Fabulously Castle part 14

FC

Judul         : Fabulously Castle 14

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

Dua hari setelah kejadian itu kyu hyun tak pernah berada dikantor. Selalu ada jadwal yang mengharuskannya untuk berada diluar kantor seharian penuh hingga membuatnya tak dapat menemui je young.

Sejujurnya, ada banyak yang perlu ia jelaskan pada yeoja itu. kyu hyun tanggap sekali akan ekspresi kosong milik je young ketika ia hanya mengecup kilat pipi kanannya.

Dan sejurus setelah seluruh kejadian itu berakhir, kyu hyun baru menyadari banyak hal. Salah satunya adalah fakta jika je young merupakan gadis polos yang perlu ia tunjukkan seluk-beluk kehidupan kencannya.

Well, jessica tentu tak akan percaya jika je young adalah kekasihnya jika mereka tak melakukan apapun. Maksudnya, kyu hyun tak sekalipun mengikat wanita tanpa menginginkan hal lainnya.

Mugkin, sekedar ciuman atau rangkulan tangan cukup untuk membuktikannya. Tapi mengingat lebih jelas jika wanita yang saat ini tengah ia akui sebagai kekasihnya adalah shin je young, kyu hyun akhirnya mengurut pelipisnya kuat.

Ini tak semudah bayangannya.

Nada ponsel kyu hyun terus berkumandang. Memekakkan telinga hingga membuat namja itu terbangun dengan kesal. Kyu hyun melirik jam yang terletak pada nakas dan berdecak semakin jengkel.

“sial! Ini masih terlalu pagi” gerutunya.

Kyu hyun memungut ponselnya. Menggosok matanya dengan sebelah tangan sebelum akhirnya pandangan itu dapat terfokus. Ia melirik ID incoming call lalu menggeser tombol hijau dengan cepat.

“ya, nona jang?” sapanya parau.

“eoh, sajangnim. Aku__”

“nona jang, ini masih pukul tiga pagi. Dan setauku, kau yang menemaniku menyelesaikan proposal hingga harus pulang..” ia melirik jam nakas “tiga jam yang lalu” sambungnya. Kyu hyun meletakkan lengannya untuk menutupi mata. Kedua matanya terasa seperti ditusuk jarum. Ia ingin tidur, sungguh.

“ah, mianhamnida sajangnim” nada diseberang terdengar bersalah. Namun kemudian kyu hyun membuang nafasnya kuat-kuat. ia mengerti jika sekertarisnya sudah menghubunginya dalam waktu tak wajar seperti ini, maka tentu ada sesuatu yang sangat penting.

“ada apa? proposal tadi… tidak terjadi masalah bukan?”

“anio. Anio. Proposal yang baru kita selesaikan tidak mengalami masalah,, hanya saja__”

“nona jang. Bisakah lebih cepat dan biarkan aku untuk tidur?”

Lalu suara diseberang terdengar berdehem sekali “Baiklah, beberapa hari ini, karena terlalu fokus menyelesaikan proposal besar kita aku sempat mengabaikan beberapa jadwal pentingmu”

“hmm. Bukankah sudah kuminta untuk diatur ulang?” kyu hyun membalikkan tubuhnya kaku. Sendinya mulai terasa sakit karena selalu bekerja melewati batas waktu yang maksimal.

“nde, sajangnim. Tapi..” yeoja itu berhenti sejenak “ada beberapa jadwal yang setelah kuperhitungkan tidak dapat diubah”

“apa?!” kyu hyun menaikkan nadanya. Sedikit terkejut dengan fakta bahwa istirahatnya seperti akan berakhir tepat jam tiga ini.

“nde. Pertemuan dengan beberapa investor lahan di pulau jeju tidak bisa dibatalkan. Belum lagi pertemuan dengan park ye hwa, pemilik nirbay ice hotel. Hotel yang selama ini anda inginkan. Lalu,, distributor winter chlotes menunggu anda di pulau jeju.”

Kyu hyun terbelalak tak percaya “bagaimana bisa seluruh janji penting itu berada dalam satu waktu?!” pekiknya kesal.

“maaf sajangnim. Seperti yang telah anda konfirmasi sebelumnya, investor akan menunggu anda empat hari lagi, sementara distributor winter chlotes menunggu anda lusa”

Kyu hyun mengurut pelipisnya gusar. Gila! Ia bahkan baru berencana untuk beristirahat sejenak saja sebelum kembali menemui beberapa clientnya. Tapi ini,, tidak bisa dilewatkan begitu saja. Terlalu banyak hal penting yang akan terjadi. Dan terlalu banyak kerugian jika ia tidak mendapatkan keinginannya.

Kyu hyun menghembuskan nafasnya kuat “baiklah, pesankan aku tiket untuk siang ini”

“emm,, sajangnim..”

Kyu hyun mengernyit. Ini terdengar tidak baik. Sesuatu memperngaruhinya untuk percaya “hmm?” jawabnya penasaran.

“park ye hwa,, mengundang anda untuk sarapan bersama, pagi ini”

“MWO?!”

__

Namja itu merapatkan coat miliknya lalu berjalan menyusuri pagi. Ini bahkan belum pukul setengah empat ketika ia akhirnya memasuki lift dan menekan tombol enam.

Lift berjalan pelan. Setelahnya terbuka dan menunjukkan beberapa ruangan. Lorong itu masih terasa gelap, hening dan dingin. membuat langkah kakinya yang terdengar sejernih embun menimbulkan kesan berisik.

Ia menggeram dalam perjalanan singkatnya sebelum menemukan satu pintu. Ia melirik ponselnya cepat lalu menutup kedua matanya erat.

