Supposition

Judul : Supposition
Author : HyukgumSmile
Genre : romance
Rating : general
Main Cast : cho kyu hyun, shin je young
Other Cast : song victoria

-Author POV-
“bisakah kau berhenti mengikutiku shin je young?!” namja itu mengeraskan suaranya mengetahui seseorang yang hingga saat ini pun masih membuntutinya.
“aku tau kau disana. Keluarlah!” ia menggeram pelan mendapati yeoja itu masih saja bersembunyi. Ya tuhan, dia bukannya bodoh sehingga tidak mengetahui dimana yeoja itu berada. Dia hanya ingin yeoja itu tau bahwa ia tidak suka dibuntuti seperti itu.
“keluar sekarang juga atau aku akan__”
Ucapan namja itu terhenti ketika sekilas bayangan dibalik tembok terlihat namun menghilang kembali.
“aish,, aku bisa gila jika seperti ini” ia mendesis pelan dan berjalan dengan langkah besarnya. Mengikuti jejak yang baru saja ia ukir beberapa saat yang lalu.
Tepat sekali! Shin je young. Ia menemukan yeoja itu disana. Menunduk dalam dan menutup matanya. Sepertinya ia tengah berfikir akan mengeluarkan alasan apa ketika namja itu bertanya ‘apa yang kau lakukan disini?’
Namja itu menyentuh pelan bahu je young membuat gadis itu terkejut dan kemudian mengeluarkan senyum kekanakannya. Mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya dengan senyuman innocent yang begitu lebar.

-Shin je young POV-
“omo! Omona!” aku mengerjap kaget ketika sesuatu menyentuh bahuku kuat. Membuatku sedikit terhuyung dan hampir saja mencium tanah.
“aigo,, kau mengagetkanku kyu hyun-ah”
Aku memandangnya seolah-olah kesal. Padahal, sungguh bukan itu yang kurasakan. Rasa gugup jauh lebih menderaku ketika namja itu masih menatapku tajam dalam diamnya.
“hehehe” aku mengangkat kedua jariku dan memamerkan sebuah senyum tak bersalahku. Membuatnya semakin bersedekap dengan kedua tangan dilipat didepan dadanya.
“apa yang kau lakukan disini?”
Ya, hal itu adalah yang pertama akan ia tanyakan ketika menemukanku sedang membuntutinya seperti saat ini.
“eum.. itu,,, aku..” ia semakin mempertegas lipatan lengan didadanya. Memberi sinyal jika ia sidah tidak sabar untuk menanti jawabanku. Dan sialnya, aku belum memikirkan apapun hingga detik ini.
“mm.. aku… a_aku ingin…” aku memutar otakku. Memaksanya bekerja lebih keras. Ayo berfikirlah bodoh!
“ppali! Kau ingin apa?huh?”
“aku.. ingin belajar kerumah min ah!” jawabku asal. Dan.. ck. Sial! Rumah min ah berlawanan arah dari sini. Aish pabo! Dapat kulihat helaan anfas jengah dari hidungnya. Oh bagus, mampuslah kau je young.
“hmm.. rumah min ah ya? Seingatku…”
“maksudku rumah seung il! Ah, bukan. Maksudku__”
“bisakah kau berhenti bermain shin?! Berhentilah membuntutiku!”
Ia mengeluarkan suara beratnya dengan sedikit emosi. Membutku mengerjapkan mata beberapa kali. Oh ya tuhan, dia benar-benar sudah gila! Dia belum pernah membentakku seperti ini sebelumnya. Dan, apa yang ada didalam kepalanya sehingga berani memberikan nada satu oktaf lebih tinggi itu padaku.
“aku tidak membuntutimu, cho kyu hyun!”
“oh ya? Lalu apa yang kau lakukan disini? Bermain? Atau ingin belajar dengan min ah? Ah anio, maksudmu seung il? Kau fikir aku terlalu bodoh untuk percaya?”
“cho kyu hyun!”
“aku bukan anak kecil shin! Berhenti memperlakukanku seperti ini!”
“aku hanya menghawatirkanmu. Aku__”
“aku tidak butuh itu untuk saat ini. Bisakah kau hanya membiarkanku sendiri saja untuk sesaat?”
Aku membuka kedua bibirku mendengar kenaikan nada satu oktaf lagi dari suara beratnya. Dia,, kenapa bisa seperti ini?
“terserahmu cho! Kau lihat? Kau menjadi bodoh hanya karena wanita itu”
“ini bukan karenanya shin”
“bodoh!”
“ya! Shin je young. Kau ingin mati huh?”
Bingo! Hanya itu satu-satunya cara untuk membuatnya kembali. mengingat dia adalah murid tercerdas sepanjang masa, maka bodoh adalah panggilan yang paling ia benci.
Aku berlari kencang ketika ia dengan sigap mengejarku. Meskipun pada akhirnya dia pasti akan mendapatkanku karena langkah besarnya.
“teruslah… jangan berhenti shin!” teriaknya. Aku berbalik dan menemukannya tengah berlari-lari kecil seperti anak kecil dengan senyumnya yang.. sangat menawan. Senyuman itu kembali, dan aku cukup bangga karenanya. Aku berlari terbalik, mengawasinya yang bahkan hingga saat ini masih berlari kecil. Jelas, ia tengah meledekku.
Aku memasang wajah penuh selidik disaat ia menundukkan kepalanya. Berlari seperti sedang jogging pagi dengan santai.
“bodoh! Sampai kapanpun kau tidak akan__ omo! Aw…”
Aku terjatuh saat akan berbalik tepat setelah saraf refleksku menangkap bayangannya yang seketika berlari kencang. Membuatku –akhirnya- mencium tanah dan tersungkur. Dapat kulihat ia berlari kencang dan menyentuh bahuku.
“gwenchana?” lirihnya. Oh, dia kembali! aku mencoba untuk berdiri namun seketika itu juga kembali terjatuh. Dapat kudengar ia terkekeh pelan dibelakangku.
“kau pikir ini lucu, huh? Ini sakit bodoh!”
“tidak, ini tidak lucu. Hanya saja.. menggelikan” ia kembali terkekeh dan semakin terdengar jelas.
“Kau harus bertanggung jawab”
“eeh? Kenapa aku?”
“kau yang membuatku seperti ini!”
“jangan sembarangan menuduh. Kau yang dengan bodohnya terjatuh. Kenapa menyalahkanku?”
“diamlah! Antarkan aku pulang”
“ck, arraseo”
Dia mengalah lalu menuntunku untuk pulang. Hh~ sudah lama sekali tidak seperti ini. Rasanya begitu berbeda ketika orang yang begitu kau sayang berubah hanya demi orang lain yang –sebenarnya- tidak lebih penting darimu.
Cho kyu hyun. Dia namja hebat, mampu memenjarakan hatiku hingga saat ini. Dia adalah namja cerdas dengan wajah yang rupawan. Ya, tidak ada yang akan menolak jika kau mengatakan pada setiap orang jika ia tampan. Karena yang kau katakan adalah sebuah kebenaran. Dia baik, pemaksa dan terkadang manja. tapi sifat jahil dan sabarnya lah yang membuatku mencintainya. Dia penyuka game. Ani! pecinta game maksudku. Atau kau bisa mengatakannya maniak. Karena jika sekali saja kau mengenalnya, maka kau akan tau bahwa tiada hari tanpa PSP dalam hidupnya. Dia kaya, dan sebenatar lagi akan menyelesaikan kuliah semester akhirnya setahun lebih awal dariku.
Tapi entah mengapa beberapa hari ini dia terasa sangat menghindariku. Dia, sangat tidak ingin berbicara denganku dan juga bertemu. Selalu ada alasan baginya untuk menghindariku. Dia cho kyu hyun. Sahabatku.

