Fabulously Castle part 3

fabulously castle

Judul         : Fabulously Castle 3

Author      : HyukgumSmile

Genre        : romance, friendships

Rating       : PG-17

Main Cast  : Cho kyu hyun, Lee hyuk jae, Lee donghae, Choi siwon

Pagi itu terasa lebih dingin. rintik hujan semalam menegaskan betapa cuaca dikota seoul sedang tidak begitu bersahabat. Seorang namja tampak gelisah. Berjalan lalu lalang sembari menggosokkan kedua telapak tangannya.

Sebuah ponsel beberapa kali terlihat keluar dan menyala. “sial. Harus berapa lama lagi?” keluhnya kesal.

Donghae.

Pagi itu siwon menghubunginya. Memintanya untuk datang menjemput kepulangannya dari macau. Sial untuk donghae karena pagi itu siwon menawarkan sunglass hotknee sebagai oleh-olehnya. Hal yang tak akan pernah dilewatkan donghae yang memang dikenal senang mengoleksi benda penghalang cahaya ultraviolet itu.

Tapi,, ini sudah kelewatan. Choi sowin memintanya untuk menjemput, bukan untuk menunggu. Dan setau donghae, semua orang tau ia tak pernah suka menunggu. Beberapa kali ia mengecek kebenaran jadwal yang dikirimkan siwon pagi ini. dan well, tak ada yang salah dengan ingatannya.

Donghae kembali berbalik. Entah sudah untuk yang keberapa kalinya ia melakukan hal bodoh itu. hingga tiba-tiba dering ponsel menginterupsi kegiatannya.

“yeobseo?”

“…..”

“ya! Wae?!”

“…..”

“aish, kau benar-benar cari mati choi” namja itu mengerutkan dahinya kasar.

“…..”

“baiklah. Aku kesana”

Sial. Sekali lagi sial. Namja yang mengaku akan keluar melalui pintu B2 itu menghubunginya untuk segera berdiri didepan pintu F2. Shit! Apa ada yang tau seberapa jauh perjalanan pintu arrived B menuju F?

Donghae berjalan cepat. Menggerakkan otot tungkainya untuk berlari untuk beralih menuju pintu F2.

BRUK!

“akh”

Donghae oleng sebelum tangannya dengan cepat menggapai sebuah tonggak tinggi penopang bangunan. “shit!” umpatnya. Ia berjongkok memunguti sebuah ponsel yang ia tau adalah miliknya sebelum berbalik dan menemukan seorang wanita tengah berbenah dari posisi telungkupnya.

“im sorry, really sorry mam”

Donghae berjalan cepat menghampirinya sebelum meminta maaf dengan cepat. Tangannya menyeret sebuah troli dan memungut beberapa barang, meletakkannya pada troli dan terakhir membantu seorang wanita didepannya.

“aku buru-buru. Aku..”

TUK

Donghae terdiam. sebuah benda mengenai kepalanya kuat dan yang ia tau wanita didepannya tengah mengatur nafas berat. “kau tidak punya mata, huh?” teriaknya kuat.

Donghae menyapukan mata menuju beberapa lirikan yang tertuju pada mereka.jika ini bukanlah tempat umum, maka donghae bersumpah akan menciumi wanita itu se’habis’ mungkin agar dia tau balasan setimpal untuk menghentakkan sebuah benda pada kepalanya.

“maaf, aku..”

“astaga, apa bahumu terbuat dari besi? Sakit sekali” gadis itu tampak mengusap bahu terbukanya pelan dan meringis “kau harus tau akibatnya tuan” ujarnya kemudian.

Donghae tersenyum. Tipikal wanita pencari uang yang menarik. Menabrakkan diri, mengerang kesakitan lalu menerima uang ganti rugi. Oh, pintar sekali. Donghae tersenyum miring sebelum mengeluarkan dompet miliknya.

“baiklah, sebutkan berapa. Aku tak punya banyak waktu” ujarnya malas.

“apa?”

“apa? Kau butuh uang bukan? Sebutkan nominalnya. Ah, aku tak banyak membawa cash, kau ingin cek?”

Donghae masih sibuk dengan hitungan lembaran won miliknya ketika sebuah tamparan mendarat kasar dipipi kanannya. Gadis itu memerah dengan gertakan gigi yang terdengar mengerikan.

“aku tidak__”

“kau fikir aku memerlukan uangmu? Oh, yang benar saja! Aku hanya perlu melaporkanmu pada petugas setempat atas kerusakan fisikku.” Teriaknya kuat. donghae terdiam. dari banyak hal yang ia fikirkan, keberanian gadis itu untuk menamparnya adalah yang paling menohok fikirannya “tapi aku berubah fikiran. Silahkan terima surat pemanggilan untuk pelecahanmu ini”

Gadis itu berbalik. Menyeret trolinya sendiri dan berjalan cepat meninggalkan donghae dalam keterdiaman yang menggelitik sel-sel otak kecilnya.

