Mission Impossible part 2

1-3

Judul               : Mission Impossible  Part 2

Author             : DraKyuBubble

Main cast         : Cho KyuHyun, Kim EunJi (OC)

Other cast        : Lee HyukJae,Choi Siwon, Park Haneul (OC),etc

Genre              : Romance, Action

Length             : Chapter

Rating             : PG17

 

Tepat disaat EunJi mengangkat wajahnya, kedua mata yeoja itu langsung bertemu pandang dengan Kyuhyun yang juga sedang menatapnya lekat dan intens dari depan sana, membuat yeoja itu membeku ditempat duduknya dan menelan ludah dengan susah payah. Dirinya merasa sangat mengenali tatapan tajam namja itu, tapi dimana dan kapan?

“Kk..ka..kau…”gumamnya pelan.

Author PoV

 

EunJi langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela saat merasa dirinya tak sanggup lagi menatap mata Kyuhyun, mata itu terlalu tajam dan terkesan menyudutkannya.

Ya, akhirnya EunJi ingat sekarang. Tatapan itu sangat mirip dengan tatapan mata namja misterius yang ditemuinya tadi malam, namja bermasker hitam yang menembak mati namja gemuk di jalan Myeongdong.

Yeoja itu bertanya-tanya didalam hati, bagaimana bisa Kyuhyun masuk ke universitasnya? Satu kelas pula dengannya. Jangan-jangan namja itu membuntutinya dan juga berniat melakukan hal yang buruk padanya. Benarkah Kyuhyun adalah pembunuh yang ditemuinya tadi malam? Semua pertanyaan itu memenuhi otak EunJi.

“Kyuhyun-sshi, kau bisa duduk di kursi kosong yang ada disana, disebelah nona Kim.” ujar Shin sonsaeng-nim sekali lagi.

DEG

‘ANDWAE!’

Rasanya EunJi ingin meneriakkan kata itu, namun kali ini tenggorokkannya tercekat. Di makinya berkali-kali dosennya  dalam hati karena sudah menyuruh namja itu duduk bersebelahan dengannya.

Langkah besar kaki itu mulai menapak, berjalan menuju ke arahnya. EunJi segera menundukkan kepalanya sambil saling menautkan jari-jarinya. Jantungnya berdebar-debar menanti langkah itu mendekat .

‘apa-apaan ini? Kenapa aku jadi takut padanya? Ada apa denganku?’ batin yeoja itu. Dari lirikan matanya yang memandang kebawah, EunJi bisa melihat kaki namja itu yang berdiri tepat disamping mejanya.

“Hei.” suara berat itu memanggil. Entah siapa yang dimaksud namja itu, namun EunJi berharap itu bukan dia.

Namja itu mendengus. ” Hei, kau yang berambut sebahu.” Ah, itu dia. Satu-satunya yeoja yang berambut sebahu diruangan itu hanya dia seorang. Itu artinya panggilan namja itu tertuju padanya.

‘tidak,dia tidak mungkin berbuat macam-macam padaku. Ini tempat umum.’ EunJi berusaha keras untuk menguatkan dirinya sendiri. Dia tidak boleh seperti ini, tidak. Selama ini dia tidak pernah takut menghadapi siapapun, dan yeoja ini bisa dikategorikan sebagai yeoja yang berani, mengingat bagaimana dia menjalani kehidupannya dalam lima tahun belakangan ini sendirian.

“Ini penamu, kau tidak sengaja menjatuhkannya tadi.” suara berat itu kembali terdengar, membuat EunJi tersadar dari pikirannya sendiri dan mendongak keatas.

Pandangan mereka kembali bertemu, namun kali ini Kyuhyun tidak menatapnya setajam tadi. Terlebih lagi ,ada sesuatu yang salah dengan wajah tampan namja itu. Dia tersenyum tipis sambil menyodorkan pena pada EunJi.

Ah,tidak! Itu bukan sebuah senyuman! Jika diperhatikan lebih seksama, senyum yang terukir di bibir namja itu lebih mirip seringaian merendahkan yang seolah mengatakan ‘disini kau rupanya.’ .

EunJi tidak menjawab kalimat Kyuhyun. Dia masih berdiam diri, duduk mematung dikursinya sambil menatap horror ke arah namja itu, yang disalah artikan oleh teman-temannya sebagai sebuah tatapan terpesona ataupun tatapan kagum karena mereka tidak tahu inti dari permasalahan yang sebenarnya.

