Sad Song To You

sad song to you

Judul         : Sad Song To You

Author      : HyukgumSmile

Genre        : sad, romance

Rating       : general

Main Cast  : Park ji yeon (or you) , Cho kyu hyun

Disclaimer : ‘tak ada yang benar-benar berbeda sebelum aku bertemu denganmu’

Happy Reading^^

 

-The Begining-

Kau tau bagaimana rasanya memiliki perasaan seperti ini? tersesat didalam hatimu sendiri. Mencintai seseorang yang ‘terasa’ tak mungkin untuk kau miliki. Namun rasa itu tetap menilik detail otak dan saraf tubuhmu untuk mempertahankannya. Kau, tersenyum begitu tulus even you know ‘thats never useful’.

Dia, tetap memandangmu. Dengan cara yang kau anggap juga berbeda. Seolah dia juga memiliki sesuatu yang tersimpan jauh didalam sana dan hanya dapat kau lihat dari seberkas pantulan indah cahaya matanya.

Is that really? He loves me?

Picik. Sepicik perasaannya. Mencintai dia yang belakangan ini terasa selalu berputar dan tak pernah jengah berada didalam otakmu. Aku, masih orang yang sama dengan gadis lugu yang kau temui beberapa bulan yang lalu. tak ada yang berubah. Tidak ada, kecuali satu. Hatiku.

 

__

Pagi itu berbeda. Ya, tentu saja. Suasana lembut yang dingin menyelimuti sejuknya angin pagi yang selalu menunggumu. Menunggumu untuk menyapanya,‘Morning World’. Kau tersenyum cerah, hal biasa yang kau lakukan untuk menutupi segala kelabu hatimu.

Dia, berjalan gontai didepan indra penglihatanmu dengan wajah tertunduk. Is it right? Is he okay right now? Pertanyaan hambar yang selalu menyelimuti otak kecilmu ketika melihatnya penuh beban. Beban berat di ujung mata.

Tapi bukan kau namanya jika hanya akan berdiam diri dan menerima kenyataan jika ‘dia sedang tidak baik-baik saja’. Kau tau, bahkan jauh sebelum dia mengatakannya padamu. Pertandingan kulit bundar tingkat dunia itu mengusik tidur malamnya. Membuat kantuk dengan cekatan menyerang ujung matanya. Dan saat ini, kau tersenyum penuh arti melihatnya tengah terlelap manis di ujung ruangan. Crazy, right?

I Care About Your Feelings More Than Mine

And thats the way i love you

 

__

Hening. Suasana hening mendominasi ruangan biru penuh boneka milikmu. Hanya suara rintik hujan yang seolah mengalunkan melody indah alunan alam. Membawamu sedikitnya tau, jika didunia ini kau tak pernah sendiri. Masih ada hujan yang setia menemanimu. Membasahi sesuatu yang kering disana. Dan menelan panas hingga kau tak mampu lagi untuk melihat tetes terakhirnya jatuh.

Kau, masih terduduk. Merebahkan ujung dagumu pada jendela buram didepanmu. Embun dingin bersahabat milik tuhan mengelabui penglihatanmu. Dan entah apa yang terjadi, ujung jarimu terangkat menyentuh ukiran buram yang menyelimuti kaca jendela kamar.

Bergerak lincah menuliskan sebuah nama disana. Nama yang belakangan ini hampir membuatmu gila.

‘K.A’

Kau tersenyum. Mengulang kembali memori pertama kali kalian bertemu. Dia, duduk dengan tenang di ujung ruangan. Sedangkan kau, bahkan tak mampu untuk sekedar mengontrol emosi batinmu. Tersenyum penuh arti. Meski terkadang tak jarang satu dari mereka bertanya ada apa dengan dirimu.

Awalnya memang biasa. Kau, bukanlah sesuatu yang special yang –kau fikir- mampu untuk menarik perhatiannya. Awalnya, memang begitu. Sebelum akhirnya dia tersenyum seiring waktu menuntun kalian untuk mengalir. Membiarkan takdir yang membawa cerita ini. kau tersenyum samar.

“tidakkah dia terlihat seperti kyu hyun?”

“kau tau super junior? Kyu! Ya, kyu hyun!”

‘K.A’ sebuah nama manis yang terus terukir semakin dalam. Dalam hingga kau tak sadar jika hatimu telah berdarah. Dia, menggali terlalu dalam dan cepat. Menimbulkan luka di ulu hati. Mengalirkan darah kematian disana. Tapi kembali lagi, hatimu terlalu kuat untuk menyerah hanya karena ‘darah kematian’. Kau, hanya berusaha untuk menutupnya dan kembali pada kenyataan jika dia tengah menggali lubang lain didalam sana.

Hembusan nafas berat mengakhiri fantasi gusarmu. Memandangi tulisan yang akan kembali memudar itu, sedikit banyak juga menggoreskan luka. Tanganmu dengan cepat bergerak. Menghapus sisa-sisa tulisan yang terasa semakin menusuk. Menyakitimu meski tak perih, tak terlihat. Dia, tengah bersama gadis pujaannya. Siang ini, didepan matamu.

One of the hardest things in life,,

Is watching someone you love, loving someone else.

You , Loving One Person That You Know You Can’t Have

 

 

__

Kau menggigit bibir bawahmu. Menimbulkan rasa perih di ujung pagi buta itu. hingga menimbulkan rasa sakit yang teramat luar biasa. Tapi kau seolah tak perduli. Entah bagian mana dari hatimu yang telah mati rasa untuk seolah sadar, jika kau hanya sedang menyiksa dirimu sendiri. Buliran air mata mulai membasahi wajahmu. Dan isakan kecil yang tidak lagi mampu kau redam akhirnya menggema pelan. Teramat pelan. Bahkan rasanya tak mampu untuk sekedar melawan suara angin yang berhembus bebas disekitarmu.

