Fabulously Castle part 7

fabulously castle

Judul         : Fabulously Castle 7

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendship

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

 

 

Je young terpaku sesaat. Sebuah penggorengan berasap dengan sedikit minyak didalamnya tengah ia kuasai. Namun entahlah, semua terasa samar-samar. Sesuatu membayanginya hingga menariknya dari dunia nyata.

“uh.. aww!!” je young menjerit pelan ketika tangannya terasa ratusan kali lebih panas. bodoh! untuk apa membiarkan tangannya berkenalan dengan teflon penggorengan?

Je young segera berlari menju wastafel dan mencucinya cepat. lalu menarik kotak P3K dari laci dapur dan mengaduk segala isinya untuk mencari sebuah krim yang sebelumnya ia rasa ia simpan disana.

Je young mencengkram sebelah jemarinya dengan kuat. hampir sepuluh menit. Dan.. “ck! Sial” ucapnya.

Bibirnya mengerucut cepat saat benda itu ia temukan lima belas menit kemudian didalam kotak barang di kamar mandi.

“pasti berbekas” gumamnya pelan. Sesekali meringis ketika bekas luka itu tersentuh hal lain dan terasa gatal.

Je young kembali berjalan. Setelah selesai dengan olesan krim miliknya, je young baru sadar jika isi penggorengan itu ternyata juga telah menghitam dan tercium bau aneh.

“arhg! Sial sial!” pekiknya. Je young merogoh ponsel miliknya lalu berbicara cepat pada orang diseberang sana.

“ya ya, lantai tiga nomer 207”

Usai memesan makanan, je young melenguh keras. Seharusnya ia tak perlu memasak untuk menyiapkan makan siangnya sendiri. Seharusnya, eomma telah menyiapkan sekotak nasi dan lauknya jika saja je young mau menunggui florist miliknya bersama wanita tua itu.

Seandainya.

Namun semua telah terjadi. Je young, memilih untuk pulang ketika jam makan siang hampir berlalu. Setelah pelanggan ia rasa cukup untuk tidak merepotkan ibunya, je young akhirnya pulang dan mengambil keputusan untuk memasak sendiri.

Dan see? Pada akhirnya ia selalu mampu mambuat sebuah keonaran meskipun dalam konteks yang normal, masakan je young bukanlah yang buruk. Ia bisa. hanya sesuatu tengah mengusiknya.

Je young duduk pada sofa balkon. Menikmati angin semilir yang menghembuskan suasana bersahabat. Menerbangkan untaian rambutnya yang hitam legam ke udara terbuka.

Je young terpaku. Pemandangan dari atas rumahnya memang selalu menenangkan. Taman kota dan keadaan yang tak terlalu ribut karena terletak sedikit jauh dari jalan utama membuat keadaan apartemennya sangat nyaman.

Je young bersidekap. Kembali terpaku pada hal yang tak pasti. Matanya kosong lalu menerawang sesuatu yang sepertinya telah berlalu.

 

**

‘ya! Mengapa kau menarikku?!’ namja itu tak menjawab.

‘kau punya Mulut? Kalau begitu kurasa tak akan sulit untuk menjawabku’ namja itu kembali tak mejawab.

‘ya! Kau tu__’

‘diamlah!’

‘aku kembali untuk melihat siwon. Jadi kau tak perlu menghalangiku’

‘aku tau ini kantormu, tapi rasa suka tak bisa kau tekan. Kau tak boleh memaksaku untuk tidak bertemu siwon!!’

Lalu dengan cepat namja itu memutar dan membekap je young dalam kukungan lengannya. Mint. Satu-satunya rasa yang masih dapat diproses otak je young. Lelaku itu,, sangat-amat-dekat.

‘m mau apa kau?’

‘dengar. Kau tak perlu mendikte apa yang harus kulakukan dalam daerah kekuasaanku. Aku, sangat berterimakasih atas kunjunganmu untuk choi siwon. Tapi percayalah, kau tak perlu datang lagi untuk menemukannya tengah minum kopi di cafetaria kantor. Akan kupastikan jika ia, tak akan pernah –lagi- datang’

Je young mengerjap sesaat ‘jadi, kau tak lagi perlu berkunjung karena seseorang yang kau tunggu tak akan pernah datang. Kecuali jika memang kau berfikir untuk mengirimkan lamaran kerjamu dan menungguinya setiap makan siang. Well, aku sedang begitu banyak masalah. Jangan membuatku muak dan memberikan data dirimu pada petugas keamanan untuk menyeretmu menjauh setiap kali kau datang’

TING!

Namja itu berjalan angkuh. Lalu tepat pada pintu lift, ia berhenti sejenak. ‘lagipula, siwon, aku dan kedua teman-temanku tak pernah menyukai gadis bodoh. berhentilah berharap’

Dan pintu lift itu terlihat kosong setelahnya.

**

 

Keseluruhan bayangan itu menghantui je young. Entah apa yang terjadi hingga baru saja je young sadari jika jantungnya berdetak amat kencang saat itu-bahkan saat ini, saat ia hanya mengingat potongan kecil pertengkaran mereka, jantungnya kembali ditabuh kencang-

Je young tau ada yang salah. Ini tak terlihat seperti biasanya. Je young tak merasa perlu membenci namja itu bahkan setelah diperlakukan tak senonoh olehnya tempo hari.

Ya, kata tak senonoh mungkin terdengar berlebihan. Tapi itu terasa pantas saja jika je young mengingat kembali ekspresi namja itu saat berada pada pintu lift.

Deg!

Getaran itu kembali terasa. Sial! Mengapa getaran itu selalu mengusiknya?!

Bahkan setelah empat hari je young memutuskan untuk tak lagi berkunjung atau sekedar melihat ji yeon di perusahaan itu. ada apa dengannya?

 

 

__

Sore itu kyu hyun menyerah. Setelah beberapa hari yang lalu hyuk jae selalu berusaha memintanya untuk datang, hari itu, tepat pukul 18.00 KST, kyu hyun memutuskan untuk menutup seluruh map diatas meja dan berjalan menuruni gedung.

Masih ada beberapa karyawan yang-mungkin saja- lembur atau alasan lainnya yang kyu hyun tak perlu ketahui. Namja itu mengitari meja bundar tempat administrator kantor sering berdiri lalu melewati pintu kaca yang terbuka secara otomatis.

Ia merogoh sebuah kunci dan mengangguk pada petugas keamanan sebelum melajukan R8 miliknya membelah jalanan kota.

Hyuk jae menyewa sebuah PUB. Atau mungkin kali ini giliran siwon untuk menyewanya. Oh tidak, mereka lupa jika PUB itu milik donghae.

Arcade.

Sebuah PUB mewah yang terletak dipusat kota seoul. Kyu hyun memerlukan waktu setidaknya setengah jam untuk berada disana dengan kecepatan minimum dan lima belas menit dengan kecepatan maksimum. Ekhm, atau mungkin tidak terlalu maksimum.

