[JiHyuk Story] STILL YOU

jihyuk

“ayo berpisah”

Bala dentuman itu menghempas asa dengan kuat. ji yeon terdiam, memang tak lama hingga akhirnya hyuk jae memundurkan diri satu langkah.

Secara tak kasat mata, namja itu mencoba untuk memberikan sinyal betapa keputusannya untuk mengatakan kata ‘perpisahan’ telah terkukuh kuat hingga ia tak lagi perlu berada disekitar ji yeon.

“ayo kita berpisah”

Ulangnya kembali.

Ji yeon kalut. Kebekuan hatinya menjalar menuju titik manapun yang selama ini selalu terjangkau bahagia. Tubuhnya kaku, lebih parah lagi dengan bibir. Ia tak dapat bebicara. Bahkan untuk bertanya ‘kenapa?’

Dentuman itu menghempas semakin keras. Memukul sendi kehidupannya dengan kesakitan tiada tara. Ujung telinganya terasa berdenyut nyeri saat kata kematian itu kembali terulang.

“aku,, ingin kita tak lagi bersama. Maaf..”

Ji yeon terdiam. genangan air mata itu tak pernah ingin keluar. Entah karena merasa tak pantas atau memang sudah trelalu kering untuk menangisi kisah berbau usang ditengah onggokan sampah kehidupan.

“kenapa?”

Suara pertama itu keluar. Parau. Satu dari berbagai duri tajam yang bisa saja hyuk jae jadikan alasan untuk maju, memeluk wanita itu dan menyeka air matanya yang menggenang.

Namun urung. Tak benar-benar ia lakukan.

“masih sama”

Ji yeon terdiam. matanya berpendar mencari cara agar perpisahan ini tak benar-benar menjadi begitu nyata. Meski bayang kepahitan itu kini memang mulai menyentuh garis nyata dalam keheningan yang tak kunjung meredakan getir.

Ji yeon menelan ludahnya berat. Pasang itu pernah mereka lalui, tapi surut tak pernah membawa mereka hingga sejauh ini. ia terlalu diluar dugaan. Mendapati hyuk jae meminta perpisahan tentu jauh diluar dugaannya.

“tapi aku tak bermaksud seperti itu.. sungguh..” belanya pelan.

Ji yeon melangkah maju. Namun hanya sepersekian jejak langkah yang ia torehkan, hyuk jae mengambil langkah seribu untuk menjauh. Ngilu. Sakit itu kini menggerogoti perasaannya. Bagaimana setiap gerakan hyuk jae benar-benar menjelaskan betapa namja itu tak lagi ingin berada didekatnya.

Sementara selama ini, ji yeon tau hyuk jae-lah yang tak pernah berhenti untuk mendekatinya.

“aku lelah..”

Ji yeon mendongak. Apa? lelah? Ia menggeleng kencang. Tidak. Jangan katakan itu. bukankah namja itu pernah berjanji untuk tak akan pernah lelah bersamanya? Bukankah memang seperti itu yang seharusnya mereka lakukan atas nama cinta yang ada?

“tidak.. tidak kumohon jangan..”

“aku lelah,,, yeon”

Ji yeon menggeleng semakin kencang. Air matanya kemudian jatuh tak berperi. Meninggalkan jejak lalu lalang air asin yang memilukan. Bibirnya terasa makin kelu saat mata hyuk jae yang penuh binar cinta itu berubah menjadi sehitam arang. Penuh kekecewaan dan putus asa.

“tidak.. kau pernah berjanji hyuk..”

Hyuk jae memalingkan wajah. Menutup erat kedua matany hingga kristal itu tak ikut menyeretnya dalam pusaara rasa iba. Ia tak ingin kembali. tidak jika itu hanya akan didasari oleh rasa iba.

“dan aku tak mungkin terus bertahan jika seperti ini..”

Ji yeon terduduk. Kakinya melemas seketika. ‘seperti ini?’ apa maksudnya dengan kata ‘seperti ini?’. hyuk jae pernah berjanji dan itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya terus mencinta ji yeon.

