Fabulously Castle part 12

FC

Judul         : Fabulously Castle 12

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

Haii^^

Aku letak diawal aja ya cuap-cuapnya, biar semua –insyaallah- mau baca. Aku mau jawab beberapa pertanyaan, yang pertama tentang penulisan yang katanya kurang rapi. Duh, aku bingung mau jawab apa kalau yang ini. Jujur ya, aku orangnya pemalas banget, jadi ya kalau ceritanya udah selesai paling banter juga aku ngecek typo –dan itupun belum berhasil mengurangi tingkat kesalahan yang ada-. Ada juga eonni yang nanya kenapa awal nama enggak dikasih huruf besar. Sebenarnya aku mau aja unn, tapi terkadang waktu ide lagi ngalir kenceng, aku suka mengabaikan banyak hal termasuk mencet ‘shift’ berbarengan huruf awal sebuah nama. Jadi, aku minta maaf ya. Kalau untuk yang satu itu kayanya aku belum bisa perbaiki karena memang belum cukup waktu *sok sibuk banget akunya*. Sekali lagi maaf.

Terus, buat yang minta part siwon dibanyakin. Sekali lagi, readersku tersayang, tunggu ya. Mereka punya waktu tersendiri untuk memulai kisah mereka. Biar mengalir aja secara perlahan:)

Dan untuk yang lainnya, sekali lagi aku berterimakasih tanpa henti buat kalian semua. Makasih udah mau dan tetap mau baca karya aku yang sederhana dan ada yang bilang ‘kurang menarik’ ini:’)

Happy Reading^^

 

 

 

Paginya…

Donghae mengernyit. Matanya terasa seperti terbakar terusik sesuatu. Dalam sekejap bola matanya terbuka perlahan kemudian donghae menyadari jika sinar matahari pagi sudah terlalu lancang memasuki daerah pribadinya terlalu dalam.

Melalui celah gorden yang telah terbuka sepenuhnya, donghae sadar jika saat ia terbangun bukan lagi pagi yang akan ia dapati. Jemarinya kemudian memijat pelan pangkal hidungnya. Berusaha untuk beradaptasi dengan cahaya mentari yang terlihat mulai tak senang dengan keberadaannya.

Donghae berpaling. Sejenak membalikkan kepalanya kemudian menutupnya lembut. Lalu dalam hitungan kilat ia membuka mata dan bergantian menatap sekeliling ruangan lalu berbalik pada daerah kosong disamping tempat tidurnya.

Donghae dengan cepat membuka selimut lalu mendapati diri masih tanpa busana. Seingatnya, ia bersama eun na semalam. Menghabiskan malam panjang untuk menuntaskan emosi bercampur nafsu milik donghae.

Donghae tersenyum miring mengingatnya. Sial! Ia tak pernah benar-benar menginginkan wanita seperti ia menginginkan eun na.

Ia menatap kembali sudut kosong dalam ranjang king size miliknya, lalu sebercak darah mengotori alas kasur yang memang berwarna putih kecoklatan itu. Donghae kembali mengingatnya, dan sedetik kemudian melenguh karena merasakan adiknya kembali berulah.

Namja itu berbalik, meraih ponselnya yang bergetar , mengangkat panggilan yang ke –entah yang keberapa- dari hyuk jae.

“yah! Kau dimana?”

Donghae berdehem sekali. Meski ia bukanlah pengisi desahan sepanjang malam kemarin, ia tetap merasa jika suaranya akan habis dan terus habis sesaat setelah ia bangun. “aku—“ donghae berhenti. Benar kan, suaranya menjadi lebih serak.

Donghae mendengar hyuk jae berdecak kesal “ya, brengsek! Kau sudah bertunangan. Awas saja jika aku mendatangi apartemenmu dan menemukan banyak wanita disana!”

Donghae hampir tertawa jika tak mengingat suaranya, ia kembali berdehem singkat “diamlah. Aku sedang berusaha bertahan dengan wanita cerewet yang satu ini” jawabnya.

Dari seberang sambungan, donghae tau hyuk jae paham betul maksudnya. Namja itu tak lagi menanggapi perkataannya “jadi,, bagaimana dengan janjimu pagi ini? oh—ini bukan lagi pagi. Maksudku, kau tidak ingin bertanggung jawab telah membuatku menunggu?”

Donghae melirik jam diatas meja rias. Ia tersenyum dan menggosok bagian tengkuknya perlahan. Ya ampun, ia lupa ia ada janji mengunjungi distrik perbelanjaan umum bersama hyuk jae pagi ini. Sial!

“sepertinya kau harus berkeliling sendiri. Aku masih sibuk—“

“ya kau memang tak pernah bisa mengendalikan nafsumu”

“sialan kau lee—“

Pintu kamar terbuka saat donghae baru saja akan meneriaki sahabatnya. Donghae mendapati eun na berdiri didepan pintu dengan kaos lengan panjang kebesaran milik donghae. Hah, donghae bahkan hampir lupa jika ia telah merusak pengait gaun eun na semalam.

Namja itu dengan cepat berdiri tegap lalu mendapati eun na mengeluarkan semburat merah pada pipinya. Donghae menyambunyikan ponsel pada lipatan kaki, lalu ia baru menyadari jika selimut yang menutupi tubuhnya telah merosot hingga batas pinggulnya yang rendah.

“aku sedang memasak. Sebaiknya kau mandi”

Hanya sepenggal itu, lalu eun na kembali menghilang. Yang anehnya—donghae lupa untuk menjawab atau bahkan untuk sekedar mengangguk. Matanya tiba-tiba terasa rusak. Mengapa eun na terlihat begitu cantik sekarang? –batinnya.

“ya!!”

Donghae mengembalikan ponselnya pada telinga. Sial! Lee hyuk jae ini apa sudah terlalu gila hingga berteriak pada sambungan teleponnya pagi-pagi seperti ini?

“diamlah sebentar! Aku sedang—“

“lee donghae akan kupatahkan lenganmu karena ini”

Dan sambungan terputus. Namja itu menggeleng lalu melemparkan ponselnya pada nakas diatas bufet kamar. Ia lupa punya sahabat yang terlalu perajuk. Ia melilitkan selimut tebalnya pada seputaran pinggang lalu berjalan menuju kamar mandi.

Donghae tak bisa berhenti menatap eun na. Gadis itu masih berada di pantri, menyiapkan entah apa yang donghae yakin cukup baik untuk dimakan. Ia duduk pada meja makan dengan santai usai membersihkan diri. dan namja itu baru menyadari jika ia terbangun saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.

Mungkin, akan lebih baik jika ia tidak bekerja hari ini.

Donghae menatap omelet yang eun na sajikan sekilas. Entah mengapa ia merasa jauh lebih baik ketika gadis itu berada dalam apartemennya pagi-pagi seperti ini lalu menyiapkan sepiring sarapan dengan pakaian besar yang menutupi tubuhnya hingga setengah paha.

Donghae, jelas bernafsu kembali menginginkan eun na. Tapi akal sehatnya lebih berperan kali ini. ia baru sadar jika semalam eun na belum menyatakan setuju untuk bergumul dengannya. Ia juga ingat jika semalam ia terlalu memaksa meski eun na juga tak menolak.

Tiba-tiba donghae merasa seribu kali lebih canggung daripada kencan pertama mereka dulu. Eun na yang kemudian duduk dan meletakkan segelas air mineral hangat didekat piring omelet donghae membuatnya semakin canggung.

Eun na sejauh ini masih diam, belum berbicara selain satu kalimat yang ia lontarkan sebelum donghae membersihkan diri, tadi. Yeoja itu hanya menyendok omeletnya dan mengunyah dalam diam.

Eun na, berhenti menjadi gadis cerewet pagi ini. donghae kira ia akan segera menjadi penghuni bangsal inap rumah sakit jika saja ia tak dapat menghandle amukan eun na. Nyatanya, tidak terjadi apapun. Eun na diam dan sialnya membuat donghae semakin merasa bersalah.

Ia menatap eun na ragu, gadis itu hanya menunduk sepanjang acara makan pagi mereka yang senyap. Donghae terus memperhatikannya, meminta maaf-pun sepertinya tak akan membuat kegadisan eun na kembali.

