Fabulously Castle part 8

FC

Judul         : Fabulously Castle 8

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

 

Donghae berjalan menaiki anak tangga setelah beberapa orang –termasuk eomma dan appanya- memaksanya untuk menjemput eun na dari dalam kamarnya.

Berkali-kali namja itu mendengus kesal. Pertunangan macam apa ini? belum menikah saja sudah diminta menjemput kekamar. Apa setelah menikah mereka akan segera diminta bercinta didepan altar? Aneh.

Donghae melangkahkan kakinya dengan malas kemudian bertemu dengan pintu nomer dua dari kiri seperti yang ditunjukkan pemilik rumah, lalu mengetuknya.

Tak terdengar jawaban dari dalam. Donghae berusaha mengerti dan menunggu untuk beberapa menit, lalu setelahnya jemari namja itu kembali beradu pada daun pintu.

Kembali tak terdengar jawaban dari dalam. “nona kang! Keluarlah” panggilnya dari luar. Namun sekali lagi tak ada satupun suara yang terdengar dari dalam.

Donghae menggeram kesal kemudian menyentuhkan telapak tangannya pada hendel pintu “tidak dikunci” gumamnya ringan.

“nona kang!” namja itu membuka pintu sedikit lebih lebar, kemudian melangkah masuk dengan tegap “Kang eun na!” panggilnya kembali.

Donghae terus berjalan hingga sebuah tempat tidur besar menyambutnya. Kamar itu memiliki nuansa pink yang kentara. Berbeda sekali dengan kepribadian donghae yang –sangat- tidak menyukai warna pink.

Ranjang besar itu juga berwarna pink dengan kain yang menutupinya, juga perwanra pink. Seketika mata donghae terasa memanas. Aish! Dia bisa gila jika setiap makan malam harus menyiksa matanya dengan warna pink sialan ini.

Donghae menggeram kesal, kemudian berjalan mendekati ranjang dan menemukan dia –kang eun na- tengah tertelungkup dengan sebuah majalah dan earphone pada kedua indra pendengarnya.

Donghae menggeleng seolah mengatakan ‘oh, yang benar saja!’ lalu berjalan semakin mendekat dan merebut majalah eun na dengan cepat. yeoja itu tampak sedikit terkejut sebelum berbalik dan semakin terkejut lagi ketika menemukan donghae tengah berdiri dibelakangnya.

Eun na bereaksi cepat menutupi dirinya dengan selimut tebal lalu mendelik tajam. Wajar saja, yeoja itu hanya mengenakan tanktop tipis berwarna biru dengan hotpants yang tidak bisa dikatakan panjang.

Sementara donghae terlihat tak begitu perduli. Ia menggulung majalah yang ia genggam kemudian melemparkannya pada tong sampah disudut ruangan “jangan berfikir aku akan tertarik dengan tubuhmu. Mereka menunggu kita dibawah, ayo”

Donghae menarik pergelangan tangan eun na kemudian memaksanya turun dari ranjang. Gadis itu nampak terperangah hingga saat kakinya hampir menyentuh ubin, eun na tersadar dan menarik diri dengan cepat.

“ya! Mau apa kau?!” teriaknya.

Donghae menggeram kesal “kau tuli? Bukankah sudah kukatakan? Mereka menunggu kita dibawah!”

Eun na mendelik tajam “bohong! Eomma tak pernah meminta laki-laki untuk memasuki kamarku!”

“tapi eommamu yang memitaku untuk menjemputmu!”

“cih, alasanmu mengagumkan sekali”

Donghae menutup erat bola matanya kemudian menghembuskan nafas dalam sekali jeda “aku bisa gila” gumamnya. Ia berjalan mendekati eun na dan kembali menggenggam pergelangannya. “terserah. Aku tak ingin lebih lama berada dalam ruangan ini. ayo”

Eun na mencoba menghindar, namun donghae tak patah arah sebelum meraih pergelangan tangannya dan menyeretnya meuruni ranjang. “tidak mau!” pekiknya.

Sementara donghae terus menariknya, eun na menahan diri dengan lengkungan kaki. Terjadi tarik-menarik dan pertengkaran kecil diantara mereka sebelum akhirnya eun na menyentakkan diri, membuat keseimbangannya –dan donghae- menjadi tak stabil dan berakhir dengan jatuhnya tubuh mereka pada ujung ranjang.

Donghae tersentak. Brengsek. Jangan sekarang! Batinnya.

Ia terlentang sementara eun na menegangkan siku agar tak menempel erat pada tubuh donghae. Sialnya, dada yeoja itu justru menekan dada donghae. Membuat sesuatu dibawah sana menggila dengan cepat.

Keduanya terdiam. untuk sesaat, eun na tak mengerti mengapa ia memilih untuk bertahan sementara logikanya, ia bisa saja menyingkir dengan cepat dan berteriak keras jika donghae berniat akan memperkosanya.

“eun na! Donghae! Mengapa lama sekali?”

Eun na tersentak. Terkejut bukan main hingga dengan cepat menegakkan diri dan merapat pada dinding kamarnya. Ia meletakkan kedua tangannya dibelakang tubuh seperti anak kecil yang tertangkap basah sedang mencuri.

Sementara donghae terdengar menggeram dan berjalan memasuki kamar mandi tanpa meminta persetujuannya.

“eun na, mana donghae?”

Yeoja itu terperanjat ketika eommanya berada didepan pintu. “i itu.. dia.. didalam” tunjuk eun na.

Wanita paruh baya itu kemudian masuk dan membersihkan ranjang yang tampak berantakan, lalu menatap eun na dengan sorot mata intimidasi yang kentara “nona kang, aku memintamu untuk menggunakan gaun itu dan turun menemui keluarga lee.”

Wanita itu berjalan menuju meja rias dan kembali membawakan sebuah gaun terusan berwarna peach “cepatlah, keluarga lee menunggumu” ujarnya kemudian berlalu.

 

 

__

Setelah kejadian itu donghae dan eun na kembali dalam jeda waktu yang cukup lama. Eun na memilih untuk turun terlebih dahulu sebelum akhirnya donghae menyusul dengan mimik wajah congak yang tak berubah.

Lelaki itu tersenyum. Berkali-kali meminta maaf kepada keluarga kang karena telah membuat mereka menunggu untuk waktu yang lama. Akhirnya acara makan malam dimulai dengan berbagai makanan yang tersedia.

Ada enam orang disana. Seharusnya delapan, namun eun jo, kakak laki-laki eun na tampak tak dapat hadir sementara donghwa, kakak laki-laki donghae –mungkin- juga tak dapat hadir atau yang lebih parahnya lagi tak sedikitpun tau mengenai acara makan malam ini.

Donghae lebih percaya dengan kemungkinan kedua. Appanya pasti tak memberikan informasi apapun mengenai pertunangan ini pada donghwa. Meskipun pria itu dengan cepat akan tau perkembangan adik laki-lakinya.

Donghae tak memasang wajah cerah. Tak pula terlalu muram. Hanya tak ingin terlihat bersalah atas kejadian didalam kamar eun na dan tak ingin gadis itu tau jika kamar mandinya ia gunakan untuk menuntaskan sesuatu yang tak lazim.

