365 Days~

COUP

 

Happy Reading^^

 

Gadis itu terus menatap sebuah ponsel yang berada didalam genggamannya. Terkadang sempat tersenyum kemudian kembali  memberengut entah karena apa.

 

“oppa! Kau menjadi peringkat ketiga dalam daftar pencarian internet”

“mwo? Kau memanggilku apa?”

“oppa. Aku memanggilmu oppa”

Lalu lelaki itu tersenyum malu disusul gadis disebelahnya.

 

“oppa?” bisiknya tak setuju. “ya waegeurae? Aku bahkan tak pernah ingin memanggilnya seperti itu. Menjijikkan”

Raut wajah gadis itu berubah masam. Dengan cepat telunjuknya menekan tombol stop lalu kembali pada halaman awal. Jemarinya sibuk menjelajah seluruh isi ponselnya dengan geram. Lalu kedua bola matanya kembali membesar tak percaya.

“mwo? Ige wae?” bisiknya kesal.

 

“ne eommonim, annyeong”

“oh, menantu lee. Ne annyeong”

“eommonim mengenalku? Woah, jinja”

“ne, tentu saja. Aku sudah melihat banyak videomu”

“benarkah? Bagaimana menurutmu?”

“tentu saja sangat keren dan tampan”

“ahh ne gamsahamnida eommonim”

“ne, jangan lupa jaga kesehatanmu walau dalam keadaan sesibuk apapun kau tetap harus selalu sehat”

“ah ne. Ne. Gomawo eommonim. Annyeong”

Lelaki itu memberikan ponselnya pada seorang gadis yang tersenyum disampingnya. Gadis itu dengan malu malu menerima lalu menatap ponselnya sumringah. “ne, eomma—“

 

“kau menontonnya lagi?”

Minchan terkesiap lalu dengan cepat menyembunyikan ponselnya dibawah meja. Ia segera menoleh dan menemukan namja itu berada disana. “oh, wasseo?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya.

Pria itu segera berjalan melaluinya. Tak lupa mengacak lembut rambut minchan sebelum ia duduk berhadapan lalu menatap minchan dalam. “pintar sekali mengalihkan pembicaraan” tukasnya tanpa ragu.

Minchan segera memamerkan deretan giginya dalam cengengesan polos yang menggemaskan. “aku sudah memesankanmu sesuatu,, oppa!”

Lelaki itu menunduk memperhatikan buku menu lalu ponselnya bergetar. Ia sempat memeriksanya sebelum kembali pada buku menu. Membuat minchan kesal karena merasa tidak diperhatikan.

“ya!!” pekiknya.

Pria itu mendongak. Menatap minchan dalam sekali lirik lalu memiringkan kepalanya dengan keren. “jika kau memanggilku seperti itu hanya karena terbakar api cemburu, maka aku sarankan itu tidak perlu. Bersikaplah seperti biasa dan jadilah yeoja yang sebelumnya selalu membangkang setiap aku memintamu memanggilku seperti itu”

Minchan memberengut tak terima. “aku, kan, sudah memanggilmu oppa! Mengapa raut wajahmu tidak senang sekali? Lihat! Jika gadis itu—“

“nah, kan. Aku sudah tau akan seperti ini jadinya. Bukankah sudah kukatakan padamu jangan menontonnya lagi?”

Minchan mau-mau saja. Tapi tidak jika setiap saat bayangan gadis centil yang mendekati kekasihnya lalu bermanja-manja itu selalu membuatnya mual. Ia tentu bukan gadis yang mau bermanja-manja seperti itu. Karena itulah terkadang ia merasa sedikit pincang dan takut jika taemin akan mencari gadis lain yang lebih sempurna darinya.

Ya, mungkin saja, gadis centil itu salah satunya.

Dulu, saat pertama kali ia menerima kabar jika kekasihnya yang ‘terlalu’ muda dan polos ini menerima tawaran acara koyol itu, satu-satunya yang ingin meledak dalam dirinya adalah kepala. Minchan berhari-hari sibuk memikirkan bagaimana jika lelaki itu bertindak macam-macam nantinya?

Meski benar, taemin menunjukkan keseriusannya dengan tak berlebihan dalam adegan apapun. Tapi tetap saja, gadis centil itu selalu akan mendekati kekasihnya. Dan minchan benci untuk mengakui jika ia tak bisa melakukan apapun.

“hei..”

Minchan tersadar saat sebuah gelas yang dingin menyentuh pipinya. Ia terkejut bukan main lalu segera menatap lelaki itu dengan delikan mata. “ya!” pekiknya.

Lelaki itu tersenyum manis dan sekali lagi, mengacak rambut minchan sayang. “seperti ini terdengar lebih baik. Kau memesankanku spagetti bolongue?” tanyanya kemudian.

Minchan menggembungkan kedua belah pipinya. Beberapa kali meniup-niup poninya yang berantakan lalu mengangguk kesal.

Lelaki itu menatapnya ragu, lalu mendesah berat. “ya, jangan seperti ini” seketika suaranya berubah menjadi begitu lembut. Salah satu tangannya berjalan melewati porselen miliknya lalu menggenggam jemari minchan erat.

“ck. Aku kesal padamu!” rutuk minchan manja.