Lagipula, meski memang harus meminta maaf, donghae yakin hal seperti itu bukanlah hal yang mudah. Eun na keras kepala. Donghae masih ingat kenyataan yang satu itu.

“maaf aku menggunakan bajumu. Kait gaunku sudah tidak bisa di—“

Donghae merasa dipukul saat eun na meminta maaf. Sial! Dia pria. Seharusnya dia yang memulai percakapan ini dengan kata maaf. Donghae meraih jemari eun na lalu menggenggamnya lembut.

“tidak, tidak. Aku yang seharusnya meminta maaf. Maaf merusak kait gaunmu. Dan,, mengenai bajuku, seluruh apartemen ini juga milikmu. Jadi, bukan masalah besar” potong donghae cepat.

‘AKU TUNANGANMU!’

Sekilas bekas bayangan semalam melintasi pikiran donghae. Ia sadar, semalam ia baru saja berucap jika eun na adalah miliknya dengan label ‘pertunangan’. Dan lagipula, eun na memang sudah menjadi miliknya. Oh tolonglah, donghae kegirangan sekali saat ini.

Ia tersenyum saat eun na menunduk malu. Donghae mendapati jika mulai hari ini eun na mungkin akan bersikap jauh lebih manis mengingat mereka sudah terlalu jauh seperti ini.

“mengenai semalam—“ donghae berdehem. Ia ingin sekali menjadi lelaki gentle seperti saat ia meninggalkan banyak wanita usai pergumulan mereka sebelum ini. Tapi bersama eun na ia selalu merasa jika sesuatu tengah memberatkan lidahnya untuk bergerak.

Donghae mengusap tengkuknya ragu. Eun na terlihat menunduk semakin dalam dengan wajah seperti kepiting rebus –memerah padam. “aku—“ donghae mencoba melanjutkannya “aku minta maaf. Ini pertama untukmu dan aku sepertinya terlalu memaksa. Aku tidak—“

“donghae-ssi..” eun na memotong.

“—ya?”

Namja itu menatap eun na dengan mata penuh tanda tanya. Terlalu penasaran dengan lontaran kata-kata yang akan eun na keluarkan detik itu.

“apa kau juga akan meniggalkanku setelah ini?”

Godam besar membolongi dada donghae. Perkataan eun na memukulnya dalam-dalam. Ia baru sadar jika eun na telah mengetahui ke-brengsek-annya selama ini. Ia tau cepat atau lambat eun na akan berfikir seperti ini. Hanya ia merasa belum terlalu siap untuk menerima pemikiran eun na yang terlalu dangkal.

Jelas, ia tak akan meninggalkannya. Donghae baru saja berbagi segala hal. Seprei kasurnya yang dinodai darah, waktu, perhatian, hati, perasaan dan donghae baru ingat jika ia telah berbagi benihnya semalam. Hal yang hanya ia lakukan bersama eun na.

Tiba-tiba eun na menarik jemarinya halus “tak apa, sepertinya terlalu sulit untuk menjawab—“

“tidak. Bukan seperti itu” donghae kembali mengait jemari eun na, matanya menjadi jauh lebih berani ketika eun na mendongak dan menatapnya dalam satu garis lurus tanpa celah “jelas,, aku akan bertanggung jawab” ucapnya.

Eun na masih menatapnya ragu “apa hal seperti itu kau katakan pada setiap gadis?”

‘Tidak! Kang eun na, hanya padamu!’

Donghae merasa menjadi lelaki paling brengsek –ia baru menyadarinya-. Ketakutan eun na terlalu besar, menjadi tolak ukur seperapa percayanya eun na pada janji ‘pertanggung jawaban’ yang ia lontarkan sebelum ini.

Donghae mengeratkan genggamannya “Percayalah, aku hanya mengatakan ini satu kali” eun na menunduk, mungkin merasa tak sanggup untuk melihat keseriusannya “kita menikah, secepatnya” ujar donghae menambahkan.

Eun na menatapnya cepat. Cukup terperanjat saat donghae begitu yakin dengan perkataannya untuk menikah. Yang jelas, seperti saat pertama kali mereka bertemu, pernikahan hanya akan membatasi dan melunturkan pesona donghae. Eun na masih ingat kata-kata itu.

Ia baru saja akan berucap ketika donghae mendahuluinya “semalam,, aku tak berniat untuk—melakukan ‘itu’. Hanya saja kau terlalu bebal. Aku menjemputmu dan eomma bilang kau sudah pergi. Aku tidak percaya ternyata kau bersama pria lain”

Eun na menatap donghae ragu. Jangan katakan jika namja players ini sedang merajuk dan mengadukan keluhannya.

“aku ingin minta maaf. Kau tidak menjawab sambungan teleponku setelah hari itu. Kang eun na, aku bersumpah tak pernah menghamili siapapun!”

“tapi kau meniduri banyak wanita”

Donghae terdiam. sial, ia salah berbicara. Seharusnya ia berkata jika gadis itu tidak hamil dan bukan hamil karenanya, sudah, cukup. Mengapa harus membawa kata ‘siapapun’?

“ya,, memang. Tapi tidak lagi semenjak bersamamu”

Eun na menelan ludahnya cepat “bukankah,, itu hanya untuk mengelabui orang tua kita?”

Donghae berfikir. Ya, sebelum ini memang ia berniat seperti itu. Tapi donghae bersumpah ingin memecahkan kepalanya, bukankah seharusnya eun na mengerti jika maksudnya adalah ‘donghae memberhentikan kebiasaan buruknya semenjak eun na datang’.

Namja itu melenguh sejenak “kang eun na, begini. Ya,, aku memang—“ donghae merasa kerongkongannya tercekat, eun na ternyata masih terlalu polos meski terkadang sedikit galak “—ku akui, aku brengsek. Aku meniduri banyak wanita, dan kau adalah salah satu diantaranya. Tapi akan lebih baik jika kau ingin menjadi yang terakhir. Maksudku—“ donghae berdehem “—aku serius. Ayo menikah”

“ini akan mengekangmu. Dan lagipula,, jangan terpaksa karena kejadian ini”

Donghae menutup matanya frustasi. Benar kan? Eun na itu keras kepala!

“tidak. Aku serius. Dan, kejadian ini tidak memaksaku. Aku hanya terlalu kalut melihat pria itu hampir mengecup bahumu semalam, dalam pestaku. Aku jelas mengadakannya untuk memperjelas status pertunangan kita, dan kau justru datang dengan pria lain lalu berdansa didepanku. Aku hanya,, ya, aku merasa itu tak seharusnya. Seharusnya aku yang berada disana bersamamu. Tapi kau justru bersikap seolah aku bukanlah siapa-siapa untukmu”

Eun na menunuduk, lalu berujar “kau merasakannya, bukan? Aku juga. Setiap gadis-gadis cantik itu menemuimu—“

Donghae memejamkan matanya erat. Benar dugaannya. Eun na mencoba membuatnya sadar akan satu hal itu. Rasa saling memiliki. Donghae milik eun na begitupun sebaliknya.

“maaf” lirih donghae lemah. Ia tau, ini kesalahannya.

Eun na tak berbicara banyak. Matanya hanya menjadi lebih teduh, jauh dari dugaan donghae sebelum ini. Yeoja itu menarik jemarinya kemudian melanjutkan memotong omelet pada piring.

Donghae terdiam, menatap eun na yang sepertinya mulai acuh padanya. Ia mendesah ragu, sial, sekarang ia justru terlihat seperti seorang yang frustasi karena ditolak wanita.

“donghae-ssi, namja itu sahabatku. Baek in hyun”

__

Je young bersumpah akan merutuki dirinya yang memilih untuk berlari kencang ketika bertia kedatangan kyu hyun menyebar. Seperti remaja tanggung yang mengejar sang idola, je young rela setitik keringat membasahi pelipisnya ketika beberapa menit kemudian, kyu hyun menampakkan diri dari dalam ferrary458 italy miliknya.

Kyu hyun sempat tersenyum. Menampakkan pesona yang terlalu mencolok dan tanpa je young sadari mulai mampu menembus baja kokoh yang ia bangun.