Donghae menggeram. Entah apa yang membuatnya gusar hingga anak pikirannya hanya bercabang pada arcade, alkohol dan wanita. Miris memang, tapi itulah donghae. Eun na telah memancingnya jauh hingga fokus namja itu tak lagi satu. Pikirannya bercabang dua hingga akhirnya beranak dan menjadi banyak.

“jadi, kalian sudah membicarkannya? Aku dengar kalian telah bertemu beberapa minggu lalu takuyashi”

Donghae tersadar cepat. kemudian menoleh pada sosok laki-laki dewasa yang berbicara padanya. Ia melirik eun na sesaat sebelum akhirnya menjawab dengan sopan.

“ne, ahjussi”

Lelaki itu tampak tersenyum “kau menyukai eun na? Bagaimana sikapnya padamu?”

Donghae kembali terdiam sejenak. Kedua matanya kemudian menatap gadis yang duduk tepat didepannya dan berfikir.

‘dia cerewet. Kasar, pemarah dan berani menyiramiku dengan segelas air’

“donghae?”

“ya, ahjussi??”

“jadi, apa eun na bersikap baik padamu?”

Donghae tersadar, haruskah ia katakan semua hal buruk itu? yang benar saja. Maksdunya, setidaknya donghae masih punya tata krama untuk tak mencoreng nama baik seseorang dimata keluarganya.

Donghae kemudian terduduk tegap dan menatap eun na untuk yang terakhir kalinya “ya ahjussi, dia gadis yang manis”

Dan untuk berikutnya, izinkanlah donghae untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya karena mual.

 

 

__

Pagi itu kyu hyun berjalan ringan. Interview devisi desain-nya akan diadakan dua jam lagi. jadi ia memilih untuk duduk dan menyelesaikan beberapa berkas yang perlu ia periksa ulang dan tanda tangani sebelum waktunya tiba.

Segelas aroma latte menemaninya pagi itu. seperti biasa, secangkir black coffe dengan sedikit cremer tanpa gula.

Lama berkutat dengan berbagai berkas, akhirnya kyu hyun menghubungi han untuk meminta beberapa file yang belum tersentuh.

Tak lama kemudian pintu diketuk lalu terbuka. Kyu hyun tak sedikitpun memalingkan wajah karena biasannya, han akan masuk dan meletakkan berkas yang ia minta lalu segera pergi. namun anehnya, tak ada suara langkah kaki hingga akhirnya kyu hyun bosan lalu menatap pintu masuk ruangannya.

Detik berikutnya, kedua alisnya berkerut kasar. Mimik wajahnya berubah dengan cepat lalu ia merasakan sesuatu yang hangat melingkari lehernya kuat.

“kyu.. im back”

 

 

__

Je young melirik arlojinya kembali, memperhatikan jarum pendek yang bergerak sangat lambat –atau memang dia saja yang terlalu bersemangat?- berkali kali. Ini masih jam sepuluh. Sudah sekitar setengah jam yang lalu ia duduk menanti gilirannya.

Empat yeoja tampak selalu keluar masuk ruangan dengan mimik menegangkan. Sementara dirinya sendiri tak tentu harus dideskripsikan seperti apa.

Je young menatap berkas dalam map kuning miliknya lalu kembali melirik arloji. Sial! Apa arlojinya rusak? Batin je young.

“shin je young!”

Yeoja itu kemudian tertegun sebelum akhirnya berdiri. Ia mengambil nafas sejenak lalu melangkah maju. Je young tak paham entah keputusan ini benar atau tidak sementara tungkainya terus memaksa dirinya untuk terus melangkah.

Je young terdiam sesaat. Gagang pintu itu masih menempel pada permukaan telapak tangannya. Lalu setelah memastikan sesuatu lainnya, je young mendorong pintu itu dan memberikan salam sopannya.

“anyyeong haseo, shin je young imnida”

Je young membungkuk untuk beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Ia memperbaiki tatanan rambutnya lalu dengan tersenyum menatap seseorang yang duduk dibalik meja interview miliknya.

“k kau?!”

Je young terdiam sesaat. Tak jauh berbeda dengan kyu hyun yang memperhatikannya dengan tatapan ‘yang benar saja! Kau?!’.

Lama terdiam, akhirnya kyu hyun berdehem pelan. Ia tersenyum seadanya lalu mulai bersikap profesional “silahkan duduk, nona shin” tuturnya.

Je young berjalan dengan sedikit gugup. Lalu dengan usaha yang tak sedikit ia memberanikan diri untuk duduk dan menatap kyu hyun dengan benar. “shin je young imnida” ucapnya kembali.

“ya, aku sudah tau namamu” kyu hyun membuka berkas je young dan meunjuk bagian namanya. “jadi, kau shin je young?” sambungnya.

‘Lalu mengapa bertanya jika sudah tau?!’ batin je young. “ne”

Kyu hyun tersenyum licik. Kemudian memajukan tubuhnya dan memperhatikan berkas milik je young lama. “apa foto ini benar milikmu?”

Je young terdiam sesaat. Oh, apa namja itu tengah berkata jika ‘kau terlihat berbeda dengan yang difoto’

“kau terlihat berbeda dengan yang difoto”

Aha! Benar kan! Je young membatin.

“tapi itu memang fotoku, tuan” je young bersumpah akan memuntahkan isi perutnya setelah interview ini.

Je young memang telah memikirkan ini lama. Bagaimana jika akhirnya ia bekerja di perusahaan namja itu dan berbagi devisi bersama ji yeon. Ia bisa berangkat bersama dan makan siang bersama –sembari menunggui pangeran berkudanya- di food court kantor. Pasti akan menyenangkan.

Namun je young tak memikirkan ini sebelumnya. Logikanya tak membawanya hingga ke titik paling mustahil. Pasalnya, bagaimana mungkin pemilik perusahaan itu sendiri yang mewawancarainya? Jadi apa guna uang yang ia keluarkan untuk membayar gaji para pegawainya?

“baiklah, jadi boleh kutanya pengalaman kerjamu?”

Je young mendesah berat “ini pekerjaan pertamaku” jawabnya. Je young menunggu dengan gelisah ketika kerutan tercipta setelah jawaban je young terlontar.

“bukankah kau pemilik sebuah florist?”

Bang! Je young terpukul sesaat. Oh, mungkinkah namja itu akan menggunakan alasan ‘penjaga florist’ sebagai penolakannya terhadap je young?

“florist itu milik eomma. Aku hanya membantu eomma untuk sementara waktu” jawab je young singkat.

“sementara waktu?” kyu hyun nampak memajukan diri dan mengusap dagu miliknya dengan angkuh. “benarkah?” sambungnya.

Kali ini je young jauh lebih terpukul. Tunggu! Namja ini tak bermaksud mempermalukannya bukan? Je young berdehem sebentar lalu meremas ujung balzzernya kuat. tenang, tak perlu emosi je. Batinnya.

“ya, untuk itu aku mengirimkan lamaranku pada perusahaan anda” jawabnya kembali. Kyu hyun nampak mengangguk pelan. Kemudian suasana hening tercipta untuk beberapa saat.