-Kyu hyun POV-
Aku berjalan menjauhi audi hitamku. Memakai kacamata hitan dan menyandang sebuah jaket kulit keluaran terbaru. Hari ini ada jadwal kuliah pagi dan aku harus datang untuk menyelesaikan skripsi akhirku dengan mr.jung . aku melirik ponselku yang bergetar, menandakan sebuah pesan yang masuk.
‘kau dimana? Sudah sarapan?’
Begitulah bunyinya, pesan dari seorang shin je young. Ck, yeoja itu selalu saja bodoh. Bukannya memperhatikan kesehatan kakinya namun ia justru mengkhawatirkanku
Kkk~ aku kembali tertawa pelan mengingat kejadian kemarin sore. Yeoja itu terjatuh dan tersungkur mencium tanah. Salahnya sendiri mengikutiku dan mempermainkanku. Dia fikir dia siapa? Seperti tidak mengenalku saja.
Ada beberapa luka di lutut dan tungkai kakinya sedikit membengkak. Mungkin terkilir.
“kyu hyun-ah!!”
Dapat kudengar suara seseorang memanggilku. Membuatku membalikkan tubuh dan mendapati dia disana. Victoria, yeojachinguku.
“qian..”
“good morning” ucapnya pelan lalu berlari memelukku. Menelusupkan kepalanya pada lekukan leherku. Aku mendelik perlahan. Ya, memang seperti ini kebiasaanya ketika menemuiku di pagi hari.
Dia, song victoria. Yeoja keturunan china-korea yang begitu manis. Tubuh yang begitu proporsional dan tinggi putih. Tiga tahun lalu pindah untuk melanjutkan sekolahnya di US namun kembali dua tahun setelahnya dan menjadi teman sekelasku.
Aku menyukainya sejak pertama ia memperkenalkan dirinya di depan kelas. Menjadikannya yeoja pertama yang merebut hati dan perhatianku.
Kami menjalin hubungan 6 bulan yang lalu. Aku memberanikan diriku untuk menyatakan perasaanku dan diluar dugaan, dia menerimaku. Dia menguasai bahasa korea dan melafalkannya dengan fasih meski dengan logat yang terdengar aneh. Namun meskipun begitu, dia lebih sering menggunakan bahasa inggris ketika bersamaku. Lebih nyama, itulah alasannya. Beruntung sekali aku adalah namja cerdas dengan kemampuan bahasa asing yang tidak dapat diragukan. Muehehehe~
“morning qian” aku menggenggam lengannya, berpelukan di area kampus seperti ini tidak baik. Meskipun semua orang disini tau, vic adalah pindahan dan budaya barat mengalir deras dalam dirinya.
“kau sudah makan?”
“belum”
“kalau begitu ayo sarapan. Aku lapar”
Ia menarik tanganku pelan, menyeretku menuju kantin kampus. Hh~ inilah yeojaku. Manja dan kekanakan. Membuatku begitu gemas padanya.