‘penerbangan paling awal. dua tiket. Jangan lupa untuk membawa anggota divisi desain. Dan aku baru akan menyusul tiga hari lagi’

Pesan itu.. sungguh lebih terdengar seperti perintah. Tapi demi apa hidup memang selalu memerintahkan kita untuk melakukan apa yang ia suka. Dan pagi itu, ia menekan tombol abu-abu.

Di sana terdengar gaungan dari dalam lalu setelah menunggu cukup lama, seseorang bersuara melalui intercom.

“siapa?”

Je young tak habis fikir mengenai ‘tamu’ paginya yang bertandang pukul tiga pagi. Sinting! Mana ada tamu yang akan melakukannya. Kecuali jika tamu itu gila atau sudah kehilangan kewarasannya-well, sama saja-.

“aku. Kyu hyun. bukan pintunya!”

Je young memundurkan kepalanya heran. Kedua matanya akhirnya membuka dan memperhatikan intercom dengan lebih jelas. Ada seseorang tinggi diluar sana. Dengan rambut hitam yang sedikit bergelombang dan bibir tebal miliknya yang terus mengeluarkan kepulan uap dingin pagi hari.

Je young terkesiap. Lalu dengan cepat merapikan tatanan rambutnya dan berjalan menuju pintu. Pintu terbuka, disana berdiri seorang cho kyu hyun yang tiba-tiba, tanpa memperdulikan apapun, mengait tangannya dan menyeretnya menuju pelataran parkir.

“mau kemana?” je young terus mengumandangkan pertanyaan yang sama. Yang tidak juga sempat kyu hyun balas hingga lampu merah jalanan kota menyala lama.

“sebenarnya kita mau kemana?!!” pekik je young jengah.

Kyu hyun meliriknya dan berpaling dengan cepat “jeju” jawabnya.

Dan sumpah demi apa je young hanya dapat menganga lebar untuk beberapa saat yang lama. Jeju? Apa pendengarannya terlalu bermasalah?

“apa?! jeju??” pekiknya. Kyu hyun hanya terlihat mengangguk lalu mobil kembali berjalan menuju bandara yang telah terlihat portalnya. “untuk apa kita kesana?!”

Je young terdengar semakin histeris sementara kyu hyun melaju cepat menuju parkir khusus miliknya. Ia menyeret je young dan membiarkan bawaannya diurus seseorang yang telah ia percaya.

Je young menggeram. Berkali kali tetap bertanya tentang alasan mereka harus menuju jeju pukul tiga pagi hingga apa yang akan mereka lakukan dengan mendatangi jeju sepagi ini.

Je young terus berusaha. Merecoki kyu hyun dengan pertanyaan yang bertubi-tubi hingga akhirnya.. “kyu jawab aku!!” pekiknya.

Kyu hyun menatap yeoja itu kesal. Memperhatikan sekitar yang mulai terpancing suasana untuk menonton pertengkaran didalam penerbangan pagi ini. lalu kembali pada je young.

“diamlah! Kita harus menghadiri beberapa pertemuan” jawabnya singkat.

Je young tak puas hingga disana. Ia terus merecoki diri dan indra pendengaran kyu hyun dengan berbagai pertanyaan yang melintas dalam fikirannya. Mengganggu kyu hyun yang terlihat mulai nyaman dengan selimut dan tempat tidur khusus kelas bisnis.

“cho kyu hyun!!”

“bisakah kau diam?! Aku baru tidur tiga jam dan kali ini kumohon untuk tak berulah. Ada banyak pertemuan dan aku belum ingin buta karena tak mengistirahatkan mataku!”

Dan pada akhirnya je young terdiam. baiklah, mungkin kyu hyun memang tak dapat diganggu. Je young akhirnya memilih untuk mengikutinya tidur. Mencari-cari selimut dibawah kursi tidur itu lalu menyelimuti diri dari dinginnya pesawat.

Je young terbelalak tak percaya ketika ia menyadari jika ia masih menggukanan piyama tidur bercelana pendek miliknya. Piyama dress yang menutupi lutut bergambar hello kitty dan sepasang sendal berbulu lucu yang memang selalu ia gunakan didalam rumah.

Tak ada ponsel, tak ada identitas diri dan tak ada pakaian.

Apa? Pakaian? Hei!! Dia tak membawa apapun!!!

Kyu hyun berusaha membuka matanya ketika seseorang mengguncang bahu dan tubuhnya pelan. Ia mengerjap cukup lama sebelum menemukan wajah seorang pramugari yang tengah tersenyum lembut padanya.

“ya ada apa?”

Namja itu terduduk dengan cepat dan menyampirkan selimut untuk menggulung kakinya yang dingin.

“selamat pagi. Maaf tuan, sebentar lagi pendaratan akan berlangsung. Anda diharuskan untuk terjaga dan menaikkan bed sebelum landansan terlihat. Gunakan seatbelt, persiapkan diri untuk pendaratan dan tolong bangunkan istri anda” Pramugari berbaju hijau tosca itu melirik arloji putih pada tangannya “lima menit lagi. permisi tuan”

Yeoja itu menyatukan sepuluh jari miliknya sebelum menunduk sopan dan berjalan menuju penumpang lainnya.

Kyu hyun terdiam. cukup ringan untuk tak menyentuh tanah hingga beberapa detik di awal. kemudian suara dari kokpit membuatnya sadar dan membenahi diri. melirik sekilas arloji milikinya dan bergumam pelan.

