertahankan berat badanmu”

Kyu hyun menunduk, meletakkan lekukan sikunya pada tengkuk je young lalu beralih pada lututnya. Ia berdiri. Menopang berat badan je young pada dirinya dan berjalan menaiki anak tangga.

Hanya sekejap setelah kyu hyun menaiki anak tangga terakhir, je young terbangun. Matanya menyipit seakan kantuk begitu kuat menderanya. Ia bergerak dan dalam detik yang terlalu cepat, ia mengalungkan lengannya pada leher kyu hyun.

Membuat namja itu menahan nafas hingga akhirnya membuka kamar milik je young. Kyu hyun terpaku. Tak sempat berkedip ketika pandangan matanya terus mengamati nafas damai milik je young.

Kedua matanya yang tertutup. Pipinya yang terlihat berisi dan bibir tipisnya yang kecil. Kyu hyun tak sadar betul ketika akhirnya ia mendekat. Memaksakan diri untuk semakin mendekat hingga bibirnya terasa panas. Bersentuhan langsung dengan bibir je young.

Ia tak melakukan apapun. Kedua matanya yang masih terbuka tiba-tiba melebar dan dengan segera bergerak menjaukan diri. ia mengacak rambutnya pelan dan didetik berikutnya berjalan meninggalkan kamar.

 

 

-Four days later-

“oh, kau sudah bangun?”

Kyu hyun mendongak cepat ketika pagi itu je young menyapanya ramah. Tubuh yeoja itu terlihat lebih bugar dan wajah ceria miliknya menjelaskan kondisinya dengan apik. Kyu hyun yang semula terhenti dipertengahan anak tangga kemudian mengusap tengkuknya canggung, ia berjalan turuh setelah mengangguk menjawab pertanyaan je young.

Hari kelima, setelah sehari sebelum ini memang harus ia habiskan di pelosok pulau jeju untuk memantau beberapa hal, ia akhirnya memutuskan untuk mengambil jadwal kosong miliknya.

Kyu hyun tak mampu melakukan apapun selain mengangguk ketika je young memintanya untuk tinggal setidaknya satu atau dua hari lagi disana. Ia menurut, meskipun tak dengan hati yang berat.

Kyu hyun mengambil tempat didepan je young, memperhatikan yeoja itu makan dengan lahap lalu beralih pada dapur. “tumben sekali kau bangun pagi”

Je young mendelik garang. Ia meletakkan sendok miliknya lalu menatap dengan mata yang menyipit “oh, beritau aku siapa yang membangunkanmu setiap pagi?”

Kyu hyun tak menoleh. Memilih untuk mencicipi sup jagung yang masih mengepulkan asapnya dipagi itu. “dan berita buruknya, seseorang yang membangunkanku setiap pagi akan kembali tidur hingga aku pulang”

“aku tertidur!!”

“setiap hari?” ledek kyu hyun.

Je young menggeram “aku mengantuk. Lagipula, aku bukannya tidur seharian. Kau hanya terlalu beruntung menemukanku dalam keadaan tidur. Aku lelah”

Kyu hyun mengedikkan bahunya tak perduli. Ia menghembuskan nafasnya pada sesendok sup lalu menyeruputnya cepat. pagi itu terasa berbeda, kyu hyun kembali menjatuhkan pandangan pada dapur kemudian menatap je young “kemana bibi han?” tanyanya.

“diluar. Pagi ini anaknya datang”

Kyu hyun mengerut “anak? Ga in?”

Kali ini je young menggeleng “aku tidak tau” jawabnya. “tapi tadi ada seorang bayi. Lucu sekali” sambungnya.

Kyu hyun tak begitu perduli. Ia melirik arah pintu keluar lalu seperti slow motion bergerak, bibi han masuk dengan seulas senyum yang mengambang. Ia berjalan pelan dan.. ada seorang bayi dalam gendongannya.

Kyu hyun tercengang sesaat.

“oh! Itu dia bayinya!” pekik je young.

Yeoja itu tampak menatap bayi lucu dalam gendongan bibi han sebelum akhirnya bibi han berjalan masuk menuju kamar belakang villa.

__

Kyu hyun mengernyit. Ada yang menghimpit perutnya dan saat ini terasa mulai menyesakkan. Oh hell. Jangan beritau ia jika mimpinya pagi ini adalah mimpi buruk.

Kyu hyun bergerak tak nyaman dalam tidurnya. Lalu sesuatu terasa semakin mengusik kala berat yang menimpanya merambat menuju dada. Kyu hyun memposisikan tubuh agar tak terlalu menyesakkan.

Plak!!

Dan detik berikutnya ia terdiam.

“papapapwwaaa..”

“akh!! Yaa!!”

