My Love Life With You (Evil!)

my love life with you
Judul : My Love Life With You (Evil!)
Author : HyukgumSmile
Genre : PG-17
Rating : general
Main Cast : cho kyu hyun,shin hyeri

-Shin hyeri POV-
Aku terduduk lemas dipojokan ruangan. Menghirup nafas dengan tempo tak beraturan. Paru-paruku sangat membutuhkan pasokan oksigen saat ini.
Kurogoh saku tas dan menemukan minuman disana. Menyesapnya cepat hingga hanya tertinggal setengah botol saja. Ugh~ segar sekali.
Aku meluruskan kedua kakiku. Tumit ini terasa sangat pegal dan sedikit kebas. Aku melirik pada kerumunan orang yang hingga saat ini masih asik saja dengan segala aktivitasnya.
Ruangan yang dikelilingi kaca ini terasa sangat pengap sekarang. Belum lagi mereka yang tidak meletakkan pendingin ruangan atau semacamnya disini.
Aku melirik bagian ventilasi bawah yang menghantarkan udara sejuk lingkungan luar sana kedalam. Duduk didekatnya dan mulai merasakan belaian angin musim semi yang sangat sejuk. Ya, aku disini. Menanti giliranku dan mengistirahatkan tubuh. Mencoba kembali menormalkan detakan jantungku.
“dimana hyeri?”
Sayup-sayup kudengar suara seseorang memanggil namaku. Kutolehkan kepalaku dan menemukannya disana. Ia berbicara dengan suara bass dan nada bossy-nya itu pada seorang namja manis dan berotot didepannya.
Tak lama kemudian ia menoleh padaku dan tersenyum miring. Uh, aku benci senyuman itu. mereka terlihat tertawa sebentar sebelum akhirnya menepuk pundak namja itu dan melangkahkan kakinya menuju arahku. Aish, mau apa dia?!
-Author POV-
“aahh,, ternyata kau disini” namja tinggi itu meletakkan pantatnya persis disamping hyeri. Meluruskan kedua kaki panjangnya dan menopang tubuh dengan kedua tangannya. Ia mendongak sebentar lalu kembali tertunduk dan menatap yeoja itu karena tak kunjung menjawab pertanyaannya.
“ya, aku bicara padamu”
“mau apa kau kemari?” yeoja itu memberikan nada angkuhnya. Memandang namja disampingnya dengan tatapan tajam seakan penuh aliran listrik.
“beristirahat. Apa lagi?”
“kau fikir aku buta? Banyak tempat kosong di ruangan ini” hyeri membesarkan kedua matanya dan berbicara dengan bibirnya yang dimajukan.
“banyak yang sudah diisi” namja itu menjawab ringan. Dan,, omong kosong. masih banyak tempat disana. Dimanapun ia memilih untuk duduk dia akan mendapatkannya.
“bodoh! Pergilah bergabung dengan yang lain”
“yang lain? nugu?” namja itu masih saja menjawab ringan. Seolah-olah tidak begitu perduli dengan pernyataan yeoja disampingnya.
“dengan hyungmu! Cepat pergi!” hyeri masih berusaha mengusir namja itu. sangat risih berada didekatnya.
“ah,, aku sedang malas. Sebentar lagi dia juga akan bergabung dengan monyet itu” ia kembali berkata sembari mengeluarkan sebuah benda oval putih dari saku jaketnya. “lihat! Benarkan” ia menunjuk dengan dagunya pada dua orang yang saat ini sedang berbicara dengan akrab di ujung sana.
“ck. Namja bodoh menyebalkan tak tau diri” hyeri mengumpat namja itu dan menggeser posisi duduknya sedikit menjauh.
“aku mendengarnya shin hyeri. Dan jangan coba-coba menjauhkan posisi dudukmu dariku atau saat ini juga aku akan menerkammu” namja itu berbicara dengan tetap memainkan benda ditanganya. Sedikitpun tidak menoleh dan tetap terfokus pada benda itu.
Hyeri juga tidak begitu memperdulikannya. Ia justru semakin menggerser posisinya dan itu membuat jarak di antara mereka semakin besar.
“sekali lagi, shin hyeri. Kau akan tau jika kesempatanmu sudah habis maka kau tidak akan memiliki celah untuk keluar”
Hyeri bergidik pelan. Suara datar namja itu membuatnya merinding. Bukan hanya itu saja. Ia justru lebih memusatkan perhatiannya pada ancaman namja itu.
Ancamannya,, entah mengapa setelah mendengarkan ancaman itu tiba-tiba saja bulu romanya berdiri. Menandakan bahwa hal buruk akan terjadi. ‘Ck, namja itu memang memiliki aura setan. Ani! Iblis maksudku’ pikir hyeri.
“aku tau yang kau fikirkan chagii” tiba-tiba saja namja itu berkata pelan. Pelan sekali. Hanya mereka berdua saja yang akan mendengarnya. Kecuali jika ada seseorang yang saat ini tengah duduk didekat mereka.
“CHO KYU HYUN!” hyeri mendesis pelan. Menekankan setiap perkataannya.