__

Namja itu merebut sebuah kompresan dengan cepat. Meringis mengeluarkan desisan kecil ketika benda bersuhu minus itu menyentuh permukaan lukanya.

“sial!” umpatnya.

Ia menidurkan diri pada sofa dan meletakkan tangan bebasnya untuk menutupi mata. Selain malu, demi apa api sedang sangat berkobar kencang dalam ubun-ubunnya. Gadis itu, sangat menarik.

Dari seluruh tipe gadis yang penah ia temui, yang satu ini adalah yang pertama melukainya. Setau donghae, meskipun ke-brengsekannya memang tak dapat dipungkiri lagi, tapi sejauh ini tak pernah ada wanita yang berani melukainya.

Well. Yang donghae ingat dengan jelas, tak pernah ada yang ingin berurusan mengenai hukum dengannya. Dan Sial! Gadis itu bahkan sangat berniat menyeretnya menuju security post hingga mengejarnya menuju terminal F2. Benar-benar gadis gila!

Namja itu kembali meringis ketika dua namja lainnya terlihat terkekeh geli. Lee donghae. Namja pertama yang merasakan tamparan. Mereka harus mengingatnya dengan baik dan menemukan gadis itu. setidaknya untuk memberikan penghargaan atas kelancangannya melebamkan ujung bibir tebal donghae.

“pakai ini” seorang jangkung lainnya nampak datang dan melemparkan kantung kecil lalu bersandar pada ujung nakas.

Donghae bergerak. Berusaha merubah posisi menjadi duduk dan bersandar pada punggung sofa “ige mwo?” namja itu mengangkat bungkusannya dan bertanya pelan.

Kyu hyun mengangkat bahu acuh “entahlah. Dia bilang itu manjur” seluruh mata sontak tertuju pada sesosok wanita dijung pintu.

“noona!” fokus terpecah ketika siwon berteriak dan melambaikan tangannya pada gadis itu. ahra membalas, meskipun tak dengan ekspresi yang menyenangkan.

Yeah, siapapun tau jika gadis itu menggilai seorang lee donghae.

“kembalilah keatas” kyu hyun bergumam ringan. Menatap tajam kakaknya dengan beribu tanda seru diatas kepalanya. Namja itu, tak ingin ahra menyukai donghae lebih dalam.

Semua orang tau, tak ada yang boleh mencintai mereka kecuali malaikat sempurna yang dikirimkan tuhan. Ya, harus yang sempurna agar mereka dapat mengalihkan tatapan ‘haus’ ala lelaki dewasa dan membuat fokus yang berjuta berubah menjadi satu.

Ya, mereka harus sempurna. Karna hanya yang sempurna saja yang tak akan terluka. Dan kyu hyun tau, itu bukanlah kakaknya. Wanita itu tak boleh terlalu berharap pada donghae, dan donghae tentu, tak boleh memberikannya harapan

Itulah alasan namja itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan saat ahra berpamitan dengan mendoakan kesembuhannya lalu menghilang dibalik pintu.

“hh~ aku memintamu untuk memanggilkan dokter. Bukan seorang fans” donghae kembali bersandar dan tangannya bergerak cepat membuka bungkusan obat.

“terdengar menjijikkan. Berhenti memanggilnya seperti itu, dude!” hyuk jae menyahut meski fokus mereka masih tertuju pada seorang yang masih berdiam diri didepan nakas.

“hanya sebuah kebenaran. Well, mungkin dia memang bukan seorang fans” jawab donghae acuh.

Donghae melepaskan tutup botol krim oles ditangannya lalu mengoleskannya pada ujung bibirnya. Efek dingin yang selalu menghilangkan sakit meskipun hanya sementara. Ya, setidaknya donghae harus bersyukur karena kyu hyun memiliki seorang kakak yang baik. Dan wanita baik itu menggilainya. Satu poin penting yang harus digaris bawahi.

__

“satu porsi big mac dan mcflo. Dan kau?” ji yeon mendongak. Memperhatikan seseorang yang tampak serius dengan buku menu ditangannya.

Ji yeon mengernyit, menaikkan kedua alisnya dan mendengus malas “oh ayolah je, ini bukan makanan italy sehingga kau harus sesulit itu untuk memilih” yeoja itu menyandar dan memainkan ponselnya acuh. Memang akan selalu seperti itu jika sahabatnya sedang dalam keadaan yang tak baik.

“diamlah, aku masih memiliki urusan denganmu!” je young mencecar cepat menunjuk ji yeon dengan telunjuknya sebelum kembali memandangi buku menu. “satu quarter pounder dan,, mcflo. Yah, itu saja” ucapnya kemudian.

Je young menutup buku menu dan ikut bersandar pada punggung kursi ketika mata ji yeon tak lepas dari ponsel ditangannya.

“jangan bersikap seolah-olah kita baik-baik saja ji” cecar je young ketus.