-Author POV-
‘kau sudah sarapan? Kenapa tidak membalas pesanku?!’
Kyu hyun membaca pesan itu sekilas sebelum menutupnya kembali dan menaruh ponselnya di atas meja.
“siapa?”
“bukan siapa-siapa” ujarnya.
“yeoja itu lagi?” kyu hyun mengangguk pelan. Dapat ia lihat wajah tidak suka milik victoria tengah menatapnya.
“bukankah sudah kukatakan padamu untuk tidak berhubungan dengannya lagi?”
“dia yang mengirimiku pesan qian, bukan aku”
“jika kau tidak memberikannya harapan, ia tidak akan seperti itu”
Vicoria semakin mendesak, terlihat jelas ia tidak menyukai jika kyu hyun membela je young.
“qian, dia sahabatku. Bagaimana mungkin aku menjauhinya begitu saja”
“walaupun demi aku?”
Yeoja itu semakin mengeras. Ada yang tidak beres setiap mereka sedang membicarakan je young. Kyu hyun merasa seperti victoria berfikir jika je young akan merebutnya saja.
“bukan begitu qian. Aku tidak mendekati wanita lain demimu. Tapi jika kau memintaku menjauhi je young, itu seperti tidak mungkin. Dia sahabatku semenjak kami berada di sekolah dasar. Kau tau kan maksudku. Dia tidak akan merebut perhatianku padamu, kau tetap yang pertama dimataku”
Kyu hyun mencoba menjelaskan agar yeoja itu mengerti. Walau bagaimanapun menjauhi je young adalah hal yang paling ia hindari dalam hidupnya. Yeoja itu, sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. Dan lagi, ia sudah tidak banyak berbicara lagi dengan je young dan itu berdampak buruk untuknya. Entah mengapa ia merasa sangat bersalah pada yeoja itu saat ini.
“terserahmu saja!”
Victoria segera berdiri dan hendak pergi namun tangan kyu hyun segera mencegatnya. Menahan yeoja itu agar tidak pergi.
“jangan begini qian. Baiklah,, akan kuusahakan” ujarnya pelan. Ia menggeram kesal dalam hati. ‘itu adalah janji terbodoh yang pernah kukatakan’ batinnya.
Sebenarnya ia tidak begitu ingin menjauhi je young. Namun, ia merasa harus mempertahankan victoria. Pikirannya memaksanya untuk membuat yeoja itu tetap berada disisinya.
__
Drrtt.. drrttt..
Getaran ponsel itu mengusik perasaan kyu hyun. Sudah tiga kali yeoja itu menghubunginya. Namun berhubung hingga saat ini victoria masih setia berada disisinya membuatnya mengurungkan niat untuk menjawab panggilan itu.
Ia iangin. Sangat ingin sekali menjawabnya. Ia tau, je young adalah tipe wanita perhatian. Dia akan cemas ketika kyu hyun tidak membalas pesannya walaupun isi pesan itu tidak begitu penting.
Kyu hyun tau itu, ia sudah mengenal je young jauh sebelum hari ini. Lebih dari sepuluh tahun, mengenal je young sebagai yeoja manja yang begitu keibuan. Ia tumbuh bersama yeoja itu, merasakan setiap perkembangan mereka bersama. Saling melengkapi dan menjaga. Dan itu saja sudah cukup untuk menjaga rasa kasih sayang mereka hingga saat ini.
Drrtt..drrtt…
Ponsel kyu hyun kembali bergetar. Membuatnya harus menjauhkan tubuhnya dari victoria. Bisa gawat jika yeoja itu tau. namun diluar dugaan, victoria justru segera merampas ponsel itu dan menjawabnya.
“yeobseo.. maaf, bisakah kau tidak mengganggu kyu hyun? Kau tidak lihat dia sudah menjadi milikku? Apa kau punya rasa malu nona? Ku mohon, mulai saat ini jauhi dia. Terimakasih. Anyyeong!”
Bip!
Sambungan itu terputus tepat setelah ocehan panjang victoria. Ia menatap ponsel itu garang lalu mematikannya.
“qian apa yang kau lakukan?”
“apa? Melindungi namjaku dari godaan wanita lain. Apalagi memang?”
“tapi.. tidak harus seperti itu qian. Kau__”
“aku apa? Apa kyu? Apa aku berlebihan, begitu?”
Yeoja itu menatap kyu hyun dengan mata redup. Seperti orang yang begitu tersakiti karena sikap namja itu. dan itu,, tentunya membuat kyu hyun tak dapat melakukan apapun lagi.
“anio,, mianhae”
Ia segera memeluk yeoja itu namun tertahan oleh dorongan tangan victoria. Yeoja itu melepas batrai ponsel itu dan mengambil sim card milik kyu hyun.
“mulai sekarang, kau harus menghilangkan kontakmu dengannya!”
Yeoja itu mematah duakan sim card milik kyu hyun dan memberikan wajah memelasnya pada namja itu. membuat kyu hyun begitu tertegun namun kembali lagi, tidak dapat melakukan apapun.
Ia hanya mengangguk pelan. Tidak ada gunanya berdebat dengan victoria, kyu hyun juga bukan tipe pria yang mempermasalahkan hal seperti itu. ia akan memilih untuk diam dan berbicara hanya jika diperlukan. Namja cuek sepertinya tidak akan berkoar-koar demi sebuah sim card. Tidak.