Je young baru saja bergumam dalam hati betapa kepergian namja itu selama seminggu telah membuatnya sungguh amat gelisah. Padahal, demi apa je young benci mengulang kembali kenyataan jika namja itu terus berputar dalam benaknya.

Namun je young hanya tak paham mengapa gelenyar kepahitan itu terus menghantuinya ketika kejadian kyu hyun bersama seorang yang ia sebut ‘jess’ itu kembali berputar kencang.

Ada rasa yang menohok didalam sana. Membuka tabir gelap sisi hatinya yang selama ini tak pernah tersentuh sama sekali. Je young baru sadar jika setelah lebih dari dua bulan bekerja, tak sekalipun ia merasa kehidupannya sedatar sebelum ini.

Je young menyukai choi siwon. Jelas sekali. Dan salah satu tujuannya mendapatkan posisi kantor tentu karena hal itu. Namun ada saja yang berbeda jika waktu telah berdusta.

Waktu membohonginya. Menipunya dengan seringan jahanam yang busuk. Membiarkan je young terjebak cukup lama sebelum akhirnya ia sadar jika.. kehadiran siwon tak lagi menarik baginya.

Ada yang berbeda. Sama seperti perasaan yang sebelum ini pernah ia rasakan pada siwon. Namun jauh lebih spesifik. Dan ini menyangkut berbagai hal-hal kecil yang terjadi setelah hari itu, je young sempat mengembalikan kemeja biru muda kyu hyun.

‘ambillah. Anggap saja hadiah dariku’

Hanya sepatah kata sebelum –anehnya- je young menurut patuh. Je young terkejut dalam redaman ketika kyu hyun berjalan semakin mendekat. Entah perasaannya saja atau kyu hyun memang terlihat memandanginya? Atau mungkin saja kyu hyun sebenarnya hanya akan melintas dan mengabaikannya?

Je young mundur, menyembunyikan diri semakin dalam pada meja resepsionis kantor. Namun matanya semakin awas, hingga akhirnya bayangan itu benar-benar berhenti tepat didepannya.

“shin je young-ssi. Kita perlu bicara”

Je young menurut saja ketika kyu hyun berjalan mendahuluinya. Membawa je young menuju ruangan pribadi namja itu kemudian memintanya untuk duduk. Kyu hyun memesankan je young segelas smoothie manggo lalu menyeruput black coffe creamer miliknya sendiri.

“bagaimana kabarmu?”

Ji yeon bersiap menganga ketika kata demi kata itu meluncur. Kabar? Sejak kapan mereka bertukar kabar?

“baik sajangmin” jawab je young seadanya. Yeoja itu kemudian mendengar deritan lapisan kulit sofa lalu suara bass kyu hyun yang dalam kembali menginterupsinya.

“baiklah. Biar kuperjelas. Aku ingin kita membicarakan banyak hal. Jangan panggil aku sajangnim. Aku belum terlalu tua untuk panggilan seperti itu”

Mendadak je young tertawa pelan, dan kyu hyu tertular untuk sementara waktu.

“aku serius” ujar kyu hyun tegas “aku tau kau tak begitu menyukaiku tapi bisakah kita bersikap sewajarnya saja? Aku memerlukanmu dalam perusahaan ini sementara kita telah bekerjasama hampir dua bulan tanpa merasa saling membutuhkan”

Je young tak mampu berkelakar. Seluruh perkataan kyu hyun membuatnya kembali berfikir logis tentang mengapa ia perlu membenci atasannya itu. Well, sejak awal je young paham betul mengapa ia tak pernah menyukai kyu hyun dan kawan-kawannya, kecuali siwon.

Namun setelah dua bulan bekerja, je young lebih tak mengerti lagi mengapa alasan klise seperti itu tiba-tiba memudar dan ia membiarkan dirinya membenci kyu hyun tanpa alasan.

“aku tak membencimu” aku je young cepat.

Kyu hyun tampak tersenyum tipis “nada bicaramu tak dapat menutupi perasaanmu. Boleh aku memanggilmu shin saja?”

“je young. Panggil aku je young. Aku tak begitu suka ketika margaku tak terlalu dihargai”

Kali ini kyu hyun berbalik mengerjap. Oke, pergaulannya bersama hyuk jae, donghae dan siwon memang tak mengenal marga. Mereka akan memanggil sesama mereka dengan kata apapun yang mereka mau.

Dude. Brengsek. Tampan. Atau bahkan marga sekalipun.

“maaf, aku terlalu terbiasa” kyu hyun bergerak maju “oke, biarkan aku memanggilmu sesukaku. Asalkan bukan marga, betul?”

Je young mengangguk.

“baiklah. Begini, je..”

Je young terbelalak tak percaya. Je? Itu hanya panggilan ji yeon dan eomma untuknya. Tak pernah ada orang lain yang memanggilnya seperti itu.

“ada masalah?” je young tersadar cepat.

“bukan. Bukan apa-apa”

Je young kemudian menyeruput smoothie manggo miliknya lalu kembali terfokus. Sejak awal, je young tau benar jika pemanggilan dirinya menuju ruangan ini bukanlah untuk hal-hal yang sepele.

Kyu hyun tak mungkin merendahkan derajatnya dengan membolehkan je young tak menggunakan kata sapaan yang sopan jika tak menginginkan sesuatu. Je young tanda sekali dengan orang-orang seperti mereka.

“aku perlu bantuanmu”

Nah! Je young melonglong dalam hati. Tebakannya memang terlalu jarang meleset. “ne?”

“aku cukup tau mengapa kau membenciku. Terasa sangat amat kental semenjak pertama kali kita bertemu hingga,, beberapa waktu yang lalu”

Je young tersentak. Jadi, apa kyu hyun menyadari tentang perubahan sikapnya?

“ku tak perlu penjelasan mengenai apa yang kau fikirkan hingga aku begitu terlihat menjijikkan bagimu. Dan, oke. Aku memang lelaki brengsek. Untuk yang satu itu aku tak perlu menyembunyikan apapun” je young terkesiap selama beberapa menit.

“mungkin itu juga salah satu yang membuatmu anti. Aku tau, tak semua wanita dapat menerima cara kami –aku, hyuk jae dan donghae- memandang kehormantan wanita. Dan kau adalah salah satunya”

Dan sejurus berakhirnya kalimat itu, je young mengangguk tegas. Membuat kyu hyun terdiam untuk sesaat kemudian tersenyum percampuran malu, takjub dan tak menyangka. Je young menjadi wanita ter-jujur kedua setelah ia mengenal ji yeon.

Dua dari beribu wanita yang tentu saja masih terlalu polos.

“lalu, apa yang perlu aku bantu?”

Kyu hyun diam untuk sesaat. Ia sudah memikirkan ini berkali kali hingga hampir saja mengacaukan seluruh konsentrasinya di macau. “jadilah kekasihku”

Je young mengerjap “NE?!!” lalu melonjak dengan cepat. Menatap kyu hyun penuh tatapan horor tak percaya sementara namja itu masih duduk dan tak bereaksi berlebihan.

“apa maksudmu dengan__”

Kemudian je young terduduk atas tarikan tangan kyu hyun “aku belum selesai berbicara” ujar namja itu datar. “aku ingin kau menjadi kekasihku. Hanya untuk sementara waktu hingga aku tak lagi perlu memusingkan diri dengan masalah wanita.”

Je young mengernyit aneh “memangnya kau bisa hidup tanpa wanita?”

Lalu sebuah godam menghantam kyu hyun. Terlalu jujur membuatnya menjadi wanita yang cerewet namun menebak banyak sisi terlalu jitu. Kyu hyun merasa tercekat, baru diberi kebebasan saja sudah membuatnya mampu menilai kehidupan kyu hyun dari cara yang ia benci.

“ya,, mereka memang sumber kesenanganku” ralatnya. “aku sempat berfikir untuk menjadikan wanita lain sebagai kekasihku. Tapi setelah berfikir ulang, entah mengapa aku terus terfikir tentangmu”

Je young terdiam. apa? Terfikir tentangnya? “w wae?”