Ji yeon mendesah gusar “je, ini tak seburuk yang kau bayangkan. Bukankah kau yang memintaku untuk mulai bekerja? Dan aku menemukannya meskipun…”

“meskipun??”

“meskipun,, meskipun kau tak perlu tau ini tentang apa” sambung ji yeon  pelan.

“arhg, ji! Kau membuat jantungku seperti terikat tali kapal. Katakan! Apa yang aku sembunyikan dariku?”

Ji yeon mengerjap. Emm, ya.. ini tak semudah yang ia bayangkan. Menerima tawaran seorang cho kyu hyun memang terdengar seperti memasuki kandang singa yang kelaparan. Terdengar berlebihan memang, tapi tak ada yang akan menyangkalnya untuk kenyataan yang satu itu.

“tidak ada je, sungguh” ji yeon mengangkan kedua jarinya. Memberikan senyuman polos dengan deretan gigi putih yang menggemaskan.

“oh baiklah, aku tak lagi penting setelah derajat kita berbeda”

“je!!” pekik ji yeon tak terima.

“wae? Aku salah?”

“bukan je, bukan begitu maksudku. Mungkin,, aku perlu waktu. Ya, aku perlu waktu untuk menceritakan segalanya padamu”

“segalanya tentang__”

“nona park?”

Kedua yeoja itu menoleh ketika sebuah suara menginterupsi perbincangan mereka. “eoh, sajangmin. Nona jang” ji yeon dengan cepat berdiri dan memberikan salam hormat.  Dua orang lainnya tampak tengah berdiri dibelakang meja mereka dan tampak tersenyum ramah.

“kebetulan sekali bertemu dengamu disini” seorang yeoja berbicara ramah pada ji yeon. Meninggalkan seorang lagi yang masih terdiam kaku.

“ah ye. Suatu kehormatan untukku”

“apa yang kau lakukan disini?”

“hanya menghabiskan waktu senggangku bersama sahabat. kalian sendiri,, sedang apa disini?” balas ji yeon ragu.

“ah, tuan cho kyu hyun sedang melakukan pengecekan untuk daerah periklanan perusahaan”

Je young tak mengerti pada bagian mana ia harus terkejut. Yang pasti, kedua matanya sontak membulat sempurna ketika sosok namja angkuh itu menghadiahinya sebuah senyuman yang sebenarnya akan melumpuhkan hati wanita manapun. Namun tidak dengan je young.

Cho kyu hyun?

Cho kyu hyun?

Ah ya! Cho kyu hyun!!

Pantas saja sebuah memori terkunci seperti menariknya untuk mengingat namja itu. well, apa? Cho kyu hyun?!

“tunggu, tunggu.. ji, apa maksudmu kau..” ji yeon menegang. Tepat sekali. Segala ketakutannya seperti berbuah menjadi doa yang dengan seketika dikabulkan tuhan.

“je, dengar.. ini_” je young tak perduli. Lebih memilih menatap seorang namja yang kini tampak membicarakan sesuatu sebelum seorang gadis yang datang bersamanya berpamitan terlebih dahulu.

Ji yeon menghentakkan kakinya gelisah. Yeah, bukan keadaan yang baik sepertinya.

“sajangnim, perkenalkan ini je young. Sahabatku. Dan je,, eum,.” Ji yeon menatap mata je young yang terlihat penuh tanda tanya. “ini cho kyu hyun, direktur cho corp” jelasnya.

Satu detik, dua detik. Keadaan hening. Kyu hyun juga tak mengerti mengapa ia harus berdiam diri ditengah perbincangan kedua yeoja itu. yang ia tau insting itu kembali membawanya untuk mengunjungi langsung pusat perbelanjaan dimana ia akan melakukan pengambilan gambar untuk perusahaannya dan mempertemukannya dengan dua yeoja yang terlihat begitu acuh dengan kehadirannya.

Padahal, tak perlu menjadi setajam elang untuk melihat betapa seluruh yeoja didalan ruangan itu melemparkan tatapan lapar padanya. Tapi..

__
“aku tak mengerti apa yang ada dalam fikiranmu. Kau fikir ini lelucon, hah?”

“tidak, tidak.. bukan begitu__”

“tapi? Kau akan kembali menjawab dengan kata tapi?”

“je, dengarlah. Ini..”

“tidak! Sebelum terlambat, cabut kontrak kerjamu bersamanya. Isch, aku tak mengerti kau sebodoh apa hingga menerima kontrak kerja bersama bajingan sepertinya”

Ji yeon diam. Tak memilih untuk melawan sementara ubun-ubun yeoja didepannya tengan dipadati oleh api yang membara.

Yeah, shin je young. Sahabat karib park ji yeon. Berkerja pada sebuah toko bunga milik eommanya dan sangat membenci enpat sekawan penguasa industri korea. Well, tak banyak alasan untuk menyalahkan je young. Karena kebencian mendasarnya pada mereka memang berawal dari salah satu sahabat –lain- mereka yang dengan brutalnya menabrakkan diri pada sebuah mobil ketika donghae, tak lagi ingin menghubunginya setelah ia kehilangan kegadisannya.

