GimA Baby!!

 

GimA Baby!!

Happy Reading^^

 

 

“cho kyu hyun!!”

Kyu hyun memejamkan rapat-rapat kedua matanya lalu mendelik kearah belakang dengan cepat.  Telinganya seperti baru saja ditusuk sebuah jarum saat teriakan je young menggema mengelilingi apartemen.

“Choo kyuh hyuuunn!!”

Kyu hyun mengacak kasar rambutnya “aish, sial! Iya!! Iya!!” pekiknya. Tubuhnya berdiri tegak lalu melemparkan dengan asal PSP miliknya keatas sofa dan berjalan menuju dapur.

“bisakah kau berhenti berteriak?”

Je young mengangkat kepalanya dengan ekspresi polos “ha?? Memangnya aku berteriak?”

Kyu hyun hanya memutar bola matanya malas. Menarik kursi untuk duduk sementara je young kembali berjalan menuju dapur dan membawa sepiring kimchi.

Kyu hyun mendelik menatap isi piringan yang masih mengepulkan asap lalu berjengit heran. “kau masak sayur?” tanyanya dengan ekspresi sedikit tak terima.

“eum. Memangnya kau melihat aku membawa daging sapi?”

Kyu hyun mengedikkan bahunya tak perduli. Jemarinya menarik sendok dan memilih untuk melirik makanan lainnya. Punggung tangannya bergerak mendorong mangkuk sayur sedikit menjauh.

“yak!! kau pikir ini sampah?!”

Kyu hyun mendelik tajam. “aku kan tidak suka sayur”

“tapi tak perlu menatapnya semenjijikkan itu, cho!!”

“eish, diamlah!! Aku tidak suka baunya” kyu hyun meneguk segelas air putih lalu kembali melanjutkan makan.

Kyu hyun terdiam sejenak. Alam bawah sadarnya seperti menangkap sinyal jika seseorang tengah menatapnya tajam. Ia mendongak lalu mendapati je young yang memicingkan mata menatapnya. “apa lagi?!!”

“ck. Dwaesseo. Aku malas satu meja denganmu”

Je young beranjak membawa sepiring makanan miliknya menuju ruang tengah. Menempatkan diri pada sofa didepan televisi. Kyu hyun hanya menatapnya heran. Aneh, yeoja itu sensitif sekali hari ini.

 

 

__

Kyu hyun duduk didepan televisi. Minggu pagi itu ia memilih untuk beristirahat dirumah usai seminggu penuh berkecimpung dengan berlembar-lembar dokumen.

Kyu hyun membenarkan posisi duduknya sebentar. Lalu jemarinya kembali mengusap halus rambut je young yang berserakan pada pahanya.

“ya! Jangan diganti!!”

Kyu hyun menghela nafasnya malas mendengar rengekan istrinya. Ia kembali mengganti channel televisi lalu bersidekap. Sementara je young sendiri terlihat masih asik dengan acara kesukaannya dengan tertidur nyaman pada paha kyu hyun.

Je young menggerutu. Saat iklan, jemarinya terkepal lalu memukul-mukul paha suaminya yang berisi dengan lucu.

“ck, ya!!”

Kyu hyun berusaha menghalau tangan je young. Tapi je young kembali melakukannya dan memukul dengan semakin keras.

“eish, sakit, nyonya cho”

Je young terkikik pelan menanggapi nada protes kyu hyun yang lucu. Jemarinya masih memukul bagian itu hingga tiba-tiba kyu hyun menangkapnya dengan cepat lalu menariknya keatas.

“kyaaa!!”

“nah, agar kau tak lagi memukulku seperti bocah” ujar kyu hyun memperingati.

Je young memberengut “tapi ini menyenangkan” je young menusuk-nusuk paha kyu hyun dengan telunjuknya yang bebas.

“menyenangkan kepalamu!”

“kkk~ kau lucu sekali jika sedang marah”

Kyu hyun menyeringai tipis. Ia suka sekali jika je young sudah berkelakar seperti bocah. Terlalu jujur baginya. Kyu hyun meletakkan jemari je young yang mulanya ia tarik pada lingkaran lehernya lalu menunduk.

“apa juga terlihat lucu saat aku menciummu?” godanya.

Je young mengarahkan kedua matanya untuk berfikir “eum,, menurutmu??”

Kyu hyun terkekeh lalu dengan cepat menduduk dalam mengecup bibir je young kuat. “bagaimana?” ujarnya semakin meggoda.

“emm, ya, baiklah lumayan”

Mereka tertawa bersamaan. Kyu hyun menyelipkan jemarinya dibalik punggung je young lalu menariknya untuk duduk. Yeoja itu merebahkan kepalanya pada bahu kyu hyun lalu memejamkan mata.

Tak lagi ada yang memperhatikan tontonan mereka yang telah luput dari iklan. Kyu hyun ikut memejamkan matanya merasakan wangi je young yang mulai merambat naik.

“sayang,,”

Je young membuka mata, dengan cepat ia menjauh membuat kyu hyun ikut membuka matanya heran.  “wae?” tanyanya.

Je young mengerjap seperti bocah “nada bicaramu mengerikan,,”

Kyu hyun tertawa. Ia beranjak memajukan diri mendekati je young. Je young memundurkan diri, namun berhenti saat punggungnya terbentur tangan sofa. Ia menoleh sebentar kebelakang, lalu tanpa je young sadari, tau-tau salah satu tangan kyu hyun sudah berada disamping kepalanya.

“apanya yang mengerikan?” tanya kyu hyun seduktif dan bernada rendah.

Je young meneguk ludahnya gelisah “k kyu hyun,, sepertinya..”

“apa? hmm?”

Je young terkesiap saat jemari kyu hyun menyelip diantara punggungnya dan sofa lalu menariknya semakin mendekat.

“i ini.. masih pagi…”

Kyu hyun menyeringai “lalu??”

“k kau mau apa?”

Kyu hyun ingin sekali tertawa saat mata awas je young memancarkan aura kecemasan. Ya tuhan, yeoja itu seperti seorang gadis yang baru akan diperkosa saja. Padahal,, ya,, kyu hyun sudah memperkosanya tepat lima belas bulan yang lalu. Saat malam pertama mereka.

Kyu hyun tersenyum mengingatnya.

PLETAK!

“ya! Apa yang aku fikirkan?” je young membulatkan matanya garang.

“eum,, apa kau akan senang jika aku memberitamu?”

Je young mengerjap, lalu wajahnya merona merah saat mata kyu hyun menjelaskan segalanya. “nah, kan, kau sudah tau. akan sedikit vulgar jika aku menggambarkan pikiranku saat ini”  ujar kyu hyun semakin menggoda.

Entahlah, ia suka sekali rona merah yang menghiasi wajah je young. Ada rasa kepuasan tersendiri baginya ketika je young bereaksi secara alami seperti itu. Dan hal semacam itu hanya akan terjadi di saat-saat tertentu.

Sejauh ini, yang kyu hyun tau, wajah je young akan memerah padam saat ia malu atau disaat mereka sedang bercinta.

Kyu hyun melirik balkon apartemen mereka. Hujan salju ringan sedang terjadi diluaran sana. Wajar saja, natal baru berlalu beberapa hari dan saat ini masih bagian dari awal bulan january.

Kyu hyun bergerak semakin maju. Ujung hidungnya ia tempelkan pada leher je young lalu mereka terdiam cukup lama.

“nyonya cho..” panggilnya. Lama menunggu, kyu hyun yang tak merasa mendengar jawaban kembali bersuara. “sayang??”

“hmm?”

Seketika ia merasa tubuhnya meremang. Dasar je young, tau saja kelemahannya dalam mempertahankan diri.