Je young tak habis fikir. Jika yang mewawancarainya adalah namja ini, maka kemungkinan dirinya untuk lolos adalah satu berbanding sepuluh –atau seratus?-. Bukannya namja itu begitu membencinya? Arhg!

“jadi, mengapa kau ingin menjadi bagian dari perusahaan?”

Je young terdiam. ini jebakan! Jangan terjebak je. “aku ingin bekerja dengan baik. Pekerjaan itu, adalah impianku”

Je young dapat merasakan senyuman kyu hyun yang mencibirnya. Lalu yeoja itu meremas ujung blazzer miliknya lebih kencang sebelum akhirnya kyu hyun kembali membuka suara.

“benarkah? Bukankah tujuanmu adalah untuk menemui choi siwon? Apa kau benar-benar ingin mengikuti saranku waktu itu?”

BANG!!

Dan sore itu je young dapat merasakan jarum tajam yang ditusukkan kyu hyun pada jantungnya.

 

 

__

BRAKK!

Donghae membuka pintu dengan kasar. Menyebabkan goresan hitam tercetak pada dinding belakang pintu. Namja itu kemudian mengumpat dan berjalan menaiki anak tangga.

“donghae tunggu!!”

Seorang wanita terdengar meneriakinya. Dengan wajah emosi yang tercetak jelas yeoja itu berjalan mengikuti donghae. Namun baru saja melangkahkan kakinya, seseorang menahannya dan menggeleng. Yeoja itu mendengus kesal kemudian mudur dan membiarkan lelaki itu berjalan.

“apa kabar?”

Donghae berbalik ketika suara itu menegurnya lembut. Namja itu kemudian terlentang dan menghempaskan sebuah boneka kecil untuk menutupi wajahnya “katakan padanya jangan meneriakiku!” jawab donghae kesal.

Seseorang terdengar terkekeh pelan lalu berjalan “bagaimanapun ini rumahnya”

Donghae berguling tak perduli “ini rumahmu!” kilahnya.

“dan aku miliknya”

Donghae dengan cepat terduduk dan menatap seseorang yang berdiri didepannya dengan kerutan di kening lalu berteriak kencang “hyung!!”

Seseorang itu kembali terkekeh lalu mendorong dahi donghae lembut. “aku memang miliknya, bodoh”

“tapi kau juga masih milikku!” donghae terlentang kembali dengan raut yang lebih tak perduli.

“ini berbeda. Kau adikku dan dia istriku, hae”

Donghae kemudian diam. Tak mengeluarkan apapun yang sebelumnya ingin sekali ia teriakkan didepan kakak laki-lakinya itu. ia menarik sebuah boneka yang lebih besar kemudian berguling kesamping.

“ada masalah?”

Donghae diam. Sementara donghwa tampak mengelus lembut rambutnya lalu membuatnya menjadi tak beraturan. Namun donghae tetap terdiam.

“ingin kutinggalkan sendiri?” Donghae kembali diam. Lalu tak lama donghwa menghela nafas dan berdiri menuju pintu.

“katakan pada kakak ipar aku ingin nasi goreng kimchi!!” teriak donghae sebelum pintu berbunyi. Donghwa terlihat tersenyum lalu akhirnya kembali berjalan dan menghilang dibalik pintu.

 

 

__

Pagi itu, ji yeon berjalan menuju lift dan menekan sebuah tombol. Lift bergerak pelan lalu sekitar beberapa menit kemudian berhenti. Ji yeon menghela nafasnya berat, ia berjalan pelan dengan menggenggam sebuah lunchbox.

Yeoja itu terus berjalan hingga tatapannya beradu dengan sebuah pintu besar. Ji yeon kembali mendesah gusar. Hari itu-semalam lebih tepatnya-, setelah suara berisik itu terdengar untuk yang kedua kalinya ji yeon tak mengingat apapun.

Yang ia tau setelahnya seluruh orang ribut berteriak lalu suasana menjadi lebih panas. ji yeon sadar dan ingat dengan jelas ketika ia membuka mata, seorang tengah berada diatas tubuhnya dengan kedua mata tertutup.

Ji yeon sempat memanggilnya beberapa kali hingga ia sadar jika orang-orang tengah menyingkirkan rangka besi besar dari tubuh mereka. lalu tak lama banyak yang berteriak histeris.

‘sajangnim terluka!!’

Seperti itulah. Ia dan hyuk jae kemudian dilarikan menuju rumah sakit dan yang ji yeon dengar, hyuk jae mengalami cedera ringan saat tangan kirinya tertimpa besi besar sementara saat itu ia sedang tak sadarkan diri.

Ji yeon menunggui pria itu hingga ia tersadar namun tak berhasil karena sebelum pria itu sadar, tiga orang lainnya tampak datang dan salah satunya adalah kyu hyun. pria itu kemudian meminta ji yeon untuk pulang dan segera beristirahat.

Jadilah yeoja itu tak mengetahui berita apapun mengenai kondisi hyuk jae hingga pagi ini. ji yeon berdiri gugup, kedua jemarinya bergetar halus ketika ia bertemu dalam satu garis lurus dengan jung mo. Sekretaris pribadi hyuk jae.

Jung mo tampak berdehem pelan lalu berdiri “ada yang bisa saya bantu?” sapanya.

Ji yeon tampak gelagapan bukan main lalu memundurkan diri selangkah “eng,, bisa saya bertemu dengan direktur lee?”

Ji yeon menunggu dengan degupan jantung diatas rata-rata. Memperhatikan mimik wajah jung mo yang terlihat sedikit berfikir kemudian menatapnya “maaf, apa ada janji sebelumnya?”

Ah ya! Dia tidak memiliki janji. Ji yeon menggeleng lemah lalu menyembunyikan lunchbox miliknya dibelakang tubuh.

“maaf nona, anda tidak dapat menemui direktur tanpa janji. Tapi..”

Ji yeon mendongak, menunggu lelaki itu meneruskan perkataannya “tapi direktur tidak hadir hari ini. mungkin anda dapat membuat janji untuk besok.” Jelasnya “atau ada yang perlu anda titipkan?”

Jung mo melirik lunchbox yang tergantung dibelakang tubuh ji yeon lalu tersenyum ramah. “aku jang jung mo. Sekretaris pribadi direktur lee” namja itu kemudian mengulurkan tangannya dan disambut ji yeon dengan ragu.

“aku park ji yeon..”

Jung mo menahan tangan yeoja itu sebentar “dan kau…” ucapnya berupa pertanyaan.

Ji yeon terdiam. aku? Aku? Aku siapa?! Teriaknya dalam hati.

“kau kekasih direktur lee?” tanya jungmo mencoba.

“bukaan! Aku.. bukan.. itu.. aku”

“ya, bukan. Jadi kau siapa?” jungmo memilih memotong pembicaraan. Mengetahui kegugupan ji yeon didepannya membuatnya sedikit tertarik.

