Fabulously Castle part 13

FC

Judul         : Fabulously Castle 13

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

Eun na melirik bayangannya didepan cermin. Entah apa yang membuatnya menjadi begitu berseri seminggu, setelah ia dan donghae memutuskan untuk saling membuka diri.

Keesokan pagi setelah mereka melewati malam itu eun na tak begitu merasa jika ia berada dalam dirinya. eun na tak marah, tak pula mengamuk menghancurkan segalanya. Gaun yang ia gunakan malam itu sedikit rusak dan menyebabkan ia harus pulang dengan tshirt longgar milik donghae.

Seminggu setelahnya, eun na justru tak habis fikir jika ia telah berani membalas pesan singkat milik donghae bahkan beberapa kali mereka memutuskan untuk berbicara melewati hubungan telefon.

Eun na menatap kaca didepan. Kedua pipinya merona merah, membuatnya tak perlu lagi menggunakan blush on agar terlihat lebih merah. Wajahnya merona beberapa hari terakhir ini. dan koyolnya, jiwa eun na bahagia karena satu hal yang seharusnya selalu ia hindari selama hidupnya.

Mereka belum menikah, dan melakukannya sebelum mengatakan cinta.

Well, memang terdengar bodoh. namun donghae meyakinkannya malam itu. dan jadilah eun na melepas segala miliknya, untuk donghae.

Bunyi mobil menyadarkan eun na. Gadis itu melirik cermin sekali lagi sebelum melangkah cepat dan menemui donghae yang tengah berjalan menuju halaman rumahnya.

Eun na tersenyum. Sejurus kemudian donghae mendekat dan merangkulnya menuju mobil.

“kau menggunakannya?” Eun na tersenyum dan mengangguk “apa menyenangkan? Itu terlihat terlalu besar” ujar donghae ragu.

Eun na kemudian menaikkan tangannya dan menggoyangkannya didepan mata donghae “benar. Sangat besar” jawab eun na manja.

Donghae melirik sekilas kemudian tersenyum manis “kau menggemaskan” ujarnya mengulurkan tangan dan mencubit pipi eun na geram.

Mereka kemudian tertawa bersamaan. Eun na menatap jejeran toko yang terhampar disepanjang jalan kemudian menatap donghae ketika lampu merah menyala.

“kita akan kemana?” tanyanya.

Donghae menatapnya. “kau akan tau nanti”

“mengapa harus nanti?”

“karena bukan sekarang”

Eun na menggeram kesal “aku tau yang itu! maksudku kenapa harus dirahasiakan?”

Dan donghae tertawa renyah “hanya ingin melihatmu kesal. Kau terlihat seperti anak kecil”

Donghae melajukan mobil menuju sebuah departemen store. Menepikan mobil untuk memasuki jalan kecil menuju pekarangan departemen store miliknya. Namja itu berhenti di basement dan membawa eun na masuk.

“aku tidak ingin berbelanja lagi” eun na berhenti “sebaiknya jangan habiskan uangmu” sambungnya.

Donghae terdiam, kemudian berjalan menuju eun na dan menggenggam jemarinya “aku tak akan jatuh miskin hanya karena membelanjakanmu” namja itu menariknya menuju lift basement “lagipula, memangnya siapa yang ingin membelanjakanmu?”

Donghae menariknya menuju lantai tiga. Dan ketika mata eun na menangkap arah tujuan donghae, ia akhirnya memilih untuk pasrah. Eun na mengikuti namja itu menuju suatu supermarket di lantai tiga.

Seluruh karyawan tampak membungkuk dan donghae membalasnya dengan anggukan kecil. Namja itu kemudian menarik satu buah troli dan memberikannya pada eun na.

“kajja!”

__

Ji yeon berdiri, sendiri diatas ketinggian kantor. Pagi itu, ia mengabaikan segala pekerjaannya untuk merenung. Banyak hal yang harus ia pikirkan beberapa hari belakangan.

Sore itu, setelah usai dari perdebatan panjang empat sekawan didalam ruang kantor kyu hyun, ji yeon tak mengerti mengapa banyak sekali beban yang bergelayut diatas pundaknya. Kepalanya terasa semakin pusing saja ketika akhirnya hyuk jae berkata,

‘oke! Aku memang anti pernikahan’

Ji yeon mengulang memorinya dan sekarang rasanya ia ingin pingsan. Ji yeon menghela nafas lalu rasa sesak itu kembali menggelayutinya. Bagaimana bisa hyuk jae adalah anti pernikahan? Fakta baru yang benar-benar menohok pikirannya.

Bahkan je young yang mengetahui seluruh kepribadian mereka saja tak pernah berkata jika hyuk jae adalah anti pernikahan. Ini menyesakkan. Pemikirannya berkelana jauh. Jika hyuk jae adalah anti pernikahan, dengan sangat pasti ia tak akan menikah. Sementara ji yeon,,

Ya tuhan, ji yeon adalah pemimpi pernikahan yang sempurna!

Berkali-kali yeoja itu berfikir akan menikah diumur 23 tahun. memiliki seorang suami yang sangat ia cintai dan keluarga kecil yang bahagia. Anak-anak yang lucu dan meriuhkan. Menjalani malam dalam pelukan seorang namja sempurna.

Menikah. Dengan nuansa putih yang kentara dan altar pinggiran pantai yang berangin lembut. Mengucap janji lalu menjadi satu atas ikatan suci dihadapan tuhan. Khayalan yang indah dan..

Harus pupus.

Ji yeon menggeram putus asa. Bagaimanapun, menyukai hyuk jae adalah alur baru dalam hidupnya. Terget menikah masih bisa ia raih tiga tahun lagi. atau setidaknya dua tahun karena tiga bulan lagi mungkin ia akan menjadi wanita 21tahun.

Tapi apa? ji yeon bertanya dengan cermat didalam hati. Hyuk jae, anti pernikahan. Sementara semenjak menyukainya, ji yeon telah berkali-kali membayangkan gaun seperti apa yang akan ia gunakan jika saja waktu dua tahun lagi bisa ia gunakan untuk mendapatkan hyuk jae.