Kyu hyun bangkit usai meninggalkan seberkas ciuman kilatnya pada bahu je young. Lalu ia menemukan wajah cantik wanita itu didepannya. Mata je young tertutup. Terlihat jelas jika ia tengah menikmati ‘quality time’yang tak akan sesering ini terjadi diantara mereka.

Tiba-tiba kyu hyun merasa jika ia sudah terlalu lama menjadi seorang suami tanpa membicarakan masalah lainnya bersama je young. Suatu fakta melintas dalam ingatannya hingga kemudian wajahnya turun dan menghembuskan nafas tepat didepan wajah je young.

 

 

__

Je young membuka matanya saat hangat itu menerpa. Hal yang pertama kali ia temukan adalah wajah kyu hyun yang terlampau dekat. Saking dekatnya, ia bahkan dapat merasakan getar halus bibir kyu hyun tanpa menyentuhnya.

“diluar sedang hujan es” bisik kyu hyun pelan.

Je young terkekeh kecil. Dasar setan mesum yang satu ini, tau betul berbagai macam alasan demi sebuah kesenangan. Salah satu jemari je young yang semula bertengger manis dileher kyu hyun bergerak menariknya semakin dekat.

“lalu kau mau apa?” bisiknya tak kalah menggoda.

Kedua mata kyu hyun tiba-tiba berbinar. Seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru. Bibir tipisnya mengeluarkan seringai khas miliknya yang demi apa selalu mampu membuat je young lupa daratan.

Kyu hyun tertawa sambil mendenguskan nafasnya. Bibirnya bergerak mengecup je young lembut dalam beberapa detik yang masih terlihat normal.

“engg,, entahlah. Jika aku katakan aku ingin kau apa seseorang akan mengabulkannya?”

Tanpa menunggu jawaban je young, kyu hyun membungkam kembali bibirnya. Melumatnya sedikit lebih kuat. menekan kepala je young agar yeoja itu tau jika kyu hyun hampir mencapai ambang batas gilanya pagi ini.

Jemari kyu hyun berjalan, menyelip dibawah punggung je young. Bergerak dari pinggang lalu merambat menuju bahu. Kyu hyun mengangkat punggung bagian atas je young, membuat ciuman mereka semakin dalam.

Salah satu tangannya bergerak mencari jalan masuk menuju perut je young yang sedikit sulit karena pagi itu je young menggunakan tshirt putih ketat yang ia masukkan kedalam celananya.

Ting.. Tong..

Kyu hyun yang tak sabar segera menarik baju je young keatas. Jemarinya masuk dan meraba halus perut je young dari dalam. Bergerak dari atas, mengelilingi pusar lalu kembali menuju punggung.

Decakan mereka mulai terdengar berbeda.

Ting.. Tong..

Je young membuka matanya. Ia baru menyadari jika bel berbunyi entah sejak kapan. Jemarinya langsung memukul bahu kyu hyun pelan. Tapi bukannya berhenti, tubuh namja itu justru semakin membungkuk hingga kini ciumannya semakin dalam.

“nggghhh!” pekik je young. Tangannya memukul bahu kyu hyun lebih keras meski sejujurnya ia lebih ingin melanjutkan kegiatan mereka daripada menerima tamu. Tapi bisa saja jika tamu yang datang adalah keluarga atau teman dan mereka membawa sebuah berita penting.

Mata je young membelalak ketika jemari kyu hyun memanjat naik. Sial, ia bisa semakin terlena jika tangan namja itu sudah menyentuh bagian tertenu miliknya. Dengan cepat je young mendorong bahu kyu hyun lalu memeluknya erat.

Satu-satunya cara menghentikan cho kyu hyun adalah dengan menghentikan ciuman memabukkannya.

“heis,, wae?” gerutu kyu hyun kesal. Tangannya masih berapa dipunggung je young bahkan sudah mempermainkan mengait bra-nya. Je young merasakan itu.

“itu,, ada,, tamu”

Je young dapat menebak raut wajah tak terima kyu hyun. ya, dia mana mau peduli akan situasi sekitar jika sudah ‘panas’ seperti ini. je young mau tak mau harus bersikap bijak. Jemarinya mengusap rambut kyu hyun lembut.

“a aku—“

“ck, nanti dia pasti datang lagi”

Kyu hyun kembali bergerak. Kali ini mencium bahu je young lalu meninggalkan seberkas tanda merah keunguan diujung bahunya. Je young menepuk punggung namja itu kesal.

“diluar sedang hujan es, kyu” tuturnya.

“ya! Mana bisa kau menggunakan alasanku sebagai—“

“diam!” je young membekap mulut kyu hyun dengan telapak tangannya saat bel kembali berbunyi. Sayup-sayup ia mendengar panggilan dari luar.

Kyu hyun yang merasa kesal segera menjauhkan tangan je young “bukan dengan itu! kau seharusnya menutupnya dengan bibirmu!” ujarnya malas.

“aish! Bisakah kau berhenti berbicara mesum? sepertinya itu—“

“kau pikir aku perduli dengan—“

Mereka saling memotong perkataan masing-masing. Terakhir, kyu hyun berhenti berbicara saat je young memaksanya untuk kembali duduk. Kyu hyun yang tak terima segera mendudukkan diri namun menyertakan je young bersamanya hingga je young terduduk dipangkuannya.

Bibirnya mengeluarkan cengiran yang menyebalkan. “seperti ini saja, ya?” pintanya.

Je young memberengut “tidak!” sahutnya tegas. “dan tolong hentikan tanganmu. Jangan bermain dengan pengait bra-ku!”

Kyu hyun tertawa kecil. Bibirnya mengecup je young kilat sebelum akhirnya membiarkan yeoja itu berdiri bebas. Saat je young sudah berjalan menuju pintu, ia kemudian berteriak.

“memang seharusnya mainanku isinya, bukan pengaitnya!”

Kepala je young muncul dibalik tembok “apa?!” pekiknya kaget “sialan! Aku akan membalasmu, cho kyu hyun!!”

“silahkan sayang. Aku tunggu kau diranjang setelah urusanmu selesai. Aku mencintaimu!!”

 

 

__

Kyu hyun berhenti tepat didepan sofa dimana ia dan je young bercengkrama sebelumnya. Matanya melirik ganas jalan menuju pintu keluar apartemen lalu salah satu tangannya memasukkan ponsel yang ia genggam kedalam saku celana.

Aneh, je young belum kembali sejak sepuluh menit yang lalu. jika tamu itu memang penting, mungkin akan ada banyak orang yang kini duduk di ruang tamu mereka. nyatanya, apartemen itu nyaris kosong.

Jadi, je young pergi kemana?

Kyu hyun berdehem kecil untuk menghalau pikiran buruknya tentang apakah istrinya itu tengah menerima tamu lelaki hingga harus mau untuk tidak membawanya masuk kedalam apartemen atau kyu hyun bisa saja membunuhnya.

Atau yeoja itu tengah pergi usai diajak teman prianya bermain. Atau,, ya semacam pikiran bodoh lainnya yang sebenarnya kyu hyun sadari sedikit mustahil untuk terjadi.

“je..” panggilnya pelan. Belum beberapa saat ia kembali bergumam “shin je young!!” pekiknya lebih keras.

“ya??”

Kyu hyun mengulum senyum tipis saat suara je young terdengar dari balik dapur. Oke, setidaknya dua pilihan konyol yang ia ciptakan tadi tidaklah benar. Sekarang masalahnya, untuk apa gadis itu berada didapur? Ini belum waktunya makan siang. Konyol sekali bukan, jika ia memasak?