“satu setengah jam”

Perjalanan jeju-seoul memang tidak begitu jauh. Tak memerlukan waktu lama hingga landasan pacu terlihat jelas. Kyu hyun teringat akan sesuatu dan meilik je young sebentar.

Dan saat detik berlalu dengan irama melody yang lembut, kyu hyun menyadari jika sepersekian bagian dirinya ingin sekali tersenyum. Jantungnya berdetak. Dan kali ini, satu setengah kali lebih cepat dari sebelumnya.

Berusaha mengendalikan diri membuatnya sadar. Ia menunduk dan menatap wajah wanita itu lama. ‘istri?’ gumamnya dalam hati. Lalu segaris kecil lengkungan bibir tercipta dengan tiba-tiba.

Kyu hyun semakin mendekat. Berusaha memperhatikan hal-hal lain yang ia percaya tak akan memiliki waktu yang tepat untuk melihatnya kembali. je young tertidur. Kedua matanya tertutup damai dengan segaris senyum samar yang cantik.

Tubuhnya menggelung seperti kucing yang tengah kedinginan dan bibirnya mengerucut lucu. Sesekali ia bergumam mengenai hal-hal yang tak berkaitan satu sama lainnya, namun tetap menimbulkan kesan yang menggemaskan.

Kyu hyun tak tau hingga mana ia bertindak. Ia hanya merasa jika seluruh isi kelas bisnis pagi itu musnah dan menghilang. Yang ia ingat ia ada disana bersama je young. Tengah tertidur cantik dengan ia yang memperhatikannya.

Mata je young terbuka dengan tiba-tiba. Membuat seluruh aliran darah kyu hyun berdesir dengan kecepatan maksimum menuju otak. Darahnya terasa seperti memiliki kecepatan cahaya, bergerak dan membuat dirinya panas.

Namun ia hanya merasa tak harus berhenti. Kyu hyun tetap berada pada satu sisi dimana semu merah jambu pipi je young mulai mengusik perasaannya. Mereka dekat. Mungkin terlalu dekat hingga akhirnya deru nafas hangat mereka saling beradu. Menciptakan ritmis yang senada dan berjalin indah.

Kyu hyun baru menyadari jika mata yeoja itu begitu indah. Coklat mendekati biru dengan aksen sebuah bintik berwarna hitam yang tak terlalu mencolok disamping kelopak mata. Membuat rangkaian ukiran tuhan itu menjadi lebih dari sekedar indah jika diperhatikan dengan baik.

Dan ketika suara kokpit terdengar menghentak, kyu hyun dan  je young sama-sama tersadar kuat. mereka menjauhkan diri dan saling memalingkan wajah.

“siapkan dirimu untuk landing” kyu hyun hanya berujar datar untuk menyembunyikan nada suara yang ia lupa ia tinggalkan dimana. Suaranya tak lagi bernada dan tak lagi ada ada kesan angkuh didalamnya.

__

Kyu hyun berjalan tegap. Coat tebal miliknya telah terlepas hingga meninggalkan sebuah tshirt hitam polos dan sebuah jeans. Dibelakangnya, je young mengikuti dengan coat coklat yang terikat mengelilingi pinggulnya.

Kyu hyun terus berjalan. Sesekali memperbaiki letak kacamata hitam miliknya dengan mendorong sebuah trolli berukuran sedang.

SUV silver tampak berhenti didepan mereka. beberapa lelaki tampak memasukkan bawaan menuju bagasi sementara kyu hyun segera memasukkan diri.

Selepasnya, namja itu menyebutkan sebuah alamat hingga mobil bergerak menuju arah utara kepulauan jeju. Disampingnya, je young hanya terlihat berdiam diri. sesekali menguap dan memandangi jendela tanpa minat.

Perlu waktu hampir setengah jam untuk memasuki pusat kota dan setengah jam lagi untuk menuju alamat yang kyu hyun sebutkan. Namja itu membuang nafasnya kuat lalu melirik ponselnya sebelum mengirimkan sebuah pesan singkat pada nona jung.

Setengah perjalanan, kyu hyun tersentak. Bahunya memberat dan setelah menoleh, ia menemukan je young menggunakan bahu kirinya untuk bersandar. Wanita itu tak sadarkan diri. tenggelam dalam dunia mimpi yang ia ciptakan sendiri.

Disampingnya, kyu hyun tak mampu melakukan apapun. Ada satu perekat yang membungkus setiap sendinya agar tak bergerak. Sementara ia berfikir, keheningan membuat dengkuran halus je young terdengar.

Dan kyu hyun tertawa kecil. Memperhatikan wajah yeoja itu saat tertidur memang menyenangkan. Yeoja aneh, apatis dan sok dewasa yang hoby mendengkur dalam tidurnya.

__

Matahari bersinar terang. Bias kemerahan miliknya menembus tirai dengan mudah. menyeruakkan hawa hangat yang bersahabat. Tak terlalu panas namun hangat. Tak pula terlalu dingin namun sejuk.

Je young menggeliat risih. Selimut tebal itu menghalagi gerak kakinya yang seperti meronta ingin bebas. Kedua lengannya berpendar mencari daerah kuasa hingga akhirnya keseluruhan sendi miliknya meluntur.

Je young melirik sebentar bias cerah yang menggelitik matanya. Berbaring kesamping dan memperhatikan ukuran jendela yang terlihat jauh lebih besar daripada milik apartemennya. Rumah siapa? Apa seoul memang sesejuk ini untuk menyambut pagi?

Je young melirik jam dinding lalu terlonjak tak percaya. “sial! Aku terlambat” pekiknya.

