Booming Heart

Booming Heart

Judul : Booming Heart

Author : HyukgumSmile

Rating : PG-15

Length : Drabble

Genre : Romance

Main Cast : Lee hyuk jae, Park ji yeon

Support Cast : Lee dong hae

Disclaimer :  This is another life side of my wild mind.

Happy Reading^^

“hai!!”

Sebuah senyuman mengembang dengan cepat setelah lelaki itu menyapanya. Ji yeon tak mampu menahan kebahagiaan. Dari sekian banyak kenyataan membahagiakan, kepulangan hyuk jae dari macau adalah yang paling ia nantikan.

Padahal, sungguh. Hyuk jae hanya pergi selama empat hari!

“oh, kau pulang?!”

Ji yeon menghamburkan diri dalam pelukan lelaki itu. tingginya yang tak menyentuh bahu hyuk jae membuatnya selalu tenggelam dalam kehangantan ala lee hyuk jae yang menenangkan.

Namja itu akan menunduk dan melingkarkan lengannya pada tubuh ji yeon. Membuat gemuruh itu mengaliri setiap nadinya hingga ji yeon tak ingin pelukan hangat namja itu terlepas begitu saja.

“eum. Kau baik baik saja?”

Hyuk jae menjauhkan diri, melonggarkan pelukan mereka lalu dengan sekejap meninggalkan bekas kecupan kilatnya pada pipi ji yeon. Ia tersenyum, lalu berjalan tegap menuju ruang tamu.

“baik. Bagaimana kabarmu?”

“seperti yang kau lihat” hyuk jae duduk pada lengan sofa. Menatap ji yeon dalam tatapan memuja yang kentara lalu terkekeh geli “kau sudah memasak? Aku lapar”

Ji yeon mengangguk antusias. Berjalan lebih dahulu menuju meja makan dan mempersilahkan hyuk jae duduk.

“kau mempersiapkannya? Aku bahkan tak memberitau jika aku akan pulang”

Ji yeon tersenyum dengan bola mata yang berbinar “ahh.. donghae baru saja pergi dan ia tak makan banyak” jawabnya tanpa beban.

Hyuk jae menatapnya dalam diam. Hanya sesaat sebelum kembali tersenyum meski tak secerah sebelumnya “ya, aku melihat mobilnya berjalan menjauh” sahutnya.

“benarkah? Sayang sekali kita tidak bisa makan siang bersama”

__

Hyuk jae menghabiskan semuanya. Dalam artian yang sebenarnya, semuanya! Entah karena masakan ji yeon yang terlalu ia rindukan atau memang perutnya saja yang terlalu kosong.

Ji yeon tersenyum menatapnya. Bahkan pudding susu yang baru saja tersaji telah hilang hampir separuhnya.

“kau tidak memiliki uang untuk makan disana?”

Hyuk jae tertawa geli “aku bahkan tak tau harus tidur dimana” candanya. Ji yeon tertawa, menulari hyuk jae disiang berangin itu.

“ah, tunggu!” ji yeon terdiam. beberapa saat setelahnya hyuk jae berjalan mendekatinya lalu berlutut. Namja itu menatapnya dalam lalu detik berikutnya tangan kekar miliknya melayang menghapus beberapa lumatan fla yang mengotori bibir ji yeon.

“bibirmu kotor”

Ji yeon tersenyum. Tak mampu menutupi rasa kagumnya terhadap tindakan spontan hyuk jae yang selalu dapat membuatnya membatu. ji yeon bergerak, mengusapkan jemarinya pada milik hyuk jae yang masih berada dipipinya pelan.

Hampir saja. Ketika..

“ji, aku lupa…”

Ji yeon dan hyuk jae menoleh cepat. “oh, hae! Apa yang kau lupakan?”

Ji yeon berdiri cepat. disusul hyuk jae yang melunturkan senyuman miliknya. Hyuk jae menatap namja itu dalam keheningan. Sementara ji yeon terlihat berbicara dengan riang padanya.

“ji, aku perlu bicara dengan hyuk jae.”

__

Hyuk jae mengikuti jejak langkahnya menuju halaman rumah. Terus berjalan menapaki jejak yang donghae torehkan pada tanah lalu berhenti setelah namja itu juga berhenti.