Kyu hyun melangkahkan kakinya menuju dapur. Lalu hal pertama yang ia temukan sekaligus membuatnya terperangah takjub adalah shin je young berada disana, dengan dua kotak pizza, minuman hangat dan beberapa makanan lainnya.

“eoh, kyu? Mau makan?” ujar yeoja itu ringan.

Kyu hyun berjalan mendekat, duduk tepat didepan je young dan memperhatikan je young yang tengah mengunyah dengan lahap.

“siapa yang datang?” tanya kyu hyun pertama kali. Je young langsung mendongak dan tersenyum malu.

“hehe,, aku lupa sudah memesan ini sebelumnya” perkataannya tersendat dan teredam isi mulut yang masih penuh. Sementara kyu hyun terlihat tak percaya, sejak kapan je young mau memesan makanan siap saji seperti ini?

“kau sakit?” tanyanya to the point.

Je young mendongak. Jemarinya menempel pada dahinya sendiri lalu menggeleng polos. “sepertinya tidak” je young merebut tangan kyu hyun lalu melakukan hal yang sama “tidak, kan?” tanyanya balik.

Kyu hyun mengerjap untuk beberapa saat.

“kenapa kau makan sebelum waktu makan siang? Kau tidak takut gemuk. Dan,, sejak kapan makanan seperti ini menjadi incaranmu?”

Je young mendelik malas pada kyu hyun. dimasukkannya potongan terakhir pizza lalu mengunyah dengan lucu sebelum hampir meneguk cola yang sudah ia pesan sebelumnya. Tapi belum sempat jemarinya menyentuh botol cola, kyu hyun buru-buru merebutnya dan meletakkannya diatas lemari pendingin.

“yaa!!” pekik je young tak terima.

Kyu hyun berdiri, meraih sebuah gelas lalu mengisinya dengan air mineral. “minum ini” perintahnya.

“tapi aku sudah memesan cola itu. sayang sekali jika tidak diminum..”

Kyu hyun memejamkan matanya mendengar rengekan je young. “minum ini!” tegasnya. Je young yang memberengut buru-buru meraih gelas dari kyu hyun. selain karena tak ingin berdebat, ia juga hampir kehilangan nafas karena tumpukan pizza yang ia paksakan melewati kerongkongannya.

Kyu hyun berdiri tegak, mencondongkan tubuhnya lalu mengusap dahi je young dengan ibu jarinya. “kau tidak boleh minum cola sebelum makan siang nanti. Tidak baik” tuturnya lembut.

Je young tak menyahut. Memilih untuk kembali menikmati makanannya.

“jadi, sudah bisa menjawab pertanyaanku?”

“eum? Pertanyaan yang mana?”

Kyu hyun mendengus “dasar pelupa! Jangan sampai anak kita mewarisi otak bodohmu nanti”

“yak! apa katamu??!”

“aku bilang jangan sampai anak kita mewarisi otak bodohmu, nanti” ulang kyu hyun dengan berbagai penekanan pada setiap kata.

Je young melotot tak terima. “enak saja! Siapa yang bodoh? aku ini pintar!” akunya sengit. “dan lagi,, memangnya siapa yang mau mengandung anakmu?”

Kali ini kyu hyun balik melotot “ya kau-tentu-saja!” tekannya “memangnya kau ingin aku menghamili wanita lain?”

“cih, itu kan maumu!”

Kyu hyun tertawa renyah. Salah satu tangannya meraih tengan je young yang memegangi sepotong pizza lalu menggigitnya kecil.

“kapan kau memesan ini?”

Je young kembali meneguk airnya “tadi pagi. Saat menonton televisi bersamamu” jawabnya ringan.

Kyu hyun mengangguk. Tangannya merogoh saku celana lalu mengeluarkan ponselnya dari sana. Ada dua pesan masuk. Kyu hyun baru menyadarinya, padahal ponsel itu diatur untuk bergetar. Tapi memang sialnya ia tak bisa merespon hal apapun jika sedang bersama je young membuat getaran semacam itu tak lagi berarti.

Kyu hyun memberengutkan alisnya sebentar. Membaca kembali isi pesan. Tiba-tiba sesuatu yang lunak menyentuh bibirnya. Saat kyu hyun mendongak, sepotong pizza sudah berada tepat didepan mulutnya dengan posisi mau-tidak-mau harus ia makan.

Kyu hyun membuka mulut, lalu je young menjejalkan potongan darinya dengan wajah berbinar. Aneh, je young benar-benar terlihat aneh hari ini.

“siapa?”

Kyu hyun bersidekap. Dengan mulut masih penuh makanan, ia berusaha menjawab. “lee hyuk jae” tukasnya. “ia dan ji yeon akan datang sore ini”

Kedua mata je young membesar sempurna “benarkah??”

Kyu hyun mengagguk sekali “ji yeon ingin bertemu denganmu” ujarnya menambah.

“tapi kan dia—“

“karena dia hamil, hyuk jae bahkan tak berani membantah keinginannya”

Je young terdiam menatap kyu hyun dalam. Entah apa yang kini berkecimpung dalam pikirannya hingga ia tak dapat bereaksi. Kyu hyun menatap je young sekilas. “nuna juga meminta kita untuk datang diacara ulang tahun saera minggu depan”

“saera?” ulang je young ragu.

Ia berhenti untuk makan aktif lalu matanya menerawang sesuatu yang tak jelas. Dari situ saja, kyu hyun tau jika istrinya yang cerewet itu sedang memikirkan hal lain.

“apa yang kau pikirkan?”

Je young terperanjat. Matanya mengerjap mencoba menyakinkan diri. “sebenarnya,, aku sedikit malas untuk datang” akunya kemudian.

Kyu hyun menghela nafasnya berat. Ia tau betul jika je young akan keberatan dengan acara semacam itu. jemarinya beralih menggenggam jemari je young untuk menenangkan. “apa perkataan nuna waktu itu masih menyakitimu?”

Je young menggeleng keras. “bukan seperti itu. tapi,,” ia berhenti sesaat “mereka pasti akan menanyakan hal yang sama. Orang tuamu, eomma dan ahra eonni”

Kyu hyun memejamkan matanya untuk berfikir. Ia tau, lontaran pertanyaan miring mengenai rumah tangga mereka yang belum dikarunian malaikat kecil selalu membuat je young tertekan.

Tapi bukan kyu hyun yang tak menginginkannya. Je young juga tak pernah menolak untuk memiliki anak. Hanya yeoja itu tak terlalu antusias dan jadilah mereka tak lagi memikirkan masalah itu hingga beberapa waktu yang lalu.

Je young hanya akan mendengus kesal saat kyu hyun memperdebatkan masalah ‘malaikat kecil’ mereka yang tak kunjung hadir meski kyu hyun sendiri tau jauh didalam sana yeoja itu juga ingin memiliki seorang bayi seperti nuna ataupun merasakan masa kehamilan yang menyenangkan seperti sahabatnya, ji yeon.

Kyu hyun mengusap dahi je young sayang, menariknya kedalam pelukannya lalu berkelakar lembut. “bukan mereka yang menjalaninya. Kita lebih tau bagaimana usaha kita untuk menghadirkan malaikat kecil itu” bisiknya pelan.

Je young terkikik. Suasana tiba-tiba menjadi lebih cair saat kyu hyun tertular tawa geli je young.

“itu benar!” tukas kyu hyun dalam tawa. “atau bisa saja kau makan sebanyak ini karena kau tengah hamil”

 

 

__

Jemari je young bergetar halus saat ini. entah apa yang ia pikirkan hingga menaggapi perkataan kyu hyun dengan serius. Ia baru saja menstruasi tiga minggu yang lalu. dan lagi ia dan kyu hyun tidak melakukan ‘itu’ dalam masa suburnya.