Bukankah seharusnya seperti itu?

“hyuk,, aku__”

Bibir yeoja itu kelu. Ribuan paku menusuk motoriknya dengan tepat. Mengunci setiap kata yang berjuta kali ingin ia sampaikan. Ia ingin berteriak, meski tak bisa.

“a aku__”

Ji yeon terbata dalam isakan nisan waktu. Bara cintanya termakan hangus hingga debu itu terguyur hujan. Habis. Semua habis tak bersisa saat ia memutuskan untuk menduakannya. Menduakan namja itu. membagi ‘sedikit’ cintanya pada yang lain.

Kejadian itu berlangsung begitu cepat. bahkan ia tak begitu sadar ketika bibir yang selama ini selalu terasa manis ketika mengecup milik hyuk jae tiba-tiba berubah brutal. Ji yeon menggila. Ia bukanlah dirinya.

Sementara hyuk jae terus menunggu yeoja itu dalam kepastian. Berminggu-minggu tak bertemu membuatnya hampir gila hingga menemukan gadis pujaan itu tengah berpagutan mesra didepan apartemennya.

Bersama pria lain.

Hyuk jae hancur. Benar-benar hancur.

Asa tentang masa depan yang selalu ia rajut bersama gadis itu runtuh seketika. Matahari itu tak lagi bersinar. Dan hyuk jae tak lagi berjalan mengelilinginya.

Meski ia ingin, dan seberapa inginpun hyuk jae bersamanya. Ia tak pernah melupakan itu. melupakan bagaimana cara ji yeon berjanji akan menjaga kesetiaannya dalan kukungan cinta yang tumbuh bertahun-tahun lalu.

Menjaga kemesraan mereka dalam rindu yang terbalut waktu. Menjaga setiap senyum yang ditaburi kasih sayang itu hanya untuk mereka. hanya mereka.

Dan hari itu, semua terasa pupus.

Kehidupan membawa mereka pada titik abu-abu yang semakin meredup. Menuntut untuk menjadi lebih terang, putih, dan pada akhirnya, muncul lembaran baru. Lembaran kosong.

“aku tak lagi memiliki alasan untuk kita terus bersama”

Dan lembaran itu, akhirnya terbuka.

Hyuk jae memutuskan segalanya. Menghapus setiap cerita manis yang pernah terukir indah dalam setiap hembusan nafas. Menghilangkan bayangan indah yang selama ini terus menggema, beterbangan liar dalam asa besar akan pelukan hangat.

Melebur cintanya menjadi sesuatu yang biasa, hangus, terbakar hingga tak bersisa.

Hyuk jae mengubur ‘mereka’, dalam kepedihan yang teramat kentara.

 

 

Ji yeon menekan remote control miliknya berkali-kali. Tubuhnya terbalut selimut tebal putih. Membungkusnya dalam kehangatan serta aroma menyengat yang menyakitinya lembut.

Dulu, ‘mereka’ akan selalu bersama. Namja itu akan memeluknya dalam kehangatan bisep yang kekar. Mengekangnya dalam ke-posesif-an yang begitu ia rindukan. Menatap bintang, dan berkata..

‘bahkan bitang tak pernah terlihat indah jika tak bersamamu’

Ji yeon ingat betul. Bagaimana seusai setiap pertunjukannya, ia akan memilih untuk ‘pulang’ pada ji yeon. Merengek meminta sesuatu yang membuatnya tak akan merasa lelah. Terkadang bercerita, bahkan bercengkrama dalam kekonyolan dan kehangatan senyum penuh cinta miliknya.

Dulu,

Dan itu jelas telah berlalu.

Hampir enam bulan setelah hyuk jae memutuskan untuk pergi. yang ji yeon benar-benar sadari adalah, ia mati. Hatinya mati. Ia mati rasa.