“waeyo chagiya?”
“omo! Omona! Berhenti cho!” hyeri membesarkan matanya menyadari kata yang dilontarkan namja itu.
“kenapa? Kau tidak suka?”
“sangat. Aku sangat tidak suka!”
“baiklah kalau begitu,, sayang”
“yak! CHO KYU HYUN” sebuah teriakan terdengar ketika hyeri tidak mampu lagi menahan rasa kekesalannya. Membuat mereka berdua menjadi tujuan dari tatapan bingung seisi ruangan itu.
“apa ada masalah nona hyeri?” terlihat seorang berbadan tegap mendatanginya dan bertanya.
“a_anio sunbae, m_mianhae telah membuat latihanmu terganggu” hyeri segera berdiri dan membungkuk. Ya tuhan, dia didatangi pelatih karena setan itu!
“mm, gwenchana” namja itu mengagguk beberapa kali sebelum berjalan membelakangi hyeri. Berniat untuk kembali berlatih sepertinya.
Hyeri menghela nafasnya ketika sunbae-nya itu pergi. Ia membuang nafas keras. Didatangi pelatih di ruang latihan itu rasanya sangat gugup. Atau mungkin bisa dikatakan menakutkan.
“oh ya, nona hyeri. Aku harap kau tidak lagi menggunakan nada tinggi milikmu saat berbicara dengan tuan kyu hyun. Kau dipilih disini karna kemauannya. Dan dia dapat memberhentikanmu kapan saja”
Hyeri tercengang. Ia melebarkan kedua bola matanya dan kedua mulut itu.. tidak dapat mengatup untuk beberapa saat. Setelah dirasa isi kepalanya sudah cukup normal, hyeri segera menolehkan pandangannya pada namja itu dan mendapati seringai setan kemenangannnya disana.
-Shin hyeri POV-
Emosiku tiba-tiba saja terpancing karena seringai iblisnya itu ia arahkan padaku. Ck, namja sialan!
aku memandanginya dengan mata menyipit. Memberitau padanya jika aku-sedang-tidak-ingin-melihatmu-saat-ini! tapi dia justru mengeluarkan senyum ringannya dan menepuk tempat kosong disampingnya. Aku menggeleng tegas. Gila! Aku sedang kesal. Dan dia memintaku untuk duduk disampingnya dengan raut wajah tak bersalahnya itu?
“duduklah”
“tidak”
“ayolah hye”
“tidak akan!”
“kau ingin aku melakukan apa lagi? hmm?”
Deg!
Suara datarnya sukses menciutkan nyaliku. Ia kembali mengeluarkan seringai setannya ketika aku terdiam. Ck, walau bagaimanapun aku tidak mungkin membiarkannya berbuat yang tidak-tidak disini. Bisa gawat jika namja ini mulai berulah. Aku mendesah pelan sebelum akhirnya mengalah dan duduk disampingnya.
Duduk. Hanya duduk. Memang hanya itu yang kulakukan disampingnya. Dia, namja setan itu terus saja bermain dengan benda ditangannya. Apalagi jika bukan PSP. Dasar setan game.
Sesekali aku mendengar suara decitan tombol benda itu karena tekanan kuat dari jemarinya. Ya tuhan, mau sampai kapan dia akan seperti itu? apa dia tidak sadar jika wajahnya yang sudah menua itu tidak pantas lagi untuk memainkan benda seperti itu? bagaimana jika sudah menikah nanti?
“kau sedang memikirkan apa hye?” tiba-tiba saja suara beratnya merambat dalam indra pendengaranku. Membuatku menoleh dan menemukan tatapan mata elangnya menusuk mata.
“a_anio” kesalahan pertama, aku membalas tatapan matanya.
“benarkah? Apa kau sedang memikirkanku?” namja itu tersenyum miring. Ck, dia tau.
“micheoseo. Mana mungkin!” kesalahan kedua, tidak beranjak dari tempat ini.
“mungkin saja. Wajar jika seorang yeoja memikirkan namjanya”
“m_mwo?” kesalahan ketiga, KENAPA SEMBURAT MERAH INI HARUS KELUAR??!
Ia memandangiku dengan kedua bola mata coklatnya. Mengatakan seolah-olah jika dia tau apapun yang sedang ku fikirkan dan apapun yang akan kukatakan.
Benar, dia cho kyu hyun. Magnae boyband terkenal, Super Junior. Dan dia,, namjachinguku. Jangan tanyakan bagaimana aku bisa mengenalnya. Jangan tanyakan juga bagaimana kami bisa memulai hubungan ini. Terlalu panjang jika harus diceritakan.
Aku shin hyeri, 23 tahun. aku seorang dancer. Semenjak kecil mengolah tubuh dengan cara seperti ini memang sudah menjadi hoby-ku.
Dan memang benar, kyu hyun adalah namjachinguku. Kami memulai hubungan ini sejak hampir dua tahun yang lalu. Dan hingga saat ini namja itu masih tetap sama. Seperti setan dan maniak game. Jangan tanyakan berapa banyak uang yang telah ia habisnya untuk membeli segala kaset dan PSP keluaran terbarunya itu.