Bibirnya yang pucat perlahan mulai kembali seperti semula. Je young merebut handuk kecil yang terpampang diatas gantungan handuk lalu menyeka keringat dingin yang membasahi tubuhnya.

Tespack itu, bergaris satu.

Je young menunduk dalam. Diam-diam ia merasa bersalah karena terus menerus dibayangi rasa takut akan kehamilan. Je young juga tak mengerti. Ia tak memiliki trauma apapun. Dan lagi, ia menyukai anak-anak.

Tapi entah apa yang salah dengannya hingga setiap kyu hyun berkelakar mengenai anak ia akan dengan cepat naik pitam. Atau menjadi kesal saat orang-orang berkata ‘kapan kau hamil?’. Ya ampun, mereka pikir tuhan pernah membisikkan kapan ia akan hamil?

Ia tak pernah menunda memiliki anak. Jujur saja, je young tak sekalipun meminta kyu hyun menggunakan pengaman ataupun meminum pil pencegah kehamilan atau yang lebih parahnya lagi rutin berkonsultasi dengan dokter.

Tidak. Ia tak pernah melakukannya.

Dan je young sendiri harus menggali perasaannya lebih dalam saat ia tak begitu menginginkan seorang anak, takut untuk hamil, tapi tetap tak pernah mencegah kemungkinan agar malaikat kecil itu tetap hadir.

Intinya, ia bertahan demi kyu hyun. karena walau bagaimanapun je young tentu tau bukan hanya mertua, eomma dan ahra nuna saja yang menginginkan kehamilannya. Diam-diam kyu hyun berharap bahkan jauh lebih besar untuk memiliki malaikat kecil itu.

Je young tau.

Ia kembali menunduk dalam. Demi apa ia begitu merasa bersalah saat ini. je young berdiri dan membuang tespeck bekasnya kedalam tong sampah lalu memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.

 

 

__

Ting.. Tong..

Kyu hyun dan je young menoleh berbarengan pada pintu apartemen. Jam sudah menunjukkan pukul tiga. Hujan salju sudah semakin menipis meski udara diluar tetap saja sangat amat dingin.

Je young segera meloncat dari pangkuan kyu hyun. Membuat kontak fisik mereka terlepas lalu merapikan bajunya sesaat sebelum berlari menuju pintu. Membuat kyu hyun menggerutu kesal lalu mengacak rambutnya frustasi.

“eoh, ji!!”

Je young segera menghamburkan diri dalam pelukan sahabatnya. Dengan cepat membawa ji yeon masuk dan meninggalkan hyuk jae yang masih terpaku didepan pintu.

“kau tidak mau masuk?”

Hyuk jae menatap kyu hyun malas. “aku tau akan seperti ini” kesalnya. Namja itu masuk membawa dua kantong belanjaan dan beberapa peralatan dalam satu tas milik ji yeon yang memang tak lagi diperbolehkan oleh hyuk jae untuk menenteng tas seringan apapun.

Kyu hyun membantunya membawa kantong belanjaan mereka dan meletakkannya diatas meja pantri. Kedua sahabat itu hanya menggeleng pasrah saat je young sudah asik bersama ji yeon didalam ruang keluarga.

“kau berani sekali membawanya keluar saat udara sedingin ini”

Kyu hyun berjalan menuju pantri sementara hyukjae mendudukkan diri pada kursi meja makan. Ia menghela nafasnya ringan. “kau pikir aku bisa apa saat dia merengek meminta bertemu dengan istrimu?”

Kyu hyun tersenyum mengerti. “susah sekali, ya, menolak permintaannya?”

“kau akan tau saat jeyoung hamil nanti”

Kyu hyun mengangguk. Membawakan dua gelas coklat hangat dan meletakkannya diatas meja lalu kembali berjalan menuju pantri. Hyuk jae kemudian turun dari kursinya dan membawa segelas coklat menuju ruang tengah.

Namja itu meletakkannya tepat didepan ji yeon yang masih asik bercerita dengan jeyoung lalu berdiri. Mendekati ji yeon dan mengecup dahinya lembut. “minum coklat hangatmu. Kau sudah kedinginan diluar tadi” titahnya.

Ji yeon hanya mengangguk patuh.

“untukku mana?”

Hyuk jae melirik je young dingin. “minta saja pada suamimu!”

Je young melotot tak terima. “ya! Coklat hangat itu milikku! Bagaimana bisa—“

Perkataannya terhenti saat kyu hyun datang menggantungkan segelas coklat hangat tepat didepan wajahnya. Sontak raut je young berubah cerah. Diraihnya gelas dari kyu hyun lalu disesapnya pelan.

“hyuk je benar. Kau tak seharusnya meminta pada lelaki lain. Masih ada suamimu disini” tuturnya.

Hyuk jae dan kyu hyun kembali berjalan menuju pantri. Tidak ingin mengganggu apalagi terlibat dalam pembicaraan wanita yang sedikit merepotkan. Je young mengedikkan bahunya acuh.

“terimakasih, kyu!!”

Hyuk jae tersenyum kaku. “dia masih seperti anak kecil saja”

“oh, dan kau pikir aku menganggapnya seperti wanita dewasa selama ini?”

Hyuk jae tertawa pelan. Melirik istrinya yang tengah tertawa bersama je young lalu kembali menatap kyu hyun. “kau sudah tau? siwon akan mendapatkan anak keduanya”

“m mwo?!”

Kyu hyun hampir menyemburkan coklat yang baru saja ia teguk tepat pada wajah hyuk jae. apa? anak kedua? Ya tuhan, kyu hyun saja belum sempat untuk memiliki anak pertamanya bersama je young sementara siwon sudah yang kedua?

“y ya!! Bagaimana bisa dia seperti itu!” protesnya kesal.

Hyuk jae mengernyit heran. “apanya yang salah? Hye yo istrinya dan dia bebas menginginkan anak sebanyak apapun dari hye yo”

“ya,, tapi,, aku—“

“kau tertinggal dalam banyak hal, cho. Kapan kau akan memiliki anak?”

Kyu hyun menunduk dalam. Menghembuskan nafasnya berat dalam nada putus asa. “kau pikir aku tidak ingin punya anak, hah?”

“lalu apa lagi? kalian menikah sudah lebih dari satu tahun, kan?”

Kyu hyun mengangguk lemas. Jika ia mau, ia bisa saja menghamili je young sekarang juga. Tapi bukan seperti itu masalah mereka saat ini.

“entahlah. Aku merasa jika je young belum siap untuk—“

“kau bercanda?! Ji yeon bahkan sudah meminta anak semenjak setahun yang lalu. maksudku, kalian bukan lagi pasangan pengantin baru. Memiliki satu anak sepertinya tidak terlalu buruk”

Kyu hyun melirik hyuk jae sebentar. “jika kau tak datang aku baru akan berusaha membuatnya bersama je young, tadi” gumamnya tanpa satu orangpun yang tau.

 

 

__

“je, kau yakin?”

Je young tidur dalam lipatan kaki ji yeon. kepalanya mengangguk dengan salah satu tangan yang terus mengusap perut ji yeon yang mulai membesar mengikuti usia kandungannya yang memasuki bulan kelima.

“kyu hyun oppa, tidak apa-apa?”

Kali ini je young berbalik. Ia duduk lalu menatap ji yeon dalam. “itu dia yang sedang aku pikirkan. Aku tau kyu hyun ingin memiliki seorang anak, tapi, ya,, aku—“

“je, apa tidak terlalu beresiko jika terus menunda memiliki keturunan?”