Namja itu membuka matanya cepat lalu menemukan sebuah benda kecil yang bergerak-gerak memukuli wajahnya. Ia berusaha menghindar, namun gerakan kecil darinya hampir saja membuat bayi lucu itu terjatuh.

Akhirnya, ia putuskan untuk memiringkan tubuh. Bayi kecil diatas dadanya berguling menuju kasur yang sama lalu tertawa kecang. Kyu hyun terbangun dengan cepat. berusaha untuk meyakinkan diri jika ia hanya bermimpi namun ketika ia berbalik.. bayi itu masih disana.

__

“aku juga tidak tau, dia ada dikamarku dengan box kecil dan menangis”

Kyu hyun mengeringkan wajahnya dengan sehelai handuk. “kau fikir aku bodoh? mana mungkin ia berjalan dan mengangkat box miliknya menuju kamarmu”

“tapi memang seperti itu. aku juga sedang tertidur saat ia menangis”

Kyu hyun lalu mengusap rambutnya kasar. “berikan saja kembali pada bibi han” ujarnya mulai jengah.

Je young lalu terdiam dan menatapnya dengan tatapan sayu “itu dia masalahnya. Bibi han tidak ada ditempat”

“apa?!”

“dia pergi bersama paman dan__ YA!! APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Kyu hyun tak memperdulikan teriakannya. Namja itu membuka tshirt nya yang terlampau basah karena liur doori-begitu je young memanggilnya- yang berjatuhan ketika ia membangunkan kyu hyun sebentar lalu.

Usai menggantinya dengan tshirt baru, kyu hyun mendekati meja rias lalu memperhatikan wajahnya sebentar. “pergi kemana mereka?”

Je young mendecak kesal. Oh, seolah namja itu tak tau saja jika dikamarnya tengah ada wanita lain yang tak seharusnya ia pertontonkan tontonan menjijikkan seperti itu. walaupun,, ya, memang mungkin tak merugikan.

“mereka ke pusat kota. Sepertinya ada masalah” jawab je young malas.

Kyu hyun menatap yeoja itu cemas, lalu beralih pada bayi mungil yang tengah memainkan boneka jeruk kecil milik je young diatas ranjang miliknya. “jadi kau berfikir jika mereka menitipkannya padamu?”

“tidak. Jika pada kita, mungkin ya”

Kyu hyun mendengus malas “kau fikir aku akan merawatnya?”

Nada itu sungguh ingin membuat je young menumbuk bibir tipis milik kyu hyun. namun sungguh ia masih memiliki batas hingga harus bersabar untuk berbicara dengannya. Je young berdiri dari tangan sofa lalu beralih duduk setelah merebut bantalan sofa untuk ia peluk “dengar, aku tau kau brengsek. Tapi bukan berarti kau anti pada anak kecil, bukan?”

“jika memang seperti itu?”

“maka kau betul-betul bukan lelaki normal”

Kyu hyun mendesis “css. Jika aku bukan lelaki normal, aku tak mungkin meniduri banyak wanita”

“mereka hanya wanita yang sedang gamang” bantah je young cepat.

“dan mungkin kau mau menjadi salah satu wanita gamang untuk membuktikan kenormalanku”

Sebuah bantal mendarat tepat didepan wajah kyu hyun. Je young menatap kyu hyun dengan lebih serius. Matanya sempat melebar lalu ia kendalikan dalam waktu yang relatif singkat “oke, ini bukan batas pembicaraan kita” ujarnya memutus pembicaraan.

Kyu hyun kembali mengedikkan bahu dengan seulas senyum yang menggoda. Ia berjalan menuju ranjang dan menatap dalam bayi kecil yang masih betah bermain disana. “lalu untuk apa kau membawanya padaku?”

“dia terus memanggil papapapa jadi mungkin dia bisa mengira kau appanya hingga bibi han datang”

“APA?!”

__

“Kyu!! Anakmu menangis!!”

Kyu hyun mengerutkan dahi kemudian berbalik menelungkup. Menutup seluruh bagian kepalanya dengan sebuah bantal putih yang tebal.

“CHO KYU HYUN!!”

Kyu hyun semakin mengeratkan tekanan bantal. Aish je young benar-benar sudah gila dengan menganggap kyu hyun adalah appa bayi mungil itu. lagi pula, mengapa harus ia saja yang mengurusnya?

Kyu hyun merasa jika suara itu tak lagi terdengar. Namun detik berikutnya derap langkah kaki yang berisik serta raungan anak kecil membuat kyu hyun menghela nafasnya gusar.

TUK!

Kyu hyun merasakan sesuatu terbentur kuat dengan bantal diatas kepalanya kemudian saat ia berbalik, yeoja cerewet itu tengah bertopang tangan dengan kelima jari yang menggenggam guling.