Kami terpaut usia dua tahun dan itu berarti saat ini umurnya telah memasuki angka 25 tahun. Kami bertemu disini, di ruangan ini. Tiga tahun yang lalu. Aku, mendapatkan kontrak dengan management tempat ia dan grup-nya bernaung. SM Entertaiment. Dan saat itu, aku menjadi partner seorang lee hyuk jae untuk sesi dance dalam show tunggal mereka, Super Show 2. Benar, aku sudah bekerja disini selama tiga tahun, dan itu akan terus berlanjut hingga masa kontrak kerjaku dengan management ini selesai.
Kalian tau mengapa aku begitu risih berada didekatnya? Bukan. Bukan karena kau tidak mencintainya. Tapi terlebih karena hubungan kami yang hingga saat ini hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Ya, kami menyembunyikannya dari publik. Bahkan saat ini, terhitung hanya manager, leeteuk oppa dan duo EunHae saja yang tau mengenai ini. Ah, ya! Satu lagi, Sungmin oppa. sahabat kyu hyun. Dia adalah orang yang selalu menyemangatiku dalam masa sulitku untuk membina semua ini bersama kyu hyun.
Bukannya mudah untuk melalui ini bersamanya. Selain sifat manja dan egoisnya yang hingga saat ini masih kentara, ia juga seorang publik figur. Bukanlah hal yang mudah untuk menyembunyikan rahasia ini serapat mungkin.
Bahkan setelah hampir dua tahun, acara kencan kami dapat dihitung hanya dengan sepuluh jari. Memang, aku sangat takut berada didekatnya. Selain karena kamera paparazi yang bersembunyi entah dimana, fans mereka juga bukannya anak gadis yang lembut. Mereka sangat fanatik dan itu membuat mereka sedikit anarki.
Bahkan pernah seorang sesaeng fans mengikutiku hingga ke apartemenku dan mencecarku dengan berbagai kata kasar setelah kyu hyun selesai mengantarkanku. Takut? Tentu saja. Aku bisa mati jika saja hubungan ini terungkap ke publik. Karena itu hingga saat ini, berada didekatnya menjadi momok menakutkan tersendiri untukku. Aku,, oh baiklah aku memang mencintainya. Dia namja yang baik diluar segala sifat buruknya. Dia tampan, tentu saja. Dia juga sangat romantis dan aku sangat menyukai bagian itu.
Sejauh hubungan kami, bukannya kami lalui dengan sangat baik. Hanya saja, keberadaannya disisiku membuatku kuat dan mampu untuk bertahan hingga selama ini.
Aku mengerjap ketika merasakan hembusan angin membelai kedua pipiku. Mengerjap beberapa kali untuk membiasakan bias cahaya ruangan untuk memasuki bola bening mataku.
“eoh,, k_kyu” dapat kulihat ia menatapku penuh selidik. Mendekatkan wajahnya lalu memasang wajah menawannya.
“eum,, aku memikirkan..”
“lupakan. Kau terlalu lama. Ayo latihan lagi” aku terhenyak mendapati namja itu berdiri cepat dan menjulurkan sedikit lidahnya padaku. Ia berjalan gagah menuju tengah ruangan dan setelah itu dapat kutangkap jika tangannya bergerak, memintaku untuk segera berdiri. Oh, baiklah~
-Kyu hyun POV-
Aku masih berjalan ringan. Disini, dipinggiran sungai han. Musim semi baru saja datang, membuat udara malam terasa sangat menusuk. Aku terus berjalan dengan sesekali memperhatikan jalan. Ssh~ dingin sekali.
“sshh~ hhh”
Dapat kudengar desahan ringan dari bibir yeoja itu. yeoja yang dengan bodohnya membawaku ketempat ini. Aku merapatkan hoodie dan mantel hangatku.
“bodoh!”
“ne?”
“bodoh” ujarku memperjelas.
“siapa? Aku?” ck, yeoja ini. Bagaimana ia bisa jadi dancer seperti saat ini dengan kecepatan daya tangkap otaknya sangat lemah?
“menurutmu? Apa ada yang lain disini?” aku terus berjalan ringan. Dapat kulihat sesekali kaki kecilnya menyamakan langkahnya denganku.
“tidak ada” ujarnya polos setelah memperhatikan sekelilingnya. Oh ayolah hyeri, apa kau begitu bodoh, huh?
“lupakan”
Aku kembali berjalan pelan. Dapat kulihat ia mengerutkan dahi dan memandangku kesal. Ya, dia memang tidak begitu suka dengan topik pembicaraan yang menggantung. Tapi aku juga tidak suka menjelaskan dengan rinci mengenai satu topik pembicaraan, apalagi dengan yeoja bodoh sepertinya.
Tidak, aku bukannya tidak mencintainya. Hanya saja, memang seperti inilah caraku mencintai seseorang. Aku tidak begitu suka mengatakan segala apa yang kurasa. Aku juga bukan namja tegas namun akan melembut pada yeojaku. Akh! Itu bukan aku.