Kyu hyun kemudian menatap yeoja itu bersungguh-sungguh “karena kepalang tanggung kau tau semua ini.” perlu waktu untuk je young dapat mengerti hingga akhirnya kyu hyun berkata “aku dan jess”

Je young menghembuskan nafasnya berat “maaf, tapi ini bukan wilayahku untuk ikut campur dalam masalah pribadi kalian. Maksudku, percintaan seperti ini. Kalian memiliki privasi dan jangan jadikan aku seolah wanita lain yang menghancurkan hubunganmu dengan__”

“aku dan jess telah lama berpisah” je young terdiam “lima tahun yang lalu” dan setelahnya menganga lebar.

“lima tahun?” tanyanya tak percaya. Kyu hyun mengangguk “tapi,, mengapa?”

Awalnya kyu hyun nampak melunak namun seakan tersadar, mimik wajah itu kembali menegang dengan cepat “itu baru privasiku” jawabnya tepat.

Je young memilih untuk diam. “lalu apa yang terjadi dengannya yang terus.. mengunjungimu?”

“entahlah. Dia datang dan kembali berharap. Aku hanya tak ingin mengulang masa lalu, karena itu, aku butuh bantuanmu”

Je young kemudian semakin diam. Namja itu terlihat sangat tidak ingin jika je youg mengetahui banyak hal. Ia tak ingin banyak bercerita dan membatasi daerah privasinya dengan baja tebal.

“t tapi aku__”

“jika ini dianggap pekerjaan, maka aku akan mengirimkan bayaranmu. Berapapun”

Je young tercekat. Bukan masalah bayaran ataupun sikap congaknya. Tapi terlebih pada rasa penasaran je young terhadap pribadi kyu hyun yang –menurutnya- sungguh aneh.

“bagaimana?”

Je young tersadar. Terdiam cukup lama hingga akhirnya berkelakar “boleh aku memikirkannya?”

__

“bagaimana?”

“emm,, ya, eomma bilang akan pergi hari minggu ini”

“jadi,, kau bisa?”

Eun na mengangguk pelan meski tau persis jika donghae tak akan melihatnya. Gadis itu menggenggam ponselnya erat saat perlahan suara berat donghae yang sesekali serak mengganggu konsentrasinya.

Ya tuhan eun na benar-benar gila. Ia baru menyadari jika ia dan donghae belum terikat apapun saat ia melepaskan kegadisannya pada namja itu. Eun na juga lupa mengapa ia begitu pasrah saat donghae terus menyentuhnya. Seharunya, mengingat betapa selama ini eun na terus menatap donghae dengan mata awas miliknya, eun na memberontak dan kabur.

Atau paling banter menampar wajah mulus donghae lalu membatalkan pertunangan mereka. Tapi eun na baru menyadari jika ia menyukai sentuhan namja itu. Meski eun na akan merutuki diri karena menjadi seperti wanita liar, ia tetap saja merasa ada satu rasa senang dalam dirinya.

Yah, ia juga tak ingin munafik. Eun na menginginkan petunangan ini. Selain karena sosok donghae yang perlahan cukup meracuninya, kini pun ia tak lagi dapat pergi karena jika itu terjadi eun na bersumpah akan menyesali kegadisannya.

Bagi eun na, jika donghae merebut miliknya, maka namja itu harus  bertanggung jawab hingga akhir.

“nona kang??”

Eun na tersenyum. Donghae sudah jarang sekali memanggilnya dengan panggilan ‘kau’ menggunakan nada yang pongah. Ia lebih sering menggunakan kata ‘nona kang’ atau seperti ‘kau’ namun dengan intonasi lebih lembut.

“ya?”

“jadi, apa kau bisa? aku perlu mempersiapkan sesuatu untukmu”

Dan eun na merasa jika donghae menjadi lebih manis. Meski ia tetap saja pongah, namun sikap namja itu seolah menunjukkan jika ia juga tak ingin kehilangan eun na dan eun na menyukai gagasan semacam itu.

“eum,, memengnya kita akan pergi kemana?”

Eun na mendengar donghae terbatuk sekali lalu berdehem kecil “pantai. Kau ingin ke pantai?”

Eun na tersenyum. namja itu bahkan tau kesukaannya hanya setelah mereka mengunjungi pantai satu kali, beberapa hari yang lalu. Eun na mengulum senyum tipia lalu bergumam “arraseo, nanti aku kabari lagi”

__

“pertama, aku ingin tak ada wanita lain selama aku menjalani sandiwara ini” kyu hyun terbatuk sekali “maksudku, tak ada kencan apapun. Dan jika aku tau, akan dengan mudah bagiku untuk membeberkan semua ini”

“kedua, berjanjilah tidak akan terjadi hal apapun. Tidak dengan ciuman dan sentuhan berlebihan. Lalu__”

“berpegangan tangan?” kyu hyun memotong dan je young terkesiap cepat.

“ehem. Begini__”

“kita sepasang kekasih. Akan terlihat sangat aneh jika kau terus berjalan dibelakangku”

Dan je young membatu untuk sesaat lalu mengerjap beberapa kali “akan kufikirkan” ucapnya canggung.

Kyu hyun tersenyum kecil. Oke, je young benar-benar kolot. Bahkan hubungan pertemanan saja membutuhkan gandengan meski realisasi romantisme memang akan tercipta melalui hubungan kasih.

“bisa kulanjutkan?” sambung je young. Kyu hyun mengangguk.

“ini yang terpenting” ujarnya “tolong bantu aku menjauhkan sahabatmu dari ji yeon” Kyu hyun menatap tak mengerti sebelum je young berkata “lee hyuk jae”

Kyu hyun cukup terkejut meski tak menunjukkan ekspresi yang berlebihan. Ia tersenyum setelah menguasai diri “kau memintaku menghalangi hyuk jae mendapatkan ji yeon?” jawabnya.

Je young menatap kyu hyun serius “iya. Karena bagiku lebih baik ji yeon tak memiliki kekasih daripada harus bersama sahabatmu”

Kyu hyun tersenyum “apa karena kebiasaannya yang__”

“sangat brengsek” potong je young “aku tak ingin ia memiliki ji yeon lalu menyakitinya. Ji yeon itu lebih dari sekedar pantas untuk mendapatkan lelaki baik-baik. Dia sahabat terbaikku, dan aku tak ingin ia tersakiti”

Kyu hyun terdiam. Apa gagasan wanita baik-baik hanya untuk pria baik-baik saja itu benar? Jia memang seperti itu lalu wanita brengsek seperti apakah yang nantinya akan mendampingi dirinya?

Kyu hyun berfikir sejenak, sial! Berhubungan dengan gadis kolot memang sedikit menyusahkan. “aku tidak bisa menghalanginya” tutur kyu hyun setelah berfikir.

“tapi—“

“akan aku lakukan jika ternyata hyuk jae memang tak serius. Tapi,, aku memiliki firasat baik pada ji yeon. Jadi bisakah kau bersabar? Biarkan saja mereka memulai dan melangkah perlahan. Jika memang sahabatmu tersakiti maka aku berjanji akan melenyapkan hyuk jae dari kehidupannya”

Je young berfikir, cukup logis. Alasan yang kyu hyun berikan cukup membuatnya goyah. Lagipula, ia belum mengenali hyuk jae dengan baik. Seperti pada akhirnya ia dan kyu hyun dapat berbicara seperti saat ini, mungkin saja sifat hyuk jae lebih baik daripada kyu hyun.

Je young mengangguk. “baiklah. Dan yang terakhir,, aku tak akan meminta bayaran apapun. Aku akan tetap seperti ini tanpa perubahan dan tidak ada gangguan privasi.” Ji yeon berhenti sejenak “bagaimana?” tanyanya.

__

Ji yeon berusaha untuk tak perduli setelah hari itu ia dengan lancang mengatakan jika ia menyukai hyuk jae. Ia tetap mendatangi kantor periklanan itu demi mengantarkan sekotak lunchbox.

Yang ji yeon sadari, hari itu jung mo pernah berkata jika hyuk jae telah menghabiskan seluruh bekal buatannya. Cukup membuat ji yeon kembali bernyali meluncurkan lunchbox miliknya pada sekertaris pribadi hyuk jae itu.

Ini hampir seminggu. Meskipun ji yeon tak bertemu langsung dengan hyuk jae karena berbagai alasan yang terkadang perlu jungmo dustakan. Ji yeon tau, entah apa yang membuat hyuk jae berfikir untuk menjauhinya. Yang pasti ji yeon benar-benar tau jika bahkan saat ini hyuk jae pasti berada didalam sana dan entah tengah melakukan apa.