 

###

 

Di sudut kantin kampus, tampak Siwon dan Eunhyuk sedang menikmati makanan mereka. Sesekali kedua namja itu tersenyum manis membalas sapaan-sapaan yeoja yang berjalan melewati meja mereka.

“Lihat, penggemarku lebih banyak kan? Aku yakin sebentar lagi mereka akan datang mengerubungiku layaknya artis-artis K-pop yang baru keluar dari bandara Incheon, mengemis tanda tangan dan meminta untuk ber-selca bersamaku.” Ucap namja itu sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.

Siwon meneguk cappuccino nya dengan malas, ditatapnya namja yang sedang makan itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Sejak masuk ke tempat ini, kau jadi lebih percaya diri Eunhyuk-ah. Jangan lupakan misi kita.”

“Tentu saja, aku ini kan tampan.”

“Terserah kau saja. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan hasil pencarianmu? Apa kau sudah mendapatkan lokasi mereka?” Siwon mengecilkan volume suaranya .

Ah, matta! Ini dia.” Eunhyuk segera mengeluarkan laptop Apple dari dalam ranselnya dan membuka beberapa data penting. Siwon segera mendekat dan memasang kacamatanya untuk melihat lebih jelas apa yang terpampang di layar laptop Eunhyuk. Menjadi seorang agen rahasia memang sudah menjadi profesi mereka dan mereka harus professional dalam menjalankan tugas.

“Aku belum berhasil menemukan lokasi persembunyian mereka, tapi aku berhasil mengumpulkan beberapa profil orang-orang yang berkaitan dan merupakan bagian dari mereka juga. Aku dengar mereka mulai bergerak lagi menjalankan aksi mereka. “

“Jadi mereka belum menyerah untuk mencari kunci itu?”

“Belum, mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan. Beberapa dari mereka ada di sini, bekerja dan ikut  belajar bersama kita. Mereka juga ahli dalam hal menyamar, sulit bagi kita untuk menemukan mereka di bangunan seluas ini.” sambung Eunhyuk.

“Kau melupakan satu hal Eunhyuk-ah.” Siwon tersenyum, membuat Eunyuk menatapnya bingung.

“Kita sudah punya ahlinya dalam bidang itu , cepat hubungi dia, dia juga harus tahu mengenai hal ini.” seakan mengerti siapa yang dimaksud Siwon dengan kata ‘dia’, Eunhyuk langsung merogoh ponselnya di saku jacket dan segera menekan tombol satu sebagai panggilan cepat.

“Sedang tidak aktif.” namja itu melempar pelan ponselnya ke atas meja karena panggilannya tidak dijawab dan melihat Siwon dengan tatapan ‘Aku tak mau tahu dengan apa yang sedang dilakukannya saat ini’, membuat Siwon membalasnya dengan tatapan geram.

“Kemana lagi bocah itu? Kenapa disaat penting seperti ini dia malah menghilang?”

 

###

 

 

EunJi membasuh wajahnya dengan air yang meluncur keluar dari wastafel. Saat ini dia sedang berada didalam toilet, berusaha menenangkan diri dan pikirannya yang terus saja dipenuhi oleh sosok Kyuhyun.

Ia tak habis pikir, selama ini belum pernah ada namja yang berhasil menarik perhatiannya sama sekali. EunJi adalah yeoja yang memiliki prinsip kuat untuk tidak memikirkan namja manapun hingga keinginannya untuk mendapatkan beasiswa ke London tercapai. Yeoja itu ingin meneruskan pendidikannya disana untuk meraih gelar Doctor.

“Ada apa denganmu? Kenapa jadi bertingkah konyol seperti ini?” dia berbicara pada bayangannya sendiri di depan cermin sambil mengerutkan dahinya berpikir.

“Jika seperti ini keadaannya, maka  hanya ada satu jalan , yaitu menghadapinya. Ingat, kau tidak bersalah Kim EunJi , apa yang harus kau takutkan darinya.” ujar yeoja itu mantap untuk meyakinkan diri.

Diambilnya tissue yang terletak disebelah wastafel dan mengeringkan wajahnya , kembali menatap dirinya ke cermin dan mencoba untuk tersenyum. Namun perlahan senyuman itu pudar ketika kedua mata yeoja itu menangkap pantulan bayangan lain yang melewati punggungnya melalui cermin.