“hyuk, kita pernah membicarakan ini sebelumnya”

Donghae tak pernah ingin berbasa basi. Dari nada yang ia gunakan, hyuk jae tau ada berbagai rasa frustasi dan putus asa disana. Namun hyuk jae bukan malaikat. Dan jikapun ia tau, ia akan lebih memilih untuk pura-pura tidak tau.

Hyuk jae memasukkan jemarinya kedalam saku jas lalu menatap donghae dingin “ya, kita pernah membicarakannya”

Donghae menggeram kesal “lalu mengapa kau harus berada disini?!” pekiknya.

“kau pun melakukan hal yang sama”

Donghae terdiam. jemarinya bergetar halus. Ia tau, hyuk jae tentu akan tau cepat atau lambat mengenai kedatangannya dari ji yeon.

Tapi mau bagaimana lagi, donghae tak pernah sekalipun berfikir untuk terus memikirkan hyuk jae jika ia saja bisa gila disaat dimana ji yeon terus membayangi fikirannya. Donghae mengepalkan jemarinya, mengumpulkan jutaan kekuatan yang akan datang entah dari mana.

“aku hanya merindukannya”

“begitupun aku”

Donghae mendongak “kau membawanya ke jepang beberapa hari yang lalu!!” pekiknya menahan amarah.

“dan kau tentu telah berkali-kali mengunjungi rumahnya ketika aku berada dimacau”

Donghae kembali terdiam. “hyuk—”

“hae, seperti yang kau katakan, kita pernah membicarakan ini sebelumnya. Jangan sakiti dirimu.”

“lalu kau ingin aku seperti apa?!”

“aku mencintainya”

“aku juga! Aku juga hyuk!”

“dan aku lebih mampu membahagiakannya”

“brengsek! Kau tak bisa menyumpulkannya semaumu!”

Kini jemari itu mengepal semakin erat. Amarah donghae berbaur dengan rasa cemburu dan tekanan halus yang terus hyuk jae lontarkan dari kalimat singkatnya.

“nyatanya… memang seperti itu”

“brengsek!”

Donghae bergerak cepat. kepalan tangan itu tepat menuju pipi kanan hyuk jae. tentu akan menggoreskan warna biru keunguan jika saja hyuk jae tak secepat biasanya.

Hyuk jae diam. Menatap donghae dengan tatapan yang berbeda. Amarah itu juga merasukinya. Bahkan jauh lebih besar dari kobaran milik donghae. Tapi bukan ini yang ia inginkan.

Jika hyuk jae mau, ia bisa saja memukul donghae sejak pertama kali namja itu mengatakan perasaannya terhadap ji yeon pada hyuk jae. membuat namja itu penuh dengan tato keunguan yang menyakitkan.

Tapi ia tak mampu.

Jangan perhitungkan kekuatannya. Hyuk jae mampu membunuh siapapun yang ia kehendaki. Tapi bukan donghae.

Bukan.

Bukan sahabatnya.

Sejak awal semua memang terasa terlalu biasa. Persahabatannya dengan donghae justru membuat semuanya terlihat berbeda. Sejauh yang hyuk jae tau, donghae adalah satu-satunya orang yang mampu ia percaya selama hidupnnya.

Donghae itu segalanya.

Bahkan jauh lebih berarti daripada puluhan kertas saham miliknya.

Hyuk jae tau. bagaimana posisi donghae dalam hidupnya. Bahkan jika dapat disimpulkan, donghae adalah bagian darinya.

Tapi semua terasa berbeda. Benar-benar berbeda ketika ia berkata jika ia mencintai ji yeon.

Hyuk jae tak pernah berfikir ini akan terjadi. Terlebih ketika ia merasa jika rasa yang ia bangun pada sekertaris pribadinya secara diam-diam itu sudah jauh lebih baik untuk meminimalisir segala hal buruk.

Namun diluar dugaan, donghae juga mencintainya.

“jangan memancingku, hae” hyuk jae menatap namja itu dingin.

“kau yang membuatku harus melakukan ini!!”

Donghae menggebu. Emosinya benar-benar tak mampu ia kendalikan. Nafasnya terlihat memburu dengan rona merah mengelilingi wajahnya.