“hari ini ada menu apa?” jungmo tersenyum menyambut.

“bukan urusanmu, oppa” ji yeon kemudian memberikan satu kotak yang lebih kecil “ini, makan punyamu saja” ujarnya.

Jungmo tersenyum “kau mencoba menyuapku?”

“untuk apa? untuk tidak lagi membohongiku?”

Dan lelaki itu terdiam cepat. “aha ahaha kapan aku membohongimu?” jungmo tertawa hambar lalu ji yeon balas dengan senyuman.

“entahlah, mungkin sudah terlalu banyak” jawab ji yeon. Yeoja itu kemudian meletakkan lunchbox yang besar dan mendekat “kali ini ada rapat apa lagi?” tanyanya.

Jungmo tergagap. Cukup kaget saat ji yeon mengerti kebohongannya selama ini. Sementara ji yeon terlihat tertawa kecil “pastikan dia tidak menghabiskan waktu makan siangnya diluar. Aku percaya padamu, oppa!”

Ji yeon menepuk bekal itu dua kali kemudian menatap jungmo dengan mata berbinar yang indah. Yeoja itu akhirnya memutuskan untuk berbalik dan meninggalkan kantor.

__

“ini, bekal untukmu” jungmo meletakkan setumpuk kotak berwarna coklat diatas meja hyuk jae. Kemudian sekonyong-konyong keluar tanpa mengucapkan kata kesopanannya. Jungmo justru bergumam kecil namun masih dapat ditangkap jelas oleh hyuk jae.

“dia tau dan aku tak ingin lagi berbohong”

“apa hyung?!” tanya hyuk jae. Kemudian jungmo berbalik dan menatapnya tak berminat.

“jika kau tak menyukainya, katakan saja. Aku bisa bergelimang dosa hanya karena melindungimu darinya. Bukankah kuasamu besar? Apa sulitnya untuk mengatasi yang satu ini?”

Sementara hyuk jae hanya tersenyum. Ia tak memperdulikan jungmo dan lebih memilih menatap lunchbox didepannya. Hyuk jae kembali tersenyum.

Bukan dia.

Bukan dia yang ingin seperti ini. Jika ia bisa, ia juga ingin mengatakan jika ‘aku tidak menyukaimu, jadi pergilah’. Tapi hyuk jae gamang. Perasaan nyaman bersama ji yeon menyelubungi otak berfikirnya hingga saat ini, ia tak dapat menentukan apapun sebelum merasa jika pilihannya benar.

Hampir seminggu, setelah yeoja itu berucap lantang mengenai perasaannya didepan hyuk jae. Dan meski seingat hyuk jae ia tak menanggapinya, yeoja itu justru terlihat lebih maju dan berani.

Secara terang-terangan memperhatikan hyuk jae tanpa perduli jika hyuk jae berkali-kali mencoba bersikap ‘menolak’ meski tak dengan cara kasar yang selama ini ia gunakan pada yeoja lainnya.

‘sudah malam, aku akan mengantarkanmu pulang’

Seingat hyuk jae hanya itu. Tak ada respon berlebihan. Tak ada jawaban ya, tak ada pula jawaban tidak. Toh, ji yeon bukan memintanya menjadi kekasih. Yeoja itu hanya menyatakan perasaannya. Hanya sebatas itu saja.

Hyuk jae tersentak di detik berikutnya. Belakangan kata-kata jungmo menjadi fokus utama otak kecilnya. Ji yeon, terlalu baik. Bukan yeoja itu yang bermasalah, hanya hyuk jae saja yang merasa tak pantas untuk dicintai yeoja sepertinya.

Dan setelah waktu makan siang itu berlalu, ji yeon mendatangi meja jungmo. Ia perlu kotak bekal miliknya jika esok ia masih ingin hyuk jae tak makan siang diluar. Namun aneh, ji yeon hanya menemukan kotak kecilnya, sementara jungmo terlihat tak ada.

Apa dia sudah pulang?

Ji yeon kemudian mencoba mengelilingi meja dan tetap tak menemukan apapun. Akhirnya yeoja itu menarik kotak kecil miliknya dan berjalan pelan menuju ruangan hyuk jae.

Jika jungmo saja tidak berada ditempat, berarti hyuk jae juga sudah..

Ji yeon berjinjit pelan. Sejurus kepala kecilnya mengintip malu, mata itu langsung bertumbuk pada satu kotak berwarna coklat yang bertengger manis diatas meja kerja hyuk jae. Ji yeon melirik sekitar, kemudian tak lama berjalan pelan dan merebut bawaannya. Ia berbalik cepat sebelum memilih untuk bertemu dengan..

Hyuk jae.

Ji yeon gemetar sesaat. Kotak bawaannya jatuh begitu saja sementara kedua pipinya mulai memanas. “ji yeon-ssi, apa yang kau lakukan?” tanya hyuk jae dengan nada kesehariannya.

Ji yeon masih diam. Memilih kata selagi mempekerjakan otaknya untuk setidaknya bertindak dan tak hanya diam. Ji yeon tampak belum siap. Karena usai pernyataan cinta itu, ia memang belum pernah bertatap muka langsung dengan hyuk jae. Sementara siang ini, kenyataan benar-benar mengoloknya.

Hyuk jae terus memperhatikan yeoja itu, kemudian matanya menuju arah bawah dan menemukan dua kotak bekal berwarna coklat. Hyuk jae menunduk, memungut dua kotak bekal itu dan kembali pada ji yeon.

“lunchbox mu” ujarnya menyodorkan.

Ji yeon meraihnya dan menunduk ragu “gomawo oppa” ucapnya.

Hyuk jae tersenyum sekilas “seharusnya aku yang berkata seperti itu” namja itu berjalan menuju meja makan diiringi tatapan memuja milik ji yeon “kau benar-benar berusaha keras agar aku tak perlu keluar kantor”

Wajah ji yeon memanas. Tertebak!

“b bukan begitu maksudku”

Dan sekali lagi, hyuk jae tersenyum samar. “tapi bukan masalah. Masakanmu terasa jauh lebih baik daripada buatan restoran” wajah ji yeon semakin memanas “apa aku akan terus mendapatkannya?”

Ji yeon mendongak “ne?!”

Lalu suara dering ponsel berbunyi. Hyuk jae menepikan diri menuju kaca besar ruangan dan berbicara sebentar. Kemudian namja itu kembali dengan senyuman yang tak pernah luntur. “aku akan kekantormu. Ingin ikut bersamaku?”

Ji yeon kembali bergumam bingung. Namun hyuk jae tak memberikannya kesempatan banyak. Usai bertanya, namja itu dengan cepat meraih pergelangan tangan ji yeon dan menariknya pergi.

“kajja!”

__

“keruanganku! Siang ini”

Je young mendengus kesal. Voicemail itu baru saja ia putar mengingat sekembalinya ia dari foodcourt kantor. Usai jam makan siang, kyu hyun memanggilnya untuk mendatangi ruangan namja angkuh itu.

Awalnya je young fikir tak akan ada kejadian berarti mengenai perjanjiannya dan kyu hyun. Karena setelah empat hari perjanjian itu dibentuk, jessica, wanita yang ingin kyu hyun hindari ternyata tidak pernah lagi datang.

Je young bahkan mempertanyakan apa untungnya memiliki hubungan kerjasama seperti ini jika tak ada satupun hal yang berjalan. Namun je young tak paham, keinginan hati membawanya pada kenyataan jika ia tengah melangkahkan kaki menuju lift.

Je young berjalan pelan kemudian menekan tombol pada lift dan menunggu untuk beberapa saat. Padahal ia sangat ingin untuk duduk saja setelah perutnya terasa penuh dengan makanan. Berkelumun dengan komputer dan beberapa tugas yang belum selesai jika saja kyu hyun tak memanggilnya saat ini.

TING!

Lift berbunyi, kemudian kisi-kisinya terbuka. Sebenarnya je young tak ingin perduli, tapi sungguh! Indranya dengan cepat mendeteksi bau parfum itu. Bau branded terkenal yang hampir sebulan lalu menabrak dirinya di lobby kantor.