Je young mengerjap. “aku tidak menundanya ji. Aku tak memakai pengaman apapun. Ini murni karna tuhan belum menitipkan nyawa itu untuk berada dalam rahimku”

“tapi kau terus mengatur waktu bercintamu bersama kyu hyun oppa, kan? Kau selalu awas disaat masa-masa suburmu datang”

Je young terdiam. jelas sekali jika ji yeon akan tau. je young sudah menceritakan segalanya hingga alasan terkecilnya untuk merasa takut memiliki anak.

“itu kan hanya—“

“je, kau hampir dua puluh lima tahun. jika saja tahun depan kau baru siap, maka anak pertamamu lahir pada saat kau berusia dua puluh tujuh.”

“dan lagi, karena ahra eonni sudah memiliki saera. Tekanan untukmu pasti akan semakin besar setiap harinya. Kau tidak ingin menimang bayi? Merasakannya tumbuh dalam tubuhmu saja sudah membuatmu bahagia, je.”

“tapi kau kan tau aku takut dengan kehamilan..”

Ji yeon mmenarik nafasnya panjang. Ia berbalik badan lalu menoleh kebelakang. Je young mengikutinya, mata mereka sama-sama terfokus pada dua namja yang kini terlihat sedang berbicara serius didepan pantri.

“kau tau, je. Kesempurnaanmu sebagai seorang wanita adalah saat kau jatuh cinta, menikah, memberikan segala milikmu yang paling berharga pada seorang lelaki yang mencintaimu, mengandung dan membesarkan anakmu nanti”

Je young terdiam. tiba-tiba bulu kuduknya meremang dengan cepat. mata ji yeon yang berbinar penuh kebahagiaan membuatnya berpikir dua kali untuk hamil. Tapi..

“kau sudah jatuh cinta. Sudah menikah dan memberikan segalanya pada kyu hyun oppa. Lalu apa lagi?”

Bibir je young tercekat. Perkataan ji yeon memang benar. Je young hanya belum memiliki dua hal itu. sebuah nyawa yang tumbuh dalam perutnya dan merawat nyawa itu hingga besar nanti.

“je..” je young menoleh mendapat ji yeon yang tersenyum manis padanya “kau harus tau bagaimana bahagianya suamimu saat nanti kau memberikan kabar bahagia itu padanya. Kau tau, dulu, hyuk jae oppa juga…”

Je young tak lagi mendengar perkataan sahabatnya. Matanya yang semula tertekuk kembali lurus menatap kyu hyun yang terlihat tersenyum kecil pada hyuk jae. lalu tiba-tiba perasaannya berkata jika ia ingin kyu hyun tertawa lebih bahagia karenanya.

 

 

__

Kyu hyun tersenyum tipis. nafasnya bergerak dengan tertatur selepas ia mengendalikan diri dengan cepat. mata elangnya tak pernah sekalipun lepas dari je young yang kini terlihat mulai kelelahan.

Kyu hyun bersumpah malam itu je young terlihat sangat cantik. Rona wajah yang biasanya kyu hyun sukai malam itu secara alami terlihat lebih cerah. Je young basah, kehilangan separuh isi paru-parunya, tergolek lemah dan pasrah.

Oke, kyu hyun betul-betul menyukai bagian yang itu.

“engghh—“

Je young mengeratkan rangkulan tangannya pada leher kyu hyun. memeluknya erat tak kuasa menerima hantaman pinggul kyu hyun secara tiba-tiba.

“bagaimana? Lagi?”

Je young menepuk punggung kyu hyun yang basah dalam sekali gedebum. Sial! Pria itu tak pernah terlihat puas jika sudah melibatkan urusan ranjang.

“aku lelah” jawab je young singkat.

Kyu hyun menurunkan tubuhnya, mengecup bahu je young lembut, mengulang kembali bekas merah ciptaannya beberapa waktu yang lalu. “tapi aku masih menginginkanmu” rujuknya manja.

Je young terkekeh. “tuan cho..” panggilnya.

“hmm?”

“apa aku tak pernah memuaskanmu?”

Kyu hyun bergerak cepat membuka matanya lalu menatap je young sengit. “apa maksudmu?” ujarnya tajam.

“maksudku, apa aku tak cukup memuaskanmu, hmm?”

Tiba-tiba sebuah jitakan kecil mendarat tepat didahi je young. “wanita bodoh! jika kau bertanya apa aku tak pernah puas bercinta denganmu, maka aku akan menjawab iya!”

Je young mengernyit. “apa bedanya?!”

“ck. Kau bertanya seolah-olah kau tak mampu memuaskanku. Padahal aku yang terlalu rakus jika itu mengenai tubuhmu”

Je young terkekeh. Disambut oleh kyu hyun dengan lumatan singkat yang hangat. Namja itu bergerak, memisahkan diri mereka setelah raut wajah je young yang terlalu lelah mengusik nafsunya. Ia berguling kesamping. Menarik pinggang je young untuk berada dalam dekapannya yang hangat.

“kk~ aku baru tau kau seperti itu”

“jangan memancingku, nyonya cho. Aku bisa melanjutkan ronde berikutnya jika kau mau”

Je young kembali terkekeh geli “dasar mesum!”

“coba katakan lagi??”

“dasar kau lelaki mesum. menyiksaku hingga terlalu lelah seperti ini. kau pikir tenagaku ini sepertimu, huh?”

Kyu hyun tertawa renyah. Matanya melirik dalam mata je young lalu menghembuskan nafas hangatnya menggoda. “lalu aku harus menyalahkanmu yang tidur hanya dengan lingeri tipis itu, huh?”

“ji yeon bilang itu berguna”

“oh tentu saja. Hyuk jae mengajarinya dengan baik”

Kyu hyun mendekap je young makin erat. Dagunya ia tumpukan pada ujung kepala je young sebelum mengecupnya sayang. “tidurlah, kau pasti lelah”

Je young mengangguk dua kali. Namun matanya maish terlihat awas. “kyu..” panggilnya kemudian.

Kyu hyun membuka matanya yang terlihat mulai sayu. “hmm?”

“itu,, apa kau menginginkan seorang anak?”

Kedua mata kyu hyun langsung terbuka. Mengawasi mimik wajah je young yang melontarkan pertanyaan yang menurut kyu hyun sangat amat diluar dugaannya.

Kyu hyun merasa sesuatu yang aneh telah terjadi. Salah satunya adalah je young yang membiarkannya menyentuh yeoja itu disaat masa suburnya seperti hari ini. biasanya, ia akan menghindari hal apapun yang berbau sex selama masa suburnya terus berjalan.

Kyu hyun menghirup oksigen sebanyak mungkin. Kali ini, ia benar-benar takut jika jawabannya akan menyinggung je young.

“sebenarnya,, ya,, tidak ada satu orang pun yang tidak menginginkan anak, je. Memangnya kau tidak ingin seorang anak?”

“tentu saja ingin!”

Kyu hyun tersenyum tulus melihat ekspresi je young yang lucu. “nah, seperti itulah. Tapi aku bukan seseorang yang akan menghamilimu disaat kau belum siap.”

Je young kemudian mengerjap. Ia baru sadar jika usia kyu hyun yang lebih tua dua tahun darinya membuat namja itu lebih dewasa dalam beberapa hal. Dilain sisi, perkataan ji yeon tiba-tiba menusuk hati je young perlahan.

‘apakah karenanya, nanti, kyu hyun baru akan memiliki anak diusia menjelang 30 tahun, begitu?’

“apa yang terjadi? Mengapa kau mempertanyakannya, dan,, kenapa hari ini aku boleh menyentuhmu?”

Jemari kyu hyun mengusap pinggang je young lembut. Menariknya agar tubuh mereka semakin menempel erat.

“ani. Tapi jika aku hamil,, apa itu akan membuatmu bahagia?”