Dan tepat lima belas menit setelahnya, R8 hitam itu telah terparkir pada tempat khusus yang memang di sediakan lee donghae untuk mereka. ada dua mobil, dan satunya lagi terdengar baru saja terparkir disamping mobil hitam kyu hyun.

Kyu hyun berdiri. Menutup pintu mobilnya setelah bertemu pandang dengan  hye yo, tunangan siwon.

“mana kekasihmu?” tanya kyu hyun cepat. aneh, tidak ada siwon didalam mobilnya.

“tunangan. Kau lupa cho?” hye yo tampak menaikkan jemarinya dan untuk beberapa saat sempat membuat kyu hyun merasa bahwa hye yo sangat membosankan.

“oh baiklah. Dimana dia?” tanya kyu hyun kembali tanpa mau perduli.

“dia dijemput lee hyuk jae sore ini” jawab hye yo kesal.

Kyu hyun tertawa mencibir lalu berjalan masuk, disampingnya mengikuti hye yo yang tampak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan PUB yang mulai ramai.

“kudengar ada pemalsuan data” gumam hye yo. Itu pertanyaan, meski dengan nada yang begitu meyakinkan.

“choi siwon sialan!” umpat kyu hyun cepat.

Hye yo terdengar tertawa pelan “aku bisa menjaga rahasia” akunya.

Kyu hyun tak lagi memperdulikannya. Namja itu berjalan menuju sebuah ruangan VVIP. Terletak pada lantai empat dengan ruangan kaca yang besar dan lengkap.

Namja itu menekan beberapa tombol sebelum pintu lift terbuka dan memasukinya bersama hye yo. Seketika saja sesuatu mengusiknya. Sepertinya keadaan ini pernah terjadi. Belum lama ini dan…

Kyu hyun tertegun. Shit! Keadaan ini pernah dilaluinya bersama yeoja cerewet temannya ji yeon. Empat hari lalu. dan setaunya memori ini tak pernah mengusiknya kecuali bau lavender milik yeoja itu.

Kyu hyun entah mengapa begitu menyukainya. Bau lavender yang nyaman dan tak terlalu mencolok. Meskipun mungkin tak pantas untuk dikenakan wanita itu, tapi entahlah. Wangi itu seperti tertinggal permanen dalam memorinya.

“kyu?”

Kyu hyun tersentak. Pintu lift terbuka lebar dan hye yo telah berada diujung pintu.

‘aku, siwon dan kedua temanku tak pernah menyukai wanita bodoh’

Oke! Singkirkan wanita itu dari fikirannya! Sekarang!

“maaf” namja itu berjalan gusar lalu menyusul hye yo yang tampak mulai tak sabar. Entah tak sabar untuk menemui kekasihnya atau karena telah terlalu lama menunggui kyu hyun yang termenung didalam lift.

Mereka berbelok arah lalu menemukan kamar paling ujung. Tempat mereka biasa berkumpul.

 

 

__

Kyu hyun hanya diam memandangi donghae yang-entah untuk ke berapa kalinya- meneguk kembali vodka miliknya.

Tak ada yang terlihat mencegahnya, apalagi menghalangi. Setiap orang tau tak banyak cara lee donghae untuk melampiaskan emosinya kecuali dengan wanita dan vodka.

Well, melampiskannya pada wanita terdengar sedikit kasar, karena itu lebih baik tak ada yang mencegahnya atau-mungkin saja- besok pagi surat kabar memajang wajah tampan donghae sebagai pelaku pemerkosaan seorang gadis.

Hyuk jae tampak tak terlalu ambil pusing. Toh, tempat itu milik donghae. Tak ada yang benar-benar dapat dipecahkan selain gelas-gelas milik mereka dan beberapa botol vodka yang terlihat mulai kosong.

Tempat itu dirancang sedemikian rupa. Seluruh aset dan perabotan disimpan dalam sebuah lemari yang akan berputar dengan sendirinya jika dikendalikan dengan remote control.

Ada dua televisi dan DVD untuk mereka yang ingin bernyanyi. Atau permainan lainnya yang-juga- tersembunyi dibalik dinding. Seluruhnya dirancang dengan baik. Dan remote control itu, ada di tangan siwon.

Satu-satunya namja yang tak ingin donghae usik keberadaannya.

Kyu hyun masih terdiam. tepat disaat hyuk jae tertawa dan ber high-five bersama siwon sementara hye yo baru saja keluar dari kamar kecil, donghae mematung.

Kyu hyun dapat melihat pancaran kosong dari dalam matanya. Namun tak beberapa lama mata itu menyala, donghae tersadar dan kembali menuangkan minumannya.

Dan entah apa yang terjadi, tau-tau botol coklat pendek itu telah beradu dengan kayu pembatas ruangan. Donghae berteriak keras lalu mengucapkan kata ‘brengsek’ berkali-kali.

Sementara hyuk jae dan siwon kembali melanjutkan permainan mereka, hye yo terlihat mulai cemas dan mendatangi siwon lalu berbisik. Anehnya, siwon hanya menaggapi yeoja itu dengan cengiran kecil, menciuminya lalu kembali bermain.

Kyu hyun menggeleng ringan. Ia menarik campari mohitto miliknya dan meneguknya kencang. Soda itu menusuk kerongkongannya sebelum berubah manis dan membuatnya mencandu.

Tak lama namja itu melihat hyuk jae datang dan duduk bersebelahan donghae yang menutupi kedua matanya dengan lengan. Namja itu meninggalkan siwon yang-bersama hye yo- tengah berpelukan menatap luaran arcade dan sesekali tertawa.

Seperti biasa. Choi siwon yang tak mau tau jika seseorang telah berbau alkohol. Namja itu selalu akan meladeni siapapun dengan catatan, tanpa alkohol. Jika bau menyengat itu telah tercium olehnya, maka silahkan saja alihkan masalahmu pada dua namja lain pecinta alkohol.

Begitu mengertinya dengan keadaan, hyuk jae dan kyu hyun tak mempermasalahkan keberadaan siwon yang justru terlihat begitu asik menciumi tunangannya sementara keadaan donghae benar-benar terlihat naas.

Hyuk jae menghela nafasnya gusar. Bersama kyu hyun yang duduk terdiam tapi tetap memperhatikan pembicaraan mereka, hyuk jae akhirnya memilih untuk duduk semakin dekat.

Pertama, vodka adalah pilihannya. Satu teguk cukup. Jangan pernah ada dua cassanova mabuk atau seluruh wanita PUB akan kewalahan.

Hyuk jae berdehem pelan. Membuat donghae yang mulai terkena dampak alkohol berjengit  namun tak merubah posisinya.

“vodka?” tawar hyuk jae.