Kyu hyun menatapnya jengah. Namja itu melirik je young dengan tatapan ‘mengapa harus aku?’ miliknya. Je young tak perduli. Dengan dagu ia menunjuk doori yang tengah menangis didalam gendongannya lalu kembali menatap kyu hyun.

Bayi mungil itu masih menangis. Hidung dan sekitar matanya memerah sementara air matanya belum ingin berhenti untuk turun. Ia terus menggeliat gelisah dalam gendongan je young. Lalu setelah mendapati kyu hyun, bayi itu justru menggantungkan jemarinya. Berharap jika kyu hyun mau menggendongnya.

Kyu hyun pun tak mengerti. Entah dengan alasan seperti apa bayi itu begitu menandainya. Yang jelas, semenjak pagi hingga siang ini, doori tak pernah ingin berlama-lama jauh dari kyu hyun. dan jika itu terjadi, maka seperti inilah.

Aneh, padahal sungguh, doori itu bayi laki-laki. Mungkin jika ia seorang yeoja kyu hyun masih akan menemukan satu alasan kuat mengapa hingga siang ini ia tak bisa mendapatkan jatah tidur siangnya.

Kyu hyun berdecak kesal kemudian menggaruk belakang kepalanya sebelum menjulurkan tangan menyambut doori. Dan ajaibnya, doori memang langsung terdiam. isakan kecilnya terdengar mereda meski air matanya masih saja mengalir.

“cup cup.. sudah, aku disini” tutur kyu hyun menyeka air mata doori.

Je young tertawa geli. Menatap namja yang selama ini ia kenal terlalu bajingan ternyata sungguh mahir menenangkan bayi.

Kyu hyun menggedong doori. Menaruh bayi itu dalam pelukannya kemudian menepuk bagian punggung. Beberapa saat kemudian doori memang benar-benar diam. Memainkan jemarinya yang terlalu sering terlihat mengepal pada bahu kyu hyun untuk bermain.

Sesekali ia bergumam tak jelas lalu menepuk bahu kyu hyun dengan gemas.

Kyu hyun tersenyum, disambut tawa je young yang menggelegar kemudian doori yang lucu. Kyu hyun meletakkan bayi itu pada ranjang. Melipat kakinya dibawah selimut lalu memberikan doori sebuah boneka yang entah sejak kapan berada diruangannya.

“doori-ah, gwenchana?” je yeong berjongkok pada pinggiran ranjang memperhatikan doori yang mulai bermain.

“yang tidak baik-baik saja itu aku!”

Je young menoleh pada kyu hyun lalu tertawa keras “mengapa harus tidak baik? Dia lucu”

“untukmu, ya. Untukku, tidak. Ck! Aku belum tidur siang ini!” geramnya.

Je young kembali tertawa “kau juga sering tidak tidur siang jika sedang bekerja”

“oh benar. Ada yang berkata padaku jika aku membutuhkan liburan beberapa hari” kyu hyun menunduk. meraih sebuah boneka jeruk kecil lalu memberikannya pada doori.

“ini juga liburan. Kapan lagi kau akan menggendong bayi?”

“nanti” kyu hyun menyeka liur bayi mungil itu dengan sehelai sapu tangan lalu menegakkan posisi duduknya “jika aku sudah menikah” sambungnya.

Je young, sekali lagi, kembali tertawa lepas “kau yakin akan menikah?” tanyanya dalam tawa. “apa setelah malam pertama kau juga akan mencampakkan istrimu?”

Kyu hyun nampak tertegun sejenak. Begitupula dengan je young. Oke, bualan ini mulai terasa aneh. Je young sadar, bukan kapasitasnya untuk menilai kehidupan kyu hyu.

“oh, maaf. Aku tak bermaksud” je young segera meminta maaf dan menatap kyu hyun dalam diam. Mata mereka bertemu. Lalu bibir kyu hyun bergerak mengucapkan “bukan masalah. Setiap orang berhak berpendapat”

Setelahnya mereka sama-sama terdiam. lalu suara doori memecah kontak intens mata mereka dan membuat suasana menjadi lebih kaku.

“ekhm.. itu..”

Kyu hyun menatap je young sekali lagi. tangannya masih sibuk menyeka liur doori lalu kembali terfokus “apa?” tanyanya.

“sepertinya kita harus berbelanja” jawab ji yeon “popok doori habis”

__

“kau tau ukurannya?”

Kyu hyun melirik je young sebentar kemudian kembali berbalik pada satu rak penuh popok yang terpajang didalam sebuah supermarket.

Je young menaikkan bahunya sebentar “tidak” jawabnya.

Kyu hyun menghela nafasnya lemah “jadi bagaimana?”

Mereka berdiri disana untuk waktu yang cukup lama. Je young sibuk memperhatikan doori kemudian beralih pada tumpukan popok. Raut wajahnya terlihat sedikit aneh, namun kyu hyun tak terlalu perduli. Menenangkan doori ia pilih sebagai jalan aman. Jangan sampai mereka malu karena rengekan bocah kecil itu di supermarket kota.