Awalnya, masalahnya hanya satu. Dan sekarang beranak menjadi seribu. Masalah ji yeon bukan hanya tentang mendapatkan hyuk jae, tapi bagaimana ia bisa merubah pola pikir namja anti pernikahan itu hingga saat 23 tahun nanti, ji yeon telah merealisasikan gaun khayalannya didepan altar.

Namja itu lebih tua tiga tahun darinya. Tentu lebih dewasa dan lebih dapat membimbingnya. Namun entah ji yeon yakin kearah yang lebih baik atau kearah yang berlawanan. Yang pasti,, saat ini ia hanya ingin untuk memulai merubah pola pikirnya. Bagaimana ia dan lelaki idamannya itu dapat bersama tanpa merusak prinsip pribadi mereka.

Jadi,, mungkin ji yeon boleh merubahnya sedikit. yang penting ia tak merusak bukan?

“apa yang kau lakukan?”

Ji yeon terlonjak kaget. Suara itu,, ia membalik dan menemukan je young disana. Je young, sahabat yang lebih dari satu minggu ini mendiaminya. Gila, je young bahkan tak pernah mencampuri hubungannya hingga merajuk seperti ini.

Tapi kali ini justru ji yeon tak ingin mengalah. Entah apa yang membuatnya merasa harus bertahan meskipun dengan berbagai fakta buruk yang dilontarkan je young mengenai lelaki idamannya itu –hyukjae-.

Ji yeon, yeoja  yang selalu mengalah dalam pertengkaran mereka akhirnya mengeras. Dan je young perlu berfikir berkali-kali mengenai apa yang diberikan hyuk jae pada sahabatnya itu hingga ia lebih memilih untuk mendiami je young daripada mengikuti –saran-nya untuk menjauhi hyuk jae.

“kau sendiri, apa yang lakukan disini?” tutur ji yeon.

“aku bertanya padamu” je young mendelik kesal.

“aku juga!”

“ji..”

“oh, kau mengucapkannya? Jangan, aku tak pantas kau panggil seperti itu..”

Je young menghembuskan nafasnya berat. Kali ini, untuk pertama kalinya mereka berdebat dan tak lagi saling mengalah. Entah sejak kapan, ji yeon mulai memiliki sebuah prinsip yang sialnya tak dapat lagi je young rubah hanya dengan delikan mata tajam atau bentakan ringannya.

Yeoja itu melangkah maju lalu menatap ji yeon sendu. “maafkan aku. Malam itu,, aku benar-benar tidak bermaksud mengatakannya”

Ji yeon tampak sedikti goyah. Raut wajah mengerasnya kemudian perlahan melunak. Yah, meski bagaimanapun je young teteaplah sahabat yang tak pernah bisa ia hindari dalam hidup. Mereka sudah seperti saudara kenadung meski tak sedikitpun memiliki aliran darah yang sama.

“tak apa, aku tau” balas ji yeon datar.

Je young semakin menghela nafasnya berat. Ji yeon belum pernah semarah ini padanya. Atau dengan kata lain, perkataan yang je young lontarkan malam itu sungguh menyakiti harga diri ji yeon.

“ji,, aku benar-benar minta maaf” je young mendekat. Selama ini, ia tak pernah berinisiatif untuk memeluk ji yeon lebih dulu. Bukan gayanya sekali. Tapi kali ini je young tak bodoh. ji yeon bahkan butuh lebih dari sekedar pelukan untuk meyakinkannya jika je young tak pernah bermaksud untuk menyakitinya.

“maaf” je young berhenti tepat didepan ji yeon “aku hanya tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. kau tau,, ya, kurasa kita sama-sama tau jika lelaki yang saat ini begitu bersinar dimatamu itu adalah seseorang terlalu buruk dimataku”

“kau belum mengenalnya. Kau tak bisa menilainya seperti itu”

Je young mengangguk paham. “karena itu maafkan aku. Kau pasti punya banyak alasan untuk menyukainya hingga seperti ini. aku hanya takut jika malam itu ia memperlakukanmu seperti ia memperlakukan wanita lain. Aku tidak bisa menahan diri untuk tak membunuhnya jika saja ia berani menyentuhmu lalu tidak bertanggung jawab. Aku mencemaskan keberadaanmu, ji”

Ji yeon terdiam. jelas, je young tak pernah dengan gamblang mengungkapkan kecemasannya pada ji yeon selama ini. yang ji yeon tau, jika sahabatnya itu sudah berteriak melarangnya melakukan sesuatu, itu berarti ia sudah berada dalam tahap mengungkapkan rasa cemasnya secara tidak langsung.

Ji yeon baru sadar jika hal seperti itu ternyata begitu penting untuk menenagkan perasaannya yang memang membutuhkan je young untuk mencemaskannya. Ji yeon kemudian tersenyum dan memeluk je young erat.

“maaf tidak menghubungimu satu minggu ini” ujar ji yeon melunak.

Je young tersenyum lega. “tak apa, kita sama-sama perlu waktu untuk berfikir” ujarnya menepuk-nepuk bahu ji yeon pelan.

“bagaimana kabarmu?”

“baik. Kau sendiri?”

“baik” je young kemudian berdehem keras. Ketika ia melepaskan pelukan ji yeon, mata hazel yeoja itu sudah  menusuk bola matanya tajam. Je young mendesah malas, seharusnya ia tau hal seperti ini akan terjadi jika mereka sudah kembali berbaikan.

“baiklah. Tanyakan apapun yang membuatmu puas” ujarnya.

Mulanya ji yeon hanya terdiam. kemudian ia menggigit bibir bawahnya ragu lalu merubah posisinya “kau dan kyu hyun oppa__”

“benar” jawab je young langsung.