Ia menuruni ranjang dan segera berjalan menuju arah kiri. Diujung jalan, je young menangkap pintu kaca lalu menepuk keningnya pelan sebelum berbalik arah.

“err. Dimana kamar mandinya?!” pekiknya semakin geram.

Je young berputar mengelilingi bundaran semu yang ia buat sendiri. Hingga akhirnya ia terhenti dan mengeluarkan suara berisik melalui hentakan kakinya. Je young menggulung tirai tipis dan membuka pintu kaca yang sebelumnya ia temukan.

Dan disana, dibawah sana. Ada pantai jernih dan beberapa deret bangunan yang menarik perhatian publik. Ada salah satu gedung tinggi yang terlihat dari kejauhan dan disekelilingnya terdapat beberapa bangunan yang berbentuk seperti..

Villa?

Je young tak berhenti mengerjap ketika langkah gaduhnya kembali bergerak. Yeoja itu memutar hendel pintu dan satu-satunya terfokus pada anak tangga yang beriring. Ia turun. Semakin cepat, semakin bagus! Batinnya.

Menuruni tangga dengan cepat, je young dihadapkan dengan paviliun besar yang terbuka. Ada kolam renang besar dan disampingnya taman yang diisi pondokan kecil lalu dikelilingi bunga cantik.

Je young terdiam. apa ia lupa terbangun? Atau memang mimpinya saja yang terasa terlalu nyata?

“anda sudah bangun?”

Je young terlonjak membalik dan berjalan mundur dalam satu irama keterkejutan. Disana ada wanita paruh baya yang tersenyum menggunakan aproan biru yang mulai memudar lalu berjalan kearahnya.

“jangan mendekat!”

Je young antipati. Sikap waspada miliknya tengah berada pada tingkatan tertinggi. Hanya tinggal menunggu sebuah pemicu dan BOOM! Ia meledak. Ubun-ubunnya memanas. Ia diculik? Tapi siapa yang membutuhkannya? Eomma juga tak akan memiliki uang untuk menebus apapun. Tidak bahkan jika eommanya harus menjual florist dan apartemen mereka.

“jangan mendekat!!” pekik je young semakin panik.

Namun wanita itu hanya tersenyum memperhatikan tingkah lucu je young pagi ini. “tenanglah, anda belum.. maksud saya tidak sama sekali diculik. Jika itu yang anda fikirkan”

Je young diam. Tak lagi mundur setelah satu kenyataan itu memulihkan sedikit rasa cemas miliknya. Tapi ia masih memiliki sumbu. Ia masih bisa menemukan banyak pemicu untuk meledakkan emosi dirinya pagi itu.

“ini dimana?” je young tetap memilih waspada. Melirik sekeliling jika saja ada berbagai macam pintu yang dapat ia gunakan untuk melarikan diri.

Wanita itu tersenyum ramah “jangan berfikir untuk melarikan diri. ini jeju dan kau tak memiliki apapun”

Je young tersentak. Jeju? Jeju? JEJU? Dan segelintir ingatan perlahan berkumpul menjadi kepingan kecil dan membentuk puzzle yang sebelum ini bahkan je youg tak yakin pernah ada.

Oke. Dia di pulau jeju. Seseorang menariknya pukul empat pagi ini dan tiba-tiba saja ia menemukan diri tengah tertidur disebuah ranjang empuk. Katakan, bisakah je young gila saat ini?

Sejenak otaknya berjalan cepat. menarik diri dari dunia dalam dan menatap wanita itu dengan manik mata yang mulai meredupkan emosi. “dimana kyu hyun?” ucapnya ragu.

Wanita itu akhirnya tersenyum lebih ramah “nah, kau sudah ingat” ujarnya “sebelum aku bercerita, bisakah kau kembali menuju kamarmu dan membersihkan diri? aku sudah menyiapkan sarapan mengingat ini sudah pukul sembilan”

Je young menurut saja hingga ia memilih untuk kembali kekamar yang sebelumnya ia tempati. Setidaknya, ia berada disuatu tempat yang tak berbahaya. Kyu hyun tak mungkin menculiknya hanya untuk balas dendam.

Well, dosa je young tak sebesar itu untuk dimutilasi dan dikubur di kedalaman hutan kepulauan jeju.

Je young akhirnya mencoba untuk mencari pintu. Ada dua, dan salah satunya jauh lebih besar. Je young menyimpulkan jika lemari villa ini berada tersembunyi. Ia berjalan menuju pintu yang lebih kecil dan menemukan satu shower dan bathup. Ada sebuah closet putih bersih dan peralatan mandi yang lengkap.

Yeah, mungkin namja itu memiliki selera yang pas untuk memanjakan setiap wanita yang ia bawa tidur. Pikir je young. Kenyataan jika ia bukanlah satu-satunya yeoja yang kyu hyun perlakukan dengan baik membuatnya benci. Benci karena ia bukan yang nomor satu. Benci segala hal mengenai ia dan banyak yeoja lainnya.

Ia memilih untuk berendam. Memasukkan wangi susu dan madu yang namja itu siapkan lalu menghabiskan hampir lima belas menit untuk menyesali kebodohannya karena dengan mudah diseret kyu hyun menuju jeju. Lebih spesifiknya, je young pasrah saja dibawa kyu hyun menuju villa ini.

Satu hal yang tiba-tiba saja membuatnya mual.

Hampir tiga puluh menit kemudian je young keluar dengan balutan handuk putih besar yang menutupi rambut basah miliknya dan kimono mandi yang lembut.