Aku selalu bersikap biasa padanya, bahkan terlihat lebih kasar. Namun jauh dari itu, dia sangat mengerti jika memang seperti itu caraku untuk menunjukkan perasaanku. kami juga bukan pasangan biasa yang dapat bergandengan tangan dan bermesraan sesuka hati kami.
Ya, aku cho kyu hyun. anggota termuda Super Junior. Bukannya aku tidak bangga dengan statusku, hanya saja membuatnya menderita seperti ini sangat menyiksaku. Kami, tidak pernah bisa menikmati liburan kami ditempat keramaian. Tidak pernah bisa menunjukkan kebersamaan dan kebahagiaan kami didepan semua orang dan juga,,, aku tidak pernah dapat mengakuinya sebagai wanita yang kucintai didepan orang lain.
Sakit. Tentu saja sakit. Namun dia selalu berusaha membuatku merasa jika ‘memang seperti inilah takdir kita’. Pernah aku berfikir untuk melepaskannya dan membiarkannya bersama pria lain, tapi keyakinannya membuatku berfikir jika aku tidak akan pernah menemukan wanita sepertinya di belahan dunia manapun lagi.
“hhhh~” aku mendongakkan kepalaku ketika kembali indra pendengaranku menangkap suara ringan itu. hyeri, berjalan sekitar satu meter didepanku dengan sesekali menggosokkan tangannya. Aku tersenyum kecil mengetahui jika ia sedang kedinginan.
“bodoh. Sudah kukatakan kita pulang saja” ia menoleh dan menatapku nanar.
“dan menghabiskan waktu untuk merenung di apartemen? Tidak.”
“tapi ini dingin. kau bisa membuatku beku”
“aku tidak memintamu untuk menemaniku. Kau yang memaksa” ia berbalik dan kembali berjalan. Jelas, ia sedang kesal. Benar, aku yang memaksanya untuk ikut. Tapi, hei wajar bukan jika aku menghawatirkannya? Dia yeoja dan berencana untuk berkeliaran dimalam yang dingin seperti ini.
“bodoh”
“ARRASEO KAU SUDAH MENGATAKANNYA TIGA KALI! PULANG SAJA JIKA KAU TIDAK TAHAN”
Aku mundur selangkah mendengar teriakan keras darinya. Segera kuputar arah kepalaku memperhatikan keadaan sekeliling. Hh~ untung saja tidak ada orang. Bisa gawat jika saja ada yang tau aku sedang bersamanya dipinggiran sungai han di malam hari seperti ini. Apa kata majalah besok pagi? Berjalan dengan masker dan syal tebal ini saja sudah sangat menggangu, apa dia ingin membongkar menyamaran yang sudah kurancang dengan sangat modis ini? Micheoseo.
“jangan berteriak seperti itu. jika ada yang tau bagaimana?”
“aku tidak peduli”
“aigo,, jangan mendustai hatimu shin”
“……”
“apa kau belum makan? Mengapa tidak menjawabku?”
“……….”
“kau kenapa? Sakit? Lidahmu berdarah? Ahh,, kau__”
“DIAMLAH!” yeoja itu berbalik dan berjinjit menyamakan letak kepalanya denganku. Walaupun itu sangat mustahil untuk terjadi. Apalagi, saat ini tidak ada heels yang membantunya untuk berbohong itu.
“aishh,, bagaimana bisa kau menyukai yeoja seperti ini cho kyu hyun” ujarku setelah ia kembali melangkah. Terasa betul jika bahunya tengah bergetar. Hh~ baiklah, yeojamu sedang tidak baik tuan cho.
-Author POV-
Kyu hyun segera berjalan untuk mensejajarkan langkah kakinya dengan yeoja itu. namun yeoja itu segera mempercepat langkahnya. Walaupun itu terlihat sangat sia-sia karena kaki panjang kyu hyun akan memberi jarak lebih besar dari kaki kecilnya.
“shin..”
“…..” yeoja itu tetap berjalan meskipun ia mendengar dengan jelas jika cho kyu hyun tengah memanggilnya.
“jangan buru-buru” kyu hyun segera menggenggam lembut pergelangan tangan hyeri. Memaksa yeoja itu untuk menghentikan langkah kakinya. Kyu hyun tersenyum mendapati hyeri yang mematuhi perintahnya. Biasanya, yeoja itu akan tetap keras kepala dan jarang sekali mendengarkannya.
“lepaskan” hyeri meronta, mengibaskan tangannya yang saat ini berada didalam genggaman kyu hyun. namun namja itu, ia justru tersenyum manis. Memperhatikan wajah hyeri yang terlihat lebih cantik jika sedang kesal.
“kau kedinginan” ujar kyu hyun.
Kyu hyun segera berdiri tegak dan melepaskan hoodie-nya. Memasukkannya pada kedua pergelangan tangan yeoja itu dan memasangkan kancingnya.
“nanti kau sakit” ia merogoh sebuah topi hangat dan memasangkannya pada hyeri. Mengelus sayang rambut coklat yeoja itu dan berhenti pada pipinya. Kyu hyun menekan bagian itu, menyababkan bibir atas dan bawah hyeri berlipat. Lucu, sangat lucu. Kyu hyun lalu mengelus pipi itu perlahan, memberikan kesan hangat pada kedua pipi hyeri.