Ji yeon melebarkan bola matanya cepat. benar? Apa maksudnya dengan benar? “t tapi kau.. bagaimana bisa??”

“ya,, hanya seperti itu. dia memintaku untuk menjadi kekasihnya dan.. ya begitulah” ujar je young malas. Ia mengibaskan tangannya pertanda ia tak lagi ingin membahas masalah mengenai ia dan kyu hyun.

Ji yeon mundur selangkah. Pikirannya menjelajah setiap inci perkataan je young. Benarkah ini shin je young sahabatnya? Bagaimana bisa ia mengakui jika ia adalah kekasih cho kyu hyun tanpa merasa tersiksa? Bukankah ia sangat membenci namja itu? namja yang bahkan lebih sering ia panggil dengan sebutan brengsek?

“kau benar-benar shin je young?”

Pertanyaan itu kemudian membuat je young tergelak cukup kuat. “memangnya aku terlihat seperti siapa?” jawabnya polos.

Ji yeon ternganga “tapi,, bukannya kau sangat membenci kyuhyun oppa? Bagaimana bisa kau bisa.. bagaimana jadi.. kau”

Je young kembali tergelak. “tenanglah, akan ada waktunya aku untuk menjelaskan ini padamu” tuturnya menyudahi topik ‘panas’ antara mereka. je young kemudian berbalik menatap ji yeon dalam.

“jadi, boleh giliranku bertanya?”

Ji yeon mengangguk.

“apa hubunganmu dengan lee hyuk jae?”

Dan berikutnya ia terbatuk cepat. ji yeon menunduk ketika wajahnya memerah lalu tersenyum malu.

“kalian,, tidak berpacaran bukan?”

“anioo!!” Ji yeon menggeleng kuat membantahnya. “hanya saja..” ia berhenti “aku sudah menyatakan perasaanku padanya”

“APA?!”

Ji yeon mundur selangkah”waeyo?!” pikiknya kesal.

“heis~ apa yang kau lakukan?” ji yeon yakin, kini je young tengah berusaha mengatur suara besarnya untuk kembali berteriak kencang.

“aku terlalu kesal padamu hari itu, jadi aku mendatanginya dan mengatakan perasaanku. aku hanya ingin membuktikan jika aku mampu mencintainya dengan caraku. Lagipula,, aku berjanji jika aku lelah maka aku akan menyerah. Jadi, percaya saja padaku, je. Hanya untuk kali ini saja.”

Je young terdiam. yah, ji yeon memang terlalu polos untuk berbohong. Tindakannya terlalu kolot dan bahkan tak masuk diakal jika difikirkan dengan logika.

“tapi kau wanita. Bagaimana bisa kau mengatakan perasaanmu terlebih dahulu?” je young melunak.

“hanya berfikir jika hyuk jae oppa tak akan mengatakannya terlebih dahulu”

Tanpa mereka sadari, seseorang berada dibelakang sana. Mendengar dengan jelas percakapan mereka dan menyimak setiap rahasia kecil diatas kantor pagi itu.

“apa kau begitu menyukainya?”

Ji yeon mengangguk “kau fikir aku berpura-pura?”

Je young mengerjap sesaat lalu akhirnya ia tersenyum ragu “awalnya, begitu. Kufikir kau menyukainya hanya karena ia tampan”

“benarkah? Kau mengakui hyuk jae oppa tampan kan?”

Je young mengangguk “ia memang tampan. Tapi brengsek” sambungnya tersenyum.

Ji yeon kemudian mengerucut kesal “tapi dia__”

“dia anti pernikahan. Bagaimana?”

Ji yeon terdiam untuk sesaat. Ia juga tengah memikirkan hal serupa. Dan juga tengah bertanya mengenai apa yang harus ia lakukan. Ji yeon menghirup nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya penuh kelegaan.

“tak masalah. Cepat atau lambat aku akan membuatnya berfikir jika pernikahan adalah hal yang indah. Aku pasti bisa!” ji yeon mengepalkan tangannya. Memberi semangat pada pendiriannya sendiri.

Je young tersenyum. Terlalu kagum pada pendirian ji yeon. Hanya untuk pertama kalinya gadis polos itu mencoba untuk memperjuangkan seorang pria. Meskipun kenyataannya, je young tak pernah menyukai hyuk jae.

“aku tak harus menjauhinya bukan? Maksudku, aku__”

“ya, aku tetap tak menyukainya meskipun suatu saat nanti ia akan memilihmu” jawab je young. “lagipula,,” ia berhenti “tidakkah kau berfikir itu sedikit mustahil?”

“YAK SHIN JE YOUNG!!”

__

Kyu hyun tak ingat kapan ia benar-benar bertindak seperti seorang idiot yang bodoh. entah apa yang ia fikirkan hingga hari itu secara spontan berkata jika ia akan serius.

Serius? Yang benar saja!

Pintu diketuk kemudian seorang terlihat masuk dan berjalan menuju mejanya. “ada apa?”

Kyu hyun menaikkan alisnya cepat “kau bernada seolah aku adalah majikan paling brengsek” tuturnya.

“ya, kau memang begitu”

Kyu hyun tersenyum miring “dari mana saja kau? aku menghubungimu beberapa kali” Je young hanya diam. Berfikir apakah benar kyu hyun menghubunginya. “mana  ponselmu?” dengarnya lagi.

Je young hanya menghela nafas ‘dia bertindak seperti aku benar-benar kekasihnya saja’. “ada urusan lain” jawab je young seadanya.

“apa kau wanita paling penting hingga urusanmu harus selalu menjadi nomer satu?”

Dan je young mengernyit “geuromyeoung!!” pekiknya.

Kyu hyun memilih untuk tak perduli. Ia kembali terfokus pada beberapa map diatas mejanya dan menarik sebuah pena “hyuk jae melihatmu diatap kantor pagi ini” je young terkejut “ada masalah apa?”

“apa? bagaimana bisa?” yeoja itu bertanya dan tak perduli dengan pertanyaan yang juga kyu hyun tanyakan padanya.