Je young meletakkan empat kantung popok berukuran sedang kedalam troli lalu beralih menarik doori dari pelukan kyu hyun.

“kau yakin itu sudah benar?”

Je young mengangguk. Sebelah tangannya menghapus liur yang terus doori keluarkan. Hh~ ternyata mengurus bayi tak semudah yang ia fikirkan.

“baiklah, ayo pulang”

Je young mengikuti pandangan kyu hyun menuju troli. Ah,, apa mereka hanya akan membeli empat kantung popok bayi? Je young menghela nafasnya gusar. “tidak. Ada banyak hal yang kita lupakan” jawabnya.

Kyu hyun mendorong trolinya pelan, mengikuti je young yang terus berjalan mengitari penjuru supermarket. Doori terlihat nyaman dalam pangkuannya sementara troli mereka telah berisi beberapa makanan bayi, buahan segar dan keperluan lainnya yang dirasa perlu.

“tolong ambilkan itu, kyu”

Je young menunjuk sebuah sereal coklat pada rak paling atas. Kyu hyun memutar bola matanya malas “apa kau tak punya tangan?”

Je young mendeliknya kesal “kalau begitu haruskah aku melemparkan bocah ini untuk mempergunakan kedua tanganku?”. Kyu hyun tak membalas, hanya menghela nafas dan menarik dua box sereal coklat sebelum akhirnya mereka berjalan menuju kasir.

Je young tanda sekali dengan puluhan mata yang terus berbisik setelah memperhatikan mereka. namun ia tak perduli, setelah membayar seluruh belanjaan dan membawanya menuju mobil, je young segera masuk tanpa memperdulikan kyu hyun yang bersusah payah menaruh belanjaan mereka pada bagasi belakang mobil.

Mau bagaimana lagi, ia tak mungkin melepaskan doori bukan?

“iya, kau tak mungkin melepaskannya!” ketus kyu hyun ketika pertama memasuki mobil. Je young tertawa geli, kyu hyun tau betul alasan licik je young untuk tak perlu repot-repot membantunya.

Mesin menyala kemudian bergerak menuju sebuah restoran sederhana. Kyu hyun tak ingin lagi memulai pertengkaran hingga ia harus menuruti je young seharian ini.

“jadi, bagaimana sekarang?”

“bwwwhhhlalala”

Doori terus mengoceh sembali memukulkan jemarinya pada wajah je young, yeoja itu mengangkatnya tinggi lalu menciumi perut doori, membuatnya tertawa lepas dengan kencang. Je young baru saja mengganti popoknya. Dan itu,, err- agak menjijikkan.

Tapi bukan masalah daripada harus mendengarkan bayi lucu itu terus menangis. Popoknya sudah penuh, akan terjadi iritasi jika dibiarkan.

“bwawawa!!” doori terus bergumam tak jelas.

“berhenti bermain. Makan saja makananmu” Kyu hyun menyela kemudian je young menurut dan memulai acara makan mereka.

“menurutmu apa doori akan tumbuh dewasa?”

Kyu hyun melirik je young remeh “bodoh!” rutuknya. Kyu hyun menghindar ketika sebuah sendok sup hampir mengenai pelipisnya “kau ingin membunuhku, huh?”

“beruntung saja itu masih sendok. Bukan garpu bahkan pisau ini!” geram je young kesal.

Kyu hyun mengulum senyumnya dalam diam. “kau tidak tau kapan dia lahir?”

Je young terdiam. “tidak” jawabnya. Yeoja itu kembali akan memasukkan sepotong daging ketika sesuatu menyetrum jantungnya dengan cepat. “Omona!!” pekiknya. Kyu hyun menatapnya aneh sementara doori terlihat sangat terkejut.

Je young berdiri cepat kemudian mengemasi peralatannya sebelum berbalik. Ia terhenti saat jemari kyu hyun menahannya kuat “mau kemana?”. Je young menatap kyu hyun bingung. Ia berbalik kemudian berfikir untuk menemukan kalimat yang tepat untuk ini. “aku harus pulang!”

To the point!

“pulang? Bukankah kau meminta__”

“lusa, eommaku berulang tahun! aish, aku baru ingat”

Pekik je young panik. Je young dan kyu hyun kemudian jauh lebih panik ketika doori tiba-tiba menangis kencang. Je young segera menggendong bayi mungil itu kemudian menenangkannya.

“maaf, maafkan aku” bujuknya lembut.

Kyu hyun terdiam. tak lama namja itu bangun dan berdiri dibelakang je young. Doori mereda dengan cepat, membuat je young perlu berterimakasih pada namja itu.