Perasaan was-was langsung menyergap dirinya, EunJi berusaha menepis berbagai halusinasi mengerikan yang mulai menggerayangi otaknya dan mencoba berpikir positif. Ditariknya nafas dalam-dalam dan dihembuskannya secara perlahan, lalu dilakukannya lagi hingga debaran jantungnya kembali normal.

 

“Menghadapiku?”

 

DEG!

 

EunJi tersentak kaget saat suara itu merambat masuk ketelinganya, dan lebih kaget lagi saat dia membalikkan badan dan mendapati namja itu sudah berdiri santai dibelakangnya . Kedua tangannya dilipat didepan dada dengan posisi tubuh yang menyandar ke dinding.

“Apa kau buta? Kau pasti tidak bisa membaca papan yang tergantung didepan sana kalau ini toilet wanita, apa yang kau lakukan disini?!” EunJi menaikkan sedikit volume suaranya untuk menyembunyikan rasa gugupnya, mengingat mereka hanya berdua saja di tempat itu dan keadaan sedang sepi, namja yang sudah dianggapnya gila itu bisa saja melakukan hal jahat padanya.

“Kau yakin ingin menghadapiku?” tanya nya lagi,dia tidak menghiraukan kalimat yang sudah dilontarkan EunJi padanya. Kakinya mulai bergerak melangkah mendekati EunJi dengan gerakan slow motion, membuat yeoja itu juga bergerak mundur teratur kebelakang.

“Sial!” EunJi mengutuk keberadaan dinding dibelakangnya. Dia mulai memikirkan cara lain untuk melepaskan diri dari Kyuhyun , dan instingnya mengatakan bahwa dia harus lari. Diliriknya pintu di belakang Kyuhyun dan segera bergerak melewati namja itu.

Namun sayangnya yeoja itu kalah cepat dari Kyuhyun yang dengan gesit menarik lengannya kuat dan menyentakkannya ke dinding, EunJi meringis kesakitan saat merasakan punggungnya terbentur tembok, tapi Kyuhyun tidak peduli.

Namja itu malah menghimpit tubuh EunJi dan mengurungnya dengan kedua tangan panjangnya yang menekan dinding di kedua sisi kepala EunJi.

“Dengar,” suara berat Kyuhyun yang tegas terdengar mengintimidasi. “Kau harus menjawab jujur pertanyaanku, arra?” EunJi tidak menjawab, suara dan tatapan tajam Kyuhyun yang terlalu dekat membuatnya tidak berkutik, bahkan bau mint yang keluar dari tubuh namja itu sudah menguasai indra penciumannya.

“Ya! Kau dengar aku tidak?!” gerutu Kyuhyun , EunJi mengangguk cepat. “ Kau sudah melihat kejadian tadi malam kan?” tanya Kyuhyun langsung tanpa basa-basi. EunJi memutar memorinya kembali dan tak butuh waktu lama baginya untuk mengingat kejadian itu.

“Tentu! Jadi, kau pembunuh itu rupanya. Berapa banyak kau dibayar orang untuk membunuh namja tak berdosa itu huh? Seberapa besar rasa dendammu hingga menembak nya dengan cara tak berperikemanusiaan seperti itu? Apa orang tuamu tidak pernah mendidikmu bagaimana–”

Entah mendapat keberanian dari mana, yeoja itu langsung saja menuding Kyuhyun dengan semua pertanyaannya, membuat Kyuhyun menggeram kesal.

“Diam.” hanya dengan satu kata itu saja EunJi langsung bungkam.

“Aku hanya bertanya satu padamu tapi kau malah membalasnya dengan seribu. Ku katakan padamu bahwa aku ini bukan pembunuh.” namja itu memperjelas suaranya pada kata ‘pembunuh’.

“Tidak, kau memang pembunuh. Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Namja bermasker hitam itu adalah kau, iya kan Kyuhyun-sshi?” EunJi menyipitkan kedua matanya seakan meminta kepastian dari Kyuhyun.

Geurae, anggap saja aku pembunuh. Lalu menurutmu , apa yang harus dilakukan seorang pembunuh sepertiku padamu?” firasat EunJi semakin memburuk saat dilihatnya seringai mengerikan yang menghiasi wajah Kyuhyun , tangan kiri namja itu merogoh saku celana dan mengeluarkan pisau lipat yang membuat EunJi semakin menatapnya horror.

“A…apa yang ingin kau lakukan? U…untuk apa itu? Jangan berani macam-macam denganku Kyuhyun-sshi!” teriak yeoja itu cemas.