“dia selalu kesana sebelum menemuiku. Kau sudah berbaikan dengan sahabatmu?”

Dan je young kembali terkejut “bagaimana kau tau masalahku?!” suaranya meninggi “kau memata-mataiku?!”

“jika kau cukup pintar, kau tak akan berfikir seperti itu”

“lalu?”

Kyu hyun hanya menaikkan bahunya sekali, lalu dari fakta bahwa kyu hyun begitu acuh, je young sadar satu hal. –lee hyuk jae-.

“argh! Ji yeon!” teriaknya frustasi.

Kyu hyun tersenyum ringan. Menyelesaikan beberapa map yang masih menumpuk hingga akhirnya ia mendapati je young berjalan menghentak menuju sofa ruangan. “siapa yang memintamu untuk duduk?”

“aku ingin duduk!” jawabnya jengkel.

“tapi__”

“aku kekasihmu,kan?”

Kyu hyun tergelak sesudahnya. Tidak dengan suara yang keras tentu. Kemudian ia berdiri dan menekan tombol intercom sebelum memesan beberapa makanan yang –sepertinya- je young suka. Namja itu kemudian duduk berseberangan dengannya lalu menatapnya lurus.

“kau bahkan tau makan kesukaanku?” tuduh je young.

Kyu hyun mengernyit “Aku hanya memesan yang ku inginkan”

“tapi tadi__”

“aku tak punya banyak waktu untuk memata-mataimu” tegasnya berintonasi dalam.

Akhirnya je young memilih untuk diam. Sama-sama melanglang buana dalam pemikiran masih-masing hingga beberapa jenis makanan datang dan terhidang diatas meja. Je young melirik pria itu sebelum akhirnya memutuskan untuk makan.

Well, beberapa hari bersama kyu hyun membuat rasa hormatnya pada atasannya itu menjadi menguar. Berpendar menjari bulir-bulir tak kasat mata kemudian menghilang.

Singkatnya, je young tak lagi memiliki rasa hormatnya pada kyu hyun.

“dia kembali” suasana hening akhirnya pecah. Berpatok pada nada bicara kyu hyun yang mulai serius, je young memutuskan untuk menatapnya dengan tatapan yang sama. “mungkin hari ini dia akan datang”

Je young duduk dengan tegap “oh, beberapa hari ini dia tidak datang. Aku fikir dia mulai menyerah dan kerjasama kita tak berarti apa-apa” ujar je young jujur.

Kyu hyun terus melanjutkan aktivitasnya tanpa menoleh “beberapa hari ini ia ada di jepang. Japanese fashion weeks baru saja digelar”

“oh, dia.. desainer?”

“model” ralat kyu hyun.

Pantas saja. Je young bahkan harus jujur jika ia sempat ‘pangling’ dengan porsi tubuh wanita itu. wanita dengan tinggi yang tak terlalu mencolok namun memiliki kulit putih susu yang bersinar.

Ia kurus dengan porsi yang pas dan berisi pada beberapa tempat yang sungguh –sangat- pas pula. Maksudnya, je young tentu minder jika dibandingkan dengan wanita itu. dia cantik. Garis wajahnya sungguh.. jika ada yang paling mendekati sempurna maka mungkin je young akan berkata demikian.

“pak lee berkata jika ia baru akan landing pagi ini. dia tentu akan memilih untuk segera mendatangiku secepat yang ia bisa. jadi, bisa kita mulai kerjasama ini?”

Je young mengerjap sepersekian detik awal. Oke, apakah sandiwara ini benar-benar akan dimulai? Apa yang akan terjadi setelah ini. kemudian ji yeon tersadar ketika kyu hyun mendekatinya dengan cepat. namja itu mendekati je young dan tersenyum ramah.

Je young terkesiap. Detik berikutnya, jemari namja itu mengusap pipi kanannya dengan ibu jari yang kemudian bergerak menuju ujung bibir.

Kyu hyun tersenyum padanya dan entah mengapa je young balas dengan senyuman yang tipis dan berisi keraguan. Pipinya merona dan seluruh keterkejutan itu berakhir dengan kyu hyun yang mengecup pipinya lembut.

Lalu berkata “mission started”

Je young membesarkan bola mata meskipun tak begitu kentara. Dengan cepat ia menoleh menuju pintu ruangan dan mendapatkan seorang wanita,, berdiri disana.

__

“apa yang kau lakukan disini?” siwon memperhatikan namja itu. ia tengah berdiri entah untuk alasan apa didepan meja kerja siwon.

“aku ingin mengajakmu pergi” donghae menyahut.

“pergi?”

Namja itu mengangguk “hye yo ada di seoul?” dan kini berbalik siwon yang mengangguk. “charasseo. Ayo kita double date!”

“MWO?!”

Siwon menggenggam jemari hye yo yang terlihat masih menggerutu. Tepat pukul sembilan pagi ini, siwon menghubunginya, menanyakan keberadaannya lalu dalam setengah jam kemudian datang tanpa mengabarinya.

Brengsek! Ia sedang di salon! Kegiatan yang sangat tidak mungkin untuk ia tinggalkan mengingat profesinya yang memang menuntut kesempurnaan. Hye yo sempat menolak untuk pergi, ia sudah mengagendakan diri untuk menginap di salon agar seluruh tampilannya lebih fresh besok pagi.

Tapi apa? keberadaan donghae dan eun na benar-benar malapetaka besar. Jika saja hye yo tak iba melihat eun na yang sepertinya sedikit merasa bersalah atas kelakuan tunangannya itu, mungkin hye yo masih akan berada di salon. Didalam bak spa langganannya dan menghirup bau rempah yang menyegarkan.

“jangan menggerutu lagi” bujuk siwon lembut.

Hye yo kembali mendecak “aku bisa gila! Nailart milikku belum diganti! Aku belum spa dan tubuhku benar-benar terasa aneh!” keluh hye yo.