Donghae menarik nafasnya panjang.

Oke. Ini terlihat sangat menjengkelkan. Jika ia dapat terbang, donghae ingin sekali melakukannya. Tapi jika ia bisa. nyatanya, donghae tak pernah bisa.

Lari dari kenyataan adalah satu-satunya jalan yang amat sangat tertutup untuknya. Bahkan terkunci. Karena setiap ia merasa harus melarikan diri, ia akan selalu kembali pada tempat yang sama.

Donghae menggeram. Tak pernah ia bayangkan jika mencintai ji yeon adalah pilihan yang teramat sulit.

Awalnya, yang donghae tau, ji yeon selalu memberikaan seulas senyuman ketika ia mengunjungi sahabatnya. Senyuman ramah yang terlalu manis. Dan donghae menyukainya.

Donghae mencoba bertahan pada kenyataan jika ia tak pernah jatuh cinta. Namun yang terjadi adalah ia membocorkan rasa terdalamnya pada hyuk jae. satu-satunya orang, yang memiliki rasa yang terlalu sama untuk ji yeon.

Donghae tak habis fikir.

Yang ia tau, semenjak saat itu tak ada yang benar-benar lurus antara dirinya dan hyuk jae. Ia menjadi lebih egois dan ingin sekali memenangkan perasaan yeojanya. Dan pada akhirnya, persahabatan mereka berjalan tanpa arah.

“seharusnya aku yang berkata seperti itu, hae”

“omong kosong!! aku__”

“kau terlalu bermimpi!!” hyuk jae tenggelam dalam emosi. Nada miliknya terdengar mulai meninggi dan merah padam itu juga menghiasi wajahnya.

“sial! Apanya yang bermimpi?! Aku mencintainya dan__”

BUGH!

Hyuk jae terengah. Jemarinya terasa perih, namun jauh didalam sana, hatinya terasa beribu kali lebih perih.

Donghae tersungkur dihadapannya. Mengeluarkan darah segar dari sudut bibir  yang terlihat robek beberapa centi.

“aku tak pernah berfikir untuk melakukan ini padamu” hyuk jae berdiri dengan kepala yang menunduk dingin “tapi mungkin aku perlu mencobanya”

Hyuk jae mendongak. Memberikan tatapan jengah miliknya dengan tajam “aku memberikanmu waktu untuk mengatur perasaanmu! Bukan untuk memberikanmu celah agar semakin mencintainya!!”

Donghae terdiam. dalam segala keterkejutannya mengenai pukulan tajam yang untuk pertama kali ia rasakan. Ia tau semua ini akan berjalan tak lagi seperti yang ia inginkan.

“dia kekasihku! Lee donghae!!”

“harus berapa lama lagi kau tenggelam dalam waktu yang tak akan pernah mengubah apapun?!!”

Hyuk jae berjalan mendekatinya “apa dua tahun tak cukup untuk membuatmu yakin jika dia hanya mencintaiku?! Apa persahabatan kita tak pernah kau jadikan alasan untuk tidak bersikap egois?!”

Hyuk jae terengah “aku mencintainya! Dan jika kau pun begitu, aku melakukannya jauh sebelum kau merasakannya!! Dia segalanya untukku. Apa kau tak pernah memikirkan itu?!”

“dia juga segalanya untukku!”

“brengsek! Aku cukup bersabar untukmu, hae” hyuk jae melemah, suara berat miliknya kemudian berubah menjadi parau “aku menginginkannya. Percayalah, aku akan membahagiannya, hae”

Donghae terdiam. untuk pertama kalinya dalam dua tahun yang berlalu dingin, hyuk jae memanggilnya dengan nada yang dulu terdengar sangat menyejukkan.

Donghae menatap matanya. Ada beribu kesakitan yang hyuk jae coba tunjukkan. Dan nama donghae adalah apa yang selalu ingin ia lindungi.

“aku mohon, biarkanlah aku egois. Hanya untuk kali ini saja”

Donghae bergetar hebat. Benarkah jika selama ini ia terlalu egois? Mengapa justru ia selalu merasa sebagai manusia yang paling tersakiti?