Dan hyeri? Yeoja itu hanya mampu terdiam. Ini dia, ini salah satu sifat kyu hyun yang selalu membuatnya terdiam. Namja itu akan tiba-tiba saja bersikap begitu romantis dan lalu tiba-tiba saja bersikap sangat kasar. Tapi, hyeri sangat menyukai bagian yang seperti ini, saat ini. Kyu hyun menarik kedua telapak tangannya dari kedua pipi yeoja itu.
“berikan tanganmu”
“ne?”
“aish,, kenapa kau begitu bodoh?”
“yakk!!”
Teriakan hyeri segera berhenti tepat setelah namja itu menarik tanagn kirinya. Kyu hyun segera memasangkan sarung tangan rajutan yang tadi bersarang di tangannya pada hyeri. ‘kapan dia membukanya?’
“jika kau ingin mati jangan didepanku. Kau tau aku sangat baik, tidak mungkin aku membiarkanmu mati. Lain kali, jika kau ingin melakukannya jangan membawaku, arrachi?” kyu hyun tetap pada fokusnya, memasangkan sarung tangan itu pada hyeri. Ia dapat merasakan tangan dingin yeojanya dan itu sedikit mengusik pikirannya.
“cah, sudah selesai! Berikan yang satu lagi” kyu hyun menjulurkan sebelah lagi tangannya.
“ne?”
“tanganmu, sebelah lagi” ujarnya kesal.
“eoh.. igo”
Kyu hyun menyambut uluran tangan hyeri. Ia segera menautkan jari-jarinya pada milik yeoja itu tepat setelah tubuh hyeri menegang. Memberikan kesan hangat yang manis untuk mereka berdua. Kyu hyun meletakkan genggaman tangannya pada saku mantel dan kembali membawa hyeri berjalan.
“ini tidak baik kyu”
“apanya?”
“ini” ia menggerakkan tangannya yang saat ini berada didalam saku kyu hyun.
“jadi menurutmu yang baik seperti apa?”
“men__”
“melepaskan tanganmu? membiarkanmu kedinginan dan seluruh tubuhmu mati rasa? Begitu? Kalau begitu lupakan saja ide bodohmu itu.”
“tapi bagaimana jika__”
“tidak akan, aku sudah melakukan penyamaran”
“bodoh, penyamaranmu sudah terbongkar cho” kyu hyun melirik kebawah. Ahh~ benar. Hoodie, sarung tangan dan syalnya sudah lenyap.
“tidak akan ada yang melihat, ini sudah malam”
“tapi__”
“ck, diamlah. Kau ingin kita semakin beku, huh? Ayo pulang!” kyu hyun menyeret lembut hyeri. Sebenarnya ia tidak suka jika yeoja itu tengah beralasan agar mereka tidak melakukan skinship, walaupun mungkin benar itu dapat membahayakan. Tapi,, ia ingin walau hanya sekali saja menggenggam tangan hyeri ditempat umum seperti sekarang.
-Shin hyeri POV-
Aku terduduk diam di ruangan ini. Seluruh dancer SMent tengah berkumpul rapat dan aku adalah salah satu dari mereka. Aku tersenyum ketika melihat prince manager masuk diikuti oleh member Super Junior lainnya dan,, benar, ada setan itu disana.
Mereka duduk tepat di sebrang kami. Ya, kami. Dancer SMent tentu saja. Tak lama kemudian rapat pun dimulai. Dipimpin oleh prince manager dan lead dancer mereka, lee hyuk jae.
Aku tersenyum mendapati namja itu berada didepan, mempresentasikan bagaimana kami harus bekerja untuk show tunggal mereka lagi. ya, Super Show 5. Eunhyuk oppa menjelaskan setiap rinci gerakan dan segala konsep tentang show ini bersama shindong oppa.
Aku terus memperhatikan eunhyuk oppa yang berbicara dengan bibir penuhnya itu dan sesekali menganggap tangannya sebagai percontohan agar kami mengerti. Ia berbicara sebentar kemudian menyapukan matanya ke sekeliling ruangan menatap kami semua. Memberikan sugesti agar kami mengerti.
Dia sangat berwibawa dengan hoodie abu-abu dan t-shirt merah didalamnya. Sesekali namja itu juga menjilati bibirnya yang terlalu kering karena berkoar-koar dalam ruangan ini. Aku selalu suka gayanya yang seperti itu. style-nya dan juga gaya berbicaranya. Ya tuhan, eunhyuk oppa itu sosok sempurna seorang pria. Apalagi dengan ABSnya yang tidak dapat dipungkiri memang sexy.
Benar sekali, aku jewels. Aku sangat menyukai namja itu dan aku mengidolakannya. bahkan dia adalah alasan mengapa aku begitu kuat untuk tetap berjuang melewati beberapa audisi beberapa tahun lalu.