Je young berjalan menuju pintu yang besar, menggesernya dan terbelalak tak percaya ketika hampir seluruh isi lemari penuh dengan pakaian wanita yang mewah, cantik dan elegan.

Ada banyak gaun terusan sutra dipojokan atas, dibawahnya ada dress warna-warni yang menggemaskan lalu dibawahnya lagi ada beberapa terusan modern dan blazer serta kemeja kerja.

Dan terakhir. Yang benar-benar membuat je young terbelalak adalah ada berbagai pakaian dalam wanita pada bagian paling bawah. Ada banyak sekali renda dan ukuran yang sepertinya sama.

Pikiran je young segera menjelajah . menerawang bagaimana namja itu tau ukuran bajunya sementara bertemu saja mereka tak saling bertatap.

Well, seluruh pakaian disana muat. Cocok dengan bentuk tubuh je young yang tinggi dan langsing. Membuatnya terlihat sangat cantik dan feminim. Tapi masalahnya, je young tak pernah terbiasa dengan dress. Gaun. Ataupun blazzer tebal. Ia butuh tshirt!

“duduklah. Ada pancake dan waffle panggang. Jika kau tidak suka aku akan membuatkan yang lainnya.”

Wanita tua itu menarik sebuah kursi tinggi dan membiarkan je young duduk. Disana, je young menemukan waffle panggang yang masih hangat. Terpotong dalam beberapa bagian sama besar beserta krim bluberry kesukaannya.

Lain lagi dengan panceke yang diberi fla putih. Ada banyak harum yang membuat perutnya gelisah. Jadi, ia ingin yang mana?

“kau suka pancake?” wanita tua itu duduk berhadapan dengan je young, ia tersenyum dan meletakkan sepotong pancake diatas porselen putih miliknya.

Je young mengangguk “tapi aku lebih suka bluberry” jawabnya.

Untuk pertama kalinya, je young tersenyum. Ia meraih sepotong waffle dan menyiraminya hingga merasa cukup. Renyah dan hangat itu berbaur hingga rasa gelisah didalam sana memudar. Memutuskan untuk merasa puas dengan sarapan yang sebenarnya tak lagi berlaku.

“kyu hyun harus pergi pagi-pagi sekali. Tadi pagi ia datang bersamamu dalam gendongannya. Kufikir kalian akan beristirahat. Tapi kemudian dia memintaku untuk menjagamu”

Wanita itu menjawab pertanyaan yang sebelum ini berkeliaran bebas dalam fikiran je young. Je young memperhatikannya. Sesekali mengangguk lalu kembali melesatkan sepotong waffle berlumuran krim bluberry.

“kau pernah ke jeju sebelumnya?”

Je young mengangguk “dulu, saat aku masih tiga belas tahun” jawabnya polos.

Wanita itu tertawa renyah “dan saat ini, kau adalah..”

“wanita21 tahun. baru beberapa bulan yang lalu” jawab je young ringan. Wanita itu tersenyum lalu melesatkan potongan terakhir pancake miliknya. “kau belum sarapan?” tanya je young penasaran.

Wanita itu berdiri dan berjalan membawa porselen miliknya menuju wastafel, ia tersenyum “tuan muda itu memintaku untuk menghabiskan sarapanku setelahmu” ujarnya.

Je young terdiam. cho kyu hyun sialan! Bagaimana mungkin ia meminta wanita tua itu makan setelah dirinya? dan lagi.. aish, apa setiap wanita akan ia perlakukan seperti ini? dasar makhluk brengsek!!

Je young akhirnya menyelesaikan sarapan lalu kembali menuju kamar miliknya. Ia memilih untuk berbaring mengingat tak tidur dengan cukup –menurutnya-. Tubuhnya lelah. Ada banyak sekali sendi yang seperti meminta pelumas baru. Dan ia benci kenyataan jika matanya juga mulai memberat.

Sebelum tidur, je young berbalik. Matanya menangkap secarik kertas putih yang warnanya hampir saja menyerupai cat nakas. Je young tertarik lalu membacanya dengan sekali nafas.

‘aku memerlukanmu besok pagi, jadi beristirahat saja hari ini. ada banyak pakaian didalam lemari. Ada mobil digarasi jika kau perlu menggunakannya. Aku meninggalkan ini. tau-tau keseluruhan baju pilihanku tak membuatmu puas. Tanyakan saja peta kota pada bibi han.

Kyu hyun’

Je young melirik nakas dan disana ada sebuah kartu kotak berwarna silver mendekati cream. Ada nama kyu hyun disana dan sebuah kunci yang sebelumnya tertutup kertas putih.

Kartu kredit.

Je young mengeluarkan nafasnya sesak. Kantuk itu semakin menyerangnya. Matanya terasa berat hingga ujung bulu mata. Lalu tak lama kemudian ia terlelap dalam mimpi panjang yang kembali ia ciptakan dalam imajinasi semu tak terbatas.

__

Ji yeon menggeram berkali-kali. Menjauhkan ponsel miliknya dari indra pendengar sebelum kembali mendecak “kemana saja kau, je?!” pekiknya.

Hampir pukul dua belas ketika eomma je young menghubunginya. Mengatakan jika yeoja itu tak berada dirumah sejak pagi. Je young tak pula berada di florist dan ketika ji yeon mendatangi bilik kerja miliknya dikantor, je young juga tak berada disana.

Berkali-kali ia mencoba menghubungi ponsel milik yeoja itu namun berakhir dengan jawaban otomatis dari costumer service lalu berlanjut dengan voice mail.

Ji yeon meninggalkan hampir puluhan voice mail untuk je young dengar. Namun menjelang siang ini, nampaknya usahanya akan berakhir sia-sia saja.