Donghae tersadar ketika hyuk jae berdiri. Menghapus linangan air mata yang tak sempat jatuh lalu berbalik memunggunginya.

“aku tetap akan menikahinya. Tapi tidak selama kau masih tersakiti”

Dan sebuah peluru mengikis dasar perasaan donghae dengan kasar. Mengalirkan jutaan aliran darah kebahagiaan miliknya dan hyuk jae. meluapkan berjuta kenangan bersama mereka yang sempat donghae lupakan karena menjadi terlalu egois.

Dan untuk pertama kalinya, donghae menangis untuknya.

‘nyatanya, dua tahun lalu, hyuk jae menggenggam erat kotak beludru berwarna merah itu dalam saku celana miliknya. Kebahagiaan yang terpancar dalam mata bening milik donghae membuatnya merasa jika ini semua tidaklah benar.

Dan nyatanya lagi, hyuk jae benar-benar tak pernah membicarakan apapun tentang rencana pernikahan mereka-ia dan ji yeon-, semenjak semua perasaan donghae menghanyutkan mimpi indahnya’

Nyatanya, hyuk jae mencoba untuk mengalah. Meski tidak untuk selamanya.

-FIN-

Aaaa FF nista apa ini?!! Aku baru sadar kalau ternyata isi blog ini cuma FC dan beberapa old FF yang udah pernah aku post di FWF dulu. Dan waktu aku lihat isi dokument ternyata banyak bgt FF lain yang belum di post>< Nah mengenai cerita sederhana ini aku cuma tiba-tiba berkhayal dalam pengerjaan FC13. ceritanya sih diperebutkan *ketawa evil*. Dan ini sumpah jadi bikin aku geram sendiri.

Haha, selamat membaca ajadeh ya. semoga gak ikutan kesel.

I just realized that i love EunHae brothership so much. Love!

6d7c396058f888b88de1a39438ec73cb7d151f27

With love, Park ji yeon.

20 thoughts on “Booming Heart

  1. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Aigo Lee DongHae, Jiyeon hanya milik Lee Hyuk Jae. Jangan memaksakan sesuatu yang pada akhirnya akan menyakitimu. Tuh, ada Kang Eun Na yg menunggumu *NgomongSamaHae* *LirikFC xD

    • HyukGumsmile says:

      haha eonni ini beda cerita-__- disini mah gak ada wanita lain selain aku *busungkan dada*. cuma park ji yeon yang diperebutkan eunhae disini *bangga* dan kang eun na didepan dulu ajadeh. hehe *cengir kuda*
      kayaknya eonni lg nunggu-nunggu FC deh sampe kebawa-bawa kesana😄

  2. tata says:

    eh?!
    ini kok jadi rebutan ji gene?!
    knp g rebutin q ja?! hihihihi

    nice…
    persahabatan yg memudar karena cinta dan kejamnya waktu
    salute buat hyuk yg begitu sabar
    huhuhu #terharu bgt

  3. kyuhyuk says:

    ayoo saengie banyakin lg ff hyukji nya ^^

  4. vita says:

    Haduhh kaget aku baca nya, kok jdi rebutan gtu is eunhae nya ? Gk ke bayang deh sanggup gk mereka berdua klo beneran gtu ya ha ha ha. Tpi cerita nya bagus singkat n dapet banget feel menghibur sambil nunggu fc 13 tpi dalem bangett keren kmu dian hayalan nya ha ha ha : p

    • HyukGumsmile says:

      haha, jangan sampe deh unn. semoga pertengkaran sahabat kaya gini gak pernah terjadi sama mereka. mereka tuh udah klop banget dan sayang banget kalau mudar esensi persahabatannya. *yeyy! eunhae shipper^^*

  5. lia aprilia says:

    Huakhhhhhh ~
    Kalo baca ini tuh jadi kembali inget dengan kencan buta fighting junior di Wgm Teukso, tapi kebalikan dari cerita ini hyuk yang mengkhianati hae dia merebut eun seo dari hae ^^ sedih bukan main liat tampang dan frustasinya hae pasangannya diambil sahabat sendiri
    Semoga di kehidupan nyata mereka engg kaya begitu ya, tolong jangan hancurkan persahabatan mereka hanya karena cinta !!