Siwon kemudian mendekat dan mengecup pipinya lembut “kau tetap terlihat cantik. Percayalah”

Hye yo sedikit melunak “aku tau! aku akan selalu terlihat cantik dimatamu tak perduli apapun”

Lalu siwon terkikik geli dan melingkari hye yo dengan pelukannya “that’s my girl!” ia bergumul dengan senyuman manis hye yo yang akhirnya terukir pagi itu. “donghae tiba-tiba datang dan berniat mengajakku pergi. dan jujur saja, aku tidak dapat menolak”

Hye yo menatapnya sejenak, lalu berpaling “cih, selalu saja kau yang harus berkorban” kesalnya.

Siwon kembali memeluknya “tidak masalah. Jika dengan berkorban berarti meluangkan waktu bersamamu, aku tak keberatan” godanya lembut “kapan terakhir kita berkencan?”

Hye yo berfikir sejenak. Mendongakkan kepala menatap langit yang biru “entahlah. Mungkin,, dua bulan?” lalu mereka tertawa bersama.

Donghae menepikan mobil setelah hampir dua jam perjalanan. Daerah gangwon ia jadikan tujuan utama kencan mereka hari itu.

Donghae memberhentikan diri diatas ketinggian tebing yang memiliki villa besar milik pribadi keluarganya. Tak jauh dari sana mereka dapat melihat daerah pantai timur yang memiliki pasir putih dan air biru muda yang jernih.

Sementara dibelakang sana pegunungan taebaeksan menjadi latar yang menyejukkan mata. Hye yo langsung terkesiap dan berlari memasuki villa bersama siwon ketika donghae baru saja akan membukakan pintu eun na.

Eun na juga tak kalah terkesiap. Pikirannya melayang jauh mendapati berbagai pemandangan indah yang dapat dilihat kasat mata hanya dari keberadaan villa milik donghae.

Ia tersenyum, sejurus jemarinya menghangat dengan cepat. “kau suka?”

Eun na tersenyum lebih lebar. Donghae berubah. Satu dari banyak fakta yang membuatnya gembira bukan main. Eun na mengangguk lalu menyusuri jalan setapak yang berkerikil putih menuju halaman villa.

Disana, eun na menemukan siwon dan hye yo yang tengah mendudukkan diri pada sofa. Villa itu bernuansa putih. Benar-benar bersih dan terlihat sangat bersinar. Sementara perabotan didalamnya terkesan nyaman.

Waktu menunjukkan pukul dua belas. Setelah jam berdentang cukup kuat, donghae akhirnya menggiring mereka menuju meja makan dan menghabiskan waktu untuk bercengkrama dan mendekatkan diri.

Dari keceriaan siang itu eun na belajar banyak hal. Bagaimana sikap siwon pada donghae dan sebaliknya. Bagaimana hye yo menerima perlakuan ketiga sahabat siwon yang terkadang terdengar berlebihan padanya dan bagaimana mereka menghargai kedekatan mereka selama ini.

“kami memulainya saat bertemu di international bilingual school. Hyuk jae menjadi orang pertama yang mencetuskan persahabatan ini”

“hyuk jae oppa?”

“eoh!” donghae mengangguk “kami bertemu saat sosialita kota tengah berkumpul di grand marriot. Itu sangat membosankan. Jadi kami memilih untuk berbincang dan memutuskan untuk menjauh. Tak lama, kami menemukan kyu hyun di sudut ruangan” donghae dan siwon tertawa.

“aku baru saja turun dari lantai tiga saat kufikir mereka adalah anak-anak bodoh yang akan mengerjai kyu hyun. jadi, aku berteriak keras. Awalnya berniat untuk memperingati, namun perhatian kami justru teralih pada kyu hyun yang hanya diam saja” sambung siwon.

“aku sempat berfikir jika ia tuli!” potong donghae. Ia dan siwon ber highfive lalu kembali tertawa.

“ternyata dia hanya duduk dan tengah berkonsentrasi dengan PSP miliknya. Anehnya, kami menungguinya hingga selesai bermain lalu berkenalan dan saling mengingat sebagai teman satu kelas”

Eun na terus memperhatikan siwon yang berbicara padanya. Menjelaskan mengapa mereka dapat menjadi begitu solid dalam pertemanan mereka yang telah bertahun-tahun itu.

“aku juga terkadang marah. Melihat sikap mereka yang seperti itu” tunjuk dagu siwon pada donghae “tapi ya, aku hanya akan melindungi mereka jika mereka membutuhkanku” sambung siwon.

Kali ini donghae tersenyum tulus. “setidaknya aku tak seperti itu lagi” sahutnya.

“ya, bersyukurlah kau bertemu dengannya” siwon lalu menatap eun na tulus “eun na-ssi, terimakasih. Karenamu dia tak lagi menjadi pria brengsek” lalu seluruh ruangan tergelak kencang.

Dan hingga sore itu, mereka menghabiskan waktu bersama ditepian pantai. Menjelajahi gua cantik disekitar pantai, bermain air hingga sore harinya memutuskan untuk berenang di kolam outdoor villa.

Donghae tak mau ikut campur, siwon dan hye yo berhak memiliki waktu mereka sendiri. Sementara eun na tengah berdiri pada balkon villa memandangi pantai yang mulai meredup.

“memperhatikan apa?” donghae datang dan seketika memeluk eun na pada bahu. Eun na cukup terkejut, namun tak lama terlihat terbiasa.

“sebentar lagi matahari akan tenggelam” ujar yeoja itu lembut.

“kau suka sunset?” dan eun na mengangguk “mengapa kau menyukainya?”

Eun na tersenyum sekilas “mereka indah. Membuktikan akan kuasa tuhan yang mengatur kehidupan bumi. Dan juga,, aku suka suasana nyaman yang mereka ciptakan”

Setelahnya donghae dan eun na hanya terdiam. menatap matahari yang semakin turun dalam hembusan nafas yang beradu ringan. Mereka beriring, menyatu dalam satu tarikan kencang lalu berirama dengan melody yang menggetarkan.