“aku devisi periklanan dari cho corp. hanya ada kerjasama bersama direktur lee”

Jung mo tampak tersenyum kembali. “baiklah. Silahkan datang kembali. Mungkin direktur lee akan bekerja mulai besok. Ada lagi?”

Ji yeon menggeleng “tidak ada. Geumapseumnida” ucapnya sebelum berlalu.

“ji yeon-ssi!” ji yeon berbalik dengan cepat “ne?”

“lunchbox itu,, aku akan ke apartemen direktur siang ini”

 

 

__

“pelan-pelan hae”

Donghae meneguk airnya cepat kemudian kembali memasukkan sesendok nasi goreng kimchi kedalam mulutnya “aku lapar” jawabnya asal.

Donghwa hanya menggeleng tak percaya sementara nari, istri donghwa, seseorang yang baru saja memperingati donghae segera melayangkan tangannya memukul pundak namja itu. “aku bilang pelan-pelan. Aku tak bertanya kau sedang lapar atau tidak”

Nari menatap donghae seperti seorang ibu yang memarahi anaknya. Kemudian donghae tampak terbatuk sesaat lalu minum dan berhenti makan “aku lapar dan aku butuh makan” ucap donghae mengeras.

Donghwa sempat tertawa kecil melihat kelakuan donghae didepan nari. Nari selalu memperhatikan namja itu seperti anak kecil meskipun kenyataannya donghae memang selalu seperti anak kecil saat berada disekitar mereka.

“terserahmu!” nari kemudian kembali melanjutkan sarapannya dengan mulut menggerutu.

“lihat! Pelan-pelan noona” donghae memukulkan sendok makannya pada bibir nari yang mengerucut.

“yaa! Kau jorok sekali!”

Donghae dan donghwa terdengar tertawa sementara nari segera berkumur dan menyeka bibirnya dengan tisu berkali-kali. “jangan jahili kakakmu, hae” tegur donghwa yang masih tersenyum tak percaya.

“aku memperhatikannya hyung”

Donghae berkilah. Sesaat kemudian telapak tangan nari menghujani punggung donghae berkali-kali hingga ia berteriak keras “hyung! Bagaimana bisa kau menikahi wanita seperti ini?!” donghae berdiri kemudian menunjuk nari yang menatapnya dengan tajam.

“dia cantik” jawab donghwa asal.

“hyung! Kau… aish, aku tidak nafsu makan!” donghae kemudian mengacak rambutnya kasar dan berjalan menuju ruang keluarga. Menyalakan televisi dan mengganti channel beberapa kali dengan keras.

Donghwa menggeleng tak percaya. Piringnya terlihat kosong saat ia berjalan dan mengecup bibir nari lalu membawa piring milik donghae yang terlihat masih penuh menuju ruang keluarga. “ini, makanlah”

Donghae hanya diam. Tak beranjak ataupun menggubris perkataan kakaknya. “hae, kau harus makan” sahut donghwa kembali.

Donghae terus mengganti chanel berkali-kali hingga kembali pada channel awal. “ya hyung!” protesnya ketika donghwa merebut remote control dan menyerahkan sepiring nasi goreng itu kembali padanya.

“kau meminta kakakmu memasakkannya lalu menyisakan makananmu sebanyak ini. dimana rasa hormatmu?” donghwa berucap pelan lalu berjalan menyembunyikan remote control dan kembali dengan segelas air.

Donghae mendesah pelan. Ia melirik piring pada pangkuannya kemudian memegangi sendok dan melirik donghwa sebentar. Ia berdecak sebelum akhirnya makan dan menghabiskan nasi goreng miliknya dengan cepat.

“jadi, ada masalah apa?” donghwa membuka suaranya pertama.

“biar kutebak, kau tak tau apapun hingga saat ini” donghae menjawab asal kemudian membaringkan dirinya pada sofa.

“aku tau kau telah bertunangan”

“dipaksa bertunangan” ralat donghae.

“ya, apapun itu. kau menerimanya”

Donghae terdiam begitupun donghwa. “haruskah aku menolaknya?”

Mereka kembali terdiam. donghwa tak menjawab, tak pula berusaha untuk tak tau apa-apa. “maaf..” ucapnya kemudian.

Donghae menatap donghwa cepat, “bukan hyung, bukan salahmu”

Donghwa kembali terdiam. ia meraih segelas air dan meneguknya hingga tak bersisa “seandainya waktu itu__”

“hyung!!” donghae menatap kakak laki-lakinya kesal. Wajahnya memerah sementara matanya penuh dengan kebencian “sudah kukatakan tak perlu dibahas” sambung donghae barusaha meredakan diri.

Donghwa tersenyum getir “lalu, bagaimana calon istrimu?” tanyanya merubah pembicaraan.

“cantik”

Kemudian donghwa terkekeh “benarkah? Lalu apa yang kau cemaskan?”

“aku tak ingin menikah” jawab donghae acuh. Namja itu terlihat berguling kemudian menatap donghwa dengan mata penasaran “apa menikah menyenangkan?” tanyanya.

Donghwa tertawa besar dengan air diujung pelupuk mata “kau bertanya padaku?” tanyanya. Donghae mengangguk sekali “dari sisi yang mana?” sambung donghwa.

Donghae bergerak cepat melemparkan sebuah bantal yang mengenai wajah kakaknya “jangan bahas cara kalian bercinta, bodoh!” sungut donghae kesal.

Donghwa kembali tertawa “memang bagian itu yang paling menyenangkan” donghwa menyenggol kepala donghae pelan lalu mengacak rambut adiknya dengan cepat. sementara wajah donghae terlihat mulai memerah dalam diam.

“sial! Aku bertanya pada orang yang salah” donghae segera berdiri dan berjalan menaiki anak tangga.

“hae, mau kemana?!” donghae tak berbalik. Hanya menggumam keras “kamar!” sahutnya.

Lalu donghwa tersenyum dan berteriak keras “jangan kotori kamar mandiku!”

“HYUNG!!”

 

 

__

Hyuk jae membuka sebuah kotak berukuran sedang berwarna biru terang didepannya. Lalu tak lama ia tersenyum mendapati beberapa masakan terdapat didalamnya. Ia membuka kotak kedua dan menemukan telur gulung yang disusun hingga menyerupai kata ‘selamat makan^^’

Hyuk jae kembali tersenyum lalu pada kotak ketiga ia menemukan ‘semoga cepat sembuh’ didalamnya. Hyuk jae mengitari meja kemudian menemukan sendok disekitar lunchbox-nya.

Dengan sebuah senyuman kecil ia mulai menggerakkan tangannya untuk menyendok bulgogi dan samgyupsal –yang telah diikat terlebih dahulu- kedalam mulutnya.

Jung mo kemudian datang dan membawakan beberapa berkas yang hyuk jae perlukan. Ia menatap lunchbox dan isinya lalu ikut tersenyum “menurutmu dia menyukaimu?” tanya jungmo.

Hyuk jae terus mengunyah hingga tak memperdulikan jung mo yang mencoba menanyainya. Hyuk jae hanya ingin tau seperti apa rasa masakan yeoja itu sebelum ia berkomentar lebih banyak.