    Btw FC 13 kapan di post nih udah ga sabar heheh

  6. marly says:

    Jd donghae mencintai kekasih sahabatya sendiri? Rumittttt…ahh kan kasiann hyukjae ga bisa nikah sama ji yeon kalo donghae masih pnya perasaan sama ji yeon.. -_-
    Mending sama aku aja, lg kosong nih di sebelah..hahahaa

    • HyukGumsmile says:

      iya kan kasian tau kami gak jadi nikah gegara dongek nih. padahal udah ngebet banget mau jadi istrinya lee hyuk jae *apadeh aku-__-*
      haha eonni, ntar fishy marah loh main ambil-ambil dongek😀

  7. naina says:

    aku juga gerammmm #gigit2kuku dan kesel sekaligus kagum bgttt sama kedewasaan dan rasa sayangnya hyuk jae ke sahabatnya – donghae. Baca FF ini bikin aku inget sama FF mu yg Our Love Story, jdi seperti kebalikannya dari FF itu..

    Dan selalu ajah kamu buat aku jatuh cinta lagi dan lagi ke hyuk jae, sempurna bgt sih namja ini klw sudah di tanganmu *apa ini? -,-*

    Dan utk kamu ji, objek utama perebutan dua namja tampan kepunyaan aku😀, kenapa tdk merelai pertikaian mereka?? Jdinya pada bonyok dah haha

    saeng kyaknya aku mw ganti bias ajah x ya, moga2 yesung tdk menggantung aku..
    Boleh juga tuh kamu posting FF yg menumpuk di document mu itu *ketauan deh mupengnya*

  8. HyukGumsmile says:

    aaa eonni kita sama sama geramm *gigit jari*. iya yah? huhu udah lama banget aku gak baca OLS unn. padahal itu karya aku yg paling perdana banget loh *jadi curhat*.
    wks.. iya dongs, lee hyuk jae emang udah sempurna banget dalam bayangan aku unn. jadi ya selalu kayak gini jadinya😄
    iya ntar aku masih mau revisi ulang soalnya masih banyak typo unn..

  9. maria says:

    woaah donghar curang kasihan hyuk jae fc 13nya kapan dipost

  10. hhhhh, ini suka2 author yaaaa, mw direbutin sm eunhae..
    khyalanmu saeeng daeeeebaak, 2 jempol buat kamu.. kkkkkkk
    tp serius, wktu part eunhae ngomong berdua itu bkin deg2an loh.. ga kbyang kl it kenyataan.. jgn sampe *berdoa
    buat dian saeng, semangat buat apa yg sdg kau kerjakan saat ini, fightiiiing, semoga hasilnya memuaskan.. *aminn.. ^^

  11. ai-sparkyu says:

    Hyuk jaeeee!!! Ya ampun, tersentuh bgt liat sikap dia disini.. Menunda utk nikahin ji yeon karena hae cinta juga sma ji yeon..
    Paling tersentuh waktu dia bilang ‘aku tetap akan menikahinya. Tapi tidak selama kau masih tersakiti’, sumpah disitu feelnya dpt bgt! Antara dia yg cinta mati sama ji yeon tapi tetep gk mau buat hae terluka..
    Salut lah liat kesabaran hyuk disini..
    Utk hae, udahlah, ji yeon itu punya hyuk jae.. Hae sma aku aja sini.. Hahaha…

  12. Dwi_h@E says:

    *jitak pala hae* sadar bang ji yeong pacar sahabat mu sendiri
    Awal nya kira’in mereka lg bersaing ngerebutin ji, ternyata ji pacar unyuk
    Huhuhu…..

    Hae sini yeobo *peluk hae*

  13. Nathalie park says:

    Aigooo..g ng’byngin gmn perasaan’y hyuk saat tw sahabat’y sndiri suka sm cwe’y???bahkan dy rela nunda rencana pernikahan’y cmn bwt nunggu hae sadar klo cmn dy yg bs bahagia’in jiyeon…

  14. clee says:

    Eunhae!! Akhirnya aku menemukan cerita yg lumayan banyak donghae nya ♡~♡
    Tapi kasian juga dia jadi pihak yg tersakiti😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s