-Kyu hyun POV-
Aku keluar setelah memarkirkan audi hitamku di garasi rumah. Berjalan menuju pintu depan untuk segera memasuki rumah. Sekilas aku memandangi rumah mewah didepanku. Sudah lama sekali rasanya tidak kesana.
Aku melirik sebuah jendela dan mendapati bayangan kelam. Uh? Kenapa lampunya dimatikan? Apa mungkin je young sudah tidur? Aa, sepertinya tidak mungkin. Mungkin saja dia belum pulang.
Aku kembali melangkahkan kakiku menuju rumah. Setelah memasuk kamar, aku mengambil sehelai handuk dan berendam. Entahlah, rasanya kepalaku sangat berat saat ini.
Setelah berendam eomma memanggilku untuk makan malam bersama. Hmm, menghabiskan waktu dengan keluarga memang sangat menyenangkan.
“kau kemana saja seharian kyu? Kenapa begitu malam baru pulang?”
Aku memandangi eomma yang tengah berbicara padaku. Eum.. sebenarnya seharian ini aku menemani qian untuk berbelanja dan menghabiskan waktu dengannya.
“aku,, hanya mengabiskan waktu untuk refreshing eomma. Wae?”
“kemana?”
“mal, taman kota, kafe cappucino langgananku”
“kau, bersama yeoja itu lagi?”
“qian eomma. Namanya qian. Ne, aku bersamanya seharian ini. Waeyo?”
Eomma memandangku jengah. Entahlah, tapi aku merasa jika eomma tidak begitu menyukai qian. Pandangan eomma selalu berbeda jika menemukanku sedang menghabiskan waktu dengannya.
“eomma menghubungimu. Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?”
“oh,, itu. nomor ponselku hilang, aku akan ganti nomor besok. Mianhae eomma”
Ujarku pelan. Eomma mengangguk mengerti lalu kami kembali melanjutkan makam malam. Sebenarnya, aku sudah kenyang. Tapi, jika untuk eomma aku tidak bisa menolaknya. Kasihan eomma sudah memasak begitu banyak makanan.
Selesai makan malam aku segera mengambil tempat didepan televisi, menyetel acara televisi kesukaanku. Namun tak lama kemudian eomma datang membawa sebuah rantang dan menyodorkannya padaku.
“kyu, antarkan ini pada keluarga shin”
Eomma meletakkannya di atas meja dan hendak berlalu.
“Kenapa harus memberikan rantang berisi makanan seperti ini? Eoh, ada bubur? Memangnya apa yang terjadi?” aku menatap eomma bingung.
“oh, itu.. je young baru saja kecelakaan tadi pagi dan hingga sore keadaannya masih belum stabil. Eomma khawatir jika ny. Shin tidak sempat memasak karena terlalu mengkhawatirkan anak gadis satu-satunya itu”
DEG!
Jantungku berdetak kencang mendengar penuturan eomma. Je young,, kecelakaan? Kenapa…? aku segera berdiri dan berjalan menuju pintu.
“kyu, kau lupa rantangnya!” aku berbalik dan meraih rantang itu.
“aku pergi eomma, anyyeong”
__
Ting! Tung!
Aku menekan tombol itu berkali-kali dalam sepersekian detik. Mungkin akan membuat orang yang berada didalam sana menjadi risih, tapi aku tidak terlalu perduli.
Cklekk..
“oh, kyu hyun-ah. Ada apa kemari?” didepanku, berdiri seorang wanita tua dengan raut wajah lelahnya.
“ny.shin, aku mengantarkan ini. Dari eomma” balasku. Aku menyodorkan rantang yanng berada ditanganku padanya.
“oh, gomawo kyu-ah. Katakan juga pada eommamu ya” aku mengangguk pelan membalas pesannya dengan sebuah senyuman. “kau… ingin bertemu je young?”
Aku mengangguk pasti. Lalu ny. Shin membukakan pintu untukku dan memintaku untuk langsung menuju kamar je young. Ya, keluarga ini juga telah seperti keluargaku sendiri semenjak beberapa tahun lalu.
Aku berjalan cepat, melangkahkan kakiku lebar menuju kamar yeoja itu. setelah sampai aku segera membukanya dan menemukan wajah terkejut ala shin je young. Dia memandangiku lama sebelum kemudian mengalihkan tatapannya.
“shin, gwenchana?”
Ia mengangguk pelan. Ku letakkan telapak tanganku pada dahinya. Panas. Sepertinya ia masih trauma dengan kecelakaannya dan itu membuatnya menjadi demam seperti ini.
“kau demam. Sudah minum obat?”
Ia mengangguk sekali lagi. terlihat wajah lemas tak bertenaga miliknya. Dan mata sayu itu memandangiku dalam.
“ada luka? Dimana?”
Aku mulihatnya menggelengkan kepalanya. Kupegang tangannya lalu mengangkatnya. Memastikan bagian itu tidak tergores sedikitpun.
“arrgh!”
Dapat kudengar ia menjerit tertahan ketika aku menyentuh bagian kaki kirinya. Ia meringis, sepertinya sangat sakit. Ku sibakkan selimut itu, ku dapati beberapa luka memar disana dan juga ada perban dan bercak darah.
“apanya yang tidak ada?! Kau ingin mengelabuiku? Huh?”
Aku menatapnya kesal. Untuk apa ia menyembunyikan ini dariku? Dia pikir dengan menyembunyikannya akan berdampak baik, begitu?
“nan gwenchana”
Ia berbicara dengan suara seraknya. Terlihat jelas jika ia sedang tidak memiliki tenaga banyak untuk meladeniku. Aku menghembuskan nafas beratku.
“arraseo. Kau sudah makan?” Ia menggangguk sekali lagi.
“bohong. Dia tidak ingin makan dari tadi kyu. Tolong bantu aku”
Ny. Shin tiba-tiba saja datang menyela dan menaruh semangkuk bubur kacang merah diatas bufet. Ia menyentuh bahuku pelan sebelum berlalu pergi.
“kau membohongiku lagi? ck. Sekarang saatnya makan”
“aku tidak lapar kyu”
“aku tidak menerima penolakan shin” tegasku.
__
Aku kembali menyuapkan bubur itu kedalam mulutnya. Meskipun beberapa kali ia menolak dengan alasan tidak lapar, aku tetap memaksanya. Sesekali ia meneguk air dan kembali menelan bubur buatan eomma. Ia terlihat menerima segala keputusanku. Mengingat tubuhnya yang masih lemah membuatku mudah untuk memaksanya makan.
“kenapa kau datang?” tanyanya tiba-tiba.
“tidak boleh?”
“bukan begitu.. tapi..”
“aku mengkhawatirkanmu”
“benarkah??”
“hmm! Kau pikir siapa lagi yang akan mengkhawatirkanmu selain aku?” dapat kulihat ia tersenyum sekilas. Membuatku merasa sedikit lega karena senyumannya. Aku kembali menyuapinya dengan sesendok bubur lagi. “apa kau membenciku?”
“ne?”
“apa kau membenciku shin?”
“apa maksudmu? Tentu saja tidak” ia tetap berusaha menjawab ditengah tenaga yang tersisa.
“kau tidak menghubungiku ketika kau kecelakaan. Bahkan aku tau dari eomma” aku menatapnya sendu. Ya, memang ada sedikit rasa kecewa dalam diriku mengetahui ia tidak berusaha untuk menghubungiku. Dan entah mengapa keadaan seperti ini sudah begitu lama tidak kurasakan bersamanya.
“aku sudah berusaha menghubungimu kyu, bahkan aku menghubungimu berkali-kali”
DEG!
Kembali aku teringat pada panggilan telfonnya tadi pagi. Benar. Berkali-kali ia menghubungiku. Tapi…
“kau yang tidak mengangkatnya. Kufikir mungkin kau sedang kuliah, setelah aku menghubungimu kembali aku justru mendengar suara victoria. Setelah itu kau tidak bisa dihubungi”
Aku terdiam. Benar sekali. Tadi pagi qian… astaga, jadi tadi pagi qian mengamuk pada je young? Yeoja ini mendengar semua ocehan qian?
“m_mianhae shin. Tadi, qian sedang tidak dalam keadaan yang baik. Aku benar-benar minta maaf”
“gwenchana kyu. Aku mengerti”
Aku menatapnya tersenyum. Membuatku merasa lebih nyaman. Ya tuhan, ternyata aku begitu bodoh karena membiarkannya melewati masalah ini sendiri.
“sudah lama kau tidak datang” ucapannya kembali membuatku tertohok. Aku,, seperti namja yang sangat menyakitinya. Memang benar, aku tengah dalam usahaku untuk menjauhinya tapi… aku,, tidak bisa.
“maafkan aku, sidang skripsiku sedang__”
“uuekkk”
Kulihat ia terduduk dan memuntahkan ini perutnya. Aku segera mengangkatnya menuju westafle dan memanggil ny.shin. aku sangat panik. Ada ada dengan je young?