“menurutmu ada wanita yang tidak menyukaiku?” hyukjae menjawab dengan sebuah pertanyaan baru. Lalu jung mo terdengar tertawa.

“banyak” jawabnya.

Hyuk jae ikut tertawa. “jadi, ada apa hari ini?” tanya namja itu dengan sesekali menyendokkan bulgogi kedalam mulutnya.

“tidak terjadi banyak hal. Hanya beberapa proposal yang perlu kau baca dan kau tanda tangani” jawab jungmo.

“pemotretan semalam,, apa dilanjutkan?”

Jungmo mengangguk “setelah kau dilarikan kerumah sakit, bom segera menguasai keadaan dan pemotretan tetap berlangsung meskipun sedikit terlambat”

Hyuk jae mengangguk peham “bagaimana keadaannya?”

Jungmo terdiam. berhenti membereskan beberapa berkas dan menatap hyuk jae dalam “kau menyukainya?”

“dia rekan kerjaku” kilah hyuk jae kemudian mengalihkan matanya menuju berkas yang dibawakan jung mo siang ini.

Jung mo hanya diam tak menyahut. Kemudian mendelikkan bahu dan kembali merapikan berkas yang ia bawa “sepertinya dia gadis baik-baik” tutur jungmo memperingati. “baiklah, aku harus pergi. selamat siang direktur”

Dan setelah pintu tertutup, hyuk jae termenung dalam kesendiriannya “benar hyung, dia gadis baik-baik”

 

 

__

Je young duduk menunggu seseorang dari balik kursinya. Ia menyesap segelas latte ice cream miliknya sebelum bel toko berbunyi merdu. Je young berbalik dan menemukan ji yeon ada disana.

“ji!” teriaknya keras.

Ji yeon tampak melambai kemudian berlari menuju meja mereka. yeoja itu kemudian duduk sementara ji yeon berjalan menuju meja kaca untuk memilih roti yang ia inginkan.

“ingin minum kopi bersama?”

Ji yeon meoleh ketika suara yeoja lainnya menyapa “yun ju-ah!” sapanya. Ji yeon kemudian terdiam ketika yeoja itu berjalan melewati pintu dan berada disampingnya dengan tak lagi menggunakan aproan. “kau tak bekerja?” tanya ji yeon.

Yun ju menggeleng pelan. “aku ingin ice lemon. Chen, tolong layani kami!” teriaknya pada seorang pelayan namja yang tersenyum dan melambaikan tangan.

Yun ju menarik ji yeon menuju meja dan kemudian saling berteriak histeris bersama je young. Tak beberapa lama pesanan mereka datang dan mereka kembali berkicau mengenai masa sekolah dulu dan saat ini.

“jadi bagaimana denganmu?” yun ju menatap je young dengan mimik penasarannya. Saat ini, je young hanya menggunakan jeans dan tshirt longgar. Seperti kesehariannya. Berbeda sekali saat ia dipergoki ji yeon tengah mengenakan rok pendek, blazzer dan sebuah higheels tinggi.

“mereka menerimaku!” pekik je young “ya tuhan aku fikir tak akan ada jalan untukku bisa memasuki perusahaan itu” sambungnya.

Ji yeon dan yun ju tampak ikut senang. Kemudian je young mengumbar janji membayarkan makanan mereka sore itu dan semuanya berlalu seperti ocehan remaja putri yang penuh canda.

 

 

__

Sore itu setelah pulang dari rumah donghwa, donghae memilih untuk mendatangi apartemen hyuk jae. terhitung untuk menjenguknya yang tak masuk kantor karena cedera pergelangan tangan semalam.

Hyuk jae tampak casual dengan celana hitam selutut dan tshirt longgar miliknya. Namja itu segera mesuk setelah membukakan pintu dan terduduk didepan televisi.

Donghae melangkahkan kakinya menyusul kemudian menemukan namja itu tengah sibuk dengan beberapa map yang ia baca.

“terjadi sesuatu?” hyuk jae tak memperhatikannya dengan jelas, namun raut wajah donghae terlihat segera berubah dan ia berhenti bergerak.

“mengapa semua orang bertanya seolah aku adalah manusia yang dikelilingi masalah?” tanyanya datar.

Hyuk jae tak menyahut. Lalu mereka terdiam dalam keheningan pemikiran masing-masing sebelum akhirnya donghae beranjak menuju dapur. “jangan habiskan makananku!” teriak hyuk jae.

Lalu tak lama donghae kembali dengan sepiring puding vanilla dengan fla. “kau hanya punya ini?” ucapnya seolah hyuk jae tak memiliki apapun.

Hyuk jae kembali tak menyahut. Membiarkan donghae dengan sejuta tingkah kekanakannya. Hyuk jae tau, ada yang sedang ia sembunyikan. Biasanya, donghae akan segera tidur tanpa mengganggunya bekerja. Dan jika kelakuannya telah seperti ini, maka hyuk jae hanya perlu diam untuk menunggu ia bercerita.

“aku dari rumah hyung”

Hyuk jae terdiam. lalu menutup map didepannya dan beralih menatap donghae “pagi ini?” tanyanya.

Donghae mengangguk sekali “aku sedang malas bekerja” jawabnya sebelum ditanya. Lalu hyuk jae merebut puding ditangannya dan memotongnya kecil.

“lalu apa yang kau hancurkan?”

Donghae mendorong kening hyuk jae dengan telunjuknya lalu bergerak. Menyilangkan kakinya diatas sofa dan bersandar dengan nyaman. “fikiranku” jawabnya “aku mulai berfikir untuk menikah”

“apa?!”

Donghae tetap terdiam saat hyuk jae memperlihatkan reaksi sedikit berlebihan. “mungkin tak ada salahnya untuk mencoba” sambung donghae.

“Kau fikir pernikahan itu semudah ‘mungkin tak ada salahnya mencoba’?” hyuk jae menatap dengan kerutan dahi sambil menirukan gaya berbicara donghae.

“sejak kapan kau perduli dengan pernikahan?”

Hyuk jae kemudian terdiam. oke, baiklah. Ini bukan kapasitasnya untuk berbicara. “lanjutkan” ucapnya kemudian.

“yeoja itu cantik. Cukup untuk menemaniku hingga seorang anak lahir” donghae menerawang menatap plafon apartemen “atau mungkin bisa saja aku jatuh cinta padanya”

Hyuk jae tak banyak berkomentar. Ia hanya duduk dan terus mendengar ocehan donghae hingga akhirnya namja itu berhenti saat dering ponsel menginterupsi percakapan mereka.

Donghae terlihat menjauh dengan mimik kebingungan lalu mengangkatnya setelah lama berfikir “halo?” Namja itu berbalik membelakangi hyuk jae “apa? sekarang?” jawabnya “aku tidak__” lalu ia berhenti.

“ck. Terserahmu saja” lalu ponsel itu segera bersarang pada sakunya. Donghae mendatangi hyuk jae yang terlihat kembali berkecimpung dengan beberapa map lalu berpamitan untuk pergi.

“aku harus pergi. jangan kunci apartemenmu malam ini!” ujarnya sebelum berlalu.