“Kenapa masih bertanya? Saksi mata harus dimusnahkan ya kan, hmm?”

 

GLEK

 

EunJi menelan ludahnya berat. Kalimat yang dilontarkan Kyuhyun tadi lebih mirip pernyataan dibandingkan pertanyaan. Jadi, itukah alasan namja itu mengikutinya hingga kemari? Ingin membunuhnya karena dia merupakan satu-satunya saksi mata pembunuhan tadi malam?

Kyuhyun memainkan pisau itu didepan wajah EunJi, membuat yeoja itu semakin panik dan tanpa sadar menahan nafasnya. “Cham…chamkamman! Aku tidak mengerti, apa sebenarnya yang kau inginkan?”

“Bukankah sudah jelas, kau sudah melihat semuanya.” benda tajam yang dingin itu perlahan menyentuh pelipis EunJi, hanya bergerak meraba, tidak menekan kuat, namun tetap membuat yeoja itu takut setengah mati.

“Lalu apa? Lagipula aku belum menceritakan hal itu pada siapapun dan–“

“Justru karena itu,” pisau itu mulai bergerak turun melalui sisi pipi kanan EunJi dan berhenti tepat disudut bibir kecilnya. Manik mata Kyuhyun yang tadinya menatap lama bibir yeoja itu kini beralih menatap lekat matanya.

“Saksi mata harus dibasmi sebelum dia membocorkannya.” mata EunJi membulat sempurna.

“EUNJI-AH! Kau dimana? Apa kau didalam ?”

Suara teriakan Haneul dari luar berhasil memecah ketegangan diantara mereka. Kyuhyun segera melepas EunJi dan menyimpan pisau lipatnya kedalam saku celana.

Tepat disaat Haneul membuka pintu toilet, namja itu bergerak secepat kilat keluar dari pintu yang terbuka tanpa disadari Haneul.

“EunJi-ah? Gwenchana?” tanya Haneul pada yeoja itu, namun EunJi tidak menjawab dan berdiri terpaku ditempatnya, dia masih terlalu terkejut untuk menyadari apa yang baru saja menimpa dirinya.

Haneul memperhatikan wajah EunJi dengan seksama. Raut wajah yeoja itu tampak kusut, mulutnya sedikit terbuka, dan terdapat goresan disudut bibirnya.

Omona! Bibirmu berdarah! Apa yang baru saja terjadi?” mendadak EunJi tersentak dari lamunannya dan melirik Haneul yang sudah berdiri disampingnya.

Tidak! Kyuhyun hanya melepaskannya untuk kali ini saja. EunJi yakin bahwa di lain waktu namja itu akan kembali dan benar-benar membunuhnya. Bagaimana bisa dia lari sedangkan namja itu satu universitas dengannya, duduk bersebelahan pula. Orang lain pun tidak akan ada yang percaya padanya karena dia belum menemukan bukti yang nyata untuk melaporkan Kyuhyun ke pihak yang berwajib.

EunJi mengacak rambutnya frustasi, kenapa jurus-jurus judo yang selama ini sudah di kuasainya dengan susah payah tidak bisa keluar di saat dia berhadapan dengan Kyuhyun, kenapa dia begitu takut pada namja itu dan seolah tak bisa berkutik hanya dengan menatap matanya.

“Aaaahh…apa yang harus ku lakukan?!”

 

 

###

 

 

“Dari mana saja kau?” Eunhyuk menatap garang namja yang baru saja tiba dan menarik kursi duduk disebelahnya.

“Toilet.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Haruskah selama itu didalam toilet? Lagipula, apa yang kau lakukan didalam tempat pembuangan itu hingga ponselmu sendiri tidak kau aktifkan.” celoteh Eunhyuk sekali lagi, dan sukses membuat Kyuhyun yang mendengarkannya mendengus bosan.

“Ponselku lowbatt. Memangnya aku harus melapor dulu padamu jika aku ingin buang air?” tanya Kyuhyun dengan tampang polosnya, membuat Eunhyuk ingin mengambil apapun yang ada disekitarnya untuk melempar wajah tampan namja itu.

Ya neo! Aish jinjja…” akhirnya Eunhyuk memilih diam dan membiarkan Siwon yang berbicara.  Siwon menyodorkan selembar foto pada Kyuhyun .