Donghae tau, banyak yang berubah darinya. Sangat banyak, mungkin. Dan salah satunya adalah mengapa ia memilih bertahan bersama eun na.

Dua bulan lalu, seingat donghae semuanya tak semanis ini. ia hanya tak ingin eun na terluka hingga meminta yeoja itu menjauh. Namun sikap acuh dan tidak tertarik eun na akan pesonanya membuat donghae kalap.

Tujuan awal yang ia rencanakan untuk menjauhi eun na justru berbalik menusuknya. Seketika saja perasaan ingin memiliki itu tumbuh. Dan akhirnya berujung pada malam itu.

Donghae tersenyum mengingatnya. Kemudian menatap eun na dari lekukan lehernya yang panjang. Gadis itu,, cantik. Meski banyak gadis lainnya yang lebih cantik. Namun entah mengapa donghae jadi begitu menginginkannya dan kembali menginginkannya meski saat ini, yeoja itu –dalam artian yang sebenarnya- adalah miliknya.

Donghae kembali meliriknya dan tersenyum. Dengan cepat kemudian melepaskan hoodie miliknya dan menyarungkannya pada lengan eun na. Membuat gadis itu terkesiap dan tersenyum malu.

“aku sudah memikirkannya” tutur donghae tenang. Ia masih memeluk yeoja itu hangat.

“mwoga?” eun na bertanya tenang. Berada dalam dekapan donghae membuatnya nyaman meskipun batinnya tengah bertanya-tanya.

“pernikahan kita. Entah mengapa aku ingin berlangsung secepat mungkin”

Eun na sempat menegang, dan detik berikutnya ia berbalik cepat. memperhatikan keseriusan donghae padanya. Menikah? Bahkan mereka baru saja bertemu dua bulan ini.

“apa tidak terlalu buru-buru? Kita bahkan baru bertemu dua bulan yang lalu” tanya eun na.

Donghae tersenyum padanya lalu menunduk “kita bertemu tiga bulan yang lalu. jika kau ingat, kau menyeret seorang petugas bandara untuk menangkapku”

Eun na mengerjap beberapa kali. Kemudian wajahnya menjadi begitu merah dan ia menunduk “aku juga telah lama berfikir jika itu kau. aish, jinja” keluhnya.

Donghae tertawa ringan. Dipeluknya gadis itu sebentar lalu kembali menjauhkan diri “apa menikah hanya masalah masa pertemuan?” donghae bertanya ragu.

Sementara eun na menggeleng cepat. “bukan itu maksudku. Kita hanya..”

“sebelumnya aku memang begitu brengsek. Maaf. Tapi setelah bertemu denganmu, aku seperti terikat. Bahkan setelah mendapatkan apa yang selama ini selalu kepertaruhkan bersama teman-temanku”

Eun na mengernyit tak mengerti, lalu donghae menatapnya lurus dan dalam “malam itu,, aku sudah berjanji akan bertanggung jawab atasmu. Dan lelaki sejati tak pernah mengingkari janjinya”

Lalu sejurus langit yang berubah kelam, donghae menyatukan bibir mereka dalam lembayung yang menyerahkan dirinya pada bulan. Malam itu, di villa milik donghae sendiri. Sesuatu bergetar hebat diantara mereka. mengguyur hati dengan kehangatan yang bahagia. Memencarkan cahaya itu hingga pembuluh terkecilnya.

Lalu, bisakah itu disebut cinta?

__

Malam itu je young habiskan dengan beribu kali memikirkan kelanjutan dari sandiwara ini. berkali kali logika je young menolak untuk meneruskannya. Namun sesuatu menguasai alam bawah sadarnya.

Je young terdiam. ciuman itu..

Ya tuhan, bahkan mereka baru saja memulai sandiwara ini lalu yang terjadi adalah je young terdiam saat kyu hyun, mencium pipinya lembut.

Tiba-tiba je young terkesiap. Hatinya bergemuruh. Mengingat bagaimana namja itu menatapnya mau tak mau membuat je young goyah. Ia kalap. Dan perlu ia sadari jika kyu hyun memang memiliki pesona itu. pesona tak terbantahkan.

“melamunkan sesuatu?”

Je young terkesiap ketika disampingnya, berdiri seorang lagi yeoja yang saat ini tengah memperhatikannya. Ji yeon. Seseorang yang memaksa untuk menginap malam ini.

“bukan apa-apa” je young kemudian kembali terfokus. Menatap hamparan lampu kota yang entah mengapa terlihat indah malam ini. ia tersenyum, hanya sekilas, namun mampu merubah suasana hatinya yang terasa dikelumuni awan hitam.

“kau ada masalah? Dengan.. kyu hyun oppa?”

“aish, kenapa kau terus memanggilnya oppa?!” pekik je young.

“wae? Dia lebih tua dua tahun dariku. Dua tahun!” balas ji yeon menekankan.

“tapi terdengar sangat menjijikkan!” je young membela diri. lalu yeoja didepannya terlihat mengedikkan bahunya tak perduli.

Mereka terdiam cukup lama. Lalu saat je young mulai kembali tenggelam dalam pikirannya, ji yeon menyentaknya dengan sebuah pertanyaan konyol yang benar-benar menyeramkan.

“oh ya, je. Sejak kapan kau mulai menyukai kyu hyun oppa?!”

-TBC-

ini belum dian edit sedikitpun. maaf ya, capek bgt. besok insyaallah akan diperbaiki. see ya^^

Wtih love, Park ji yeon.

