Mission Impossible part 1

1-3

Judul               : Mission Impossible  Part 1

Author             : DraKyuBubble

Main cast         : Cho KyuHyun, Kim EunJi (OC)

Other cast        : Lee HyukJae,Choi Siwon, Park Haneul (OC),etc

Genre              : Romance, Action

Length             : Chapter

Rating             : PG17

“Pengetahuan atau persepsi itu adalah sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanyalah sebuah ilusi. Semua orang hidup dalam asumsinya masing-masing. Lalu, bagaimana dengan hidupku?” (EunJi)

 

 

EunJi PoV

Hidup didunia ini akan terasa lebih menyenangkan jika kau melaluinya dengan perasaan tenang tanpa beban. Kau bisa menikmati semua akitivitasmu bersama teman-teman,sahabat,keluarga, atau bahkan orang yang  sangat kau cintai. Jika kau ada masalah, kau bisa berbagi dan menceritakan seluruh keluh kesahmu pada mereka, mengerjakan tugas, mengobrol, bercanda, makan malam bersama, atau bahkan jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat indah yang kalian sukai.

Sedangkan aku? Kumohon jangan tanya aku. Aku hanya bisa menghela nafas panjang ketika memikirkan semua hal itu. Hidupku tidak seindah yang selama ini kubayangkan. Semuanya terasa sama saja dan tidak ada yang istimewa ataupun spesial dalam setiap hariku , hampa ,  setelah ku lalui selama lebih dari lima tahun ini, tepatnya sejak kematian seluruh anggota keluargaku yang secara mendadak.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa kematian mereka murni dikarenakan kecelakaan ketika mobil mereka melewati jalan tol, appa kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Appa dan eomma yang pada waktu itu sedang pergi menjemput adik perempuanku Kim Eun So ke sekolah , tidak selamat dari kecelakaan maut yang telah merenggut nyawa mereka, termasuk Eun So.

Aku benar-benar frustasi dan tidak tahu harus berbuat apa, bahkan persediaan air mataku sudah habis untuk menangis. Tidak ada satupun orang yang menghiburku, tidak ada satupun orang yang menemaniku, tidak ada tempatku berbagi untuk memulihkan keadaan jiwaku yang pada saat itu hampir hancur dan berantakan. Apakah ini sebuah cobaan? Atau jangan-jangan kutukan?

Aku tidak tahu. Yang jelas aku merasa sangat tersiksa dengan semua ini, bibirku bahkan sulit untuk untuk tersenyum dan tertawa, seakan-akan semua kebahagiaanku ikut lenyap bersama kepergian mereka.

Kalian pasti bertanya-tanya dimana aku tinggal. Tentu saja aku tinggal dirumahku, disebuah rumah sederhana bercat putih yang minimalis, sendirian. Aku tidak pernah lagi berkomunikasi dengan tetangga disekitarku, hanya keluar rumah jika ada keperluan saja, kuliah dan satu lagi…bekerja. Iya, aku bekerja sebagai pelayan di Miracle Restaurant yang jaraknya cukup dekat dari rumahku, jadi aku bisa pergi kesana hanya dengan berjalan kaki dan tentunya tidak akan menghabiskan banyak uang.

###

“Aku pulang dulu Lee ahjumma, ini sudah malam.” pamitku pada seorang wanita yang duduk di dekat meja kasir, dia segera menoleh padaku dan tersenyum. Jam yang melingkar di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit, suasana di tempat ini pun mulai terlihat sepi, sudah saatnya bagi pemilik restoran ini untuk tutup.

Geurae, hati-hati di jalan ne. Aku dengar akhir-akhir ini sering terjadi tindak kriminal di sekitar wilayah Seoul , kau harus lebih waspada EunJi-ah.”

Arraseo, kau selalu saja mengatakan hal itu setiap kali aku akan pergi dari sini. “ ucapku datar , kuletakkan nampan yang berisi banyak gelas di dapur, kemudian kembali berjalan menuju meja kasir sambil membuka apron biru yang dari tadi melekat di tubuhku.