Mungkin kegadisan bukanlah hal yang awam untuk setiap gadis korea. Tapi percayalah, je young sangat membenci mereka karena sikap tak bertanggung jawab yang mereka tunjukkan secara nyata dihadapan publik. Tidakkah mereka merasa mempermainkan wanita adalah sebuah dosa?

Dan kyu hyun. namja tampan berwibawa itu adalah salah satu yang terlalu sering tampak menghiasi berita yang dibicarakan dengan aktif oleh netizen tentang bagaimana kali ini ia mendapatkan keperawanan seorang gadis lainnya.

Well, je young benci untuk mengakui jika ia memang tampan. Tak ada yang akan menyangkal untuk hal yang satu itu. tapi sungguh, ketidak beradapan sikap primitif mereka seperti menutup segalanya dimata gadis itu. yang ia tau, cho kyu hyun dan tiga orang lainnya adalah namja brengsek, bajingan kerdil dan sampah masyarakat.

“je, Ini tak segila yang kau fikirkan.” ji yeon menyerah. Oh yang benar saja jika ia harus melepaskan pekerjaan impiannya hanya karena asumsi seorang shin je young yang terkadang memang terlalu berlebihan dalam menyikapi suatu masalah.

“park ji yeon! Aku tak ingin melihatmu bersama namja brengsek itu. bagaimana jika suatu hari kau terjebak dalam pesonanya..”

“je..”

“lalu kau bisa saja jatuh dalam perangkapnya..”

“je..”

“dan kau berakhir seperti rha in”

“JE_”

“ya tuhan park ji yeon, kau dan dia diatas ranjang tanpa helaian benang dan dia merebut segalanya da__”

“JE!”

“eung.. ya,, ya?”

Ji yeon menghembuskan nafas gusar miliknya. Sekali lagi, je young adalah tipe wanita pemikir yang positifnya adalah memiliki otak yang cukup cerdas. Tapi negatifnya adalah ia, terlalu berfikir berlebihan dan terkadang terdengar seperti fantasi tak bernyawa.

“dengar. Ini tak seburuk yang kau fikirkan. Aku bekerja pada devisi periklanan. Tak akan bersentuhan langsung dengannya. Dan kau perlu tau jika aku cukup waras untuk tak jatuh dalam perangkapnya”

“tapi ji..”

“tak apa, aku ingin mencobanya. Kali ini saja, tolong berikan aku dukunganmu”

__

“aku tak berfikir akan ada kaum seperti mereka” namja itu duduk angkuh. Menyesap latte didepannya dan sesekali menggeram kesal ketika memori tentang yeoja itu kembali berputar dalam ingatannya.

“kau cukup pintar untuk menyadari jika banyak gadis lain yang membenci kita diluar sana” hyuk jae menimpalinya dengan datar.

“ya, tapi.. kurasa tak akan sulit untuk merubah pola pikir mereka setelah secara langsung melihatku”

Hyuk jae tersenyum miring “jadi menurutmu semua wanita akan tunduk begitu saja padamu?”

“tentu!”

Mereka terdiam. bukan berarti yang dikatakan kyu hyun salah. Namja itu justru terlalu akurat untuk menilai seberapa gila seorang wanita padanya. Tapi sungguh, kesempurnaan memang bukan milik mereka. Masih banyak wanita baik-baik yang mencerca mereka karena terlalu sering mempertaruhkan keperawanan demi sebuah kesenangan.

Hyuk jae kembali tersenyum. Perlu ia ingatkan jika inilah dunia mereka. Dan walau bagaimanapun setiap orang berhak memilih untuk bersikap seperti apa terhadap mereka. “apa yang gadis itu lakukan padamu?” tanya hyuk jae kemudian.

Kyu hyun berdiri, berjalan menuju jendela besar yang membatasi dirinya dengan udara luar yang terasa amat terik hari itu. “dia tak melakukan apapun” jawabnya pelan “tapi tatapan matanya seperti akan membunuhku sesegera mungkin jika ia bisa” jelasnya kembali.

Hyuk jae terkekeh pelan. As always. Kyu hyun yang memprediksi segalanya dengan baik hanya melalui tatapan mata.

“sudahlah, kufikir tak begitu penting untuk memikirkan seorang wanita yang membencimu. Akan lebih baik jika kau memikirkan seseorang yang ingin kau tiduri di ranjangmu saat ini”

“oh, bagus. Siapa lagi kali ini?” kyu hyun berbalik cepat. Sementara hyuk jae hanya menggerakkan bahunya pelan.

“kau tau kim saera?” ujarnya antusias.

“si model majalah pria dewasa? Sejak kapan seleramu menjadi begitu rendah?”