Satu detik, dua detik hingga detik berikutnya yang panjang, hyuk jae menggantungkan tangannya dan tak menyerah. Mungkin-atau lebih tepatnya- donghae –pasti- tau, segala hal mengenai hyuk jae memang tak jauh berbeda dengannya.

Namja itu akhirnya memutuskan untuk merubah posisi dan membuka matanya kecil. Donghae merebut gelas milik hyuk jae dan meneguknya dalam sekali tenggak. Dan untuk beberapa saat kemudian, fikirannya terasa semakin ringan.

“dia menamparku” donghae membuka suara.

Hyuk jae menaikkan bahunya acuh lalu mengambil gelas lain berisikan spritz dan meneguknya pelan “terlalu sering” responnya.

“tapi dia membuatku merasa terhina”

Hyuk jae merubah posisinya menjadi lebih nyaman, menunggu donghae melanjutkan ceritanya.

Donghae tampak tak terlalu suka. Namja itu mengernyitkan dahinya lalu bergeser untuk sedikit lebih menjauh. Hyuk jae-tentu saja- tau maksud dari setiap gerakan sahabatnya itu. lalu tak lama hyuk jae menarik nafasnya berat dan menghembuskannya dengan alis yang meninggi.

Mengedik dan berniat akan pergi sebelum sebelah tangan donghae menahannya.

“aku menciumnya”

Kyu hyun hampir terbelalak “apa!?”

“dia menamparku”

Oke baiklah! Sesimpel itu? donghae menciumnya. Dia menampar donghae dan sekarang, namja itu berakhir dengan bergelas-gelas vodka? Tidak masuk akal sekali. Hanya ciuman, tamparan lalu.. vodka?

“ya, aku tau dia menamparmu” sela hyuk jae terdengar malas.

Suasana terasa hening. Lalu donghae memutar posisi dan melemparkan ponsel miliknya keatas meja “brengsek. Appa yang meminta pertunangan ini” sambungnya bergumam.

“kau yakin?” kyu hyun bersuara.

“Aku bertanya langsung padanya”

Hyuk jae meneguk kembali spritz miliknya. Aneh, seharusnya yang terjadi adalah pihak keluarga wanita akan memohon pada appa mereka-donghae, kyu hyun ataupun hyukjae- untuk dinikahkan dengan anak gadis mereka. tapi kali ini, apa yang terjadi? Mengapa justru appa donghae lah yang menginginkan pernikahan ini terjadi?

“dia ingin aku segera menikah dan memiliki anak”

Nah! Itu dia.

Pertanyaan hyuk jae terjawab.

Pertunangan. Menikah. Anak. Oke hyuk jae mengerti setidaknya masalah inti disini. Tapi jika ini hanya tentang ‘anak’, donghae bahkan pernah berencana untuk mengangkat seorang anak. Bukankah ia telah memikirkan ini jauh-jauh hari?

“kau pernah berkata akan mengangkat seorang anak” ingat hyuk jae cepat.

“yang bukan darah dagingku, tak berhak atas warisanku” ucap donghae mengulangi perkataan appanya. Tiba-tiba pusing itu melanda. Efek alkohol mulai bekerja lebih keras dan menusuk-nusuk kepalanya. Donghae sempat mengerang sesaat lalu kembali terdiam setelah menguasai diri dengan baik.

“kau berencana akan menikah?” sambung hyuk jae.

Donghae menggeleng. “aku tidak tau. tapi untuk saat ini,, tidak”

“baiklah, ini akan lebih rumit. Tapi kau bisa saja menikahinya. Setidaknya, satu hal yang perlu kau syukuri adalah kau tak perlu bersalah atas keperawanannya”

Hyuk jae terkekeh pelan ketika kyu hyun melemparinya dengan sebuah kotak tissu dari atas meja.

“dan jika dia tak perawan?” tanya donghae malas.

“bersyukurlah karena kau tak perlu menghamburkan uangmu untuk sekali bercinta” dan kali ini kyu hyun benar-benar menatapnya dengan mata setajam pedang.

“tutup mulutmu lee hyuk jae!” geram kyu hyun.

Hyuk jae terkekeh pelan lalu kembali menatap donghae lebih serius “oke, aku serius. Kau tau appamu tak pernah bisa dibantah ,bukan?”

“itu dia masalahku!” geram donghae.

Hyuk jae mengangguk paham “mungkin aku akan sepertimu jika dihadapkan pada kasus serupa. Bedanya, aku akan lebih memilih untuk menurut dan setidaknya, bertahan hingga anakku-pewaris tahtaku- lahir”

Hyuk jae terlihat lebih serius. Matanya tak lagi berbinar penuh tawa. Sedikit mirip dengan yang dimiliki kyu hyun meskipun tak tajam.

Kyu hyun tampak lebih tertarik dan memajukan diri. bertopang siku pada lutut dan menutup mulutnya dengan dua tangan yang menyatu membentuk segitiga. “lakukan saja pernikahan kontrak”

Kyu hyun menarik kesimpulan yang mendapat tanggapan baik dari hyuk jae. lalu tak lama mereka terdiam, kyu hyun mulai bersuara datar.

“temui dia dan katakan jika pertunangan ini belum akan berakhir. Setelah kau mendapatkan seorang anak kau bebas menceraikannya”

“brengsek. Itu akan menyakitinya!” keluh donghae.

Kyu hyun berfikir sesaat “karena itu kau perlu banyak hal untuk kau pertaruhkan. Buat dia menerima semua ini dengan harga yang setimpal. Berikan dia imbalan hingga rasa sakit itu bisa ia lupakan. Bukankah itu gunanya uang?”

Hyuk jae menjentikkan jemarinya “lakukan perjanjian hitam diatas putih. Tentu tanpa sepengetahuan kedua orang tua kalian. sembunyikan serapat mungkin dan jangan terlihat terlalu harmonis agar kau tak memerlukan banyak alasan untuk berpisah” sambungnya.

Donghae terdiam. untuk sesaat, informasi dari dua orang-tampan- itu cukup menguras energinya. Ia paham, namun tak ingin mengerti untuk saat ini. ini jauh lebih rumit dari yang ia fikirkan.

Dan donghae tak pernah benar-benar tau sejak kapan ia memikirkan pihak lain yang ia sakiti. Entahlah, mungkin karena ini menyangkut pernikahan dan anak. Dua dari ribuan kata yang sangat donghae hindari.

“dan jika setelah semua ini berakhir dia tetap merasa tersakiti, maka kesimpulannya adalah,, dia mencintaimu”

Deg!

 

 

__

Pagi itu ji yeon berjalan menuju halte. Ada dua rute yang harus ia gunakan untuk mencapai kantornya. Lalu siang ini, ia harus datang menemui bom untuk menyelaraskan setiap ide yang telah ia bahas bersama rekan-rekannya.