Tidak, aku masih mencintai kyu hyun. hanya saja yang sampai saat ini masih mengganjal dalam fikiranku adalah bagaimana mungkin aku mencintai setan itu sementara jarak bagiku untuk berdekatan dengan eunhyuk oppa semakin tipis? Entahlah, aku juga tidak begitu mengerti mengapa namja setan itu terasa lebih mendominasi hatiku daripada eunhyuk oppa saat ini.
Drrt.. drrt…
Kudapati ponselku bergetar. Aku segera merogohnya dari dalam kantung celana dan membuka sebuah pesan.
‘sepertinya sangat menyenangkan memandangi monyet itu, shin’
Glek!
Aku terdiam, membaca kembali setiap kata dalam pesan itu. kutolehkan kepalaku yang sedari tadi memang hanya terfokus pada eunhyuk oppa dan,,, baiklah, kutemukan tatapan mata tajam dan seringai mengerikannya tepat didepanku. Membuat seluruh pori-poriku membesar dan tubuhku sedikit bergetar. Ya tuhan, lindungi aku kali ini.
__
Aku berjalan laju menuju ruang ganti. Selesai latihan dengan baju yang masih sedikit basah karena keringat aku membuka pintu ruang ganti dan menemukan seorang namja disana.
“oppa, apa kau melihat kyuhyun?”
“oh, hyera-ya. Dia ada didalam”
“apa dia bersama member lain?”
“tidak, mereka berada di ruang ganti sebelah. Kurasa kyu hyun sedang beristirahat”
“eoh, gomawo oppa”
Aku membungkukkan tubuhku pada sungmin oppa dan segera berjalan menuju sebuah ruangan.
Brakk!
Terdengar bunyi pintu terbuka cukup keras dan aku menemukannya tengah berdiri membelakangiku dan,, topless?!
“AAAA!!”
Aku segera berteriak dan menutupi wajahku dengan sepuluh jari. Ya tuhan, kenapa dia tidak memakai bajunya?!
“ya kau, kalau mau masuk ketuk pintu dulu. Kau sengaja ingin mengintipku,huh?” sekarang, dia berdiri didepanku. Suaranya terasa sangat dekat.
“cepat pakai bajumu cho!”
“sudah”
Aku mendesah lega dan menjauhkan telapak tanganku. Jantungku seperti akan melompat karena setan ini. Aku menyapukan pandanganku pada wajahnya namun sekali lagi,,
“AA! Namja setan, idiot! PAKAI BAJUMU!”
Dapat kudengar ia terkekeh pelan dan menjauh. Kemudian dapat kurasakan ia menggenggam tanganku dan mengusapkannya pada kaos yang ia pakai. Aku masih menutup kedua mataku erat.
“sudah”
“…..”
“ya! buka matamu. Aku sudah memakai baju”
Aku membuka sebelah mataku dan mendesah jauh lebih lega lagi menemukannya dengan baju kaos longgar hitam didepanku. Ia berbalik dan berjalan menuju sebuah sofa.
“aneh, kau menjerit seperti ketakutan melihatku tidak berpakaian tapi menjerit seperti orang gila ketika menemukan monyet itu tidak berpakaian” ujarnya.
“itu berbeda. Sangat berbeda” tekanku.
“apanya? Tubuhku jauh lebih bagus daripada eunhyuk hyung”
“mimpi saja kau. lihat lenganmu itu, kau fikir kenapa aku berteriak seperti orang gila jika melihat lengan eunhyuk oppa?”
“apa? Hanya otot-otot keras tak berguna itu?”
“ABS. Itu ABS cho”
“apapun namanya, aku tak perduli. Mau apa kau?”
Ah ya! Aku kembali teringat pada tujuanku untuk menemuinya. Ck, namja setan ini pintar sekali merubah duniaku. Membuatku melupkan hal lain yang sanagt penting seperti yang satu ini.
“kau… apa yang kau katakan pada pelatihku, huh?” aku menatapnya kesal. Namja ini,, argh! Dia meminta pada pelatih untuk menjadikanku partner dancenya bersama donghae dalam show-nya nanti. Padahal awalnya aku sudah dipasangkan dengan eunhyuk oppa dan sungmin oppa. Dua orang idolaku><
“yang mana? Aku berbicara banyak padanya tadi.”
“kenapa dia mengganti posisiku dan chaeri?!”
Omo! Apa itu? dia tersenyum senang dan berdiri. Berjalan mendekatiku dan berhenti tepat didepanku. Ia mengeluarkan seringai itu kembali dan semakin mendekat.
“aku yang memintanya” tepat sekali! Ia berbicara daingin dan menatapku dalam.
“kenapa?”
“kenapa? Tidak ada, hanya sedang ingin”
“cho kyu hyun!” aku menjerit ditengah senyum puas kemenangannya.
“waeyo, chagia?” ia mendekat dan semakin menatapku lekat.
“aku sedang tidak bercanda kyuhyun. Berani sekali kau__”
“tentu aku berani, kau milikku” tegasnya.
“tuan cho, aku bekerja profesional sebagai seorang dancer!”
“ya, aku tau. tapi akan berbeda jika dengan eunhyuk hyung”
“m_mwo? Kau,, mencurigaiku, begitu?”