Je young terdiam sesaat, menunggu reaksi kyu hyun ketika ia bertanya. Perasaannya tiba-tiba merasa begitu berbunga saat akhirnya kyu hyun menarik sebuah simpul senyuman tulus dan mengangguk. Bibir namja itu mengecupnya lembut lalu tanpa menjauhkan diri ia bergumam.

“pasti. Pasti aku sangat bahagia”

 

 

__

“kau baik-baik saja?”

Kyu hyun merangkul salah satu lengan je young saat yeoja itu hampir jatuh usai pesta besar salah satu kolega kyu hyun. hampir pukul sebelas malam dan sepertinya je young mulai lelah.

“gwenchana. Aku hanya salah langkah”

Kyu hyun menuruti je young yang kini melirik higheels yang ia gunakan. Kyu hyun mendengus malas “kalau begitu lepaskan saja”

“tidak mungkin. Kau mau berita mengabarkan jika istri pewaris tunggal cho corp tidak menggunakan alas kaki usai gala dinner ini?”

Kyu hyun menatapnya membenarkan. Meski sebenarnya ia tak pernah meminta je young untuk berpenampilan seperti ini.

Lihat saja, yeoja itu melepas rambut panjangnya yang bergelombang lalu memakai terusan satin berwarna peach sebatas betis. Meski memang, kali ini entah mengapa je young tak lagi terlihat percaya diri untuk menggunakan gaun yang membentuk tubuhnya secara kasat mata.

Secara harfiah, ini menguntungkannya. Karena kyu hyun tak perlu menahan emosinya ketika beberapa namja akan terang-terangan menatap je young meski terkadang salah satu tangan kyu hyun sudah melingkari tubuh je young posesif.

“aku gemuk ya?”

Kyu hyun hampir tersedak lalu membanting stir mobilnya saat je young bergumam namun terdengar seperti sebuah pertanyaan yang harus dijawabnya.

Ia menoleh lalu menemukan je young yang berkaca pada sebuah cermin yang memang selalu ia sediakan pada dashbor mobil. Salah satu tangannya menusuk-nusuk geli pipinya yang memang belakangan ini terlihat lebih berisi.

Merasa tak ada jawaban, je young menoleh cepat. “ya! Jawab aku!!”

Kyu hyun tetap menatap lurus jalan ketika je young mau tak mau memaksanya untuk bersuara. Kyu hyun sedikit ragu, pasalnya masalah berat badan bukanlah hal yang wajar untuk ia perdebatkan dengan seorang wanita. Kyu hyun akhirnya memutuskan untuk menoleh disaat lampu merah.

“apa aku bertambah gemuk?” ulang je young.

Kyu hyun berdehem sekali. “sebenarnya, kau bertambah gemuk ataupun tidak kau tetap saja—“

“aku tau aku cantik. Sekarang jawab saja, apa aku bertambah gemuk?”

Kyu hyun memejamkan matanya sejenak. Sial, je young tau jika ia tengah mengalihkan pembicaraan mereka. ia akhirnya membuka mata lalu menatap je young tegas.

“ya, sedikit”

Kyu hyun berdecak menyesali jawabannya saat je young mengerucutkan bibirnya cepat. ia merasa bersalah. Bukan karena jawabannya, melainkan karena je young yang terlalu memikirkan kondisi badannya.

Jika ia boleh jujur, je young memang terlihat berbeda belakangan ini. entahlah, porsi makan yeoja itu sedikit berbeda. ia juga suka bangun lebih pagi untuk duduk di balkon menatapi salju tanpa perduli jika udara sudah sangat menusuk.

“minggu depan kau mau apa?”

Kyu hyun mengerjap, menatap je young bingung. “minggu depan? Memangnya ada apa??”

Je young memutar bola matanya malas. Tangannya mengembalikan kaca yang ia genggam pada dashbor mobil lalu kembali menatap kyu hyun. “oh, kau lupa jika tahun ke dua-puluh-enam-mu hampir habis?”

Kyu hyun menoleh dengan wajah polosnya yang tak mengerti apa-apa. “eung? Ulang tahunku?” tanyanya dengan wajah datar.

Je young mengangguk. “kau mau merayakannya? Tapi jangan makan-makan lagi. dirumahmu pasti sudah ada acara seperti itu”

Kyu hyun terkekeh kecil. Lalu apa sekarang je young mulai menghindari mekanan? Jemarinya terangkat lalu menarik pipi berisi je young gemas. “sebegitu takutnya pada makanan, huh?”

“eoh! Kau tidak lihat ini?!”

Kyu hyun semakin tertawa saat je young menepuk perutnya pelan. Dasar wanita, lingkar pinggang bertambah satu senti saja seperti kehilangan segenggam emas. Cemasnya bukan main.

Mobil mereka berhenti tepat dibasement apartemen. Kyu hyun segera keluar usai mematikan mesin mobil lalu berlari untuk membuka pintu seberang.

“gomapta” je young tersenyum dengan manis. Salah satu yang kyu hyun sukai saat yeoja itu bertingkah seperti anak kecil. Kyu hyun membiarkannya berjalan usai mengecup puncak kepala je young. Ia bersiap memeriksa barang yang teringgal didalam mobil saat tiba-tiba seseorang mencengkram pundaknya keras.

Kyu hyun refleks berputar, lalu tangannya sigap menangkap je young yang kali ini –benar-benar- akan jatuh. Namja itu menghempas dengan asal pintu mobilnnya lalu menaikkan je young dalam gendongannya sebelum berjalan menuju lift.

Ini berbeda. Sesuatu pasti tengah terjadi pada je young.

“turunkan aku..”

Kyu hyun diam. Tangannya sedikit terangkat hingga membuat tubuh je young semakin menempel padanya. “diamlah. Kau sakit. Jangan membantah!”

Je young kembali bergerak. “aku tidak sakit. Tadi itu hanya—“

“apa?? hanya salah jalan?” kyu hyun menatap je young tajam. “berhenti berfikir untuk menyelesaikan rasa sakitmu sendiri. Kau butuh aku dan aku tidak akan pernah membiarkanmu menyelesaikan segalanya sendiri”

Akhirnya je young terdiam. mau tidak mau ia harus melingkarkan tangannya pada leher kyu hyun lalu bersembunyi dibalik feromon maskulin yang menggiurkan milik suaminya. Je young menelusupkan kepalanya makin dalam.

“kyu..” panggilnya.

“hmm?”

“aku mencintaimu”

Kyu hyun tersenyum. usai kesulitan membuka kode pin apartemen mereka, ia melepaskan higheels je young tanpa sedikitpun membiarkan yeoja itu menyentuh lantai. Langkahnya dengan cepat menuju kamar lalu membaringkan je young yang sudah terlelap.

Ditatapnya dalam-dalam wajah je young. Berfikir jika kali ini ia harus benar-benar lebih bersyukur memiliki wanita itu sebagai pendamping hidupnya. Kyu hyun menarik selimut hingga leher je young, mengecup kening, mata, hidung lalu bibir yeoja itu sekejap.

“aku juga mencintaimu, sayang” bisiknya.

 

 

__

“iya, jangan lupa datang” je young berjalan memberikan sebuah kertas berisikan beberapa coretan tangannya pada hyuk jae lalu menggerakkan bibirnya mengatakan ‘tolong, selesaikan beberapa hal ini’.

Ia kembali berjalan meninggalkan hyuk jae yang masih menggeleng tak percaya.

“apa itu oppa?”

Hyuk jae berpaling cepat. “eii, mengapa kau disini?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan ji yeon. lelaki itu segera menyeret sebuah kursi lalu menuntuk ji yeon untuk duduk. “kau tidak boleh terlalu lelah” ujarnya mengusap dahi ji yeon yang sedikit mengkilap karena peluh.