Akhirnya mobil berhenti, menuggunya untuk keluar dengan membayar sebesar yang tertera pada meteran taksi.

Ji yeon kemudian berjalan menuju pintu otomatis yang terbuka ketika ia mulai mendekatkan diri. ji yeon sempat menghembuskan nafasnya berat.

Ji yeon pernah sangat antipati pada sikap hyuk jae yang terlalu dinamis. Menjauhinya karena tau betul perasaan yang ji yeon rasakan padanya. Namun pemikiran seperti itu seolah lenyap begitu saja ketika hyuk jae menariknya untuk mengunjungi ruangan kyu hyun, beberapa hari yang lalu.

Ji yeon sadar betul, namja seperti hyuk jae tentu tak akan mau dipusingkan dengan hal-hal semacam ‘membereskan wanita yang mengganggu hidupmu’. Maka dari itu ia akan lebih memilih untuk menjauh.

Namun entah perasaannya saja atau ji yeon memang menebak dengan jitu, ia merasa hyuk jae akan kembali menjauhinya. Ji yeon tak tau dengan alasan seperti apa lagi. tapi yang pasti, setelah je young memberitaukan keberadaan hyuk jae pagi itu, diatas atap kantor, ji yeon tak lagi dapat bernafas lega.

Yeoja itu sadar, hyuk jae tentu mendengarkan ocehannya dengan jelas. Belum lagi masalah pernikahan dan ketulusan cinta yang ji yeon coba tunjukkan pada sahabatnya. Maksudnya, hyuk jae yang anti pernikahan tentu paham betul apa yang harus ia lakukan pada yeoja yang mengiginkan pernikahan bersamanya.

Well, tebakannya benar. Karena setelah hari itu, ia memang tak lagi menampakkan diri. berusaha menghilang dengan berbagai alasan yang mulai terdengar  tak logis.

Empat hari setelah itu, hyuk jae selalu beralasan agar makan siang yang ji yeon antarkan tak perlu lagi datang. Seolah ia menyiratkan perintah akan tak inginnya ia menerima yeoja itu kembali.

Hyuk jae selalu tak berada ditempat dan jungmo selalu memberikan alasan yang menurut ji yeon terlalu mengada-ngada. Ada rapat disana, disini, ada pertemuan dewan direksi, ada pemantauan pembangunan dan banyak alasan lainnya.

Namun ji yeon bukannya bodoh. meski je young terlalu sering mengatakan jika ia terlalu polos. Nyatanya, ji yeon memang tau betul jika hyuk jae tengah berusaha untuk menghindarinya.

Entah apa yang salah dengan hari setelahnya. Ji yeon hanya akan menemukan jungmo tengah terduduk didepan meja kerjanya dengan setumpuk map yang membuatnya harus berkonsentrasi penuh.

Ji yeon akan menghampiri jungmo dan menanyakan keberadaan hyuk jae. setelahnya jungmo akan berbohong ‘kecil’ untuk menghindar. Ji yeon hanya akan menitipkan lunchbox miliknya pada jungmo, namun lunchbox itu akan tetap dalam keadaan yang sama hingga ia kembali datang untuk menjemputnya.

Awalnya, jungmo hanya akan mengedikkan bahunya acuh. Namun belakangan ji yeon merasa jika tatapan namja itu terlihat belas kasihan yang besar. Lalu ji yeon mulai berpikir, semiris itukan nasibnya hingga jungmo pun harus mengasihaninya?

Semua berjalan seperti jam yang berdetak mundur. Ji yeon terus datang dengan sebuah lunchbox dan berakhir dengan tatapan mohon maaf dari sekertaris pribadi hyuk jae padanya.

Hidup memang menyedihkan.

Hari itu je youg kembali datang, membawa sebuah lunchbox coklat. Dadanya berdebar sedikit lebih cepat. ada berbagai keraguan yang membawanya untuk tak seharusnya hadir hari itu.

Tapi pada kenyataannya, ji yeon datang. Ia menekan tombol ruangan tertinggi hingga akhirnya bel berdentang keras. Sekeras irama jantung ji yeon yang sedikit melewati batas normal.

Ji yeon berjalan dalam kuluman senyum tipis yang manis. Diujung ada belokan kekiri, ia berjalan lambat. Melambaikan lunchbox berisi dduboki masakannya pagi ini.

Ia masih tersenyum. Masih sempat saat akhirnya belokan terakhir, ia menemukan namja itu. jantungnya berdebar kencang. Ada yang menabuhnya sekencang mungkin. Lalu lunchbox itu terjatuh dengan begitu saja.

Meski tak sedikitpun mengusik hyuk jae, yang hari itu, terlihat mencumbu seorang yeoja di lorong kantor yang sempit.

Jo yeon terpukul keras. Tiba-tiba saja kristal bening itu mengalir tanpa ia sadari. Lalu isakan kecil membuat hyuk jae berhenti. Namun ia tak berbalik karena bayangan ji yeon sekelebat menghilang dibalik belokan yang memupus segala kebahagiaan yeoja itu.

Harapan besar ji yeon terhadapnya.

Hyuk jae menatap hamparan karpet karidor itu ragu. Ada jarum kecil yang kini bersarang dalam hatinya. Menusuknya secara perlahan tanpa meninggalkan bekas. Namun membusuk seiring waktu dan meninggalkan lubang yang akan semakin menganga lebar.

“Arrgh!!”