“besok saja. Aku juga akan pulang” jelas kyu hyun tenang “lagipula, setidaknya kita harus menunggu bibi han pulang. Kau berniat melemparkan dan meninggalkannya sendiri?”

Akhirnya sore itu mereka habiskan untuk melihat matahari terbenam diujung laut kepulauan jeju. Kyu hyun beralih menggendong doori ketika jemari je young penuh dengan milkshake dan makanan yang sengaja mereka bawa.

Mereka mendudukkan diri dibawah sebuah pohon kelapa. Tertawa kemudian membawa doori untuk merasakan lembutnya buih ombak jeju sebelum akhirnya pulang.

“kau terbiasa merawat bayi?”

“eng?”

Kyu hyun tak memalingkan wajah. Ia bertahan dengan posisi berhadapan hingga terus dapat memperhatikan ekspresi lucu milik je young. Yeoja itu tengah membersihkan pasir pada belakang popok doori yang digendong kyu hyun.

“kau bertanya apa?” tanya je young kembali.

Kyu hyun tersenyum, yeoja ini benar-benar lucu bukan main. Ia tak pernah fokus pada lebih dari satu hal. Kyu hyun menggeleng pelan “bukan apa-apa”

“serius?”

Kyu hyun kembali tersenyum “ak__”

“kyu?”

Kyu hyun dan je young menoleh cepat. lalu ekspressi je young berubah menjadi lebih tegang setelah mengetahui yeoja cantik dihadapannya adalah jessica.

Kyu hyun tak ambil pusing. Entah sudah berapa banyak informasi yang ia lewatkan semenjak ia memutuskan untuk mematikan ponselnya pagi ini. Mungkin, ini salah satu yang mengejutkan. Tapi bukan masalah, bukankah ini lebih bagus?

“oh, hai jess! Kau membuntutiku?”

Je young menatap kyu hyun tak percaya. Oh, tolonglah. Bukankah seharusnya je young memang bertugas untuk membuat wanita itu menjauhi kyu hyun. dia senang, tapi melihat wajah kecewa yeoja itu entah mengapa membuatnya merasa aneh.

Je young tersadar ketika seseorang menarik pinggulnya untuk lebih mendekat lalu kecupan ringan itu kembali menghangatkan pipinya. “dia sudah tidur?”

Kyu hyun menatap je young dengan tatapan paling lembut yang pernah ia miliki. dan sumpah! Je young mengangguk begitu saja ketika manik kyu hyun mengkomandoi dirinya untuk mengangguk.

“baguslah, kau ingin kemana lagi?” tanya namja itu berikutnya.

Je young terdiam. mengerjap sesaat dalam pandangan mata kyu hyun yang semakin menenggelamkannya “s sebaiknya kita pulang saja”

Dan seringai busuk kyu hyun mengembang dengan cepat setelahnya “baiklah, kau yang menginginkannya” kyu hyun mengerling nakal sebelum berjalan merangkul tubuh je young melewati seorang yeoja lainnya. Je young dapat pastikan jika wajah terpukul itu sungguh kentara dan je young bersumpah jika ini adalah untuk yang terakhir kalinya.

“maaf jess, wanitaku sedang bersemangat” bisik kyu hyun ketika melewati bahu dingin jessica yang masih terpaku ditempat yang sama.

__

Je young terus menyempatkan diri untuk berbalik, memperhatikan daerah yang terus mengecil karena jarak yang semakin besar.

Ia mendesah, kemudian terlihat semakin gusar.  Wanita itu,, ji ia normal, maka mungkin ia akan memutuskan untuk pulang atau melanjutkan aktifitasnya. Namun, mereka sama-sama tau jika jessica bukanlah wanita sembarangan.

Je young tanda betul dengan mata hitam jessica yang terlihat benar-benar menginginkan kyu hyun. masalahnya sekarang, je young tak ingin jadi pihak yang disalahkan karena esok pagi, sebuah surat kabar menuliskan tentang kematian seorang model di pantai pulau jeju.

“berhentilah menoleh kebelakang”

Je young berbalik menatap kyu hyun cemas “seharusnya kau tidak melakukan itu!” tukasnya.

Kyu hyun tersenyum miring “aneh. Aku bahkan berfikir untuk melakukan yang lebih”

“KYU!”

“ck diamlah, dia tak akan mati bunuh diri hanya karena melihatmu”

Je young menatap kyu hyun tak percaya. Apa benar hanya sesimpel itu? semudah itu ia menyimpulkan sesuatu? Apa ia fikir hidup matinya seseorang hanya bergantung pada analisa konyol miliknya?

“apa itu tidak terlalu jahat?”

Kyu hyun berpaling ketika je young terdengar mendesah putus asa “dia wanita cerdas. Terlalu konyol jika harus mati dengan cara seperti ini” ia berpaling “sudahlah. Kau masih ingin berjalan-jalan?”