Ia membutuhkan namja itu. tak perduli seberapa keras ia harus menahan rindu ketika hyuk jae tak kunjung pulang karena harus mengelilingi dunia untuk menghibur penggemarnya. Yang pasti, saat itu ji yeon yakin, dan hyuk jae juga terus berjanji jika ia akan pulang.

Setidaknya, meski hyuk jae terus berhasil membuatnya naik pitam dengan berpuluh-puluh penari latar yang menggerayanginya, hyuk jae akan tetap berusaha meyakinkannya, betapa namja itu hanya menginginkannya.

Menginginkan ji yeon.

Dan meski hyuk jae bukanlah pasangan yang terlalu normal untuk membawanya menuju taman bermain atau restoran terbuka, setidaknya namja itu tetap terus menjaga waktu agar ia tak pernah merasa ditinggalkan.

Setidaknya itu dulu.

Saat hyuk jae masih miliknya.

Ji yeon tersenyum kaku. Namja itu selalu terlihat sama. Masih tersenyum penuh rasa persahabatan yang kentara. Setiap hari tak pernah berhenti untuk menyapanya dari balik layar televisi. Meski ji yeon yakin, tanpa televisi pun, bayang hyuk jae tetap saja masih terlalu jelas dalam goresan kalbunya.

Namja itu terlihat baik-baik saja. Rambutnya tertata lebih panjang dan rapi. Tubuhnya terlihat kurus, seperti biasa. Lengan itu juga masih sama. Lengan yang dulu selalu memeluknya dalam kehangatan cinta.

Ji yeon merindukannya.

Kristal itu jatuh dalam kuluman senyum yang dipaksakan. Rambut ji yeon terlihat urak-urakan dengan ujung mata yang masih menyisakan eyeliner. Bibirnya sesekali meringis sakit ketika bekas alkohol yang hanya dua teguk itu kembali terasa.

Ia hancur.

Karena merindukan’nya’.

Ji yeon menggigit bibirnya kelu, mencengkram keras kemeja besar yang selama ini terus ia gunakan untuk melepas rindunya pada namja itu. untuk membuatnya berfikir lebih logis agar tak perlu berlari mengejarnya yang kini terlihat lebih baik.

Untuk setidaknya menyapa ji yeon dengan aroma yang –juga- masih tercetak jelas dalam benaknya.

Hyuk jae terlihat baik-baik saja. Dan kenyataan itu semakin memukul kesadarannya akan kisah cinta yang dulu selalu ia banggakan.

Hyuk jae terus tersenyum. Melakukan apapun yang ia inginkan. Bahkan beberapa bulan lalu tampak bertolak menuju london untuk berlibur bersama teman-temannya.

Ji yeon tak lagi menemukan alasan yang tepat mengapa ia pernah bertindak begitu bodoh. menduakan namja itu,, tak pernah sekalipun memiliki alasan kuat mengapa ia melakukannya.

Ji yeon sadar betapa kerinduannya pada hyuk jae, bagaimana mereka tak bertemu selama waktu masih membentang luas, bagaimana hyuk jae mengungkapkan betapa ji yeon sangat berarti untuknya dan betapa namja itu begitu memujanya adalah hal yang paling sempurna dalam kisah cinta mereka.

Dan jelas, tak akan lagi terulang.

Meski berkali-kali ji yeon sadari jika ia tak pernah benar-benar bisa melupakannya. Melupakan setiap bayangan hyuk jae yang masih bergelayut manis didepan matanya. Menghilangkan sosok gagah yang selalu ia puji dalam hati.

Menghilangkan cintanya..

Ji yeon terpuruk,

Dalam cawan harapan akan kehadiran hyuk jae kembali,

Dalam kisah cinta penuh romansa mereka,

Yang pernah tercipta..

 

 

Ajikdo nan, geudaero neo

Ajikdo nan neol~~

 

-END-

Huaaa *mewek T_T

Yaampun aku gak pernah berhenti untuk mendengarkan ‘still you’ sampai inspirasi ini datang gitu aja. Lagunya,, sedih banget loh. Menceritakan tentang seseorang yang masih sayang banget sama mantannya. Masih berharap dan masih cinta.