Hyuk jae menggeram. Menumbukkan kepalan jemarinya pada dinding yang seketika berubah menjadi sedikit merah. Lalu tanpa menoleh namja itu meninggalkan koridor dan menutup pintu ruangannya dengan gebrakan kencang.

-TBC-

Maaf part yang ini lama banget. Soalnya modem kaga diisi-isi sama ayah-__- pan lagi ujian jadi kata ayah jangan main internet dulu. Tapi,, yah, dengan sedikit akal bulus jadilah diisi ini modem. Dan.. tara.. part 14 terbit /lebay banget/.

Maaf ya kalau kependekan. Part ini aku potong dua jadi part 14 sama 15. Secepat mungkin akan aku post. Dan terimakasih buat yang masih rela nungguin FF yang rada absurd ini^^ love you all.

PS: kalian mau aku lanjutin post mission impossible gak? yes or no.

With love, Park ji yeon.

35 thoughts on “Fabulously Castle part 14

  1. adelcho says:

    kok jiyeon eunhyuk??????
    aargghhhh

  2. elfexotic says:

    apakah benih2 cinta d hati kyuhyun Udh mulai ada untuk Je young..?
    suka dh couple yg ini ^_^

    mission impossible-nya Mau d post juga boleh.. gak d post juga boleh..

  3. ai-sparkyu says:

    Gak bakal bosen deh nungguin ff ini..
    Huwwaaa.., di part ini fokus ke KyuJe!
    Kyu ekstrem, main tarik gitu aja pagi” buta gk peduli sma yg ditarik masih pake piyama gitu..
    Hahaha…
    Kyu udah mulai ngerasain sesuatu yg ‘berbeda’ sama Je, semoga aja Kyu cepat sadar klo itu cinta, dan Je jga bisa terima Kyu dan ngilangin rasa kesal dia ke Kyu yg udah tumbuh sejak dulu. Hehehe…
    Yah, itu Hyuk Jae ngapain???
    Kenapa harus buat Ji patah hatiii?? T_T
    Duh, klo yg 2 ini selalu bikin gregetan!!!
    Next part ditunggu..
    Sukses buat ujiannya.. ^^

  4. lia aprilia says:

    Cuuma mau bilang Hyuk Jae NGESELIN Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    dasar casanovaaaa :@

    Lanjut part15

  5. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Ahayyy… Cho Kyu Hyun, ada apa dengan dirimu?? Gaun-gaun dan pakaian dalam wanita di villa kapan disiapkan coba. Wkwkwkwk… Udah ada greget dihati kayaknya kalau liat Je Young. Alamat akan tobatnya 1 pria brengsek lagi. Cihuyyy… ® Hyuk Jae ngapain coba pake hantam2 dinding segala. Ayolah bang, jangan bohongi diri sendiri. Itu hanya akan menyiksa. Mending ikuti jejaknya si ikan bantet yang udah tobat. Wkwkwk… *CommentGakJelas *Mian

    • Ayunie CLOUDsweetJewel says:

      Untuk Mission Impossible, itu terserah author aja. Aku siCh udah bc sampai part 8, cm nunggu next partx aja di-WP sebelah. Hhehehe..

  6. @uliezgaem says:

    Omg saeng akhirnya publish jg😉

    seorg kyuhyun ga aneh lg klo soal nyiapin baju2 dilemari. tp yg aneh kok tau ukuran daleman jeyoung yaa….kkkkkkkkk

    siippp lah kyu smoga cpet trsadar sm perasaannya ♥♥♥

    hyukjae knp hrs bersikap sperti itu, bikin jiyeon skit hati ;( … ayolah hyukjae, ga usah ego gitu dong. klo emng udh ada rasa jgn menghindar. ….

    btw si ikan mokpo lg break scene nihhh… lg adem ayem sm eunna…..kkkkkkkkkkk

    siiiipppp saeng sllu ditunggu next partnya ♥♡♥

  7. @uliezgaem says:

    Omg saeng akhirnya publish jg😉

    seorg kyuhyun ga aneh lg klo soal nyiapin baju2 dilemari. tp yg aneh kok tau ukuran daleman jeyoung yaa….kkkkkkkkk

    siippp lah kyu smoga cpet trsadar sm perasaannya ♥♥♥

    hyukjae knp hrs bersikap sperti itu, bikin jiyeon skit hati ;( … ayolah hyukjae, ga usah ego gitu dong. klo emng udh ada rasa jgn menghindar. ….

    btw si ikan mokpo lg break scene nihhh… lg adem ayem sm eunna…..kkkkkkkkkkk

    siiiipppp saeng sllu ditunggu next partnya ♥♡♥♡

  8. naaaaahh..
    dsini kisah jeyoung sm kyu yg banyak..
    jiyeon sm hyuk jae knpa gitu siih..??
    tpiii, spertinya ad yg ud ngerasain sakit tuuuh..
    authornya pinter ye ngepotong ceritanya, dibuat penasaran..

    astagaaa, saengiii..
    akal bulusmu ituuu, ditingkatkan *llooohhh..
    fightiing buat yg sbntar lagi ujiaan, be the best..