The weirdest thing happened, in the other morning..

You woke up with tears in your eyes..

And one rolling down your check..

And suddenly, you knew..

You must have been dreaming of ‘him’ again.

 

 

__

Kau berjalan riang, merujuk pandangan pada ‘mereka’ yang tengah tersenyum menunggumu untuk bersama-sama menyambut indahnya pagi. Kau tersenyum. Meskipun berkali-kali terasa jauh lebih sulit daripada yang kau bayangkan, namun setidaknya kau berhasil. Menyembunyikan semua kesakitanmu dalam diam. Hanya kau, dan tuhanmu yang tau betapa kau telah jauh menderita karena takdir yang hingga saat ini belum berani untuk kau ubah sendiri.

Ya, kau hanya belum berani. Bukan berarti kau tidak mampu. Kau hanya tengah tersesat diantara semua hal seimbang yang kau rasakan bersamanya. Sekali lagi, ‘bersamanya’. Mereka itu sahabatmu. Kumpulan gadis aneh yang membicarakan segalanya bersama-sama. Dan, setidaknya kau masih memiliki mereka. Gadis-gadis aneh yang terkadang –entah- mengapa mampu membuatmu untuk melupakannya meskipun hanya sesaat.

Yeah, you keep yourself busy with the things you do,,

But everytime you pause, you still think of ‘him’. Again..

 

__

Kau terdiam. Tak mampu untuk mengucapkan apapun meski kau tau, ‘mati rasa’ itu tak menyerang otakmu. Namun mereka sukses menyerang saraf. Mematikan kelima indra yang kau miliki. Dan pada akhirnya, sebuah rasa meletup-letup muncul dari sisi gelap ruang hatimu.

‘they are break up’

Dia menunduk. Entah mengapa kenyataan jika kau adalah ‘yang dipercaya’ membuatmu merasa berbeda. Walaupun letupan-letupan kecil itu masih diselingi getaran panas dari sudut lain hatimu yang melihatnya bersedih. Seperti begitu kehilangan.

‘he loves his girlfriend so much. And thats another reason that makes you sick’

Dia menatapmu. Masih dengan senyuman yang sama. Meskipun berbagai kobaran emosi yang terpancar jelas dari bola hitam matanya dapat kau baca dengan baik. Dan jelas, itu mengusikmu. Ia seolah-olah tengah berkata,,

‘Damn! I miss someone right now..
someone who has disappeared from my sight..’

Dan kau, hanya mampu tersenyum. Bertindak seolah-olah kau adalah teman yang baik disaat ia membutuhkanmu. Walaupun sepotong kecil harapan, membuatmu selalu berfikir untuk menganggapnya ‘lebih dari sekedar teman’ dan ia melakukan hal yang sama padamu.

Breaking up is just like having the worst nightmare,

After having the best dream..

‘And once again, he break you so deep’

 

__

The times we were happy together, are worth the times i cry alone.

Kau terdiam. Menatap selembar foto baru yang sangat menembus hati. Kembali, letupan-letupan kecil itu terasa menjalar. Memenuhi salah satu sudut hati kelammu. Menutup sebagian kesedihan meskipun kau tau tidak untuk selamanya. Selembar foto berharga. Kau dan dia. Hanya kalian, tak ada yang lain. Tak perlu mencemaskan makhluk lain yang berkejaran untuk berfoto bersama. Karena pada kenyataannya, memang hanya ada kalian disana. Tanpa ada penghalang.

I want to have a wings..

I want to fly away and be free..

So you can’t break my heart anymore..

Kau tersenyum ringan. Senyuman yang sebelum ini selalu menghiasi hari-harimu. Cukup. Kau rasa sudah cukup waktu yang kau sia-siakan hanya untuk memandangnya. Dan pada akhirnya, kau lebih memilih untuk menyerah.

Ah, bukan. Bukan menyerah. Tapi mundur secara perlahan dan menghilang. Menyadari ketidakpastian ini tidak akan membawamu pada sesuatu yang berbeda. Dan kau, hatimu berkata untuk tidak lagi berada disekitarnya. Menghilang dari medan magnet yang selama ini menarikmu begitu kuat. Lepaskan. Lepaskan segera.

Cause your heart always know,

You may not stand around player..

Kembali tersenyum. Meskipun sempat bertanya-tanya bagaimana kau dapat melupakannya dengan baik. Namun pada akhirnya kau menyadari sesuatu. Kau, tidak akan pernah bisa melupakan sebuah nama yang telah terukir begitu dalam. Meskipun kau sadar betul jika ukiran itu telah memporak-porandakan hatimu hingga batas dimana kau tak mampu bahkan untuk sekedar mengingat bahwa kau adalah orang yang menggoreskan nama itu dengan kemaumanmu sendiri.

Kau, akhirnya memilih untuk pergi. Pergi, setidaknya untuk menjauh jika melupakan bukanlah salah satu opsi dalam hidupmu. Meskipun hatimu terasa seperti dua mata pisau yang saling menyakiti. Karena pada satu sisi, kau tau.. letupan itu masih ada. Sementara di sisi sebaliknya, ruang hitam yang mengisi kekosongan hatimu justru menekanmu kuat agar segera menjauh. Menghentikan semua kesakitan ini. Menghentikan.. segalanya.

 

__

I wish you knew how much this hurt.

But then again, no, i dont.

It would be embarrassing to have you know that i cry at night.

That i wish you were there.

That i pretended i holding your hands.

And that i relate all these sad songs to you.

 

Even my mind alwasy thought that i can’t stand without you,

Go away, just one think from a thousand best think ever.

G.O.O.D.B.Y.E

 

-FIN-

 

With love, Park Ji Yeon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s