“oh, je young-ssi” panggilnya cerah.

Awalnya je young diam. Disebelah siwon, ada satu namja yang tak terlalu tinggi dan terlihat tak terlalu congak. Ia tampan dan tatapan matanya sungguh teduh. Sorot mata itu melirik je young keseluruhan. Mengulitinya secara tidak langsung.

Dan tak ada orang yang tidak mengenalnya. Lee donghae.

Sejurus fikiran je young kemudian menumbuk gang buntu. Je young tersenyum ramah lalu memohon untuk masuk. Dan setelah siwon beserta donghae sedikit memberikannya jalan, je young menemukannya. Disana.

Hyuk jae yang berdiri tegap tepat disamping ji yeon.

__

Kyu hyun tak tau jika mereka akan datang. Siwon pun sempat berkata jika ia memang tak berniat memberitau kyu hyun karena ingin memberikan kejutan atas kepulangannya dari UK.

“kufikir kau akan menetap disana” seru kyu hyun skeptis.

Donghae memilih untuk berjalan menuju sofa diikuti oleh hyuk jae yang entah sejak kapan mulai memiliki ekor. Ji yeon hanya menunduk kemudian memilih untuk mengiikuti hyuk jae yang memang memintanya untuk terus mengikuti namja itu.

Sementara siwon masih betah berdiri lama. Ia hanya tersenyum menatap kyu hyun lalu merengkuh namja itu seperti adiknya.

“kau kesal karena tak ku beri tau?” ungkapnya.

“aku bukan tunanganmu yang harus selalu kau beri tau” kyu hyun mencoba melepaskan diri.

“oh ayolah, jangan merajuk”

Lalu kyu hyun berhasil dan mundur“berhenti bersikap menjijikkan choi!” kesalnya.

Kyu hyun melirik sofa. Donghae disana dan hyuk jae bersama salah satu staff kepercayaannya, ji yeon. Kyu hyun memicingkan mata kemudian menyadari satu hal, ia segera menjatuhkan pandangannya pada sesuatu yang berdiri dibelakang siwon.

“ada apa?” tanya siwon. Ia ikut berbalik dan menemukan je young disana “oh, je young-ssi. Kau juga kesini?”

Je young tersenyum ramah padanya “ne” jawab yeoja itu sopan.

Kyu hyun menggeram. Sesuatu terasa mengepal dalam saku jas miliknya “kenapa lama sekali?!” tanyanya kesal.

Je young dan siwon melirik dengan cepat. Memperhatikan wajah kyu hyun yang mulai tak bersahabat membuat siwon jengah. Akhirnya siwon memilih untuk berjalan dan membiarkan namja itu menyelesaikan urusannya bersama je young.

“aku baru selesai makan siang” jawab je young acuh.

Kyu hyun memutar bola matanya tak perduli. Dengan gerakan cepat ia meraih pergelangan tangan je young dan membawanya untuk duduk bersama disofa ruangan. Seluruh mata memperhatikan, namun tak satu pun yang berusaha menginterupsi.

__

Keempat namja itu berbincang cukup banyak sebelum akhirnya enam gelas latte tersaji diatas meja. Hyuk jae duduk pada sofa bersama ji yeon sementara siwon dan donghae nampak sendiri dengan single sofa mereka. dan kyu hyun, bersama je young.

Awalnya, tak banyak pertanyaan yang terlontar. Hanya seputaran mengapa siwon kembali saat masa satu bulan keberadaannya di UK belum rampung.

“aku bosan. Berada disana tak membuatku nyaman” jawab siwon acuh.

“katakan saja kau merindukan hye yo” donghae menyahut.

“dia sering berkunjung” siwon menyeruput latte miliknya “dan jika kalian pintar, aku bisa melakukan apapun bersamanya disana”

Sesudahnya seluruh mata tersenyum licik. Semua orang tau jika siwon tak akan pernah melakukannya. Kemudian pembicaraan terus mengalir tanpa mereka sadari jika dua wanita disana mulai merasa jengah.

Je young tak henti-hentinya melirik ji yeon yang sesekali berbicara begitu tunduk pada hyuk jae. Sementara ji yeon pun serupa, melirik je young dengan tatapan yang ketika je young tangkap, ia tak mengerti maksudnya.

Mereka belum berbaikan. Berbicarapun bahkan belum sempat. Lebih dari seminggu yang lalu, ketika mereka sama-sama tak ingin menekan ego lalu berteriak sesuka hati. Sama-sama merasa terluka dan akhirnya menenangkan diri dengan cara yang berbeda.

Ji yeon terkesiap ketika hyuk jae menyentuh lututnya, ia melirik namja itu yang memberikan isyarat agar ia tak lagi tenggelam dalam pemikirannya sendiri.

“kau tidak nyaman?”

Ji yeon menggeleng  dan tersenyum. Kemudian matanya menangkap gerakan kyu hyun yang juga menanyakan hal serupa. Tunggu! Ini sungguh aneh. Benar-benar aneh ketika je young terduduk manis disamping kyu hyun dan hanya berdiam diri saja.

Ji yeon kemudian menyeruput latte miliknya. Kejadian siang ini benar-benar membuatnya pusing.

“aku ingin__”

“aku__”

Seluruh ruangan kemudan terdiam. Kyu hyun dan donghae berebut suasana dalam satu waktu. Kemudian kedua namja itu saling berpandangan dan menatap tak mengerti.

“kau duluan” ujar donghae mengalah.

“tidak, kau saja”

Lalu berpasang-pasang mata menatap donghae penasaran. Namja itu terlihat sedikit tidak percaya diri dan terbatuk meloloskan bebannya.

“aku..” lalu tercipta jeda yang cukup mendebarkan “mulai berfikir untuk menikah”

“apa?!”

“apa?!”

Siwon dan hyuk jae tampak membesarkan bola mata. Hyuk jae bahkan berekasi berlebihan dengan memajukan posisi duduknya, membuat ji yeon terkejut dengan cepat hingga hampir menumpahkan latte ditangannya.

“apa yang kau bicarakan?” ujar hyuk jae.

“ya! Bahkan aku yang sudah lama bertunangan saja belum memikirkan pernikahan!” sambung siwon.

“baru pemikiranku saja. Kufikir tak ada salahnya untuk mencoba”

“jangan konyol, lee!” sahut hyuk jae keras yang kemudian menimbulkan tatapan aneh dari sekitar.

“aneh, sejak kapan kau perduli dengan pernikahan?”

Hyuk jae berpaling. “Cho kyu hyun, aku memang anti pernikahan. Tapi bukan berarti kalian bisa membiacarakan pernikahan dengan mudah seperti ini didepanku”

“aku baru berfikir untuk menikah lee hyuk jae. Bukan berarti aku akan berjalan di altar esok pagi”

Suasana kemudian mulai melunak. Hyuk jae menundukkan kepalannya dengan topangan tangan sementara siwon terlihat berbicara dengan tenang pada donghae.

“oh, kalau begitu perkenalkan juga, kekasihku”

Lalu semua mata berpaling pada kyu hyun. Siwon lebih tidak percaya lagi. “shin je young”

Dan seluruh mulut terbungkam rapat sementara hyuk jae menepuk dahinya kuat dan bersandar  pada sandaran sofa dengan cepat.

-TBC-

 P.S: ada yang udah lihat update fotonya eunhyuk?? Yaampun dian seneng banget bisa lihat dia aktif lagi di twitter^^ Dan,, terus ya, dia itu makin ganteeengg>< rambutnya kan udah hitaman terus makin chubby. Sumpah demi apa seneng banget!! Tau gak dian sampe nangis karena saking kangennya waktu dia update pertama di 2014. Iyasih, agak lebay, tapi ya mau gimana lagi soalnya udah dua bulan ditinggalin sih-__- BTW, ini FF selesai karena dian lagi mood banget loh. Say thankyou to my precious Lee Hyuk Jae, coz he’s always give me more energy to do everything^^

Terakhir, buat eonni-eonni yang belakangan ini dukung dian. Makasih juga ya^^ huhu berasa deket padahal kita gak pernah ketemu{}

With love, Park ji yeon.