-Author POV-
Je young sudah tertidur setelah mengeluarkan isi perutnya. Ia tertidur karena terlalu lelah. Memuntahkan semua isi perut itu menghabiskan seluruh tenaganya. Ia tertidur pulas di atas kasurnya, dan kyu hyun masih setia menemani je young.
“jangan sakit je..”
Ujarnya pelan sebelum ikut terlelap dengan tetap memegangi tangan yeoja itu.
__
-3 hari kemudian-
“hati-hati kepalamu”
“jangan seperti itu, nanti.. ya! Jangan menginjakkan kakimu dengan keras”
Namja itu begitu cerewet dengan keadaan je yeong. Padahal yeoja itu sudah berkata jika ia baik-baik saja. Namun kyu hyun tetap memaksanya untuk berangkat kuliah bersama. Ini memang hari pertama setelah tiga hari je young mengistirahatkan tubuhnya.
“yak! Sudah kukatakan jangan__”
“ne. Arraseo arraseo!” je young mengeraskan suaranya. Menekankan pada namja itu jika ia tau apa yang harus ia lakukan.
“kenapa kau berteriak, huh? Aku hanya memperhatikanmu!”
“tapi aku bukan anak kecil cho, aku tau jika aku harus memakai tongkat. Semua orang juga tau jika orang pincang harus memakainya”
“aku juga tau harus dengan penyangga. Arraseo” yeoja itu kembali mengoceh sebelum kyuhyun mengeluarkan pernyataannya.
“aish,, terserahmu saja. Sudah, ayo cepat ku antarkan kekelas!”
“tidak perlu kyu. Aku sudah menghubungi donghae. Kau bisa pergi menemuin victoria”
“tapii__”
“young-ah!!” terdengar teriakan dari arah depan mereka.
“oh, donghae-ah? Neo waesseo?” ji young melambai pelan lalu namja itu mendekat dan segera memegangi pergelangan tangan je young.
“mm. Gwenchana? Aku mengkhawatirkanmu beberapa hari ini”
“benarkah? Eoh, apa aku tertinggal banyak mata kuliah?”
“sepertinya begitu. Tapi apa yang perlu kau takutkan jika ada aku” mereka terus berbicara, seperti tidak menghiraukan keberadaan kyu hyun disana. Dan kyu hyun, hanya mampu menganga. ‘Beginikah rasanya tidak dianggap?’
“ehemm!” kyu hyun berdehem pelan.
“eoh, donghae-ah, kenalkan ini kyu hyun. Temanku” donghae mengalihkan senyum cerahnya, memandang kyu hyun ramah. Ia menjulurkan telapak tangnnya sigap.
“lee dong hae imnida”
“cho kyu hyun imnida”
“jadi ini kyu hyun yang kau ceritakan? Hmm, tetangga sekaligus temanmu itukan?” donghae berkata seperi biasa, namun entah mengapa terasa begitu aneh di telinga kyu hyun.
“emm, maaf. Sahabat lebih tepatnya” ia menyela ringan.
“oooh~ arraseo. Kalau begitu terimakasih karena mengantarkan je young. Kami harus masuk kelas, anyyeong” donghae dan je young berlalu, membuat kyu hyun semakin tidak mengerti. Siapa dia? Kenapa dia berterimakasih padaku? Atau,,,

-Kyu hyun POV-
Ini hari ketiga aku mengantar jemput je young ke kampus. Suasana seperti dulu perlahan kembali dan sedikit membuatku lebih nyaman. Meskipun setiap pagi aku harus menyerahkan je young pada donghae yang entah mengapa bersikap seperti namjanya. Namun aku tidak begitu perduli.
“ya, itu. pijakkan kakimu dulu.”
“sakit bodoh!”
“tapi kau harus mencobanya. Kapan kau akan berani berjalan lagi jika terus dihantui oleh ras sakit?”
“diamlah. Kau tidak merasakannya”
“tapi…. aish,, sudah cepat pijakkan saja”
Aku meraih sebelah kakinya lalu memaksanya untuk menyentuh tanah. Je young memegang pundakku kuat agar tidak terjatuh, membuat posisi kami begitu dekat saat ini.
Oh?! Kenapa jantungku seperti ini. Ada apa ini?
“cepatlah, coba saja..” Aku kembali memaksanya untuk berjalan. Sesekali kami tertawa karena hal bodoh yang kami lakukan.
“sakit. Ya kau namja bodoh, lepaskan kakiku. Yak! Sakit!”
“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” aku menghentikan kegiatanku bersama je young beralih memandangi wajah yeoja yang sudah tiga hari ini tidak kutemui. Ya, victoria memang sedang keluar kota beberapa hari yang lalu.
“Q_qian..”