Selain bekerja sebagai pelayan, aku juga ditugaskan sebagai koki disini, pastinya setelah pemilik restoran ini melihat bagaimana kemampuan  memasakku yang terbilang cukup …lumayan, otomatis aku juga mendapat biaya tambahan.

“Seharusnya kau senang karena aku mengkhawatirkanmu nona Kim.” gerutunya. Aku hanya membalas tatapan kesalnya dengan menarik kedua sudut bibirku ke atas. Selama ini aku sudah menganggap Lee ahjumma sebagai eomma keduaku. Walaupun tidak tinggal serumah dengannya, tapi wanita ini begitu perhatian dan selalu ingin tahu bagaimana keadaanku, membuatku nyaman dan tidak merasa kesepian.

Chamkkaman, aku punya sesuatu untukmu, tunggu disitu.” katanya panik saat dilihatnya kedua kakiku mulai bergerak menjauh darinya. Dia menghilang dari hadapanku kemudian muncul lagi dengan membawa sebuah benda ditangannya.

Raut wajahnya berubah serius, dia berjalan mendekatiku lalu menarik sebelah tanganku dan meletakkan  benda itu disana. “Ini, ambil ini. Aku yakin kau akan membutuhkannya nanti.”

“Alat penyentrum?” aku menatapnya tidak mengerti .

Aku tidak butuh ini, sungguh. Sudah lama aku bekerja disini dan aku yakin tidak akan terjadi apa-apa denganku, selama aku tetap fokus berjalan lurus, tidak menoleh kesana kemari untuk menyapa orang-orang seperti layaknya seorang gadis yang selalu menebar pesona dengan senyuman manis, maka aku akan tiba dirumah dalam keadaan utuh dan selamat.

“Benar sekali , kau akan butuh ini nanti. Jika tiba-tiba dijalan kau bertemu pria-pria hidung belang yang ingin mengganggumu, kau tinggal menekan tombol merah ini dan mengarahkannya pada mereka. Akan kupastikan setelah itu mereka tidak akan berkutik dan sadar kembali  setelah beberapa jam kemudian. “

Ya Tuhan… wanita ini terlalu mengkhawatirkanku. Lagipula, apa tadi dia bilang? Mengangguku? Tidak mungkin. Kemampuan judo ku ini sudah mencapai level atas, mereka tidak akan berani mendekatiku, apalagi menggangguku. Aku bisa melindungi diriku sendiri.

Gomawoyo, tapi kurasa kau lebih membutuhkannya ahjumma. Bukankah kau juga akan pulang sendirian malam ini? Ambil lah ini,sebaiknya kau saja yang membawanya, kau lebih membutuhkannya dari pada aku. Aku pergi dulu.”

Kuletakkan alat penyentrum itu di atas meja dan segera berjalan melewati pintu, melangkahkan kedua kakiku keluar dari tempat itu sambil melingkarkan syal abu-abuku disekitar leher. Jika berlama-lama disana, bisa kupastikan wanita itu akan menyuruhku untuk menginap di apartemennya.

Bukannya aku menolak kebaikannya, hanya saja aku tidak mau terlalu merepotkannya. Lee ahjumma adalah pemilik restoran tempatku bekerja, dia adalah orang yang pertama kali membantuku untuk menemukan pekerjaan dan menerimaku dengan sukarela sebagai salah satu pegawainya. Dia benar-benar wanita yang baik dan ramah, pantas saja restoran nya selalu ramai didatangi pengunjung.

###

“Ck!” decakan kesal meluncur mulus dari bibirku saat kurasakan seluruh tubuhku yang mulai menggigil. Ku eratkan coat coklat yang sedang kukenakan sambil sesekali menggosok-gosokkan kedua tanganku, berharap rasa dingin tadi bisa berubah menjadi hangat. Ini benar-benar kesalahan besar, aku melupakan sarung tanganku di restoran karena tadi terlalu terburu-buru meninggalkan tempat itu.

Perlahan kuhembuskan udara dari dalam mulutku yang kemudian keluar membentuk asap. Musim dingin di Seoul datang terlalu cepat tahun ini, biasanya salju turun pada akhir Desember , namun kali ini muncul di awal bulan. Butiran-butiran putih itu sudah mulai menggumpal dan menumpuk disekitar jalan, dan kali ini turun lebih banyak, menghalangi pandangan bagi mereka yang sedang mengendarai mobil.