Apa saja yang ia dan bom harus lakukan. Kronologis setiap rinci hasilnya nanti dan seluruh bayangan yang melayang-layang dalam fikirannya harus ia utarakan pada bom hari itu juga.

Ji yeon berdiri dengan dress pink yang ditutupi blazzer, rok yang tidak terlalu pendek dan rambut hitam yang ia biarkan terurai. Ji yeon tak sadar jika jam masih terlalu pagi untuk menunggu bis-nya datang. Jadi akhirnya ia putuskan untuk berjalan menuju toko roti terdekat.

Ji yeon bertemu dengan barebreads. Toko yang dulu sering ia kunjungi bersama je young. Biasanya, je young akan memesan latte ice cream dan baffier crust untuk sarapan pagi mereka.

Tapi itu dulu, saat mereka masih harus menekuni sekolah akhir. Saat ini, bahkan ji yeon tak memiliki banyak waktu untuk bersama sahabatnya selain pada malam hari.

Ji yeon berdiri didepan sebuah kotak kaca yang menampilkan berbagai macam jenis roti. Tak banyak yang berubah kecuali adanya-banyak- menu baru meski tak membuat menu lama kalah pamor.

Ji yeon terus menyusuri kotak kaca itu. melihat-lihat roti sambil mengenang masa lalu yang menyenangkan didalam toko itu bersama je young.

Toko itu, tak banyak berubah. Hanya jauh lebih besar dan lebih terkonsep. Dengan wallpaper hitam putih yang dibubuhi aksen merah dan beberapa foto yang menarik, toko itu terlihat lebih modern. Ji yeon tak sadar jika ia tak lagi pernah datang sejak kelulusannya.

Sudah lama.

Ji yeon terdiam. matanya kemudian berbinar ketika roti itu. rotinya dan je young. Masih terpampang sebagai salah satu menu disana. Ji yeon kemudian menyapu seluruh isi toko yang mulai ramai dengan matanya.

Tapi aneh.  Ada satu rasa yang menahannya untuk terfokus pada satu wanita yang tengah duduk membelakanginya. Wanita itu.. tinggi. Putih dengan blazzer hitam dan rok. Hells yang cukup tinggi dan rambut terurai yang gelap.

Sejenak ji yeon berfikir. Apa ia kenal gadis itu? atau hanya perasaannya saja?

“latte ice cream dan baffier crust” ujar wanita itu anggun.

Ji yeon kembali berfikir, kemudian memperkirakan teman yang mana yang otaknya maksud saat ini. karena entah bagaimana ji yeon yakin mengenal wanita itu meskipun ragu. Jujur saja, ia tak pernah memiliki teman yang terlalu feminim dan bekerja kantor sepertinya.

Ya, ada beberapa. Namun ji yeon yakin dapat mengenalinya hanya dalam sekali pandang. Tapi yang ini..

“selamat datang. Maaf kami membuat anda menunggu”

Ji yeon berbalik cepat dan seketika senyuman itu mereka dari bibirnya. Kedua matanya jauh lebih berbinar dan seketika ia menjerit terkontrol “omo! Yun ju-ah”

“ji yeon-ah” pekik orang seberang dengan nada kurang lebih-terlalu- mirip.

Kemudian mereka hanya mampu menautkan jemari dan saling memandangi wajah masing-masing. Yun ju. Teman satu kelas ji yeon yang cantik dan terlalu pandai memasak.

“kau bekerja disini?” tanya ji yeon.

Yun ju mengangguk dengan senyuman lalu kembali tertawa “lama sekali tidak bertemu. Kau berubah” sahut yun ju.

“tidak. Aku masih sama. Bagaimana keadaanmu?” ji yeon terlihat sangat antusias.

“aku baik. Sangat baik. Bagaimana denganmu?”

“sama” ji yeon tersenyum tulus lalu sedikit mereda “aku ingin berbicara banyak denganmu, tapi waktuku tak begitu banyak. Aku bisa tertinggal bis. Bisa kita berbicara lain kali saja?”

Yun ju tampak tersenyum pelik. “aku mengerti. Kau dan je young memang terlalu dewasa dan sibuk. Aku paham” ujarnya.

Ji yeon terdiam sesaat, mencerna kata-kata yun ju yang terasa mengganjal “je young?” tanyanya.

“hmm. Itu” dagu yun ju menunjuk seseorang “kufikir dia bersamamu” sambungnya.

Ji yeon menoleh cepat. menangkap sesosok yang disebut-sebut sebagai je young. Lalu dia berbalik dengan wajah yang penuh kegelian “astaga,, jangan bercanda. Je young tak mungkin seperti itu” tukasnya mengibaskan sebelah tangan.

Yun ju tampak tak mengerti, lalu beralih menatap gadis yang duduk dibelakang sana dan kembali berbalik menatap ji yeon.

“tapi ji, dia memang je young”

 

__

Kyu hyun berusaha meraih segala informasi dari beberapa data yang ia terima pagi ini. rambut legamnya terlihat sedikit berantakan dengan kantung mata yang tampak semakin membesar.

Sial! Bagaimana mungkin desainer kepercayaannya melakukan ini?!

Dua hari yang lalu, dengan jelas kyu hyun menemukan berbagai kesalahan dalam produk winter chlotes miliknya. Cotton fleece tidak menjadi bahan utama seluruh produksinya. Bahan itu diganti dengan semi fleece yang memang memiliki kesamaan tekstur.

Yang kyu hyun tak habis fikir, perbedaan harga yang ia temukan sungguh mencengangkan. Cotton fleece jelas tahun ini naik pamor, membuat pasarannya sedikit lebih melonjak. Sementara semi fleece berada pada kisaran harga terbawah dari jenis fleece sendiri.

Seluruh biaya produksi berlebih hampir lima puluh persen dengan tak sedikitpun kembali pada kas perusahaan. Penggantian bahan pun tak pernah mengalami perundingan sementara semi fleece tak sedikitpun mampu menghangatkan musim dingin yang kelewat mematikan di eropa sana.

Sekali lagi, sial!

Pantas saja produksi mereka tak berkembang. Tak sedikitpun mampu memberikan kehangatan adalah alasan utama penolakan winter chlotes tahun ini.

Kyu hyun mendengus kesal. Gila!

Kim. Kim hana.

Satu hal yang membuat kyu hyun semakin tak paham. Hana adalah teman sekolahnya. Satu-satunya desainer yang ia anggap mampu untuk berkomunikasi dengannya. Menggambarkan seluruh imajinasinya menjadi sebuah gambaran real dan mengagumkan. Satu-satunya yang bisa ia percaya untuk memimpin dan merancang produk perusahaannya. Dan satu-satunya wanita yang menghianatinya dengan keji.

Hari itu, hana dikeluarkan secara tidak hormat. Dan dengan seluruh kekecewannya, kyu hyun menjebloskan wanita itu kedalam jeruji besi atas tuduhan penggelapan uang perusahaan.