“Ini target selanjutnya. Kau cari dia , dan segera bawa pada hyung-nim. Yang satu ini jangan dibunuh, dia harus menjalani beberapa introgasi sebelum kita masukkan ke dalam sel tahanan.” Jelas Siwon sambil membenarkan posisi kacamata yang menggantung di hidung mancungnya.

“Apa yang dilakukannya?” tanya Kyuhyun sambil terus menatap lekat foto itu, berusaha menyimpan setiap detail bentuk wajah itu didalam memori otak berstandar tinggi miliknya.

“Menjual obat-obatan terlarang di wilayah sekitar Gangnam.”

Kyuhyun mengangguk mengerti dan meneguk cappuccino milik Siwon. Beberapa saat setelah itu matanya kembali melirik Eunhyuk yang dibalas tatapan kesal oleh namja itu.

Mwo?! Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Eunhyuk ketus.

“Aku lapar hyung, belikan aku makanan.” pintanya dengan wajah innocent.

Shireo! Beli sana sendiri, kau selalu saja mengurasku. Apa kau tidak tahu aku sedang krisis dan sedang dalam masa penghematan?” Kyuhyun langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar kembali. Otaknya terlalu pintar untuk dibohongi. Tidak mungkin namja yang memiliki banyak cabang restoran di wilayah Seoul itu mengalami krisis uang, dia pasti hanya merasa kesal pada Kyuhyun.

“Bagus Lee Hyuk Jae, bagus. Kau memang orang paling pelit yang pernah kutemui. Terus pertahankan itu untuk kedepannya, aku sangat menyukai hal itu, sungguh.” kata Kyuhyun dengan nada mengejek, membuat Siwon harus mati-matian berusaha meredam emosi Eunhyuk yang mulai memuncak.

 

 

###

 

Matahari sudah sepenuhnya tenggelam , lampu-lampu jalan mulai menyala, dan di seberang sana terlihat seorang yeoja melangkahkan kedua kakinya melewati pemukiman sepi.

EunJi memang selalu melewati jalan itu sepulang kuliah karena hanya dengan melewati jalan itulah dia bisa cepat tiba di Miracle Restaurant , tempatnya bekerja. EunJi terus berjalan dengan perasaan waspada, matanya terus mengawasi keadaan sekitar. Kejadian yang sering menimpanya akhir-akhir ini membuat yeoja itu menjadi sedikit trauma .

Ponselnya berbunyi.

Yeoboseyo, ne ahjumma. Aku sedang dijalan sekarang…ya, aku memang selalu melewati jalan itu, waeyo?

EunJi menghentikan langkahnya seketika saat Lee ahjumma menjelaskan dari seberang sana bahwa jalan yang kini dilewatinya sudah masuk kedalam kategori wilayah rawan untuk dilalui pada malam hari. Yeoja itu menghembus nafasnya berat sambil melihat sekeliling.

Arraseo, aku akan berhati-hati dan tiba disana lebih cepat. Kau tak perlu khawatir. Geurae, aku tutup dulu ne.” EunJi memasukkan ponselnya ke saku celana dan berjalan lebih cepat.

Baru beberapa meter melangkah, tiba-tiba suara gemuruh benda keras mengejutkan yeoja itu, terdengar seperti benturan keras ke dinding.  EunJi memekik tertahan, nalurinya memerintahkan untuk segera lari dari tempat itu, namun otaknya menyuruh untuk tetap tinggal dan melihat apa yang sedang terjadi.

 

BRAAK

 

Sesosok namja terlempar kuat ke sisi jalan dan terduduk sambil terbatuk-batuk memegangi perutnya.

“Masih belum menyerah juga? Seharusnya tadi kau memilih option A, bukan B. Dengan begitu,aku bisa membawamu dengan cara baik-baik.” seorang namja bermasker hitam berjalan dengan angkuhnya sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana. Namja berambut cepak itu mendecih sinis mendengar kalimat namja bermasker yang berdiri didepannya.

Baru beberapa langkah namja bermasker itu melangkah untuk lebih mendekat lagi, suara teriakan seorang yeoja menghentikannya.

“Hentikan!”

Kedua namja itu menoleh dan baru menyadari kehadiran EunJi disana. Yeoja itu berlari dan berdiri di antara mereka sambil menghadap ke arah namja bermasker hitam.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti orang lagi.” EunJi merentangkan kedua tangannya seakan menghalangi namja bermasker itu untuk bertindak lebih jauh.