38 thoughts on “Fabulously Castle part 13

  1. naina says:

    nyetor jejak dlu ah saeng, hehe

  2. tata says:

    makasih uda ngobatin rasa penasaranq

    ouwwhh
    je ma kyu sweet bgt aktingx… ktax g pke cium2?!

    ji ma hyuk smakin rumit y…

    aah… berkembang pesaaat bgt
    moga eun ma hae cepet nikah

    siwon ma hyo nongol bentar y

    sorry y saeng dg sangat kurang ajar q bilang ini kurang panjaaaang ceritax
    hohihihi #piiizz
    but… ok. nice story at midnight
    kabuuuuuuur

  3. @uliezgaem says:

    wow,, donghae-eunna selangkah lebih maju. bahkan siwon jja blm ada rencana dlm wktu dekat, tp tak apalah. ditunggu undangangnya. hehehehe. bang wonnie nongol bentar, buat meramaikan suasana. klo hae bedua doang sm eunna, bisa eunna diserang donghae lg dah tuh..kkkkkkkkkk

    Omegatt hyukjae,, dengerin keluh kesahnya jiyeon keseluruhan gga tuh. moga jja sih iyaa, biar hyukjae sadar sm perasaannya juga…

    o.O kyuhyun bikin jeyoung melamun tuh, jeyoung udh kepincut pesonanya bang epil. jd ga inget sm perjanjiannya klo ga ada skinship..kkkkkkkkkkk. hati2 je nanti merambat kemana2 tuh ciumannya..hehehe

    persahabatan emng nomor satu, baguslah klo jeyoung-jiyeon udh kembali lg… #poke je-ji ;3

  4. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Ow, Hyuk dengar pembicaraan Je Young dan Ji Yeon di atap, kira-kira gimana sikapnya nanti pada Jiyeon? Gimana ya kalau ciuman Kyu itu bukan sekedar sandiwara, dan juga Je Young mulai suka kayaknya ma Kyu. Aru ngeh kalau yeoja yang berdebat ma Dong Hae di bandara waktu itu adalah Eun Na, aku kira Je Young.

  5. kyuhyuk says:

    itu tadi yg ngintip hyuk ? haha😀
    really nice story .. keep writing and I still waiting for next chapter ^^

  6. setia says:

    sudah kuduga klo yang nguping jiyeon dan jeyoung di atap itu hyukjae.
    gak sabar nunggu sandiwara pacaran jeyoung sm kyuhyun.

  7. KyuDevi_ says:

    tinggal khn jejak …
    sumpah Daebak ffnya🙂

  8. naina says:

    Eun na dan donghae sama2 telah jatuh cinta pada pesona mereka, yeahhh happy bgt donghae ngajak eun na menikah *jadi deh aku kondangan gerett bang ecung haha :D*

    emg gda part jihyuk di sni cuma ada bayang2 hyukjae saat ji dan je sedang berbicara di atap, tpi tetep ajah aku gemesss apa tingkah polos ji, dan sikap cuek hyukjae..

    Eh?? Si hye yo kok lebay nya keluar ya? Haha😀

    nah ni satu lagi, je..
    Udah deh terbius pesonanya kyu, sip sip sip aku mah tunggu perkembangan mereka ajah saeng.. Hihi
    tpi aku sempet 2x nemu nama ji yeon dalam perbincangan je dan kyu, kamu yg salah tulis nama je young jdi ji yeon atau aku yg salah baca ya? Yaa itu koreksi ajah dari aku saeng, semoga kamu yg bener hehe

    (dan lagi, aku komen tanpa arah dan tujuan haha.. Mumpung sempet maaf agak ngaur :D)

  9. tiwi says:

    Next saeng. Ceritanyamakin seruuuuuuuu….😀

  10. vita says:

    Diannn kok pendek,tpi anyway makasih yaa kmu udh nyempetin lanjutin fc 13 di sela-sela ke sibukan kamuuu. Jdi penasaran aja gmn reaksi hyukjae setelah nguping pembicaraan ji n je,trus gmn kelanjutan mission nya kyu n je yaaaaa

  11. *tariknapas
    eunna sm hae ud selangkah lebih maju yaa.. eeeciyeee..
    it mrka cepet bgt siii.. romantisnya mereka waktu ngeliat sunset.. *kebayang..
    suka part siwon sm hyeyo.. mereka lovey dovey.. apalagi waktu siwon blg “that’s my girl”.. masih ttep nungguin part siwon sebanyak donghae dipart ini, kl bisa lbh banyak ^^V
    tsk, ku sm jeyoung sdh mulai niih..?? astagaa jeyoung hati2, evil mulai merasukimu itu.. kkkkkk.. kyuuu fightiiing..
    itu hyukjae yg ngedenger je sm ji waktu baikan..?? partnya jiyeon sm hyukjae disini sdkit ya? ato emg sngaja, spya yg ngebaca penasaran..?? aahahhahaa.. baiklaah..
    saeengii, fightiiing^^ *kisshug

  12. marly says:

    Asikkk..double date mereka..:) \(`▽`)/

    Sandiwara kyuhyun dan jeyoung pun mulai menarik…ihiiiy..tinggal tnggu waktunya aja kpn kyuhyun sadar klo dia jatuh cinta sama jeyoung..
    Dan sepertiya ji yeon harus ekstra kerja keras buat menangin hati hyukjae yg anti pernikahan itu.. Hahaha..

  13. Gummy eunhyuk says:

    Donghae udah tobat tinggal hyuk jae sama kyu ne yg blum tobat dulu donghae yg anti pernikahan tpi sekarang hyuk jae makin penasaran🙂

  14. ai-sparkyu says:

    Apa di part selanjutnya HaeNa bakal nikah? Ah, semoga aja!! Abg ikan romantisnya gk nahan di part ini..! >,<
    Eh, itu yg sandiwara awas jadi beneran cinta loh! Hahaha… Kayaknya sih emang udah, tuh buktinya Je young udah mengakui pesona seorang Cho Kyuhyun. Lagian siapa sih yg bilang seorang Cho Kyuhyun gk mempesona?? Ya, lama"in aja deh tuh mantan si Kyu ada di Seoul, biar makin lama juga Kyu sama Je sandiwaranya, dan akhirnya saling jatuh cinta.😀
    Hyuk Jae sma Ji nih yg agak ketinggalan! Buruan deh Ji deketin terus Hyuk Jae dan ubah pikirannya ttg pernikahan, biar kalian cepat" nyusul yg lain. Hae aja udah mulai nyusul Siwon tuh!