“tidak, justru aku takut monyet itu akan mengambil kesempatan darimu” ia semakin mendekat dan mendekat lagi.
“a_apa yang kau katakan? Eunhyuk oppa itu tidak__”
CHU~
Ia menyambari bibirku pelan. Membuatku terkejut dan membesarkan kedua bola mataku. Ia melumatnya pelan, memberikan hantaran listrik ringan pada jantungku dan,, bagus, jantungku bekerja lebih keras saat ini.
Namja itu melingkarkan sebelah tangannya pada pinggulku dan tangan satunya membelai sebelah pipiku. Memberikan sugesti agar aku membalas perbuatannya. Ya tuhan, setan dari mana ini? Sugestinya bekerja dengan sangat baik. Tiba-tiba saja dapat kurasakan bibirku bergerak dan kyuhyun, setan itu, menyeringai penuh kemenangan.
“jangan coba-coba berurusan denganku shin” ujarnya pelan setelah mengakhiri ciumannya. Ia berjalan mendahuluiku dengan senyumannya itu, meninggalkanku yang masih terdiam karena perlakuannya. Memang, keadaan seperti tadi hanya terjadi beberapa kali saja dalam hubungan kami. Dan yang baru saja terjadi adalah salah satu yang hampir membuat jantungku lepas.
Aku mengerjap beberapa kali menyadari kebodohanku. Cho kyu hyun, kau menipuku! Aku berbalik dan tidak menemukannya lagi disana. Kulirik koridor dan mendapati punggungnya yang sudah semakin jauh.
“CHO KYU HYUN LIHAT SAJA KAU! AKU AKAN BERMESRAAN DENGAN DONGHAE OPPA NANTI!!!”
-Author POV-
Semua orang masih sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sementara riuh teriakan ribuan orang telah terdengar dari balik backstage. Semua anggota Super Junior dan dancer yang akan tampil masih mempersiapkan diri di ruang make-up mereka masing-masing.
Ini masih satu jam menjelang konser berlangsung namun antusiasme fans mereka seperti tak pernah padam untuk selalu mendukung mereka. ELF –sebutan untuk fans supe junior telah bergerombol dan menempati tempat mereka masing-masing. Padahal jika mereka datang satu jam lagi, mereka tetap akan mendapatkan tempat yang sama. Namun entah apa alasan yang membuat mereka kuat untuk bertahan.
Suara riuh juga terdengar dari balik backstage semua orang mempersiapkan segala hal penting dan beberapa kali mencoba untuk kembali mengecek persiapan mereka. ya, ini adalah konser pembuka dari seluruh konser super show world tour yang akan diadakan oleh Super Junior. Dan ini,, sangat menegangkan semua pihak.
“diamlah sebentar”
“coba pejamkan matamu”
“apa perlu memakai eyeliner?”
“begini? Apa masik kurang?”
Semua penata rias tengah sibuk dengan objek mereka masing-masing, masih satu jam lagi, namun selalu akan lebih menegangkan jika waktunya sudah semakin dekat.
“min ah bawakan baju pertama mereka!!”
Hyeri yang tengah duduk tenang didepan meja riasnya berkali-kali mendengar teriakan keras dari berbagai orang. Ia sudah terbiasa, ini sudah tahun ketiga ia mengalami keadaan seperti ini dan kedua telinganya sudah beradaptasi cukup baik dengan itu.
“sudah selesai, pakaianmu ada di ruang ganti”
“mm, gomawoo eunji-ah”
“ne,, cepatlah, kau masuk saat segmen kedua” gadis yang dipanggil eunji itu segera mendorong bahu hyeri dan kembali pada tugasnya untuk mendandani dancer lainnya. hyeri segera berjalan menuju ruang ganti dan menemukan bajunya disana.
“hh~ apa isi otak mereka? Memakai tema dewasa dan mengharuskanku memakai ini?” ia mengangkat baju dress mini ketat berwarna hitam bercampur merah didepannya. Hyeri segera berganti baju dan kembali berdiri didepan sebuah kaca.
“ya tuhan, pendek sekali” ia sesekali menarik ujung bawah gaun itu agar lebih turun, namun sia-sia saja. Gaun itu memang dari awal sudah dirancang untuk mengekspos tubuh cantiknya di atas panggung nanti. Selain itu, tema sexy dance yang akan dibawakannya juga merupakan alasan kuat mengapa ia mau tak mau harus memakai baju itu.
Hyeri keluar setelah hampir setengah jam ia dan beberapa teman lainnya berganti pakaian. Mereka segera duduk pada kursi rias mereka kembali dan menyelesaikan riasan terakhir mereka, rambut.
Terdengar suara riuh penonton dari balik sana ketika kesembilan orang namja itu keluar. Menyanyikan beberapa lagu dan menyapa fans mereka.
“segmen dua penampilan dua!”
Terdengar teriakan dari luar ruang ganti, membuat hyeri dan ketiga dancer lainnya segera berjalan menuju backstage. Mereka berdiri tepat didepan layar putar menuju panggung utama. Terdengar bunyi nyanyian ‘Club No.1’ milik Super Junior berkumandang.