34 thoughts on “Fabulously Castle part 12

  1. lia aprilia says:

    Omgggggg lagi ada konfrensi meja lonjong ya hahahah ~
    makin seru aja sih nih cerita, jadi makin ga sabar buat baca part selanjutnya hihihi

    Subhanallah ya lee donghae sudah mulai tobat, trimakasih kang euna kau sudah membuat oppa ku sadar🙂
    Hyukiee ku kenapa deh ga suka banget kayanya denger hae mau nikah apakah dia jelous kalo soulmatenya di ambil euna *lol
    kan dia udah punya ji yang selalu ngasih perhatiaan walaupun terkadang di abaikan *pukpukji*
    kira2 apa ya reaksi ji setelah kyuhyun bilang kalo je pacarnya akankan mereka kembali seperti semula atau masih tetep diem2an ~
    Ya walaupun je hanya pacar sementaranya kyu semoga kyu tetap memperlakukan je layaknya pacar beneran ya dan buat je terkesan dengan pacaran singkat ini mungkin dari singkat bisa jadi selamanya ya *aminnn*

    ditunggu part selanjutnya *tetepa*
    semoga kamu ga sibuk ya jadi bisa post part 13 cepet
    Aminnnnnn🙂

  2. Gummy eunhyuk says:

    Ending part ada kejutan dari hae sama kyu dan penasaran sama reaksi mereka abis denger penyataan kyu haha daebak dah ne ff
    bingung mau comment apa lagi pokoknya keren haha

    kalo masalah hyukjae update twitte aku sebagai jewels+istrinya seneng ya bukan maen kemarin dia ma hae jga update twitter lagi dan disitu hyuk jae tampan ya pake banget jadi makin cinta haha .:-)

  3. Vita says:

    Wahhhhh dian semalam udh baca tpi mau komen takut gk jelas komen nya krn udh malem bgt trus setelah bca ulang ternyata ak nya masih bingung mau komen apa.kenapa karenaaaa buat ak sih dh bagus banget thanks buat hyuk jae yg dh mau tweet yg buat dian semangat nulis nya n bikin ak bahagia baca ff nya he he. Gk sabar nunggu ide nya dian nih di part 13 apa yg bakal terjadi dengan pasangan2 itu .semangat ya diannnn

  4. tata says:

    huuuaaaaaaaaaaaaaaaaa
    #nangis gak jelas

    itu after night eunna ma hae so sweet BGT. gak nyangka kalau bakal jadi manizzz banget begitu. aku pikir bakal perang dunia k3. sumpah diluar presiksi

    n buat ji n hyuk, OMG!!! bener2 terang2an ya kalau uda suka gitu. manis banget. tapi, hyuk yg jadi malu2 kucing garong kkkkkk

    hahahahaha…
    ini uda ada dibayanganku saat kyu minta je jadi pacar pura2nya. gak tau kenapa, sepertinya cocok aja kalau scene-nya jadi gitu

    and about siwon… nyante ajalah… walau agak misterius juga kisahnya ma hye

    aduuuh penuh dengan mercon ya part ini
    kejutan yg dihadirkan bener2 me-nano-nano-kan hatiku
    kkkkk

    n YES!!! agree with u soal hyuk yg tampak handsome n more cubby
    aigooo jadi pengen cubit pipinya hyuk

    keep spirit saeng. maaf baru baca, padahal niat baca tadi malam selesai ngetwit kamu. eh, malah ketiduran.

    suka banget ma part ini.
    eh, kepanjangan ya commentq?
    hahahahaha
    gak papalah… yg penting FC mania🙂

  5. marly says:

    Reaksi Hyukjae bikin aku ketawa…hahahahahaa…!
    Wooohooo ini semakin menarik,….kyuhyun sama jeyoung semoga berlanjut ke tahap serius yahhh..yeyeyeeeee…:)

    Mau cium hyukjae kalo begitu,gara2 dia akhirnya part.12 di publish jg..hehehehe

    Part 13 ny jangan lama2🙂🙂

  6. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Bacanya kemarin tengah malam, comment-nya baru sekarang setelah baca ulang😀 Akhirnya satu players sudah tobat. Terima kasih bwt Eun Na^^ Hyuk Jae kayaknya sok-sok menolak aja, padahal sebenarx suka tuh. Dia mungkin cuma tkut Jiyeon akan ‘merubahnya’ No comment buat Kyu Hyun dan Siwon, nunggu next part dulu😛

  7. maria says:

    woaah donghae mau nikah kyu jadian sama shin congratulations binggung mau coment apa abis ffnya keren semangat buat ff selanjutnya🙂

  8. tiwi says:

    hahahahaaa, lucu-lucu kasus mereka berempat ne.
    Saeng, eonni suka banget ceritanya.😀
    Next ya saeng… semangat

  9. kyujonghyun says:

    Wah wah wah love line nya udah muncul.
    Aku jdi penasaran cerita selanjutnya bakal gmn.
    Ditunggu part selanjutnya iya🙂

  10. elfexotic says:

    hubungan Je-Kyu semakin berkembang..!!
    walaupn dgn cara yg berbeda..

  11. setia says:

    ceritanya semakin menarik.
    aku pikir setelah jiyeon menyatakan perasaannya hyukjae bakal berbuat apa, ternyata cuma bilang ‘ sudah malam aku antar pulang’
    walaupun brengsek tetap sopan klo dengan wanita yg mulai dipikirkan.🙂

  12. naina says:

    Donghae beneran insyaf, alhamdulillah hehe
    kyaknya abis ini bakalan jdi kisah jekyu deh *nebak boleh kan saeng*😀
    di mulai dari kesepakatan mereka utk jadi kekasih sementara, aku liat sih kyaknya je udah mulai ada rasa sama kyu ya semoga ada perkembangan yg lebih baik..

    Jdi setelah ji mengungkapkan perasaannya, hyukjae mengalihkan pernyataan itu dgn mengantar ji pulang..
    Sabar ya ji, utk saat ini hyukjae masih gamang dan ragu..
    Jiah tiba2 berkumpul begitu, tpi kurang eun na dan hye yo hehe
    gmna tu reaksi ji denger pengakuan kyu, apa dy bakal tambal diem2 sama je? Di tunggu kelanjutannya saeng🙂

    (aduh saeng komenan aku kali ini gag bgt deh kyaknya, otak lagi gag konek kyaknya, pokoknya aku suka dan menghargai sekali, duakali, tigakali *eh ngaco*😀 ya memang ada beberapa typo tpi tdk mengurangi ketertarikan aku sama tulisan kamu :))

  13. Dwi_h@E says:

    senang nya hae beneran tobat, cinta emang segala nya

    Je ma kyu bentar lg kaya.a terkena virus cinta kaya haena kekeke…
    Cara memperkenal kan nya aja beda bgt

    Hyuk nolak ji krn dia mulai suka ma ji dan ga mau nanti nya nyakitin ji *manis*

  14. @uliezgaem says:

    wahhh suaminya abis update istrinya langsung punya mood yg bagus. harusnya hyukjae sering2 update nih…hehehe

    donghae-eun na >> ya ampunn ternyata eun na sepolos itu pemikirannya. hehehe tapi gga papa seengganya itu bikin dia jujur. ok penjelajahan cinta donge berakhir di eun na🙂

    hyukjae-ji >> ayolah hyukjae oppa klo emang suka bilang suka, jgn takut jiyeon terlalu baik buatmu. klo takut jiyeon trllu baik buatmu ya udah berubahlah dan jgn sampe nyakitin jiyeon.

    kyu-je >> o.O kyu udh mulai ada rasa, tp klo emng bgtu knp hrs pke sandiwara segala.. msh blm.yakin ama perasaanmu kyu? ok bisa diterima, jgn lama2 ya buat sadar sm perasaanmu klo kalian tuh udh saling tertarik😉

    hahahaa jiyeon kaget bgt tuh pasti sm pengakuan kyu. gmn engga slma ini yg anti bgt kn jeyoung, eh tiba2 kyu malah bikin kehebohan..kkkkkkkk

    wah saeng, mkin DAEBAKK ceritanya.. ya typo sm penulisan yg kurang rapi memang terkadang membuat tulisan itu sendiri menjadi kurang menarik. tpi buatku so far so good, selama ceritanya bgus😉

    ol keep writing saeng, Jjang😉

  15. bunnydiamond says:

    Ouu my…. Aq berpikir sama ama donghae, dia bakalan jadi penghuni bangsal rumah sakit krn amukan eunna, tapi ternyata tidak.. Mungkin krn eunna juga ada rasa kali ya ma donghae:xD
    Hemm,, Ji..jangan terlalu tergoda ama hyuk.. Aq harapnya sih hyuk agak ada usaha buat dapet Ji, jgn Ji nya yg di buat susah,, kasiaan aqnya u,u..
    Kyu-Je,, luar biasa, apa kata Ji nanti ma Je,, munafik???!!! Secara ia mati2an ga bolehin Ji ama hyuk, dan ternyata dia sendiri lebih jauh “kekasih” ma kyu… Hemm makin penasaran,, lanjut yaaa
    Oh iya Yann,, bener2! Aq juga dah liat updatean si hyuk di twiter,, kereen bangett,, aq lebih suka rambutnya hitam dan dgn model seperti itu :*.. Oh iya, soal bobot tubuh, aq liat di MV still you sih, dia agak naek bobotnya,, wuaah jadi tambah keren,, jadi terobati deh kangennya kamu Yan:xD

  16. kyuhyuk says:

    tetep jd my favorite fanfic :*

    lanjut saengie ^^

  17. ai-sparkyu says:

    mau bilang apa yaa? bingung.. makin lama feelnya makin dapet, dimana mereka masing” udah mulai punya kisah yg lebih serius daripada hanya sekedar mempermainkan wanita.. apalagi donghae yg akhirnya mulai memikirkan pernikahan..
    semoga aja hubungan pura” kyu sma je berakhir jadi hubungan yg nyata.. hyuk jae juga, semoga bisa dapet kejelasan tentang perasaan bimbang dia ke ji..
    ah, pengen cepat” liat mereka berakhir bahagia dengan pasangan masing”..

  18. Al says:

    Hah….satu2 mereka mulai mengukir cerita,udah nemuin pasangan masing2 hehe,,,,,saya suka Kyuje couple *kok gakk enak di dengernya yak…
    Gak sabar nunggu partnya mereka,,,pasti seru….^^
    Eh ya uri dian…..sebenernya km ngirim pwnya tuh kemane?? Saya udah bolak balik buka emailku gak ada yg dari kamu,,,,:'(
    Dimana,,,,dimana,,,,,dimanaaa….:'(

  19. donghae bangun2 sadar jga ya.. suka kalimat :sial, ia tk pernah menginginkan wanita seperti ia menginginkan eunna’. tsk, bukti ini buktiiii.. ahahhahaaa.. suka jg part eunna yg masakin donghae sarapan, berasa uda suami istri ajj itu kopel.. ‘mengenai bajuku, seluruh apartemen ini juga milikmu, jadi bukan maslah besar’. woaaaaaaahhh, donghae-ssi, daebaaaaaaaaakkk.. dan sdh katauan siapa cwok yg dtg sm eunna, SAHABATnya.. tsk donghae cemburu buta mamen.. kkkkkk~
    tp stlah itu janjian buat kencan kepantai..?? eciyeeeeeee..

    jeyoung kangen sm kyu, sievil sdh mlai mnjangkiti hati jeyoung, ahhahaha *ketawabarengevil. nooh, kan ketebak, kyu ngajakin jeyoung bwt jd pacar, dan terungkap tabir siapa itu jess jess..

    hyukjae menghindar, tp mikirin jiyeon jg akhirnya.. hhhhh, knpa mslh perasan slalu rumit ya..?? *abaikan tpi itu knpa hyukjae main tarik2 ajj..

    heeee, itu konferensi meja bundar?? mereka berempat ketemu satu scene, ditambah jiyeon sm jeyoung.. donghae sm kyu bikin kejutan.. hahahahaaaa..

    part 13… cepatlaah publish..
    saeeng, ttp semangat yaaa..
    fightiiiiiiiiiing..^^

  20. nmelindawati says:

    waaah mereka udah nemuin cintanya masing masing ya🙂

  21. gaemsaaaa says:

    Tambah seru..
    Hae spertinya uda insaf dan akhrnya mau menikah jg..
    Tinggal kyu sama hyuk aja yg masih blm berubah..

  22. Quiny says:

    Huehehehe endingnya macho nih si Cho xD diem diem cemburu sama pak Choi, diem diem suka sama Je xD ayoooo Donge cepatlah menikah❤

  23. Rasty Resty says:

    Kkkkkk akal bulus Kyu buat jadiin Je young pacarnya mantap bgt,,
    Strategi Kyu itu bgus sekali sebelum Je young terlalu jauh jatuh dalam pesona seorang Siwon.. Pdhal sih Kyunya sendiri ga tau Je young malah udh lupa” ingat sama Siwon…

    Ji yeon tau Kyu pacaran sm Je pasti syok sx,, apa dy ga merasa terhianati,, soalnya Je kan nglarang Ji buat deketin atau pacarin Hyuk.. Ehh tp ini malah Je yg dluan pacaran sm Kyu yg notabene dimata org lain brengseknya sebelas duabelas sm Hyuk…

    Uhhh Donghae sedang diawang” sekarang ini,, lagi jatuh cinta bgt du kayaknya
    Kq lama klamaan aq ngerasa Siwon cuma jd cameo di ff ini.. Munculnya dikit” bgt… Hahahah

  24. HANI says:

    Ji yeon aama je young baikaaaan dong. Semoga gara2 pacaran ama kyu, ga makin parah dehh. Leee donghae ayo nikahin aja eun na. Hyuk bilang aja suka ke ji yeon, kan kasian ji yeon

  25. puput says:

    Author..thanks bwt critanya kyu dsini..hehehe..seneng akhirnya dy bs sama je young..

  26. nadia1 says:

    omm kyuh nembak je ahahhahaaaa keren

    ji smt y dptn hyukjae

  27. Shannon Shin says:

    Yeaaaaay, untunglah semuanya baik-baik aja antara Donghae dan Eun Na. Semoga mereka terus baik. Aku sangat menantikan Cheesy Donghae dengan segala macam eventnya. Tukan, tukan Jeyoung mulai suka Kyuhyun. Hayoloh kalo udah gitu terus mau gimana? Kemaren jeyoung marah karna Jiyeon suka sama Hyukjae tapi sekarang di malah sama Kyuhyun, walaupun cuma boongan. Semoga cepet baikan yah mereka.

  28. BebyPanda says:

    , hahaha akhr’y para iblis mau insyaf,,
    Wach abang hae mau nikah.. slamat..
    tinggal Eunhyuk..

  29. SHAwol noNAME says:

    donghae eun na manis banget setelah ada sesuatu d part 11,
    ini cerita makin seru,
    k next part ya

  30. woaaagh kyuhyun ngenalin jeyoung sbg kekasihnya…. kereeen…

  31. minrakyu says:

    aku lompat ke part 12..
    jadi part 11 tuh isinya ‘ehem’ hae ama eun na yah…
    kkkkkk…
    wew…Kyu minta Je jadi ce pura2nya buat lupain jess..
    berarti kyu masih cinta bingitt dong ama jess…

  32. hanncheonsa says:

    Aaaaaaaaaaa
    Aku lngsung lompat ke part ini kakk..
    Engga sempat kalo baca dri part 4,5,6,7,8,9,10,11. Lagian katanya ada yg di pw yah ? Wahhh, awalnya bingung sih gegara bacanya lompat jauh begini,tapi akhirnya ngerti juga sih..
    Kyuhyun-jeyoung, eunhyuk-jiyeon, donghae-eunna, dan terakhir, siwon-hyeyo. Bener toh ? Hihihi ^_^
    Seru deh kakk.. nanti, kalo ada waktu aku sempetin baca part2 yg engga kebaca deh kakk..
    Semangat kakak buat ngelanjutinnyaa

  33. iyin88 says:

    Dian suka bnget ya sm hyukjae???
    Donge udh dpetin eun na, kekny hyuk bkl jdan jg deh.
    Terus semangat ya dian…

  34. dewi says:

    wah kyuhyun sudah terang”an memperkenalkan je yoeun sebagai kekasihnya.semoga dia bener”menyukainya lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s