Hyuk jae tergelak geli, “ini bukan tentang pekerjaan. Kau harus tau bagaimana poin penting itu menonjol dari dirinya”

“bodoh. semua wanita memiliknya”

“tapi tak semua wanita dapat memuaskanku dengan milik mereka”

Kyu hyun meliriknya malas “ck, libidomu kembali naik satu tingkat”

Mereka saling membalas senyuman miring. Mengerti satu sama lain maksud dari setiap perkataan yang terlontar secara skeptis meskipun tak pernah menyakiti.

“masuk” Kyu hyun bergumam ketika daun pintu mengalunkan suara ketukan berirama dari luar. “ada apa nona jang?” tanyanya kemudian.

“maaf mengganggu, sajangnim. Dewan direksi baru saja menghubungi saya, mereka meminta laporan pembuatan iklan segera dikirim. Mereka memberikan batas waktu satu minggu sebelum menyerahkan konsep perusahaan pada tim cadangan”

“apa?! Bagaimana bisa mereka merubah tenggang waktu sesuka mereka?!” ekspresi namja itu berubah dengan cepat. Rahangnya mengeras dan tatapan matanya jauh lebih tajam dari sebelumnya.

“saya juga tidak mengerti sajangnim. Sebenarnya, tak menjadi masalah jika kita harus menyerahkannya dalam waktu satu minggu ini. tapi..”

“aku tak suka menunggu nona jang”

“maaf sajangnim, tapi perekrutan anggota devisi periklanan yang baru mulai berjalan sabtu ini. kita tak memiliki cukup tenaga untuk mempekerjakan devisi periklanan tanpa tiga orang yang baru saja anda rekrut minggu ini tuan”

“gunakan devisi lama!” perintah kyu hyun  cepat.

“tidak bisa sajangnim. Masa kontrak  mereka tak akan memungkinkan kita untuk menyelesaikan laporan itu hingga sabtu ini”

Kyu hyun menggeram kesal. Dewan direksi selalu mempu merubah ketenangannya menjadi sebuah kekacauan singkat. Meskpiun harus diakui jika kyu hyun tak pernah gagal dalam menjalankan setiap permintaan tiba-tiba dari mereka, namun tetap saja akan selalu ada umpatan dalam pekerjaan yang ia lakukan.

Well, kali ini dewan direksi benar-benar membuatnya jengah.

“hubungi tiga orang regu utama devisi periklanan”

“maaf sajangnim?”

“temukan tiga orang yang minggu ini direkrut dan berikan mereka kontrak kerja baru!” perintahnya tegas

“algeseumnida sajangnim”

Kyu hyun mendudukkan dirinya kasar. Menggeram dengan umpatan kasar yang tertuju pada beberapa manusia yang memang tak pernah terlihat bahagia melihat ketenangannya.

“mereka bekerja dengan sangat baik” cibir hyuk jae tenang.

“terdengar menjijikkan. Mereka benar-benar ingin bertaruh denganku, sepertinya”

“kau dapat tunjukkan seakurat apa instingmu hingga mereka tak akan lagi berani bertaruh denganmu” hyuk jae kembali menyesap latte miliknya. Menaikkan sebelah alis untuk lebih meyakinkan pernyataannya.

“ya, mereka harus menyesali tindakan mereka yang merusak ketenangan hidupku” kyu hyun bergerak cepat menekan sebuah tombol pada telepon perusahaan. “nona jang, berikan aku alamat mereka”’

__

“kau gila?!” hyuk jae mencecar namja didepannya dengan suara satu oktaf lebih tinggi, sementara kyuhyun tampak tak begitu perduli hingga terus berjalan menuju mobil kesayangannya.

“kau pasti benar-benar gila! Bagaimana mungkin kau tak perduli dengan gaji dua kali lipat yang kau janjikan?” hyuk jae masih tak percaya. Ini sudah kali kedua. Namja itu mendatangi dua orang yang ia percaya untuk mengisi devisi periklanan dikantornya kemudian menawarkan upah dua kali lipat jika mereka ingin berkerja mulai besok dan tak perlu menunggu akhir pekan.

Kyu hyun hanya terus berjalan. Tak ingin memusingkan diri dengan ocehan hyuk jae yang tak akan pernah mengerti isi pikirannya kali ini. hyuk jae menyusulnya ketika namja itu telah berada didalam audi R8 miliknya dan menghidupkan mesin itu sebelum membelah jalanan kota menuju tempat lainnya.

“oke, mungkin ini bukan wilayahku untuk memakimu. Tapi apa kau telah memikirkan ini sebelumnya? Jangan ceroboh” hyuk jae terus berbicara. Memberikan setidaknya masukan agar namja itu tak bertindak semaunya.

“diamlah lee! Memberikan mereka upah maksimum tak akan membuatku merugi. Lagipula hanya untuk satu bulan masa kerja bukan? Dan itu juga akan setimpal dengan hasil kerja mereka”

Hyuk jae diam. Tak ada yang perlu lagi ia perjelas jika namja itu telah berbicara mengenai keakuratan perhitungan untung-rugi perusahaannya. Well, setiap keputusannya selalu berakhir dengan baik meskipun tak selamanya perfect.