“dokter bilang aku harus banyak bergerak, oppa”

“tapi bukan mempekerjakan dirimu hingga lelah. Kau bisa berjalan-jalan jika kau mau. Dan aku akan membereskan ini sendiri”

Ji yeon menggeleng tegas. “mana ada seperti itu! kemana perginya kerjasama dalam rumah tangga?”

Hyukk jae tersenyum saat nada menggoda ji yeon terlontar. Hyuk jae memang penggagas ‘kerjasama dalam keluarga’, dan kali ini ia termakan pembicaraannya sendiri. Ia berdiri lalu mengecup bibir ji yeon lembut.

“ini memang tugasku untuk melindungimu” ujarnya tulus.

Ji yeon tersenyum, melirik selembar kertas yang hyuk jae genggam “jadi, itu apa?” tanyanya kembali.

Hyuk jae membuka selembar kertas yang baru saja je young berikan padanya. “entahlah, mungkin beberapa hal yang belum sempat ia urus” hyuk jae membacannya dengan seksama, lalu kedua alisnya berkerut.

“hh~ apa aku harus mencari kue ulang tahun juga? Ini kan tugas wanita. Dia bahkan belum membeli hal penting itu. Dan ini,, eish! Kenapa harus aku yang membelikan kadonya?”

Ji yeon tertawa “benarkah? Kalau begitu ayo kita pergi!”

“ck, tidak. Kau—“

“aku mau pergi. pokoknya aku mau ikut mencari kue!!”

Hyuk jae menghela nafasnya putus asa. Jika sudah seperti ini ji yeon memang susah sekali untuk dilarang. Namja itu mengacak rambutnya menyerah.

“baiklah, sepertinya kau memang harus banyak bergerak agar—“

“tuan!!” hyuk jae dan ji yeon menoleh cepat. “nyonya je young pingsan!”

 

 

__

“kau yakin baik-baik saja?”

Je young mengangguk. Ia masih tertidur dalam bangsal inap sementara setelah hyuk jae dan ji yeon membawanya ke rumah sakit terdekat.

“benar?”

Je young ingin sekali membekap bibir sahabatnya itu dengan selimut tebal yang ia gunakan. “iya, aku baik-baik saja” jawabnya datar.

Ji yeon tersenyum lega. Tangannya menggenggam jemari je young lembut lalu kembali tersenyum penh arti. Sumpah! Je young risih sekali jika harus terus ditatap seperti itu.

“heis~ berhentilah menatapku seperti itu!”

Ji yeon menggeleng keras “mana bisa! aku sedang bahagia menlihatmu bahagia”

Je young memutar bola matanya malas. Sekejap ia merasakan tengan ji yeon mengusap perutnya sayang. Uh-oh, bukannya dia yang sedang hamil? Mengapa je young yang begitu bahagia?

“ya tuhan, anakku akan mendapatkan saudaranya nanti. Bukankah itu menyenangkan?”

“hh~ ji, ini bahkan baru—“ je young terkesiap sesaat “mana suamimu?”

Je young segera duduk dan mendesah lega saat menemukan hyuk jae tengah berada di balkon rumah sakit dan menelepon seseorang. Matanya kembali melirik ji yeon garang, telunjuknya kemudian mengarah tepat pada hidung je young.

“ingat! Jangan katakan apapun!” ujarnya mengancam. Ji yeon tersenyum seperti anak kecil, mengangguk patuh.

“eum! Hadiah ulang tahun, eoh?”

Dan je young tak lagi menanggapinya. Ia kembali tidur, menarik selimut dan tidur serong untuk melihat ji yeon.

“nah, tidurlah seperti itu sebelum kau akan kesulitan melakukannya nanti”

”ck, berhentilah membahas itu ji! bagaimana persiapannya?”

Ji yeon melenguh keras “bisakah kau hanya memikirkan kesehatanmu dan kesehatan ba—“

Cklek..

Mereka menoleh cepat, mata je young menemukan wajah cemas kyu hyun dalam sorot mata elang namja itu. mereka saling berpandangan untuk beberapa saat lalu kyu hyun segerap berjalan mendekat.

“gwenchana?” tanyanya ragu. Tangannya dengan cepat menarik tangan je young lalu memeluknya erat.

Je young memukul lengan kyu hyun kuat. “aku baik-baik saja!” sengitnya kemudian.

Kyu hyun mendengus malas. “kau tidak akan pingsan jika kau baik-baik saja! Kan sudah aku katakan tidak usah pergi, kenapa kau masih nekat? Memangnya apa yang kau kerjakan diluaran sana, huh?”

Je young membuang wajahnya malas. Ia tidak suka jika kyu hyun sudah berlebihan seperti ini.  kyu hyun yang merasa diabaikan kemudian menatap ji yeon.

“apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah kau jelaskan padaku, ji?”

Je young segera melotot besar. Membuat nyali ji yeon ciut dan pada akhirnya menyimpan rapat-rapat berita bahagia yang ia tau. ji yeon menggeleng kuat, membuat je young tersenyum sementara kyu hyun mengacak rambutnya gusar.

“kalau begini mana aku tau kau sakit apa. apa ini terlalu parah?” tanyanya lagi pada ji yeon. ji yeon tersenyum manis bukan main, lalu mengangguk.

Kyu hyun melotot sempurna. Wajahnya segera berpaling menatap je young garang. “kita ke spesialis. Sekarang!”

 

 

__

Sudah hampir pertengahan malam saat je young dan kyu hyun kembali. kyu hyun terus mengganggam jemari je young erat takut-takut jika yeoja itu akan kembali pingsan.

“tidak usah secemas itu, bodoh!”

Kyu hyun tak memperdulikannya. Jemarinya masih sekuat sebelumnya untuk mempertahankan keberadaan je young dalam kuasanya.

“ya!” je young menggerakkan tangan kyu hyun ketika mereka baru saja memasuki kamar pirbadi mereka. “jangan diam saja. Kau kenapa?!”

Kyu hyun tak menjawab, ia berbalik kembali menyeret je young menuju ranjang untuk beristirahat. Namun belum sampai, je young kembali menahannya kuat.

“ck, aku benci keadaan seperti ini” ia bersidekap didepan dada “marhae!”

Kyu hyun mengacak rambutnya frustasi. “seharusnya aku yang berkata seperti itu! ada apa denganmu?”

Je young mundur selangkah. Tatapannya menjadi lebih lunak saat kyu hyun sudah terlihat lelah. Je young melangkah maju, tanpa aba-aba mengalungkan tangannya pada leher kyu hyun.

“aku tak apa-apa” ujarnya kembali.

Kali ini, kyu hyun berhasil naik pitam. Kedua tangannya mencengkram lengan je young lalu menatapnya bengis.

“sial, kau hampir jatuh tanpa sebab beberapa minggu ini, pola makanmu berubah, kau menyukai banyak hal aneh dan tak pernah memberitaukanku apapun—“

“kyu—“

“kau sering berkeliaran tanpa sepengetahuanku lalu tiba-tiba terdengar kabar jika kau sudah tak sadarkan diri. taukah kau jika harga diriku sebagai lelaki yang selalu ingin melindungimu terkoyak percuma? Kau bahkan—“

“kyu—“ kali ini je young mengusap pipi lelaki itu lembut.

“kau,, aku,, aku benci saat kau terus diam. Tak ingin memberitau apa yang terjadi lalu tetap bungkam meski aku memohon agar tau. apa aku tak lagi penting untuk tau keadaanmu? Ji yeon bilang ini parah, tapi kau tak ingin memeriksakan diri pada spesialis. Dan saat aku tengah cemas memikirkan keadaanmu, kau justru membawaku berkeliling kota hingga larut—“

“kyu—“

“kau bersikap seolah kau harus memberikanku kenangan terbaik sebelum—“

“KYU!!”