 

 

__

Donghae melangkahkan kakinya menuju pettucini rise ketika fajar menurun dengan cepat. malam itu entah apa yang difikirkan eun na untuk memintanya bertemu dalam sebuah restoran italy.

Donghae menemukan yeoja itu dengan cepat kemudian segera duduk didepannya. “ada apa?” tanyanya tanpa basa basi.

Eun na tampak terkejut sebelum akhirnya menguasai diri “baiklah, kau pun terlihat tak ingin berlama-lama. Aku hanya ingin__”

“kau belum memesan makanan?” potong donghae cepat.

“sudah. Aku__”

“aku lapar” donghae memanggil seorang waiters dan memesan makanan miliknya. Setelah itu sebuah telfon datang dan donghae memohon izin untuk menjauh.

Hampir setengah jam ketika pesanan mereka datang dan donghae menyelesaikan hubungan teleponnya. Eun na tak dapat berfikir jernih ketika namja itu langsung menyantap spagetti bolongue miliknya tanpa perduli pada pembicaraan mereka yang sempat terpotong.

Ada berbagai rasa berkecamuk dalam dirinya ketika donghae menyeka ujung bibirnya dengan tissu dan kembali tak perduli dengan dirinya. Marah, kesal, kecewa dan berbagai perasaan lain yang mulai ia sadari tak wajar.

Perlukah ia kecewa? Oke. Marah terdengar logis karena ia diacuhkan. Tapi kecewa? Well, terdengar seperti seorang kekasih yang baru saja dikhianati, batin eun na bergumam.

Seketika nafsu makan yeoja itu menghilang dan berubah dengan luapan pertanyaan yang menutupi lubang emosinya.

“donghae-ssi” panggilnya pelan.

“hmm?”

“kita perlu bicara” ucapnya tegas. Kemudian donghae berhenti dan menatapnya dengan mata yang –sungguh!- sangat berbeda.

“ya, silahkan” sahut namja itu dengan sikap congaknya yang luar biasa. Tak ada yang berbeda dari sikap mereka kecuali rasa canggung yang tiba-tiba menyelimuti.

“mengenai pertunangan ini, aku__”

“ingin membatalkannya?” eun na menoleh cepat. mendapati mimik donghae yang kembali tak perduli kemudian mengangguk.

“eum. Aku fikir mungkin ini tak akan berakhir baik. Aku tidak mencintaimu dan kau__”

“aku bisa membuatmu mencintaiku”

Eun na terdiam. untuk sesaat, ada yang merobek pendiriannya dari dalam. Seperti sesuatu yang berkhianat secara terang-terangan padanya. “tapi..”

“aku tak akan membatalkan pertunangan ini. tidak dengan alasan apapun” donghae merapikan jas miliknya kemudian berdiri tegap. “aku sudah memikirkannya. Ayo menikah!” ucap donghae setelahnya.

Eun na membatu seketika. Namun ada api yang tiba-tiba tersulut dari dalam dirinya. Menikah? Menikah katanya? Rahang eun na mengeras dengan cepat kemudian tatapannya mulai sedingin es. Yeoja itu menghentak meja dengan keras.

“aku bukan wanita murahan yang bisa kau cium sesukamu dan kau ajak menikah semaumu! Apa yang kau inginkan? Kau yang mengatakan untuk memikirkan kembali semua ini dan bagiku, pernikahan bukan hal konyol yang dapat kau ucapkan sesuka hatimu. Kau.. kenapa kau brengsek sekali!!”

Donghae hanya memperhatikan eun na tanpa memunculkan ekspresi apapun. Matanya bergerak menatap dada yeoja yang sepertinya kehabisan stok udara itu dengan cermat lalu berujar lambat.

“aku memang memintamu untuk memikirkan segalanya. Tapi bukan untuk membatalkan pertunangan ini. aku hanya ingin menikah. Apa kau sudah menyiapkan segalanya? Apa aku sudah pernah menentukan tanggal pernikahan kita dengan orang tuamu? Klise. Aku hanya meminta agar kita menikah. Yang pasti, bukan saat ini” jawab donghae dengan nada angkuhnya.

Eun na kemudian berfikir sejenak “lalu, apa yang akan terjadi setelah kita menikah?” tanyanya ragu.

“bulan madu. Bercinta. Kau hamil dan lahirkan seorang anak” donghae mengangkat bahunya acuh.

“kau fikir semudah itu? sudah kuduga tak akan ada gunanya berbicara denganmu. Aku, tak ingin bercinta dengan siapapun yang tidak kucintai”

“tapi aku suamimu” potong donghae.

“mimpi saja! Aku tak akan menikah hingga aku menemukan seseorang yang mampu melindungiku tanpa berfikir mudah untuk menjalani masa depan bersama. Tak pernah berselingkuh. Setidaknya, aku harus selalu berada pada posisi pertama hingga akhirnya__”

“mati bersama” sambung donghae cepat.

Eun na melebarkan bola matanya kemudian berdiri “brengsek! Aku tak akan menikah denganmu! Akan kubicarakan ini dengan appa” kemudian yeoja itu beranjak pergi.

Eun na meraih rangkaian kunci dari tas kecilnya kemudian membunyikan alaram mobil dan berjalan tersungut-sungut. Namun ketika jemarinya menyentuh gagang pintu, seseorang membalikkan tubuhnya dengan cepat lalu tak lama eun na merasakan bibirnya yang menghangat.

Eun na terpojok saat donghae menahan kedua tangannya kuat disamping tubuhnya. Namja itu menciumnya dalam namun entah mengapa tak terasa seperti saat mereka pertama bertemu. Eun na hanya terdiam, tidak menikmati namun tak pula menolak. Segalanya seperti telah diatur dengan baik oleh dirinya agar tak perlu bertindak apapun.

Lama setelahnya donghae menjauhkan diri kemudian menyatukan tautan alis mereka. “minggu pagi, aku jemput untuk kencan pertama kita” namja itu lalu-sekali lagi- mengecup kilat bibir eun na dan  berjalan menjauh.

 

 

-TBC-

such a long story><

Awalnya aku mau bagi ini jadi dua part. tapi ntar jadi dikit dan ngegantung. jadi, ya seperti inilah jadinya. Dan tolong, sekali lagi tolong, kenapa silent riders semakin menjadi-jadi? apa kalian benar-benar ingin setiap FF di blog ini diprotect? -__-

 

With love, Park ji yeon.

51 thoughts on “Fabulously Castle part 8

  1. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Je Young bekerja diperusahaan Kyu cuma demi melihat Choi Siwon? Kenapa tidak melamar diperusahaan Siwon?? Nah, Hyuk Jae. Aku penasaran perasaan dia ke Jiyeon sebenarnya kayak gimana. Terus Dong Hae, meskipun dia kasar, tapi koq aku merasa dia di part ini manis ya-_- . Btw, itu kenapa tidak pakai huruf besar tiap nulis nama cast?