Miris memang. Kyu hyun tak lagi memiliki seorang yang bisa ia anggap dapat merealisasikan segala keinginannya. Mungkin tidak akan ada lagi seorang seperti hana. Tapi setidaknya, ia perlu meski hanya sekedar mengisi kekosongan pimpinan devisi desain untuk sementara waktu.

Pagi itu han membawakannya beberapa dokumen. Tujuh dari sekian ratus atau bahkan ribuan wanita yang ingin menjadikan diri sebagai desainer perusahaannya.

“nona han, tidak ada namja?”

Kyu hyun melihat yeoja itu menggeleng sopan “keseluruhan terbaik menghasilkan tujuh yeoja, sajangnim” jawabnya.

Kyu hyun mengangguk paham. “baiklah, biarkan aku memikirkannya. Akan ada analisa data dan observasi kepribadian. Minta tuan park segera bertidak. Dan biarkan aku yang mewawancara mereka”

“baik sajangnim” han menulis segala yang ia perlukan dengan cepat.

“bagaimana perkembangannya?”

Han menoleh cepat “ne sajangnim. Akhir pekan akan diadakan sidang pertama. keseluruhan bukti telah diserahkan dan masih akan terus dicari”

Kyu hyun kembali mengangguk. Dengan analisis dan fikiran yang masih dibayangi pahitnya penghianatan, namja itu mengurut pelan pelipisnya “tinggalkan aku sendiri” akhirnya.

 

 

__

“sajangnim..”

Donghae menoleh cepat. lalu tersenyum ketika menemukan cheonsa tengah berdiri didepannya. “ya, ada apa?”

Cheonsa berjalan mendekat lalu menyerahkan beberapa dokumen pada donghae “saga corp meminta kejelasan kerjasama hingga akhir pekan ini. jika anda tetap tidak datang pada undangan makan malam berikutnya, mereka akan memundurkan diri dengan cepat.”

Donghae terlihat tak begitu perduli lalu membaca laporan mingguan perusahaan dengan teliti “katakan aku akan datang” ujarnya malas. Cheonsa mengangguk.

“bagaimana dengan pembangunan arcade?”

“akan segera rampung akhir bulan ini. peresmiannya juga telah terjadwal dalam list anda” Donghae diam. Menunggu hal apa lagi yang perlu ia dengar. Namun cheonsa hanya terdiam dalam waktu yang cukup lama.

“noona?”

Dahi donghae berkerut tak teratur. Gadis itu masih berdiri disana. Jelas sekali ujung mata donghae masih menangkap bayangannya. Tapi  mengapa ia hanya diam?

“noona?” donghae kembali memanggilnya sembari menoleh. Dan ketika mata itu terfokus, donghae dengan jelas melihat kedua mata cheonsa yang kosong, menuju kearahnya.

Donghae berbalik sejenak, sekedar memastikan tak ada manusia lain yang ditatap cheonsa selain dirinya. Lalu ia kembali terfokus dan mengibaskan pergelangan tangannya didepan wajah yeoja itu.

“noona?” panggilnya lagi “noona!” kali ini dengan salah satu tangan mengguncang bahu cheonsa. Membuat yeoja itu tersadar dan meminta maaf berkali-kali.

“terjadi masalah?”

Cheonsa termangu sejenak, lalu mengangkat dagunya dengan ragu “malam ini,, anda harus mendatangi acara makan malam bersama keluarga kang”

 

 

__

ji yeon berjalan menuju sebuah tenda tinggi lalu berteriak memerintah beberapa orang didalamnya. Sore itu, bom dan dirinya berencana untuk mendatangi lokasi pemotretan sekaligus tempat pengambilan gambar iklannya.

Bom terlihat lebih sibuk dengan berbagai rangka besi tinggi untuk meletakkan berbagai jenis lampu dan semacamnya sementara ji yeon terlihat sibuk mengurusi perlengkapan photoshoot untuk sore ini.

Mereka belum akan bekerja. Pengambilan gambar untuk iklan baru akan berjalan lusa, sementara pemotretan sendiri tak perlu ji yeon pantau secara langsung mengingat ia memiliki beberapa rekan yang akan tinggal disana.

“bagaimana menurutmu?”

Suara berat itu datang ketika ji yeon tengah berbincang bersama minra, salah satu yang mengani pemotretan sore ini. “bom!!” sapa ji yeon hangat “ini bagus sekali” ujarnya kemudian.

“seperti keinginanmu. Dalam dua jam ruangan ini akan berubah gelap. Perlu hal lain untuk menciptakan nuansa supernova?”

Ji yeon berfikir sebentar sebelum menggeleng “belum terfikir. Realisasi ini bagus, bom. Sungguh! Aku tak berekspetasi sejauh ini”

Yeoja bernama bom itu nampak tersenyum ramah “ini salah satu studio kami. Kau boleh merombaknya sesuka hatimu selama kerjasama perusahaan masih berjalan”

Ji yeon terkikik sebentar “hmm. Akan kufikirkan lain kali. Bagaimana bagianmu?” ji yeon menoleh kearah belakang dan enemukan beberapa besi tinggi lainnya tengah dipasang.

“mungkin akan terjadi sedikit masalah. Salah satu penyangga tiang hilang. Entah mereka akan menemukannya dimana. Untuk saat ini hanya akan ada tiga sisi. Berdoa saja hingga sore ini mereka dapat memperbaikinya dan tata ruang tak perlu berubah dalam sekejap” jelas bom.

Ji yeon membesarkan matanya terkejut “bom! Bagaimana mungkin tata ruang akan kita rubah? Hanya ada..” yeoja itu melirik arlojinya sekilas “empat jam lagi” sambungnya.

Bom terlihat sedikit lebih tenang lalu tersenyum. “tak apa, kami memberikan pelayanan terbaik. Ingat?”

“bom”

“ya?” ji yeon tampak terkejut setelah bom berteriak keras menyahuti sebuah panggilan lain “sajangnim memanggilmu!”

Bom melirik sebentar seolah mengatakan ada-apa? namun ji yeon lebih tak paham dan hanya menaikkan bahunya tak mengerti. Setelanya bom mendesah gusar menatap ji yeon.

“aku benar-benar tak tau”

Ji yeon berekspresi seolah ‘benar-benar tak tau’ yang diucapkannya adalah sebuah lelucon. Padahal, bom tak benar-benar bertanya. Lagipula, siapa yang akan tau untuk apa hyuk jae memanggil mereka?

Bom menggeleng tak percaya “kau polos sekali” ucapnya “ayo ikut. Mungkin kau perlu memujiku didepannya”

Bom menarik ji yeon untuk mengikutinya. Menemui hyuk jae untuk setidaknya melaporkan perkembangan kerjasama mereka. siang itu, hyuk jae terlihat duduk nyaman pada salah satu kursi duduk yang disediakan untuknya.