“Kau, apa yang kau lakukan ?” itulah pertanyaan yang pertama kali dilontarkan namja bermasker itu saat melihat EunJi yang mencoba menghalangi jalannya.

“Berhentilah melakukan ini Kyuhyun-sshi, aku tahu itu kau.” EunJi yang pada awalnya takut menatap mata tajam itu kini malah menatapnya menantang. Sepertinya rasa takut yeoja itu perlahan mulai hilang.

Tatapan tajam Kyuhyun berubah ‘waspada’ saat melihat targetnya kembali bangkit dan mengarahkan pistolnya pada EunJi.

“Minggir!” Kyuhyun mendorong EunJi dengan cepat kesamping sebelum peluru itu mengenainya dan malah malah mengenai lengan namja itu yang digunakannya sebagai tameng.

 

DOOORR

 

“Kyu–Kyuhyun-sshi…k-ka-kau…” yeoja itu terbata-bata saat melihat darah mengalir membasahi lengan kemeja Kyuhyun yang berwarna putih, sehingga kemeja itu berubah menjadi merah .

Namja berambut cepak tadi tertawa senang karena berhasil melukai Kyuhyun, perlahan dia berjalan mundur, berniat melarikan diri.

“Ck! Ini semua karenamu.” Kyuhyun menatap EunJi yang masih terduduk kaku disampingnya dengan tatapan kesal sambil memegangi lengannya, dia terlihat berusaha mengabaikan rasa sakit yang menjalari lengannya, kemudian mulai berlari dengan kencang mengejar namja berambut cepak yang telah lebih dahulu melarikan diri.

EunJi dapat mendengar beberapa suara tembakan dari kejauhan dan suara erangan namja berambut cepak tadi. Dia segera ikut berlari mencari dimana posisi kedua namja tadi berada setelah memungut jas hitam milik Kyuhyun yang tergeletak di pinggir jalan.

“Kau saja yang menjemput si brengsek ini hyung.” EunJi melihat Kyuhyun yang sedang berdiri lemas menyandar kedinding dengan sebuah ponsel menempel ditelinganya, darah tak berhenti mengalir dari lengannya, sedangkan namja berambut cepak tadi pingsan tak sadarkan diri setelah kaki kanan dan kirinya dihadiahi dua buah timah panas oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh kesamping dan menemukan EunJi yang berdiri mematung beberapa langkah darinya.

Ne hyung, aku masih ada urusan disini.” ujarnya dingin lalu menutup ponselnya.

 

DEG

 

 

Jantung EunJi kembali berdegup kencang ketika melihat Kyuhyun berjalan menghampirinya.

Saat tinggal beberapa langkah lagi kaki Kyuhyun mencapainya, EunJi segera menyodorkan tangan kanannya yang memegang jas hitam milik Kyuhyun, menghalangi jalan namja itu untuk lebih mendekat lagi.

“I…ini punyamu.” Kyuhyun melirik sekilas jasnya yang ada ditangan EunJi kemudian kembali menatap tajam yeoja itu.

Perlahan di angkatnya tangan kirinya seakan-akan ingin mengambil jas itu dari EunJi.

 

GREB

 

“Apa yang kau—emmmphh!”

 

 

TBC

5 thoughts on “Mission Impossible part 2

  1. marly says:

    Ommo ommooo >,< ini seruuu bangettt… Aku suka kalo karakter cowo yg kyk kyuhyun di atas..\(`▽`)/
    Dan utk lee hyukjae..emg dirinya sdh pelit dari sanany.,,kalimat kyuhyun yg blg "pertahankan terus sampai ke depan nya" bikin aku ngakak.. Wakakakakak…

  2. Al says:

    Udah baca di wp sebelah,,,salah satu ff yg kutunggu….kpn di lanjut lgi saeng???

  3. DraKyuBubble says:

    Part 8 sedang dalam proses eonni ^^

  4. nia says:

    pertama kali baca ff ini seruuu banget ceritanyaa, alur ceritanya beda sama yg lain, sebenernya udah pernah baca di wp sebelah tapi sekarang udah di apus dan ga diposting lagi disana, trus pas liat ff ini diposting disini aku nungguin banget kelanjutan ceritanyaa, kapan di lanjut lagi ffnyaa, bener-bener ga sabaraan baca lanjutannya:)
    ohh yaa sampe lupa belom kenalan..
    salam kenal yaa aku reader baru disini🙂

  5. dewi says:

    apa kyuhyun pingsan ?!lanjut chap 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s