Aish…aku bisa mati kedinginan.” umpatku seraya mempercepat langkahku di trotoar. Saat ini jalanan terlihat agak sepi, kendaraan yang berlalu lalang hanya bisa dihitung dengan jari, bahkan tidak ada pejalan kaki. Suasana seperti ini membuatku sedikit bergidik ngeri membayangkan berbagai hal buruk yang mungkin saja bisa terjadi .

Sayup-sayup dari kejauhan terdengar olehku suara deruman sebuah mobil yang dipacu dengan kecepatan penuh, bukan, bukan hanya satu,  ada dua mobil. Sepertinya sedang terjadi aksi saling kejar mengejar diantara mereka.  Kuhentikan langkahku dan menoleh kebelakang.

CKIIITT… BRAAKK!

Omo!” pekikku kaget. Ferrari hitam yang tadinya berada dibelakang Toyota silver itu tiba-tiba saja menyalip dari arah kanan, memotong jalan dan berhenti tepat didepan, membuat pengemudi yang berada di dalam Toyota silver menabrak bagian sisi kiri Ferrari hitam tersebut. Asap tebal perlahan keluar dari dua kendaraan beroda empat itu.

Setelah beberapa detik berlalu, tidak ada suara. Kedua mesin mobil itu mati dan pengemudinya tidak kunjung keluar dari mobil mereka masing-masing.

“Astaga! Eottokhae?” aku segera memeriksa keadaan disekeliling dan tidak menemukan siapapun selain aku yang berdiri mematung disini. Apa yang harus kulakukan? Apa mereka terluka parah? Atau jangan-jangan mereka tewas ditempat?! Bisa-bisa aku malah dijadikan saksi kecelakaan.

Ku tarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali dengan kasar, berusaha menenangkan diri dan kembali memasang tampang datarku. Ku kumpulkan segenap mental melangkahkan kedua kakiku lebih dekat hanya untuk sekedar melihat keadaan mereka. Jarak kedua mobil itu sekitar tujuh meter dari tempatku berdiri sekarang.

Baru saja aku hendak melangkahkan kakiku, seorang namja dengan tubuh yang agak gemuk tiba-tiba saja keluar dari Toyota silver dan berjalan dengan terhuyung-huyung ke arahku sambil terbatuk-batuk, membuatku refleks berhenti dan berjalan mundur selangkah ke belakang .

Baju yang dikenakannya terlihat kotor dan agak kusut, bagiku itu terkesan sangat berantakan untuk seorang namja yang berpakaian ala direktur di perusahaan besar.

Dia membuatku terkejut untuk yang kedua kalinya saat jaraknya hanya tinggal tiga meter dariku, cahaya lampu jalan langsung menyorot ke arah wajahnya yang lebam dan berlumuran darah. Mataku menyipit untuk memperhatikan wajahnya lebih detail.

Ini aneh. Luka di wajahnya itu tidak seperti bekas luka akibat kecelakaan tadi, melainkan bekas-bekas pukulan yang cukup kuat.

“Kau…tolong …selamatkan aku…jebbalyo…” erangnya terputus-putus dengan suara serak. Ku kerjapkan mataku berkali-kali, bingung karena tidak mengerti maksud dari perkataannya barusan.

“Aku…Dia…” perlahan kedua tangan namja itu terlihat berusaha menggapai bahuku, aku hanya diam ditempat dan tidak berbuat apa-apa. Bukannya aku tidak takut, namun aku masih penasaran dengan apa yang akan dikatakannya selanjutnya.

Ne?” tanyaku.  Apa sebenarnya yang telah terjadi dengan namja malang ini?

DOOORRR

Tiba-tiba sebuah suara tembakan memecah keheningan malam. Namja gemuk yang sedang berdiri dihadapanku langsung ambruk jatuh ke tanah. Segera ku angkat wajahku untuk mencari sumber datangnya peluru dan…disitulah dia.