“stand by!”
Hyeri memantapkan hatinya untuk tampil. Meskipun tahun ketiga ini tetap saja terasa menegangkan. Ia terseyum mengingat rencananya beberapa hari lalu ‘rasakan kau cho kyu hyun’ batinnya.
“oke, out!”
Layar putar itu segera terbuka, hyeri dan ketiga dancer lain keluar dan disambut oleh namja didepannya. Hyeri berada ditengah donghae dan kyu hyun saat ini. Kyu hyun berada dibelakangnya sedangkan ia berhadapan dengan donghae.
Hyeri memegang leher donghae ketika namja itu perlahan naik dari acara berlututnya. Ia memandang donghae dengan senyum seduktif dan segera melangkah pergi ketika tangan donghae menggenggam tangannya. Ia tau, kyu hyun pasti memperhatikannya.
Hyeri dan donghae berjalan menuju pinggiran panggung. Donghae meletakkan tangannya pada perut yeoja itu dan bergerak kekiri. Bukan, itu bukan kesempatan. Tapi memang seperti itulah konsep tarian mereka saat ini. Atau mungkin fans mereka akan menyebut ini ‘sexy dance’. Karena tarian ini, memang,,,, sexy.
Hyeri memeluk donghae dari belakang ketika terdengar kangin sedang bernyanyi. Ia mengatur nafasnya yang mulai berantakan. Lalu tak lama mereka kambali berjalan menuju tengah panggung. Masih dengan gerakan yang sama, namun bedanya kali ini ia harus mau jika posisi dongahe berganti dengan kyuhyun.
Kyu hyun segera menarik lengan hyeri dari donghae. Terlihat sekali jika ia sedang kesal. Hyeri berputar dan kini ia merasakan tangan kyuhyu diperutnya. Mereka bergerak kekiri beberapa kali.
“sepertinya menyenangkan memeluk donghae hyung” terdengar bisikan pelan dari namja itu.
“begitulah, otot lengannya terasa jelas” balas hyeri.
“benarkah?”
“hm,, donghae oppa juga hangat”
Hyeri merasa tubuhnya diputar setelah itu ia berjalan lalu kembali jemarinya ditangkap oleh kyu hyun. kyu yun menarik hyeri kuat hingga tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka. Membuat hyeri membelalakkan matanya tak percaya.
“ini tidak seperti dalam latihan” protesnya.
“sama seperti yang kau lakukan dengan donghae hyung”
“tapi__”
“tidak ada orang yang boleh lebih baik dariku”
Sejurus setelah itu kyu hyun meletakkan telapak tangannya pada paha hyeri. Menuntunnya untuk turun kemudian menarik kembali sebelah kaki hyeri tinggi. Membuat yeoja itu memekik tertahan. Kyu hyun menatap wajah yeoja itu seseduktif mungkin, membuat tubuh hyeri melemas seketika. Setelah itu ia ia menunjukkan seringai iblisnya dan menurunkan kaki hyeri.
“berkali-kali kukatakan, jangan bermain-main denganku shin” ucapnya sebelum kembali berkumpul dengan member lain. Hyeri berjalan pelan menuju back stage. Meskipun jantungnya sedang tidak dalam keadaan baik dan seluruh tubuhnya melemas, in tetap harus profesinal.

-Shin hyeri POV-
Aku berjalan gontai menuju apartemenku. Lelah sekali rasanya setelah hampir empat jam didalam stadium besar itu. aku merebahkan tubuhku diatas sofa. Banyak sekali kejadian yang membuat kepalaku terasa berat.
Aku kembali mengingat perbuatan kyu hyun yang membuat tubuhku lemas bahkan hingga saat ini. Belum lagi mereka yang membawaku untuk merayakan kesuksesan hari pertama di sebuah kedai ramen. Dan sebuah update dari akun cyworld kyu hyun.
‘menyenangkan berdansa denganmu’
Ck, namja setan itu. apa dia tidak tau bagaimana sparkyu akan mencincangku kecil-kecil jika ia menulis seperti itu? arghh! Sial!
Drrt..drtt..
Kurogoh saku celanaku dan menemukan satu pesan darinya.
‘kau tidak ingin menginap di dorm?’ aku menatap ponselku garang.
‘tidak akan!’
‘baiklah, selamat menikmati kejutanmu’ aku terpaku menatap layar ponselku. Tak lama..
Prangg!!
Aku segera berlari menuju jendela kamarku dan menemukan jendela kamarku yang pecah. Sebuah batu berlapiskan kertas putih tergeletak didekat kakiku. Aku membukanya dan bergidik ngeri ketika kutemukan,
‘jangan sekali-kali menyentuh oppaku! Nappeun!’
Tulisan dengan tinta merah seperti darah itu membuatku mengucurkan keringat dingin. benar dugaanku. Sparkyu akan menerorku mulai saat ini. Aku segera meremas kertas itu dan berlari menuju pintu.
“CHO KYU HYUUUN! AKU TIDAK INGIN MATI DITANGAN FANSMU!!!”
-FIN-

With love, park ji yeon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s