  2. saeng, silahkan gembok kalo siders makin banyak….

    aku suka banget ma part ini. suka cara kamu menggambarkan sifat asli donghae pas dating ke rumah donghwa dan suka sama cara hyuk memahami isi kepala sahabatnya itu..
    aku kayaknya mulai merasa klo si hae suka ma eun na.kalo gak mana mau dia nikah apalagi punya inisiatif ngajak kencan duluan. aku yakin dia udah suka cuman belum nyadar atau yang paling marah masih terlalu malu buat mengakuinya. toh di balik sikap angkuh settingan agar mereka bias bertahan di dunia mereka yang keras, aku yakin keempat pria itu masih memilikin sisi manis yang menjadi sifat dasar asli mereka.

    aku suka sama usaha je buat bias terus liat siwon tp sadarkah dia klo tindakannya itu hanya dorongan implusif atas kalimat provokasi kyuhyun? klo menuturku secara g langsung je sampai mau maksain diri buat kerja bukan karna si siwonnya tp krn mau menunjukkan ke khyuhyun klo dia emang pantas..

    nice story saeng, makasih udah memberi tauku tentang ini. panjang cerintanya juga udah memuaskan.. Keep wring, I love FC😀

  3. Gummy eunhyuk says:

    Ah donghae mau kencan

    moment kyuje nya dikit banget thor

    mau moment kyuje nya

  4. marly says:

    Donghae ud mulai bertingkah manis yaaahhh… Walaupun dikiit🙂..
    Hhmmm.. Je young niat bener yah sama siwon..hadeuh hadeuhh dia kan ud pnya tunangan…oo yah, aku penasaran siapa yg ketemu kyu di ruangan..seseorang yg telah kembali itu..

  5. tata says:

    hmm?!
    im the first!!! #yeiy \*-*/

    bru lihat td dtwitter n lgsug buka.

    woaaah…
    jd hae yg pertama utk dbongkar castlex?!
    agk lcu j pas hae pinjam kmar mndi bwt tuntasin ‘ekhem’ panggilan langit

    jd ksihan ma hyuk, tnganx ampe cdera sgla. T.T

    kyu ma je bner2 like ‘tom n jerry’ bgt y

    keep lanjuut saeng

  6. syrfaa says:

    wuidiiiih haha jihyuk melesat jauh dari imajinasiku~ lol bgt
    malahan keren kok, walaupun setelahnya jihyuk ga bertatap muka, tetep aja maniiis banget bawaannya kalo tentang mereka🙂

    dan untuk donghae. Complete bgt ya dia, childish iya, pervert iya, dan tetep aja cakep ganteng keren. Hih he has every’charm’ ~
    suka pokoknya makin suka FC….. And, keep writing loh yaaa😀

  7. elfexotic says:

    couple Kyu-Je bkln jd couple favorit ..

  8. @uliezgaem says:

    hhhuuuuaaaa sumvehh kentang bgt saeng😀

    ga panjang bgt kok,, porsinya pas… mlah kurang coz tbc..wkkwkkwk #modus

    makin lama makin penasaran,, ga nyangka klo donge bakal semanja itu sma hyungnya.. couple hae-na makin hot berantemnya😉

    hyuk-ji couple,, ciieee hyukjae udh mulai ada something nih😉

    kyu-je nya kurang partnya nihh…kkkkkkk

    overall keren, mkin bagus saeng,, fighting buat next partnya🙂

  9. Novi says:

    Akhirnya lee donghae sdh hampir insyaf,kyu n hyuk jg dah pux tanda2 tu,hahahaha……ditunggu next partx mian br sempt coment soalx kmrn2 lg sibuk

  10. kyuhyuk says:

    part hyuk sama jiyeon banyakin dong ..

    tetep bagus thor ceritanya😀

  11. lia aprilia says:

    Ini baru donghae yang sesungguh-nya hahahah ^^
    Daebaklah oppa ku, hyukjae juga harus lebih di focusin donk sana ji kaya hae sama eun na ~

    Ditunggu kelanjutannya

  12. akhhh! tuh kan donghae eun na couple yang paling menarik… di tunggu kelanjutan nya aku bukan siders thor aku cuma komen di ff FC doang karna cerita ini menarik dan kalo di protect emang aku ga bisa komen…karna kalo di protect aku buka dari pc,kalo via seluler ga bisa dan kalo buka dari pc itu susah banget buat kirim komen yang ada nanti komentarin komentar punya orang..

  13. vita says:

    Wahhh donghae suka ya ama eun na, pura2 aja tuuu marah2 padahal seneng kannnn. Trus je young udh keteriama di perusahaan kyu wah dua2 nya modus tu. Is ji youn udh pdkt ma hyuk,sih eunhyuk nya udh mulai ke cantol ama dia gara2 lunchbox nya. Siwon nya kapan tor ada kisah nya ? Apa bakalan complicated jga kyk 3 cowo itu ?

  14. Laras says:

    seneng banget sama sifat hae pas dirumah donghwa sm hyuk. Lucuu banget. Haiiihh makin seru ajaaa ceritanyaaaa

  15. Dwi_h@E says:

    hehehe…. Ga nyangka si ikan playboy, klo ma hyung dan ipar nya manis bgt *cipok hae*

    Kisah cinta mereka semakin ngegemesin
    Apalg udah mulai tanda2 nya
    Hae yg nyium eun na lg, sampai ngajak kencan
    Unyuk di buatin makanan
    Kyuje yg berantem mulu tp mulai ada tanda2 suka nya huahhh…. Suka suka suka

  16. vieyoungie says:

    shin jeyoung itu park jiyeon t-ara ..
    kyuyeon hehe..
    aku pngen part kyu chingu

  17. maria says:

    semoga donghae eun na berakhir bahagia🙂

  18. ai-sparkyu says:

    Gregetan liat Hae di part ini, sifatnya di depan hyung nya dengan di depan eun na beda bgt!
    Suka pas bagian Donghae sama Donghwa, terasa real bgt, tingkah Hae yg kekanakan dan Donghwa yg dewasa menghadapi Hae.
    Apalagi waktu Hae berantem sama Nari, lucu!😀
    Oke, couple favorite aku nambah!
    Setelah KyuJe, dan sekarang HaeNa.
    Cara Donghae memperlakukan Eun Na malah terasa manis bgt walaupun sedikit cuek dan kasar..
    Dan semoga aja Eun Na setuju utk nikah sama Donghae..
    Ditunggu kelanjutannya😀

  19. kyuso0315 says:

    Ekhem ….
    Suka ama ending part ini ^^
    moment hyuk-ji diberbanyak dong *puppy eyes*
    Gomapta🙂

  20. tiwi says:

    Makin asyik aja ne saeng ceritanya. Aku suka😀

  21. kyuhyuk says:

    ga pernah bosen baca brulang ulang ni ff ~

    lanjuiuut thoooooooor ^^

  22. bunnydiamond says:

    Wuaaah baru bisa baca…padahal udah lama publish,,, fufufufufu.. Maklum sibuk banget Yaann *sokartis*😛
    Aq seneng banget baca part ini,, karena scene donghae-eunna nya lumayan banyak >.<,,,
    Duuuhh donghwa suayyaanngg banget ama adeknya, elus2 rambut, bawain makanan,, ya ampun bener2 kaka-adik yg sangat di dambakan di dunia ini🙂 :*
    Poko ke keren Yann,, semangatt (ง'̀⌣'́)ง