Beberapa langkah didepanku, seorang namja tinggi berpakaian serba hitam telah berdiri dengan angkuhnya, wajahnya ditutupi masker dan kepalanya ditutupi topi. Sebelah tangannya ditenggelamkan kedalam saku jas dan sebelah tangannya  lagi yang mengenakan sarung tangan hitam memegang sebuah pistol berukuran sedang.

Di arahkannya pistol itu ke bawah, kemudian menembakkan peluru yang ada didalamnya berturut-turut pada namja gemuk yang sedang tergeletak hingga tak bersisa sama sekali. Setelah semua peluru itu habis, dilemparkannya pistol itu ke dalam tempat sampah yang berada tak jauh dari posisi kami berdiri.

“Kau benar-benar sudah gila! Apa yang kau lakukan?!” bentakku padanya dengan nafas tersengal-sengal.

Aku benar-benar gugup sekarang dan menatapnya tak percaya, kedua kakiku bergetar hebat setelah menyaksikan apa yang telah dilakukannya tadi. Aku tidak pernah melihat secara langsung aksi pembunuhan tragis dalam jarak sedekat ini.

Apa otaknya itu tidak bisa berpikir jernih? Apa sebenarnya yang ada dikepalanya hingga tega membunuh orang dengan cara keji seperti itu?

Dia menoleh dan melihatku dengan tatapan mengerikan,  tatapan matanya tajam seperti mata elang yang sedang mengincar seekor kelinci kecil. Aura membunuh darinya seakan langsung menguasai udara disekitarku.

Dengan sekali gerakan cepat, namja tinggi itu sudah berdiri tepat satu jengkal dihadapanku, membuatku membelalak kaget seraya mendongakkan kepalaku ke atas untuk melihat wajahnya.

Dalam jarak sedekat ini aku bisa menatap matanya lebih jelas dan mencium bau parfumnya yang menyeruak masuk kedalam hidungku. Perlahan namun pasti , wajah yang tertutupi masker hitam itu mulai mendekati wajahku, membuatku refleks memejamkan mata. Jantungku bekerja dua kali lebih cepat, keringat dingin mulai mengalir membasahi pelipisku, padahal cuaca sedang dingin saat ini.

Bibirku bungkam dan tenggorokanku terasa tercekat. Aku hanya bisa pasrah sambil berdoa dalam hati agar namja ini tidak melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukannya pada namja gemuk tadi.

“Sial!” umpatnya . Kubuka mataku cepat saat mendengar derap langkah kakinya yang mulai menjauh. Dan benar saja, dia tengah berjalan menuju Ferrari hitamnya sambil menyeret tubuh namja gemuk tadi dengan satu tangan, sedangkan tangannya yang lain menggenggam ponsel yang diletakkannya di telinga.

Ne hyung, aku akan segera tiba disana secepatnya.” katanya sambil memasukkan tubuh namja gemuk tadi ke bagian kursi penumpang , lalu menutup pintu mobil itu kembali. Dia berjalan ke sisi mobil yang lain dan duduk di kursi pengemudi.

Beberapa saat kemudian mesin Ferrari itu kembali menyala, menderum dengan kuat dan menghilang dibalik tikungan, meninggalkanku yang masih berdiri mematung seorang diri di tepi jalan, di bawah hujan salju yang turun semakin deras.

###

“Apa yang terjadi?” tanya seorang namja yang duduk di sebuah sofa merah maroon.

“Dia gagal, tuan . Dia terbunuh di jalan Myeongdong.”

Mworago?! Bagaimana bisa?”

“Tadi malam dia sedang mengunjungi sebuah pub dan tertangkap basah oleh  salah seorang agen mereka yang juga sedang berada disana.”

BRRAAKK

“Dasar Park Seung Ho tidak berguna!  Idiot!” teriak namja itu emosi sambil menggebrak meja.

“Lalu , apa yang harus kita lakukan tuan?”

“Lanjutkan rencana berikutnya, kunci itu harus segera ditemukan dan kali ini, jangan sampai tertangkap lagi oleh mereka.”