“yeah, terserahmu saja”

__

“florist?” hyuk jae menaikkan salah satu alisnya. Menatap kyu hyun bingung dengan tujuan namja itu berhenti didepan sebuah florist di salah satu bangunan sejuk daerah apgujong.

“hmm”

“kau tidak sedang berfikir untuk menyeretku keatas ranjang bukan?”

Kyu hyun mengernyit ngeri. Yaa, memang selalu menjadi gayanya untuk menyeret wanita dengan sebuket bunga. Tapi ini diluar pemikirannya untuk membawa hyuk jae keatas ranjang. Oh ya, dia masih normal. Perlu kyu hyun tekankan.

“apa kenaikan libido membuat otakmu jauh lebih bodoh?” kyu hyun menyentuh gagang seatbeltnya lalu melepaskannya cepat.

“kau harus tau jika pria akan bodoh saat hasratnya tak tersalurkan” hyuk jae mengikuti namja itu cepat. Membuka pintu mobil dan berdiri angkuh bersama kyuhyun didepan bangunan penuh bunga itu.

“kuharap nona jang belum bosan bekerja denganku” gumamnya pelan sebelum melangkahkan kaki memasuki florist didepannya.

__

Suara lonceng berbunyi, pertanda seorang baru saja membuka pintu toko. Ji yeon dan je young segera menegakkan tubuh sebelum saling berpandangan dan mengukir seulas senyum indah. “pelanggan!” serunya bersama.

Mereka segera membuka sarung tangan yang terlihat kotor dan menggesekkannya pada aproan yang mereka kenakan lalu membukanya cepat. Setengah berlari menuju pintu dan membungkuk cepat.

“selamat dat__”

“sajangnim?!”

“kau?!”

Kedua yeoja itu terbelalak cepat. Jika ji yeon masih terperangah karena tak mengerti mengapa harus bertemu dengan atasannya disini, maka je young perlu terperangah karena kembali melihat namja itu didepannya dan kali ini bersama seorang brengsek lainnya.

Hyuk jae tersenyum ramah pada kedua yeoja itu sebelum je young memutar bola matanya jengah. Got it! Hyuk jae mengerti siapa yeoja yang baru saja diceritakan kyu hyun. je young segera berbalik meninggalkan mereka, berniat untuk membiarkan eommanya saja yang melayani dua namja brengsek itu.

“nona park, kita perlu bicara” sontak je young berhenti. Tunggu! Ini jauh dari prediksinya. Mana mungkin namja brengsek itu beraksi secepat ini. oh, ingin menjebak sahabatnya, begitu?

“kalian bisa berbicara disini!” je young berbalik dan berucap lantang, membuat tiga orang lainnya  menatap yeoja itu bingung. Hyuk jae segera tersenyum miring, ia mengerti sekarang.

“bicaralah diluar, kyu” ujarnya ringan.

“tidak! Bicara disini saja!” pekik je young lebih keras.

“maaf nona, buka kapasitasmu untuk membentak kami” hyuk jae menatapnya lembut. Tatapan yang selalu ia berikan pada setiap gadis. Namun je young meresponnya berbeda. Ini aneh, dan kyu hyun benar. Yeoja itu tak terpengaruh meski dengan pesona ala dewa yang mereka miliki.

“oh, ini tokoku. Jika kalian tidak menyukainya kalian boleh tak berada disini”

“bukan, bukan begitu maksdunya..” ji yeon membantah cepat.

“park ji yeon!” bentak je young membesarkan kedua bola mata.

“je, aku rasa..”

“maaf nona, aku memerlukan sebuah karangan bunga” hyuk jae menginterupsi cepat. menatap je young penuh tantangan. Walaupun ia tau apa yang akan gadis itu katakan.

“aku tak akan melayanimu!”

“aku memintamu untuk memberikanku rangkaian bunga. Ini bukan tentang bercinta diatas ranjang nona”

Kedua yeoja itu terbelalak tak percaya. Oh, mereka mulai menampakkan taringnya. Sementara kyu hyun hanya mentap hyuk jae dengan seringai puas miliknya. Tak buruk memilik sahabat seperti namja itu, ia dapat menguasai keadaan dengan baik dan kyu hyun menyukai yang satu itu.

“ji! Kau lihat! Mereka brengsek!” pekik je young cepat sementara ji yeon masih ternganga tak percaya. “sebaiknya kalian tak disini!”

“nona, kau tak ingin melayaniku?” kyu hyun kembali tersenyum. Hyuk jae si brengsek itu benar-benar yang terbaik.

“i.. ini bukan..”

“berikan aku rangkaian bunga” tandas hyuk jae cepat. je young besedekap. Matanya menjelajahi penjuru toko seperti mencari sesuatu hal yang sangat penting. Ia mendecak ketika tak menemukan apapun hingga akhirnya berteriak keras.