Seperti biasa, hyuk jae tak ingin diperlakukan berbeda dengan mendirikan satu lagi tenda untuk kedatangannya. Well, ia hanya akan berkeliling selama lima menit, bertanya mengenai apa saja yang masih client-nya butuhkan dan pergi.

Tidakkah berlebihan jika satu tanda lagi disediakan khusus untuknya?

Bom tampak tak terlalu kaku dan menyunggingkan senyum ramah miliknya sementara hyuk jae dengan cepat menutup beberapa map dan berdiri tegap “bagaimana?” tanyanya.

Bom mulai berbicara mengenai setiap detail kejadian hari ini. bagaimana seluruh persiapan mereka akan rampung dalam –setidaknya- dua hingga tiga jam lagi. sementara ji yeon terlihat berdiam diri memperhatikan perbincangan mereka.

Entah hanya perasaannya saja atau memang benar, ji yeon merasa jika bom adalah wanita yang berbeda. Karena hyuk jae tak sekalipun terlihat menggodanya. Maksudnya, hyuk jae tetaplah pria brengsek yang pernah je young ceritakan. Bukannya ia tidak pernah merasakan aura itu.

Andai kalian tau betapa aura cassanova hyuk jae sangatlah kentara hanya dari sepenggal senyuman separo miliknya. Ya, itulah hyuk jae. hanya bermodal senyuman liciknya, setiap yeoja akan dengan cepat menerima kehadirannya. Belum lagi dengan keadaannya yang terlihat sangat mudah menyesuaikan diri.

Hyuk jae juga merupakan namja humoris. Tak berlebihan, memang. Tapi kau akan selalu tersenyum saat bersamanya. Ada banyak hal yang membuatmu entah mengapa akan tertular senyuman gusi miliknya, lalu bagian sisi hatimu menghangat karena senyuman itu penuh rasa persahabatan.

Sementara setiap yeoja akan berebut sebagai ‘dia yang diberikan senyuman’ oleh hyuk jae, bom justru bersikap terlalu biasa. Tak ada bias menggoda dari tatapan hyuk jae pada bom. Dan bom sendiri seperti tak memandangnya seperti atasan tertinggi.

Jadi, apa yang salah saat ini?

Ji yeon tersentak ketika bom, berpamitan untuk mengecek satu lagi penyangga tiang yang akhirnya berhasil mereka perbaiki. Meninggalkannya bersama hyuk jae dalam keterdiaman panjang.

“gugup?”

Ji yeon segera menoleh “ha?” ucapnya polos.

Hyuk jae segera tertawa kemudian mengacak rambut ji yeon pelan “kau lucu!” ujarnya. Kemudian hyuk jae tampak memperhatikan ji yeon lekat.

“ada apa?”

Ji yeon terkesima ketika tatapan itu justru menatapnya lamat. Tak seperti orang-orang yang akan menepis wajah merah mereka, ji yeon justru terlihat lebih menatap pria itu dengan tatapan kagum miliknya.”mengapa kau menjadi cassanova?”

Bodoh! rutuk ji yeon dalam hati.

Hyuk jae terlihat tersentak sebelum mengeluarkan suara tawa-seolah tak percaya- kemudian berjalan diikuti ji yeon “mengapa kau ingin tau?”

Dan dengan cepat ji yeon menoleh “kau benci wanita?” simpulnya.

Hyuk jae terkekeh kembali “tidak. Aku masih mencintai eomma dan noonaku” hyuk jae terlihat santai saja hingga akhirnya langkah mereka terhenti ketika melihat bom tengah sibuk dengan tonggak besi miliknya.

Hyuk jae memperhatikan ji yeon yang terlihat berfikir. Gila! Dia wanita pertama yang berani bertanya tentang kehidupan liarnya. Hyuk jae tersenyum, berfikir akan apa yang harus ia katakan untuk menjawab pertanyaan konyol yeoja itu kembali.

“kau pernah memiliki kekasih?”

“sering” jawabnya kemudian.

“seberapa sering?”

“terlalu sering hingga aku terlalu malas untuk menghitungnya”

Ji yeon menoleh sebentar. Memperhatikan mimik wajah hyuk jae yang masih dipenuhi senyum “kau pernah jatuh cinta?”

Lalu hyuk jae terlihat berhenti. Gelagatnya berubah kaku meskipun hanya untuk beberapa saat. Ia terbatuk –atau membatukkan diri- dengan sopan kemudian menatap ji yeon dengan tatapan yang berbeda “mungkin itu bukan bahasan bisnis kita, ji yeon-ssi”. Hyuk jae kembali berjalan menyusuri bagian studio lainnya.

“maafkan aku..”

Lalu hyuk jae tersenyum dan membalasnya dengan anggukan pelan.

KREEK

Setiap mata menoleh. Lalu ruangan terasa menjadi lebih hening. Setiap manik berusaha mengetahui asal suara. Mengetahui sumber yang menyebabkan keheningan dalam studio tersebut.

“cari sumber suara! Jangan ada yang membahayakan disini!”

Bom berteriak keras sebelum seluruh pekerja mencari sumber suara dan kembali mulai bising. Hyuk jae memperhatikan pekerja mereka untuk beberapa saat lalu menatap ji yeon yang terlihat tak nyaman.

“kami akan segera memperbaikinya. Masih ada waktu empat jam bukan?”

Wajah yeoja itu masih sama, penuh kekhawatiran yang aneh dan tak mampu ia sembunyikan. Ia mengikuti hyuk jae untuk sedikit menjauh dari ruang tengah studio sebelum sesuatu yang ia rasa akan terjadi, terjadi.

“hyuk jae-ssi, benar ini akan baik-baik saja?”

Ji yeon menatap hyuk jae yang memperbaiki letak jas biru miliknya lalu tersenyum. “para pekerja akan melakukan yang terbaik. Itu pelayanan kami selama ini. jika seandainya kau merasa tak nyaman dengan__”

KREEEKK

“ji yeon-ssi, awas!!”

 

-TBC-

Muehehehe..

bosen gak? salahin yang minta partnya dipanjangan ya. ini udah jauh lebih panjang dari part sebelumnya. jadi, semoga kalian gak bosen aja deh bacanya.

oh ya, buat yang udah nunggu FC7 ini, sebenernya aku mau post tadi siang sih. terus tiba-tiba MV ‘still you’nya eunhae mengalihkan duniaku *jiahh. well, keterlambatan aku ngepost ya cuma karena itu. karena MV dan lagunya,,, sumpah keren banget>< berjam-jam kepake cuma buat ngagumin betapa gantengnya itu duo ikan+monyet waktu lg di london.

ada yang udah nonton?? *pasti belum-_-

nah, di part ini Donghae-Eunna shipper harap bersabar, karena bagian mereka akan aku sorot lebih banyak setelah ini. tapi part ini aku jadikan sumber masalah untuk kyu-je *kalau kalian bisa nangkep dari ceritanya*. karena aku berencana buat menyorot satu persatu cara mereka jatuh cinta, bukan sekaligus. jadi, donghae bakal jadi pembuka kisah cinta ini *dih lebay*

tapi tapi tapi,, yaudadeh itu aja.