  15. yeaaaaaaahhhhh akhirnyaaa di post juga setelah menunggu sekiaan lamaaa.
    makin seruu ajaaaaa niihh ceritanyaaaa. Cieelah hae udh gasabar pngn nikaah

  16. maria says:

    cuit cuit ada yg ngelamar pas sunset lanjut thor

  17. Dwi_h@E says:

    wahhhhh……. haena making lengket aka
    tinggal kyu yg harus ngenaklukin je Dan Ji naklukin unyuk
    hyukie mass kau game terharu Denver curhatan nya ji

    pengen lht bang siwon ngapa’in aka ma cw nya
    ago bang jangan kalah ma bang ikan, mesra bgt ma euna

  18. Dwi_h@E says:

    wahhhhh……. haena making lengket aja

    tinggal kyu yg harus ngenaklukin je Dan Ji naklukin unyuk
    hyukie masa kau ga terharu ma curhatan nya ji

    pengen lht bang siwon ngapa’in aka ma cw nya
    ago bang jangan kalah ma bang ikan, mesra bgt ma euna

  19. bunnydiamond says:

    Yeaayy FC13 is coming…
    Hemm jadi makin penasaran nih kelanjutannya,,,
    Next… Yaaann
    Semangatt yaa (ง’̀⌣’́)ง

  20. nmelindawati says:

    next dooong part 14 , seharian ini kerjaanya cuma baca cerita ini , ff marathon , ditunggu bgt part selanjutnya …

  21. Quiny says:

    Bagus bagus, engga ngerti lagi deh sukaa sekali bacanya. Tiap chapter ada aja yang bikin senyum senyum, mereka manis manis banget sih :3 love lah!

  22. Rasty Resty says:

    Ji tau Je suka Kyu? Wahh persahabatan mreka deket bgt…
    Yuhuuu seneng liat Donghae bahagia.. Seneng akhirnya dy tobat..dan senang akhirnya Donghae sudah bisa memikirkan tentang pernikahan,,,
    Kekuatan cinta mantap bgt di ff ini,,

    Je… Melayang bgt dicium Kyu,, itu baru dipipi Je.. Sudah dibawa hayalannya sampe ke rumah hahaha.. Itu Kyunya tulus kan cium mencium yg td,, bukan cm karna Jess lg dateng
    Hyuk gmna kabar kq ga nongol”..

  23. HANI says:

    Akhirnya ada siwon sama tunangannya. Double date mereka nyenengin. Coba aja kalau semua udah punya cewek. Ayo kyu hyuk jangan mau kalaah

  24. little devil says:

    donghae jad tmbah so sweet..kira2 yg nikah duluan siapa,,donghae or siwon ya??

  25. little devil says:

    donghae tmbah so sweet aj,, kira2 yg nikah duluan siapa ya,,donghae or siwon??? Ckckck…tmbah pnasran

  26. rhaaa18 says:

    Yahh ikan kau so sweet sekalee😀
    Ahh aku iri sama Eun Na wks
    Double date yang sangat menyenangkan kayaknya nihh :p

  27. puput says:

    Next chap..ngga sabar ma critanya kyu..

  28. nadia1 says:

    ah anti pernikahan??? ahhhjiiii smngt

  29. Shannon Shin says:

    Sweet donghae aaaaaaaah I love it. Astaga kyuhyun yak, bukannya waktu itu perjanjiannya cuma pegangan tangan doang? tapi teteuuup aja nyosor-nyosor haha.

  30. BebyPanda says:

    , abng hae bnr2 kasmaran.. kmpan mreka date brsma2?

  31. SHAwol noNAME says:

    haha aku seneng donghae nya udah berubah walau belum ada kata cinta,
    tapi aku nunggu kyuje moment. belum terlihat
    k next part

  32. nah loh je young sejak kpn suka kyuhyun????
    uwaaa makin kereen author…

  33. minrakyu says:

    uwooo kira2 siapa yg ngintip yah??
    btw ntu je ampe kaya patung gituh.. baru kiss pipi gimana yg laen wkkkkkk

  34. ninachoi says:

    Seneng liat donghae sadar. Kapan kyuhyun dan hyuk mengikuti jejak donghae. Aku greget

  35. hanncheonsa says:

    Kapan aku suka kyuhyun ? Mungkin 2 tahun lalu. Saat seseorang menunjukkan MV No Other padaku. Dan aku berteriak histeria saat melihat kyuhyun..
    Hahhaha, kenangan yg tak terlupakan..
    Lah ? Yg ditanya kan jeyoung, kenapa aku yg jawab yah kakk..
    Makin seruu ceritanya. Engga ketebak..
    Aaaaaaaaa, suka suka sukaa !!! Dilanjut yah kakk..
    Donghaenya engga sadar ama perasaannya sendiri ??
    Nah kyuhyun ama je young kapan yaa bakal ngakuin perasaan mereka masing2 ? Dan menjadi pasangan real. Bukan karena perjanjian…
    Dan, oh, lee hyuk jae, si anti pernikahan, ada cewek tuh cinta ama eluuu. Elu gmna sihh.. udah keliatan kali klo elu juga suka ama cewek itu…
    Aaaaa, pokoknya seru deh kak..
    Semangat terus buat ngelanjutin nih ff..

  36. dewi says:

    Pokoknya lanjut chapter selanjutnya sja dech

  37. iyin88 says:

    Kasihan ji msh di gntung sm hyuk, donghae udh mantep mau nikah sm eun na. Antr je dan kyu siapa ya yg cinta dluan? Ji kmu trlalu polos jd mmbuat je khbsn kt2 hahaha…

  38. dewi says:

    wah kyu sepertinya je yeong udah klepek”sama pesonamu.lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s