  9. Gummy eunhyuk says:

    Part 14 banyak moment kyu sama je young walau akhir eunhyuk muncul jga seh penasaran kyu ngajak je young itu untuk apa hehe🙂

  10. tata says:

    astagaaa uda dipost n q gak tau?!
    apaan coba?!

    wow, gak nyangka kalo kyu n je bergerak cepat bgt
    n hyuk, jahat ya.. uda diPV gitu malah sekarang biki ji nangis2 gitu

    lanjutin dong saeng. im waiting

  11. setia says:

    momen donghae gak muncul. tp gak apa2.
    si kyu maen seret2 ank gadis orang di jam 3 pagi.
    ya ampun🙂

  12. maria says:

    kok gak ada partnya donghae

  13. Dwi_h@E says:

    wah je young serasa di drama2 di culik pangeren ganteng, terterbangun di tempat indah *manis*

    Hyuk sadarlah kelakuan seperti itu bukan hanya nyakitin ji young tp nyakitin diri sendiri

  14. DraKyuBubble says:

    Hyuk, kau benar-benar akan menginjak jarum yang kau tebar sendiri .
    Dan kau Cho Kyuhyun, aku cemburu berat pada Je Young, kau harus menculikku juga Cho -_-

    Keep writing author ssi!😀

  15. marly says:

    Yeaaayyy… Ahhh semoga aja jeju menjadi saksi kisah cinta kyu dan jeyoung.. Wkwkwkwkwk…
    Tuh kan lee hyukjaeee.. Jgn bikin ji yeon nangis, awas loh ntar nyesel baru tau rasa..

  16. vita says:

    Ahhh akhir nyaa. Suka-suka je young n kyu nya banyak !. Tpi kasian ji ya kenapa hyuk harus spt itu sihh, buat dong dian ji akhir nya nyerah n berpaling ke yg lain lalu akhir nya hyuk yg balik ngejar ji he he klise yaaa. Di tunggu yaa part 15 nyaaa. Mission immosible lanjutin aja ff kamu mahhh pasti daebbak

  17. kyuhyuk says:

    hyukjae ?? jiyeon ?? aaaaa kalian rumit sekali !!!!

  18. tiwi says:

    Hubungan hyukjae dengan jiyeon ini rumit, rumit, rumit banget.

    Iya, lanjutin aja mission impossiblenya dongsaeng. Ditunggu

  19. Quiny says:

    Lalalala Kyu-Je akhirnya xD ayoooo ber-romance romance hahahaha setelah Donge dan Siwon double date, ada baiknya segera double double date sama Hyuk-Ji sama Kyu-Je xD

  20. Rasty Resty says:

    Wuuuh miris bgt jadi ji,, patah hati bgt
    Aq penasaran gmana nanti cara Hyuk dapetin perhatian Ji klo seumpama karna kejadian itu Ji mundur utk mengejar cinta Hyuk.. Tp gmana klo Ji malah lebih milih maju terus.. Ga tau akan gmana critanya…

    Cieee yg bersama” ke jeju… Aq jg mau klo diajak Kyu disuguhin hal yg mewah berasa udh kaya istrinya Kyu saja kkkk

  21. rhaaa18 says:

    Ya Ampun Hyuk Jae kamu kok gitu banget sama Ji Yeon ,, kasian diaaaaaaa .. Ngeselin banget ihh dasar bad boy:/
    Haiyahh Kyuhyun mulai memberi sinyal lebih ayey

  22. maaf ya kak baru bisa komen sekarang ..
    Jujur ya, ini uda telat pake banget buat komen ..
    Abisnya aku baru nemu ff ini dan yah blom sempat komen ..
    jdi, sekarang saya mutusin buat komen sebelum bacaa ..
    Oh iya kak, salam kenal yaa

  23. maaf ya kak baru bisa komen sekarang ..
    Jujur ya, ini uda telat pake banget buat komen ..
    Abisnya aku baru nemu ff ini dan yah blom sempat komen ..
    jdi, sekarang saya mutusin buat komen sebelum bacaa ..
    Oh iya kak, salam kenal yaaa

  24. Shannon Shin says:

    Jeyoung ternyata polos banget ya. Ampe sewaspada itu banget. Takut diculik. Hihihihi. Wayoloh Hyukjae, menghindari Jiyeon tapi malah situnya yang sakit sendiri. Kenapa dia anti pernikahan?

  25. BebyPanda says:

    , Wach bkl nyesel tuch eunhyuk..

  26. SHAwol noNAME says:

    huh, kyuje lumayan banyak
    tapi sekarang penasaran sama kisahnya hyuk-jiyeon,
    yg double date mana?
    next part

  27. woagh kyuhyun kereeen author… ngabawa anak gadisoirg k jeju jm 4 pagi….

    hyukjae…. gk usah ngindar dari jiyeon lg

  28. citra says:

    hyuk jae dan ji yeon gimana jadinya……

  29. elftic says:

    evilkyu beraksi..😀
    Fighting jiyeon….!!!!

  30. iyha buchu says:

    ya ampyuunnn..
    je young ma kyu makin so sweet ajah…waduhh kyu smpe tau ukuran bju dlamannya je young…
    xixixixi ada ada aja,,,..
    Lanjut ma hyuk ma ji young..aduch kcian ji young….
    udah ada yg bklan skit hati nich….
    hyuk jg punya prsaan tp mzi gmn gitu…kcian ki young nya…

  31. minrakyu says:

    Enyuk tega,,
    kasian kan jiyeon,,,

  32. dewi says:

    Kyuhyun mulai menyukai je young ya
    Lanjut

  33. iyin88 says:

    Sedih bngt dian liat couple hyukji, sbnrnya mrk sdh sm2 ska kn tp krn prinsip hyuk yg gk mnrma prnkn dan ji yg sngt mnghrpkn prnkhn mmbut mrk mrsa sling gak cocok, ujng2nya mrek yg trskti, hyuk mencoba mjauh dan ji mendkt.
    Je snggh bruntng jd pcrny kyu wlu boongan hehehe… Mau dong dculik kyu…

  34. dewi says:

    lanjut ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s