With love, Park ji yeon.

 

 

40 thoughts on “Fabulously Castle part 7

  1. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Makin bikin penasaran saja siCh. Nah loh, Kyu-Je kenapa tuh? Sama-sama saling terpesona kah? Je Young Kenapa jd berubah kyak gitu, jangan2 dia gak mau dibilang wanita bodoh ma Kyu. Disinggung soal jatuh cinta, Hyuk Jae jd berubah. Sepertix dia masa lalu yg membuatx melampiaskan pd wanita-wanita lain. Moment Hae-Na aku tunggu banget. Pasti seru dengan adu mulut mereka nanti. Eunna bakal jtuh cinta ngga ya.

  2. naina says:

    tinggalkan jejak dlu ahhh, baca ntar ajah.. Hehe

  3. ahahhaaaa, donghae smpe stress gitu, kasian.. hadapi hae, hadapi dengan jantan *loh..
    je young knpa? kok berubah gitu?
    siwon? cuek bebek..
    kkkkkk..
    masih nunggu klnjutannya ini..
    fightiiing..!!

  4. ah gila…aku malah balik penasaran sama kyu-jeyoung.. ish aku jg semalam rencananya mau ngetik tugas malah kecantol ma MV mereka,,ya udah terpaksa tugasnya kelar jm 4 subuh karna waktu 2 jam ku habiskan buat nonton MV sekaligus nyari dan publish indo lyriknya .. Shit! donghae cakep banget apalagi pas d cafe dan nulis lyric lagu, dan bisakah seseorang menyingkirkan senyuman maut brengsek yang sungguh menggoda iman dari hyukjae??? hahaha.. aku labiiiiiill😀
    keren saeng, besok2 panjang gini lagi yah yah hahaha🙂

  5. marly says:

    Aku akan dengan sabar menantikan kisah cinta mereka satu per satu… ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~

  6. vita says:

    Makin tambaha penasaran dengan ff ini… Lika-liku hubungan mereka semakin banyak aja tpi aku suka

  7. naina says:

    yah berarti tu cheonsa patah hati bgt klw donghae ampe jdi ama eunna yah saeng, nangkap apa ya aku kyu-je itu?? Apa je mau ngelamar krja di perusahaan kyu ampe dy berubah penampilan gtu? *aku ngaco*
    ampun ji kamu polos bgt sih >,<
    krekk krekk krekk bunyi apa itu?? nantikan di part selanjutnya huahaha *promosi*

    Aku blum liat MV eunhae😥 baru treasernya ajah..

  8. Dwi_h@E says:

    ckckck…. Kyuje mulai ada getaran ni

    Hae lagi galau dapat nasehat dari kyuhyuk
    Beuhhh… Bisa2 salah kaprah nanti nya

    Bang won2 enak bgt bercumbu di depan byk orang *dunia emang milik be2*

    Suka bgt moment hyukji

  9. @uliezgaem says:

    makin seru,, makin bikin penasaran….
    bang wonni udh anteng jja ama tunangannya….

    kyu-je kyanya udh mulai getaran2 iya si je young ngelmar kerja jd designer ya…

    ya elah donge masih jja frustasi gegara ditampar sm eunna,, ntr yg da malah fallin love lg… trs gmn ma cheonsa tuh….

    hyuk-ji ciee2 udh ada sesuatu nih,, jiyeon ketiban tiang,, hyukjae selamatkan jiyeon..kkkkkkkkkkkk

    wahhhh jd gg sabar sm FC8 nya saeng…. jngn lama2 ya dipostnya.. fighting😉

  10. Gummy eunhyuk says:

    Kurang panjang #gaadapuasnya
    menurutku malai makin seru n bikin penasaran ma kisah cinta mereka
    pastinya nti ada konflikkan?

  11. ai-sparkyu says:

    Kasian Donghae, bener” stres karena dipaksa tunangan..
    Tapi ada tanda” nih klo Donghae nantinya malah bakal cinta sama Eunna, tuh belum apa” Donghae udh takut Eunna ‘tersakiti’ sama usul yg dikasih Kyu dan Hyuk..
    Buat Kyu dan Je, nah loh mulai saling mikirin satu sama lain. Hahaha…
    Yg awalnya berantem mulu, ehh sekarang malah saling teringat aroma masing”.😀
    Last, itu Ji kenapaaa? Apakah Hyuk bakal jadi penyelamat buat Ji?
    Ahh, ditunggu bgt kelanjutannya.
    Fighting!

  12. aku lebih penasaran sama donghae-eunna
    soalnya donghae paling cool di sini jadi gemes😀
    plis plis plis banyakin momen donghae eunna-nya

  13. Laras says:

    woaahh pembuka kisah cinta nya hae-eunna eon? heem bagus baguss aku penasaran, keliatannya hae galau bgt gituuu. Tapi aku penasaran dan gereget jg sm kyu-jeyoung\ haahh gasabaarrrr

    mv still you eon? omaygatt kece badai halilintar mereka beruda mengalihkan duniaa.

  14. syrfaa says:

    udah nonton udah nonton!! Pas mv nya baru keluar malaaah. Dan sumpah ya eunhae cakep bangeet. Aku tu sampe grogi gimana gitu liat eunhyuk wkwk soalnya dia gantengnya ga tiap hari, kadang konyol kadang cool kadang childish bgt. Beda sama donghae, sering liat dia ganteng banget, jadi ga begitu grogi xD

    duh oot😄
    dear aku nunggu banget jihyuk moment nyaaah hehehe
    btw itu yg kena siapa? Hyukjae kah? Jiapa yeon? Aku udah berimajinasi malah, kalo si hyukjae yang nolong, trus dia amnesia, trus i dont know hahaha thankyou ya update an nya,, dan aku reader yg ga neko2 kok, semua terserah writernya, bersyukur malah kalo kamu ngepost pannjang, jd kan ga habis habis😀
    udah ya dear, byee

  15. bunnydiamond says:

    Donghae-Eunna sbg pembuka kisah cinta,, couple ini yg aq paling tunggu2, bukan berarti kisah yg lainnya juga ga di tunggu:xD. Coz, aq suka aja ama donghae yg super melankolis itu, dan bertemu dgn gadis yg bertentangan dgn nya, itu bakalan seru banget. Ga menutup kemungkinan terjadi hal serupa juga sih sama Kyu-Je ( itu menurut perkiraan cuaca aq yaa,, ) hahaha maksudnya azas praduga sementara, krn aq nangkepny Kyu-Je sama2 terpesona ( walaupun tak di sadari / berusaha di sangkal ) bener ga??😀
    Hyuk-Ji… Aq masih samar2 ama hub mereka, Ji itu sekedar kagum atau ??? Author yg lebih tau lah, dan makin bikin penasaran apa yg terjadi pada Ji do TKP saat itu,, Si-Hye… Itu couple kalem2 ajee😀 hahaha
    Semakin kereeennn,, semangatt (ง’̀⌣’́)ง

  16. tiwi says:

    Eunhyuk bijaksana banget jawabannya pas memberikan pendapatnya dg kasus donghae ne.😀

  17. husna says:

    hahahaa….
    si ikan galau…….