Namja itu kembali mendesah “bukankah sudah kukatakan agar tak lagi melihat video itu? Aku sudah memperingatkanmu. Waktu makan siang seperti ini sulit sekali bisa kita temukan jadi jangan tunjukkan ekspresi seperti itu padaku, hem?”

“ck!” minchan menarik tangannya pelan. “kau selalu bersamanya. Bagaimana mungkin aku tidak penasaran akan hal seromantis apa yang kalian lakukan bersama” suaranya bergetar pelan. Dan seketika saja pria itu merasa begitu bersalah.

“chan-ah.. oke, maafkan oppa, hmm?”

Lalu tiba-tiba minchan tertawa geli. Bibirnya melengkung meski air matanya ikut terjatuh. “itu terdengar menjijikkan, lee taemin!” desisnya memperingati.

Dan lelaki itu ikut tertawa. “sudah. Jangan menangis” jemarinya menghapus jejak air mata yang bersarang pada pipi minchan lalu menarik pipi gembungnya penuh kasih sayang.

“aku kesal sekali. Bagaimana bisa mereka mencari tempat syuting didekat kampusku? Aku, kan, paling tidak ingin melihatmu bersamanya. Apalagi dengan adegan menjijikkan itu!”

Minchan kemudian mengingat kejadian dua hari yang lalu. Saat lelaki itu harus berakting dalam acara menjijikkannya bersama seorang wanita disebuah taman yang berjarak hanya dua ratus meter dari kampusnya.

Sialan sekali! Maka tanpa perlu ia hindari, minchan terpaksa berdiri ditengah kerumunan fans setia kekasihnya demi melihat dua orang itu terduduk diatas bangku taman lalu taemin yang bergerak seperti akan mencium gadis itu.

Minchan bersumpah, ia baru akan melepaskan flat shoes miliknya saat kemudian PD-nim berteriak ‘CUT!’. Jika tidak, bisa ia pastikan jika esok pagi akan ada berita heboh mengenai jatuhnya sebuah flat shoes ditengah-tengah syuting acara yang memasangkan dua orang dalam satu ikatan rumah tangga itu.

Minchan menggeram kesal. Bukan. Bukan taemin yang ia permasalahkan. Ia bisa saja membunuh pria yang tiga tahun lebih tua darinya itu jika saja taemin berani memainkan bibirnya dalam skenario.

Dan lelaki itu juga pernah berjanji jika ia tak akan menyentuh gadis centil itu berlebihan. Itu sudah lebih dari cukup. Tapi,, gadis centil itu yang menjadi masalah besarnya! Mengapa ia begitu mengesalkan? Bibirnya yang selalu tersenyum didepan taemin terkadang membuat minchan ingin menelannya hidup-hidup.

Sialan!

“itu bukan kuasaku. Aku juga baru tau pagi itu dari manager. Maaf”

Minchan tertegun. Lelaki itu menatapnya lekat-lekat seolah mengisyaratkan permintaan maaf yang dalam. Mau tak mau minchan luluh. Ia paling tak bisa melihat taemin memelas. Lelaki itu selalu punya cara tersendiri untuk meredakan emosinya.

“kau benar-benar tidak menciumnya, kan? Aku takut sekali jika nanti kau akan bersamanya usai acara itu selesai”

Taemin sempat tertegun. Lalu kedua bola matanya mengerjap ragu. Ia berdiri lalu mendekatkan wajahnya pada minchan. “chan-ah, dia tak akan pernah menggantikanmu” bisiknya meyakinkan.

“tapi dia gadis yang baik dan lembut”

“dan aku tak butuh gadis yang seperti itu. Aku membutuhkanmu. Jadi berhentilah berpikiran seolah-olah aku akan pergi padanya”

Minchan terkesiap sesaat. Lalu berpikir “tapi kau selalu bertemu dengannya. Jadi—“

“dia,, hanya punya waktu kurang dari satu hari bersamaku” taemin tersenyum tulus, mendekat, kemudian menyatukan ujung hidung mereka. “tapi kau,, kau punya 365 hari yang bisa kau gunakan untuk melakukan apapun bersamaku”

Lelaki itu mengecup bibir minchan lembut. “aku milikmu chan-ah. Dan apapun yang gadis lain dapatkan dariku, tak lebih dari sepersekian bagian dari yang kuberikan padamu”

Minchan terdiam. Didalam sebuah ruang VIP restoran itu ia membeku. Sial! Mengapa lee taemin selalu punya cara untuk menghipnotisnya menjadi gadis bodoh yang tak mampu melakukan apapun?!

“dan,, chan,,” minchan mengerjap, menatap taemin yang masih tersenyum padanya “aku mencintaimu”

 

 

-END-

 

With love, Park ji yeon.

 

3 thoughts on “365 Days~

  1. yes..
    pertamaa…
    waaah, tumben baca ff tentang taemin, apalagi yg kyk gini..
    ahahahahaaa, lucu ngebayanginnya saeng..
    fightiing..

  2. tata says:

    woooaaah…
    ada angin apa ni??
    kok bang taem yang muncul ^_^

    akan jadi new coming kah?!

    btw, ini manis banget ya ff nya
    berasa jadi permen

    nice stoy as always

  3. ai-sparkyu says:

    Aaiihh taemin, kecil” udah segini romantisnya..
    Gimana ntar klo udah gede??
    Hehehehe…
    Gak sih, becanda kok.. Taemin kan emg udh gede..😀
    Hmm, sweet story..❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s