-Je young POV-
Aku mengerjap ketika kyuhyun secara tiba-tiba melepaskan kakiku. Membuatnya terjatuh dan sedikit terbentur dengan tanah. Tidak terlalu sakit memang, tapi disini, didada ini. Kenapa terasa sesak? Melihatnya dengan begitu mudah mengabaikanku demi wanita itu?
“aku bertanya, apa yang kalian lakukan?!” teriaknya lagi. dapat kulihat kyu hyun terdiam. Ya, dia akan selalu seperti itu. dia tidak suka keributan ditengan keramaian.
“aku bertanya! Adakah yang bisa menjawabku?” yeoja itu menatapku garang, kemudian berjalan ke arahku. Dapat kulihat iris mata coklatnya menatapku keji.
“kau! bukankah sudah kukatakan padamu untuk menjauhinya? Kenapa kau masih disini,huh?” Aku diam, meladeni seseorang yang sedang emosi tidak akan ada baiknya.
“aku bertanya padamu! kau tuli eoh? Atau tidak punya harga diri? aku memohon langsung padamu nona shin” aku masih diam. Tidak menggubris cercaan kasarnya.
“kenapa kau diam? Kau merasa bersalah? Apa kau merasakannya? Atau kau memang tidak dapat merasakan apapun? Oh,, oh.. aku lupa kau tidak punya hatii. Hei, berfikirlah! Gunakan otakmu itu. cho kyu hyun itu milikku dan selamanya akan begitu. Bisakah kau berkaca? Kau tidak perlu merebutnya! Kau bisa mencari namja lain kan nona? Atau sebenarnya kau memang jalang?”
PLAK!
Sebuah tamparan ku cecar pada pipi putihnya. Memberikan pelajaran pada mulut tajam miliknya. Ya tuhan, apa maksudnya dengan jalang?!
“jaga ucapanmu victoria-ssi, atau aku akan kembali menamparmu.”
“kau fikir aku takut? Kenapa? Kau merasa tersinggung dengan panggilan dariku, jalang?”
PLAK!
Tamparan kedua. Kesabaranku mulai berada diambang batas. Ini sudah keterlaluan. Sangat keterlaluan.
“dengar. Pertama, jika ada yang dapat dikatakan jalang disini adalah kau. aku, dan kyu hyun adalah sahabat. Kau, tidak perlu mengomentari kehidupan pertemanan kami karena sejauh ini, aku juga tidak pernah ikut campur dalam urusan percintaan kalian” baiklah, saatnya mengeluarkan segala isi perasaanku!
“kedua, kau tidak berhak mengatur kyu hyun untuk berteman dengan siapapun. Termasuk aku. Perlu kau ketahui victoria-ssi, aku mengenal kyu hyun jauh sebelum kau mengenalnya. Dan kau, hanya sepersekian dari apa yang telah kulalui bersamaya. Seharusnya kau sadar, kau orang baru dalam kehidupan kami.” Aku menghela nafasku sebenatar.
“Dan lagi, bukankah kau orang terhormat? Begini caramu menunjukkan tata karama? Apa kau seorang wanita victoria-ssi? Kami, disini sangat menjunjung tinggi sopan santun. Jadi jika kau masih menggunakan budaya asingmu, keluar saja dari negara ini.” aku menatap yeoja yang tengah memegang pipinya yang memerah itu. ia menatapku penuh benci.
PLAK!
Dia menamparku keras. Tepat dipipi. Dapat kurasakan pipiku memanas. Pasti sudah memerah saat ini.
“shin je young-ssi. Kau,, apa kau menyukai kyu hyun? Katakan!”
Aku memegangi pipiku. Sakit sekali. Ck, jika tidak memikirkan ini tempat umum, mungkin kau sudah menjambak rambutnya hingga habis saat ini. Aku menatap kyu hyun yang terperangah melihat perbuatanku dan yeojacingunya. Memandang pada mata coklat hazel beningnya. Meminta sebuah kekuatan. ‘ayolah je..’
“ne, aku menyukainya. Aku, shin je young, menyukai kyu hyun, namjachingumu” tegasku.
“kau memang wanita jalang!”
Dapat kulihat tangannya bergerak cepat hendak menamparku, namun tak kunjung kurasakan. Kuberanikan diri untuk membuka mataku dan menemukan tangan donghae tengah menahannya. Ia menatap victoria dan kyu hyun dengan tajam.
“kau tidak apa-apa?” tanyanya lembut. Donghae-ya, gomawoo. Aku mengangguk pelan. Arhg! Kenapa perutku terasa kram? Kepalaku…
“kau, cepat bawa yeojamu ini pergi!” donghae mendorong victoria, membuatnya tersandung dan terjatuh dalam pelukan kyu hyun. Tak lama dapat kulihat kyu hyun menggenggam tangannya dan berlalu.
Kyu.. kenapa kau… buram, kelam. Aku tidak dapat merasakan apapun hingga akhirnya semua menghitam.