Bagaimana dia berharap dan terus berada dalam kesakitan waktu ceweknya itu gandeng tangan pria lain. Duh, cari deh liriknya biar ngerti *maksa*

Nah, buat yang dulunya sering baca FF aku di FWF, ini aku bikin jadi kelanjutan ‘JiHyuk Story’ ya. Dan,, iya! Jihyuknya lagi break sesaat. Hanya sesaat.

 

With love, Park ji yeon.

10 thoughts on “[JiHyuk Story] STILL YOU

  1. marly says:

    Oooww jd jiyeon yg selingkuh?? Husshh..kirain awalnya hyukjae yg ud bosan hingga mutusin jiyeon….
    Nah loh,, itulah akibatnya jika berselingkuh..jujur aku sih setuju2 aja klo hyukjae mutusin jiyeon..aku ga suka yg namanya perselingkuhan..sakiittt tau! #curhaaattt… Wakakakak…
    Berharap yg terbaik aja buat hubungan mereke ke depan nya…terserah mo di apain🙂🙂🙂

    Buat author tersayang.. Semangat buat karya2 yg lain yahhh..jg buat FC nya aku dengan sabar loh nungguin kelanjutan nya.. ^^

  2. Dwi_h@E says:

    di blog tetangga ji yeon yg di hianati, di sini ji yeon yg menghianati hyukie

    Hehehe… Jadi satu sama
    Udah aja balikan lagi

  3. Novi says:

    Nyesek jg yah bacanya…makax ji qmu jgn selingkuh…… Smg di jihyuk story berikutx mrk udah balikan lg….. Oh ya untuk FC selalu ditunggu….

  4. tata says:

    hmmm!! #nods
    q ud download jg MV still you eunhae yg sgt mengiris bawang (?), eh. hati maksudx

    sempet g rela pas lhat hyuk senyum ma cwe dMV tu!!!
    ampuun!!!
    kalo kata tmenq y ‘death smile’ #hallaah basax

    btw, nice story saeng

  5. hosiy says:

    😦 pertama masuk k blog ini,langsung mewek😦 Hai thor,aku reader baru,salam kenal.. Izin baca ff mu yg lain ya🙂😦 pertama masuk k blog ini,langsung mewek😦 Hai thor,aku reader baru,salam kenal.. Izin baca ff mu yg lain ya🙂😦 pertama masuk k blog ini,langsung mewek😦 Hai thor,aku reader baru,salam kenal.. Izin baca ff mu yg lain ya🙂😦 pertama masuk k blog ini,langsung mewek😦 Hai thor,aku reader baru,salam kenal.. Izin baca ff mu yg lain ya🙂 *bow*

  6. maria says:

    eunhyuk diselikuhin ditabok jewels😦

  7. @uliezgaem says:

    itu lagu emng eerrrrgghh bgt lah. apalgi mv nya… histeris sndiri klo liat si eunhae..

    ya aq blm bca jihyuk story saeng -___-

  8. ai-sparkyu says:

    Penyesalan emg selalu dtg belakangan..
    Hal yg paling menyakitkan adalah saat melihat org yg meninggalkan kita karena kesalahan yg kita buat terlihat tertawa dan berbahagia sementara kita terpuruk dalam penyesalan..
    Pasti itu yg Ji rasain tiap x liat Hyuk bahagia saat di tv meskipun gk ada yg tau gmn perasaan Hyuk yg sebenarnya.
    Dan aku setuju, lagu still you emg bikin nyesek, plus bikin nagih pengen dengerin terus.. :’)

  9. Nathalie park says:

    Klo jiyeon’y terpuruk smpai sgtu’y gmn sm enyuk????g mungkin dy bs cpt move on klo sblm’y dy cinta bgt sm jiyeon?????penasaran sm jihyuk story slnjt’y…

  10. keiobi says:

    Wahhh..
    Nyesek bgt eon..

    Gag kbayang jdi hyuk yg nglyt pcr slingkuh ddpn mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s