  23. naina says:

    oh je….
    Tebakan ku bener, dia bener2 ngelamar kerja di perusahan kyu hanya utk satu nama – siwon

    astaga itu wujud aslinya donghae bener2 keluar keseluruhan (?) kalau dia udah bersama hyungnya *geleng-geleng*

    gag tau kenapa aku selalu nunggu dan penasaran sama moment2 jihyuk, couple favorit ku >,<

    semangat terus buat nulis meski sider berkeliaran, klw lagi gag dapat inspiragi dan gag mood buat nulis inget aku ajah di jamin makin buyar deh saeng haha
    love you ji yeon🙂

  24. kyupoo says:

    senyum snyum sendiri bacanyaa..😀
    Suka donghae kalo sama hyungnyaaa..
    Lanjuttt unniii

  25. nmonika57 says:

    Ciekannn hae nya udah mau buka hati buat tunangannya hihihi
    Sukaa banget ngeliat mereka ber5 lgi ngumpulll!!!! Seru seru seruu ayooo buat scene mereka ber4 yg bnyak hihihi,, aduhh kyaknya yg masih ngga bisa naklukin cwenya cuman kyu doang deh hehehe sabar yahh kyuuu,, hwaiting bkn part selanjutnya hohihoho

  26. lee_rha says:

    suka bgt ma ceritanya.. meskipun baru baca yg part ini,,,
    min minta pw yg part 9 ya,,

  27. setia says:

    Masing-masing dr mereka minus siwon sudah mulai jatuh cinta ya.
    Tapi kayanya kyuhyun yang masih diam ditempat.
    Dan aku juga gak bosen bosennya bilang tentang cara penulisan.
    Masih banyak yang belum rapih.
    Huruh kapital juga masih banyak yang gak pas.🙂

  28. nooh, mulai ada rasa itu mereka..?? dan yg plg keliatan sih donghae.. tsk, uring2an ga jelas kyk gitu, ngamuk2 drmah org, utg org it kknya, dan mash maklum2 ajj sm klakuan adiknya.. hyukjae bener2 sahabat yg ngerti donghae bgt yaa.. salut deh buat dia..

  29. nmelindawati says:

    donghae dan eun na kencan ???? suka bgt sama donghaenya disini …

  30. clee says:

    Yaampun aku suka banget sama donghae- eunna ♡♡♡♡
    Donghae gampang kebawa nafsu ya -_-v

  31. riana says:

    yaa ampun je yeong ngikutin idenya kyuhyun biar bsa dkt sama siwon…demi siwon…mati gaya kyuhyun di buatnya….
    deeh…galau donghae

  32. Quiny says:

    Saengiiii suka sekali ending nya, suka donge yang begitcuuuuu sukaaaa❤ /pasang lope lope yang banyak/ Donge ayo jangan brengsek lagi xD

  33. Rasty Resty says:

    Donghae gencar bgt pdktnya.. Kyuhyun aja kala Hyuk jg..
    Tp kayaknya yg dluan nikah itu Hae ya,, Mungkin yg terakhir dapetin pasangan itu Kyuhyun x ya..
    Ahh jd nebak” sendiri

  34. HANI says:

    Secara ga langsung donghae udah suka kan sama eun na hihihi. Asik bentar lagi nikah. Je young ngelamar di perusahaan kyuhyun, jadi mereka nanti sering ketemu haha.
    Penasaran kenapa donghwa ga dianggep anak lagi..

  35. shin jihyun says:

    apa donghae udah mulai tertarik sama eun na ya???

  36. puput says:

    Kwakwakwa…donghae cute abis disini..thor..crita backflash donghwa ada kan??aneh aj ma masalah kluargana donghae..

  37. nadia1 says:

    ji ht2 hyuk tu playboy

    ah agk ga rela deh …ehm tpi penasaran alsn knpmreka jd brengsek

  38. Shannon Shin says:

    Aku suka banget sama sikap Donghae kalo lagi sama kakaknya. Itu bener-bener real Donghae. Sumpah itu Donghaenya gentle sekali. At least dia mau berusaha dulu. Yang terbaik untuk mereka deh. Oia, siapa itu yang dateng nemuin Kyuhyun?

  39. BebyPanda says:

    , Ya ampun abang hae maen paksa aja, abang hae lucu jga, msh ada jga sifat kanak2’y..

  40. SHAwol noNAME says:

    ah, kyuhyun telak banget kasihan jeyoung :3 mati kutu tapi akhirnya d terima juga
    jiyeon beneran suka ma hyukkie ?
    donghae ya harus jadi nikahnya, pasti bakal seru :v
    oh, siwon kmn?
    makasih author-nim atau ff nya, next part ne ?

  41. Heeee ??? Je young di terima kyu krj jd pegawai nya ??? Yakin ??? Ga cemburu … kalo … je young me laku kan demi ketemu siwon ??? Ehem atau agar kyu biar bs ketemu n pdkt sama je young hehehhe …fighting kyu ….

    huaaa ada lg yg fallin in love … lee donghae … akhirnya menerima jg perjodohan itu … apa krn insiden di kamar nona kang ???? Jd mulai terbuka hati nya hehehhe

    waaahhh ky nya para playboy itu 1 demi 1 mulai merasakan apa itu jatuh cinta … dr yeoja yg tak terduga … hyukjae bahkan mulai senyum2 sendiri … ( awas di blg ga notmal loh hehehe )

    Jd makin penasarannnn nihhhh …
    nexttt yaaaa

  42. Mwoya .. itu je young melamar di persh cho ??? Dan di terima ??? … apa kyuhyun punya mksd tertentu .??? Fallin in love ya sm je young hehehe …

    fuih … ga di sangka hyukjae menolong ji yeon … jd dia yg terluka deh … tp dpt imbalan lunch box kan … pst senang tuh hyukjae hihihi .. awas tar ky kyuhyun loh mulai kenal apa itu cinta … …

    daebak … donghae yg td nya mati mati an menolak perjodohan itu knp skrg jd menerima nya bhkn mau melakukan kencan sama eun na .. knp tuhhhh …

    nexttt ya

  43. huwaaaa eun na….
    ck donghae di tolak mentah2 oleh wanita

  44. citra says:

    aku suka partnya…..
    daebak thor….

  45. minrakyu says:

    aaaaaaa…kayanya part ini awal hubungan baik untuk semuanya deh,, terutama buat Hae…

  46. ninachoi says:

    Idih donghae. Hahaha
    kapan km sadar klo km sudah jatuh cinta sm eun na
    aku makin penasaran

  47. dewi says:

    momen donghae dan dongwa mengesankan.
    aku paling suka adegan hyung Dan dongsaeng atau kyuhyun dengan nonanya.
    lanjut thor

  48. iyin88 says:

    Donghae dr gak mau menikah tp udh main cium aja sekarang malah minta nikah, maksa lagi… Eun na harus tahan banting ni klo sm donghae.

  49. dewi says:

    sepertinya selain siwon donghae akan menjadi namja yang normal karena memikirkan tentang pernikahan
    lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s