 

###

 

 

Author PoV

 

 

EunJi melangkahkan kedua kakinya memasuki Inha University dengan langkah gontai. Dia tidak bersemangat untuk mengikuti kelas pagi ini, rasa kantuk masih menjalari kedua matanya. Entah apa yang terjadi pada yeoja ini, tapi semalaman dia benar-benar tidak bisa tidur, pikirannya terus melayang pada kejadian yang di alaminya tadi malam.

“Ya! EunJi-ah!” yeoja itu menoleh kebelakang saat mendengar sebuah suara yang memanggil namanya dari kejauhan.

“ Haneul-ah?” gumam EunJi saat yeoja yang memanggilnya tadi sudah berdiri tepat di sampingnya dengan nafas terengah-engah karena sehabis berlari.

“Hei, kau sudah dengar berita itu?” tanya nya antusias.

“Biar kutebak,  berita tentang katalog baru halmeoni mu?” tanya EunJi balik dengan ekspresi datarnya.

“Bukan  bodoh!” EunJi langsung menatap Haneul kesal.

Tadi malam seorang namja misterius yang tak  dia kenal sama sekali sudah menyebutnya bodoh, dan sekarang temannya sendiri juga memanggilnya bodoh. Membuat yeoja itu berpikir apakah benar beberapa hari ini dia terlihat bodoh?

“Apa kau sudah mendengar berita tentang mereka?” tanya Haneul lagi setelah mengatur nafasnya.

“Siapa?”

“Aish, kau ini, jadi kau belum tahu rupanya. Mereka baru saja tiba kemarin dan membuat hampir semua yeoja di universitas ini gila.” EunJi mengernyitkan keningnya heran.

“Mereka?”

“Iya, mereka . Si para mahasiswa tampan pindahan dari KyungHee University, mereka juga populer dan terkenal cerdas. Aku bahkan tertarik dengan salah satu dari mereka.” Haneul mengecilkan volume suaranya saat mengatakan kalimat terakhir. EunJi mendelik tajam padanya. EunJi tahu benar bagaimana temannya  itu jika sudah melihat namja tampan.

“Aku tidak mau tahu. Kepalaku pusing, mataku mengantuk. Kau urusi saja mahasiswa baru itu sendiri.” EunJi melanjutkan langkahnya dan mengabaikan celotehan Haneul.

“EunJi-ah lihat! Itu mereka! “ EunJi mendengus malas dan mengikuti arah telunjuk Haneul yang mengarah pada tempat parkir.

Dua orang namja tampan terlihat baru turun dari kendaraan roda empat bermerk Hyundai dan berjalan beriringan memasuki area kampus dengan gaya cool mereka masing-masing. Yeoja-yeoja yang berada disekitar mereka berbisik-bisik ria, memandang mereka dengan tatapan kagum, bahkan ada yang menjerit histeris.

EunJi hanya menatap mereka dengan tatapan tidak minat, diliriknya Haneul yang sudah sibuk dengan dunianya sendiri dengan mata berbinar-binar memandangi salah satu dari mereka.

“Tunggu, kenapa hanya dua? Bukannya mereka bertiga?” Haneul mengangkat tiga jari tangan kanannya setelah mencoba mengingat-ingat kembali informasi yang didapatnya kemarin.

“Apa peduliku? Memangnya siapa mereka?” ujar EunJi, akhirnya yeoja itu bertanya juga.

“ Biar ku beritahu , nona Kim. Namja tampan yang bertubuh tinggi tegap dan atletis itu namanya Choi Siwon. Dia merupakan putra sekaligus pewaris perusahaan mobil berkelas milik appa nya. Dia mengambil jurusan bisnis.“ jelas Haneul.

“Sedangkan namja berkacamata hitam dengan rambut jabrik yang ada disebelahnya itu adalah Lee Hyuk Jae. Dia mengambil mata kuliah New Multimedia dan System Programming. Selain itu dia juga memiliki banyak cabang rumah makan di wilayah Seoul.” sambung yeoja itu lagi.

EunJi memandang yeoja itu takjub. Bagaimana bisa dia mengetahui hal hingga sedetail itu tentang namja yang baru saja dilihatnya.