  18. vichann says:

    makiin seruuuu

  19. nmelindawati says:

    tambah seru ajaaaaa , donghae hadapin karmanya , sering mainin cewe sih –‘ , lanjuuuuut baca lagiiiiii

  20. riana says:

    Kalau donghae jatuh cinta sama kang eun na gmna dengan nasib’y cheonsa???bakal jdi cinta sepihak kan yah,,,,galau lagi ajah nih kelanjutannya,,,,bikin crta yg reader’y menebak2 kaya teka-teki hehehehe
    Ji yeon’y knpa tuh???apa eunhyuk yg bakal nolongin ??

  21. Quiny says:

    Yeyeyeye!! Sorot sorot sorot!! Hahahaha suka jalan ceritanya, makin kesini makin bagus alurnya ngena, pas, cakep! Pemikiran alurnya juga bagus, ah love deh!❤

  22. HANI says:

    Donghae sebegitu aukanya sama eun na ya
    Omongan kyu ke je young jlwb bangeeeet.
    Kira kira kenapa ya sama ji yeon?
    Kalo siwon ada konfliknya ga yaa

  23. shin jihyun says:

    kayaknya yang kehidupannya tenang” aja si siwon..

  24. puput says:

    Suka banget ma kyu disini…lanjut deh ke next chap..

  25. nadia1 says:

    akh parny iyi lmyn byk akhrn hyuk ap ia melndungi jiyi d kclakaan

  26. Shannon Shin says:

    Aaaah, akhirnya aku cukup ngerti sama alasan Donghae jadi gitu. Cuma aku tetep ngerasa aneh aja kenapa harus separah itu. Eun Na itu yang ketemu di airport atau mereka udah kenal lebih dulu dari itu? Masih samar-samar ini aku.

  27. Lia mela says:

    Donghae prustasi karena cinta hahaha😀

    lucu ya 2 mahluk ini Hae Na {}
    saya suka sekaleee…

  28. BebyPanda says:

    , ada apa dngn jiyi? wach apa casanova bkl jth cinta ama gadis polos??

  29. SHAwol noNAME says:

    k next part ne?
    pengen lebih banyak liat kyuje moment
    donghae ya terima kn perjodohannya?

  30. Hahaha jgn blg kyuhyun cemburu liat je young selalu menemui siwon hehehe ada yg tak sadar jatuh cinta nih … heee ??? Apa krn larangan kyuhyun .. je young jd merubah penampilannya ?? Ji yeon aja sampai kaget …

    ckckc kasihan donghae yg frustasi mau nikah .. knp hae takut terikat ya ??? Lom lg cheonsa yg jg menjadi kosong ..

    ommo itu knp ji yeon ??? Jgn 2x tertimpa sesuatu ??? Siapa yg teriak ??? Apa hyukjae yg menyelamatkan ???

    Penasarannnn … nexttt ya …

  31. Ehem … ada yg jatuh cinta nih … tuh buktinya kyuhyun melarang jeyoung tuk dtg ke kantornya .. hanya demi siwon hehehehe .. cemburu ya kyu … trus apa krn itu je young merubah penampilannya ?? Bahkan ji yeon smp kaget ??

    Ckckck kasihan hae yg frustasi .. jd mabuk 2x an trus … ( hyukjae .. siap2 ganti rugi oke ) apa hae takut terikat ???

    Ommo itu ji yeon kecelakaan ya ? Siapa yg teriak ?? Apa hyukjae yg menyelamatkan nya ???

    Penasarannnn … nexttt yaa

  32. Huahahaha itu kyuhyun cemburu ya sampai ngelarang je young … n itu ga salah jeyoung berubah sampai jiyeon ga ngenalin … apa krn kata2 kyuhyun kmrn ???

    Kasihan hae lg galau tuh … ckck …

    ommo itu ji yeon knp ? Tertimpa sesuatu ya ??? Apa hyukjae yg nyelamatin ???

    Nexttt ya …

  33. Hya …. itu ada angin apa .. je young berubah ??? Apa krn kata2 kyuhyun or krn debaran di hati nya ????

    Kasihan hae … galau tingkat tinggi hehehe .. terima aja eun na … ky nya yeoja satu itu mengatasi donghae deh … hehehe who knows ..

    ommo itu ji yeon knp ??? Siapa tuh yg nolong ???

    Ky nya para playboy itu .. jodohnya sm yeoja yg ” keras / biasa ” deh … tipe begitu bs mengontrol sifat playboy mereka hehehe

    next …

  34. Huahahaha … ky nya jodoh tuk para playboy itu … yeoja ” keras kepala / biasa ” deh … soalnya mereka bs mengatasi ke playboy an pr namja itu … bukti nya..
    – kyuhyun di buat pusing ma tingkah jeyoung yg mencari perhatian siwon … cemburu ya kyu ???
    – donghae di buat galau … frustasi … sama eun na hehehe
    – eunhyuk ??? Hem .. belum kelihatan sih gelagatnya .. tp itu ji yeon knp ? Tertimpa sesuatu ?? Eunhyuk kah yg nolong ???

    Penasarannnn ..nexttt ya

  35. nah lih knp jiyeon?

  36. minrakyu says:

    nahloh apa ntu ada yg jatoh trus nimpa ji yeon??

  37. dewi says:

    apa yang terjadi?! apa Ji yeon celaka?!
    lanjut ya thor

  38. dias puspita says:

    Sii je bakal ngelamar d perusahaan kyu kaah sbgi perancang busana,,soalnya berubah penampilan gituuu…
    Donghae nggak nyangka bener2 frustasi sm tunangannya..
    Siwon hye yo,,adem ayem…
    Hyuk ji,,bikin penasaran apa yg mmbuat hyuk melampiaskn hasrat k cew yg beda tiap hari,,trs apa tuuh yg terjadi sm jiyeon??mereka bakal lbh deket lagi nggak yaa??
    Selalu d tunggu proses kedekatan mereka satu persatu..

  39. iyin88 says:

    Iya aq jg berharap kisah cinta mereka dikupas masing2..
    Buat penasan aq bnget critanya stiap tbakan aq psti meleset saeng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s