“eomma! Ada pelanggan!!” pekiknya. Kedua namja itu tampak tersenyum geli. Yeoja yang konyol.

Je young terdiam. tak ada sahutan berarti dari manapun. Matanya bergerak gelisah. Ia tak mungkin meninggalkan ji yeon bersama namja brengsek itu, tapi namja yang berada didepannya ini..

“eomma!! Pelanggan!!!”

“ya tuhan, apa gunanya aku memiliki seorang putri? Layani saja!!”

Je young melemas ketika suara keras wanita tercintanya itu menohok batin. Ini seperti benar-benar nasib sial baginya. “eomma!!” panggilnya kembali namun tak lagi terdengar sahutan dari manapun dan je young tau ini bukanlah firasat baik.

Ia menatap namja itu jengah kemudian beralih pada sisi lain toko dan menemukan dirinya hanya berdua saja. Tak ada ji yeon, tak ada juga namja brengsek yang satu itu. matanya membulat seketika.

“ji!!” pekiknya.

Je young melangkahkan kakinya cepat untuk menyusul ji yeon namun entah bagaimana bisa namja itu terus berdiri didepannya dengan cepat. menghalanginya untuk menyusul ji yeon. Ia mendongak, menatap namja itu geram. Good! Kedua namja ini bersekongkol untuk memisahkannya dengan ji yeon.

“apa maumu?!” teriaknya marah.

“rangkaian bunga. Bukankah sudah kukatakan?”

Je young menggeram kesal. Argh!! Dua namja itu benar-benar menaikkan api ke ubun-ubunnya. Bagaimana bisa ia tertipu dengan sandiwara bodoh seperti ini?

“isch!!” ia mengacak rambutnya sekali sebelum mengambil nafas dalam “ikuti aku!”

-TBC-

Mungkin part 4 bakal aku protect karena ada adegan yang sedikit berlebihan. terserah mau bilangnya NC-17 atau apa. yang penting itu bukan adegan biasa. Anyway, makasih banget ya buat yang udah mau coment dan tetap berkunjung ke blog aku^^

With love, Park ji yeon

108 thoughts on “Fabulously Castle part 3

  1. rhaaa18 says:

    Yahh aku suka banget sama karakter Je Young disini, karena dia mencoba melindungi sahabatnya uhh so sweet sekali🙂

  2. nissa says:

    wah ceritanya bikin deg2an,makin seru n bagus.thor aku minta pw-nya dong,kirim aja ke no 085766277662.secepatnya ya thor.thanks

  3. shin jihyun says:

    hyukjae gilaa banget nih.. btw,, suka sama jeyoung yang ngelindungin temennya..

  4. Chokyulate says:

    wah..wah..wah..siapa tuh yg berani nampar Donghae??
    Jeyoung kayaknya sayang banget ya sma Jiyeon, dia ga mau Jiyeon berurusan sama empat cowok brengsek itu, padahalkan Jiyeon kan cuma kerja doang. Jeyoung sampe marah2 gitu sama Hyukjae…

  5. puput says:

    Hehehe..dr blog ttangga dpt link dsini..
    Numpang baca FF yg ini y..

  6. Shannon Shin says:

    Halo, aku udah baca ff ini dari blognya redwinebluesky. Aku suka ceritanya. Mungkin kamu bisa baca komentarku di blog redwinebluesky sebelumnya. Aku udah minta password part 4 ke twittermu dengan akun @shannonuneo. Ditunggu balesannya. Makasih.

  7. nadia1 says:

    jd je bnci bgt? hahhaaa jiy apa jg ntr terpengaruh benci?

  8. rheachan says:

    wah….wah…. Di part ini Hae ma hyuk udh nemuin couplenya….!! bikin ngakak semua awl pertemuan mereka gk d yang berkesan baik 😀
    karakter yg jauh dri perkiraan ke 4namja itu good job!!

  9. Lia mela says:

    Je young dan Ji yeon!

    Kalian luar biasa /ariel berkunjung/
    wkwkwk😀

    SUKA SUKA SUKA. Tapi donghae itu cewe apa itu em siapa nabok apakah cewe siapa ya /abaikan/

    next part diprotect?
    Baiklah aku mention eonni buat dapet password ^^
    udah ngga sabar buat baca part 4😀

  10. BebyPanda says:

    , Wach Je takut bngt ji kenapa2.. Ya ampun Eunhyuk kta2’y bnr2 vulgar..