“Kau tahu? Choi Siwon itu sangat tampan bukan? Lihatlah lengannya yang berotot itu, wajahnya, cara dia berjalan, dan… YA! Kau mau kemana huh?” Haneul berteriak kesal pada EunJi yang tidak mengacuhkannya sama sekali.

“Aku tidak ingin si dosen berkepala botak itu menceramahiku karena terlambat lima menit memasuki kelasnya. “ yeoja itu malah berjalan memasuki kampus dan meninggalkan Haneul yang masih menggerutu tidak jelas.

###

“Kau sudah tahu dimana kelasmu?” tanya Siwon pada namja pemilik gum smile yang sedang berjalan beriringan disebelahnya.

“Sudah . “ jawab Eunhyuk sambil membenarkan posisi ransel yang menggantung di bahu kanannya.

“Kau harus ingat pesan hyung-nim. Jangan sampai identitas kita yang sebenarnya terbongkar, belajar beradaptasi dengan lingkungan dan anggaplah dirimu benar-benar mahasiswa di sini. Tapi ,jangan lupakan misi kita.” bisik Siwon ke telinga Eunhyuk.

Arraseo. Aku kesana dulu Siwonnie, kelasku disana.” ujar Eunhyuk, namun langkah namja itu terhenti karena lengannya ditarik kembali oleh Siwon.

Waegeurae? Apa ada lagi pesan yang ingin kau sampaikan?” tanya namja itu bosan. Terkadang rekannya yang satu itu terlalu banyak memberikan petuah-petuah yang tidak ingin didengarnya.

“Mana bocah itu?” raut wajah Siwon yang serius membuat Eunhyuk tersadar bahwa sedari tadi mereka kehilangan satu anggota yang seharusnya juga berjalan bersama mereka memasuki kampus itu.

Molla, bukannya tadi dia bilang ingin berangkat sendiri? Lagipula…ah, sudahlah. Biarkan saja dia, dia bisa mengurus dirinya sendiri.”

“Kau salah jika mengatakan hal itu Eunhyuk-ah. Bocah itu terkadang ceroboh dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.”

“Aku juga tidak mengerti jalan pikirannya. Semalam dia bilang ingin mengambil mata kuliah Numerical Analysis, Aljabar Linear dan Kalkulus? Tapi tadi pagi dia menghubungiku lagi dan bilang berubah pikiran. Apa maksudnya?”

###

Suasana di salah satu kelas  jurusan kedokteran saat ini terlihat ribut. Ada yang sibuk bergosip, bercerita,mendengarkan musik melalui earphone,bermain game melalui ipad, bahkan ada yang hanya duduk diam tidak melakukan apapun.

EunJi menghela nafasnya berat. Dia menggigit-gigit penanya sambil menatap keluar jendela. Perkiraannya tentang si dosen berkepala botak tadi ternyata salah. Dosen yang biasanya selalu datang tepat waktu dan menjunjung tinggi nilai kedisiplinan itu kali ini belum menampakkan batang hidungnya didepan kelas.

Dibukanya buku tebal di atas mejanya yang bertuliskan “The Secret of Science” dan lebih memilih membaca buku itu daripada tidak melakukan apapun sama sekali.

KRIEEET

Hening.

Seorang pria yang sempat dipertanyakan kehadirannya tadi muncul didepan pintu dengan senyuman khasnya. Tunggu ! Dia tersenyum? Pasti ada sesuatu yang salah dengan dosen itu.

Semua mata dikelas memperhatikan setiap gerak-gerik sonsaeng-nim mereka yang terlihat agak aneh. Hingga mereka semua dikejutkan dengan masuknya seorang namja tinggi berjaket hitam dengan kaus putih polos didalamnya, dia mengenakan celana jeans dark blue dengan sepatu kets dikaki jenjangnya. Ransel hitam melekat di punggung namja itu dan kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana.

“Anak baru?” celetuk salah satu namja dikelas itu.

Bisik-bisik pun mulai terdengar di beberapa sisi ruangan saat Shin sonsaeng-nim menjelaskan siapa namja yang baru saja dibawanya masuk itu. Namja berambut coklat dengan wajah tampan berdiri dengan gaya stoic-nya didepan kelas.