Mulanya je young terdiam. kyu hyun tak ingin membahas ini, jadi jelas, je young tak boleh membahasnya jika ia tak ingin kembali bertengkar didalam mobil. Lagipula, doori sudah tertidur. Akan sangat merepotkan jika ia harus kembali terbangun.

“kau tau tempat belanja yang menarik?”

“jangan belikan itu!” Kyu hyun mendorong jemari je young yang memegang sehelai scraft cantik berwarna coklat muda.

“wae? Aku pilih tas, kau tidak suka, baju juga, dan ini.. lalu aku harus membeli apa?”

Kyu hyun melirik je young malas. Salah satu jemarinya menggendong doori dan yang lainnya kemudian menarik je young untuk segera meninggalkan toko.

“aku fikir kau berbelanja untukmu”

Je young menatapnya tak mengerti. “jika ini untuk ulang tahun eommamu, sebaiknya kita ke butik saja”

Je young dengan cepat menahan pergelangan tangannya “apa? butik? Tidak tidak.. uangku tak akan__”

“seperti kau menggunakan uangmu saja selama disini” Kyu hyun memukul pelan ujung kepala je young. Ia kemudian berjalan menuju salah satu butik berisikan baju motif khas jeju.

“tapi baju butik terlalu mahal untuk eomma” je young memberengut “meskipun jika aku bisa aku akan membelikan apapun untuknya, ini tetap saja sedikit berlebihan”

Lalu kyu hyun terdiam.

Mulanya je young memang terlalu beralasan. Namun pada akhirnya? Ya tuhan, yeoja itu memang pantas betul dikatakan penjilat ludah. Lihat saja mata berbinarnya itu!

“yang ini, bagaimana?”

Kyu hyun hanya mengangguk sekali. Pertanyaan itu sudah ia dengar berkali-kali. Doori masih tertidur. Namun membawanya tanpa gendongan bayi seperti ini tentu merepotkan. Sementara seseorang yang berkata jika bibi han menitipkannya pada ‘kita’ justru terlihat tak terlalu perduli lagi dengan keadaan.

Je young menggila, dan meninggalkan kyu hyun bersama doori.

Sial!

“sudah?”

Je young mengangguk, sedikit menunduk ketika matanya beradu pandang dengan kyu hyun yang menyengajakan diri untuk duduk. Yeoja itu kemudian merebut doori dari pangkuan kyu hyun dan menggerakkan dagunya memerintah.

Kyu hyun menatapnya malas, ia berjalan menuju kasir toko dan mengeluarkan sebuah kartu. Sebentar saja setelahnya satu tas jinjing cantik bertengger manis dalam jemari kyu hyun.

Ia kemudian mengikuti gerak yeoja itu ketika je young berniat akan melihat kembali belanjaannya.

“sudah benar. Jadi, kita pulang?”

“memangnya kau belum puas menghabiskan uangku?”

Je young mencibir tak perduli “memangnya siapa yang memintaku untuk berbelanja di butik?” ia menggendong doori dan berjalan menjauh disusul kyu hyun dibelakangnya.

“tidak lapar?”

Je young menggeleng “meskipun lapar, doori tidak boleh berada diluar terlalu lama”  je young menatap sayu pada bayi dalam gendongannya “makan divilla saja” sambungnya.

Kyu hyun sempat tersenyum, lalu beberapa saat setelah dia mengikuti langkah je young, sebuah suara kembali menghentikan mereka. Je young berbalik badan, pun dengan kyu hyun yang terlihat tak percaya dengan waktu dan keadaan.

“kyu, apa yang kau lakukan disini?”

Wanita itu melangkah maju dan berhenti tepat ketika kyu hyun menundurkan diri. matanya kemudian penuh siratan kepedihan yang kentara. “kyu,, siapa dia?”

Kyu hyun tak berpaling, sementara je young sendiri sedikit gelagapan ketika wanita yang terlihat cukup umur didepannya mulai memberikan tatapan yang penuh pertanyaan.

Ia hanya mengangguk dan tersenyum. Beberapa kali je young menarik ujung lengan tshirt putih yang kyu hyun gunakan. Namun ia tak bergeming. Dan je young semakin terperanjat ketika kyu hyun dengan tiba-tiba kembali memundurkan langkah.

“kyu, eomm__”

“shin je young, kita pulang!”

Dan denag secepat kilat yang tak je young sadari, kyu hyun menggenggam jemarinya lalu berbalik dan menariknya cepat menuju mobil.

Tunggu!! Eomma?!

 

-TBC-

Aloha!!

Hai yang pada kangen FC ayo tunjuk tangan^^ *sepi*

nah, kan karena aku udah molor FC15 lamaaaa banget. jadi aku putuskan untuk jadiin part yang ini panjaaangg banget. plus sama kyuje moment yang *gila* hampir full buat mereka semua. semoga setimpal sama usaha readers yang terus nanya kapan FC15 dipublish. ini sekitar 32 lembar. dan, yah, semoga engga bosen aja nunggin FC selanjutnya:)

With love, Park ji yeon.