  11. SHAwol noNAME says:

    hi!!🙂
    aku reader baru d sini, lagi nyari ffnya bang ikan ketemu judul ini d salah satu blog cuma ada part 1 2 aja, jadi cari kelanjutannya ada d sini, jadi ijin baca ne?
    soalnya ceritanya bagus,
    tpi next part nya d protect, gak bisa minta pw gak ada twitter
    tpi gpp ya aku baca yg next nya aja
    kamsa🙂

  12. Ryffa says:

    annyeong author nim
    aku reader baru disini
    ff nya seru chingu, aku suka bgt genre ff yg kya gni
    keep writing^^

  13. Ryffa says:

    thor minta pw part 4 dong
    twitterku @riphee
    ditunggu thor, gomawo

  14. Hi salam kenal ya aq reader br ..
    akhirnya nemu jg lanjutannya F.C … aq ubek2 ga ketemu .. mau nangis deh hijs hiks .. ( btw .. dr prolog – part 2 aq comment di blog sebelah .. ga apa apa ya ?? )

    huahahaha .. tertawa guling2 .. seru bgt liat pertengkaran je young dgn hyukjae … ampun deh … huahahaha je dah di skak mat sm hyukjae eh di skak mat eomma nya jg … itu kalo di terusin .. tuh toko bunga bs hancur kali ya hihi ..
    ngomong2 ji yeon di bawa kyuhyun kmn ???

    Siapa tuh yg di tabrak donghae ??? Kik pr playboy itu .. satu lg yg kena batu nya di tampar hehe … mwo .. ahra menyukai donghae ??? Ckck kok bs ya ? Untung donghae ga memberi harapan ….

    nexttt … ya … seruuuu bgt soalnya …

  15. hahahahaha hyukjae dapat lawan yg berat kyk je young…. daebak author….

  16. citra says:

    makin seru ceritanya..
    daebak…

  17. citra says:

    makin ser….
    daebak thor….

  18. iyha buchu says:

    (y) Critanya mkin seruuuu…..kira2 siapa yach yg bklan jadi dgn kyuhyun….?/

  19. pn1228 says:

    ey, ey, ey.
    hyuk jae kejam amat sama jeyong. lanju lanjut

  20. minrakyu says:

    ough bener2 keren,,
    kira2 kyu bakal terpesona tetep dengan ji yeon atau beralih ke jeyoung???
    ahhhh… kerennnn

  21. ninachoi says:

    Ceritanya keren. Aku penasaran

  22. keiobi says:

    Eonni anyyeong..
    Sebelumny maaf dan Salam Kenal ya..
    Q readers baru..

    Biasaany bacany di redwine eonni..

    Eon bleh mnta pwny part 4 ya..

    Eonni q brhrap happy ending ya..

    Suka krakter eunhyuk dsni..
    cOOOLLL..

  23. Ewiq kim says:

    je young gokil sangking bencinya sm 4 pria itu protectif sm sahabatnya keren wkwkwkwk.. hati2 kecantol salah satu dr mereka lho🙂

  24. wiranti says:

    Waduhh , donghae digampar siapa ya ? Hehhehe dan siapa yg berani gampar opa. Ihiihii.

  25. AngelKyufa says:

    Keren banget Ceritanya… dan aku suka sikap Shin ji young…
    Author minta PW nya ya… kirim ke SitiFatimahAtthaher@Gmail.com

  26. AngelKyufa says:

    Keren banget Ceritanya. dan aku suka sikap Shin ji young.
    Author minta PW nya ya… kirim ke SitiFatimahAtthaher@Gmail.com

  27. hanncheonsa says:

    Siapa yang engga takut liat sahabatnya deket2 ama pria2 brengsek begitu cba ?
    Je young tipe sahabat yg baikk
    Sukaa ama karakter dia ^_^

  28. mkdJY says:

    Je young kayanya anti bgt .hahahahhs

  29. aernis97 says:

    pertemuan yg paling waras menurutku kayanya cuma kyuhyun, untung ji yeonnya cerdas dan ga emosian. Ya walopun ada sedikit laka

    yg paling sadis menurutku ya dongek. Udah kepalanya dilempar, pipinya ditampar, dikasih surat pemanggilan pula😄😄

    tapi aku masih agak bingung sama peran ahra di sini.

  30. Kim rae gun says:

    Waaah .. Je yeong dendam bgt ama 4 serangkai itu yaa .. Dan protect bgt ama ji yeon .. Penasaran .. Part 4 nya bisa minta pwnya ?

  31. dias puspita says:

    Wkkkkk,,lucu je young sm hyukjae..
    Masih penasaran yg di tabrak donghae d bandara,,salah satu sahabat ji yeon and je young kaah??
    Tytaaa dr awal ji yeon nggak antusias sm kyu ada alesannya toooh..
    Mudah2an mreka ber 3 nyadar yaa,, kan secara siwon udah ada tambatan hatii… Bener2 penasaran..

  32. iyin88 says:

    Je young punya dendam kusumat bnget ni sma mrk br4, klo hyuk sma je young bakal rumit ni percintaannya.
    Ada sdkit typo di nmnya ji dan je tp gak mslh aq jg suka kepleset bacanya hehe…

  33. dewi says:

    sepertinya akan menarik nich si hyuk ja dengan je young dan kyu dengan ji yeon
    lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s