Kyu hyun tersadar. Ia segera menundukkan kepalanya pada bahu je young lalu menghela nafasnya berat.

“aku belum akan mati” ujar je young menenangkan. Gila, pemikirkan kyu hyun terlalu diluar batas. Je young tak pernah memikirkan rencana konyolnya sampai sejauh itu.

Jemari kyu hyun bergerak melingkari tubuh je young. Menariknya mendekat, memeluknya erat lalu semakin erat. “lalu apa yang terjadi sebenarnya?” keluhnya lelah.

Je young tersenyum, matanya melirik jam dinding yang terus berdetak maju. Matanya kini berbinar cerah. Dan usai mengulur waktu yang panjang, je young menggeleng manja.

“selamat ualng tahun, cho kyu hyun” ucapnya pelan, pelan sekali. “dan,, sepertinya kita butuh baju bayi” sambungnya.

Detik itu juga, dunia terasa seperti diserang badai bunga. Jutaan kupu-kupu bergerilya disekitar mereka dan pendar bahagia itu tumbuh sebelum seka pelangi menghapus bayangan hujan.

Kyu hyun, tak pernah sebahagia ini sepanjang pergantian umurnya.

 

‘aku hamil’

‘dan aku akan menjadi seorang ayah’

 

-FIN-

 

Ini puanjaaang banget. Dan sengaja aku post malem-malem, biar bisa lihat siapa aja sih yang masih on😀

haha,, just a weird story about kyu hyun. He inspire me at his birthday. And,, ya!! Happy Birthday Mr. Cho^^ meskipun bias aku itu Lee Hyuk jae, si evil magnae ini tetap aja jadi salah satu bias aku. Semoga tetap jadi Cho Kyu Hyun yang gak pernah berhenti membuat sebuah keceriaan dalam hatiu kami -ELF-. memang gak ada memo khusus sih untuk ulang tahun kamu, tapi, tuan cho.. tanpa memo khusus-pun aku tetap sepenuhnya menyampaikan seluruh harapan baikku khusus untuk kamu.

selamat menjadi pria dewasa. pria 27 tahun. pria jail yang gak ada abisnya buat bikin onar. selamat menjadi Cho Kyu Hyun yang lebih baik. and at last, I love you, gembul.

 

With love, Park ji yeon.

20 thoughts on “GimA Baby!!

  1. marly says:

    Selamat ultah Cho Kyu! Kado yg benar2 istimewa bukan??🙂🙂 je young hamil \(`▽`)/

  2. ai-sparkyu says:

    Huwwaaaaa…… Manis bgt!!!!
    Makin buat aku berkhayal bisa nikah dengan seorang cho kyuhyun!!
    Finally, kyuhyun bisa nyusul hyuk jae dan siwon utk segera punya anak…
    Siwon malah udah mau dapet dua…
    Kirain hyuk jae yg bakal duluan punya anak banyak.. Hahaha…😀
    Selamat ulang tahun Cho kyuhyun!!
    Selamat juga bakal menjadi seorang ayah…😀

  3. tata says:

    eheyy… apa ini???
    manis sekali rasanya ^^

    emang ya banyak yang gak siap jadi mommy diawal pernikahan
    but, its ok saat semua dibicarakan dengan jelas dan kedua pihak setuju dan saling mengerti

    salut buat je n kyu

    n happy 27 yo kyuhyun oppa ^^

  4. tiwi says:

    Happy birthday kyu. 2 kali lipat kebahagiaan yg didapat kyu. hehee

  5. vita says:

    Peluk diaaaannnnnn, as always selalu bisa buat cerita yg sweet banget. Semangat yaa saeng aku salut kmu dapet ide2 gini nih dri mana pdhl umur mu masih muda banget tpi feel nya dapet gituuu

  6. Cho handa says:

    Gembul ?? astaga Gembul ya kyu di bawa bawa wkwkwkwk ….

    Perjuangan Tuan cho utk menghamili istrinya berhasil >__<

    apa masih ada next part ya?

  7. manissnyaaaaaa cerita keluarga kyuhyun ini woaaahh

  8. lia aprilia says:

    Huahhh daebak, aku baru buka blog kamu jadi baru aku baca deh ini
    Lucu ya kalo ngayal bapak2 itu cemas kalo istrinya pada hamil hihi ~
    Banyak kejutan di ultah si maknae
    sekali lagi seangil chukkae magnae🙂

  9. maria says:

    so sweet kyu manis banget sih sequel dong thor

  10. naya says:

    Hallo.. aku reader baru
    Salam kenal ya ^^
    Baru nemu blog ini,ijin berkelana yaa disini

    Ffnya daebak.. jadi penasaran sama couple disini

  11. lebih suka memomu saengiii..
    berasaaa bgt tulusnya..
    ahahahhahahahaaa..
    suka niih, nice..

  12. Dwi_h@E says:

    huahhh… Hadiah yg manis

  13. Nathalie park says:

    Annyeong…slm q kenal q readers baru..pernah baca cerita eonni yg d’post d’fun with fanfiction dan langsung ska sm alur crita yg eonni bwt..
    Kyu d’sni jd cwo yg sbr bgt y…suami idaman bgt dan crita’y sukses bkin tmbh jth cinta sm kyu..kekekekeke

  14. clee says:

    Congrats Cho Kyuhyun & Jeyoung !
    Akhirnya jeyoung hamil juga :]

  15. nia says:

    aaa sumpah kereenn banget sama couple yg satu ini, kado ulang tahun kyu yg paling istimewa, dia punya anak😀 kyunya jadi suami yg super maniss disini:) i love cho kyuhyun

  16. telat bget komennya. baru bc juga- nyengir kuda^_^

  17. Aigoo .. ckck … sejak kpn virus yadong hyukjae menukar ke kyuhyun oppa sih ???? ( geleng2 kepala … deh ) hyukkie oppa .. kalo mau menukarkan sesuatu ke kyu oppa .. yg baik 2x donk hehehe

    ige mwoya … ” memang mainan ku isi nya bkn pengaitnya ” aish cho kyu hyun pervert …

    ooo jd jeyoung lom siap punya baby toh … tp kelembutan kyu membuatnya berubah pikiran .. hehehe kyu oppa pikirannya terlau jauh ya … dia mikir jeyoung sakit keras n mau ninggalin dia … ckckc pdhl jeyoung kan pregnant … wahhh thats a beautiful birthday gift for kyu oppa tuh … chukae …. hehehe …

    berarti kyu akan senasib n sependeritaan donk sama hyukjae yg kerepotan mengahadapi jiyeon yg lg hamil .. hehehe

  18. Aigoo kyu oppa knp jd ketularan virus yadong nya hyukjae sih ???
    “Memang seharusnya isinya mainanku bkn pengaitnya ” ish ish …pervert …

    hihihi kyuhyun oppa berlebihan bgt ya mikir.. kalo jeyoung sakit keras n akan meninggal kannya … pdhl jeyoung lg pregnant tuh .. chukae ya akhirnya apa yg di inginkan kyuppa terjadi jg … je young dah siap punya baby …

    hehehe akhirnya hyukjae punya teman sependeritaan … menghadapi istri yg lg hamil … hehehhe

  19. minrakyu says:

    uwaa,,,,akhirnya jeyoung hamil…*idupinmercon*
    kkkkk,,,,,
    duh 2 pasang ini bikin iri dehhhhhh

  20. keiobi says:

    Ihhh..
    Pasangan jihyuk couple so sweet ya..

    Kyuje jga..

    So sweeeeeettttt bgt eonn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s