-Author POV-
Ini sudah seminggu lebih mereka tidak pernah bertemu. Kyu hyun memang tidak pernah menhubungi je young lagi semenjak itu. ada perasaan mengganjal dihatinya. Je young, yeoja yang ia anggap sebagai adik kecilnya itu ternyata mencintainya. Dan anehnya, kyu hyun merasakan sebuah getaran dalam dadanya ketika menegtahui kenyataan itu.
Apa,, dia juga mencintai je young? Tapi tidak mungkin. Ia memiliki victoria dan ia menyayangi yeoja itu. bahkan jika bukan karena victoria ia tidak akan seperti ini.
Sebenarnya sudah berkali-kali ia ingin menghubungi je young. Beberapa hari yang lalu yeoja itu selalu menghubunginya namun kyu hyu tak menggubris panggilan yeoja itu. hingga empat hari yang lalu ia menghilang. Tidak ada kabar dan panggilan masuknya. Je young juga tidak datang kekampus dan sudah selama itu juga kediamannya terlihat sangat sepi.
Khawatir? Tentu saja. Namun sekali lagi, bayangan victoria memaksanya untuk tidak memikirkan hal itu. memaksanya untuk mengurungkan niat menghubungi je young.
Drrt..drrt..
Getaran ponsel itu membuyarkan lamunannya.
‘bisakah kita bertemu? Ditaman kota. Sekarang’
Pesan lee dong hae. Ada apa? Kyu hyun segera menyambar kunci mobilnya. Bagaimanapun ia namja yang harus menghadapi masalahnya secara jantan.
__
“apa yang ingin kau katakan?”
Kyu hyun bertanya langsung ketika donghae baru saja kembali dan memberikan segelas cappucino hangat padanya.
“aku? Bukan masalah penting”
“katakan saja” kyu hyun memandang donghae yang menghela nafasnya berat. Perasaannya, tiba-tiba saja merasa tidak baik.
“ini,, mengenai je young”
DEG!
“ada apa dengannya?” namja itu begitu panik, terlihat jelas dari sorot mata hazelnya.
“kyu hyun-ssi, apa kau mencintai victoria?”
“a..apa ya.ng kau katakan?”
“jawab saja”
“tentu. Tentu saja”
“benarkah? Apa kehidupanmu lebih baik setelah tidak menghubungi je young seminggu ini?” tidak. Tentu saja tidak. Ia benar-benar kacau karena tidak menemukan yeoja itu dan tidak mendapatkan kabar darinya. Tapi namja itu masih menolak. Ia hanya merasa jika itu adalah bentuk dari rasa bersalahnya.
“apa yang ingin kau katakan donghae-ssi?”
“dia mencintaimu. Kau tau itu. dan kau,, sejauh ini juga mencintainya. Pikirkanlah kyu hyun-ssi, kau tidak pernah mencintai victoria. Kau hanya tertarik pada kecantikannya dan itu membuatmu terbiasa. Hanya itu. berbeda dengan je young, kau tidak pernah bisa menjauh darinya. Semua orang tau itu”
“apa maksudmu dengan semua orang?”
“kau tidak tau? seisi kampus tau kau mencintai je young. Tatapanmu. Pikirkanlah baik-baik. Kau memandangnya selalu berbeda dengan wanita lain. Apa kau pernah berfikir kenapa victoria-ssi begitu tidak ingin kau berhubungan dengannya? Bahkan yeojamu itu tau kau tidak mencintainya”
“donghae-ssi”
“seoul of hospital kamar 407. Je young dirawat disana empat hari ini. Dia mengalami geger otak karena benturan saat kecelakaan itu. datanglah jika kau mencintainya.”
“M_mwo? Dirawat dirumahsakit?” kyu hyun langsung berdiri mendapati berita mengenai yeoja itu. ia segera berjalan dan merogoh kunci dari saku jaketnya, namun tangan donghae mencegatnya.
“selesaikan dulu urusanmu dengan victoria-ssi. Aku tidak ingin kau menyakiti sahabatku lagi. kumohon kyu hyun-ssi, kau harus memilih. Jangan egois. Lepaskan je young, atau victoria-ssi”
Setelah itu donghae pergi, meninggalkan kyu hyun yang masih mematung memikirkan perkataan namja itu. dia benar, kyu hyun telah menyakiti je young begitu dalam dengan memilih bersama victoria. Tapi selama ini yeoja itu hanya diam, dia lebih memilih menunggu kyu hyun dan tidak ingin egois atas perasaannya.
Kyu hyun menunduk dalam, ia memikirkan segalanya dalam keheningan taman kota. Dia,, sebenarnya ia juga tidak bisa tanpa yeoja itu. tidak bisa. je young adalah apa yang melintas dalam pikirannya setiap pagi. Membuatnya tersenyum ketika membaca pesan lucu darinya. Mengkhawatirkannya ketika tidak memberi kabar. Tapi, victoria.. yeoja yang telah menemaninya selama 6 bulan itu bukannya tidak mengisi hatinya. Victoria ada disana bersama je young.
Jadi.. siapa yang sebenarnya ia cintai?
__
kyu hyun menutup ponselnya. Berita seseorang di ujung sana membuatnya menegang. Ia memasukkan ponsel itu kembali dan duduk tepat di sebelah victoria.
“siapa?”
“bukan siapa-siapa”
“yeoja itu lagi?” suara victoria mulai meninggi.
“bukan. Pelankan suaramu”
“aku tidak percaya! Berikan ponselmu.” Yeoja itu segera merebut ponsel kyuhyun dan memeriksanya. Perangai yang selalu membuat kyu hyun tercengang.
“qian..” ia merebut ponselnya kembali. membuat yeoja itu memandangnya kesal.
“kenapa kau merebutnya? Apa yang kau sembunyikan dariku, huh?”
“berhentilah menuduhku. Aku bosan qian”
“oh, jadi kau bosan denganku? Apa karena mendengarkan pengakuan cinta yeoja itu kau menjadi berubah pikiran?”
“CUKUP QIAN!” kyu hyun menaikkan nada suaranya. Ini, pertama kalinya ia membentak yeoja itu. sebelumnya ia selalu mencoba untuk mengalah. “sebaiknya kita,, berpisah saja”
“M_mwo?! Apa yang kau katakan kyu?”
“berpisah. Kau dan aku,, tidak bisa bersama”
“jangan bercanda kyu!”
“tidak. Sudah cukup qian, aku lelah. Kau selalu menuduhku ini itu, melarangku melakukan hal yang terkadang penting namun kau tidak memikirkannya. Aku lelah atas rasa cemburumu yang berlebihan”
“tapi itu karen aku mencintaimu kyu..” victoria mulai mengeluarkan cairan bening itu dari matanya.
“tidak, cinta bukan seperti itu. cinta tidak pernah mengekangmu dengan alasan apapun. Cinta itu mengenai kebahagiaan qian”
“jadi kau tidak bahagia bersamaku? Begitu?”
“bukan begitu qian, kau… aku…”
“kenapa? Apa karena yeoja murahan itu?”
“berhenti mengataknnya seperti itu. aku.. aku.. sepertinya aku juga mencintainya”
“m_mwo?! Apa yang kau katakan? Sepertinya? Ini tidak lucu kyu hyun-ah” yeoja itu terkekeh pelan. Meremehkan setiap pernyataan dari namjanya.
“ini memang tidak lucu. Jadi maafkan aku jika menyakitimu. kita, berpisah saja”
“tidak! Aku tidak ingin seperti ini! Katakan kyu, katakan kesalahanku. Aku akan memperbaikinya. Jangan seperti ini. Jangan terpengaruh dengan pernyataan cinta yeoja itu. kau lebih bahagia bersamaku. Kau mencintaiku kyu” yeoja itu menggenggam erat jemari kyu hyun, membiarkan aliran air mata itu semakin deras. Kyu hyun tau, ini sangat berat. Hanya saja..
“tidak qian, aku tidak bisa tanpanya. Shin je young, baru kusadari jika tidak ada yeoja lain yang mampu menggantikannya dalam hatiku. Dia,, ternyata aku mencintainya. Aku tidak bisa tanpanya qian, aku bahagia melihat senyumannya, sakit melihat kesedihannya, dan marah melihatnya bersama namja lain. Aku.. akuu”
“lalu kau mencampakkanku?”
“kumohon mengertilah, aku tidak akan bisa bersamamu qian. Aku,, bahagia bersamanya”
Yeoja itu menangis semakin keras, menundukkan kepalanya dalam. Seharusnya ia tau, ia tidak perlu seperti itu memperlakukan kyu hyun. Meskipun karena cintanya yang begitu besar. Namja itu berdiri, menyentuh bahunya ringan.
“maafkan aku, aku masih sangat menyayangimu. Hanya saja,, aku benar-benar tidak bisa tanpanya” kyu hyun mengecup pelan kening yeoja itu sebelum berlalu pergi. Meninggalkan segala bentuk kenangannya bersana yeoja itu. song victoria.
__
-1 bulan kemudian-
“selamat pagi shin”
“pagi kyu”
“bagaimana?”
“terasa lebih baik” yeoja itu tersenyum memandangi namja yang saat ini masih sibuk dengan kupasan buahnya.
“baguslah, aku senang mendengarnya” ia berjalan menuju je young dan meletakkan piringan buah itu di atas meja. “semakin cepat kau sembuh maka semakin cepat juga pesta pertunangan kita akan dilangsungkan” kyu hyun mengecup pelan kening je young. Menyalurkan perasaan bahagianya. Memberikan rasa nyaman pada yeoja itu.
“hmm, sebulan lagi saja” je young memeluk leher namja itu. memberikan senyum terbaik yang ia miliki.
“arraseo. Aku tidak sabar menantinya” kyu hyun mengecup pelan bibir je young. Mengantarkan lairan listrik ringan itu padanya.
“saranghae”
“nado,, saranghae kyu”
“ya tuhan, pantas saja perkembanganmu begitu pesat. Seperti ini obat yang dia berikan padamu, hem?” terdengar suara khas milik seorang lee dong hae disana. Mengejutkan kedua insan yang tengah bahagia itu.
“bisakah kau tidak mengganggu sarapan pagiku tuan lee” kyu hyun mendesis pelan, donghae memang selalu datang disaat yang tidak tepat.
“ck, arraseo tuan cho. Tapi..”
“wae??”
“maaf sebelumnya, tapi ternyata calon mertuamu ada disini” donghae berlari setelah mengatakannya. Sedangkan kyu hyun dan je young hanya tersenyum malu melihat kedua orang tua mereka yang menggeleng pelan.
“aigo.. anak jaman sekarang”