31 thoughts on “Fabulously Castle part 15 [Special KyuJe moment]

  1. tata says:

    aigoo buih2 cinta tumbuh di pulau jeju
    yihaaaa #nunggangkudabarengsiwon

    rasain si hyuk!!! dadar gulung!! hahaha emang enak galau?!

    wah… jess bakal patah hati nih

    itu, eomma kyuhyun y?! ada msalah apa sih?!

    oh god. jadi orang tua asuh bayi bikin kyuje romantis
    gyaaaa #cipokkyu

  2. Gummy eunhyuk says:

    Ini kyu ada masalah sama eomma ya?

    Jadi makin penasaran

  3. Micky-FK says:

    Hallo, Public!

    Annyeong, ada new blog khusus fanfiction-nya “Seohyun, Yuri, & Yoona” loh! Oh iya kita juga masih butuh banyak Author & Artwoker baru loh! Berminat Join? Klik https://Seoyuyoongff.wordpress.com/ Selamat bergabung😉

    Mohon partisipasinya ya😉

  4. vita says:

    Makasih diannnn. Fc 15 special kyuje moment ahhhhh langsung teriak dannnn sungguh sangat memuaskan he he he bener2 ya akhir nyaaa bunga-bunga di mana-mana he he. Hyuk kenapa gtu galau yaaa part 16 moment nya siapa nih he he. Apapun pokok ee di tubggu ya dian yg semangat nulis nya n tetap sekolah n ujian nya nomer 1

  5. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    KyuJe moment-nya lucu tapi sweeeeet, bikin senyum-senyum sendiri😀 apalagi scene Kyu ma si baby Doori. Kyu punya bakat juga jadi ayah. Kekeke.. Dan itu scene terakhir, bikin penasaran dengan konflik keluarga Cho. Dan buat Hyuk Jae, semoga harimu menyenangkan, oppa. *PukpukPunggungHyuk

  6. ai-sparkyu says:

    Gk nyangka ternyata klo KyuJe udh nyatu gini bisa jadi lucu juga padahal awalnya dulu jutek”an..
    Kyu itu lucu jga yaa klo ngurus doori..
    Apalagi nurut aja gitu tiap x Je nyuruh dia ini-itu..
    Rasa”nya citranya sebagai bos yg kejam dan sombong plus player hilang gitu aja setelah berurusan sma doori dan Je..
    Bakalan jadi appa yg baik nih sepertinya..
    Hehehe..
    Dan, saya juga penasaran ada konflik apa antara Kyu dan eommanya..
    Btw, thank’s yah udah buatin special KyuJe moment..
    Ditunggu moment” lainnya..😀

  7. lia aprilia says:

    lucu banget si kyuje gimana nanti kalo dia punya anak beneran
    Hyuk jae ku kenapa sebegitu frustasinya kah dia, lagi so soan nyakitin ji sih, jadi kena karman karmanya sendirikan next part jihyukya jelbaaaaaa

    aku mau liat ketabahan hatinya ji, menghadapi semua ini masih dia menyerah kah dia??

  8. marly says:

    Aku kangeeenn bangeeettt malaaaahhh sama FC… Waaahh KyuJe moment! *jingkrak2…yeay..
    Moment mereka berdua bener2 dehhh..aku ga bisa ngomong saking bahagianya..:)🙂 hahaha..

    Kyu sama Eomma ny emg ada masalah apa? Hmm.. Semoga aja Je young bisa membuat segalanya jd lebih baik..cepet jadian aja..jgn lama2…akakakakak

    Dan Hyukjae knp bisa sampe stres berat kyk gtu?? Wkwwk..apa karna ji yeon ud ga ngejar2 dia lagi?? Hahahaa..tuh kan, nyesel kannnnn??

    Part 16 jgn lama2..hehehe ^^

  9. yeaaaahhh part ini kayanya lebih panjang yaaah??? seru seru,
    acieee itu ketemu eommanya kyuhyun?
    duh mereka kaya udah keluarga kecil ajaaa yaaa
    part 16nya ditunggguuu

  10. tiwi says:

    Sudah seperti suami istri aja mereka berdua. Hahahaa

  11. vita says:

    Ahhhh suka part ini krn specialll kyuje sweet bangetttt gak sabar nunggu lanjutan nya dan gk sabar juga nihh nungguin hyukji jugaaa