Menebarkan kharisma tersendiri yang membuat yeoja-yeoja di ruangan itu terpesona melihatnya, tidak mempedulikan sorot mata namja itu yang tajam,dingin, dan diam-diam sangat meneliti segala sesuatu yang tertangkap oleh matanya.

Sepasang mata itu terus bergerak liar memperhatikan dengan detail setiap orang yang berada di dalam ruangan hingga pandangannya berhenti di satu titik. Tepat di sudut belakang kanan ruangan, di samping jendela kelas, seorang yeoja terlihat menunduk membaca buku yang terbentang diatas mejanya. Tangan kiri yeoja itu menopang dagu sedangkan tangan lainnya mengetuk-ngetukkan pena ke meja.

Sepertinya yeoja itu terlalu serius dengan bacaannya hingga tidak menyadari kehadiran seorang namja beserta sonsaeng-nim nya didalam kelas.

“Kau boleh memperkenalkan dirimu sekarang.” ujar Shin sonsaeng-nim.

Cho Kyuhyun imnida.” ucap namja itu tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari yeoja yang sudah menarik perhatiannya dari tadi.

DEG

Suara itu,  suara bass itu…

Seakan tersambar petir disiang hari, mendadak EunJi tersadar dari lamunannya dan mengangkat kepalanya untuk memastikan perasaan yang menderu didadanya, ternyata dari tadi yeoja itu tidak membaca, hanya matanya saja yang tertuju ke buku namun pikirannya melayang entah kemana.

Tepat disaat EunJi mengangkat wajahnya, kedua mata yeoja itu langsung bertemu pandang dengan Kyuhyun yang juga sedang menatapnya lekat dan intens dari depan sana, membuat yeoja itu membeku ditempat duduknya dan menelan ludah dengan susah payah. Dirinya merasa sangat mengenali tatapan tajam namja itu, tapi dimana dan kapan?

“Kk..ka..kau…”gumamnya pelan.

TBC

Oh haii^^ nah, yang sering mangkal di FWF pernah baca yang ini? well, FF drakyububle ini bakal sering di post di blog aku. maklum, KKN *ahaha*

well, karena ini FF titipan, tolong hargai ya:) aku gak minta banyak, tapi tolong setidaknya bikin sahabat aku ini betah ngirimin karyanya disini. perlu aku kasih tau kalau drakyububble ini pinter banget nyusun kata-kata. jadi berikan hal-hal positif biar FF ini cepet selesai. semoga kalian suka ya:)

9 thoughts on “Mission Impossible part 1

  1. bunnydiamond says:

    Haihaihaii Thor keceh,,,, hem kau kembali mengacak-acak hatiku dengan post an ff barumu,, ini titipan temen mu?? Woaaah,, keren. Ceritanya mencekam….
    Semangatt untukmu dan teman mu (ง’̀⌣’́)ง

  2. Dwi_h@E says:

    wah cerita baru, action
    KEREN…

  3. Gummy eunhyuk says:

    Ceritanya keren pastinya bakal seru
    ada hyuk jae nya lgi dah paling suka dah

  4. Nova susmala says:

    Saeeengiii…
    Ini tbc?? Part 1 pula..
    Knpa ud ad sequelnya??
    Tp bnr2 buat pnsaran loh ini..
    Eheheheee.. Slm buat authornya..
    N buat dirimu, fightiiiing..!!:D

  5. Ha KyunG says:

    ff bRu NIcH..:D
    Aq PLng SKa CrtA kya GNi..aGeN2_An…kEreEeNNN..
    mANtaaPPPpp…!!!!!

    FiGhtiinG buAT tMANmu & kMU:D

  6. puput says:

    Xi9..kyu jd pembunuh??
    Pastinya cocok bgt ma tatapan setan khas kyu..
    Ok..next..

  7. iyin88 says:

    Enak ni ff nya, soalnya aq suka ff yg tokohnya misterius tp di imajinasinya aq tu romantis jdnya. Sabar akn aku tuntaskn ni ff.

  8. dewi says:

    aku pernah baca tapi sampai part berapa lupa.semoga ga berhenti di tenggah jalan.lanjut chap 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s