-FIN-

With love, Park ji yeon

9 thoughts on “Supposition

  1. yua says:

    kyu plin plan,untung aja akhrny bs ambil keputusan -_-
    ffya bagus^^

  2. leenawon says:

    “aigo… anak jaman sekarang”
    Hahaha cengo deh Kyuhyun..
    Donghae-ssi terima kasih, huhh! Waktu tau ada cast Qian radha envy, kkk, lagipula Qian overprotect jg, Kyuhyun aku ga suka sifatmu yg diam kalo ama Qian, berasa jd Jeyoung pula, sakit banget di hina ama Qian..

    Ahh! Annyong author-nim, reader baru hehe.. Aku tau wp ini dari Redwinebluesky, terima kasih.. Bias aku Kyuhyun jd langsung ubrak abrik fanfic Kyuhyun disini, eh! Ini yg terlama..
    Aku suka ceritanya yg ttg persahabatan ini, walau masih kesel ama Qian.. Kkk, izin baca fanfic author yg lain..

  3. Henif Daru Utami says:

    Hahaaa, ternyata Kyuhyun juga suka ya sama Je Young? Huuu gak nyangka sama sekali. Apalagi kyuhyun langsung mutusin Victoria dan lebih memilih sama Jeyoung. Yeyeyeyey! Akhirnya mereka bisa bersatu juga🙂

  4. Cho handa says:

    Anak jaman sekarang wkwkwkwk…
    ya udh para org tua nikahi aja kyu je drpada terjadi sesuatu yg tidak di inginkan.

    perjuangan jeyoung yg membuahkan hasil, sabar bngt dia lihat kyu punya pacar , pasti sakit rasanya mendam rasa cinta ke org apa lg org yg kita suka mesra bngt sma pasanganya di hadapan kita. tp semua itu terbyar dengan kyu yg akhirnya memilih jeyoung

  5. puput says:

    So sweet..persahabatan jd cinta

  6. Chokyulate says:

    akhirnya Kyuhyun bisa juga ngambil keputusan. Kyuhyun jga lbih cocok sma Jeyoung daripda Victoria. Victoria terlalu mengekang apa yg dilakukan Kyuhyun….
    dan mereka mau tunangan??? senangnyaaa…. :-):-D

  7. ginachoi407 says:

    qian nya jahat…
    untung kyu gak lama nyadarin perasaan nya ke je young

  8. ck… kyuhyun baru saat kehilangan jeyoung dia sadar kalau punya perasaan ke jeyoung…

  9. – hem … jd qian ga suka kalo je young msh dekat dgn kyu krn sebagai yeoja dia tahu perasaan je young …. bisa di mengerti sih tp yg ga bs di terima ya sikap nya yg kasar n membenci je young berlebihan

    – kyu msh terlena sm qian .. jd dia sedikit ” meminggirkan ” je young .. tp bgs deh akhirnya dia sadar perasaannya pd je young …

    – sedikit byk sih .. qian membantu je young ” mengeluarkan ” isi hati n perasaanya pd kyu hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s