  12. maria says:

    kyuje moment so sweet

  13. full kyuje momen..
    hhhhhh, akhirnyaa, setelah sekian lama menunggu momen2 mereka..
    lucu ya mereka ini, awalnya jutek2an, skg, kl ud nyatu gitu bikin gemes..
    ud kyk org tua beneran.. doori~yaaa, kau mempererat hubungan mereka secara tdk langsung..
    wkwkwkwk..
    eeeh, itu yg tiba2 nongol oemmanya kyu..?? kok kyu gitu tanggepannya? ada konflik ya..?? aiihh.. seru nih kyknya..

    hyukjae..?? anda galau..??
    selamat menikmati kegalauan andaa..
    fightiiiing..!! mwahahahahahaa..

    saeeng~..
    fightiing jg buat ujian dan segala macam yg sedang engkau hadapi..
    RIDE ME, SWING, dan tiket SS6 menunggumu..
    wkkwkwkwk..XD

  14. @uliezgaem says:

    aigoo akhirnya publish jg long part pula #lempar hyukjae buat saeng lah,,, kyuje moment is the best lah…

    nyempil hyukjae sbntar tuh,, hyukjae lg galau… makanya jujur jja deh sma hatimu…

    ciieee kyuje udh camestry nya nih. moga jja sadar sm perasaannya masing2… hahaahaaaa hobby baru jeyoung di jeju, ngabisin uangnnya kyuhyun…hehehehe

    suka deh sama kata2 jeyoung yg ini.. “hanya kadal yang mampu hidup dari
    hasil ketidak-baikan yang kotor”

    omegott… ga ngebayangin bakalan ada part doori disini, 2 org yg keras kepala ngurus anak kecil…

    wahhh new cast,, Eomma nya kyu?? hhmmmm makin penasaran, smoga gga lama2 ya saeng🙂

  15. Dwi_h@E says:

    kyuje + baby sumpah ngegemesin bgt
    kebayang bgt Gimana mereka ngurus tuh bayi

    hyukie stressssssssssssss…………

  16. Mrs.Hirano says:

    udah…
    kyuje moment aja smuanya

  17. gaemsaaaa says:

    Waaaa kyu ma je tambah deket aja nih..
    Apalagi ngurus anak jg, hihi cucok banget..
    Penasaran kyu sama eommanya ada masalah apa, kok kyu segitu bencinya..

  18. Quiny says:

    Aaaakkk harusnya lebih romantis Kyu-Je nya o-o hahaha mumpung di jeju gitu, tapi ada baby juga manis kok :3 huhehehehe

  19. Rasty Resty says:

    Sudah kayak kluarga kecil yg sempurna bgt mreka,, membeli popok sama”, jalan” kepantai dn shopping sambil ngajak bayi titipan… Haha
    Mungkin dengan begini Kyu jd pengen nikahin Je dan punya bayi juga.. Jessica mata” kelas berat ya,, tau aja Kyu lg dmana?

  20. Astagaaaaaaaaaa
    kak, aku bener2 suka ama ff ini ..
    Gk tau knpa .
    Tpi kyk punya daya tarik tersendiriiii

  21. puput says:

    Cew yg trakhir itu eommanya kyu??ih bikin pnasaran aj..however thanks bwt chap special kyu-nya..

  22. nadia1 says:

    bnr2 part kyujae…ap ad part jiyi yg byk bgt?suatu hri?? ahaha ngarep

  23. Shannon Shin says:

    Ternyata Hyukjae kalo lagi galau sama aja kayak Donghae. Emang udah solmet sih kali yaaaaa. Jadi penasaran sama hubungan Kyuhyun dan eommanya. Dan Jesicca kenapa ada di Jeju juga? Edan lah sampe ngikutin segitunya.

  24. BebyPanda says:

    , Hahaha
    lucu bngt kyuhyun mengurus bayi.. kya’y eunhyuk bnr2 nyesel bwt jauh ama jiyeon..
    ada eomma’y kyuhyun, apa yg trjdi?

  25. SHAwol noNAME says:

    makasih buat part special kyuje nya, suka banget dah🙂
    gmn keadaan hyukkie ?
    next part ya,

  26. citra says:

    kyu marah sama eommanya
    masalahnya apa…..?

  27. iyha buchu says:

    ada apa yach kyu sma omma nya..sepertinya kyu nggk mau bertemu dgn eomma nya….
    #hikzzzcc

  28. minrakyu says:

    aku suka part Kyu-Je ini..
    apalagi pas mereka jaga doori, berasa suami istri kkkk,,,

    btw ada apa kyu sama ibunya??
    burukkah hub mereka?

  29. dewi says:

    Kenapa daengan kyuhyun kenapa dia tdk mau bertemu ibunya
    Lanjut

  30. iyin88 says:

    Emang ya je tu cewek aneh dan abstrak. Tingkahnya sanggup membalikan dunia kyu.
    Sbnrnya ada mslh apa sih kyu sma eommanya?

  31. dewi says:

    sebenarnya apa yang terjadi dengan kyu san eommanya sich lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s